Anda di halaman 1dari 13

KESALAHAN DALAM

PENGUKURAN
By : Yassyir Maulana

PENGUKURAN MERUPAKAN PROSES


YANG
MELIBATKAN
ALAT
UKUR,
ORANG DAN BENDA UKUR.
TIDAK
ADA
PENGUKURAN
YANG
MEMBERIKAN
KETELITIAN
YANG
ABSOLUT ATAU SELALU TEPAT.
KESALAHAN MERUPAKAN PERBEDAAN
ANTARA HASIL PENGUKURAN DENGAN
HARGA YANG DIANGGAP BENAR.

FAKTOR-FAKTOR KESALAHAN
PENGUKURAN
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMBUAT SUATU
PROSES PENGUKURAN MENJADI TIDAK
TELITI DAN TIDAK TEPAT DAPAT BERASAL
DARI BERBAGAI SUMBER YAITU :
ALAT UKUR
BENDA UKUR
POSISI PENGUKURAN
LINGKUNGAN
DAN ORANG (SI PENGUKUR)

PENYIMPANGAN DARI ALAT


UKUR
ALAT TIDAK DIKALIBRASI SEBELUM
DIGUNAKAN UNTUK MENGUKUR. CARA
MENGATASINYA
ADALAH
DENGAN
MELAKUKAN KALIBRASI SEBELUM ALAT
UKUR DIGUNAKAN.
SENSOR
PADA
ALAT
UKUR
YANG
DIGUNAKAN
KEMUNGKINAN
SUDAH
AUS.
MENGGANTI ALAT UKUR YANG
SUDAH RUSAK DENGAN ALAT UKUR
BARU.

KALIBRASI
FILOSOFI KALIBRASI
Setiap instrumen ukur harus dianggap tidak cukup baik
sampai terbukti melalui kalibrasi dan atau pengujian
bahwa instrumen ukur tersebut memang baik.
DEFINISI KALIBRASI
Kalibrasi adalah kegiatan untuk menentukan kebenaran
konvensional nilai penunjukkan alat ukur dan bahan ukur
dengan cara membandingkan terhadap standar ukur
yang mampu telusur (traceable) ke standar nasional
maupun internasional untuk satuan ukuran dan/atau
internasional dan bahan-bahan acuan tersertifikasi.

PENYIMPANGAN DARI
BENDA UKUR
BENDA UKUR YANG ELASTIS
YANG
DAPAT
BERUBAH
BENTUK
ATAU
DEFORMASI
KARENA
MENDAPATKAN
TEKANAN DARI ALAT UKUR.
BENDA UKUR YANG KUAT
TETAPI
PANJANG
DAN
DILETAKKAN PADA TUMPUAN,
AKAN MENGALAMI LENDUTAN
KARENA
BERAT
BEBAN
SENDIRI. UNTUK MENGATASI
HAL ITU BIASANYA JARAK
TUMPUAN
DITENTUKAN
SEDEMIKIAN RUPA SEHINGGA

TITIK BESSEL

TITIK AIRY

PENYIMPANGAN AKIBAT POSISI


PENGUKURAN

KESALAHAN TERJADI KARENA


POSISI PENGUKURAN TIDAK
TEGAK
LURUS.
TERBENTUKNYA SUDUT PADA
SAAT PENGUKURAN KARENA
KESALAHAN
POSISI
PENGUKURAN
DISEBUT
KESALAHAN KOSINUS DAN
SINUS.
KESALAHAN
TERSEBUT
KARENACARA
MEMEGANG
DAN
MELETAKKAN
ALAT
UKUR PADA BENDA KERJA
KURANG TEPAT.
MISALNYA
POSISI
UJUNG
SENSOR JAM UKUR, POSISI
MISTAR BAJA, POSISI KEDUA
RAHANG
UKUR
JANGKA

PENYIMPANGAN AKIBAT
LINGKUNGAN
CAHAYA DAN PENERANGAN YANG KURANG
DAPAT MENGAKIBATKAN KESALAHAN DALAM
MEMBACA SKALA.
TERLALU BANYAK
CAHAYA PUN TIDAK BOLEH KARENA DAPAT
MENYEBABKAN RUANGAN MENJADI PANAS.
DEBU DAPAT MENYEBABKAN KESALAHAN
SISTEMATIS KARENA DAPAT MENEMPEL
PADA PERMUKAAN SENSOR ALAT UKUR.
TEMPERATUR DAN GETARAN LANTAI JUGA
DAPAT
MEMPENGARUHI
HASIL
DARI
PENGUKURAN.
TEMPERATUR
YANG
DIJINKAN
UNTUK
KONDISI PENGUKURAN GEOMETRIS ADALAH

PENYIMPANGAN DARI SI
PENGUKUR
JIKA DUA ORANG MELAKUKAN PENGUKURAN DENGAN
MENGGUNAKAN ALAT UKUR DAN BENDA UKUR YANG
SAMA, DAPAT DIPASTIKAN DATA HASIL PENGUKURAN
AKAN BERBEDA.
SUMBER PERBEDAAN TERSEBUT DAPAT BERASAL DARI
CARA MENGUKUR, PENGALAMAN, KEAHLIAN SERTA
KEMAMPUAN MASING-MASING.
SYARAT YANG HARUS DIMILIKI SEORANG PENGUKUR
ADALAH :
MEMPUNYAI PENGALAMAN PRAKTEK
MEMPUNYAI PENGETAHUAN MENGENAI DASAR-DASAR
PENGUKURAN
MEMPUNYAI KESADARAN BAHWA HASIL PENGUKURAN
MERUPAKAN TANGGUNG JAWABNYA.

KESALAHAN PEMBACAAN
YANG DIKENAL DENGAN
NAMA
PARALLAKS,
DAPAT
TERJADI
PADA
WAKTU MEMBACA POSISI
JARUM
PENUNJUK
RELATIF
TERHADAP
SKALA.
PARALLAKS
AKAN
TERJADI BILA PENGAMAT
TIDAK MENGUSAHAKAN
(SALAH SATU) MATANYA