Anda di halaman 1dari 14

Penyakit tdk menular menurut depkes ri

1. Asma pdf +
https://duniakesehatanmasyarakat.wordpress.com/2014/04/12/epidemiolo
gi-penyakit-asma/
2. Penyakit paru obstruksi kronis
3. Kanker
4. Diabetes melitus
5. Penyakit hipertiroid
https://pusatinformasiobat.wordpress.com/2009/12/24/hipertiroid/
6. Hipertensi tekanan darah tinggi
http://eptmfkmunsri.blogspot.com/2013/03/hypertension-zone.html
7. Penyakit jantung http://eptmfkmunsri.blogspot.com/2013/03/penyakitjantung-koroner_21.html + word
8. Stroke http://artikelkesmas.blogspot.com/2013/12/makalah-strokeepidemiologi-penyakit.html
9. Penyakit ginjal
10.Penyakit rematik/sendi/encok ppt+ pdf
11.Kecendrungan ptm

PENYAKIT ASMA (ASTHMA)


Pengertian/batasan penyakit asma
Kata asma berasal dari kata azo atau azin yang berarti bernafas dengan sulit. Asma adalah
suatu penyakit kronik (menahun) yang menyerang saluran pernafasan (bronchiolus) pada paru
dimana terdapat peradangan (inflamasi) dinding rongga bronchiolus sehingga mengakibatkan
penyempitan saluran nafas yang akhirnya seseorang mengalami sesak nafas.
Asma didefinisikan juga sebagai gangguan inflamasi kronik saluran respiratorik dengan banyak
sel yang berperan khususnya sel mast, eosinophil, dan limfosit T. Pada orang yang rentan,
inflamasi ini menyebabkan episode wheezing berulang, sesak nafas, rasa dada tertekan
khususnya pada malam atau dini hari.
Penyebab Penyakit Asma.
Sampai saat ini, penyebab asma belum diketahui dengan pasti. Namun satu hal yang seringkali
terjadi pada semua penderita asma adalah fenomena hiperaktivitas bronchus. Bronkhus
penderita asma sangat peka terhadap rangsangan imunologik maupun non imunologik.. Karena
sifat tersebut, serangan asma mudah terjadi akibat berbagai rangsangan baik fisik, metabolisme,
kimia, alergi, infeksi dan sebagainya. Faktor-faktor tersebut antara lain :
a. Alergen utama : debu rumah, spora, jamur, dan tepungsari rerumputan
b. Iritan seperti asap, bau-bauan, dan polutan
c. Infeksi saluran nafas terutama yang disebabkan oleh virus
d. Perubahan cuaca yang ekstrim
e. Aktivitas fisik yang berlebihan
f. Lingkungan kerja
g. Obat-obatan
h. Emosi
i. Lain-lain seperti reflux gastro esophagus
Faktor-faktor Risiko Penyakit Asma.
Secara umum faktor risiko penyakit asma dapat dibedakan menjadi 2 kelompok yaitu faktor
genetik dan faktor lingkungan.
Gejala Klinis Asma.
Berat dan frekuensi serangan asma pada tiap penderita bervariasi. Beberapa penderita lebih
sering terbebas dari gejala dan hanya mengalami serangan sesak nafas yang singkat dan ringan
yang terjadi sewaktu-waktu. Penderita lainnya selalu mengalami batuk dan mengi (bengek) serta

mengalami serangan hebat setelah menderita suatu infeksi virus, olah raga atau terpapar oleh
allergen atau iritan, menangis atau tertawa juga bisa menyebabkan timbulnya gejala.
Suatu serangan asma dapat terjadi secara tiba-tiba ditandai dengan nafas yang berbunyi
(wheezing), batuk dan sesak nafas. Bunyi mengi terutama terdengar ketika penderita
menghembuskan nafasnya. Serangan dapat pula terjadi secara perlahan dengan gejala yang
secara bertahap semakin memburuk. Pada kedua keadaan tersebut, yang pertama kali
dirasakan oleh seorang penderita asma adalah sesak nafas, batuk atau rasa sesak di dada.
Serangan bisa berlangsung dalam beberapa menit atau bisa berlangsung sampai beberapa jam,
bahkan selama beberapa hari.
Gejala awal pada anak-anak bisa berupa rasa gatal di dada atau leher. Batuk kering malam hari
atau ketika melakukan olah raga juga bisa merupakan satu-satunya gejala. Selama serangan
asma sesak nafas bisa menjadi semakin berat, sehingga timbul rasa cemas. Sebagai reaksi
terhadap kecemasan, penderita juga mengeluarkan banyak keringat. Pada serangan yang
sangat berat penderita menjadi sulit untuk berbicara karena sangat sesak. Meskipun telah
mengalami serangan yang berat, biasanya penderita akan sembuh sempurna.
Kebingungan, letargi (keadaan kesadaran menurun, penderita seperti tidur lelap tetapi dapat
dibangunkan sebentar kemudian tertidur kembali) dan sianosis merupakan pertanda bahwa
persediaan oksigen penderita sangat terbatas dan perlu pengobatan segera. Kadang beberapa
alveoli di paru bisa pecah dan menyebabkan udara terkumpul di rongga pleura atau sekitar
organ dada, hal ini akan memperburuk sesak yang dialami penderita.

