Anda di halaman 1dari 13

Laporan Skenario 3

Kata Sulit :
- Apgar score
Nilai apgar merupakan metode praktis yang secara sistematis
digunakan untuk menilai bayi baru lahir segera sesudah lahir, untuk
membantu mengidentifikasi bayi yang memerlukan resusitasi
akibat asidosis hipoksik
- Caput succedaneum : Pembengkakan kulit kepala pada bayi yang
baru lahir
- PCH : Pernafasan cuping hidung

a.
b.

c.
d.
e.

Kata Kunci :
- Bayi laki-laki
- BB 1800 gram
- Panjang badan lahir 40 cm
- Apgar score 1-3-3-5-7
- 30 menit setelah lahir mengalami kejang
- PF: kejang tipe fokal; HR 140x/m; RR 44x/m; SB 36,8OC; Gerakan
aktif menurun; tonus menurun
- Kepala : PCH (-); Sianosis (-); caput succadaneum (-)
- Thorax : retraksi (-); Cor/pulmo batas normal
- Abdomen : datar lemas; tali pusat terawat; ekstremitas hangat;
sianosis (-)
Masalah dasar:
Bayi laki-laki baru lahir mengalami kejang tipe fokal dengan apgar
score 1-3-3-5-7
Pembahasan
1. Anamnesis
Identitas
Ditanyakan identitas ibu maupun suami : Nama, umur, agama,
pendidikan, pekerjaan, suku/bangsa, alamat lengkap.
Alasan Datang/Keluhan ibu
Alasan datang : Apakah ibu datang untuk pemeriksaan kehamilan rutin?
Keluhan ibu : apakah ada hal yang berkaitan dengan kehamilan, yang
dirasakan oleh ibu? Apakah ada masalah-masalah yang dihadapi ibu yang
perlu dikemukakan saat pemeriksaan.
Riwayat menstruasi
menarche, siklus teratur / tidak, lamanya, banyaknya darah, warna, bau,
keluhan nyeri +/- menilai faal alat kandungan
Riwayat Perkawinan
kawin / tidak, berapa kali, usia pada saat menikah, berapa lama/lama
perkawinan (anak mahalkah?)
Riwayat KB
Pernah pakai kontrasepsi/tdk? Jenis kontrasepsi? Kapan dipakai? Di mana?
Oleh siapa? Lama pemakaian? Adakah keluhan? Kapan dilepas? Di mana?
Oleh siapa? Alasan berhenti/ ganti kontrasepsi?
f.
Riwayat Kehamilan, Persalinan, Nifas yang lalu
1) Riwayat Kehamilan

Anak keberapa? Ada masalah tidak dengan kehamilan yang lalu?


2) Riwayat persalinan
Spontan/buatan? Aterm/Premature? Kapan? Lahir dimana? Ditolong siapa?
Ada masalah saat persalinan?
3) Riwayat Nifas
Adakah masalah pada masa nifas? Infeksi? Perdarahan?
4) Anak
Jenis kelamin? BB? Hidup/mati? Kalau meninggal kenapa? Sehat? Adakah
kecacatan? Pemberian ASI? Bagaimana kondisinya sekarang?
Semua pertanyaan diatas untuk mengetahui prognosa kehamilan yang
sekarang.
g.
Riwayat Kehamilan Sekarang
HPHT? Umur kehamilan? HPL? Sudah pernah periksa /belum? Jika sudah
berapa kali? Dimana? Adakah keluhan? Baik TM I, II, III? Adakah
penanganan khusus keluhan tersebut? Sudah terasa gerakan janin/blm?
Imunisasi TT?
h.
Riwayat Penyakit
1) Riwayat penyakit sekarang
Apakah ibu sekarang dalam kondisi sakit? Keluhan? Adakah penyakit
sistemik lain yang mungkin mempengaruhi atau diperberat oleh
kehamilan (penyakit jantung, paru, ginjal, hati, diabetes mellitus)? Apakah
ibu dalam masa pengobatan?
2) Riwayat penyakit yang lalu
Riwayat penyakit sistemik lain yang mungkin mempengaruhi atau
diperberat oleh kehamilan (penyakit jantung, paru, ginjal, hati, diabetes
mellitus), riwayat alergi makanan / obat tertentu dan sebagainya.
Ada/tidaknya riwayat operasi umum / lainnya maupun operasi kandungan
(miomektomi, sectio cesarea dan sebagainya).
3) Riwayat penyakit keluarga
Riwayat penyakit sistemik, metabolik, cacat bawaan,? Penyakit keturunan
+/- (DM, kelainan genetik), penyakit menular +/- (TBC)
4) Riwayat Keturunan Kembar
Dalam keluarga adakah yang mempunyai keturunan kembar.
i.
Data kebiasaan sehari-hari
Dilakukan pengkajian dari pola kebiasaan sehari-hari ibu baik dari
sebelum hamil dan selama hamil. Dikaji tentang bagaimana nutrisi ibu
(frekuensi, jenis, porsi, keluhan, pantangan) ? Pola eliminasi (frekuensi,
warna, bau, konsistensi, keluhan) ? Personal hygiene (mandi, gosok gigi,
keramas, ganti pakaian ? Istirahat/tidur (tidur siang, tidur malam, keluhan)
? Kebutuhan sexual (seminggu berapa kali, keluhan)? Pola aktivitas
(aktivitas yang dilakukan sehari-hari) dsb
j.
Kebiasaan yang mengganggu kesehatan
Apakah ibu mempunyai kebiasaan merokok, minum jamu atau minum
minuman beralkohol, minum obat-obatan.

