Anda di halaman 1dari 55

RPJP, RPJM,

Renstra, dan RKP


Renja SKPD
Alex Murtin, SE.,M.Si., Ak., CA

Dasar Hukum
UU No. 25/2004 tentang Sistem perencanaan
pembangunan nasional
UU 32/2004 tentang Pemerintahan Daerah
PP 8/2008 Tentang tahapan, tata cara
penyusunan, pengendalian dan evaluasi
pelaksanaan rencana pembangunan daerah
Pepres No. 7/2005 tentang Rencana
Pembangunan Jangka Menengah Nasional tahun
2004-2009

HUBUNGAN ANTARA RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA PANJANG


DENGAN RENCANA KERJA PEMDA DAN RENCANA KERJA SKPD
(UU 25/2004 TENTANG SISTEM PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL)

RENSTRA
KL

pedoman

RENJA
KL

pedoman

PUSAT

RPJP
Nasional

pedoman

RPJM
Nasional

RPJP
Daerah

RKP

diperhatikan

acuan

DAERAH

dijabarkan

pedoman

RPJM
Daerah

dijabarkan

RKP
Daerah

acuan

pedoman

RENSTRA
SKPD

pedoman

RENJA
SKPD

RPJP

Diacu

Masyarakat

Bappeda

KDH

Prov/Nas

Penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) Daerah

Pembahas
an
Raperda

Rancang
an Awal
RPJP
daerah
*Analisis
Kondisi
Umum
Daerah
*Rencana
Tata Ruang
Wilayah

Musrem
bang
Jangka
Meneng
ah
Daerah

Rancangan
Visi, Misi Arah
Pembangunan
Daerah
Aspirasi
Masyaraka
t Yang
Teramati

Rumusan
Hasil
Kesepakatan
Dan
Komitmen

Rancanga
n Akhir
RPJP
Daerah

Ditetapkan
Dengan
Perda

RPJP Daerah

Pedoma
n
RPJM Daerah

Pemangku
Kepentingan
Pembangun
an

HUBUNGAN ANTARA RENCANA STRATEGIS,


RENCANA OPERASIONAL, DAN RENCANA KERJA
DAN ANGGARAN
PLATFORM KDH

5 Tahun

BAPPEDA

Renstra SKPD

1 Tahun

RKP PEMDA

Ranc. Renja-SKPD

1 Tahun

APBD

PERDA
APBD

RKA-SKPD

DOK. PELAKSANAAN
ANGGARAN

Pedoman

RPJP
Pedoman
Nasional

Diacu

Pedoman

Pedoman

Renja KL
Diacu
Dijabarkan

RPJM
Nasional

Diperhatikan

RPBN

APBN

Pedoman

RKP

Diserasikan Melalui Musrenbang


Dijabarkan

RPJM
Daerah

Pedoman

RKPD
Pedoman

Renstra
SKPD

UU SPPN

RAPBD

APBD

Pedoman

Renja
SKPD

RKASKPD

Rincian
APBD

UU KN

Pemerintah Daerah

RPJP
Daerah

RKA- KL

Rincian
APBN

Pemerintah Pusat

Renstra
KL

ALUR PROSES

Renstrada
Arahan, mandat dan pembinaan
dari Pemerintah Pusat

Asumsi Dasar &


Estimasi Kapasitas
Keuda

Penjaringan Aspirasi

Kinerja Masa
Lalu

PENGANGGARAN DAERAH

MASYARAKAT
Tokoh Masyarakat, LSM,
Ormas, Asosiasi Profesi,
Perguruan Tinggi dan lainlain

Penjaringan Aspirasi

Pokok-pokok
Pikiran
DPRD
SK PENGANGKATAN
(PENDELEGASIAN
WEWENANG)

