Anda di halaman 1dari 10

Penatalaksanaan Terapi

Kejang Listrik dengan


Premedikasi dan
Anestesi
Oleh
Yongky
Rumah Sakit H. Dr. Marzoeki Mahdi

Persiapan
Pada Pasien
1.Dilakukan pemeriksaan fisik, tensi, nadi,
suhu dan pernafasan.
2.Pemeriksaan funduskopi, EKG, kalau
perlu foto toraks, foto tulang belakang
AP lateral.
3.Pemeriksaan darah dan urine, kalau
perlu Endokrine (tiroid) dan elektrolit.
4.Pemeriksaan gigi, bila ada gigi palsu
harus dilepaskan.

5. Pasien dipuasakan 6 8 jam sebelum TKL.


6. Vesika Urinaria dan Rektum dikosongkan.
7. Pakaian harus dilonggarkan, pada wanita
kancing kutangnya harus dilepaskan.
8. Tidak boleh minum obat-obatan sbb :
- obat antipsikotik harus dihentikan.
- Benzodiazepin dihentikan.
- Karbamazepin, Oxacarbamazepin,
Depakote, obat-obat anti kejang lainnya
dihentikan

Lithium Karbonat dapat menimbulkan


dilirium dan kejang bertambah lama.
- Lidocaine, Xylocaine meningkatkan
ambang
kejang.
- Theophyllin menyebabkan kejang
bertambah lama.
- Reserpin mempengaruhi sistem
pernafasan
dan kardiovaskuler selama TKL.
-

9. Informed Concern/surat pernyataan


dari
keluarga bahwa setuju dengan TKL.

Persiapan Alat
1. Pesawat TKL Monitor termasuk
elektrode- elektrodenya dikepala,
didada dan pasta untuk elektrode.
2. Suction, alat isap lendir.
3. Ambu Bag, alat pernafasan buatan,
Goedel dan Spatel lidah.
4. Alat suntik, termasuk wing needle.
5. Defibrilator untuk Cardiac Arest.
6. Tensimeter.
7. Laringoskop dan pipa endotrachea.

Persiapan Obat
1. Obat untuk premedikasi Sulfas Atropin.
2. Obat anestesi Recofol(Propofol),
Diprivan, Dormicum.
3. Obat pelemas otot Succinylcholine.
4. Tabung oksigen dengan slangnya.
5. Aquadest dan cairan infus NaCl, Glukose
dan infus set.
6. Obat-obat emergency adrenalin dan
perangsang pernafasan, ephedrine,
aminophilin, dopamin, meylon, lidocain 2
%.
7. Kapas, pleister, alkohol dan verband.
8. Dexamethazone injeksi.

Tehnik
* Premedikasi diberikan Sulfas Atropin 0,25-0,5 mg
(0,01 mg/kg BB) i.v. untuk mengurangi sekresi
pada
pernafasan, air liur
dan mencegah bradikardia.
* Recofol 1 - 2 mg/kg BB i.v., dulu dipakai Pentothal
bila
terjadi kesalahan i.m. akan terjadi nekrosis
jaringan dan dirasakan sangat nyeri.
* Setelah pasien tidur diberikan pelemas otot
succinylcholine 0,5 -1 mg/kg BB i.v., dengan
pemberian succinylcholine ini pasien Apneu dan
terjadi fasikulasi otot-otot pada tubuh bagian
atas
sehingga kebawah kejari-jari kaki.

* Pada saat Apneu diberikan pernafasan buatan


memakai alat resusitasi sebaiknya diberikan O 2.
* Dipasang Guedel, sesuai ukuran, setelah
relaksasi maksimal untuk melindungi lidah
jangan sampai tergigit, pada waktu kejang
terjadi saat penekanan tombol.
* Setelah fasikulasi otot-otot dijari kaki hilang
baru dilakukan TKL dengan penekanan tombol
pesawat monitor. Terlihat fase Tonik 10 detik,
tidak terlihat fase-fase yang lain. Nafas buatan
dilakukan sampai pasien sadar, biasanya 15
-30 menit.
* Setelah sadar masih dianjurkan 1 jam tinggal
diruang TKL, dan kemudian kembali kebangsal.

Pemasangan Elektrode
Dilakukan setelah premedikasi dengan
Sulfas Atropin, sebelum pemberian
Recofol.
Elektrode ditempatkan dipelipis 3 cm
diatas garis yang menghubungkan
sudut mata dan liang telinga. Elektrode
monitor EEG dipasang dikepala dan
monitor EKG dipasang didada.

Frekwensi TKL
Umumnya seminggu 2 3 kali.
Bisa tiap hari bila pasien tentament
suicide.
Dalam 1 periode terapi, 6 sampai 10
kali.
Diulang sebulan sekali sampai 3 kali.