Anda di halaman 1dari 19

BAB III

TINJAUAN KASUS DAN PEMBAHASAN


A. Hasil Penelitian
Pada BAB ini penulis menyajikan tentang Asuhan Keperawatan pada NyS
diagnosa Gastroentritis Akut dengan masalah resiko kurangnya volume cairan
dengan pendidikan kesehatan keseimbangan cairan tubuh di ruang Melati RSUD
Kertosono Kab.Kediri. data yang di peroleh melalui wawancara langsung dengan
pasien dan keluarga pasien, observasi langsung pada pasien dan melalui rekam
medik serta kerjasama antara anggota kesehatan lainnya
1. BIODATA
Nama Pasien
Nama Panggilan
Umur
Jenis Kelamin
Pendidikan
Diagnosis Medis
Tanggal MRS
Tanggal Pengkajian
Alamat
Pekerjaan

: Ny S
: Ny S
: 50 tahun
: Perempuan
: SD
: GEA
: 25 - 12 2013,19.00
: 26 - 12 - 2013
: Karangnongko,Ngronggot
: Ibu Rumah Tangga

2. KELUHAN UTAMA
Pasien mengatakan lemas setelah BAB cair > 6 kali/hari.
3. RIWAYAT PENYAKIT SEKARANG
Pasien datang ke UGD RSUD Kertosono pada tanggal 25-12-2013 dengan
keluhan BAB cair > 6 kali/hari, mual dan kadang muntah sehabis makan,
lemah, badan terasa panas dingin dan perut kembung terjadi sejak 3 hari yang
lalu, pasien terlihat lemah, sianosis, mata cowong, mukosa bibir kering.Lalu
pasien disarankan untuk dirawat inap di RSUD Kertosono ruang Melati 2.

27

4. RIWAYAT PENYAKIT MASA LALU


Klien mengatakan belum pernah masuk rumah sakit sebelumnya,dan pasien
mengatakan tidak mempunyai penyakit menular seperti: TBC,HIV,AIDS,dsb.
5. RIWAYAT KESEHATAN KELUARGA
Keluarga tidak mempunyai penyakit yang berbahaya, menular, dan menurun.
Keluarga juga tidak mempunyai penyakit seperti yang diderita klien saat ini.

GENOGRAM

Ket:
= laki-laki
= perempuan
= meninggal
= garis keturunan

= tinggal serumah
= klien
= cerai
= pasien

6. DATA PSIKO SOSIAL SPIRITUAL


Psiko

: pasien mengatakan bersabar dengan penyakitnya ini.

Sosial

: hubungan klien dengan keluarga baik,

terbukti klien selalu

didampingi oleh keluarga. hubungan klien dengan perawat baik,

28

terbukti klien selalu kooperatif dengan tindakan yang dilakukan


oleh perawat
Spiritual

:klien adalah seorang muslim, klien menyakini agama dan

kepercayaannya

7. POLA SEHARI-HARI (RUMAH DAN RUMAH SAKIT)


a. NUTRISI
Sebelum MRS
:
Makan : pasien makan 3x sehari dengan komposisi nasi, sayur,lauk (tempe,
tahu,ikan asin, telur, daging jarang) porsi selalu habis.
Minum : 8 gelas/hari (air putih,teh,kopi)
MRS
:
Makan : makan 3x sehari, tiap kali makan 3-4 sendok karena perut terasa
mual dan ingin muntah. Jenis diet lunak.
Minum : Minum: 2-3 gelas/hari (air putih, teh)
b. ISTIRAHAT TIDUR
Sebelum MRS
:
Tidur siang 1-2 jam, tidur malam 6-7 jam (nyenyak)
MRS
:
Tidur siang 1-3 jam,tidur malam 8-9 jam (sering terbangun karena sering
sakit perut dan ingin BAB)
c. ELIMINASI
BAB
Sebelum MRS
:
BAB 1 - 2x / hari(bau khas, warna kuning, kosistensi padat)
MRS
:
BAB >6 x/hari (bau khas, warna kuning, kosistensi cair)

BAK
Sebelum MRS
:
BAK 3 4x / hari ( bau khas, warna jernih kekuningan )
MRS
:

29

BAK 3-4x/hari ( bau khas, warna kuning pekat, sedikit, dan tidak
terpasang kateter )
d. KEBERSIHAN DIRI
Sebelum MRS
:
Pasien mandi 2x / hari, keramas: 2-3 x / minggu, gosok gigi: 2x / hari
(dilakukan mandiri)
MRS
:
Mandi: 2x/hari (diseka keluarga), keramas tidak dilakukan, gosok gigi
1x/hari
e. LAIN-LAIN
Klien sering terlihat mual dan kadang muntah setelah makan
8. KEADAAN / PENAMPILAN UMUM PASIEN
- Keadaan umum klien lemah.
- Kesadaran composmentis.
- GCS : 4-5-6
- Klien terlihat sianosis
- Klien terpasang infus RL 20 tpm.
9. TANDA-TANDA VITAL
Suhu Tubuh
Denyut Nadi
Tekanan Darah
Pernafasan
TB/BB

: 38.2 c
: 78 x / menit
: 130/80 mmHg
: 20x / menit
: 152 cm/ 43 kg(sebelum MRS), 38 kg (setelah

MRS)
10. PEMERIKSAAN FISIK
a. Pemeriksaan Kepala Dan Leher
- Kepala : tidak ada benjolan dan tidak ada luka
- Rambut : persebaran merata, terlihat kusam,berwarna hitam keputihan
- Mulut : mukosa bibir kering,sianosis,tidak sariawan,lidah simetris
- Telinga : simetris, tidak ada luka,pendengaran normal
- Mata
: simetris, penyebaran alis dan bulu mata merata,pupil
isokor,konjungtiva anemis
- Hidung : simetris, tidak ada polip
- Leher
: simetris, tidak ada pembesaran vena jugularis
b. Pemeriksaan Integumen/Kulit dan Kuku
- Kulit
: warna coklat sawo matang, tidak ada lesi,turgor kulit menurun
- Kuku
: kuku tampak kotor, CRT < 2 detik

30

c. Pemeriksaan Payudara dan Ketiak (bila diperlukan)


- Payudara :payudara simetris, tidak terdapat

lesi,

tidak

ada

benjolan/pembesaran
d. Pemeriksaan Thorak/dada
THORAK
- Inspeksi : bentuk simetris, tidak ada lesi, pergerakan dada simetris
- Palpasi : pergerakan dada simteris, tidak ada nyeri tekan
- Perkusi : terdengar sonor
PARU
Inspeksi : ekspansi paru normal
Perkusi : sonor
Auskultasi: vasikuler, wheezing (-), ronkhi (-)

JANTUNG
Inspeksi : tidak tampak adanya pulsasi
- Palpasi
: ictus cordis teraba pada mid klavikula ICS 4 dan 5, tidak

ada nyeri tekan


Perkusi
: suara pekak terdengar pada atas ICS 2 ke kiri, batas

kanan ICS 3 ke kanan, batas kiri ICS 5 atau iga ke 5 dan 6 ke kiri
Auskultasi : BJ1 dan BJ2 tunggal bunyi lup dup, tidak ada suara
tambahan (murmur)

e.
-

Pemeriksaan Abdomen
Inspeksi : tidak ada lesi, bentuk abdomen plat, tidak terdapat acites
Palpasi : tidak terdapat massa, tidak ada nyeri tekan
Perkusi : terdengar pekak pada kuadran satu dan terdengar timpani pada

kuadran dua, tiga dan empat


- Auskultasi : bising usus 18x / menit
f. Pemeriksaan kelamin dan Sekitarnya (bila diperlukan)
GENETALIA
Persebaran bulu pubis merata,tidak ada luka,tidak nyeri tekan
ANUS
Warna kemerah-merahan,kulit anus utuh,hemoroid eksterna ( - )
g. Pemeriksaan Musculoskeletals
-

