Anda di halaman 1dari 25

Pelayanan Bermutu dan Manajemen Risiko

Gulardi H. Wiknjosastro
Bagian Obstetri Ginekologi
FKUI RS Dr. Cipto Mangunkusumo
Jakarta

Kredensial
Perilaku
AD/Statuta
RS
Akreditasi

Komite
Medik

Ijin Praktek

Standar
Profesi

MASALAH identik dengan TUNTUTAN

Kematian ibu bayi


Asfiksia kelumpuhan otak
Kecacatan permanen
Trauma
Kelainan bawaan

Kenapa ada tuntutan ?


Pasien merasa tidak puas dan merasa
dirugikan
Tidak dilakukan Informed Choice dan
Informed Consent
Pada umumnya terkait dengan penyimpangan
Standar Praktik-Klinik
OR =5.76
290 kasus malpraktek vs 262 kontrol (19881998)
Reduced medicolegal risk by compliance with obstetric clinical pathways : a
case control study Ransom et al Obstet Gynecol 2003;101:751

Definisi

Kecelakaan (incident):
kejadian kesakitan/efek
samping akibat prosedur
yang tidak sesuai dengan
standar/SOP RS.
Kredibilitas RS menjadi
taruhan dan petugas
pelaksana menjadi target
penuntutan

LAPORAN KECELAKAAN MEDIK


Obyektif
Terjamin Kerahasiaannya
Segera -24 jam, pertelefon bila sangat
genting
Ditangani oleh
profesional kesehatan
yang kompeten

MUTU >< RISIKO


Terapkan manajemen kinerja & mutu (performance
& quality improvement)
Semakin baik mutu pelayanan semakin kecil
risiko penuntutan
Shared responsibility & enhanced accountability
Bangun komunikasi efektif-positif dan saling
percaya dengan klien/pasien
Hargai hak pasien sambil menjelaskan hak penolong
Tunjukkan sikap ingin menolong dan perhatian (
kunjungan > 1 kali /hari)
Pahami Informed Choice & Informed Consent

Komite Medik
Memegang teguh AD-Statuta RS
Terdiri dari berbagai multidisiplin
Menelaah Kredensial calon pegawai
Menilai keluaran (output) pelayanan
Proaktif terhadap keluhan pasien/keluarga
Mengumpulkan informasi dari unit pelayanan
tentang efek samping, keluhan, rasa tidak
puas, kesedihan pasien dan cara petugas
menangani semua masalah tersebut

SELEKSI DOKTER
Sesuai dengan kebutuhan
RS kompetensi dan
kualifikasi dokter/nakes
Tingkat kepatuhan dokter/
nakes terhadap AD-Statuta
dan standar pelayanan
Uraian Tugas (Job
Descrptions)
Kualifikasi Dokter Spesialis
Rekomendasi Organisasi
Profesi
STR Konsorsium dan Ijin
Praktek dari Dinkes

Akreditasi
Kompetensi
Sikap buku LOG : jenis,
keluaran, jumlah tindakan
Pelatihan Khusus
(ALARM, PONEK,
Perinatologi, ACLS)
SKP CME
Kemampuan melakukan
pendidikan nakes dan
penelitian

Standar pelayanan
Standar Profesi
Terdiri dari manajemen pelayanan dan
pengobatan berdasarkan bukti, mampu laksana
dan efektif
Multidisiplin : Obstetri, Perinatologi, ICU/ HCU,
Anestesi, Keperawatan, Interna, dsb
Diterapkan secara purna waktu
FASILITAS : Km. Bersalin , area resusitasi &
stabilisasi 02, suction, oksimeter, tensi, alat
resusitasi, medikamentosa, dsb
1 Km Operasi 3000 partus
Monitor CTG, USG, Mikroskop +Lab , Transfusi

Manajemen Risiko
Prinsip : minimalisasi
risiko
Manajer Leader
Program Jelas & ada
perlindungan hukum
STANDAR protap/SOP
SIKAP profesional
isme
Persyaratan : Ijin praktek
Kompetensi: pelatihan
Audit Klinik, AMP, CI

Manajemen Risiko Klinik

Struktur : dokter, bidan, perawat dll


Tujuan : memperbaiki mutu, menghindari
kecelakaan
Langkah :
1. Identifikasi masalah
2. Analisa masalah
3. Lokalisasi masalah perbaiki
4. Pendanaan bila terjadi tuntutan
Pertemuan dilakukan 1x/minggu.

