Anda di halaman 1dari 4

MAKALAH PERILAKU PERAWAT TERHADAP PASIEN

Senin, 21 Maret 2011


BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Salah satu profesi yang berperan penting dalam penyelenggaraan menjaga
mutu pelayanan kesehatan adalah keperawatan. Pelayanan keperawatan adalah
gabungan dari ilmu kesehatan dan seni merawat (care), suatu gabungan humanistik
dari ilmu pengetahuan, filosofi keperawatan, kegiatan klinik, komunikasi, dan ilmu
sosial (WHO Expert Committee on Nursing dalam Aditama, (2003))
Oleh karena itu penting sekali dikembangkan berbagai usaha untuk
meningkatkan kualitas pelayanan keperawatan diberbagai aspek. Salah satu aspek
yang coba dikaji disini adalah perilaku perawat terhadap pasien. Perawat sebagai
ujung tombak pelayanan di rumah sakit tentunya mempunyai kualitas kepribadian
berbeda-beda yang dipengaruhi oleh berbagai faktor baik internal maupun eksternal.
Perbedaan kualitas kepribadian perawat akan mempengaruhi cara perawat dalam
berinteraksi memberikan pelayanan, dimana akan berdampak pada tingkat kepuasan
pasien (Suryawati, Darminto, dan Shaluhiyah, 2006).
Kepribadian perawat sebagai pelanggan internal (pelaku pelayanan)
mempunyai pengaruh terhadap pola perilakunya terutama dalam memberikan
pelayanan kepada pasien agar memuaskan. Karena perawat senantiasa dua puluh
empat jam bersama pasien maka sikap dan perilaku perawat berpengaruh terhadap
kepuasan pasien terhadap pelayanan kesehatan.
1.2 Tujuan
Tujuan penulisan dari makalah ini adalah:
1. Menjelaskan definisi atau pengertian dari perilaku.
2. Menjelaskan perilaku perawat terhadap pasien.

BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Perilaku
Perilaku manusia adalah sekumpulan perilaku yang dimiliki oleh manusia
dan dipengaruhi oleh adat, sikap, emosi, nilai, etika, kekuasaan, persuasi, dan/atau
genetika.
Bimo Walgito (2003) berpendapat bahwa sikap yang ada pada seseorang
akan memberikan warna atau corak pada perilaku atau perbuatan orang yang
bersangkutan. Sementara sikap pada umumnya mengandung tiga komponen yang
membentuk struktur sikap, yaitu: komponen kognitif, komponen afektif, dan
komponen konatif.
Selanjutnya menurut Myers (1983), perilaku adalah sikap yang
diekspresikan (expressed attitudes). Perilaku dengan sikap saling berinteraksi,
saling mempengaruhi satu dengan yang lain.
Sementara Kurt Lewin (1951, dalam Brigham, 1991) merumuskan satu
model hubungan perilaku yang mengatakan bahwa perilaku (B) adalah fungsi
karakteristik individu (P) dan lingkungan (E), dengan rumus: B = f(P,E).
Karakteristik individu meliputi berbagai variabel seperti motif, nilai-nilai, sifat
kepribadian, dan sikap yang saling berinteraksi satu sama lain dan kemudian
berinteraksi pula dengan faktor-faktor lingkungan dalam menentukan perilaku.
Faktor lingkungan memiliki kekuatan besar dalam menentukan perilaku, bahkan
kadang-kadang kekuatannya lebih besar daripada karakteristik individu.
Dalam sosiologi, perilaku dianggap sebagai sesuatu yang tidak ditujukan
kepada orang lain dan oleh karenanya merupakan suatu tindakan sosial manusia
yang sangat mendasar. Perilaku tidak boleh disalahartikan sebagai perilaku sosial,
yang merupakan suatu tindakan dengan tingkat lebih tinggi, karena perilaku sosial
adalah perilaku yang secara khusus ditujukan kepada orang lain. Penerimaan
terhadap perilaku seseorang diukur relatif terhadap norma sosial dan diatur oleh
berbagai kontrol sosial. Dalam kedokteran perilaku seseorang dan keluarganya
dipelajari untuk mengidentifikasi faktor penyebab, pencetus atau yang
memperberat timbulnya masalah kesehatan. Intervensi terhadap perilaku
seringkali dilakukan dalam rangka penatalaksanaan yang holistik dan
komprehensif.
Perilaku manusia dipelajari dalam ilmu psikologi, sosiologi, ekonomi,
antropologi dan kedokteran. Perilaku seseorang dikelompokkan ke dalam perilaku
wajar, perilaku dapat diterima, perilaku aneh, dan perilaku menyimpang.
2.2 Karakteristik Perilaku
1. Perilaku adalah perkataan dan perbuatan individu. Jadi apa yang dikatakan dan
dilakukan oleh seseorang merupakan karakteristik dari perilakunya.
2. Perilaku mempunyai satu atau lebih dimensi yang dapat diukur, yaitu : frekuensi,
durasi, dan intensitas.
3. Perilaku dapat diobservasi, dijelaskan, dan direkam oleh orang lain atau orang
yang terlibat dalam perilaku tersebut.