Pergerakan bebas dan terkontrol

Ekstremitas bawah bebas dan terkontrol


31

Ekstremitas bagian atas dapat bergerak bebas dan terkontrol


Kekuatan otot :
5 5
5 5

Pemeriksaan Neurologi
1) Olfaktorius

: klien dapat membedakan bau

2) Optikus

: penglihatan klien menurun b.d penurunan

usia
3) Okulomotoris : reflek terhadap cahaya
4) Toklearis:
reflek kornea baik
5) Trigeminus :klien
dapat

menggerakkan

rahangnya dengan maksimal


6) Abdusen
: gerakan mata kelateral baik
7) Fasialis
: gerakan otot wajah baik
8) Vestibulokoklearis: pendengaran klien baik
9) Glosofaringeus
: klien tidak mengalami kesulitan menelan
10) Vagus
: reflek menelan bagus
11) Aksesorius :
klien
dapat
menggerakkan
12) Hipoglosus

kepalanya ke kanan dan ke kiri


: klien dapat menggerakkan lidahnya dengan baik

h. Pemeriksaan Status Mental


-

Kesadaran : compos mentis

GCS

Klien mampu memberikan respon yang baik

:456

11. PEMERIKSAAN PENUNJANG MEDIS


Tanggal 26 Desember 2013
Pemeriksaan penunjang medis
PARAMETER

HASIL

SATUAN

32

HARGA

NORMAL
Gula darah
BUN
Creatinin
SGOT
SGPT
Albumin

116
7
0,68
15
37
3,8

g/dl
mg/dl
mg/dl
u/l
u/l
g/dl

80-125 mg/dl
<20 mg/dl
0,5-1,2 mg/dl
< 41 u/L (37c)
<37 u/l (37c)
3,5-5 gr/dl

Pemeriksaan darah lengkap


PARAMETER

RESULT

UNIT

FLAGS
WBC (leukosit)
RBC (eritrosit )
HBG (hemoglobin)
HCT (hematokrit)
PLT (trombosit)
P-ICR
MCV
MCH
MCHC
RDW
MPV
PDW
LYM%
NEUT%
MXD%
LYM#
NEUT#
MXD#

NORMAL
RANGE

5-5
3-54
10-2
30-6
251
13.4
86.4
28.8
33.3
14.4
8.2
9.5
16
67
17
0.9
3.7
0.9

10^3/UL
10^6/UL
9/dl
%
10^3/UL
%
FL
pg
g/dl
%
FI
FI
%
%
%
10^3/ul
10^3/ul
10^3/ul

12. PENATALAKSANAAN DAN TERAPI


Tanggal 26 Desember 2013
- Infus RL 20 tpm
- Injeksi ketorolax 3x3 1 ampul
- Injeksi Pirasetam 3x3 3gram
- Acran 2x1 ampul
- Sanmag 3x1 cth

33

[48-10.8]
[4.2-6.1]
[12-18]
[37-52]
[150-450]
[13-43]
[79-99]
[27-31]
[33-37]
[115-14.5]
[9-13]
[9-17]
[25-40]
[50-70]
[25-30]
[0.8-4]
[2-7.7]
[2-77]

13. HARAPAN PASIEN/KELUARGA SEHUBUNGAN DENGAN


MASALAH
Klien dan keluarga ingin segera sembuh dan pulang dari rumah sakit agar
bisa menjalani aktivitas dan bersekolah seperti biasa
14. DISCHARGE PLANNING
Menganjurkan klien untuk istirahat cukup
Kurangi aktivitas yang melelahkan setelah keluar rumah sakit
Minum obat sesuai indikasi

ANALISA DATA

NO

KELOMPOK DATA

KEMUNGKINAN

MASALAH

PENYEBAB
1.

DS: Pasien mengatakan lemas


setelah BAB cair >6kali/hari
Do :
k/u lemah
membran mukosa kering
penurunan berat badan :
BB sebelum MRS : 43 kg
BB MRS : 38 kg
Mual
Muntah
Penurunan turgor kulit
Haluaran urine : warna urine

Mual,muntah,diare
Output cairan
banyak
Resiko Kekurangan
volume cairan

kuning pekat,konsistensi
sedikit
Intake : 600 mL

34

Resiko
Kekurangan
volume cairan

Output : 800 mL

DAFTAR PRIORITAS MASALAH

NO
URU
T

DIAGNOSA

TANGGAL

TANGGAL

TANDA

KEPERAWATAN

MUNCUL

TERATASI

TANGAN

35

1.

