Anda di halaman 1dari 9

2.

1 PENGERTIAN KOMPRESOR
Kompresor merupakan mesin untuk menaikkan tekanan udara dengan cara memampatkan gas atau
udara yang kerjanya didapat dari poros. Kompresor biasanya bekerja dengan menghisap udara atmosfir.
Jika kompresor bekerja pada tekanan yang lebih tinggi dari tekanan atmosfir maka kompresor disebut
sebagai penguat (booster), dan jika kompresor bekerja dibawah tekanan atmosfir maka disebut pompa
vakum.
Gas mempunyai kemampuan besar untuk menyimpan energi persatuan volume dengan menaikkan
tekanannya, namun ada hal-hal yang harus diperhatikan yaitu : kenaikan temperatur pada pemampatan,
pendinginan pada pemuaian, dan kebocoran yang mudah terjadi.
2.2 KLASIFIKASI KOMPRESOR
Secara garis besar kompresor dapat diklasifikasikan menjadi dua bagian, yaitu Positive Displacement
compressor dan Dynamic compressor (Turbo). Positive Displacement compressor, terdiri atas
Reciprocating dan Rotary. Sedangkan Dynamic compressor (turbo) terdiri atas Centrifugal, axial dan
ejector, secara lengkap dapat dilihat dari klasifikasi di bawah ini:
Gambar 1. Diagram Pembagian Klasifikasi Kompresor
Berikut penjelasan beberapa jenis kompresor.
2.21 Kompresor Torak Resiprokal (reciprocating compressor)
Kompresor ini dikenal juga dengan kompresor torak, karena dilengkapi dengan torak yang bekerja
bolak-balik atau gerak resiprokal. Pemasukan udara diatur oleh katup masuk dan dihisap oleh torak
yang gerakannya menjauhi katup. Pada saat terjadi pengisapan, tekanan udara di dalam silinder
mengecil, sehingga udara luar akan masuk ke dalam silinder secara alami. Pada saat gerak kompresi
torak bergerak dari titik mati bawah ke titik mati atas, sehingga udara di atas torak bertekanan tinggi,
selanjutnya di masukkan ke dalam tabung penyimpan udara. Tabung penyimpanan dilengkapi dengan
katup satu arah, sehingga udara yang ada dalam tangki tidak akan kembali ke silinder. Proses tersebut
berlangsung terus-menerus hingga diperoleh tekanan udara yang diperlukan. Gerakan mengisap dan
mengkompresi ke tabung penampung ini berlangsung secara terus menerus, pada umumnya bila
tekanan dalam tabung telah melebihi kapasitas, maka katup pengaman akan terbuka, atau mesin
penggerak akan mati secara otomatis.
Gambar 3. Penampang Melintang Kompresor Reciprocating

Kompresor reciprocating tersedia dalam berbagai konfigurasi. Terdapat empat jenis yang paling banyak
digunakan yaitu horizontal, vertical, horizontal balance-opposed, dan tandem. Jenis kompresor
reciprocating vertical digunakan untuk kapasitas antara 50 150 cfm. Kompresor horisontal balance
opposed digunakan pada kapasitas antara 200 5000 cfm untuk desain multi tahap dan sampai 10,000
cfm untuk desain satu tahap.
Kompresor udara reciprocating biasanya merupakan aksi tunggal dimana penekanan dilakukan hanya
menggunakan satu sisi dari piston. Kompresor yang bekerja menggunakan dua sisi piston disebut
sebagai aksi ganda.
Sebuah kompresor dianggap sebagai kompresor satu tahap jika keseluruhan penekanan dilakukan
menggunakan satu silinder atau beberapa silinder yang paralel. Beberapa penerapan dilakukan pada