PEMDA

TIM ANGGARAN
EKSEKUTIF

Renstra
UK

Strategi &
Prioritas APBD
2

DPRD

PANITIA
AD HOC

Surat
Edaran
3

UNIT KERJA

Rencana
Anggaran
Satker
4

Arah & Kebijakan


Umum APBD
1

PANITIA ANGGARAN
LEGISLATIF

Pra R A P B
D

5
Pengajuan RAPBD

RAPBD
6

Perda APBD
7

Klarifikasi & Ratifikasi RAPBD

Partisipasi

PROSES
PENGANGGARAN
DAERAH

KEBIJAKAN
BANGNAS & KEUDA

RENSTRADA

JARING ASMARA
MUSRENBANGDA

KERANGKA EK MAKRO
PRIORITAS PEMBANGUNAN

RKPD
EVALUASI KINERJA
MASA LALU

RENSTRA SKPD

PEMDA
PERATURAN KDH

KEBIJAKAN UMUM APBD


&
PRIORITAS&PLAFON
ANGGARAN
SEMENTARA

PANITIA ANGGARAN
LEGISLATIF

Juklak Juknis
RenJa SKPD

SATKER

DPRD

Plafon Anggaran
Standar Harga
Form RKASKPD

RKA SKPD
TIM ANGGRN
PEMERINTAH
DAERAH
RAPBD

Perda APBD

Pengajuan
Raperda APBD
Evaluasi Raperda
APBD

Persetujuan Raperda
APBD

UU N0. 25 tahun 2004


Pendekatan Penysunan RPJP/M
Politik
Teknokratik
Partisipatif
Arah atas-bawah (top-down)
Arah bawah-atas (bottom-up).

Pendekatan politik

Rakyat ketika memilih Calon


Gubernur/Bupati/ Walikota berdasarkan
program-program pembangunan yang
ditawarkan

Rencana pembangunan adalah penjabaran


dari agenda-agenda pembangunan yang
ditawarkan Calon
Gubernur/Bupati/Walikota pada saat
kampanye ke dalam rencana
pembangunan jangka menengah.

Pendekatan Teknokratik
Difokuskan

(BAPPEDA)

pada perangkat SKPD

Perencanaan

dengan pelaksanaan
dengan menggunakan metode dan
kerangka berpikir ilmiah oleh
lembaga atau satuan kerja yang
secara fungsional bertugas untuk itu.

Pendekatan Partisipatif

Perencanaan dengan pelaksanaan dengan


melibatkan semua pihak yang berkepentingan
(stakeholders) terhadap pembangunan.

Tjuan untuk mendapatkan aspirasi dan


menciptakan rasa memiliki
Pemerintah derah
Masyarakat Umum lewat DPR
Masyarakat Industri lewat asosiasi

Pendekatan
Atas-bawah dan Bawah-atas
Menurut
Rencana

jenjang pemerintahan

hasil proses atas-bawah dan


bawah-atas harus selaras dengan
musyawarah di tingkat nasional,
provinsi, kabupaten/kota, kecamatan
dan desa.

Tujuan Utama
1.

2.
3.
4.
5.

Perencanaan Pembangunan Daerah

Meningkatkan konsistensi antar kebijakan yg dilakukan berbagai


organisasi publik dan antara kebijakan makro dan mikro maupun
antara kebijakan dan pelaksanaan
Meningkatkan transparansi dan partisipasi dalam proses
perumusan kebijakan dan perencanaan program
Menyelaraskan perencanaan program dan penganggaran
Meningkatkan akuntabilitas pemanfaatan sumberdaya dan
keuangan publik
Terwujudnya penilaian kinerja kebijakan yang terukur,
perencanaan dan pelaksanaan, sesuai RPJMD sehingga tercapai
efektivitas perencanaan
Proses perencanaan dilaksanakan dengan memasukkan prinsip
pemberdayaan, pemerataan, demokratis, desentralistik,
transparansi, akuntabel, responsif, dan partisipatif dengan
melibatkan seluruh unsur lembaga negara, lembaga pemerintah,
masyarakat, dan pemangku kepentingan
(Penjelasan UMUM PP No.8/2008)

PRINSIP PERENCANAAN
PEMBANGUNAN
DAERAH
1. Perencanaan pembangunan daerah merupakan satu
2.

