Anda di halaman 1dari 7

KARYA ILMIAH LINGKUNGAN BISNIS

Peluang usaha jamu instan tradisional jawa menuju produk unggulan rumahan
yang berkualitas dan siap dinikmati masyarakat luas

Disusun oleh :
Nama
NIM

: Dzaki Faizal Mubarok


: 14.11.7652

Kelas : 14-S1-TI-01

STMIK AMIKOM YOGYAKARTA


Tahun Ajaran 2014/2015

Abstrak
Pada saat ini jamu tradisional semakin banyak diminati dan diperhitungkan oleh
masyarakat baik untuk dikonsumsi atau untuk dijadikan alternatif bidang usaha. Jamu
tradisional banyak diminati masyarakat dari kalangan bawah sampai kalangan atas. Hal
ini karena peranan jamu tradisional sangat dirasakan oleh masyarakat dalam membantu
memulihkan kesehatan. Terlebih kalau jamu tradisional digunakan sebagai tindakan
pencegahan penyakit atau pertolongan pertama sebelum dibawa ke rumah sakit.
Sementara itu bagi mereka yang tidak mampu secara finansial atau tidak berhasil
menggunakan sistem pengobatan modern, serta juga bagi mereka yang memiliki gejalagejala ringan, seringkali mencoba jamu tradisional lebih-lebih dengan situasi
membumbungnya harga obat modern.
Di sisi lain tanaman bahan pembuat jamu banyak terdapat di Daerah Istimewa
Yogyakarta terutama di Kabupaten Bantul dan juga di beberapa daerah di kabupaten
Wonogiri. sehingga mengenai bahan jamu persediaannya cukup melimpah. Dalam hal ini
bidang usaha tersebut, selain mengoptimalkan pemanfaatan tanaman jamu juga
mendorong pelestarian tanaman jamu, dan lebih dari itu hal ini merupakan tantangan,
peluang kerja dan peluang usaha.
bentuk penyajian jamu yang dapat diolah dan diperjual belikan diantaranya
berbentuk cair, serbuk instant, bahan peras, dan celup.Cara penjualannyapun bisa
dilakukan dengan beraneka ragam cara. seperti menetap di pasar, menetap di warung,
menetap di tempat-tempat strategis, berkeliling dengan sepeda, berjalan kaki (Jamu
gendong), atau berkeliling dengan gerobag, atau dengan cara penjualan dari kantor ke
kantor. Namun penulis pada kesempatan ini akan menjabarkan tentang produk jamu
instan dari proses pengolahannya hingga menjadi jamu serbuk yang bisa dikonsumsi dan
lebih praktis penyajiannya serta tidak mengurangi kasiat jamu.
Berikut beberapa identifikasi permasalahan yang seringkali terjadi pada
pengelolaan usaha jamu :
1. Proses atau metode pembuatan jamu yang kurang memperhatikan aspek
hygienis dan kurang memperhatikan mutu jamu.
2. Kualitas dan kuantitas jamu yang dijual masih rendah
3. Jenis jamu yang dijual masih monoton
4. Jiwa kewirausahaan para penjual jamu tradisional masih rendah
Namun demikian walaupun masih banyak permasalahan yang sedang dihadapi,
terdapat juga beberapa potensi dan peluang yang bisa digunakan untuk membantu mereka
keluar dari permasalahan tersebut. Beberapa potensi tersebut antara lain, adanya modal
sosial yang cukup baik dalam hal kerjasama dan kekompakan antar personal seprofesi,
moral yang agamis, memiliki komitmen dan keinginan untuk maju, memiliki mental dan
naluri bisnis yang baik secara turun temurun, memiliki potensi serta peluang untuk
dikembangkan dan yang lebih penting lagi bahwa usaha tersebut kebanyakan merupakan
usaha pokok untuk menopang kehidupan keluarga.