2. Pemeriksaan Fisik
1.Keadaan umum
Nilai bayi secara keseluruhan:besar/kecil
Ukuran tubuh proporsional/tidak
Kondisi bayi aktif/lemah
Tangisan lemah, keras, melengking ?
Kesadaran ? Letargis, waspada atau sedasi ?
Pucat/kuning /merah muda ?
2. Tanda-tanda vital
a.Pernafasan
Hitung dg melihat gerakan abdomen/menit
Hitung selama satu menit penuh
Utk BBl stabil, diukur setiap 3-4 jam
Utk BBl tdk stabil hitung setiap jam
Frekuensi normal : 40 60 kali/menit
Perhatikan apakah ada tarikan ddg dada, gerakan cuping
hidung,kedalaman nafas
Bagaimana bunyi nafas ?
Penilaian awal pernafasan saat lahi menjadi evaluasi keberhasilan transisi
bayi:
1.Pernafasannya nyaman
2.Tak ada tachypnea
3.Tak ngorok
4.Tak ada lekukan dada
5.Tak ada cyanosis/pucat
Penilaian pernafasan termasuk parameter berikut :
Warna kulit : merah muda, kebiruan, pucat, gelap,berbintik,kuning
Pernafasan: ringan,ngorok,cuping hidung kembang kempis, retraksi
Suara nafas : jauh,dangkal,stridor,wheezing,melemah, seimbang/ tidak
seimbang
Dinding dada : gerakannya simetrik atau tidak
Apnea/bradycardi: hitungan nafas terendah yg bisa diamati,
warna,diukur dg oximeter dan lama episode
Sekresi: jumlah (sedikit,sedang, banyak)
Warna (putih,kuning,bening,hijau,berdarah)
Konsistensi : encer, kental atau mukoid
b. Denyut jantung
Diukur dg cara auskultasi / 2 jari di atas jantung bayi selama satu menit
penuh
Pd BBl stabil dihitung setiap 3-4 jam
Pd BBl tak stabil dihitung setiap jam
Denyut jantung normal: 120-160/menit
Bl > 160 (takikardia): tanda infeksi, hypovolemia, hyperetermia, anemia,
konsumsi obat ibu

Bl < 100 (Bradikardi): BBl cukup bulan sedang tidur, kekurangan O2


Penialian kardiovaskuler termasuk parameter berikut :
Prekordium : tenang atau aktif
Bunyi jantung: jelas, dg splitting dari S2
Ritme : Normal atau arrhytmia
Murmur : jelaskan jika ada
Pengisian kembali kapiler : Beberapa detik
Denyut perifer : normal, lemah atau tidak