3.
4.

>

kesatuan dalam sistem perencanaan pembangunan


nasional.
Perencanaan pembangunan daerah dilakukan pemerintah
daerah bersama para pemangku kepentingan berdasarkan
peran dan kewenangan masing-masing.
Perencanaan pembangunan daerah mengintegrasikan
rencana tata ruang dengan rencana pembangunan daerah.
Perencanaan
pembangunan
daerah
dilaksanakan
berdasarkan kondisi dan potensi yang dimiliki masingmasing daerah, sesuai dinamika perkembangan daerah
dan nasional.
Perencanaan pembangunan daerah dirumuskan secara
transparan,
responsif,
efisien,
efektif,
akuntabel,
partisipatif, terukur, berkeadilan dan berkelanjutan.

21/08/15

15

TAHAPAN RENCANA
PEMBANGUNAN DAERAH

Rencana Pembangunan Daerah meliputi:


1. Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah
yang
selanjutnya
disingkat
RPJPD
adalah
dokumen perencanaan daerah untuk periode 20
(dua puluh) tahun;
2. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah
yang selanjutnya disingkat RPJMD adalah
dokumen perencanaan daerah untuk periode 5
(lima) tahun;
3. Rencana Kerja Pembangunan Daerah yang
selanjutnya disingkat RKPD adalah dokumen
perencanaan daerah untuk periode 1 (satu) tahun
21/08/15

16

Rencana Pembangunan Daerah


disusun dengan tahapan:
a) Penyusunan rancangan awal;
b) Pelaksanaan Musrenbang
(Musyawarah Perencanaan
Pembangunan);
c) Perumusan rancangan akhir;
dan
d) Penetapan rencana.
21/08/15

17

Asumsi Dasar Rencana


Disusun

sesuai dengan kewenangan


daerah sebagai satu kesatuan dalam
sistem perencanaan nasional
Jangka Panjang, menengah, dan
pendek (tahunan)
Menjamin keterkaitan dan konsistensi
antara Perencanaan dan
Penganggaran, Pelaksanaan, Evaluasi
dan Pengendalian

Maksud dan Tujuan


Tujuan

Terlaksananya koordinasi antar pelaku pembangunan


melalui penyusunan rencana kerja dalam mengisi
kerangka regulasi dan kerangka anggaran yang bersifat
indikatif;

Menjamin terciptanya integrasi, sinkronisasi dan sinergis


baik antar wilayah, antar ruang, antar fungsi Pemerintah
maupun antara Pusat dan Daerah;

Menjamin keterkaitan dan konsistensi antara


perencanaan, penganggaran, pelaksanaan dan
pengendalian;

Mengoptimalkan partisipasi masyarakat;

Menjamin tercapainya penggunaan sumber daya secara


efisien, efektif, berkeadilan dan berkelanjutan;

Untuk memudahkan penilaian terhadap hasil capaian


kinerja Pemerintahan Daerah baik Tahunan maupun Lima
Tahunan.

Hubungan RPJP dengan Dokumen


Perencanaan lainnya
Seluruh dokumen Rencana pembangunan
merupakan satu kesatuan yang saling terkait
satu sama lainnya, dimulai dari tingkat
kebijakan, rencana kerja, dan anggaran
RPJP ditetapkan dengan Perda yang
berfungsi sebagai pedoman penyusunan visi,
misi, dan program prioritas dan perdoman
penyusunan RPJM
RPJP Provinsi merupakan acuan bagi
penyusunan RPJP kabupaten/kota

Fungsi RJP
Pedoman

Penyusunan Visi, Misi,


Program Prioritas Calon Kepala
Daerah
Pedoman Penyusunan RJPM Daerah
RJPJ Provinsi merupakan acuan
penyusunan RPJP kabupaten/kota

