Anda di halaman 1dari 3

PRAKTIKUM FISIKA KELAS XI IPA

Hari/Tanggal: Rabu / 12 Agustus 2015


Kelas

XI IPA 3

Nama Kelompok

Anggota

Antonius Yoga /3
Cindy Prisilia /10
Kanisa Krisnata /15
Stefanus Adhika /22
Tomi Dwi Jingga /27

1. Judul Percobaan
Gerak Parabola dengan Pistol Mainan
2. Tujuan Percobaan
Mengetahui cara kerja kerja gerak parabola
Menentukan kecepatan awal
3. Dasar Teori
Tentang gerak parabola dengan pistol mainan yang disertai dengan rumus-rumus persamaan
untuk mencari waktu tertinggi, waktu terjauh, tinggi maksimum, jarak maksimum dan jarak
terjauh.

4. Alat dan Bahan


Alat dan bahan yang kami pergunakan untuk praktek ini adalah sebagai berikut:
Pistol mainan dengan peluru mainan
Meteran
Busur
Kertas Folio
Alat tulis
Stopwatch

5. Cara Kerja
Berikut adalah cara kerja untuk mempraktekan gerak parabola:
Siapkan pistol mainan yang sudah terisi peluru mainan didalamnya.
Ukurlah ketinggian pistol mainan dari dasar tanah/lantai untuk menemukan Ho. (Dalam
laporan ini kami memakai ketinggian 1 m dari tanah) Gunakan meteran untuk
mengukurnya.
Ukurlah sudut elevasi dengan berpatokan di laras pistol tersebut dengan sudut yang telah
ditentukan (30,45,60) dengan menggunakan busur.
Siapkan stopwatch untuk mulai menghitung waktu terjauh disaat pistol mainan
ditembakan dan mulai memberhentikan hitungan waktu disaat peluru sudah menyentuh
tanah.
Setelah itu, tembakanlah pistol itu sehingga pelurunya mengalami gerak parabola. Amati
tempat peluru itu jatuh.
Lalu, gunakan meteran untuk mengukur X terjauh jarak antara tempat sebuah pistol
ditembakan dengan peluru yang sudah jatuh.
Setelah semua data yang diperlukan sudah dicatat di kertas folio, hitunglah
denganmenggunakan rumus-rumus.
6. Data
No
1
2
3

Sudut

X Terjauh (cm)

t Terjauh (s)

Vo (m/s)

H Maks (cm)

30
45
60

504
500
433

0,51
1,31
1,51

11,45
5,43
5,77

75
458
200

7. Analisis Data
Pada sudut elevasi 30, didapatkan data sebagai berikut:
X terjauh = 5,04 m
T terjauh = 0,51 s
X
5,04
5,04
Vo

= Vo. cos 30. t


1
3
= Vo. 2
. 0,51
= Vo. 0,44
5,04
= 0,44 = 11,45 m/s

Pada sudut elevasi 45, didapatkan data sebagai berikut:


X terjauh = 5 m
T terjauh = 1,31 s
X
5
5
Vo

= Vo. cos 45. t


1
2
= Vo. 2 . 1,31
= Vo. 0,92
5
= 0,92 = 5,43 m/s

Pada sudut elevasi 60, didapatkan data sebagai berikut:


X terjauh = 4,33 m
T terjauh = 1,51 s
X
4,33

= Vo. cos 60. t


1
= Vo. 2 . 1,51

4,33

= Vo. 0,75

Vo
8.

4,33
0,75

= 5,77 m/s

Pembahasan
Pada praktikum gerak parabola ini, kita menggunakan pistol air sebagai alat percobaan. Jadi,
langkah pertama yang harus dilakukan adalah mengatur sudut dengan pistol air agar ketika ditembakkan
dapat menghasilkan gerakan parabola. Setelah itu, ukur tinggi maksimal, interval waktu yang
dibutuhkan saat tembakan pistol air mencapai tanah, dan jarak tembakan yang paling jauh dengan
menggunakan penggaris.
Pada percobaan gerak parabola dengan menggunakan pistol air ini, ada beberapa data yaitu pada
sudut elevasi 30 jarak terjauh (x terjauh) adalah 504 cm, selang waktu yang dibutuhkan saat air jatuh di
tanah adalah 0,51 s, Vonya adalah 11,45 m/s dan tinggi maksimumnya adalah 75 cm, pada sudut elevasi
45 jarak terjauh (x terjauh) adalah 500 cm, selang waktu yang dibutuhkan saat air jatuh di tanah adalah
1,31 s, Vonya adalah 5,43 m/s dan tinggi maksimumnya adalah 158 cm, dan pada sudut elevasi 60 jarak
terjauh (x terjauh) adalah 433 cm, selang waktu yang dibutuhkan saat air jatuh di tanah adalah 1,51 s,
Vonya adalah 5,77 m/s dan tinggi maksimumnya adalah 200 cm.
Semakin besar sudut elevasinya semakin pendek jarak yang ditempuh tembakan pistol air,
semakin tinggi tembakan pistol air, semakin lama selang waktu yang dibutuhkan. Tetapi, ternyata pada
percobaan ini kecepatan pada sudut elevasi 60 lebih cepat dibandingkan dengan kecepatan sudut
elevasi 45. Hal ini disebabkan karena adanya perbedaan kekuatan saat menembak yaitu ada yang pelan
dan ada yang kencang.

9. Kesimpulan
Gerak parabola adalah gerak yang membentuk sudut elevasi terhadap bidang horizontal. Ada dua
macam gerak, yaitu gerak horizontal dengan Gerak Lurus Beraturan(GLB) dan gerak vertikal dengan
Gerak Lurus Berubah Beraturan(GLBB). Di mana pada GLB kecepatan konstan, sedangkan pada GLBB
kecepatan berubah karena dipengaruhi oleh gaya gravitasi. Kecepatan awal (Vo) dapat diperoleh dengan
menggunakan rumus X = Vo.cos .t. Karena jarak (x), sudut, dan selang waktu yg dibutuhkan sudah
diketahui, kecepatan awal (Vo) dapat dihitung menjadi Vo = X per cos .t. Dari hasil percobaan, dapat
disimpulkan bahwa semakin besar sudut elevasi nya (dengan tekanan tembakan yang stabil) maka
kecepatan akan semakin kecil, lalu semakin besar jarak yang ditempuh dan semakin kecil selang waktu
yg dibutuhkan untuk menempuh jarak tersebut (dengan tekanan tembakan yang stabil) maka kecepatan
akan semakin besar.