Anda di halaman 1dari 8

Beberapa Adab Pergaulan Dalam Islam

1. Menundukkan
pandangan ALLAH
memerintahkan
kaum
lelaki
untuk
menundukkan pandangannya, sebagaimana firman- NYA; Katakanlah kepada lakilaki yang beriman: Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara
kemaluannya.
(an-Nuur: 30) Sebagaimana hal ini juga diperintahkan kepada kaum wanita
beriman, ALLAH berfirman; Dan katakanlah kepada wanita yang beriman:
Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya. (anNuur: 31)
2. Menutup Aurat; ALLAH berfirman dan jangan lah mereka mennampakkan
perhiasannya, kecuali yang biasa nampak daripadanya. Dan hendaklah mereka
melabuhkan kain tudung ke dadanya. (an-Nuur: 31) Juga Firman-NYA; Hai nabi,
katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri- isteri orang
mukmin: Hendaklah mereka melabuhkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yang
demikian itu supaya mereka lebih mudah dikenali, kerana itu mereka tidak
diganggu. Dan ALLAH adalah Maha Pengampun lagi Mah Penyayang. (an-Nuur:
59) Perintah menutup aurat juga berlaku bagi semua jenis.Dari Abu Daud Said alKhudri .a. berkata: Rasulullah SAW bersabda: Janganlah seseoranglelaki
memandang aurat lelaki, begitu juga dengan wanita jangan melihat aurat wanita.
3. Adanya pembatas antara lelaki dengan wanita; Kalau ada sebuah keperluan
terhadap kaum yang berbeza jenis, harus disampaikan dari balik tabir pembatas.
Sebagaimana firman-NYA: Dan apabila kalian meminta sesuatu kepada mereka
(para wanita) maka mintalah dari balik hijab. (al-Ahzaab: 53)
4. Tidak berdua-duaan Di Antara Lelaki Dan Perempuan;Dari Ibnu Abbas .a. berkata:
Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda: Janganlah seoranglelaki berdua-duaan
(khalwat) dengan wanita kecuali bersama mahramnya. (Hadis Riwayat Bukhari &
Muslim) Dari Jabir bin Samurah berkata; Rasulullah SAW bersabda: Janganlah salah
seorang dari kalian berdua-duan dengan seorang wanita, kerana syaitan akan
menjadi ketiganya. (Hadis Riwayat Ahmad & Tirmidzi dengan sanad yang sahih)
5. Tidak Melunakkan Ucapan (Percakapan): Seorang wanita dilarang melunakkan
ucapannya ketika berbicara selain kepada suaminya. Firman ALLAH SWT; Hai
isteri-isteri Nabi, kamu sekalian tidaklah seperti wanita yang lain, jika kamu
bertakwa. Maka janganlah kamu tunduk dalam berbicara (berkata-kata yang
menggoda) sehingga berkeinginan orang yang ada penyakit di dalam hatinya
tetapi ucapkanlah perkataan-perkataan yang baik
Macam Macam Pergaulan Dalam Islam
1. Pergaulan Seorang Muslim dengan Non Muslim
Dalam perkara-perkara umum (sosial) kita tetap menjalin hubungan yang
baik dengan non muslim sekalipun. Contoh baik: Nabi berdiri ketika iring-iringan
jenazah non muslim melewati beliau. Kita perlu tahu bahwa ada tiga jenis non
muslim: 1) kafir harbi, 2) kafir dzimmi, dan 3) kafir muaahad. Masing-masing
mendapat perlakuan yang berbeda.
Dalam masalah aqidah dan ubudiyah, kita tegas terhadap non muslim.
Seperti: kita tidak mengucapkan dan menjawab salam kepada mereka, tidak
mengikuti ritual ibadah mereka, dan semacamnya.
2. Pergaulan Sesama Muslim
Sesama muslim adalah bersaudara, seperti tubuh yang satu dan seperti satu
bangunan yang kokoh dan saling mendukung antar bagiannya. Pergaulan sesama

3.
4.