Rencana Pembangunan Jangka


Panjang Daerah (RPJPD)
Penyusunan Rancangan Awal RPJPD
a. Bappeda menyusun rancangan awal RPJPD.
b. RPJPD provinsi memuat visi, misi dan arah
pembangunan daerah dengan mengacu pada
RPJP Nasional.
c. RPJPD kabupaten/kota memuat visi, misi dan
arah pembangunan daerah dengan mengacu
pada RPJP Nasional dan RPJPD provinsi.
d. Dalam menyusun rancangan awal RPJPD,
Bappeda meminta masukan dari SKPD dan
pemangku kepentingan.
21/08/15

22

Pelaksanaan Musrenbang RPJPD


a. Musrenbang
dilaksanakan
untuk
membahas rancangan awal RPJPD
b. Musrenbang
dilaksanakan
oleh
Bappeda dengan mengikutsertakan
pemangku kepentingan
c. Musrenbang
dilaksanakan
dengan
rangkaian
kegiatan
penyampaian,
pembahasan
dan
penyepakatan
rancangan awal RPJPD.
d. Pelaksanaan Musrenbang ditetapkan
oleh kepala daerah
21/08/15

23

Perumusan Rancangan Akhir RPJPD


a. Rancangan akhir RPJPD dirumuskan
berdasarkan hasil Musrenbang.
b. Rancangan akhir RPJPD dirumuskan
paling lama 1 (satu) tahun sebelum
berakhirnya RPJPD yang sedang
berjalan.
c. Rancangan akhir RPJPD disampaikan
ke DPRD dalam bentuk Rancangan
Peraturan Daerah tentang RPJPD
paling lama 6 (enam) bulan sebelum
berakhirnya RPJPD yang sedang
berjalan.
21/08/15

24

Penetapan RPJPD
DPRD bersama Kepala Daerah membahas Rancangan

DPRD bersama Kepala Daerah membahas Rancangan


Peraturan Daerah tentang RPJPD
RPJPD ditetapkan dengan Peraturan Daerah setelah
berkonsultasi dengan Menteri Dalam Negeri
Gubernur menyampaikan Peraturan Daerah tentang
RPJPD Provinsi paling lama 1 (satu) bulan kepada
Menteri Dalam Negeri
Bupati/Walikota menyampaikan Peraturan Daerah
tentang RPJPD Kabupaten/Kota paling lama 1 (satu)
bulan kepada Gubernur dengan tembusan kepada
Menteri Dalam Negeri
Kepala Daerah ( Gubernur / Bupati / Walikota )
menyebarluaskan Peraturan Daerah tentang RPJPD
Provinsi/Kabupaten/Kota kepada masyarakat

21/08/15

25

Sistematika Rencana
Pembangunan Daerah

Sistematika

penulisan RPJPD, paling


sedikit mencakup:
a. pendahuluan;
b. gambaran umum kondisi daerah;
c. analisis isu-isu strategis;
d. visi dan misi daerah;
e. arah kebijakan; dan
f. kaidah pelaksanaan.

21/08/15

26

Rerangka Pendekatan RJPM


Penganggaran terpadu
Kerangka Pengeluaran
jangka menengah
Penganggaran berbasis
kinerja

Top
Down

Bottom
Up

Stakeholders

Rerangka RJPM
RPJM

Renstra-SKPD

Renja - SKPD

RKP
Renstra-SKPD

Renja - SKPD

RKA - SKPD

Rerangka RPJM
Untuk

menghubungkan Renstra
dengan anggaran
Menghindarkan tumpang tindih
program/ kegiatan
Ketersediaan pendanaan program/
kegiatan yang lintas fungsi, lintas
instansi, lintas daerah
Menjamin kepastian pendanaan &
pemanfaatan sumber daya secara
efisien, efektif, dan tanggungjawab
yang jelas

