Anda di halaman 1dari 5

SKDI 4 A

ABORTUS
1. ABORTUS IMINENS
Terapi:
a. Rawat jalan
b. Tidak diperlukan tirah baring total
c. Anjurkan tidak melakukan aktivitas berlebihan atau berhubungan
seksual
d. Bila pendarahan berhenti dilanjutkan jadwal pemeriksaan selanjutnya
e. Bila pendarahan berlanjut, nilai ualng kondisi janin (USG) 1 minggu
kemudian
2. ABORTUS INSIPIENS
Terapi:
a. Terminasi kehamilan
b. Uterotonika pasca evakuasi
c. Antibiotika selama 3 hari
3. ABORTUS INKOMPLIT
Terapi
a. Bila syok, atasi dahulu syok (perbaiki keadaan umum)
b. Tranfusi bila Hb <8gr/dl
c. Evakuasi
d. Uterotonika (metilergometrin tablet 3x 0,125 mg)
e. Beri antibiotic spectrum luas selama 3 hari
4. ABORTUS KOMPLIT
Terapi
a. Antibiotik selama 3 hari
b. Uterotonika
5. ABORTUS TERTUNDA
a. Evakuasi pada umumnya kanalis servikalis dalam keadaan tertutup,
sehingga perlu dilakukan tindakan dilatasi; hati-hati karena pada
keadaan ini biasanya plasenta bisa melekat sangat erat sehingga
prosedur kuretase lebih sulit dan dapat berisiko tidak bersih /
perdarahan pasca kuretase.
b. Uterotonika pasca evakuasi
c. Antibiotika selama 3 hari
6. ABORTUS INFEKSIOSA
a. Perbaiki keadaan umum (pasang infus, atau tranfusi darah bila perlu),
atasi syok septik bila ada
b. Posisi fowler
c. Antibiotika berspektrum luas, aerob dan anaerob) dilanjutkan dengan
tidakan kuretase
d. Uterotonika (metil ergometrin 0,2 mg IM)
e. Kuretase untuk mengevakuasi sisa jaringan dilakukan setelah 6 jam
pemberian antibiotic dan utertonika parenteral
ANTIBIOTIK PARENTERAL UNTUK ABORTUS SEPTIK

- Sulbenisilin IV 3x1gr
- Gentamisin IV 2x80 mg
- Metronidazol IV 2x1 gr
- Seftriakson IV 1x2gr
Amoksisilin + Asam Klavulanik IV 3x 500 mg
Klindamisin IV 3x600 mg

ANEMIA PADA KEHAMILAN


Anemia Defisiensi Besi
Terapi Non-Medikamentosa
- Konsumsi makanan yang mengandung banyak zat besi : hati, daging merah,
sayuran merah. Tingkatkan konsumsi enhancer penyerapan besi : buah-buahan dan
sayur-sayuran (vitamin C)
- Menghindari penghambat penyerapan besi, seperti kopi dan the
Terapi Medikamentosa
- Pemberian preparat besi oral: fero sulfat, ferosis fumarat, atau fero glukonat.
- Fe fumarat
- fe glukonat
- Fe sulfat
- Frekuensi pemberian 1 kali sehari, dilanjutkan sampai 3 bulan setelah melahirkan
untuk mengembalikan cadangan besi
- Apabila preparat oral tidak bisa ditoleransi, dapat diberikan IV
- fero sukrosa/fero dekstran
B. ANEMIA DEFISIENSI FOLAT
- Asam folat 400 mikrogram/hari sebelum hamil
- 1 mg/hari saat hamil.

RUPTUR PERINEUM
Derajat 1 = hanya mengenai mukosa vagina dan/atau kulit perineum

Derajat 2 = robekan mencapai otot-otot perineum tetapi tidak mengenai otot


sfingter ani
- Perbaikan perineum langsung dilakukan setelah persalinan atayu maksimal 24 jam
pasca salin bila tidak ada infeksi dan inflamasi, dengan golden period 6-8 jam
-Bila lebih dari 24 jam pascasalin maka perbaikan perineum dilakukan 3 bulan
pascasalin
Teknik pembedahan
- sfingterorafi
- perineoprafi