Resiko kekurangan

26-12-2013

volume cairan
berhubungan dengan
output cairan yang
berlebih

RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN

DIAGNOSA
KEPERAWATAN

TUJUAN
KRITERIA

Resiko

STANDAR
Tujuan : setelah 1x

kekurangan

24 tindakan

volume cairan

keperawatan

INTERVENSI

RASIONALISASI

TANDA
TANGAN

1.Observasi keadaan 1.Untuk mengetahui


umum pasien
2.Rencanakan
tujuan masukan

36

perkembangan
keadaan pasien
2.mencegah

berhubungan

diharapkan tidak

cairan setiap

terjadinya dehidrasi

dengan output

terjadi

pergantian waktu

lebih lanjut
3. Dengan

cairan yang

ketidakseimbangan (mis: 1000 mL di

berlebih

cairan
KH :
1.Meningkatkan

siang hari, 800 mL

masukan cairan

di mlam hari)
3. Anjurkan kepada

mengikutsertakan
keluarga maka
di sore hari, 300 mL
pemantauan
kebutuhan cairan

minimal 2000 mL
keluarga

pasien lebih akurat


4.sebagai evaluasi

(kecuali bila
mempertahankan
merupakan

penting intervensi
laporan yang tertulis

kontraindikasi)
2.Menceritakan

dari masukan cairan

dehidrasi dan

perlunya untuk

dan haluaran urine

meningkatkan

pasien(dalam buku

masukan cairan

harian)
4.Pantau intake dan

mencegah terjadinya

selama stres dan


panas.
3.Mempertahanka

dehidrasi
5.Mengetahui tingkat
penurunan berat
badan setelah

output cairan.
5. Timbang berat
badan setiap hari

n berat jenis urine

mengalami
kekurangan cairan.
6.Memberikan

dengan jenis baju


dalam batas
normal.
4.Memperlihatkan

pengetahuan kepada
yang sama.
6. Berikan

keluarga dan

penyuluhan

mengajarkan

kesehatan tentang

keluarga untuk

keseimbangan

merawat anggota

cairan tubuh.

keluarga yang sakit.

tidak adanya tanda


dan gejala
dehidrasi.

37

CATATAN TINDAKAN KEPERAWATAN

TGL

NO
DIAGNOSA

1.

PELAKSANAA

JENIS TINDAKAN

N
26-12-2013
08.00

1.Observasi keadaan
umum pasien
2.Rencanakan tujuan

08.15
masukan cairan setiap
pergantian waktu.
3. Anjurkan kepada
09.00

keluarga mempertahankan
laporan yang tertulis dari
masukan cairan dan

10.00
haluaran urine
10.30

pasien(dalam buku harian)


4.Pantau intake dan output
cairan.
5. Timbang berat badan

11.00

setiap hari dengan jenis


baju yang sama.
6. Berikan penyuluhan
27-12-2013
08.00

kesehatan tentang
keseimbangan cairan

2.

08.30
tubuh.
1.Observasi keadaan
umum pasien
2.Rencanakan tujuan

38

TANDA
TANGAN

masukan cairan setiap


09.00
pergantian waktu.
3. Anjurkan kepada
10.00

keluarga mempertahankan
laporan yang tertulis dari

10.30
masukan cairan dan
haluaran urine
13.30
pasien(dalam buku harian)
4.Pantau intake dan output
3.

cairan.
5. Timbang berat badan

28-12-2013
08.00

setiap hari dengan jenis


09.00
baju yang sama.
6. Berikan penyuluhan
kesehatan tentang
09.30

keseimbangan cairan
tubuh.
1.Observasi keadaan

10.00

umum pasien
2.Rencanakan tujuan

10.30

masukan cairan setiap


pergantian waktu.
3. Anjurkan kepada

11.00
keluarga mempertahankan
laporan yang tertulis dari
masukan cairan dan
haluaran urine

39

pasien(dalam buku harian)


4.Pantau intake dan output
cairan.
5. Timbang berat badan
setiap hari dengan jenis
baju yang sama.
6. Berikan penyuluhan
kesehatan tentang
keseimbangan cairan
tubuh.

CATATAN PERKEMBANGAN

NO
1.

NO
DIAG.

TGL
/JAM
26-12-13
13.00

CATATAN PERKEMBANGAN
S: Pasien mengatakan lemas setelah BAB
cair > 6kali/hari
O:
k/u lemah
membran mukosa kering
penurunan berat badan :
BB sebelum MRS : 43 kg
BB MRS : 38 kg
Mual
Muntah
Penurunan turgor kulit
Haluaran urine : warna urine kuning
pekat,konsistensi sedikit
Intake : 600 mL
Output : 800 mL

40

TANDA
TANGAN

A: masalah belum teratasi


P: intervensi dilanjutkan (1,2,3,4,5,6)
2.