Fungsi RJPM
Pedoman

bagi kepala SKPD untuk


menyempurnakan Rancangan
Rensatra SKPD menjadi Renstra SKPD
Bahan Utama penyusunan RKP PEMDA
Dasar Evaluasi dan Laporan
Pelaksanaan Kinerja Kepala Daerah
RPJM Provinsi merupakan bahan
masukan dalam penyusunan RPJM
Kabupaten/kota

Hubungan RPJM dengan


Dokumen Perencanaan lainnya
RPJM Daerah merupakan penjabaran dari
visi, misi, program Kepala Daerah terpilih.
RPJM Daerah disusun dengan berpedoman
pada RPJP Daerah dengan memperhatikan
RPJM Nasional dan Provinsi.
RPJM Daerah menjadi pedoman dalam
penyusunan Renstra dan Renja SKPD.
RPJM Daerah dijabarkan kedalam RKPD
yang akan menjadi pedoman dalam
penyusunan RAPBD.

Hubungan RPJM dengan


Dokumen Perencanaan lainnya

RPJM ditetapkan berdasarkan perda fungsinya:


Pedoman bagi kepala SKPD utk menyempurnakan
Rancangan RENSTRA SKPD menjadi RENSTRA SKPD
Bahan Utama penyusunan Rencan Kerja Pemerintah
(RKP) Daerah
Dasar Evaluasi dan Laporan Pelaksanan Atas Kinerja
Kepala Daerah
RPJM Provinsi merupakan masukan dalam penyusunan
RPJM kabupaten/kota

RKP daerah yang ditetapkan dengan Peraturan


Kepala Daerah, digunakan sebagai
Pedoman penyempurnaan rancangan renja skpd
Pedoman penyusunan RAPBD

Hubungan RPJM dengan


Dokumen Perencanaan lainnya
Dalam penyusunan RPJM ditambahkan
rancangan program indikatif 1 th ke depan
setelah masa RPJM berakhir,dunanya urk
menjembatani kekosongan dokumen
jangka menegah pada masa jabatan
kepala daerah baru program transisi
RKP merupakan pedoman penyusunan
KUA (kebijakan umum anggaran) dan
Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara
(PPAS) , dalam rangka penyusunan RAPBD

Hubungan RPJM dengan


Dokumen Perencanaan lainnya
Dalam

penyusunan dokumen
perencanaan pebangunan daerah
baik RPJP, RPJM, dan RKP daerah
memerlukan data dan informasi yang
akurat dan dapat
diperyanggunjawabkan

Rencana Pembangunan Jangka


Menengah
Daerah
(RPJMD)
Penyusunan Rancangan Awal RPJMD
a.
b.
c.

Bappeda menyusun rancangan awal RPJMD.


RPJMD memuat visi, misi dan program kepala daerah.
Rancangan awal RPJMD berpedoman pada RPJPD dan
memperhatikan RPJM Nasional, kondisi lingkungan
strategis di daerah, serta hasil evaluasi terhadap
pelaksanaan RPJMD periode sebelumnya.
d. Kepala SKPD menyusun Rancangan Renstra-SKPD sesuai
dengan rancangan awal RPJMD
e. Rancangan Renstra-SKPD disampaikan oleh Kepala SKPD
kepada Bappeda
f. Bappeda menyempurnakan rancangan awal RPJMD
menjadi rancangan RPJMD dengan menggunakan
rancangan Renstra-SKPD sebagai masukan.
21/08/15

35

Pelaksanaan Musrenbang RPJMD


a. Musrenbang dilaksanakan untuk
membahas rancangan RPJMD
b. Musrenbang dilaksanakan oleh Bappeda
dengan mengikutsertakan pemangku
kepentingan.
c. Musrenbang dilaksanakan dengan
rangkaian kegiatan penyampaian,
pembahasan dan penyepakatan
rancangan RPJMD.
d. Pelaksanaan Musrenbang ditetapkan oleh
Kepala Daerah.
21/08/15

