Anda di halaman 1dari 36

46

x 2=t , maka x 1=

Misal

1+ 3i
t
2

Sehingga vektor eigen dari matriks A yang berpadanan dengan


vektor-vektor tak nol dalam C2

[ ][ ]

1+3 i
1+3 i
t
x=
=t
2
2
t
1
Untuk

1=2

adalah

yang berbentuk

dan ruang eigennya berdimensi satu.

2=9 diperoleh

][ ] [ ]

5
1+3 i x1 = 0
13i
2
0
x2

Gunakan eliminasi Gauss-Jordan diperoleh

][ ] [ ]

1+3 i x
1
=0
5
0
x2
0
0
1

x 1+
Misal

1+ 3i
x 2=0
5
x 2=t , maka x 1=

13 i
t
5

Sehingga vektor eigen dari A yang berpadanan dengan

2=9

adalah vektor-

vektor tak nol dalam C2 yang berbentuk:

[ ][ ]

13 i
13i
t
x= 5
=t 5
t
1

dan ruang eigennya berdimensi satu.

(i). Vektor basis yang terbentuk dari vektor eigen tersebut berturut-turutadalah

[ ]

1+3 i
u1=
2
1

[ ]

13 i
dan u2= 5
1

(ii).Terapkanproses gram-schmidt
vektor-vektor basisnya.

[ ]

1+3 i
Untuk u1=
2
1

P n=

un
untuk menormalkan
u n

47

Karena

1+3 i
2
10
7
+|1| =
+1=
u1=
2
4
2
Maka vektor
u
P1= 1 =
u1

1+ 3i
,1
2

7
2

[ ]
1+3 i 1
,
7
7
2
2
2

Adalah suatu basis ortonormal untuk ruang eigen yang berpadanan dengan
1=2 .
Untuk u2=

[ ]
13 i
5
1

Karena

u2=

13 i
2
10
35
+|1| =
+1=
5
25
5

Maka vektor

13 i
,1
u1
5
13 i 5
P 2=
=
=
,
35
35 35
u1
5

Adalah suatu basis ortonormal untuk ruang eigen yang berpadanan dengan
2=9 .
(iii). Bentuk matriks satuan P yang kolom-kolomnya adalah vektor-vektor basis
seperti berikut.

[ ]

1+3 i
7
2
2
P=[ P1 P2 ] =
1
7
2

13 i
35
5
35

(iv). Membentuk transpos konjugat dari matriks P

48

[ ] [ ]

13 i
7
2
2

P=
1
7
2

1+3 i
35

5
35

13 i
7
PT =P = 2 2
1+3 i
35

1
7
2
5
35

(v).Cek apakah matriks P merupakan Matriks Satuan.


Dengan menunjukkan P P=1

maka terbukti matriks P merupakan matriks

Satuan.

[ ][

13 i
7
2

P P=
2
1+3 i
35

1
7
2
5
35

1+3 i
7
2
2
1
7
2

(vi). Hitung

5
35

[ ]

=1 0
0 1

D=P AP

[ ]

13 i
7
2
D=
2
1+3 i
35

13 i
35

1
7
4
13 i
2
1+3 i
7
5
35

[ ]
1+3 i
7
2
2
1
7
2

13 i
35
5
35

[ ]

D= 2 0
0 9

Jadi didapat matriks diagonal D , dan terbukti matriks


matriks

secara satuan.