jantung
Definisi Kasus
Menurut CDC, penyakit arteri koroner terjadi ketika zat yang disebut plak
menumpuk di arteri yang memasok darah ke jantung (disebut arteri koroner).
Plak terdiri dari endapan kolesterol, yang dapat terakumulasi dalam arteri. Ketika
ini terjadi, arteri dapat menyempit dari waktu ke waktu. Proses ini disebut
aterosklerosis.[6]
Penyakit jantung koroner (PJK) adalah penyakit yang terjadi sebagai
manifestasi dari penurunan suplai oksigen ke otot jantung sebagai akibat
penyempitan atau penyumbatan aliran darah arteri koronaria yang manifestasi
kliniknya, tergantung pada berat ringannya penyumbatan arteri koronaria.[7]
Menurut U.S. National Library of Medicine, Penyakit jantung koroner (PJK) adalah
penyempitan pembuluh darah kecil yang memasok darah dan oksigen ke
jantung. PJK juga disebut penyakit arteri koroner.[8]
Menurut WHO, PJK adalah penyakit yang disebabkan oleh gangguan jantung dan
pembuluh darah, dan termasuk penyakit jantung koroner (serangan jantung),
penyakit serebrovaskular (stroke), peningkatan tekanan darah (hipertensi),
penyakit arteri perifer, penyakit jantung rematik, penyakit jantung bawaan dan
gagal jantung. Penyebab utama penyakit kardiovaskular adalah penggunaan
tembakau, aktivitas fisik, diet yang tidak sehat dan penggunaan berbahaya
alkohol.[9]

Hipertiroid

Hipertiroidisme (Tiroktosikosis) merupakan suatu keadaan di mana didapatkan kelebihan


kadar hormon tiroid bebas dalam darah. Karena ini berhubungan dengan suatu kompleks
fisiologis danbiokimiawi yang ditemukan bila suatu jaringan memberikan hormon tiroid
berlebihan. Krisis tiroid merupakan suatu keadaan klinis hipertiroidisme yang paling berat
mengancam jiwa, umumnya keadaan ini timbul pada pasien dengan dasar penyakit Graves
atau Struma multinodular toksik, dan berhubungan dengan faktor pencetus: infeksi, operasi,
trauma, zat kontras beriodium, hipoglikemia, partus, stress emosi, penghentian obat anti
tiroid, ketoasidosis diabetikum, tromboemboli paru, penyakit serebrovaskular/strok, palpasi
tiroid terlalu kuat.

Definisi Kasus hipertensi


Menurut Depkes, hipertensi adalah meningkatnya tekanan darah sistolik
lebih besar dari 140 mmHg dan atau diastolik lebih besar dari 90 mmHg pada
dua kali pengukuran dengan selang waktu 5 menit dalam keadaan cukup
istirahat. Sedangkan definisi WHO mengenai hipertensi adalah peningkatan
tekanan darah yang bersifat konstan pada saat istirahat. darah sistolik antara
140-160 mmHg disebut hipertensi perbatasan. 5

Hipertensi adalah keadaan peningkatan tekanan darah yang member


gejala yang akan berlanjut ke suatu organ target seperti stroke (untuk otak ),
penyakit jantung koroner (untuk pembuluh darah jantung) dan hipertrofi
ventrikel kanan / left ventricle hypertrophy (untuk otot jantung). Banyaknya
penderita hipertensi diperkirakan sebesar15 juta bangsa Indonesia tetapi hanya
4% yang controlled hypertension. Yang dimaksud dengan hipertensi terkendali
adalah mereka yang menderita hipertensi dan tahu bahwa mereka menderita
hipertensi dan sedang berobat untuk itu. 4

Klasifikasi
Penyakit hipertensi bukanlah penyakin menular, tetapi penyakit ini harus diwaspadai.
Penyakit ini akan menjadi masalah kesehatan yang serius jika tidak terkendali. Karena akan
mengakibatkan komplikasi yang berbahaya dan berakibat fatal antara lain stroke, PJK dan gagal
ginjal. Hipertensi membuka peluang 12 kali lebih besar bagi penderitanya untuk menderita stroke dan
6 kali lebih besar untuk serangan jantung, serta 5 kali lebih besar kemungkinan meninggal karena
gagal jantung. 6
Tekanan darah diklasifikasikan berdasarkan pada pengukuran rata-rata dua kali atau lebih
pengukuran pada dua kali atau lebih kunjungan.