c. Suhu tubuh
Diukur melalui aksila, tahan 5 menit
Normal : 36,5 - 37C
BBl dalam incubator diukur setiap jam
Hipotermia :bbl sakit atau BBLR, jika berlanjut pertimbangkan sepsis
(tanda vital tak stabil, perubahan glukosa dlm darah),dehidrasi,
bacteremia, epidural ibu
Huipertermia: demam, infeksi, kurang minum
d. Tekanan darah
Diukur pd tangan kaki sesuai kondisi bayi
Menggunakan mesin dinamap jk ada
Normal 60-89/40-50
Bisa meningkat saat menangis
Akan turun saat tidur
e. Pengukuran 3 komponen pertumbuhan
1)Berat badan: ditimbang setiap hari
BB < 2500 gr : prematur atau SGA
BB > 3800 gr : LGA
Perlu mengetahui usia kehamilan secara akurat
Perhatikan glikemia pd BB < / >
BBL akan kehilangan 10% pd mg pertama
Bl kehilangan berlebihan : kurang ASI,dehidrasi
Jk BB sangat berbeda dg kemarin : timbang 2 X
BB akan kembali pd usia 2 minggu
Kenaikan BB diharapkan adl 30 gr/hari
2) Panjang badan
Diukur dr ubun2 s/d tumit, posisi telentang, sendi lutut dan panggul
harus ekstensi penuh
Normal : 45 53 cm
Diukur saat masuk dan setiap minggu dan dibandingkan dengan berat
badan
3) Lingkar kepala
Diukur saat masuk dan setiap minggu

Diukur: menghubungkan 4 titik : 2 frontal bosses dan 2 occipital


protuberances
Normal 33 38 cm
Letakan pita ukur pd bagian paling menonjol di tulang oksiput dan dahi
Pengukuran sedikitnya sekali sehari jk bbl gangguan neurologis
(perdarahan intraventricular,hydrocephalus,asfiksia)
3 Kepala
Apakah ada benjolan, caput, haetaom ?
Fontanel; cekung, menonjol, datar ?
Sutura : molase ? Derajat berapa ?
Pertumbuhan rambut ?
4. Mata
Simetris/tidak, gerakan bersamaan / tidak
Adanya darah pd permukaan mata (normal) kecuali pd pupil/iris hilang
Tanda ikterus, infeksi,
Pupil simetris, reaksi (lambat,cepat, tidak ada ?
Terbuka/ menutup ?
5. Telinga
Sejajar dengan ujung mata
Bentuk simetris/tidak,normal/tidak
Apakah ada pengeluaran ?
6. Hidung dan mulut
Apakah bernafas spontan/cuping hidung
Tanda kebiruan /cyanosis
Tanda labio-palatoskizis
Refleks rooting dan sucking
7. Leher
Pembesaran kelenjar tiroid, getah bening
Tonick neck refleks ?
8. Dada
Simetris/ tidak, gerakan nafas ? Kesulitan?
Dengarkan suara nafas,kiri &kanan sama?
Pembesaran kelenjar mammae
Dengarkan denyut jantung dg fetoskop
9. Perut/abdomen
Terlihat normal, tali pusat ?
Apakah ada hernia umbilicalis saat bayi nangis?
Suara perut: ada/tidak,hiperaktif, hipoaktif
Dinding perut: merah,meregang,ada batas perut membuncit
Palpasi: lembek, nyeri atau meregang

10. Bahu, lengan dan jari


Simetris/tidak, jari lengkap/tidak ?
Apakah tangan dapat digerakan secara normal,patah tulang ?
Refleks graps, refleks moro (hilang 4 bl)
R moro menetap > 4 bl :kerusakan otak
Respon yg tdk simetris: fraktur calivula, cedera fleksus brakhialis
11. Genetalia
a.Laki-laki
Scrotum tdd 2 kantung berisi testis
Lubang penis tepat di tengah ? Panjang < 2,5 cm ?, miksi ?
b. Perempuan
Labia mayora & minora ada ?
Keluarnya cairan : putih,krem,pseudomenorh, akan hilang dlm 10 hari
Miksi sdh/belum dalam 24 jam
12 Panggul
Pegang paha dan betis bayi , gerakan lurus ke arah samping luar,
dengarkan & rasakan bunyi klik kolaborasi
Gerakan paha ke atas dan kebawah, dengarkan bunyi klik
13. Punggung dan anus
Adakah benjolan/masa
Ada/tdk lubang anus, mekoneum ?
14. Ektremitas bawah
Simetris/tidak
Jari lengkap/tidak ?
Refleks babinski ?
Gerakan aktif/lemah, simetris/tidak ?
Kelainan bentuk ?