36

Perumusan Rancangan
Akhir RPJMD
a. Rancangan akhir RPJMD
dirumuskan oleh Bappeda
berdasarkan hasil
Musrenbang.
b.Pembahasan rumusan
rancangan akhir RPJMD
dipimpin oleh Kepala Daerah.
21/08/15

37

Penetapan RPJMD
RPJMD ditetapkan dengan Peraturan Daerah
setelah berkonsultasi dengan Menteri.
Peraturan Daerah tentang RPJMD ditetapkan paling
lama 6 (enam) bulan setelah kepala daerah
dilantik.
Peraturan Daerah tentang RPJMD Provinsi
disampaikan kepada Menteri.
Peraturan Daerah tentang RPJMD Kabupaten/Kota
disampaikan kepada gubernur dengan tembusan
kepada Menteri Dalam Negeri
Kepala Daerah ( Gubernur / Bupati / Walikota )
menyebarluaskan Peraturan Daerah tentang RPJMD
Provinsi/Kabupaten/Kota kepada masyarakat

21/08/15

38

Fungsi RKP
Pedoman

penyempurnaan rancangan
Renja SKPD
Pedoman Penysunan RAPBD

Rencana Kerja Pembangunan


Daerah (RKPD)

Penyusunan Rancangan Awal RKPD


a. Bappeda menyusun rancangan awal RKPD.
b. RKPD merupakan penjabaran dari RPJMD.
c. Kepala Bappeda mengkoordinasikan penyusunan rancangan RKPD
menggunakan rancangan Renja-SKPD dengan Kepala SKPD.
d. Rancangan RKPD memuat rancangan kerangka ekonomi daerah,
program prioritas pembangunan daerah, rencana kerja dan
pendanaannya serta prakiraan maju dengan mempertimbangkan
kerangka pendanaan dan pagu indikatif, baik yang bersumber dari
Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah maupun sumber-sumber
lain yang ditempuh dengan mendorong partisipasi masyarakat.
e. Penetapan program prioritas berorientasi pada pemenuhan hakhak dasar masyarakat dan pencapaian keadilan yang
berkesinambungan dan berkelanjutan.
f. Rancangan RKPD menjadi bahan Musrenbang RKPD.

21/08/15

40

Pelaksanaan Musrenbang RKPD

Musrenbang RKPD merupakan wahana


partisipasi masyarakat di daerah.
Musrenbang RKPD dilaksanakan oleh Bappeda
setiap tahun dalam rangka membahas
Rancangan RKPD tahun berikutnya.
Musrenbang RKPD provinsi dilaksanakan untuk
keterpaduan antar-Rancangan Renja SKPD dan
antar-RKPD kabupaten/kota dalam dan
antarprovinsi.
Musrenbang RKPD kabupaten/kota dilaksanakan
untuk keterpaduan Rancangan Renja antarSKPD dan antar-Rencana Pembangunan
Kecamatan.

21/08/15

41

Pelaksanaan Musrenbang RKPD provinsi difasilitasi


oleh Kementerian Dalam Negeri.
Pelaksanaan Musrenbang RKPD kabupaten/kota
difasilitasi oleh Pemerintah Provinsi.
Musrenbang RKPD kabupaten/kota dimulai dari
Musrenbang desa atau sebutan lain/kelurahan,
dan kecamatan atau sebutan lain.
Musrenbang RKPD provinsi dilaksanakan setelah
Musrenbang kabupaten/kota.
Kementerian Dalam Negeri menyelenggarakan
pertemuan koordinasi pasca-Musrenbang RKPD
provinsi.
Pemerintah Provinsi menyelenggarakan pertemuan
koordinasi pasca-Musrenbang RKPD
Kabupaten/Kota.
21/08/15