Berdasarkantabeldiatas,Klasifikasitekanandarahmencakup4kategori,dengannilai
normalpadatekanandarahsistolik(TDS)<120mmHgdantekanandarahdiastolik(TDD)<
80mmHg.Prehipertensitidakdianggapsebagaikategoripenyakittetapimengidentifikasi
pasienpasienyangtekanandarahnyacendrungmeningkatkeklasifikasihipertensidimasa
yangakandatang.Adaduatingkat(stage)hipertensi,dansemuapasienpadakategoriini
harus diberi terapi obat. Contohnya, tekanan darah seseorang tiga bulan terakhir adalah
120/90mmHg.Dengandemikianorangtersebutsudahtermasukdalamkategorihipertensi
stadium 1. Dalam keadaan ini perubahan/modifikasi pola hidup (termasuk di dalamnya
adalah pola makan dan aktivitas fisik) memegang peranan penting dalam
penatalaksanaannya.

Patofisiologi gout arthritis


Pendahuluan
Gout arthritis, atau lebih dikenal dengan nama penyakit asam urat, adalah salah satu penyakit inflamasi yang
menyerang persendian. Gout arthritis disebabkan oleh penimbunan asam urat (kristal mononatrium urat), suatu
produk akhir metabolisme purin, dalam jumlah berlebihan di jaringan. Penyakit ini sering menyerang sendi
metatarsophalangeal 1 dan prevalensinya lebih tinggi pada laki-laki dibandingkan perempuan. Kadang-kadang
terbentuk agregat kristal besar yang disebut sebagai tofi (tophus) dan menyebabkan deformitas.
Patofisiologi gout arthritis
Peningkatan kadar asam urat serum dapat disebabkan oleh pembentukan berlebihan atau penurunan eksresi
asam urat, ataupun keduanya. Asam urat adalah produk akhir metabolisme purin. Secara normal, metabolisme
purin menjadi asam urat dapat diterangkan sebagai berikut:
1.
Jalur de novo melibatkan sintesis purin dan kemudian asam urat melalui prekursor nonpurin. Substrat
awalnya adalah ribosa-5-fosfat, yang diubah melalui serangkaian zat antara menjadi nukleotida purin (asam
inosinat, asam guanilat, asam adenilat). Jalur ini dikendalikan oleh serangkaian mekanisme yang kompleks, dan
terdapat beberapa enzim yang mempercepat reaksi yaitu: 5-fosforibosilpirofosfat (PRPP) sintetase dan
amidofosforibosiltransferase (amido-PRT). Terdapat suatu mekanisme inhibisi umpan balik oleh nukleotida purin
yang terbentuk, yang fungsinya untuk mencegah pembentukan yang berlebihan.
2.
Jalur penghematan adalah jalur pembentukan nukleotida purin melalui basa purin bebasnya,
pemecahan asam nukleat, atau asupan makanan. Jalur ini tidak melalui zat-zat perantara seperti pada jalur de
novo. Basa purin bebas (adenin, guanin, hipoxantin) berkondensasi dengan PRPP untuk membentuk prekursor
nukleotida purin dari asam urat. Reaksi ini dikatalisis oleh dua enzim: hipoxantin guanin fosforibosiltransferase
(HGPRT) dan adenin fosforibosiltransferase (APRT).
Asam urat yang terbentuk dari hasil metabolisme purin akan difiltrasi secara bebas oleh glomerulus dan
diresorpsi di tubulus proksimal ginjal. Sebagian kecil asam urat yang diresorpsi kemudian diekskresikan di nefron
distal dan dikeluarkan melalui urin.
Pada penyakit gout-arthritis, terdapat gangguan kesetimbangan metabolisme (pembentukan dan ekskresi) dari
asam urat tersebut, meliputi:
1.
Penurunan ekskresi asam urat secara idiopatik
2.