MASTITIS
- Kloksasilin, 500 mg per oral setiap 6 jam selama 10 hari
Alternatif
- Cefaleksin
- dikloksasin
- klindamisin
Kompres dingin payudara dan sang payudara
Asi harus terus dikeluarkan
Menjadi abses payudara insisi dan drainase bedah dengan anestesi kultur
bakteri terapi antibotik sesuai resistensi

INFEKSI

Sindrom duh (discharge) genital (gonorrhea dan non-gonorrhea)


GONORE
Umum
- Lacak mitra seksual
- Edukasi
- Konseling penggunaan Kondom
Khusus
Gonore tanpa komplikasi
Lini 1
-Sefiksim 400 mg per oral dosis tunggal
R/ Sefiksim 400 mg tab No.I
S 1dd po
-Levofloksasin 250 mg per oral dosis tunggal
Lini 2
- Kanamisin 2 gr intra muscular dosis tunggal

- Spektinomisin 2 gr intramuscular dosis tunggal


-Tiamfenikol 3,5 gr per oral dosisi tunggal
Gonore dengan komplikasi
Lini 1
Lama pengobatan oral menjadi 5 hari, dan per injeksi menjadi 3 hari
- Sefiksim 400 mg per oral dosis tunggal
- Levofloksasin 250 mg per oral dosis tunggal
Lini 2
Lama pengobatan per oral menjadi 5 hari, per injeksi menjadi 3 hari
- Kanamisin 2 gr intra muscular dosisi tunggal
- Spektinomisisn 2 gr intramuscular dosis tunggal
- Tiamfenikol 3,5 gr per oral dosisi tunggal
TINDAK LANJUT
- Observasi gejal klinis dilakukan dengan cermat, control 7 hari (pemeriksaan
secara klinis dan laboratorium)
- Lacakmitra seksual
- Penapisan HIV= VCT
Penapisan pemeriksaan serologis : VDRL dan TPHA
NON GONORE
UMUM
- Lacak mitra seksual
- Edukasi
- KOnseling penggunaan kondom
KHUSUS
Lini 1
- Azitromisin 1 gr per oral dosis tunggal
- Doksisiklin 100 mg 2x/hari per oral selama 7 hari *)
Lini II
- Eritromisin 500 mg 4x/hari per oral selama 7 hari
- Tetrasiklin 500 mg 4x/hari per oral selama 7 hari *)
*) kontraindikasi pada kehamilan dan masa menyusui
TINDAK LANJUT
- Observasi gejal klinis dilakukan dengan cermat, control 7 hari (pemeriksaan
secara klinis dan laboratorium)
- Lacakmitra seksual
- Penapisan HIV= VCT
Penapisan pemeriksaan serologis : VDRL dan TPHA

VAGINOSIS BAKTERIALIS
UMUM
- Lacak mitra seksual
- Edukasi
- Konseling penggunaan kondom

KHUSUS
Lini I
- Metronidazol 500 mg per oral, diberikan 2 kali sehari 7 hari
Lini II
- Metronidazol 2 gr per oral, dosisi tunggal
- Klindamisin 300 mg per oral 2kali sehari selama 7 hari
- Metronidazol gel, 0,75%, 5 gr diberikan 2 kali sehari intravagina selama 5
hari
PEMERIKSAAN LANJUTAN
- Kontrol 7 hari (pemeriksaan klinis dan laboratorium)
- Penapisan HIV = VCT
- Penapisan : pemeriksaan serologis : VDRL dan TPHA

TRIKOMONIASIS
- metronidazole 3 x 250 mg/hari, per oral selama 7 hari jgn pada wanita hamil
terutama trisemester pertama
- pilihan lain, Klotrimazol 100 mg/hari intravagina selama 7 hari. Dapat diberikan
pada wanita hamil.

KANDIDIASIS
Pilihan utama
- Klotrimazol 100 mg/hari intravagina selama 7 hari.
- Nistatin 100.000-200.000 unit/hari intravagina selama 14 hari
Pilihan lain
- Trikonazol 300 mg oral, dosis tunggal atau 100 mg/hari selama 3 hari
- Mikonazol 100 mg/hari intravagina selama 7 hari

Anda mungkin juga menyukai