4. Perilaku mempengaruhi lingkungan, lingkungan fisik atau sosial.


5. Perilaku dipengaruhi oleh lingkungan (lawful).
6. Perilaku bisa tampak atau tidak tampak. Perilaku yang tampak bisa diobservasi
oleh orang lain, sedangkan perilaku yang tidak tampak merupakan kejadian atau
hal pribadi yang hanya bisa dirasakan oleh individu itu sendiri atau individu lain
yang terlibat dalam perilaku tersebut.
2.3 Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Perilaku Manusia
Perilaku atau aktivitas pada individu atau organisme tidak timbul dengan
sendirinya, tetapi sebagai akibat dari stimulus yang diterima oleh organisme yang
bersangkutan baik stimulus eksternal maupun stimulus internal. Perilaku individu
dapat mempengaruhi individu itu sendiri, di samping itu perilaku juga
berpengaruh pada lingkungan. Demikian pula lingkungan dapat mempengaruhi
individu, demikian sebaliknya. Oleh sebab itu, dalam perspektif psikologi,
perilaku manusia (human behavior) dipandang sebagai reaksi yang dapat bersifat
sederhana maupun bersifat kompleks (Bandura, 1977; Azwar, 2003).
Secara garis besar, perilaku manusia diakibatkan oleh:

Genetika

Sikap - adalah suatu ukuran tingkat kesukaan seseorang terhadap perilaku


tertentu.

Norma sosial - adalah pengaruh tekanan sosial.

Kontrol perilaku pribadi - adalah kepercayaan seseorang mengenai sulit


tidaknya melakukan suatu perilaku.

2.4 Perilaku Perawat Terhadap Pasien


Keperawatan merupakan suatu bentuk pelayanan profesional yang
mempunyai suatu paradigma atau model keperawatan yang meliputi empat
komponen yaitu : manusia, kesehatan, lingkungan dan perawat itu sendiri.
Perawat adalah suatu profesi yang mulia, karena memerlukan kesabaran dan
ketenangan dalam melayani pasien yang sedang menderita sakit. Seorang perawat
harus dapat melayani pasien dengan sepenuh hati. Sebagai seorang perawat harus
dapat memahami masalah yang dihadapi oleh pasien, selain itu seorang perawat
dapat berpenampilan menarik. Untuk itu seorang perawat memerlukan
kemampuan untuk memperhatikan orang lain, ketrampilan intelektual, teknikal
dan interpersonal yang tercermin dalam perilaku peduli atau kasih sayang.
Perilaku peduli sangatlah penting untuk keperawatan. Perilaku peduli
adalah fokus pemersatu untuk praktek keperawatan. Perilaku peduli juga sangat
penting untuk tumbuh kembang, memperbaiki dan meningkatkan kondisi atau
cara hidup manusia. Perilaku Peduli (caring) mengandung 3 hal yang tidak dapat
dipisahkan yaitu perhatian, tanggung jawab, dan dilakukan dengan ikhlas.

Perilaku peduli (Caring) juga merupakan sikap peduli, menghormati dan


menghargai orang lain, artinya memberi perhatian dan mempelajari kesukaan
kesukaan seseorang dan bagaimana seseorang berfikir dan bertindak. Memberikan
asuhan secara sederhana tidak hanya sebuah perasaan emosional atau tingkah laku
sederhana, karena perilaku peduli merupakan kepedulian untuk mencapai
perawatan yang lebih baik, perilaku peduli bertujuan dan berfungsi membangun
struktur sosial, pandangan hidup dan nilai kultur setiap orang yang berbeda pada
satu tempat, maka kinerja perawat khususnya pada perilaku peduli menjadi sangat
penting dalam mempengaruhi kualitas pelayanan dan kepuasan pasien terutama
di rumah sakit, dimana kualitas pelayanan menjadi penentu citra institusi
pelayanan yang nantinya akan dapat meningkatkan kepuasan pasien dan mutu
pelayanan.
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Perawat adalah suatu profesi yang mulia, karena memerlukan kesabaran
dan ketenangan dalam melayani pasien yang sedang menderita sakit. Seorang
perawat harus dapat melayani pasien dengan sepenuh hati. Sebagai seorang
perawat harus dapat memahami masalah yang dihadapi oleh pasien, selain itu
seorang perawat dapat berpenampilan menarik. Untuk itu seorang perawat
memerlukan kemampuan untuk memperhatikan orang lain, ketrampilan
intelektual, teknikal dan interpersonal yang tercermin dalam perilaku peduli atau
kasih sayang.
3.2 Saran
Sebagai seorang perawat harus dapat memahami masalah yang dihadapi
oleh pasien, dan mempunyai perilaku yang peduli terhadap pasien