kondisi kompresi satu tahap. Rasio kompresi yang terlalu besar (tekanan keluar absolut/tekanan masuk
absolut) dapat menyebabkan suhu pengeluaran yang berlebihan atau masalah desain lainnya. Mesin dua
tahap yang digunakan untuk tekanan tinggi biasanya mempunyai suhu pengeluaran yang lebih rendah
(140 to 160oC),sedangkan pada mesin satu tahap suhu lebih tinggi (205 to 240oC).
Kompresor udara reciprocating tersedia untuk jenis pendingin udara maupun pendingin air
menggunakan pelumasan maupun tanpa pelumasan, mungkin dalam bentuk paket, dengan berbagai
pilihan kisaran tekanan dan kapasitas.
2.22 Kompresor Torak Dua Tingkat Sistem Pendingin Udara
Kompresor udara bertingkat digunakan untuk menghasilkan tekanan udara yang lebih tinggi. Udara
masuk akan dikompresi oleh torak pertama, kemudian didinginkan, selanjutnya dimasukkan dalam
silinder kedua untuk dikompresi oleh torak kedua sampai pada tekanan yang diinginkan. Pemampatan
(pengkompresian) udara tahap kedua lebih besar, temperatur udara akan naik selama terjadi kompresi,
sehingga perlu mengalami proses pendinginan dengan memasang sistem pendingin. Metode
pendinginan yang sering digunakan misalnya, dengan sistem udara atau dengan sistem air bersirkulasi.
Batas tekanan maksimum untuk jenis kompresor torak resiprokal antara lain, untuk kompresor satu
tingkat tekanan hingga 4 bar. Sedangkan dua tingkat atau lebih tekanannya hingga 15 bar.
2.23 Kompresor Diafragma (diaphragma compressor)
Jenis Kompresor ini termasuk dalam kelompok kompresor torak. Namun letak torak dipisahkan melalui
sebuah membran diafragma. Udara yang masuk dan keluar tidak langsung berhubungan dengan bagianbagian yang bergerak secara resiprokal. Adanya pemisahan ruangan ini udara akan lebih terjaga dan
bebas dari uap air dan pelumas/oli. Oleh karena itu kompresor diafragma banyak digunakan pada
industri bahan makanan, farmasi, obat obatan dan kimia.
Prinsip kerjanya hampir sama dengan kompresor torak. Perbedaannya terdapat pada sistem kompresi
udara yang akan masuk ke dalam tangki penyimpanan udara bertekanan. Torak pada kompresor
diafragma tidak secara langsung menghisap dan menekan udara, tetapi menggerakkan sebuah membran
(diafragma) dulu. Dari gerakan diafragma yang kembang kempis itulah yang akan menghisap dan
menekan udara ke tabung penyimpan.
2.24 Kompresor Putar (Rotary Compressor)
Kompresor putar ini memiliki sepasang rotor berbentuk sekrup. Pasangan ini berputar serempak dalam
arah yang berlawanan dan saling mengait seperti roda gigi. Putaran serempak ini dapat berlangsung
karena kaitan gigi-gigi rotor itu sendiri atau dengan perantaraan sepasang roda gigi penyerempak
putaran. Karena gesekan antar rotor sangat kecil, kompresor ini mempunyai performansi yang baik
untuk umur kerja yang panjang. Perbedaan tekanan maksimum yang diizinkan pada kompresor ini
ditentukan oleh defleksi lentur rotor dan besarnya biasanya adalah 30 kg/cm2 (2900 kPa).. Mekanisme
kerja kompresor rotary, udara masuk dimampatkan melalui Blade (Mata Pisau) yang berputar cepat.
Blade tersebut digerakkan untuk memampatkan udara yang masuk.
Kompresor beroperasi pada kecepatan tinggi dan umumnya menghasilkan hasil keluaran yang lebih
tinggi dibandingkan kompresor reciprocating. Biaya investasinya rendah, bentuknya kompak, ringan
dan mudah perawatannya, sehingga kompresor ini sangat popular di industri. Biasanya digunakan
dengan ukuran 30 sampai 200 hp atau 22 sampai 150 kW.
Jenis dari kompresor putar adalah:
Kompresor lobe (roots blower)
Kompresor ulir (ulir putar helical-lobe, dimana rotor putar jantan dan betina bergerak
berlawanan arah dan menangkap udara sambil mengkompresi dan bergerak ke depan (lihat

