Anda di halaman 1dari 2

Bagian 1.

Dari Analisis Trend yang telah kami lakukan pada PT HANJAYA MANDALA
SAMPOERNA Tbk dan Anak Perusahaan dapat dilihat pada tahun 2011 perusahaan
mengalami peningkatan penjualan, hal ini dapat dilihat juga pada kas dan piutang usaha dan
piutang lainnya (kepada pihak ketiga dan pihak-pihak berelasi) yang meningkat. Beban
pokok penjualan pada tahun 2011 juga mengalami peningkatan, ini dapat dilihat pada utang
usaha dan lainnya kepada ketiga dan pihak-pihak berelasi yang meningkat, namun persediaan
pada tahun 2011 mengalami penurunan. Beban umum dan administrasi pada tahun 2011 juga
mengalami peningkatan. Biaya keuangan pada tahun 2011 mengalami penurunan. Aset tetapbersih dan tanah untuk pengembangan menurun namun investasi pada entitas asosiasi dan
asset pajak tangguhan mengalami peningkatan pada tahun 2011. Pada tahun 2011 hutang
sewa pembiayaan-jangka pendek dan hutang sewa pembiayaan-jangka panjang mengalami
peningkatan, namun persentase kenaikan hutang sewa pembiayaan-jangka pendek lebih besar
dibandingkan hutang sewa pembiayaan-jangka panjang, kenaikan jangka pendeknya yaitu
sebesar 41,17%.
Dapat disimpulkan bahwa perusahaan sedang berusaha untuk meningkatkan penjualan
dan melakukan investasi. Investasi yang dimaksud bukan investasi aset tetap seperti tanah,
bangunan atau peralatan namun lebih kepada investasi pada entitas asosiasi. Untuk
meningkatkan penjualan perusahaan berusaha menggunakan menggunakan pinjaman jangka
pendek ini dapat dibuktikan dengan meningkatnya hutang sewa pembiayaan-jangka pendek
dan biaya keuangan yang menurun. Untuk menutup hutang sewa pembiayaan-jangka pendek
tersebut perusahaan menjual aset tetap serta tanah untuk pengembangan.
Bagian 2.
Hal tersebut juga dapat dibuktikan dengan melihat ke analisis rasio likuiditas yang
telah kami lakukan. Secara eksplisit, pada tahun 2011 dapat disimpulkan bahwa kemampuan
perusahaan dalam memenuhi kewajiban finansial jangka pendeknya baik (tidak mengalami
kesulitan) atau likuid, dapat dilihat dari modal kerjanya yang lebih besar dari 0 dan current
rationya yang lebih besar dari 1. Namun sebenarnya perusahaan dalam kondisi tidak likuid,
hal ini dikarenakan jumlah kas dan setara kas yang ada tidak cukup untuk menutup utang
jangka pendek yang dimiliki perusahaan, ini dilihat dari cash rationya kurang dari 1 yaitu
0,24. Bila ditambah dengan hasil penagihan piutang jumlah kas dan setara kas yang tersedia
tetap belum cukup untuk membayar utang jangka pendek perusahaan, ini dilihat dari acid test

rationya kurang dari 1 yaitu 0,699 walaupun sebenarnya waktu untuk penagihan piutang lebih
cepat dibandingkan dengan waktu pelunasan utang, dilihat dari average collection periodnya
8,99 hari sedangkan payment periodnya 14,60 hari. Sedangkan bila dilihat dari operating
cycle dan payment periodnya, persediaan yang ada juga tidak mampu untuk membayar utang
karena waktu yang dibutuhkan untuk menjual persediaan sampai waktu penagihan piutang
lebih lama yaitu 99,69 hari dibandingkan waktu pelunasan utangnya yaitu 14,60 hari. Namun
sebenarnya perusahaan dapat menutup utang jangka pendeknya tesebut dengan cara menjual
asset tetap yang dimilikinya.
Bila membandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya menurut kami lebih baik tahun
2008 dalam hal penagihan piutang karena jangka waktu untuk penagihan piutangnya hanya
1,4 hari sedangkan jangka waktu untuk pelunasan utangnya 25,6 hari. Hal ini berarti bahwa
jangka waktu untuk penagihan piutangnya cepat sekali dibandingkan dengan jangka waktu
pelunasan utangnya. Namun bila membandingkan jangka waktu penjualan persediaan sampai
penagihan piutangnya atau operating cyclenya yang paling baik adalah tahun 2011 karena
paling cepat yaitu hanya 90,69 hari, ini dikarenakan perputaran persediaannya yang paling
cepat dibandingkan dengan perputaran persediaan tahun-tahun sebelumnya.