Penurunan eksreksi asam urat sekunder, misalnya karena gagal ginjal

3.
Peningkatan produksi asam urat, misalnya disebabkan oleh tumor (yang meningkatkan cellular
turnover) atau peningkatan sintesis purin (karena defek enzim-enzim atau mekanisme umpan balik inhibisi yang
berperan)
4.
Peningkatan asupan makanan yang mengandung purin
Peningkatan produksi atau hambatan ekskresi akan meningkatkan kadar asam urat dalam tubuh. Asam urat ini
merupakan suatu zat yang kelarutannya sangat rendah sehingga cenderung membentuk kristal. Penimbunan
asam urat paling banyak terdapat di sendi dalam bentuk kristal mononatrium urat. Mekanismenya hingga saat ini
masih belum diketahui.
Adanya kristal mononatrium urat ini akan menyebabkan inflamasi melalui beberapa cara:
1.
Kristal bersifat mengaktifkan sistem komplemen terutama C3a dan C5a. Komplemen ini bersifat
kemotaktik dan akan merekrut neutrofil ke jaringan (sendi dan membran sinovium). Fagositosis terhadap kristal
memicu pengeluaran radikal bebas toksik dan leukotrien, terutama leukotrien B. Kematian neutrofil
menyebabkan keluarnya enzim lisosom yang destruktif.
2.
Makrofag yang juga terekrut pada pengendapan kristal urat dalam sendi akan melakukan aktivitas
fagositosis, dan juga mengeluarkan berbagai mediator proinflamasi seperti IL-1, IL-6, IL-8, dan TNF. Mediatormediator ini akan memperkuat respons peradangan, di samping itu mengaktifkan sel sinovium dan sel tulang
rawan untuk menghasilkan protease. Protease ini akan menyebabkan cedera jaringan.
Penimbunan kristal urat dan serangan yang berulang akan menyebabkan terbentuknya endapan seperti kapur
putih yang disebut tofi/tofus (tophus) di tulang rawan dan kapsul sendi. Di tempat tersebut endapan akan memicu
reaksi peradangan granulomatosa, yang ditandai dengan massa urat amorf (kristal) dikelilingi oleh makrofag,
limfosit, fibroblas, dan sel raksasa benda asing. Peradangan kronis yang persisten dapat menyebabkan fibrosis
sinovium, erosi tulang rawan, dan dapat diikuti oleh fusi sendi (ankilosis). Tofus dapat terbentuk di tempat lain
(misalnya tendon, bursa, jaringan lunak). Pengendapan kristal asam urat dalam tubulus ginjal dapat
mengakibatkan penyumbatan dan nefropati gout.

Stroke
Stroke adalah penyakit gangguan fungsional otak berupa kematian sel-sel saraf
neorologik akibat gangguan aliran darah pada salah satu bagian otak. Secara spesifik hal itu
terjadi karena terhentinya aliran darah ke otak karena sumbatan atau pendarahan. Gangguan
saraf atau kelumpuhan yang terjadi bergantung pada bagian otak mana yang terkena.Stroke
dibagi menjadi dua jenis yaitu Stroke iskemik maupun Stroke hemorragik. Pada Stroke
iskemik, aliran darah ke otak terhenti karena aterosklerosis (penumpukan kolesterol pada
dinding pembuluh darah) atau bekuan darah yang telah menyumbat suatu pembuluh darah ke
otak. Hampir sebagian besar pasien atau sebesar 83% mengalami Stroke jenis ini. Pada
Stroke iskemik, penyumbatan bisa terjadi di sepanjang jalur pembuluh darah arteri yang
menuju ke otak. Darah ke otak disuplai oleh dua arteria karotis interna dan dua arteri
vertebralis. Arteri-arteri ini merupakan cabang dari lengkung aorta jantung. Stroke Iskemik
terbagi lagi menjadi 3 yaitu:
Stroke Trombotik: proses terbentuknya thrombus yang membuat penggumpalan.
Stroke Embolik: Tertutupnya pembuluh arteri oleh bekuan darah.
Hipoperfusion Sistemik: Berkurangnya aliran darah ke seluruh bagian tubuh karena
adanya gangguan denyut jantung.
1.
2.
3.

Pada Stroke hemorragik, pembuluh darah pecah sehingga menghambat aliran


darah yang normal dan darah merembes ke dalam suatu daerah di otak dan merusaknya.
Hampir 70 persen kasus Stroke hemorrhagik terjadi pada penderita hipertensi.