Gambar 5)
Jenis baling-baling putar/ baling-baling luncur, ring cairan dan jenis gulungan.
Kompresor ulir putar menggunakan pendingin air. Jika pendinginan sudah dilakukan pada bagian
dalam kompresor, tidak akan terjadi suhu operasi yang ekstrim pada bagian-bagian yang bekerja.
Karena desainnya yang sederhana dan hanya sedikit bagian-bagian yang bekerja, kompresor udara ulir
putar mudah perawatannya, mudah operasinya dan fleksibel dalam pemasangannya. Kompresor udara
putar dapat dipasang pada permukaan apapun yang dapat menyangga berat Statiknya.
Gambar 4. Skema Kerja Kompresor Rotary [www.thermalfluids.net]
Pada skema kerja diatas terlihat jelas bahwa :
Step 1 : Udara luar masuk melalui perbedaan tekanan antara kompresor dengan tekanan udara
lingkungan.
Step 2 : Udara masuk, mulai mengembang/ di ekspansikan oleh Blade.
Step 3 : Udara dimampatkan ke dinding silinder oleh Blade.
Step 4 : Udara bertekanan tinggi keluar melalui katup keluar.
2.25 Kompresor Sekrup (Screw)
Kompresor Sekrup memiliki dua rotor yang saling berpasangan atau bertautan (engage), yang satu
mempunyai bentuk cekung, sedangkan lainnya berbentuk cembung, sehingga dapat memindahkan
udara secara aksial ke sisi lainnya. Kedua rotor itu identik dengan sepasang roda gigi helix yang saling
bertautan. Jika roda-roda gigi tersebut berbentuk lurus, maka kompresor ini dapat digunakan sebagai
pompa hidrolik pada pesawat-pesawat hidrolik. Roda-roda gigi kompresor sekrup harus diletakkan
pada rumah-rumah roda gigi dengan benar sehingga betul-betul dapat menghisap dan menekan fluida.
Gambar 5. Kompresor
Screw
Gambar Langkah kerja
Kompresor Screw

2.26 Kompresor Root Blower (Sayap Kupu-kupu)


Kompresor jenis ini akan mengisap udara luar dari satu sisi ke sisi yang lain tanpa ada perubahan
volume. Torak membuat penguncian pada bagian sisi yang bertekanan. Prinsip kompresor ini ternyata
dapat disamakan dengan pompa pelumas model kupu-kupu pada sebuah motor bakar. Beberapa
kelemahannya adalah: tingkat kebocoran yang tinggi. Kebocoran terjadi karena antara baling-baling
dan rumahnya tidak dapat saling rapat betul. Berbeda jika dibandingkan dengan pompa pelumas pada
motor bakar, karena fluidanya adalah minyak pelumas maka film-film minyak sendiri sudah menjadi
bahan perapat antara dinding rumah dan sayap-sayap kupu itu. Dilihat dari konstruksinya, Sayap kupukupu di dalam rumah pompa digerakan oleh sepasang roda gigi yang saling bertautan juga, sehingga
dapat berputar tepat pada dinding.
2.27 Kompresor Aliran (turbo compressor)

Jenis kompresor ini cocok untuk menghasilkan volume udara yang besar. Kompresor aliran udara ada
yang dibuat dengan arah masuknya udara secara aksial dan ada yang secara radial. Arah aliran udara
dapat dirubah dalam satu roda turbin atau lebih untuk menghasilkan kecepatan aliran udara yang
diperlukan. Energi kinetik yang ditimbulkan menjadi energi bentuk tekanan.
2.28 Kompresor Aliran Radial
Percepatan yang ditimbulkan oleh kompresor aliran radial berasal dari ruangan ke ruangan berikutnya
secara radial. Pada lubang masuk pertama udara dilemparkan keluar menjauhi sumbu. Bila
kompresornya bertingkat, maka dari tingkat pertama udara akan dipantulkan kembali mendekati
sumbu. Dari tingkat pertama masuk lagi ke tingkat berikutnya, sampai beberapa tingkat sesuai yang
dibutuhkan. Semakin banyak tingkat dari susunan sudu- sudu tersebut maka akan semakin tinggi
tekanan udara yang dihasilkan. Prinsip kerja kompresor radial akan menghisap udara luar melalui sudusudu rotor, udara akan terisap masuk ke dalam ruangan hisap lalu dikompresi dan akan ditampung pada
tangki penyimpanan udara bertekanan hingga tekanannya sesuai dengan kebutuhan.
2.29. Kompresor Aliran Aksial
Pada kompresor aliran aksial, udara akan mendapatkan percepatan oleh sudu yang terdapat pada rotor
dan arah alirannya ke arah aksial yaitu searah (sejajar) dengan sumbu rotor. Jadi pengisapan dan
penekanan udara terjadi saat rangkaian sudu-sudu pada rotor itu berputar secara cepat. Putaran cepat ini
mutlak diperlukan untuk mendapatkan aliran udara yang mempunyai tekanan yang diinginkan. Teringat
pula alat semacam ini adalah seperti kompresor pada sistem turbin gas atau mesin-mesin pesawat
terbang turbo propeller. perbedaannya, jika pada turbin gas adalah menghasilkan mekanik putar pada
porosnya. Tetapi, pada kompresor ini tenaga mekanik dari mesin akan memutar rotor sehingga akan
menghasilkan udara bertekanan.
2.3 PENGGERAK KOMPRESOR
Penggerak kompresor berfungsi untuk memutar kompresor, sehingga kompresor dapat bekerja secara
optimal. Penggerak kompresor yang sering digunakan biasanya berupa motor listrik dan motor bakar.
Kompresor berdaya rendah menggunakan motor listrik dua phase atau motor bensin. sedangkan
kompresor berdaya besar memerlukan motor listrik 3 phase atau mesin diesel. Penggunaan mesin
bensin atau diesel biasanya digunakan apabila lokasi disekitarnya tidak terdapat aliran listrik atau
cenderung non stasioner. Kompresor yang digunakan di pabrik-pabrik kebanyakan digerakkan oleh
motor listrik karena biasanya terdapat instalasi listrik dan cenderung stasionar (tidak berpindahpindah).
2.4 KOMPONEN KOMPRESOR
1. Kerangka (frame)
Fungsi utama adalah untuk mendukung seluruh beban dan berfungsi juga sebagai tempat kedudukan
bantalan, poros engkol, silinder dan tempat penampungan minyak pelumas.
2. Poros engkol (crank shaft)
Berfungsi mengubah gerak berputar (rotasi) menjadi gerak lurus bolak balik (translasi).
3. Batang penghubung (connecting rod)
Berfungsi meneruskan gaya dari poros engkol ke batang torak melalui kepala silang, batang
penghubung harus kuat dan tahan bengkok sehingga mampu menahan beban pada saat kompresi.