1. Carilah matriks diagonal dari matriks satuan berikut.

[ ]

i
A= 2
3
2

3
2
i
2

Penyelesaian:
(i). Polinomial karakteristik dari matriks A.

mendiagonalkan

49

P ( )=det ( I A ) =0

[ [ ]
[ ]
3

i
1 0
det
2
0 1
3
2

[ ]

2
i
2

=0

3
2 =0
i

i
2
det
3
2

Jadi persamaan karakteristik dari matriks A adalah


2
P ( )= i1=0

(3.6)

(ii). Dengan menggunakan rumus ABC pada persamaan (3.6) diperoleh


1=

Nilai eigen dari A adalah

i+ 3
2

dan

2 =

i 3
2

(iii). Berdasarkan persamaan (2.2) akan ditentukan vektor eigen dari


matriks A.
Untuk

1 =

i+ 3
2

diperoleh

[ ][ ] [ ]
3

2
3
2

3
x1
2
=0
3 x2 0
2

Gunakan eliminasi Gauss-Jordan diperoleh;

][ ] [ ]

1 1 x 1 = 0
0 0 x2
0

x 1x 2=0
Misal,

x 2=t , maka

Sehingga vektor eigen

x 1=t
x

dari matriks A yang berpadanan dengan

adalah vektor-vektor tak nol dalam C2 yang berbentuk

1=

i+ 3
2

50

[] [ ]

x= t = t 1
t
1
2 =

Untuk

dan ruang eigennya berdimensi satu.

i 3
, diperoleh
2

[ ][ ] [ ]
3
2
3
2

3
x1
2
=0
0
3 x2
2

Gunakan eliminasi Gauss-Jordan diperoleh

[ ][ ] [ ]
1 1 x1 = 0
0 0 x2
0

x 1+ x 2=0
Misal x 2=t , maka

x 1=1

Sehingga vektor eigen dari A yang berpadanan dengan

2=

i 3
2

adalah

vektor-vektor tak nol dalam C2 yang berbentuk:


x=

[ ] [ ]
t
1
=t
t
1

(iv).

dan ruang eigennya berdimensi satu.

Vektor basis yang terbentuk dari vektor eigen tersebut berturut-turut

adalah
u1 =

[]
1
1

[ ]

1
dan u2=
1

(v).Terapkan proses gram-schmidt


vektor
basisnya.

[]

1
Untuk u1=
1

Karena

u1=|1| +|1| = 2
2

Maka vektor

P n=

un
u n

untuk menormalkan vektor-

51

P 1=

u1 [ 1,1 ]
1 1
=
=
,
u1 2 2 2

Adalah suatu basis ortonormal untuk ruang eigen yang berpadanan dengan
1=

i+ 3
.
2

[ ]

1
Untuk u2=
1
Karena

u2=|1| +|1| = 2
2

Maka vektor basis


P 2=

u1 [ 1,1 ] 1 1
=
=
,
u1 2
2 2

Adalah suatu basis ortonormal untuk ruang eigen yang berpadanan dengan
2 =

i 3
.
2

(vi).

Bentuk matriks P yang kolom-kolomnya adalah vektor-vektor basis seperti

berikut.

[ ]
[ ] [ ]

1
2
P=[ P1 P2 ] =
1
2

1
2
1
2

(vii). Membentuk transpose konjugat dari matriks P


1
2
P=
1
2
(viii).

1
2
1
2

1
T =P1=P = 2
P
1
2

Cek apakah matriks P merupakan Matriks Satuan.

Dengan menunjukkan
Satuan.

1
2
1
2

P P=1

maka terbukti matriks P merupakan matriks

52

[ ][ ] [ ]
[ ][ ] [ ]
[ ]

1
2
P P=
1
2
(ix).

1
2
1
2

D=P AP

1
2
1
2

i+ 3
D= 2
0

1
2 = 1 0
1
0 1
2

Hitung

1
2
D=
1
2

1
2
1
2

i
2
3
2

1
2
1
2

3
2
i
2

1
2
1
2

i 3
2

Jadi didapat matriks diagonal D , dan terbukti matriks


matriks

mendiagonalkan

secara satuan.