1.2 Klasifikasi
a.

Stroke umumnya dibagi dalam 2 golongan besar, yaitu:


Stroke hemoragik
Pada stroke hemoragik, pembuluh darah pecah sehingga aliran darah menjadi tidak normal.
Darah yang keluar akan merembes masuk kedalam suatu daerah di otak dan merusaknya.
Sebagian besar kasus stroke terjadi secara mendadak, sangat cepat dan menyebabkan
kerusakan otak dalam beberapa menit (kompleted stroke). Selanjutnya stroke dapat
bertambah buruk dalam beberapa jam sampai satu sampai dua hari akibat bertambah luasnya
jaringan otak yang mati ( stroke in evoulation).

b. Stroke non hemoragik


Pada stroke non hemoragik, aliran darah keotak terhenti karena penumpukan kolesterol pada
dinding pembuluh darah (aterosklerosis) atau bekuan darah yang telah menyumbat suatu
pembuluh darah keotak. Hampir sebagian besar pasien atau sekitar 83% mengalami jenis ini.

1.3 Akibat stroke


Stroke dapat menyebabkan edema atau pembekakan otak. Hal tersebut berbahaya karena
ruang dalam tengkorak sangat terbatas. Tekanan yang timbul bisa lebih jauh merusak otak
dan memperburuk kelainan neurologis, meskipun strokenya sendiri tidak bertambah luas.
Kelainan neurologis yang terjadi akibat serangan stroke bisa lebih berat atau lebih luas,
berhubungan dengan koma atau stupor dan sifatnya menetap.
Selain itu stroke bisa menyebabkan depresi atau ketidakmampuan untuk mengendalikan
emosi. Banyak penderita yang mengalami kesembuhan dan kembali menjalani fungsi
normalnya, namun banyak yang mengalami kelumpuhan fisik dan mental, tidak mampu

bergerak, mengalami gangguan berbicara dan kesulitan melakukan aktifitas makan secara
normal.

1.4 Mekanisme Kausal Terjadinya Penyakit


Mekanisme kusal terjadinya penyakit yaitu dari suatu ateroma (endapan lemak) bisa
terbentuk di dalam pembuluh darah arteri karotis sehingga menyebabkan berkurangnya aliran
darah. Keadaan ini sangat serius karena setiap pembuluh darah arteri karotis dalam keadaan
normal memberikan darah ke sebagian besar otak. Endapan lemak juga bisa terlepas dari
dinding arteri dan mengalir di dalam darah, kemudian menyumbat arteri yang lebih
kecil. Pembuluh darah arteri karotis dan arteri vertebralis beserta percabangannya bisa juga
tersumbat karena adanya bekuan darah yang berasal dari tempat lain, misalnya dari jantung
atau satu katupnya. Stroke semacam ini disebut emboli serebral (emboli = sumbatan, serebral
= pembuluh darah otak) yang paling sering terjadi pada penderita yang baru menjalani
pembedahan jantung dan penderita kelainan katup jantung atau gangguan irama jantung
(terutama fibrilasi atrium). Emboli lemak jarang menyebabkan Stroke. Emboli lemak
terbentuk jika lemak dari sumsum tulang yang pecah dilepaskan ke dalam aliran darah dan
akhirnya bergabung di dalam sebuah arteri. Stroke juga bisa terjadi bila suatu peradangan
atau infeksi menyebabkan penyempitan pembuluh darah yang menuju ke otak. Obat-obatan
(misalnya kokain dan amfetamin) juga bisa mempersempit pembuluh darah di otak dan
menyebabkan Stroke.Penurunan tekanan darah yang tiba-tiba bisa menyebabkan
berkurangnya aliran darah ke otak, yang biasanya menyebabkan seseorang pingsan. Stroke
bisa terjadi jika tekanan darah rendahnya sangat berat dan menahun. Hal ini terjadi jika
seseorang mengalami kehilangan darah yang banyak karena cedera atau pembedahan,
serangan jantung atau irama jantung yang abnormal.

1.5 Gejala dan Tanda Stroke

Gejala dan tanda stroke pada penderita dengan stroke akut adalah :
Adanya serangan defisit neurologis/ kelumpuhan fokal, seperti hemiparesis, lumpuh sebelah
badan yang kanan atau yang kiri saja.
Mati rasa sebelah badan, terasa kesemutan, terasa seperti terkena cabai, rasa terbakar.
Mulut, lidah mencong bila diluruskan.
Gangguan menelan, seperti sulit menelan, bila minum suka tersedak.
Sulit berbahasa, kata yang diucapkan tidak sesuai, keinginan atau gangguan bicara berupa
pelo, rero, sengau, ngaco dan kata-katanya tidak dapat mengerti atau tidak dipahami (afasia).
Bicara tidak lancar, hanya sepatah-sepatah kata yang terucap.
Tidak memahami pembicaraan oran lain.
Berjalan menjadi sulit, langkahnya kecil-kecil.
Tidak dapat berhitung, kepandaian menurun.
Menjadi pelupa.
Tuli satu telinga atau pendengaran berkurang.
Menjadi mudah menanggis dan mudah tertawa.
Banyak tidur, selalu mau tidur.
Gangguan kesadaran, pingsan sampai koma.
Jika ditinjau berdasarkan waktu kemunculannya, stroke dapat dibedakan menjadi 3 macam.
Gejala-gejala stroke muncul akibat dari bagian otak tertentu yang tidak berfungsi karena
aliran darah kebagian otak terganggu. Gejala-gjala yang muncul bervariasi, terganung bagian
otak yag terganggu