4. Kepala silang (cross head)


Berfungsi meneruskan gaya dari batang penghubung ke batang torak. Kepala silang dapat meluncur
pada bantalan luncurnya
5. Silinder (cylinder)
Berfungsi sebagai tempat kedudukan liner silinder dan water jacket.
6. Liner silinder (cylinder liner)
Berfungsi sebagai lintasan gerakan piston torak saat melakukan proses ekspansi, pemasukan, kompresi,
dan pengeluaran.
7. Front and rear cylinder cover.
Adalah tutup silinder bagian head end/front cover dan bagian crank end/rear cover yang berfungsi
untuk menahan gas/udara supaya tidak keluar silinder.
8. Water Jacket
Adalah ruangan dalam silinder untuk bersirkulasi air sebagai pendingin
9. Torak (piston)
Sebagai elemen yang menghandel gas/udara pada proses pemasukan (suction), kompresi (compression)
dan pengeluaran (discharge).
10. Cincin torak ( piston rings)
Berfungsi mengurangi kebocoran gas/udara antara permukaan torak dengan dinding liner silinder.
Gambar 5. Posisi
Cincin Torak

11. Batang Torak (piston rod)


Berfungsi meneruskan gaya dari kepala silang ke

torak.
12. Cincin Penahan Gas (packing rod)
Berfungsi menahan kebocoran gas akibat adanya celah (clearance) antara bagian yang bergerak (batang
torak) dengan bagian yang diam (silinder). Cincin penahan gas ini terdiri dari beberapa ring segment.
13. Ring Oil Scraper
Berfungsi untuk mencegah kebocoran minyak pelumas pada frame.
14. Katup kompresor (compressor valve)
Berfungsi untuk mengatur pemasukan dan pengeluaran gas/udara, kedalam atau keluar silinder. Katup
ini dapat bekerja membuka dan menutup sendiri akibat adanya perbedaan tekanan yang terjadi antara
bagian dalam dengan bagian luar silinder.
Gambar 6. Konstruksi Katup Pita ( Reed Valve )
Gambar 7. Konstruksi Katup Cincin
Gambar 8. Konstruksi Katup Kanal
Gambar 9. Konstruksi Katup Kepak
15. Pengatur Kapasitas
Volume udara yang dihasilkan kompresor harus sesuai dengan kebutuhan. Jika kompresor terus bekerja

