Anda di halaman 1dari 6

Penugasan Blok Respirasi

Laporan Critical Appraisal

Nama

: Keme Suko Koade

NIM

: 10711233

Kelompok

: 08

Tutor

: dr. Ari Nugroho

FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA
YOGYAKARTA
2012

Laporan Critical Appraisal


Analisis PICO
Patient
Intervensi
Comparison
Outcome
Type of question
Type of study

seorang laki-laki usia 80 tahun mengalami asma


Terapi nebulizer sabutamol
Terapi nabulizer procaterol
Asma cepat sembuh (efektivitas)
Terapi
RCT

Teknik Pencarian
Search di Google scholar dengan kata kunci Salbutamol for Asthma + Randomized clinical trial
+ double blind dan dengan pengaturan waktu pencarian sejak tahun 2007.
Jurnal yang didapat
Judul Tulisan

: The efficacy of nebulized procaterol versus nebulized salbutamol for


the treatment of moderate acute asthma : a randomized, doubleblind, parallel group study

Penulis

H. Mangunnegoro, F. Novariska, W.H Wiyono, A. Setiawati, dan M.


Louisa

Nama jurnal, tahun terbit : International Jurnal of Clinical Pharmacology and Therapeutics, 2011

Validitas
Pertanyaan
1a.

Jawab

Apakah

alokasi Ya ()

pasien terhadap terapi/


perlakuan

dilakukan

secara random?

Tidak ()

Keterangan
Pasien yang baru masuk UGD akan diberi tiga dosis
proceterol dan salbutamol nebulizer secara acak pada 140
orang. Randomisasi ini menggunakan random permuted
block of size.
Abstract jurnal : bagian Methods kalimat kedua, hal 614.
Patients were randomly assigned to receive three doses of

either nebulized procaterol or salbutamol.

Methods : bagian Study design and procedure paragraf ke


tiga kalimat ke dua, hal 615.
Treatment allocation was according to block randomization
using random permuted blocks of size 4.
1b.

Apakah Ya ()

rendomisasi dilakukan
tersembunyi?

Tidak ()

Penelitian dilakukan secara random, double blind. Pada


saat pasien diberikan procaterol dan salbutamol kegiatan
dilakukan oleh dokter. Sedangkan pada observasi dan
pengukuran, kegiatan dilakukan oleh investigator yang
sebelumnya tidak diberitahu.
Abstract : bagian Methods kalimat pertama, hal 614.
This was a randomized, double-blind
Methods : bagian Study design and procedure paragraf ke
tiga kalimat ke empat, hal 615.
Both drugs were administered by other physicians (to keep
the investigators blind to the study drug assigned)
Methods : bagian Study design and procedure paragraph
ke empat kalimat ke lima, hal 616.
All of these measurements were performed by the
investigators who were blinded to the study groups

1c.

Apakah

antara Ya ()

subyek penilitian dan


peneliti blind terhadap
terapi/ perlakuan yang
diberikan?

Tidak ()

Abstract : bagian Methods kalimat pertama, hal 614.


This was a randomized, double-blind, parallel group study
in 140 patients with moderate acute asthma according to
modified GINA 1998 who visited emergency department of
Persahabatan Hospital, Jakarta.

2a.

Apakah

semua Ya ()

subyek yang ikut serta


dalam

penelitian

diperhitungkan

Tidak ()

dalam

hasil / kesimpulan ?
(apakah
pengamanannya cukup
lengkap?)

Introduction : Figure 1. Flow of patients throughout the


study, hal 615.
Keterangan :
Diagram diatas menjelaskan keadaan pasien selama
penelitian. Jumlah pasien diawal penelitian adalah 70 orang
untuk setiap kelompok. Selama penelitian ada beberapa
pasien yang keluar dari penelitian karena beberapa hal
(tercantum dalam diagram diatas). Semua pasien yang
tetap ada dalam penelitian sampai penelitian selesai semua
datanya tercantum dalam diagram diatas. Dari diagram ini
terlihat bahwa pengamatan yang dilakukan cukup lengkap.

2b.
pengamatan
dilakukan

apakah Ya ()
yang
cukup

Tidak ()

Pengamatan yang dilakukan tidak cukup panjang, yaitu


selama

120

menit

(treatment

sampai

menit

ke-40,

pengukuran sampai menit ke 280).

panjang ?
Methods : bagian Study design and procedure paragraf ke

tiga kalimat ke tiga, hal 615.


Patients received either one ampoule of procaterol,
diluted with 2 ml of normal saline, or one ampoule of
salbutamol 3 times every 20 minutes (at 0, 20 and 40
minutes)
Methods : bagian Study design and procedure paragraf ke
empat kalimat pertama, hal 616.
The PEFR was measured using a miniwrights peak
expiratory flow meter (Airmed Clement Clarke International,
London, England) at the start of treatment (0 minute) and at
20, 40, 60 and 120 minutes
Methods : bagian Study design and procedure paragraf ke
empat kalimat ke lima, hal 616.
Then, the patient was observed for adverse event(s) that
2c.

apakah

subyek Ya ()

dianalisis

pada

kelompok

dimana

subyek

Tidak ()

might occur until 280 minutes.


Methods : bagian Statistical analysis paragraf pertama
kalimat pertama, hal 616.

tersebut

The primary analysis was intent-totreat (ITT) on all

dalam

randomized patients who received at least one dose of the

dikelompokkan
randomisasi ?

test drug, had at least one evaluation afterwards, and did


not have any major violation of the entry criteria. The
secondary analysis was per protocol (PP) on patients who

3a. selain perilaku yang Ya ()

completed the study


Semua pasien diperlakukan sama. Setelah eksperimen

dieksperimenkan,

selesai, pasien diberikan 6 tablet bronkodilator dan 6 tablet

apakah

subyek

diperlakukan sama ?

Tidak ()

kortikosteroid.
Methods : bagian Study design and procedure paragraph
ke empat kalimat ke enam, hal 616.

Afterwards, the patient was discharged from the study and


received 6 tablets of bronchodilator (salbutamol2 mg/tablet)
and 6 tablets of corticosteroid (methylprednisolone 4
mg/tablet)
3b. apakah kelompok
dalam penelitian sama
pada awal penelitian ?

Ya ()
Tidak ()

Introduction : Figure 1. Flow of patients throughout the


study, hal 615.

Keterangan :
Diagram diatas menunjukkan bahwa diawal penelitian
pasien dikelompokkan menjadi 2 yaitu, kelompok yang
diterapi dengan salbutamol dan kelompok yang diterapi
dengan procaterol. Diagram diatas juga menunjukkan tidak
adanya perubahan kelompok saat awal penelitian sampai
akhir penelitian