Gejala-gejala bersifat sementara. Gejala yang hanya timbul beberapa menit hingga beberapa
jam dan hilang sendiri baik dengan maupun tanpa pengobatan. Serangan dapat muncul lagi
dengan gejala yang sama da akan memperberat gejala sebelumnya atau ada kemungkinan
menetap (lebih dari 24 jam)
Gejala makin lama makin berat (progresif). Hal ini disebabkan karena gangguan aliran darah
yang semakin lama semakin berat yang disebut progressing stroke inevolution.
Gejala menetap atau permanen. Gejala yang setelah kemunculannya tidak dapat kembali ke
kondisi awal (normal) lagi untuk seterusnya.

1.6 Faktor Resiko

Stroke erat kaitannya dengan gangguan pembuluh darah. Stroke terjadi karena adanya
gangguan aliran darah ke bagian otak. Faktor resiko penyebab stroke digolongkan menjadi 2
yaitu faktor resiko yang tidak dapat dikendalikan dan faktor resiko yang dapat dikendalikan.
Faktor resiko stroke yang tidak dapat dikendalikan, antara lain (HH Solution) :
Umur
Resiko stroke meningkat eiring pertambahan usia. Setelah umur memasuki 55 tahun keatas,
resiko stroke meningkat dua kali lipat setiap kurun waktu 10 tahun. Namun bukan berarti
stroke hanya terjadi pada kelompok usia lanjut melainkan stroke juga dapat menyerang
beragai kelompok umur.
Jenis kelamin
Pria memiliki resiko terkena stroke lebih besar dari pada wanita. Resiko stroke pada pria
lebih tinggi 20 % daripada wanita. Namun setelah seorang perempuan menginjak usia 55
tahun, saat kadar estrogennya menurun karena menopous, resikonya justru lebih tinggi
dibandingkan pria.
Garis keturunan
Resiko stroke lebih tiggi jika dalam keluarga terdapat riwayat keluaraga menderita stroke.
Perlu diwaspadai apa bila ada anggota kelarga (orang tua dan saudara) yang mengalami
stroke atau serangan transien iskemik.
Ras atau etnik
Berdasarkan data Amerikan Heart Association, ras afrikaamerika memiliki resiko lebih
tinggi terkena stroke dibandingkan dengan ras kaukasia.
Diabetes
Penderita diabetes mempunyai resiko 2 kali lebih besar mengalami stroke, hal ini dapat
terjadi akibat gangguan metabolisme pada para penderita diabetes.
Arterosklerosis
Kondisi dimana terjadi penyumbatan dinding pembuluh darah dengan lemak, kolesterol
ataupun kalsium.
Penyakit jantung
Orang dengan penyakit jantung mempunyai resiko dua kali lipat terkena stroke dibandingkan
orang berjantung sehat.
Sedangkan faktor resiko yang dapat dikendalikan, antara lain:
Obesitas
Resiko stroke akan meningkat pada orang dengan indeks massa tubuh (IMT) lebih dari 30
kg/m (obesitas).Kurang
aktivitas fisik dan olahgaraga
Efeknya adalah meningkatkan resiko hipertensi, rendahnya kadar HDL (kolesterol baik) dan
diabetes. Berolahraga yang dilakukan yang dilakukan secara rutin 30-40 menit per hari dapat
mengurangi resiko tersebut.

Merokok
Peluang terjadinya stroke pada orang yang mempunyai kebiasaan merokok 50 persen lebih
tinggi dari pada yang bukan perokok.
Mengkonsumsi alkohol dan penggunaan obat-obatan
Resiko stroke iskemik akan meningkat dalam dua jam setelah mengkonsumsi minuman
beralkohol. Pengunan obat-obatan terlarang seperti halnya kokain juga dapat menyebabkan
stroke dan serangan jantung.
Tekanan darah tinggi (Hipertensi)
Hampir sekitar 40% kejadian stroke disebabkan atau dialami oleh penderita hipertensi.
Tingkat kolesterol darah yang berbahaya
Kadar kolesterol LDL yang tinggi akan meningkatkan resiko terjadinya pengerasan pembuluh
nadi (arterosklerosis), karena kolesterol cenderung menumpuk pada dinding pembuluh darah
dan membentuk plak.
Sleep apnea (mendengkur disertai berhenti bernafas selama 10 detik).
Penderita sleep apnea berisiko mengalami hipertensi dan kekurangan suplay oksigen dalam
darahnya yang dapat menyebabkan stroke.