maka tekanan dan volume udara akan terus meningkat melebihi kebutuhan dan berbahaya terhadap
peralatan. Untuk mengatur batas volume dan tekanan yangdihasilkan kompresor digunakan alat yang
biasa disebut pembebas beban (unloader). Pembebas beban dapat digolongkan menurut asas kerjanya,
yaitu : pembebas beban katup isap, pembebas beban celah katup, pembebas beban trotel isap dan
pembebas beban dengan pemutus otomatis. Pembebas beban yang difungsikan untuk memperingan
beban pada waktu kompresor distart agar penggerak mula dapat berjalan lancar dinamakan pembebas
beban awal. Adapun ciri-ciri, cara kerja, dan pemakaian berbagai jenis pembebas beban tersebut adalah
sebagai berikut.
(1). Pembebas beban katup isap
Jenis ini sering dipakai pada kompresor kecil atau sedang. Cara ini menggunakan katup isap di mana
plat katupnya dapat dibuka terus pada langkah isap maupun langkah kompresi sehingga udara dapat
bergerak keluar masuk silinder secara bebas melalui katup ini tanpa terjadi kompresi. Hal ini
berlangsung sebagai berikut.
Gambar 10. Kerja pembebas beban katup isap
Jika kompresor bekerja maka udara akan mengisi tangki udara sehingga tekanannya akan naik sedikit
demi sedikit. Tekanan ini disalurkan ke bagian bawah katup pilot dari pembebas beban. Jika tekanan di
dalam tangki udara masih rendah, maka katup akan tetap tertutup karena pegas atas dari katup pilot
dapat mengatasi tekanan tersebut. Namun jika tekanan di dalam tangki udara naik sehingga dapat
mengatasi gaya pegas tadi maka katup isap akan didorong sampai terbuka. Udara tekan akan mengalir
melalui pipa pembebas beban dan menekan torak pembebas beban pada tutup silinder ke bawah. Maka
katup isap akan terbuka dan operasi tanpa beban mulai. Selama kompresor bekerja tanpa beban,
tekanan di dalam tangki udara akan menurun terus karena udara dipakai sedangkan penambahan udara
dari kompresor tidak ada. Jika tekanan turun melebihi batas maka gaya pegas dari katup pilot akan
mengalahkan gaya dari tekanan tangki udara. Maka katup pilot akan jatuh, lalu udara tertutup, dan
tekanan di dalam pipa pembebas beban menjadi sama dengan tekanan at -mosfir. Dengan demikian
torak pembebas beban akan terangkat oleh gaya pegas, katup isap kembali pada posisi normal, dan
kompresor bekerja mengisap dan memampatkan udara.
(2). Pembebas beban dengan pemutus otomatik
Jenis ini dipakai untuk kompresor-kompresor yang relatif kecil, kurang dari 7,5 kW. Di sini dipakai
tombol tekanan (pressure switch) yang dipasang di tangki udara. Motor penggerak akan dihentikan
oleh tombol tekanan ini secara otomatik bila tekanan udara di dalam tangki udara melebihi batas
tertentu. Sebaliknya jika tekanan di dalam tangki udara turun sampai dibawah batas minimal yang
ditetapkan, maka tombol akan tertutup dan motor akan hidup kembali. Pembebas beban jenis ini
banyak dipakai pada kompresor kecil sebab katup isap pembebas beban yang berukuran kecil agak sulit
dibuat. Selain itu motor berdaya kecil dapat dengan mudah dihidupkan dan dimatikan dengan tombol
tekanan.
16. Pelumasan
Bagian-bagian kompresor torak yang memerlukan pelumasan adalah bagian-bagian yang saling
meluncur seperti silinder, torak, kepala silang, metal -metal bantalan batang penggerak dan bantalan
utama. Tujuan pelumasan adalah untuk mencegah keausan, merapatkan cincin torak dan paking,
mendinginkan bagian-bagian yang saling bergesek, dan mencegah pengkaratan. Pada kompresor kerja
tunggal yang biasanya dipergunakan sebagai kompresor berukuran kecil, pelumasan kotak engkol dan
silinder disatukan. Sebaliknya kompresor kerja ganda yang biasanya dibuat untuk ukuran sedang dan
besar dimana silinder dipisah dari rangka oleh paking tekan, maka harus dilumasi secara terpisah.
Dalam hal ini pelumasan untuk silinder disebut pelumasan dalam dan pelumasan untuk rangkanya