27-12-13
13.00

S : pasien mengatakan hari ini BAB


sebanyak 2x/hari
O:
k/u lemah
penurunan berat badan :
BB sebelum MRS : 43 kg
BB MRS : 39 kg
Mual
Muntah
Penurunan turgor kulit
Haluaran urine : warna urine kuning
pekat,konsistensi 200 mL setiap kali

3.

28-12-13
11.00

berkemih
Intake : 1200 mL
Output : 800 mL
A : masalah teratasi sebagian
P : intervensi dilanjutkan
S : pasien mengatakan tidak BAB hari ini
O:
k/u cukup
mukosa bibir lembab
penurunan berat badan :
BB sebelum MRS : 43 kg
BB MRS : 40 kg
Mual
Muntah
Penurunan turgor kulit
Haluaran urine : warna jernih kekuningan,
konsistensi 300 setiap kali berkemih.
Intake : 1700 mL
Output : 1500 mL
A : masalah teratasi
P : intervensi dihentikan (MRS)

41

B. Pembahasan
1. Pengkajian
Pada teori disebutkan bahwa Gastroentritis Akut adalah suatu
peradangan pada lambung,usus kecil dan usus besar dengan berbagai
kondisi patologis dari saluran gastrointestinal dengan manifestasi
diare,dengan atau tanpa disertai muntah, serta ketidak nyamanan abdomen
(Muttaqin,2011:456). Pada kasus disebutkan Pasien datang pada tanggal
25-12-2013 dengan keluhan BAB cair > 6 kali/hari, mual muntah sehabis
makan, lemah, badan terasa panas dingin dan perut kembung terjadi sejak
3 hari yang lalu, pasien terlihat lemah, sianosis, mata cowong, mukosa
bibir kering.Pada teori menyebutkan keluhan yang membuat pasien
menderita penyakit gastroentritis akut berupa BAB yang tidak normal atau
cair lebih banyak dari biasanya yang disebut diare,timing gejala diare ini
dapat terjadi secara mendadak, lamanya untuk diare akut 3-5 hari diare
berkepanjangan lebih dari 7 hari disebut gastroentritis kronis, yang
menyebabkan gejala diare disebabkan oleh infeksi terutama di tularkan
secara fekal oral. Hal ini disebabkan masukan makanan dan minuman
yang terkontaminasi tinja di tambah dengan ekskresi yang buruk, makanan
yang tidak matang bahkan disajikan tanpa di masak, tangan yang
terkontaminasi (clostridium difficle) atau melalui aktifitas seksual
penjamu, faktor penjamu adalah kemampuan pertahanan tubuh terhadap
mikroorganisme,yaitu faktor daya tubuh atau lingkungan lumen saluran
cerna, seperti keasaman lambung mobilita lambung imunitas juga
mencangkup lingkungan mkroflora usus (Bruner,2010:510).
Teori menyebutkan ppada kesehatan keluarga disebutkan apakah
ada anggota keluarga ada yang menderita gastroentritis akut atau tetangga

42

yang berhubungan dengan distribusi penularan lingkungan rumah dan


komunitas, lingkungan rumah yang kotor dan kumuh serta personal
higiene yang sangat mudah terkena bakteri dan virus, serta perilaku yang
mempengaruhi kesehatan,BAB tidak pada tempatnya atau disungai cara
masyarakat yang kurang higienis dapat mempermudah masuknya kuman
lewat fekal oral (Muttaqin,2011). Namun pada kasus tidak di temukan
pada saat pengkajian keluarga pasien tidak mengatakan bahwa di dalam
keluarganya tidak ada yang menderita gastroentritis akut, hal ini
disebabkan kemungkinan karnma faktor lingkungan yang tidak higienis
dalam pemeliharaan serta sanitasi air yang di dapat dari sungai seharusnya
perhatian yang ketat penting dalam standar higieni personal fasilitas
mencuci tangan dan pengawasan higiene pada kelurga, persediaan air di
masyarakat harus dilindungi dari tinja manusia dan hewan dan harus di
filtrat dengan baik bila terdapat resiko tersebut, sebaiknya masyarakat
hanya meminum air yang direbus atau air dalam botol dan menghindari air
danau atau sungai yang tidak difiltrasi (tablet pemurni air tidak dipercaya
dapat melawan diare parasitik), hanya mengonsumsi sayuran dan buah
menta yang telah dicuci dengan bersih (mandal,2004:141).
b. Analisa Data
Pada analisa data tidak ditemkan kenjangan antara teori BAB II dan hasil
penelitian BAB III antara kasus dan teori muncul masalah yang sama yaitu
kekurangan volume cairan.