5.

6.

7.

muslim dibalut dengan ukhuwah islamiyah. Derajat-derajat ukhuwah islamiyah


adalah: 1) salamatus shadr wal lisan wal yad, 2) yuhibbu liakhihi maa yuhibbu
linafsih, dan 3) iitsaar.
Ada banyak hak saudara kita atas diri kita, diantaranya sebagaimana dalam
hadits Nabi: 1) jika diberi salam hendaknya menjawab, 2) jika ada yang bersin
hendaknya kita doakan, 3) jika diundang hendaknya menghadirinya, 4) jika ada
yang sakit hendaknya kita jenguk, 5) jika ada yang meninggal hendaknya kita
sholatkan dan kita antar ke pemakamannya, 6) jika dimintai nasihat hendaknya
kita memberikannya. Juga: tidak meng-ghibah saudara kita, tidak memfitnahnya,
tidak menyebarkan aibnya, berusaha membantu dan meringankan bebannya, dan
sebagainya. Jika kamu mencintai saudaramu, ungkapkan. Hadiah juga bisa
menumbuhkan rasa cinta diantara kita. Jangan mudah mengkafirkan sesama
muslim kecuali jika ada sebab yang benar-benar jelas dan jelas.
Pergaulan Antar Generasi
Yang tua menyayangi yang lebih muda. Yang muda menghormati yang lebih tua.
Pergaulan dengan Orang yang Dihormati
Hormatilah orang yang dihormati oleh kaumnya. Bagi orang-orang yang
biasa dihormati, jangan gila hormat. Juga, penghormatan harus tetap dalam
bingkai syariat Islam. Contoh orang-orang yang biasa dihormati: tokoh masyarakat,
pejabat atau penguasa, orang-orang yang mengajari kita, dan sebagainya.
Pergaulan dengan Ortu dan Keluarga
Bersikap santun dan lemah lembut kepada ibu dan bapak, terutama jika
telah lanjut usianya. Jangan berkata uff kepada keduanya. Terhadap keluarga,
hendaknya kita senantiasa saling mengingatkan untuk tetap taat kepada ajaran
Islam. Sebagaimana Nabi telah melakukannya kepada Ahlu Bait. Dan Allah
berfirman: Quu anfusakum wa ahliikum naara.
Pergaulan dengan Tetangga
Tetangga harus kita hormati. Misalnya dengan tidak menzhalimi, menyakiti
dan mengganggunya, dengan membantunya, dengan meminjaminya sesuatu yang
dibutuhkan, memberinya bagian jika kita sedang masak-masak.
Pergaulan Antar Jenis
Sudah menjadi fithrah, laki-laki tertarik kepada wanita dan demikian pula
sebaliknya. Islam telah mengatur bagaimana rasa tertarik dan rasa cinta diantara
dua jenis manusia itu dapat disalurkan. Bukan dengan pacaran dan pergaulan
bebas. Tetapi dengan ikatan yang kuat (mitsaq ghaalizh): pernikahan.
Jadi, ada batasan-batasan pergaulan antara laki-laki dan perempuan diluar
pernikahan. Terutama diantara muda-mudi karena sedang berada dalam puncak
emosi, hasrat dan gelora. Ini semua untuk mencegah terjadinya perbuatan yang
keji. Boleh saling mengenal antara laki-laki dan perempuan, Boleh berkomunikasi
antara laki-laki dan perempuan, tapi ada batas-batasnya.
Wanita muslimah boleh bersuara diantara kaum laki-laki, tapi Hendaknya
masing-masing berbusana sesuai syariat: 1) menutup aurat, 2) tidak transparan, 3)
tidak ketat dan memperlihatkan lekuk-lekuk tubuh, 4) tidak tabarruj, 5) pakaian
laki-laki tidak menyerupai pakaian wanita, begitu pula sebaliknya, 6) tidak
menunjukkan perhiasan secara berlebihan, 7) tidak berpakaian dengan sombong,
8) sopan dan tidak memunculkan fitnah. Tidak berkhalwat, tidak ikhtilath,
menundukkan pandangan.
Tidak melakukan hal-hal yang bisa memunculkan fitnah diantara kedua jenis,
seperti: 1) bersuara merayu, atau seorang wanita bernyanyi atau berucap dengan