2. Carilah matriks diagonal dari matriks hermit-miring berikut.


5i
2 i
i
2 i

Penyelesaian:
(i). Polinomial karakteristik dari matriks A.
P ( ) det I A 0

2 i 0
det 1 0 5i
0
1

det 5i 2 i 0
2 i i

Jadi persamaan karakteristik dari matriks A adalah


(3.7)

P ( )= 26 i=0
(ii). Dengan memfaktorkan persamaan (3.7) diperoleh
Nilai eigen dari A adalah

1=0 , dan

2=6 i

(iii). Berdasarkan persamaan (2.2) akan ditentukan vektor eigen dari matriks A.

53

Untuk

1=0 diperoleh

5i 2 i x1
0
i x2 0
2 i

Gunakan eliminasi Gauss-Jordan diperoleh

[ ][ ] [ ]
2+i x
1
=0
5i
0
x2
0

1
0

x 1+

( 2+5 ii ) x =0
2

t
( 2i
5i )

x 2=t , maka

Misal

x 1=

Sehingga vektor eigen dari matriks A yang berpadanan dengan

1=0

madalah

vektor-vektor tak nol dalam C2 yang berbentuk


x=

[ ][ ]
2i
t
(2i
5 i ) =t 5 i
1

Untuk

dan ruang eigennya berdimensi satu.

2=6 i , diperoleh

i
2 i x1
5i x2
2 i

Gunakan eliminasi Gauss-Jordan diperoleh;

][ ] [ ]

1 2 i1 x 1 = 0
0
0
0
x2

x 1+(2i1) x 2=0
Misal

x 2=t , maka

x 1=(2 i+1)t

Sehingga vektor eigen dari A yang berpadanan dengan 2=6 i adalah vektorvektor tak nol dalam C2 yang berbentuk

] [

(
)
x= 2i+1 t =t 2 i+ 1
1
t

dan ruang eigennya berdimensi satu.

54

(iv).

Vektor basis yang terbentuk dari vektor eigen tersebut berturut-turut

adalah
u1 =

[ ]
2i
5i
1

2 i+ 1
dan u2=
1

P n=

(v).Terapkan proses gram-schmidt

un
u n

untuk menormalkan vektor-

vektor
basisnya.
Untuk u1=

[ ]
2i
5i
1

Karena

u1=

2i
2
5
30 30
+|1| =
+ 1=
=
5i
25
25
5

Maka vektor

2i
,1
u1
5i
2i 5
P 1=
=
=
,
30
30 i 30
u1
5

Adalah suatu basis ortonormal untuk ruang eigen yang berpadanan dengan
1=0 .

2 i+ 1
Untuk u2=
1

Karena

u2=|2i+1| +|1| = 6
2

Maka vektor
P 2=

u1 [ 2i+1,1 ] 2 i+1 1
=
=
,
u1
6
6 6

Adalah suatu basis ortonormal untuk ruang eigen yang berpadanan dengan
2=6 i .
(vi). Bentuk matriks satuan P yang kolom-kolomnya adalah vektor-vektor basis

55

seperti berikut.

2i
30 i
P=[ P1 P2 ] =
5
30

2 i+ 1
6
1
6

(vii). Membentuk transpose konjugat dari matriks P

2i+1
6
1
6

2+i
30i
P=
5
30

5
30
1
6

2+i
T =P1=P = 30 i
P
2i +1
6
(viii).

Cek apakah matriks P merupakan Matriks Satuan.


P P=1

Dengan menunjukkan

maka terbukti matriks P merupakan matriks

Satuan.

][

5
2i
30 30 i
1
5
6 30

2+i
30i

P P=
2 i+1
6

D=P AP

(ix). Hitung
2+i
30i
D=
2 i+1
6

][

2i+1
6 = 1 0
1
0 1
6

] [ ][

5
2i
30 5i 2+i 30 i
1 2+i i
5
6
30

2 i+1
6
1
6

D 0 0
0 6 i
Jadi didapat matriks diagonal D , dan terbukti matriks P mendiagonalkan matriks
A secara satuan.

Contoh 3.5.2 Matriks Hermit, Hermit-Miring, dan Matriks Satuan yang


tidak bisa didiagonalisasikan.
1. Carilah matriks diagonal dari matriks hermit berikut.