42

Perumusan Rancangan
Akhir RKPD

a. Hasil Musrenbang RKPD menjadi


dasar perumusan rancangan akhir
RKPD oleh Bappeda.
b. Rancangan akhir RKPD disusun
oleh Bappeda berdasarkan hasil
Musrenbang RKPD, dilengkapi
dengan pendanaan yang
menunjukkan prakiraan maju.
21/08/15

43

Penetapan RKPD

RKPD Provinsi ditetapkan dengan Peraturan Gubernur,


dan
RKPD
Kabupaten/Kota
ditetapkan
dengan
Peraturan Bupati/Walikota.
Gubernur menyampaikan Peraturan Gubernur tentang
RKPD Provinsi kepada Menteri Dalam Negeri.
Bupati/walikota
menyampaikan
Peraturan
Bupati/Walikota tentang RKPD Kabupaten/Kota kepada
gubernur dengan tembusan kepada Menteri.
RKPD
dijadikan
dasar
penyusunan
Rancangan
Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah.
Kepala Daerah ( Gubernur / Bupati / Walikota )
menyebarluaskan Peraturan Gubernur / Bupati /
Walikota tentang RKPD Provinsi/Kabupaten/Kota
kepada masyarakat.
21/08/15

44

Sistematika

RKPD paling sedikit

mencakup :
a. pendahuluan;
b. evaluasi pelaksanaan RKPD tahun
lalu;
c. rancangan kerangka ekonomi daerah
beserta kerangka pendanaan;
d. prioritas dan sasaran pembangunan;
dan
e. rencana program dan kegiatan
prioritas daerah.

21/08/15

45

Alur RENSTRA
Pemilihan KDH

Flatform/Isu

Visi dan Misi


RPJMD

RKP D

Renstra SKPD

KUA

Renja SKPD

PPA S

RKA

RPJM Nas

RAPBD

Renstra SKPD

Berkaitan dengan Visi

Terjemahkan Isi Visi


Penjabaran isi Visi
Tujuan agar stakeholder terlibat

Berkaitan dengan Misi

Terjemahkan Isi Misi


Penjabaran isi Misi

Program dan Kegiatan


Indikator
Potensi dan Hambatan

Tujuan agar terdapat sumber dan alokasi

Penetapan Strategi pencapaian misi, program dan


kegiatan

RENSTRA DAN RENJA SKPD


SKPD menyusun Renstra-SKPD.

Renstra-SKPD memuat visi, misi, tujuan, strategi,

kebijakan, program, dan kegiatan pembangunan


sesuai dengan tugas dan fungsinya.
Penyusunan Renstra-SKPD berpedoman pada
RPJMD dan bersifat indikatif.
Kecamatan atau sebutan lain sebagai SKPD
menyusun Renstra kecamatan dengan
berpedoman pada RPJMD Kabupaten/Kota.
Renstra-SKPD ditetapkan dengan keputusan
kepala SKPD.
48

21/08/15

SKPD menyusun Renja-SKPD.


Rancangan Renja-SKPD disusun dengan mengacu pada rancangan

49

awal RKPD, Renstra-SKPD, hasil evaluasi pelaksanaan program


dan kegiatan periode sebelumnya, masalah yang dihadapi, dan
usulan program serta kegiatan yang berasal dari masyarakat.
Rancangan Renja-SKPD memuat kebijakan, program, dan kegiatan
pembangunan baik yang dilaksanakan langsung oleh pemerintah
daerah maupun yang ditempuh dengan mendorong partisipasi
masyarakat.
Program dan kegiatan meliputi program dan kegiatan yang sedang
berjalan, kegiatan alternatif atau baru, indikator kinerja, dan
kelompok sasaran yang menjadi bahan utama RKPD, serta
menunjukkan prakiraan maju.
Rancangan Renja-SKPD dibahas dalam forum SKPD yang
diselenggarakan bersama antarpemangku kepentingan untuk
menentukan prioritas kegiatan pembangunan.
Renja SKPD ditetapkan dengan keputusan kepala SKPD.
21/08/15

Musrenbang Kecamatan :

M U S R E N BAN G
DESA

RKP - Desa

DU RKP-Desa

KUOTA
Kecamatan
(berasal dari
Rancangan Renja
SKPD & pagu
indikatifnya

Jaring
Asmara
DPRD

MUSRENBANG
Kecamatan

FORUM
SKPD

Renja SKPD

Mekanisme Musrenbang Kecamatan:


1.