suara yang dimerdukan, dilemahlembutkan, mendesah, penuh harap dan


semacamnya. 2) bercanda yang berlebihan dan tidak perlu, misalnya saat syura
ataupun pada kesempatan-kesempatan yang lain. 3) membuka pintu-pintu fitnah
seperti: sms-an yang tidak perlu, telepon terlalu lama atau terlalu sering diluar
kadar kebutuhan, chatting yang mengarah keluar batas, memberikan cinderamata
yang penuh makna dan kepentingan khusus, pembicaraan yang nyerempetnyerempet, dan sebagainya.

Dilahirkan sebagai seorang wanita adalah anugerah yang sangat indah dari Allah Taala. Sebuah anugerah yang
tidak dimiliki oleh seorang pria.Terlebih anugerah itu bertambah menjadi muslimah yang mukminah yaitu wanita
muslimah yang beriman kepada Allah.
Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda,


Dunia adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita yang shalihah. (HR. Muslim)
Menjadi wanita muslimah yang beriman kepada Allah tentu tidak mudah,karena banyak sekali godaan-godan
dalam mencapainya. Dikarenakan balasan yang Allah janjikan pun tidak terbandingkan dan semua wanita pun
menginginkannya. Godaan-godaan untuk menjadi wanita shalihah sering kali datang dan menggebu-gebu saat
kita menginjak usia remaja,di mana masa puberitas seorang wanita ada di masa ini. Bukan hal yang mudah pula
bagi remaja muslim dalam melewati masa ini, namun sungguh sangat indah bagi para remaja yang bisa
dikatakan lulus dalam melewati masa pubertas yang penuh godaan ini.
Salah satu godaan yang amat besar pada usia remaja adalah rasa ketertarikan terhadap lawan jenis. Memang,
rasa tertarik terhadap lawan jenis adalah fitrah manusia, baik wanita atau lelaki. Namun kalau kita tidak bisa
memenej perasaan tersebut,maka akan menjadi mala petaka yang amat besar,baik untuk diri sendiri ataupun
untuk orang yang kita sukai. Sudah Allah tunjukkan dalam sebuah hadist Rasulullahshallallahu alaihi wa sallam,






Zina kedua mata adalah dengan melihat. Zina kedua telinga dengan mendengar. Zina lisan adalah dengan
berbicara. Zina tangan adalah dengan meraba (menyentuh). Zina kaki adalah dengan melangkah. Zina hati
adalah dengan menginginkan dan berangan-angan. Lalu kemaluanlah yang nanti akan membenarkan atau
mengingkari yang demikian. (HR. Muslim)
Sebagai wanita muslimah kita harus yakin bahwa kehormatan kita harus dijaga dan dirawat, terlebih ketika
berkomunikasi atau bergaul dengan lawan jenis agar tidak ada mudhorot (bahaya) atau bahkan fitnah. Di bawah
ini akan kami ungkapkan adab-adab bergaul dengan lawan jenis. Di antaranya:
Pertama: Dilarang untuk berkholwat (berdua-duan)