56

A= 1 5+ i
5i 2

Penyelesaian:
(i). Polinomial karakteristik dari matriks A.
P ( )=det ( I A ) =0

[ [ ] [ ]]
]]
[[

det 1 0 1 5+i =0
0 1
5i 2
det

+1 5i =0
5+i 2

Jadi persamaan karakteristik dari matriks A adalah


P ( )= 228=0

(3.8)

(ii).Dengan menggunakan rumus ABC dari persamaan (3.8) diperoleh


Nilai eigen dari A adalah
1 =

1+ 113
1 113
, dan 2=
2
2

(iii). Berdasarkan persamaan (2.2) akan ditentukan vektor eigen dari matriks A.
Untuk

1 =

3+ 113
2
5+i

1+ 113
2

diperoleh

5i

][ ] [ ]

x1
=0
0
3+ 113 x 2
2

Gunakan eliminasi Gauss-Jordan diperoleh;

][ ] [ ]

102 i
x1
=0
3+ 113
0
x2
0
0
1

x 1+

x =0
( 102i
3+ 113 )

Misal

x 2=t , maka x 1=

10+ 2i
t
3+ 113

Sehingga vektor eigen dari matriks A yang berpadanan dengan


adalah vektor-vektor tak nol dalam C2 yang berbentuk

1 =

1+ 113
2

57

[ ][ ]

10+2 i
10+2 i
t
x= 3+ 113 =t 3+ 113
t
1
Untuk

2 =

3113
2
5+ i

1 113
2

dan ruang eigennya berdimensi satu.

diperoleh

5i

][ ] [ ]

x1
=0
x
3 113 2 0
2

Gunakan eliminasi Gauss-Jordan diperoleh

][ ] [ ]

102 i
x
0
3 113 1 = 0
x2
0
0
1

x 1+

x =0
( 102i
3 113 )
2

x 2=t , maka x 1=

Misal

10+2i
t
3 113

Sehingga vektor eigen dari A yang berpadanan dengan


vektor-vektor tak nol dalam C2

][ ]

10+ 2i
10+2 i
t
x= 3 113 =t 3 113
t
1
(iv).

2=

1 113
2

adalah

yang berbentuk:
dan ruang eigennya berdimensi satu.

Vektor basis yang terbentuk dari vektor eigen tersebut berturut-turut

adalah

[ ]

10+ 2i
u1= 3+ 113
1

[ ]

10+2 i
dan u2= 3113
1

(v).Terapkan proses gram-schmidt


vektor-vektor basisnya.

[ ]

10+ 2i
u
=
Untuk 1 3+ 113
1

P n=

un
untuk menormalkan
u n

58

Karena

10+2 i
2
104
226
113
+|1| =
+ 1=
=
u1=
122
122
61
3+ 113
Maka vektor

P 1=

u1
=
u1

10+ 2i
,1
3+ 113

113
61

10+2i

( 3+ 113 )

113
( 113
)
(
61
61 )

Adalah suatu basis ortonormal untuk ruang eigen yang berpadanan dengan
1 =

1+ 113
.
2

[ ]

10+2 i
u
=
Untuk 2 3113
1

Karena

u2=

10+2 i
2
104
226
113
+|1| =
+1=
=
122
122
61
3 113

Maka vektor

P 2=

u1
=
u1

10+2i
,1
3 113

113
61

10+2 i

( 3 113 )

( 11361 )

1
113
61

Adalah suatu basis ortonormal untuk ruang eigen yang berpadanan dengan
2 =
(vi).

1 113
.
2
Bentuk matriks satuan P yang kolom-kolomnya adalah vektor-vektor basis

seperti berikut.