disebut pelumasan luar.Untuk kompresor kerja tunggal yang berukuran kecil, pelumasan dalam
maupun pelumasan luar dilakukan secara bersama dengan cara pelumasan percik atau dengan pompa
pelumas jenis rocla gigi. Pelumasan percik, menggunakan tuas pemercik minyak yang dipasang pada
ujung besar batang penggerak. Tuas ini akan menyerempet permukaan minyak di dasar kotak engkol
sehingga minyak akan terpercik ke silinder dan bagian lain dalam kotak engkol. Metode pelumasan
paksa menggunakan pompa roda gigi yang dipasang pada ujung poros engkol. Putaran poros engkol
akan diteruskan ke poros pompa ini melalui sebuah kopling jenis Oldham. Minyak pelumas mengalir
melalui saringan minyak oleh isapan pompa. Oleh pompa tekanan minyak dinaikkan sampai mencapai
harga tertentu lalu dialirkan ke semua bagian yang memerlukan melalui saluran di dalam poros engkol
dan batang penggerak.
Gambar 11. Pelumasan Paksa
Sebuah katup pembatas tekanan untuk membatasi tekanan minyak dipasang pada sisi keluar pompa
roda gigi. Kompresor berukuran sedang dan besar menggunakan pelumasan dalam yang dilakukan
dengan pompa minyak jenis plunyer secara terpisah. Adapun pelumasan luarnya dilakukan dengan
pompa roda gigi yang dipasang pada ujung poros engkol. Pompa roda gigi harus dipancing sebelum
dapat bekerja. Untuk itu disediakan pompa tangan yangdipasang paralel dengan pompa roda gigi. Pada
jalur pipa minyak pelumas juga perlu dipasang rele tekanan. Rele ini akan bekerja secara otomatis
menghentikan kompresor jika terjadi penurunan tekanan minyak sampai di bawah batas minimum. Jika
pompa mengisap udara. karena tempat minyak kosong atau permukaannya terlalu rendah maka rele
akan bekerjadan kompresor berhenti
Gambar 12. Sistem Pelumas Minyak Luar
Gambar 13. Sistem Pelumas Minyak Dalam
17. Peralatan Pembantu
Untuk dapat bekerja dengan sempurna, kompresor dilengkapi dengan beberapa peralatan pembantu
antara lain adalah sebagai berikut.
(1) Saringan udara
Jika udara yang diisap kompresor mengandung banyak debu maka silinder dan cincin torak akan cepat
aus bahkan dapat terbakar. Karena itu kompresor harus dilengkapi dengan saringan udara yang
dipasang pada sisi isapnya. Saringan yang banyak dipakai saat ini terdiri dari tabung-tabung penyaring
yang berdiameter 10 mm dan panjangnya 10 mm. Tabung ini ditempatkan di dalam kotak berlubanglubang atau keranjang kawat, yang dicelupkan dalam genangan minyak. Udara yang diisap kompresor
harus mengalir melalui minyak dan tabung yang lembab oleh minyak. Dengan demikian jika ada debu
yang terbawa akan melekat pada saringan sehingga udara yang masuk kompresor menjadi bersih.
Aliran melalui saringan tersebut sangat turbulen dan arahnya membalik hingga sebagian besar dari
partikel partikel debu akan tertangkap di sini.
Gambar 14. Saringan udara tipe genangan minyak
(2) Katup pengaman
Katup pengaman harus dipasang pada pipa keluar dari setiap tingkat kompresor. Katup ini harus
membuka dan membuang udara ke luar jika tekanan melebihi 1,2 kali tekanan normal maksimum dari
kompresor. Pengeluaran udara harus berhenti secara tepat jika tekanan sudah kembali sangat dekat pada
tekanan normal maksimum.
Gambar 15. Katup Pengaman
(3) Tangki udara