TTM, teman tapi mesra, kemana-mana bareng, ke kantin bareng, berangkat sekolah bareng, pulang sekolah
bareng. Hal ini merupakan gambaran remaja umumnya saat ini,di mana batas-batas pergaulan di sekolah umum
sudah sangat tidak wajar dan melanggar prinsip Islam. Namun tidak mengapa kita sekolah di sekolah umum jika
tetap bisa menjaga adb-adab bergaul dengan lawan jenis. Jika ada seorang laki-laki berduaan dengan seorang
perempuan maka yang ketiga sebagai pendampingnya adalah setan.
Dari Umar bin Al Khottob, ia berkhutbah di hadapan manusia di Jabiyah (suatu perkampungan di Damaskus),
lalu ia membawakan sabda Nabi shallallahu alaihi wa sallam,


Janganlah salah seorang diantara kalian berduaan dengan seorang wanita (yang bukan mahramnya) karena
setan adalah orang ketiganya, maka barangsiap yang bangga dengan kebaikannya dan sedih dengan
keburukannya maka dia adalah seorang yang mukmin. (HR. Ahmad, sanad hadits ini shahih)
Daripada setan yang menemani kita lebih baik malaikat bukan? Ngaji,membaca Al Quran dan memahami artinya
serta menuntut ilmu agama InsyaAllah malaikatlah yang akan mendampingi kita.Tentu sebagai wanita yang
cerdas, kita akan lebih memilih untuk didampingi oleh malaikat.
Kedua: Menundukkan pandangan
Pandangan laki-laki terhadap perempuan atau sebaliknya adalah termasuk panah-panah setan. Kalau cuma
sekilas saja atau spontanitas atau tidak sengaja maka tidak menjadi masalah pandangan mata tersebut,
pandangan pertama yang tidak sengaja diperbolehkan namun selanjutnya adalah haram.Ketika melihat lawan
jenis,maka cepatlah kita tundukkan pandangan itu, sebelum iblis memasuki atau mempengaruhi pikiran dan hati
kita. Segera mohon pertolongan kepada Allah agar kita tidak mengulangi pandangan itu.
Dari Jarir bin Abdullah radhiyallahu anhu, dia berkata,
.

- -

Aku bertanya kepada Rasulullah shallallahu alaihi wasallam mengenai pandangan yang tidak di sengaja. Maka
beliau memerintahkanku supaya memalingkan pandanganku. (HR. Muslim)
Ketiga: Jaga aurat terhadap lawan jenis
Jagalah aurat kita dari pandangan laki-laki yang bukan mahramnya. Maksudnya mahram di sini adalah laki-laki
yang haram untuk menikahi kita. Yang tidak termasuk mahram seperti teman sekolah, teman bermain, teman
pena bahkan teman dekat pun kalau dia bukan mahram kita, maka kita wajib menutup aurat kita dengan
sempurna. Maksud sempurna di sini yaitu kita menggunakan jilbab yang menjulur ke seluruh tubuh kita dan
menutupi dada. Kain yang dimaksud pun adalah kain yang disyariatkan, misal kainnya tidak boleh tipis, tidak

boleh sempit, dan tidak membentuk lekuk tubuh kita. Adapun yang bukan termasuk aurat dari seorang wanita
adalah kedua telapak tangan dan muka atau wajah.
Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