2.

3.

4.

Daftar Usulan RKP-Desa yang diajukan ke Kecamatan untuk dibiayai


melalui APBD Kab/Kota dibahas di dalam Musrenbangcam, bersamasama dengan pagu indikatif Rancangan Renja SKPD dan hasil-hasil
Jaring Asmara DPRD.
Setiap Kecamatan harus sudah memiliki KUOTA KECAMATAN (yang
dibedakan dari Pagu Indikatif Kecamatan). Kuota Kecamatan adalah Pagu
Indikatif SKPD-SKPD yang akan melaksanakan program-program
kegiatan di desa-desa di lingkup wilayah kecamatan
Hasil Musrenbang Kecamatan sebagai bahan (Materi) penyempurnaan
Rancangan Renja SKPD, yang kemudian melalui Forum SKPD menjadi
Renja SKPD ( lihat psl 27 ay.5 PP No. 8 Tahun 2008 beserta
penjelasannya)
Selanjutnya Renja SKPD (dipadukan dengan hasil-hasil Musrenbang
Kabupaten)menjadi bahan penyempurnaan Rancangan RKPD

Mekanisme Musrenbang Kecamatan:


1.

2.

3.

4.

Daftar Usulan RKP-Desa yang diajukan ke Kecamatan untuk dibiayai


melalui APBD Kab/Kota dibahas di dalam Musrenbangcam, bersamasama dengan pagu indikatif Rancangan Renja SKPD dan hasil-hasil
Jaring Asmara DPRD.
Setiap Kecamatan harus sudah memiliki KUOTA KECAMATAN (yang
dibedakan dari Pagu Indikatif Kecamatan). Kuota Kecamatan adalah Pagu
Indikatif SKPD-SKPD yang akan melaksanakan program-program
kegiatan di desa-desa di lingkup wilayah kecamatan
Hasil Musrenbang Kecamatan sebagai bahan (Materi) penyempurnaan
Rancangan Renja SKPD, yang kemudian melalui Forum SKPD menjadi
Renja SKPD ( lihat psl 27 ay.5 PP No. 8 Tahun 2008 beserta
penjelasannya)
Selanjutnya Renja SKPD (dipadukan dengan hasil-hasil Musrenbang
Kabupaten)menjadi bahan penyempurnaan Rancangan RKPD

Sistematika penulisan Renstra SKPD, paling sedikit

mencakup:
a. pendahuluan;
b. gambaran pelayanan SKPD;
c. isu-isu strategis berdasarkan tugas pokok dan
fungsi;
d. visi, misi, tujuan dan sasaran, strategi dan
kebijakan;
e. rencana program, kegiatan, indikator kinerja,
kelompok sasaran dan pendanaan indikatif; dan
f. indikator kinerja SKPD yang mengacu pada
tujuan dan sasaran RPJMD.
53

21/08/15

Sistematika penulisan Renja SKPD, paling sedikit

mencakup:
a. pendahuluan;
b. evaluasi pelaksanaan Renja SKPD tahun lalu;
c. tujuan, sasaran, program dan kegiatan;
d. indikator kinerja dan kelompok sasaran yang
menggambarkan pencapaian Renstra SKPD;
e. dana indikatif beserta sumbernya serta prakiraan
maju berdasarkan pagu indikatif;
f.
sumber dana yang dibutuhkan untuk menjalankan
program dan kegiatan; dan
g. penutup.

54

21/08/15