P=[ P1 P2 ] =

10+ 2i

( 3+ 113 )

( 11361 )

1
113
61

10+2 i

( 3 113 )

( 11361 )

1
113
61

59

(vii). Membentuk transpos konjugat dari matriks P

=
P

102i

( 3+ 113 )

T =P =
P

102 i

( 11361 )

( 3 113 )

1
113
61

102 i

( 3+ 113 )

( 113
61 )

102 i

( 3 113 )

(viii).

( 11361 )

( 11361 )

1
113
61

1
113
61
1
113
61

Cek apakah matriks P merupakan Matriks Satuan.

Dengan menunjukkan

P P=1

maka terbukti matriks P merupakan matriks

Satuan.

P P=

102i

( 3+ 113 )

( 11361 )

102i

( 3 113 )

( 113
61 )

1
113
61
1
113
61

][

10+2 i

( 3+ 113 )

( 11361 )

1
113
61

10+2i

][

226+6 113
113
( 3 113 ) 113
( 122+6 113 )
61
61 =
1
226
113
113
122
61
61

( )

P P 1 , maka matriks P bukan matriks satuan. Sehingga langkah

Karena hasil

selanjutnya tidak perlu di cari. Dengan kata lain matriks P tidak bisa
mendiagonalkan matriks A secara satuan.
2. Carilah matriks diagonal dari matriks hermit-miring berikut.

A= 2 i 4
4 0

Penyelesaian:
(i). Polinomial karakteristik dari matriks A.

( )

( )

60

P ( )=det ( I A ) =0

[ [ ] [ ]]
[[ ]]

det

1 0
2i 4

=0
0 1 4 0

det 2i 4 = 0
4

Jadi persamaan karakteristik dari matriks A adalah


2

(3.9)

P ( )= 2 i+16=0
(ii).Dengan menggunakan rumus ABC dari persamaan (3.9) diperoleh
Nilai eigen dari A adalah
1=i+ 17 , dan 2=i 17

(iii). Berdasarkan persamaan (2.2) akan ditentukan vektor eigen dari matriks A.
Untuk

1=i+ 17 diperoleh

][ ] [ ]

x1
i+ 17
4
0
=
0
4
i+ 17 x 2

Gunakan eliminasi Gauss-Jordan diperoleh;

][ ] [ ]

4
x
0
i 17 1 = 0
x2
0

1
0

x 1+

( i417 ) x =0

Misal

x 2=t , maka x 1=

4
t
i 17

Sehingga vektor eigen dari matriks A yang berpadanan dengan

1=i+ 17

adalah vektor-vektor tak nol dalam C2 yang berbentuk

][ ]

4
4
t
x= i17 =t i 17
t
1
Untuk

dan ruang eigennya berdimensi satu.

2=i17 diperoleh

][ ] [ ]

x1
i 17
4
0
=
0
4
i 17 x 2

Gunakan eliminasi Gauss-Jordan diperoleh

61

][ ] [ ]

4
x
0
i+ 17 1 = 0
x2
0

1
0

x 1+

( i+ 417 ) x =0
2

x 2=t , maka x 1=

Misal

4
t
i+ 17

Sehingga vektor eigen dari A yang berpadanan dengan


vektor-vektor tak nol dalam C2

][ ]

4
4
t
x= i+ 17 =t i+ 17
t
1
(iv).

2=

1 113
2

adalah

yang berbentuk:
dan ruang eigennya berdimensi satu.

Vektor basis yang terbentuk dari vektor eigen tersebut berturut-turut

adalah

[ ]

4
u1= i17
1

[ ]

4
dan u2= i+ 17
1

(v).Terapkan proses gram-schmidt

P n=

un
untuk menormalkan
u n

vektor-vektor basisnya.

[ ]

4
Untuk u1= i17
1
Karena

u1=

4
2
16
34
17 17
+|1| =
+1=
=
=
18
18
9
3
i17

Maka vektor

4
,1
u1
i 17
12
3
P 1=
=
=
,
( i 17 ) ( 17 ) 17
u1
17
3

Adalah suatu basis ortonormal untuk ruang eigen yang berpadanan dengan

62

1=i+ 17 .