Wanita itu adalah aurat. Jika dia keluar maka setan akan memperindahnya di mata laki-laki. (HR.
Tirmidzi,shahih)
Keempat: Tidak boleh ikhtilat (campur baur antara wanita dan pria)
Ikhtilat itu adalah campur baurnya seorang wanita dengan laki-laki di satu tempat tanpa ada hijab. Di mana ketika
tidak ada hijab atau kain pembatas masing-masing wanita atau lelaki tersebut bisa melihat lawan jenis dengan
sangat mudah dan sesuka hatinya. Tentu kita sebagai wanita muslimah tidak mau dijadikan obyek pandangan
oleh banyak laki-laki bukan? Oleh karena itu kita harus menundukkan pandangan,demikian pun yang laki-laki
mempunyai kewajiban yang sama untuk menundukkan pandangannya terhadap wanita yang bukan mahramnya,
karena ini adalah perintah Allah dalam Al Quran dan akan menjadi berdosa bila kita tidak mentaatinya.
Kelima: Menjaga kemaluan
Menjaga kemaluan juga bukan hal yang mudah,karena dewasa ini banyak sekali remaja yamng terjebak ke
dalam pergaulan dan seks bebas. Sebagai muslim kita wajib tahu bagaimana caranya menjaga kemaluan.
Caranya antara lain dengan tidak melihat gambar-gambar yang senonoh atau membangkitkan nafsu syahwat,
tidak terlalu sering membaca atau menonton kisah-kisah percintaan, tidak terlalu sering berbicara atau
berkomunikasi dengan lawan jenis, baik bicara langsung (tatap muka) ataupun melalui telepon, SMS, chatting,
YM dan media komunikasi lainnya.
Sudah selayaknya sebagai seorang muslim-muslimah baik remaja atau dewasa, kita mempunyai niat yang
sungguh-sungguh untuk mematuhi adab-adab bergaul dengan lawan jenis tersebut. Semoga Allah memudahkan
usaha kita. Amin.

i)

Rambu-rambu Islam tentang pergaulan


Islam adalah agama yang syamil (menyeluruh) dan mutakamil (sempurna). Agama mulia ini
diturunkan dari Allah Sang Maha Pencipta, Yang Maha Mengetahui tentang seluk beluk ciptaan-Nya.
Dia turunkan ketetapan syariat agar manusia hidup tenteram dan teratur.
Diantara aturan yang ditetapkan Allah SWT bagi manusia adalah aturan mengenai tata cara
pergaulan antara pria dan wanita. Berikut rambu-rambu yang harus diperhatikan oleh setiap muslim agar
mereka terhindar dari perbuatan zina yang tercela:
Pertama, hendaknya setiap muslim menjaga pandangan matanya dari melihat lawan jenis secara
berlebihan. Dengan kata lain hendaknya dihindarkan berpandangan mata secara bebas. Perhatikanlah
firman Allah berikut ini, Katakanlah kepada laki-laki yang beriman; hendaklah mereka menahan
pandangannya dan menjaga kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih baik bagi mereka