ISI
Minuman berkasiat semacam jahe,kunir,temulawak, kencur dan jenis umbi-umbian yang
lain, dapat dijadikan kedalam bentuk serbuk. Cara yang diterapkan kali ini adalah cara
tradisional yang menggunakan kompor minyak, wajan besar, adukan, dan tempat untuk bentuk
jadi. Dari pengalaman seorang pembuat jamu instan bentuk serbuk di daerah kismantoro
wonogiri, dalam pembuatan jamu serbuk instan jahe misalnya, dapat dilakukan dengan cara :
1. Giling jahe, dapat digunakan gilingan kelapa yang menggunakan motor listrik, karena
jika digiling manual dengan parut akan menyusahkan dan lama.
2. Tambahkan air bersih kedalam gilingan jahe, dengan perbandingan kira-kira 1 kg jahe
dengan 4 liter air, atau sesuai selera.
3. Saring gilingan jahe dan air, gunakan saringan yang halus agar ampas dapat terpisah
dengan baik.
4. Diamkan hasil perasan kurang lebih 5-6 jam atau lihat jika pati jahe sudah benar-benar
mengendap.
5. Pisahkan pati jahe dengan sari jahe dengan menuang ketempat yang berbeda.
6. Masak dan campurkan gula dengan sari jahe dengan perbandingan 1 liter sari jahe dengan
1 kg gula, atau sesuai selera.
7. Setelah mendidih, aduk terus campuran, api jangan terlalu besar.
8. Pengadukan dilakukan terus tanpa henti karena jika tidak, campuran akan hangus atau
berwarna coklat pekat.
9. Setelah campuran berbentuk bulatan-bulatan hampir seperti serbuk, kecilkan api, sambil
terus diaduk sambil menghancurkan bulatan-bulatan agar menjadi serbuk.
10. Jika anda berhasil, hasil jahe serbuk akan berwarna coklat muda, dan berbau khas jahe.
11. Pati jahe bisa digunakan untuk meredakan pegel linu, oleskan pada bagian yang linu,
awas aga panas lho..
Bubuk jahe
Merupakan hasil pengolahan lebih lanjut dari jahe menggunakan teknologi industri, jahe
dikeringkan selanjutnya digiling dengan kehalusan butiran bubuk yang ditentukan. Bubuk jahe
diperlukan untuk keperluan farmasi, minuman, alkohol dan jamu. Biasanya menggunakan bahan
baku jahe kering.
JAHE/GINGER
Tanaman jahe telah lama dikenal dan tumbuh baik di negara kita. Jahe merupakan salah satu
rempah-rempah penting. Rimpangnya sangat luas dipakai, antara lain sebagai
bumbu masak, pemberi aroma dan rasa pada makanan seperti roti, kue, biscuit, kembang gula

dan berbagai minuman. Jahe juga digunakan dalam industri obat, minyak wangi dan jamu
tradisional. Jahe muda dimakan sebagai lalaban, diolah menjadi asinan dan acar. Disamping itu,
karene dapat memberi efek rasa panas dalam perut, maka jahe juga digunakan sebagai bahan
minuman seperti bandrek, sekoteng dan sirup.
Jahe yang nama ilmiahnya Zingiber officinale sudah tak asing bagi kita, baik sebagai bumbu
dapur maupun obat-obatan. Begitu akrabnya kita, sehingga tiap daerah di Indonesia mempunyai
sebutan sendiri-sendiri bagi jahe. Nama-nama daerah bagi jahe tersebut antara lain halia (Aceh),
bahing (Batak karo), sipadeh atau sipodeh (Sumatera Barat), Jahi (Lampung), jae (Jawa), Jahe
(sunda), jhai (Madura), pese (Bugis) lali (Irian)
Jahe tergolong tanaman herbal, tegak, dapat mencapai ketinggian 40 100 cm dan dapat
berumur tahunan. Batangnya berupa batang semu yang tersusun dari helaian daun yang pipih
memanjang dengan ujung lancip. Bunganya terdiri dari tandan bunga yang berbentuk kerucut
dengan kelopak berwarna putih kekuningan. Akarnya sering disebut rimpang jahe berbau harum
dan berasa pedas. Rimpang bercabang tak teratur, berserat kasar, menjalar mendatar. Bagian
dalam berwarna kuning pucat.
Kandungan Rimpang Jahe
Sifat khas jahe disebabkan adanya minyak atsiri dan oleoresin jahe. Aroma harum jahe
disebabkan oleh minyak atsiri, sedangkan oleoresinnya menyebabkan rasa pedas. Mnnyak atsiri
dapat diperoleh atau diisolasi dengan destilasi uap dari rhizoma jahe kering. Ekstrak minyak jahe
berbentuk cairan kental berwarna kehijauan sampai kuning, berbau harum tetapi tidak memiliki
komponen pembentuk rasa pedas. Kandungan minyak atsiri dalam jahe kering sekitar 1 3
persen. Komponen utama inyak atsiri jahe yang menyebabkan bau harum adalah zingiberen dan
zingiberol. Oleoresin jahe banyak mengandung komponen pembentuk rasa pedas yang
tidak menguap. Komponen dalam oleoresin jahe terdiri atas gingerol dan zingiberen,
shagaol, minyak atsiri dan resin. Pemberi rasa pedas dalam jahe yang utama adalah zingerol.
Khasiat Jahe
Sejak dulu Jahe dipergunakan sebagai obat, atau bumbu dapur dan aneka keperluan lainnya. Jahe
dapat merangsang kelenjar pencernaan, baik untuk membangkitkan nafsu makan dan
pencernaan. Jahe yang digunakan sebagai bumbu masak terutama berkhasiat untuk
menambah nafsu makan, memperkuat lambung, dan memperbaiki pencernaan. Hal ini
dimungkinkan karena terangsangnya selaput lendir perut besar dan usus oleh minyak asiri
yang dikeluarkan rimpang jahe. Minyak jahe berisi gingerol yang berbau harum khas jahe,
berkhasiat mencegah dan mengobati mual dan muntah, misalnya karena mabuk kendaraan atau
pada wanita yang hamil muda. Juga rasanya yang tajam merangsang nafsu makan, memperkuat
otot usus, membantu mengeluarkan gas usus serta membantu fungsi jantung. Dalam
pengobatan tradisional Asia, jahe dipakai untuk mengobati selesma, batuk, diare dan penyakit
radang sendi tulang seperti artritis. Jahe juga dipakai untuk meningkatkan pembersihan
tubuh melalui keringat.
Penelitian modern telah membuktikan secara ilmiah berbagai manfaat jahe, antara lain :