Maternity clinical incident report

Events that could result in important short- or long-term adverse effects for the mother or baby
should be based on local consensus but would probably include:

Maternal/delivery incident

Fetal/neonatal incident APGAR

loss >1500 ml
Cord accident
Deep venous thrombosis

<7 at 5 minutes
Birth trauma
Cord pH <7.2
Neonatal death
Neonatal seizures
Stillbirth >500g
Shoulder dystocia
Small for gestational age
Term baby admitted to
paediatric unit Unsuspected
fetal anomaly

Duration 2nd stage >3hrs (prim)


Duration 2nd stage >1hr
(parous)
Duration established labour >18
hrs
Eclampsia
Hb <8g/dl postpartum
Hysterectomy/laparotomy

Organisational incident
Blood-Anaesthetic complications
ITU admission
Maternal death
Pulmonary embolism
Third degree tear
Unsuccessful forceps/ventouse
Uterine rupture
Delay >30mins for emergency CS
Delay following call for assistance
Delivery outwith labour suite
Faulty equipment
Interpersonal conflict over case
management
Potential service user complaint
Prescribing/administration error
Retained swab/instrument
Violation of local protocol/guideline

Kompetensi
Analisa , contoh :
Memakai Partogram
Pengawasan janin
EFM- CTG
Bekerja sesuai
standar + etika
profesi
Membuat rekam
medik lengkap

PQI Program
Pendidikan berkelanjutan bagi : dokter dan
perawat/bidan
Evidence based medicine best practice
Menerapkan manajemen risiko
Perbaikan protokol- protap
Perbaikan rekam medik
Telaah unit perawatan intensif- gawat darurat
Perhatian pada allergi-efek samping
Komunikasi dokter-pasien >>>>

Perbaikan pelayanan ?
60% Ob-Gyn di Australia pernah mengalami tuntutan
dlm Obstetrik
Uang ganti A$ 35.515 (median)
44% akan berhenti praktek obstetri dalam 5 tahun
mendatang

MacLennan AH, Spencer MK. Projections of Australian obstetricians ceasing


practice and the reasons. Med J Aust 2002;176:425.

Kredensial
SIKAP
AD/Statuta
RS
Akreditasi
-Buku LOG
-Kualifikasi
-Pelatihan

Komite
Medik

Ijin Praktek

Standar
Profesi
Panduan Etik

Organisasi
Profesi

Clinical Governance Working Definition

Sistem atau metode yang dapat memberikan citra


tinggi dan akuntabilitas bagi otoritas kesehatan
untuk memperbaiki kualitas pelayanan dan
jaminan mutu melalui manajemen dan lingkungan
yang kondusif bagi keberlangsungan asuhan atau
pelayanan prima

Mengapa diperlukan?

Jaminan kualitas
Mempromosikan kepatuhan terhadap
standar dan pentingnya jaga mutu
Menimbulkan kepercayaan masyarakat
terhadap kualitas pelayanan yang diberikan
Uji akuntabilitas standar dan etika profesi
terhadap keluaran (output) pelayanan

Kemitraan dalam Jaminan Kualitas

Profesi dan Otoritas Kesehatan


Peraturan dan Standar Profesi yang
mendukung terwujudnya kualitas
Pendidikan Berkelanjutan sebagai upaya
pengembangan profesionalisme dan
perbaikan kompetensi

Akuntabilitas Lokal

Klinisi Senior (Knowledgeable) sebagai


penanggung-jawab Clinical Governance
Laporan Berkala tentang Kualitas dan
Masalahnya serta Pelaksanaan Clinical
Governance
Pemantauan Obyektif dan Valid tentang
Clinical Governance di Tempat Kerja

Program Perbaikan Kinerja dan Kualitas


AMP, Facility Audit, Clinical Audit, and
Confidential Inquiry
Praktik berdasarkan Bukti (evidence based
practice)
Diseminasi pengetahuan dan keterampilan
klinik terkini
Terbuka dan Percaya terhadap semua
bentuk Audit dan Performance & Quality
Improvement

Insiden Klinik

Insiden Klinik

Cedera ureter, usus, pembuluh darah


Keterlambatan diagnosis(mis. ektopik)
Deep venous thrombosis
Kegagalan prosedur (e.g. abortus, sterilisasi, laparoskopi)
Kecelakaan saat pelaksanaan (translokasi IUD Pascakeguguran)
Perdarahan tindakan operasi >500ml
Hiperstimulasi Ovarium
Pulmonary embolism
Operasi berulang yang tidak terencana

Kecelakaan Manajemen
Komplikasi anestesia
Keterlambatan memberikan pertolongan
Kerusakan Peralatan
Konflik Penatalaksanaan Pasien
Keluhan yang ditanggapi dengan penuntutan
Kesalahan terapi
Tertinggalnya kassa atau instrumen
Penyimpangan protokol atau pedoman