Anda di halaman 1dari 2

SKALA LIKERT

Pernahkah anda mendengar suatu perhitungan yang menggunakan skala


likert ?
Secara umum Skala likert digunakan untuk pengukuran dan perhitungan
perilaku. Hasil dari perhitungan perilaku ini biasanya digunakan oleh
manajemen untuk mengambil sikap, langkah langkah serta kebijakan untuk
kebaikan perusahaan.
Skala berisi tentang pernyataan dan disertai jawaban setuju-tidak setuju,
sering-tidak pernah, cepat-lambat, baik-buruk dan sebagainya tergantung dari
tujuan pengukuran yang diinginkan.
Hasil yang menggunakan barometer skala likert biasanya dilakukan sekali atau
dua kali setahun dimana subjek yang akan diukur merupakan mitra, rekanan
maupun pelanggan dari sebuah perusahaan.
Hasil dari Skala likert tersebut akan dapat dilihat antara lain ;
1.Gambaran secara kasar posisi individu dalam kelompoknya / posisi relative.
2.Perbandingan skor antara subjek dengan kelompok normatifnya.
3.Cara penyusunan pengukuran sederhana dan mudah
Bagaimana Langkah penyusunan untuk perhitungan skala likert ?
1.Memahami dan menentukan apa yang akan di ukur.
2.Membuat alat pandu / blue print yang berguna untuk penyusunan alat alat
ukur dengan memasukan indicator secara teorutis dan logis serta membuat
pernyataan yang yang lebih banyak dan dibuat secara Favorable /
unfavorable.
3.Membuat item yang sesuai, kemudian di uji hingga didapatkan item yang
baik dimana dapat digunakan sebagai alat ukur untukdiinterpretasikan.
4. Menentukan nilai ( t ) yaitu dengan menghitung dan menjumlahkan skor
tiap subjek kemudian dikelompokan menjadi dua yaitu menggunakan mean /
median jika subjek sedikit atau dengan ( % ) jika subjek lebih banyak.
5.Menghitung nilai t dengan rumus t = XH XL / ( SH / nH + SL / nL )
dimana XH : rata rata skor pada kelompok tertinggi, XH merupakan rata
rata skor pada kelompok terendah, SH : varian distribusi jawaban pada
kelompok tertinggi, SL : varian distribusi jawaban pada kelompok terendah,
nH : Jumlah Subjek pada kelompok tertinggi, nL : Jumlah Subjek pada
kelompok tertinggi.
6.Selanjutnya pilihlah sekitar 20 25 item yang mempunyai nilai ( t ) tinggi
dimana dapat mewakili pernyataan favorable dan unfavorable dengan
memakai nilai t minimal = 1.75
7.Mencari nilai korelasi ( r ) dengan cara menghitung dan menjumlahkan skor
tiap subjek serta mengkolerasikan skor tiap item dengan skor total yang
diperoleh setiap subjek.
8.Selanjutnya pilihlah sekitar 20 25 item yang mempunyai nilai ( r ) tinggi

dimana dapat mewakili pernyataan favorable dan unfavorable dengan


memakai nilai r minimal = 0.3
9.Susunlah semua pernyataan hingga menjadi satu set skala berdasarkan
indicator maupun item favorable dan unfavorable.
10.Untuk mengitrepretasikan skor skala liker tidak bias dilakukan secara
langusng tetapi dibandingkan dengan skor kelompok normativenya.
11.Bentuk Skala respon adalah : STS..TSNS..SS , dimana STS Sangat
Tidak Setuju, TS adalah Tidak Setuju , N Ragu ragu , S setuju, SS sangat
Setuju.
12.Membuat perhitungan Frekwensi ( f ) jawaban subjek untuk masing
kategori respon, menghitung proporsi ( p ) masing masing respon dengan
membagi frekwensi dengan jumlah responden, menghitung proporsi komulatif
( pk ) dan titik tengah proporsi komulatif atau ( pk t )
13.Data sudah bisa di sajikan ke dalam tabel dimana pada format bagian atas
dari kiri ke kanan adalah : STS..TSNS..SS ( untuk item favorable
sedangkan kalau dibalik untuk item unfavorable. ) sedangkan untuk format
dari atas ke bawah dapat diisi dengan ( f ), ( p=f/n ), pk , pk t = 0.5p + pk , z
, z ( z paling kiri ) , dan paing bawah adalah jumlah pembulatan.
14.Nilai z adalah nilai skor untuk respon dengan mencari dari tabel deviasi
normal yaitu dimulai menetukan titk nol pada respon paling kiri / paling
rendah untuk setiap item yang ada.

Anda mungkin juga menyukai