3. Intrepetasi Pemeriksaan Fisik


Normal
BB lahir = 2500-3999 gram -> 1800 gram (rendah)
Panjang badan lahir =45-54 -> 40 cm (kurang)
Heart rate = 130-160x/menit -> 140x/menit (normal)
RR = 40-60x/menit -> 44x/m (normal)
Suhu badan = 36,5-38,5 OC -> 36,8OC (normal)
Tabel Penilaian APGAR
Tanda-tanda
A:Appreance
(warna kulit]
P: Pulse
(frekuensi
jantung)

0
Pucat atau
Biru
Tak ada detak
jantung

1
Tubuh Merah
<100x/menit
Lemah dan
Lamban

2
Seluruh
Tubuh Merah
>100x/meni
t Detak
jantung kuat

G:Gremace
(Reaksi
terhadap
rangsang)
A: Activity
(Tonus otot)

Tidak ada
respon

Menyeringai
atau Kecut

Menganis

Tidak ada
gerakan

Ada sedikit

R: Respiratori

Tak ada

Seluruh
ekstermitas
bergerak
aktif
Menangis
Kuat

Pernapasan
perlahan, Bayi
terdengar
marah
Kelima hal diatas dinilai kemudian dijumlahkan.
Klasifikasi Klinik
a. Nilai 7-10 : bayi normal
b. Nilai 4-6 : bayi dengan asfiksia ringan dan sedang
c. Nilai 1-3 : bayi dengan asfiksia berat

4. Pemeriksaan Penunjang
1. Pemeriksaan darah lengkap
2. Gula darah
3. Pemeriksaan urine lengkap, produksi urine, dan osmollaritas
4. Serum elektrolit (Na, Ka, Ca, P, dan Mg)
5. BUN dan serum kreatinin
6. Faal pembekuan darah
7. Faal hati
8. Analisa gas darah
9. Foto torak
10. Fungsi lumbal yang dikerjakan untuk mendeteksi
kemungkinan adanya pendarahan intrakarnial atau
menyingkirkan adanya meningitis
11. Pemeriksaan EEG dapat membantu untuk menentukan
pengobatan dan prognosis penderita
12. Ultrasonografi kepala
13. CT scan kepala
14. MRI kepala
5. Diagnosis dan diagnosis banding
Diagnosis:
HIE (Hipoksia Iskemik Enselopathy)
HIE merupakan suatu sindrom yang ditandai dengan asfiksia
Apgar score 1-3-3-5-7. Pada menit ke-5 bahkan > 5 menit masih
persisten 0-3
Manifestasi neurologis segera pada waktu perinatal dengan gejala
kejang (kejang fokal)
Mengalami kekurangan oksigen (hipoksia) dan atau menurunnya perfusi
(iskemia) ke berbagai macam organ penting (otak )
Terjadi pada , 24 jam pertama kehidupan
DD:

Pengaruh sedasi, pemberian anastesia dan analgesia lainnya pada


ibu wakt persalinan
Infeksi virus, sepsis atau meningitis
Kelainan kongenital, SSP, jantung dan paru
Penyakit neuromuskular
Trauma persalinan
Kelainan metabolik bawaan
Manifestasi Klinis umum
Pucat
Sianosis
Frekuensi jantung menurun
Manifestasi klinis berdasarkan stadium

6. Penatalaksanaan
Kejang neonatal akutharusditerapisecaraagresif,
meskipunkontroversidalam perawatan yang optimal bagimereka.
Ketikaterdapatkejangklinis yang, harusdilakukanpemeriksaan yang
ketatuntukmenentukanpenyebabetiologiharusdimulaidengancepat.
Pertahankan homeostasis sistemik (pertahankanjalannafas,
usahanafasdansirkulasi)
Ketidakseimbanganelektrolitharusdiperbaikimelaluisitus vena sentral.
Ketikakesalahanmetabolismebawaandicurigai,
menghentikanpemberianmakanan,
karenamakanandapatmemperburukkejangdanensefalopati. Pemberianoba
t intravenamungkinharusdirencakanan.

1.
2.
3.
4.
5.