katakanlah kepada wanita-wanita yang beriman; hendaklah mereka menahan pandangannya dan
menjaga kemaluannya (QS. 24: 30-31).
Awal dorongan syahwat adalah dengan melihat. Karena itu jagalah mata agar terhindar dari tipu
daya syaithan. Tentang hal ini Rasulullah bersabda, Wahai Ali, janganlah engkau iringkan satu
pandangan (kepada wanita yang bukan mahram) dengan pandangan lain, karena pandangan yang
pertama itu (halal) bagimu, tetapi tidak yang kedua! (HR. Abu Daud).
Kedua, hendaknya setiap muslim menjaga auratnya masing-masing dengan cara berbusana
islami. Secara khusus bagi wanita Allah SWT berfirman, dan janganlah mereka menampakkan
perhiasannya, kecuali yang biasa nampak daripadanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain
kerudung ke dadanya (QS. 24: 31).
Dalam ayat lain Allah SWT berfirman, Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu dan anakanak perempuanmu dan juga kepada istri-istri orang mumin: Hendaklah mereka mengulurkan jilbab
mereka ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal,
sehingga tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyanyang. (QS. 33: 59)
Dalam hal menjaga aurat, Nabi menegaskan sebuah tata krama yang harus diperhatikan, beliau
bersabda: Tidak dibolehkan laki-laki melihat aurat (kemaluan) laki-laki lain, begitu juga perempuan
tidak boleh melihat kemaluan perempuan lain. Dan tidak boleh laki-laki berkumul dengan laki-laki lain
dalam satu kain, begitu juga seorang perempuan tidak boleh berkemul dengan sesama perempuan dalam
satu kain. (HR. Muslim)
Ketiga, tidak berbuat sesuatu yang dapat mendekatkan diri pada perbuatan zina (QS. 17: 32)
misalnya berkhalwat (berdua-duaan) dengan lawan jenis yang bukan mahram. Nabi bersabda,
Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka janganlah berkhalwat dengan seorang wanita
(tanpa disertai mahramnya) karena sesungguhnya yang ketiganya adalah syaithan (HR. Ahmad).
Keempat, menjauhi pembicaraan atau cara berbicara yang bisa membangkitkan selera. Arahan
mengenai hal ini kita temukan dalam firman Allah, Hai para istri Nabi, kamu sekalian tidaklah seperti
perempuan lain jika kamu bertaqwa. Maka janganlah kamu tunduk dalam berbicara hingga berkeinginan
orang yang ada penyakit dalam hatinya. Dan ucapkanlah perkataan yang maruf. (QS. 33: 31)
Berkaitan dengan suara perempuan Ibnu Katsir menyatakan, Perempuan dilarang berbicara dengan
laki-laki asing (non mahram) dengan ucapan lunak sebagaimana dia berbicara dengan suaminya. (Tafsir
Ibnu Katsir, jilid 3)
Kelima, hindarilah bersentuhan kulit dengan lawan jenis, termasuk berjabatan tangan
sebagaimana dicontohkan Nabi saw, Sesungguhnya aku tidak berjabatan tangan dengan wanita. (HR.
Malik, Tirmizi dan Nasai). Dalam keterangan lain disebutkan, Tak pernah tangan Rasulullah
menyentuh wanita yang tidak halal baginya. (HR. Bukhari dan Muslim). Hal ini dilakukan Nabi tentu
saja untuk memberikan teladan kepada umatnya agar melakukan tindakan preventif sebagai upaya
penjagaan hati dari bisikan syaithan. Wallahu alam. Selain dua hadits di atas ada pernyataan Nabi yang
demikian tegas dalam hal ini, beliau bersabda: Seseorang dari kamu lebih baik ditikam kepalanya
dengan jarum dari besi daripada menyentuh seorang wanita yang tidak halal baginya. (HR. Thabrani).
Keenam, hendaknya tidak melakukan ikhtilat, yakni berbaur antara pria dengan wanita dalam
satu tempat. Hal ini diungkapkan Abu Asied, Rasulullah saw pernah keluar dari masjid dan pada saat
itu bercampur baur laki-laki dan wanita di jalan, maka beliau berkata: Mundurlah kalian (kaum wanita),
bukan untuk kalian bagian tengah jalan; bagian kalian adalah pinggir jalan (HR. Abu Dawud). Selain itu
Ibnu Umar berkata, Rasulullah melarang laki-laki berjalan diantara dua wanita. (HR. Abu Daud).
A Manfaat Pergaulan
Telah di jelaskan dalam sabdanya bahwa , Rasulullah bersabda, Seseorang itu menurut agama
temannya, karena itu hendaknya seseorang diantara kalian melihat dengan siapa dia bergaul. ( HR.
Adu Dawud dan Tirmidzi dari abu Hurairah )
Karena itu tidak heran apabila seseorang itu merupakann guru bagi orang lain di sekitarnya.
Kepribadian seseorang itu dapat menular atau tertular orang lain. Demikian halnya dalam etika,