43

Masalah keperawatan kekurangan volume cairan definisi kondisi ketika individu


mengalami atau beriksiko penurunan peningkatan, atau perpindahan cairan yang
cepat dari satu orang intravaskuler ke ruang intravaskuler lain, ruang intestinal
dan atau ruang intraseluler. Sama halnya yang dialami oleh pasien pada kasus ini.
Data mayor didapatkan melaporkan peristiwa kehilangan yang nyata terjadi atau
hanya dirasakan individu. Sedangkan data yang diperoleh sama. Hal ini terjadi
karena pasien mengalami dehidrasi tingkat sedang yang bab terus menerus. Data
minor disebutkan halusinasi penglihatan pendengaran dan sentuhan mengenai
objek satu orang, ide untuk bunuh diri, data minor tersebut tidak didapat pada
kasus ini karena data minor tersebut jika terjadi dehidrasi berat sedangkan pasien
tidak mengalami dehidrasi berat yang dapat menurunkan kesadaran dan pasien
masih mempunyai semangat untuk sembuh dan selalu memikirkan penyakitnya
ini tidak parah.
c. Prioritas masalah
dalam prioritas masalah antara teori dan kasus ini tidak ada perbedaan, dimana
masalah yang dapat mengancam jiwa atau dapat menyebabkan kematian menjadi
prioritas pertama dalam masalah ini.(azis,2008:118)Untuk itu masalah yang di
prioritaskan hanya adalah kekurangan volume cairan.
2. Diagnosa Keperawatan
Masalah Keperawatan yang ada pada teori tidak semua muncul. Pada
kasus ini penulis menemukan diagnosa pada kasus Gastroentritis,
kekurangan volume cairan. Masalah keperawatan yang di ambil pada
kasus ini sesuai dengan data yang diperoleh maupun dalam teori. Maslah
keperawatan pada tinjauan teori antara lain kekurangan volume cairan

44

kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan output cairan yang


berlebihan, ketidak seimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh
brhubungan dengan kurangnya asupan makanan yang tidak adekuat, nyeri
berhubungan dengan iritasi saluran gastrointestinal,kerusakan integritas
jaringan anus berhubungan dengan pasasefeses yang encer dengan asam
tinggi dan mengiritasi mukosa anus, kurang pengetahuan berhubungan
dengan kurangnya informasi tentang penyakit dan pengobatannya
(muttaqin:2011:480). Penulis mengambil masalah keperawatan sesuai
dengan kondisi pada Ny S. Perbedaan diagnosa yang ada pada teori
dengan kasus yang dibahas sebagai berikut: kerusakan integritas jaringan
anus berhubungan dengan feses yang encer dengan asam tinggi dan
mengiritasi mukosa anus tidak muncul pada kasus karena keluarga pasien
benar-benar memperhatikan kebersihan pasien sering mengganti popok
dan memakai tisu basah agar terjaga kelembapannya tidak mengiritasi
mukosa anus.
3. Perencanaan
Pada bagian perencanaan antara teori dan kasus pada umumnya tidak ada
perbedaaan hanya sedikit perubahan. Pada diagnosa keperawatan masalah
kekurangan volume cairan yang berlebih pada tinjauan teori,dilakukan
perencanaan tindakan. Identifikasi faktor penyebab spesifikasi usia dan
adanya riwayat penyakit lain parameter dalam menentukan intervensi
kedaruratan adanya riwayat keracunan dan usia lanjut memberikan tingkat
keparahan. Tentukan skor dehidrasi,menenrukan jumlah cairan yang akan
diberikan sesuai dengan derajat dehidrasi. Dokumentasi intake dan output
sebagai cairan sangat

45

Beri Nilai