Setelahmasalahinitelahditangani, obatterapi (AED)


antiepilepsiharusdipertimbangkan. Fenobarbitaladalahobatawalpilihan.
Jikakejangterusberlanjut, penggunaanfenitoinharusdipertimbangkan.
Pasiendengankejangakibatperdarahanintrakranialharusmemilikipengukura
nlingkarkepaladilakukansetiaphari.
Sebuahpeningkatanpesatdalamlingkarkepaladapatmenunjukkanhidrosefal
us.
ProsedurTerapi anti kejang :
Pemberianobatantiepilepsiharusdilembagakansecaratertibdanefisien.Pera
watanawaldenganfenobarbitalharusdipertimbangkan.Jikakejangterusberla
njut,
fenitoinharusditambahkan.Kejangpersistenmungkinmemerlukanpengguna
anbenzodiazepinintravena, sepertilorazepamatau midazolam.
Fenobarbital : Loading dose 10-20 mg/kg BB intramuskuler dalam 5
menit, jikatidakberhentidapatdiulangdengandosis 10 mg/kgBBsebanyak 2
kali denganselangwaktu 30 menit.
Bilakejangberlanjutdiberikanfenitoin: loading dose 15-20 mg/kg BB intra
vena dalam 30menit.
Rumatanfenobarbitaldosis 3-5
mg/kgBB/haridapatdiberikansecaraintramuskuleratauperoraldalamdosister
bagitiap 12 jam, dimulai 12 jam setelah loading dose.
Rumatanfenitoindosis 4-8
mg/kgBB/hariintravenaatauperoraldalamdosisterbagitiap 12 jam.
Penghentianobat anti kejangdapatdilakukan 2
minggusetelahbebaskejangdanpenghentianobat anti
kejangsebaiknyadilakukansebelumpulangkecualididapatkanlesiotakberma
knapada USG atau CT Scan kepalaatauadanyatandaneurologi abnormal
saatakanpulang.
Seperti yang dinyatakansebelumnya,
kejangkonsentrasiobatharusdimonitorselamaperiodeakut.Obatiniseringkali
dihentikanantarausia 3 dan 6 bulanjikakejanglebihlanjutbelumterjadi.
Trenterhadappenghentiansebelumnyatelahbertemudenganhasil yang
baik.Hipoglikemia, jikaada, harusdiperbaiki.
Antikonvulsan.Obat inimencegahterulangnyakejangdanmengakhiriaktivi
taskejangklinisdanlistrik.

1 FenobarbitalPentinguntukmenggunakanjumlah minimal yang


diperlukanfenobarbitaldanmenungguuntukefekantikonvulsanuntukmenge
mbangkansebelumdosiskeduadiberikan.
Mulailahdengandosismuatandanlanjutkandengandosispemeliharaan.
2 Fenitoin (Dilantin,
Phenytek)Fenitoinharusditambahkankefenobarbitaljikakejangbertahan.
Fenitoindapatbertindak di korteksmotorik, di
manaiadapatmenghambatpenyebaranaktivitaskejang.

Aktivitasbatangotakpusatbertanggungjawabuntukfasetonikdarikejang
grand mal jugadapatterhambat.
3 Lorazepam (Ativan)Lorazepamadalahantikonvulsan benzodiazepine. Hal
inidigunakandalamkasus-kasusrefrakterterhadapfenobarbitaldanfenitoin.
Denganmeningkatkanaksi GABA, yang merupakan neurotransmitter
inhibisiutama di otak, lorazepamdapatmenekansemuatingkat SSP,
termasukformasilimbikdanretikuler
Vitamin, Water-Soluble.Pyridoxine mungkinefektifdalamkejang yang
tahanterhadapobat-obatansudahdibahas.Hal
inipentinguntukasamdeoksiribonukleat normal (DNA) sintesisdanfungsi
sel.