[ ]

4
Untuk u2= i+ 17
1

Karena

4
2
16
17 17
+|1| =
+1=
=
u2=
18
9
3
i+ 17
Maka vektor

4
,1
u1
i+ 17
12
3
P 2=
=
=
,
( i+ 17 ) ( 17 ) 17
u1
17
3

Adalah suatu basis ortonormal untuk ruang eigen yang berpadanan dengan
2=i17 .
(vi).

Bentuk matriks satuan P yang kolom-kolomnya adalah vektor-vektor basis

seperti berikut.

12
( i 17 ) ( 17 )
P=[ P1 P2 ] =
3
17

][
] [

12
12
( i+ 17 ) ( 17 )
( 17 i17 i )
=
3
3
17
17

12
( 17 i+17 i)
3
17

(vii). Membentuk transpos konjugat dari matriks P

12
( 17i+17 i )
P=
3
17
(viii).

12
( 17 i17 i )
3
17

12
T =P = ( 17 i+ 17i )
P
12
( 17 i17 i)

3
17
3
17

Cek apakah matriks P merupakan Matriks Satuan.

Dengan menunjukkan

P P=1

maka terbukti matriks P merupakan matriks

Satuan.

12
( 17 i+17 i )
P P=
12
( 17i17i )

][

3
12
17 ( 17 i17 i )
3
3
17
17

][

12
306 +18 17
( 17 i+17 i ) 306+ 34 17
=
3
0
17

0
30618 17
30634 17

63

P P 1 , maka matriks P bukan matriks satuan. Sehingga langkah

Karena hasil

selanjutnya tidak perlu di cari. Dengan kata lain matriks P tidak bisa
mendiagonalkan matriks A secara satuan.
3. Carilah matriks diagonal dari matriks satuan berikut.

[ ]

1+i
2
A=
1i
2

1+ i
2
1+ i
2

Penyelesaian:
(i). Polinomial karakteristik dari matriks A.
P ( )=det ( I A ) =0

[[ ][ ]
[
]

1+ i
det 1 0 2
0 1
1i
2

det

( 1+2 i )

1+i
2

1+i
2
=0
1+i
2

1i
2
=0
1+ i

Jadi persamaan karakteristik dari matriks A adalah


P ( )= 2i1=0

(3.10)

(ii).Dengan menggunakan rumus ABC dari persamaan (3.10) diperoleh


Nilai eigen dari A adalah
1 =

i+ 3
i 3
, dan 2=
2
2

(iii). Berdasarkan persamaan (2.2) akan ditentukan vektor eigen dari matriks A.
Untuk

1 =

i+ 3
2

31 1i
2
1+i
2

diperoleh

][ ] [ ]

x1
2
=0
3+1 x 2 0
2

64

Gunakan eliminasi Gauss-Jordan diperoleh;

][ ] [ ]

1i
x
0
31 x 1 = 0
2
0

1
0

x 1+

x =0
( 1i
31 )
2

1+i
t
31

x 2=t , maka x 1=

Misal

Sehingga vektor eigen dari matriks A yang berpadanan dengan

1=i+ 17

adalah vektor-vektor tak nol dalam C2 yang berbentuk


x=

[ ][ ]
1+i
t
31 =t
t

Untuk

2 =

31
2
1+i
2

i 3
2

1+i
31
1

dan ruang eigennya berdimensi satu.

diperoleh

][ ] [ ]

1i
x1
2
=0
0
3+1 x 2
2

Gunakan eliminasi Gauss-Jordan diperoleh

][ ] [ ]

1i
x
0
31 1 = 0
x2
0
0
1

x 1+

Misal

1i
x 2=0
31

x 2=t , maka x 1=

1i
t
3+1

Sehingga vektor eigen dari A yang berpadanan dengan


vektor-vektor tak nol dalam C2

[ ][ ]

1i
1i
t
x= 3+1 =t 3+ 1
t
1

2=

yang berbentuk:

dan ruang eigennya berdimensi satu.

i 3
2

adalah

65

(iv).

