Anda di halaman 1dari 5

THEORY OF THE FIRM: MANAGERIAL BEHAVIOR, AGENCY

COSTS AND OWNERSHIP STRUCTURE

RESUME

Oleh:
Yunia Mutqi Vianti
NIM. 110810301096

SEMINAR AKUNTANSI
JURUSAN AKUNTANSI
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS JEMBER
SEPTEMBER 2014

Biaya keagenan (agency costs); terjadi untuk melindungan kepentingan pemilik dan untuk
mengurangi kemungkinan bahwa agen akan berperilaku menyimpang (misbehave)
a. Biaya monitoring oleh principals
b. Biaya pengamanan (Bonding expenditures) oleh agents
c. Kerugian Residual pemilik
Sumber problema keagenan:
a. Penyimpangan moral (Moral hazard);
Semakin banyak tindakan agen yg disembunyikan dari pengamatan pemiliki atau
MAHAL untuk mengobservasi
b. Pemilihan serba salah (Adverse selection);
Agen memiliki info yang bagi pemilik merupakan hal tak dapat diobservasi
(unobservable) atau MAHAL untk meraihnya
c. Penolakan risiko (Risk aversion);
Perushaan menumbuhkan manajer menjadi tidak suka risiko (risk averse)
d. Manajer suka mengamankan posisinya
e. Manajer suka memaksimumkan kesempatan sukses dengan proyek yang telah siap
menghasilkan kesuksesan
f. Manajer membangun struktur untuk meningkatkan kesempatan mengendalikan
Mengatasi Problema keagenan (agency problems)
Pemilik dan manajer memecahkan masalah keagenan melalui;
a. Monitoring;
mengobservasi perilaku dan kinerja agen
b. Bonding;
Pengorganisasian yang menghukum agen karena tindakan yang menyimpang dari
kepentingan pemilik atau memberi penghargaan manajer karena pencapaian tujuan
pemilik
Membangun teori struktur kepemilikan perusahaan
a. Mendefinisikan biaya keagenan (agency costs),

b. Menunjukkan hubungannya pada isu pemisahan dan kontrol


c. Menginvestigasi sifat biaya keagenan yg dihasilkan keberadaan utang dan ekuitas pihak
luar
d. Menunjukkan siapa yang memunculkan biaya dan mengapa
e. Menginvestigasi Pareto optimality dar kebieradaanya (biaya agensi)
Teori Struktur Kepemilikan
Menjelaskan:
a. Mengapa pengusaha atau manajer dalam perusahaan yang memiliki sturuktur finansial
gabungan (berisi utang dan klaim ekuitas pihak luar) akan memilih satu set aktivitas bagi
perusahaan yang nilai total perusahaan adalah lebih kecil daripada apabila jika ia adalah
pemiliknya sendiri (the sole owner) dan mengapa hasil ini independen dari apakah
perusahaan beoperasi dalam monopolistik atau produk kompetitif atau pasar faktor;
b. Mengapa kegagalannya untuk memaksimumkan nilai perusahaan adalah konsisten secara
sempurna dengan efisiensi;
c. Mengapa penjualan saham biasa adalah sumberdaya yang layak dari modal walaupun
manajer tidak memaksimumkan secara nyata nilai perusahaan
d. Mengapa utang didasarkan (was relied upon as) suatu sumber modal sebelum pendanaan
utang menawarkan adanya keunggulan pajak relative pada ekuitas;
e. Mengapa saham preferen ditebitkan;
f. Mengapa laporan akuntansi disediakan secara sukarela kepada kreditor dan pemegang
saham, dan mengapa auditor independen ditugasi manajemen untuk pengujian tentang
akurasi dan kebenaran laporan akuntansi;
g. Mengapa pemberi pinjaman sering menempatkan restriksi pada aktivitas perusahaan
kepada peminjamnya, dan mengapa perusahaan dengan sendirinya membiarkan adanya
restriksi tersebut
h. Mengapa banyak industri digambarkan (are characterized) oleh perusahaan yang
dioperasikan pemilik yang memiliki sumber modal luar meminjam utang (borrowing);
i. Mengapa industri yang sangat diatur (highly regulated) seperti utilitas public atau bank
akan memiliki rasio utang-ekuitas lebih tingga untuk level ekivalen risika daripada ratarata perusahaan non regulasian;