Menurunkan tekanan darah. Hal ini karena jahe merangsang pelepasan hormon adrenalin
dan memperlebar pembuluh darah, akibatnya darah mengalir lebih cepat dan lancar dan
memperingan kerja jantung memompa darah.

Membantu pencernaan, karena jahe mengandung enzim pencernaan yaitu protease dan
lipase, yang masing-masing mencerna protein dan lemak..

Gingerol pada jahe bersifat antikoagulan, yaitu mencegah penggumpalan darah.


Jadi mencegah tersumbatnya pembuluh darah, penyebab utama stroke, dan serangan jantung.
Gingerol juga diduga membantu menurunkan kadar kolesterol. Mencegah mual, karena jahe
mampu memblok serotonin, yaitu senyawa kimia yang dapat menyebabkan perut berkontraksi,
sehingga timbul rasa mual. Termasuk mual akibat mabok perjalanan.

Membuat
lambung
menjadi
membantu mengeluarkan angin.

Jahe juga mengandung antioksidan yang membantu menetralkan efek merusak


yang disebabkan oleh radikal bebas di dalam tubuh. Jahe sebagai Obat Praktis Jahe merupakan
pereda rasa sakit yang alami dan dapat meredakan nyeri rematik, sakit kepala, dan migren.
Caranya, minum wedang jahe 3 kali sehari. Bisa juga minum wedang ronde, mengulum permen
jahe, atau menambahkan jahe saat pada soto, semur, atau rendang.

nyaman,

meringankan

kram

perut

dan

Selain olahan jahe seperti yang dijelaskan diatas, kita bisa juga membuatnya dengan bahanbahan lain seperti temulawak, kunir asem, kunir putih, olahan beras kencur, jamu bentis instan,
jahe merah, dan lain sebagainya. Dengan cara yang sama akan tetapi dengan sedikit komposisi
bahan yang berbeda.
Berikut ini adalah gambar-gambar yang saya ambil dari proses pembuatan jamu instan di daerah
kismantoro wonogiri :

Referensi :
http://Dzaki77.blogspot.com/
https://umiarsih.wordpress.com/2013/10/08/pembuatan-minuman-sehat-instanjahe-instan/
http://canahmoela25.blogspot.com/2014/10/pembuatan-jamu-instan-jaheinstan.html
http://bisnisusaha.info/
http://idepeluangbisnis.info/