Pyridoxine (Aminoxin, Pyri-500)Piridoksinharusdiadilipadapasien yang


tidakmenanggapirejimenatas.
Pasiendenganpiridoksintergantungkejangsegerameresponpiridoksin
Terapi hypoxic ischaemic encephalopathy (HIE)
Terapi Hipotermia : Terapi hipotermia bertujuan untuk menurunkan
temperature struktur dalam otak yang rentan, yaitu ganglia basal, hingga
suhu 32-34C selama 72 jam yang diterapkan segera setelah resusitasi
atau maksimal 6 jam setelah terjadi hipoksik iskemik.
a. Selective Head Cooling with Mild Systemic Hypothermia
Tujuan dari terapi pendinginan selektif pada kepala adalah untuk
mencapai proses penurunan suhu yang adekuat pada temperature
serebral yang akan berefek pada pendinginan sistemik ringan (suhu inti
tubuh). Ini dilakukan dengan melakukan pendinginan pada permukaan
kepala.
b. Whole Body Cooling
Pendinginan seluruh tubuh (whole body cooling) memfasilitasi proses
pendinginan yang homogen pada seluruh struktur otak, termasuk regio
perifer maupun sentral.
Metode ini dapat dilakukan dengan menggunakan alat sederhana seperti
kipas atau cold packs yang ditaruh di sekitar bayi, atau yang lebih
terpercaya dengan menggunakan selimut atau matras pendingin.
Terapi hipotermia bersifat neuroprotektif dengan cara mengurangi laju
metabolism otak, melemahkan pelepasan zat eksitatorik (glutamate,
dopamine), memperbaiki cedera iskemik, menaikkan reuptake glutamate
dan menghambat produksi nitrit oksida yang bersifat toksik dan radikal
bebas sehingga mengurangi kerusakan sel saraf dan memperbaiki fungsi
saraf, mencegah kejadian kecacatan dan menurunkan angka mortalitas

7. Epidemiologi
Insiden HIE di amerika serikat terjadi pada 2-9 per 1000 bayi aterm lahir
hidup.
angka kejadian di Negara berkembang per 1000 bayi aterm lahir hidup ,
dir s.drsutomo Surabaya 12,25% dari 3405 bayi yang di rawat tahun 2004
menderita asfiksia . angka kematiannya tinggi sekitar 50% , angka
kecacatannya berhubungan dengan beratnya penyakit .
8. Etiologi dan Faktor Resiko
Faktor-faktor resiko :
1. Hipertensi selama kehamilan atau pre-eklampsia
2 Restriksipertumbuhan intra-uterin
3. Terlepasnyaplasenta
4. Anemiafetus
5. Postmaturitas
6. Persalinan non fisiologis
7. Malpresentasitermasuk vasa previa
Etiologi :
Hipoksiapada fetus disebabkan
1. Oksigenase yang tidakadekuatdaridarah maternal yangdisebabkanhipoventilasiselama
proses pembiusan, CHD, gagalnafas, keracunan CO2
2. Tekanandarahibu yang rendahkarenahipotensiakibatdarianestesi spinal atatekanan uterus
pada vena cava dan aorta.
3. Relaksasi uterus krangkarenapemberianoksitosinberlebihanakanmenyebabkantetani.
4. Plasentaterlepasdini
5. Penekanan pada tali pusat atau lilitan tali pusat
6. Vasokonstriksi pembuluh darah uterus karena kokain
7. Insufisiensi plasenta karena toksemia dan post date

9. Patofisiologi
Kegagalan pernafasan mengakibatkan terjadinya gangguan
pertukaran oksigen dan karbondioksida sehingga menimbulkan
berkurangnya oksigen dan meningkatnya karbondioksida diikuti dengan
asidosis respiratorik. Apabila proses berlanjut maka metabolisme sel akan
berlangsung dalam suasana anaerob dan memproduksi asam laktat
sehingga sumber glikogen terutama pada jantung dan hati akan
berkurang dan asam organic yang terjadi akan menyebabkan asidosis
metabolik. Hipoksia akan mengganggu metabolisme oksidatif serebral
sehingga asam laktat meningkat dan pH menurun dan akibatnya
menyebabkan proses glikolisisis anaerobik tidak efektif dan produksi ATP
berkurang.
Jaringan otak yang mengalami hipoksia akan meningkatkan
penggunaan glukosa. Adanya asidosis yang disertai dengan menurunnya
glikolisis, hilangnya autiregulasi serebrovaskuler, menyebabkan iskemia
dan menurunnya distribusi glukosa pada setiap jaringan. Pada tingkat
selanjutnya akan terjadi perubahan kardiovaskuler yang akan disebabkan

karena beberapa keadaan :