j. Mengapa analisis sekuritas dapat menjadi produktif secara sosial bahkan jika ia tidak
meningkatkan return portofolio untuk investor.
k.
Teori Perusahaan (theory of the firm)
Kritikan (kotak hitam):
a. Materi pd yg dikatakan teori perusahaan sebelumnya bukanlah teori perusahaan tetapi
lebih sebagai teori pasar yang didalamnya perusahaan merupakan aktornya
b. Perusahaan adalah black box yang dioperasikan sedemikian rupa sehingga mencapai
kondisi marjinal yang relevan dengan respek pada input dan output, yang dengannya
memaksimalkan nilai perusahaan (laba)
c. Keterbatasan pandangan sebagai kotak hitam perusahaan telah dinyatakan oleh Adam
Smith dan Alfred Marshall
d. Yg paling baru, populer, dan debat profesional meliputi
a) Pertanggung jawaban sosial (social responsibility) perusahaan,
b) pemisahan kepemilikan dan hak pengendali,
c) Bukti-bukti reaksi atas review dari literatur pd theory of the firm telah ada
berkenaan dengan isu-isu ini
Teori Hak Properti (Property Rights)
a. Fokus riset bidang ini adalah property rights (PR),
PR adalah hak asasi manusia (human rights), i.e., hak yg dimiliki oleh orang hidup
b. Pengenalan perbedaan yang salah secara menyeluuh antara property rights dan human
rights dalam banyak pembahasan kebijakan adalah satu dari semua hal semantik yang
tidak masuk akal (all time great semantic flimflams).
c. Masalah subyek yg termasuk dalam pembicaraan adalah jauh lebih luas daripada yang
disarankan oleh makna (term suggests).
d. Apa yang terpenting bagi problema yang dibahas di sini adalah spesifikasi hak individu
menentukan BGM biaya dan hasil (costs and rewards) akan dialokasikan di antara
partisipan dalam banyak organisasi.

e. Selama spesifikasi hak dipengauhi melalui pengontrakan (implisit sama seperti eksplisit),
perilaku individu dalam organisasi, termasu perilaku manajer, akan tergantung pada sifat
dari kontrak-kontrak tersebut
Fokus Jensen & Meckling pada implikasi keperilakuan hak properti yang dipilih dalam
kontrak antara pemilik dan manajer perusahaan.
Biaya Keagenan (Agency Cost)
a. Banyak problema yang terkait dengan ketidakcukupan dari teori-teori perusahaan yang
ada dapat juga dipandang sebagai kasus spesial dari teori hubungan keagenan yang
merupakan literatur yg terus berkembang
b. Literatur tersebut telah berkembang secara independen dari literatur hak properti
walaupun problema yang dibahas (with which it is concerned) sama,
c. Hubungan keagenan adalah suatu kontrak yang satu atau lebih pihak (principal)
menugaskan pihak lain (agent), untuk melakukan beberapa tugas, dengan melibatkan
pendelegasian autoitas pembuatan keputusan kepada agen.
d. Jika kedua pihak dalam hubungan tersebut merupakan pencari kepuasan (utility
maximizers), maka ada alasan yang tepat untuk percaya bahwa agen tidak akan selalu
bertindak dalam kepentingan terbaiknya pemilik
e. Principal dapat membatasi penyimpangan oleh agent
f.

Namun, tidak mungkin bagi pemilik atau manajer pada biaya nol untuk memastikan
bahwa agen akan membuat keputusan optimal dari sudut pandang pemilik