Obat Herbal Kolesterol Jahat Yang Alami Tanpa Efek Samping


Kolestrol adalah lemak yang terdapat di dalam aliran darah atau sel tubuh yang sebenarnya
dibutuhkan untuk pembentukan dinding sel dan sebagai bahan baku beberapa hormon.
Namun apabila kadar kolestrol dalam darah berlebihan, maka bisa mengakibatkan penyakit,
termasuk penyakit jantung koroner dan stroke. Kolestrol yang normal harus di bawah 200
mg/dl. Apabila di atas 240 mg/dl, maka Anda berisiko tinggi terkena penyakit seperti
serangan jantung atau stroke.
Obat herbal kolesterol dan jantung
Jantung koroner adalah penyakit penyebab kematian no. 1 di Dunia.
Adalah perlu mengetahui tentang deteksi dini penyakit jantung.
Penyakit Jantung Koroner pada mulanya disebabkan oleh penumpukan lemak pada dinding
dalam pembuluh darah jantung (pembuluh koroner) yang kesemuanya akan mempersempit
atau menyumbat pembuluh darah tersebut. Hal ini akan mengakibatkan otot jantung di daerah
tersebut mengalami kekurangan aliran darah.
Beberapa faktor resiko terpenting Penyakit Jantung Koroner :
Kadar Kolesterol Total dan LDL tinggi
Kadar Kolesterol HDL rendah
Tekanan Darah Tinggi (Hipertensi)
Merokok
Diabetes Mellitus
Kegemukan
Riwayat keturunan penyakit jantung dalam keluarga
Kurang olah raga
Stress
Bila Anda memiliki salah satu atau beberapa faktor resiko tersebut seperti diatas, Anda
dianjurkan secara berkala memeriksakan kesehatan jantung Anda. Adanya dua atau lebih
faktor resiko akan berlipat kali menaikkan resiko total terhadap Penyakit Jantung Koroner.
TINDAKAN PREFENTIF
Mencegah Lebih Baik dari Mengobati
Ada hal yang bisa Anda lakukan untuk mencegah penyakit jantung koroner.
1. Melakukan olah raga secara teratur
2. Menghindari stress
3. Menghindari rokok

4. Mengontrol kadar kolesterol


5. Mengontrol tekanan darah
Masyarakat Indonesia Semakin Mengerti Pentingnya Produk Alami Bagi Tubuh
Obat herbal kolesterol dan darah tinggi
Kadar kolesterol dan darah tinggi (hipertensi) harus dalam kondisi normal. Sebagian dari kita
tidak menyukai jika harus mengkonsumsi obat-obatan pabrik (obat kimia) untuk menjaga
kadar kolesterol dan tekanan darah, yang mana konsumsi jangka panjang justru memicu
masalah baru. Penyakit baru lagi.. Masalah baru lagi..
Sehingga animo masyarakat tentang produk herbal alami meningkat. Dan memang Negara
kita adalah Negara penghasil herbal terbesar kedua di Dunia setelah Brazil. Sehingga banyak
produk herbal asli Indonesia yang diekspor ke seluruh dunia.
Produk herbal yang efektif untuk menormalkan kadar kolesterol dan tekanan darah tinggi
adalah noni juice Javanony.
Javanony adalah merk jus yang sangat kami rekomendasikan untuk kolesterol dan hipertensi.
Ada 5 alasan kenapa Javanony harus dikonsumsi bagi orang dengan kolesterol tinggi dan
tekanan darah tinggi:
1. Javanony sudah memiliki izin BPOM
2. Javanony sudah memiliki sertifikat Halal MUI
3. Javanony sudah memiliki sertifikat HACCP (Cara Pembuatan Obat yang Baik)
4. Javanony sudah memiliki sertifikat Organik
5. Javanony sudah diekspor ke Jepang, Korea Selatan, Italy dan Africa.
So, kualitas Javanony sudah tidak perlu diragukan lagi.
Untuk pemesanan Javanony, rekan pembaca bisa langsung ke official websitenya dengan klik
disini!
LEBIH JAUH TENTANG KOLESTROL
Kolestrol secara alami bisa dibentuk oleh tubuh, selebihnya di dapat dari makanan hewani,
seperti daging, unggas, ikan, margarin, keju, dan susu. Adapun makanan yang berasal dari
nabati, seperti buah, sayur, dan beberapa biji-bijian, tidak mengandung kolestrol.
Kolestrol tidak larut dalam darah sehingga perlu berikatan dengan pengangkutnya, yaitu
lipoprotein. Oleh karena itu pula kolestrol dibedakan menjadi Low-Density Lipoprotein
(LDL) dan High-Density Lipoprotein (HDL). Anda akan mendapat penjelasannya di bawah
ini.

