Anda di halaman 1dari 2

Secara singkat perbedaan di antara instansi tersebut dalam kaitan dengan pekerjaan pemeriksaan

adalah sebagai berikut :


1. BPK, pemeriksaan pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara yang dilakukan
oleh Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, Lembaga Negara lainnya, Bank Indonesia,
Badan Usaha Milik Negara, Badan Layanan Umum, Badan Usaha Milik Daerah, dan
lembaga atau badan lain yang mengelola keuangan negara.
2. BPKP, melakukan pemantauan, pemberian bimbingan dan pembinaan terhadap kegiatan
pengawasan keuangan dan pembangunan dalam bentuk audit, reviu, evaluasi,
pemantauan, dan kegiatan pengawasan lain terhadap penyelenggaraan tugas dan fungsi
organisasi dalam rangka memberikan keyakinan yang memadai bahwa kegiatan telah
dilaksanakan sesuai dengan tolok ukur yang telah ditetapkan secara efektif dan efisien
3. Inspektorat Jenderal, melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan tugas di
lingkungan Departemen sesuai dengan kebijakan yang ditetapkan Menteri, dan
berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku
4. Inspektorat atau Bawasda, melaksanakan pengawasan fungsional terhadap
penyelenggaraan urusan Pemerintah Daerah, Pembinaan Aparatur, Pembinaan Sosial
Politik, Peningkatan Kesejahteraan Rakyat, Pembinaan Perekonomian dan Badan Usaha
Milik Daerah serta peningkatan pendapatan Daerah dan Pemeliharaan Kekayaan Daerah.
5. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), melakukan koordinasi dengan instansi yang
berwenang melakukan pemberantasan tindak pidana korupsi; supervisi terhadap instansi
yang berwenang melakukan pemberantasan tindak pidana korupsi; melakukan
penyelidikan, penyidikan, dan penuntutan terhadap tindak pidana korupsi; melakukan
tindakan-tindakan pencegahan tindak pidana korupsi; dan melakukan monitor terhadap
penyelenggaraan pemerintahan negara.
6. Kejaksaan, melakukan kegiatan pelaksanaan penegakan hukum baik preventif maupun
represif yang berintikan keadilan di bidang pidana, melakukan dan/atau turut
menyelenggarakan intelijen yustisial di bidang ketertiban dan ketenteraman umum,
memberikan bantuan, pertimbangan pelayanan dan penegakan hukum di bidang Perdata
dan Tata Usaha Negara serta tindakan hukum dan tugas lain, untuk menjamin kepastian
hukum, kewibawaan pemerintah menyelamatkan kekayaan negara, berdasarkan peraturan
perundangundangan dan kebijaksanaan umum yang ditetapkan oleh Presiden
7. Kepolisian Republik Indonesia (Polri), melakukan penyelidikan dan penyidikan terhadap
semua tindak pidana sesuai dengan hukum acara pidana dan peraturan perundangundangan lainnya
Adapun mengenai kewenangan BPK dan BPKP, pada tahun 2007 sempat menjadi polemik.
Disebutkan bahwa kewenangan BPKP dirasa kurang kuat karena masih di bawah ketiak BPK

dan dianggap tumpang tindih dengan Inspektorat Jenderal serta Bawasda. Memang, jika ada
temuan langsung dari BPKP, DPR harus menunggu pertimbangan BPK dulu.
Selanjutnya, tak kurang dari Sri Mulyani, Menteri Keuangan, berpendapat bahwa bahwa BPKP
tidak dibekali oleh payung hukum yang cukup kuat -dibanding BPK. BPK kan sumbernya dari
konstitusi kan? Jadi konstitusi mengamanatkan ada eksternal audit dari UU. BPK memang kuat.
BPKP selama ini kekuatan hukumnya adalah Perpres. Dan ini memang internal audit. Seperti
saya sebagai bendahara negara berarti saya mengambil kewenangan presiden sebagai
pengelola keuangan negara atau seluruh kekayaan negara. Kalau BPKP mengambil
kewenangan melalui delegasi presiden sebagai sistem internalnya pengendali pemerintah.
Namun demikian, issue seperti ini memang tidak perlu dibesar-besarkan karena sudah jelas
adanya perbedaan antara fungsi internal yang diemban BPKP dan fungsi eksternal auditor yang
diemban BPK, dimana internal auditor menjalankan fungsi quality assurance dan ekternal auditor
fungsi atestasi.
Kembali kepada topik pengaduan, sampai saat tulisan ini dibuat, baru pihak BPK dan Kepolisian
yang menyediakan layanan pengaduan masyarakat dalam websitenya. Contoh yang baik ini
seyogyanya segera ditiru oleh seluruh website pemerintah. Tidak saja dalam kerangka
pemeriksaan, namun partisipasi masyarakat sangat diperlukan sebagai kontrol atas kinerja
pemerintah.