pergaulan dan hubungannya dengan orang lain. Penularan itu disebabkan oleh pengaruh kedekatan dan
pengaruh cinta. Dia tidak berdiam diri kecuali dia adalah sebuah duplikasi, yang mengulang-ngulang
perkataannya, yang menampakkan perilakunya dalam perbuatan-perbuatan nya yang tanpa disadari
Imam Ali RA berkata, bergaullah dengan orang yang bertakwa dan berilmu, niscaya kalian bisa
mengambil manfaatnya, karena bergaul dengan orang yang suka berbuat baik bisa diharapkan
(kebaikannya). Jauhilah kerusakan, sungguh jangan bergaul dengan orang -orang yang rusak moralnya,
karena bergaul dengan mereka akan menular kepada Anda. Janganlah menjalin hubungan dengan orang
yang hina (rendah akhlaknya) karena itu akan menular kepadamu. Pilihlah temanmu. Adapun manfaat
bergaul, yaitu:
a) Ajang memastikan identitas diri
Anak bisa melihat apakah dirinya populer di lingkungan teman-temannya atau tidak. Sebab, yang
terlibat jalan bareng teman adalah anak-anak yang sudah terpilih di dalam peer group-nya. Untuk
terpilih di dalam peer group biasanya harus memiliki persyaratan tertentu. Jika anak terpilih berarti ia
sudah diterima di lingkungan peer group-nya dan ini bisa Membuat anak lebih percaya diri, ia pun akan
lebih memahami identitas dirinya.
b) Meningkatkan kemampuan berinteraksi dan ikatan pertemanan.
Banyak hal yang bisa dilakukan saat jalan bareng teman, mereka bisa tukar pikiran, sharing, saling
membantu, saling mengingatkan, dan lainnya. Secara langsung hal ini akan meningkatkan kemampuan
anak dalam berinteraksi sosial. Kegiatan ini pun akan meningkatkan kemampuan anak dalam ikatan
pertemanannya.
c) Memenuhi kebutuhan otonomi
Saat jalan bareng teman, anak bisa dan bebas menentukan sendiri apa yang ia mau. Hal ini membuatnya
senang karena otonominya saat itu digunakan dengan lebih leluasa, bebas dari aturan yang mungkin
menurutnya mengekang. Selama hal tersebut wajar, tidak masalah.
d) Memperkayapengalaman
Pengalaman anak terhadap dunia luar akan meningkat. Misalnya, ketika menonton film di bioskop,
ia tahu banyak informasi yang di sajikan di film tersebut; ketika makan di restoran, ia jadi tahu bahwa
makanan di restoran berbeda dari masakan di rumah; ketika bermain di game zone, ia tahu situasi dan
kondisinya yang begitu ramai dan riuh; ia juga bisa bertemu dengan berbagai karakter orang beserta
gaya dan model berbusananya; ia tahu apa saja yang sedang tren pada saat itu, dan banyak lagi.
Apakah Berpacaran Itu Boleh Menurut Hukum Islm ?
Islm telah memberikan beberapa batas dalam pergaulan antara laki-laki dan wanita agar mereka
tidak terjerumus dalam perbuatan tercela. Islm melarang keras berkhalwat, yang dalam pengertian
umum adalah berpacaran, yaitu berdua-duaan antara seorang laki-laki dengan seorang wanita karena
perbuatan tersebut dapat membuat pelakunya terjerumus ke dalam perbuatan nista, yaitu perzinahan,
padahal Allh SWT. Berfirman :
Dan janganlah kalian mendekati zina, sesungguhnya zina- itu adalah keji dan sejahat-jahatnya jalan.
(QS Al-M-idah (5) : 32)
Maksud ayat ini adalah segala sikap dan tingkah-laku yang dapat membawa kepada zina janganlah
dilakukan. Hendaklah dijauhi. Khalwat yaitu berdua-dua saja laki-laki dengan perempuan adalah
termasuk mendekati zina. Islm mengharamkan khalwat.

Raslullh

saw.

juga

telah

menegaskan

hal

ini

dalam

sebuah

hadits

Ingatlah! Tidaklah berkhalwat (berdua-duaan) seorang laki-laki dengan seorang wanita, melainkan
yang ketiganya adalah syaithn.....(H.R. At-Tirmidz dari Ibnu Umar)
Dengan kata-lain, berpacaran atau berdua-duaan sama-saja membuka peluang bagi syaithn
untuk menguasai kedua belah pihak dan selanjutnya menjerumuskan keduanya ke dalam perbuatan keji
yaitu perzinahan.