KOLESTROL JAHAT (Low Density Lipoprotein)


Kolestrol LDL adalah lemak yang jahat karena bisa menimbun pada dinding dalam dari
pembuluh darah, terutama pembuluh darah kecil yang menyuplai makanan ke jantung dan
otak. Timbunan lemak itu semakin lama semakin tebal dan keras, yang dinamakan
arteriosklerosis, dan akhirnya menumbat aliran darah.
Obat herbal kolesterol dan diabetes
Kolestrol LDL yang optimal adalah bila kadarnya dalam darah di bawah 100 mg/dl. Kolestrol
LDL 100-129 mg/dl dimasukkan kategori perbatasan (borderline). Jika di atas 130 dan
disertai afktor risiko lain seperti merokok, gemuk, diabetes, tidak berolah raga, apalagi jika
sudah mencapai 160 atau lebih, maka segera perlu diberi obat.
KOLESTROL BAIK (High Density Lipoprotein)
Kolestrol HDL disebut lemak yang baik karena bisa membersihkan dan mengangkut
timbunan lemak dari dinding pembuluh darah ke hati. Kolestrol HDL yang ideal harus lebih
tinggi dari 40 mg/dl untuk laki-laki, atau di atas 50 mg/dl untuk perempuan.
Penyebab kolestrol HDL yang rendah adalah kurang gerak badan, terlalu gemuk, serta
kebiasaan merokok. Selain itu hormon testosteron pada laki-laki, steroid anabolik, dan
progesteron bisa menurunkan kolesterol HDL, sedangkan hormon estrogen perempuan
menaikkan HDL.
Kolestrol Lp (a)
Kolestrol Lp (a) adalah suatu variasi dari kolestrol LDL. Kadar Lp (a) yang tinggi berbahaya
bagi jantung. Penyebab peningkatan Lp (a) belum jelas, mungkin berkaitan dengan faktor
genetik.
Obat herbal kolesterol dan trigliserida
Trigliserida
Trigliserida adalah bentuk lemak lain yang bisa berasal dari makanan atau dibentuk sendiri
oleh tubuh. Memiliki trigliserida yang tinggi sering diikuti juga oleh kolestrol total dan LDL
yang tinggi, serta kolestrol HDL yang rendah.
Orang yang menderita sakit jantung, diabetes, atau obesitas, biasanya mempunyai kadar
trigliserida yang tinggi. Trigliserida dalam darah yang normal harus di bawah 150 mg/dl.
Beberapa orang mempunyai trigliserida yang tinggi karena penyakit lain atau keturunan. Bila
memang ada faktor keturunan, maka Anda harus mengubah gaya hidup, mulai diet rendah

lemak, olah raga teratur, menurunkan berat badan, tidak merokok, juga tidak minum alkohol.
Anda juga dianjurkan mengurangi konsumsi karbohidrat (misalnya nasi, mie atau roti)
sampai kurang dari 50 persen dari jumlah kalori total.
Kadar Kolestrol Tinggi
Kolestrol tinggi umumnya diderita oleh orang gemuk, namun tidak menutup kemungkinan
orang yang kurus juga bisa mengalaminya, apalagi dengan mengonsumsi makanan yang
rendah serat namun lemaknya tinggi. Selain faktor makanan, kolesterol yang tinggi juga bisa
disebabkan oleh faktor keturunan. Oleh sebab itu, semua orang baik kurus apalagi gemuk,
belum pernah menderita kolestrol apalagi yang sudah pernah mengalaminya, perlu menjaga
makanan dengan mengurangi kadar kolestrol. Caranya antara lain dengan memperbanyak
konsumsi makanan berserat.
Diantara makanan penurun kolesterol yang sangat dianjurkan untuk dikonsumsi adalah jus
mengkudu Javanony. Javanony praktis dan mudah dikonsumsi setiap orang. Javanony bisa
dibeli di www.tokoherbalonline.com