Tangki udara dipakai untuk menyimpan udara tekan agar apabila ada kebutuhan udara tekan yang
berubah-ubah jumlahnya dapat dilayani dengan lancar. Dalam hal kompresor torak di mana udara
dikeluarkan secara berfluktuasi, tangki udara akan memperhalus aliran. Selain itu, udara yang disimpan
di dalam tangki udara akan mengalami pendinginan secara pelan-pelan dan uap air yang mengembun
dapat terkumpul di dasar tangki untuk sewaktu-waktu dibuang. Dengan demikian udara yang
disalurkan ke pemakai selain sudah dingin, juga tidak lembab.
Gambar 16. Unit Kompresor dengan Tangki Udara
(4) Peralatan Pembantu
Kompresor untuk keperluan-keperluan khusus sering dilengkapi peralatan bantu antara lain : peredam
bunyi, pendingin akhir, pengering, menara pendingin dan sebagainya sesuai dengan kebutuhan spesifik
yangdibutuhkan sistem.
(5) Peralatan pengaman yang lain
Kompresor juga memiliki alat-alat pengaman berikut ini untuk menghindari dari kecelakaan.
alat penunjuk tekanan, rele tekanan udara dan reletekanan minyak.
alat penunjuk temperatur dan rele thermal (tem peratur udara keluar, temperatur
udara masuk,temperatur air pendingin, temperatur minyak dantemperatur
bantalan.
Rele aliran air (mendeteksi aliran yang berkurang/ berhenti).
2.5 CARA MERAWAT KOMPRESOR

Cek oli, pastikan levelnya minimal setengah dan tidak lebih dari 3/4 pada oil glass
Tutup semua kran
Periksa belt, pastikan tidak terlalu kendur namun juga tidak terlalu kencang.
Pastikan daya yang tersedia minimal 2 kali lipat dari daya yang tertera pada motor.
Untuk mesin kompresor, (pastikan oli dan bahan bakar tersedia)
Start/On pada switch (recoil untuk engine dan gunakan pengaturan gas untuk start, setelah
stabil, kembalikan pada posisi awal).
Pastikan motor mati/Off jika pressure gauge menunjuk 8 bar dan kembali hidup/On pada 5 bar
(untuk kompresor berkapasitas 12 bar akan mati/Off jika pressure gauge menunjuk 12 bar dan
kembali hidup/On pada 9 bar)
Untuk kompresor engine, matikan secara manual dengan engine switch off
Setelah selesai menggunakan unit ini, buang seluruh angin yang tersisa di dalam tangki melalui
drain valve.
Gunakan kompresor sesuai aplikasinya.
Perhatikan debit pengisian tangki, harus lebih besar dari debit penggunaannya
Usahakan sedapat mungkin agar motor memiliki tenggang waktu yang cukup untuk hidup dan
mati, minimal 5-10 menit.
Letakan kompresor di tempat dengan sirkulasi udara yang baik.
Hindarkan kompresor dari hujan/air maupun sinar matahari secara langsung (letakan di tempat
terlindung).
Pastikan minimal sekali dalam seminggu untuk menguras tangki dengan angin (sebaiknya tiap
hari).

BAB 3
PENUTUP
3.1 KESIMPULAN
Makalah ini dapat disimpulkan bahwa klasifikasi kompresor secara garis besar kompresor dapat
diklasifikasikan menjadi dua bagian, yaitu Positive Displacement compressor, dan Dynamic
compressor, (Turbo), Positive Displacement compressor, terdiri dari Reciprocating dan Rotary,
sedangkan Dynamic compressor, (turbo) terdiri dari Centrifugal, axial dan ejector.
Dan kompresor mempunyai beberapa komponen yan terdiri dari ; Kerangka (frame), Poros engkol
(crank shaft), Batang penghubung (connecting rod), Kepala silang (cross head), Silinder (cylinder),
Liner silinder (cylinder liner), Water Jacket, Torak (piston), Cincin torak ( piston rings), Cincin
Penahan Gas (packing rod), Ring Oil Scraper, dan Katup kompresor (compressor valve).
Sedangkan untuk kompresor torak merupakan salah satu positive displacement compressor dengan
prinsip kerja memampatkan dan mengeluarkan udara / gas secara intermitten (berselang) dari dalam
silinder. Pemampatan udara / gas dilakukan didalam silinder. Elemen mekanik yang digunakan untuk
memampatkan udara / gas dinamakan piston / torak.
Perawatan kompresor sangatlah penting dikarenakan akan memperpanjang usia dari kompresor
tersebut. Dan tanpa dirawat dengan baik dan atau dipergunakan tidak sebagai mestinya sesuai dengan
peruntukannya, akan menyebabkan kompresor cepat rusak.
Maka, ketika akan menggunakan kompresor, pastikan dulu bahwa oli berada pada level aman.
Kemudian semua kran harus dipastikan dalam keadaan tertutup, belt tidak terlalu kendur dan tidak juga
terlalu kencang. Sebelum kompresor dinyalakan, atur terlebih dahulu pengaturan gas agar tidak terlalu
rendah dan juga tidak terlalu tinggi.