1. Hilangnya sumber glikogen dalam jantung akan mempengaruhi fungsi
jantung.
2. Terjadinya asidosis metabolik mengakibatkan menurunya sel jaringan
termasuk otot jantung sehingga menimbulkan kelemahan jantung.
3. Pengisian udara alveolus yang kurang adekuat menyebabkan tetap
tingginya resistensi pembuluh darah paru sehingga sirkulasi darah ke paru
dan sistem sirkulasi yang lain mengalami ganguan.
Pemakaian sumber glikogen untuk energi dalam metabolisme anaerob,
tubuh bayi akan menderita hipoglikemia. Pada asfiksia berat
menyebabkan kerusakan membrane sel terutama sel susunan saraf pusat
sehingga menyebabkan gangguan elektrolit berakibat terjadinya
hiperglikemia dan pembengkakan sel. Kerusakan sel otak terjadi setelah
asfiksia berlangsung selama 8 15 menit. Menurunnya atau terhentinya
denyut jantung akibat dari asfiksia mengakibatkan iskemia, bahaya
iskemia ini lebih hebat dari hipoksia karena mengakibatkan perfusi
jaringan kurang baik. Pada iskemia dapat mengakibatkan sumbatan
pembuluh darah kecil setelah mengalami asfiksia 5 menit atau lebih
sehingga darah tidak dapat mengalir meskipun tekanan perfusi darah
sudah normal. Peristiwa ini mungkin mempunyai peranan penting dalam
menetukan kerusakan yang menetap pada proses asfiksasi
10.
11.

12.

Komplikasi
Terjadi gangguan motorik yang parah
Disfungsi berbagai organ tubuh seperti gagal ginjal, payah jantung
Kematian
Ensefalopati hipoksik iskemik stadium berat 50% meninggal dunia,
sisanya timbul gejala yang berat
Adanya kelainan neurologi yang persisten pada 1-2 minggu saat
dipulangkan, 50% akan timbul epilepsi
Edukasi
Sejak awal, orang tua atau keluarga penderita perlu diberi
penjelasan kemungkinan yang terburuk akibat hipoksik iskemik
ensefalopati. Bila ada kelainan fisik, rehabilitasi medis dilakukan
sedini mungkin. Setelah keluar dari rumah sakit, penderita perlu
dipantau dan diterapi secara berkesinambungan di poliklinik
khusus dengan melibatkan beberapa keahlian disiplin ilmu,
seperti pediatri neurologi, rehabilitasi medis, orthopedi dan lainlainnya. Diperlukan kerjasama tim yang kompak dan harmonis
utuk menangani penderita.

Prognosis
Penderita yang mengalami HIE prognosisnya bervariasi, ada yang
sembuh total, cacat, atau meninggal dunia. Sangat bergantung pada
durasi dan stadium.
Pada kasus ini prognosis baik bila ditangani dengan cepat dan tepat
sebelum ada komplikasi dan sianosis.

13. Kenapa bayi ini mengalami sianosis


Karena berdasarkan apgar score yang didapatkan dari menit ke 5-20
mengalami peningkatan dengan baik yaitu pada menit ke 20 nilai
apgarnya sudah 7 yang berarti bayi sudah normal. Dan kemungkinan bayi
ini telah ditangani sebelumnya mengingat apgar score yang didapat pada
saat menit ke 5-15 jelek dan di indikasikan untuk dilakukan pembersihan
jalan nafas yaitu di resusitasi dan diberikan oksigen maka bayi belum
ditemukan sianosis.

14. Penyebab kejang pada neonatal


Komplikasi persalinan, yaitu asfiksia yang menimbulkan hipoksia
ensefalopati, trauma langsung susunan saraf akibat tindakan operasi
transvaginal/forseps/vakum ekstraksi, perdarahan intrakranial trutama
bayi kurang bulan
Gangguan metabolisme, yaitu hipoglikemia (<45mg/dl) yang terjadi pada
bayi kurang bulan, bayi kecil untuk usia kehamilan, bayi dengn diabetes
melitus
Gangguan elektrolit, yaituhipokalsemia (< 7mg/dl) yang terjadi pada bayi
kurang bulan, bayi kecil untuk usia kehamilan, hipertiroid; hiponatremia
(< 130mg/dl) atau hipernatremia (.131 mg/dl); hiperbilirubinemia
(kernikterus); kekurangan vitamin B6.
Infeksi (tetanus neonatorum, meningitis)
Bayi dengan kelainan konginetal (anensefali, hidrosefalus
meningoensefalokel)
Keadaan kejang pada bayi baru lahir merupakan masalah gawat darurat

Kesimpulan :
Bayi laki-laki baru lahir mengalami kejang tipe fokal dengan apgar
score 1-3-3-5-7 didiagnosis hipoksia-iskemik ensefalopati.