Vektor basis yang terbentuk dari vektor eigen tersebut berturut-turut

adalah
u1=

[ ]
1+i
31
1

dan u2=

[ ]
1i
3+1
1

(v).Terapkan proses gram-schmidt

P n=

un
untuk menormalkan
u n

vektor-vektor basisnya.

[ ]

1+i
Untuk u1= 31
1
Karena

1+i
2
2
6
6
+|1| = +1= =
u1=
4
4 2
31
Maka vektor

P 1=

u1
=
u1

1+ i
,1
31
2+2 i
2
2+ 2i
2
=
,
=
,
( 31 )( 6 ) 6
( 18 6 ) 6
6
2

][

Adalah suatu basis ortonormal untuk ruang eigen yang berpadanan dengan
1=

i+ 3
2

Untuk u2=

[ ]
1i
3+1
1

Karena

u2=

1i
2
2
6
6
+|1| = +1= =
4
4
2
3+1

Maka vektor

1i
,1
u1
3+1
22i
2
22i
2
P 2=
=
=
,
=
,
( 3+1 )( 6 ) 6
( 18+ 6 ) 6
u1
6
2

][

66

Adalah suatu basis ortonormal untuk ruang eigen yang berpadanan dengan
2 =

i 3
.
2

(vi).

Bentuk matriks satuan P yang kolom-kolomnya adalah vektor-vektor basis

seperti berikut.

2+2 i
( 186 )
P=[ P1 P2 ] =
2
6

22 i
( 18+ 6 )
2
6

(vii). Membentuk transpos konjugat dari matriks P

22 i
( 18 6 )
P=
2
6
(viii).

2+2 i
( 18+ 6 )
2
6

] [
,

22i
T =P = ( 186 )
P
2+2 i
( 18+ 6 )

2
6
2
6

Cek apakah matriks P merupakan Matriks Satuan.

Dengan menunjukkan

P P=1

maka terbukti matriks P merupakan matriks

Satuan.

22 i
( 18 6 )
P P=
2+2 i
( 18+ 6 )
Karena hasil

2
6
2
6

][

2+2i
( 18 6 )
2
6

][

22i
248 3
( 18+ 6 )
= 2412 3
2
1
3
6

1
3
24+ 8 3
24+ 12 3

P P 1 , maka matriks P bukan matriks satuan. Sehingga langkah

selanjutnya tidak perlu di cari. Dengan kata lain matriks P tidak bisa
mendiagonalkan matriks A secara satuan.
Contoh 3.5.3 Matriks 3x3
1. Carilah matriks diagonal dari matriks hermit berikut:
1 3i 2 3i
1
A 1 3i
1
2 3 i
2 3i 2 3i
4

Penyelesaian:
(i). Polinomial karakteristik dari matriks A.
P ( )=det ( I A ) =0

67

[[ ][

] []

1 0 0
1
13 i 23 i
0
det 0 1 0 1+ 3i
=
1
2+3 i
0
0 0 1
2+ 3i 23 i
4
0

][]

1 1+3 i 2+3 i
0
det 13i
=
1 23 i
0
23 i 2+3 i
4
0

Jadi persamaan karakteristik dari matriks A adalah


P ( )= 36 227 =0

(3.11)

(ii).Dengan menggunakan cara horner dari persamaan (3.11) diperoleh


Nilai eigen dari A adalah
1=3, 2=0, dan 3=9
(iii). Berdasarkan persamaan (2.2) akan ditentukan vektor eigen dari matriks A.
Untuk

1=3 diperoleh

][ ] [ ]

4
1+3 i 2+3 i x 1
0
=
13i
4
23 i x 2
0
23i 2+3 i
7
0
x3

Gunakan eliminasi Gauss-Jordan diperoleh;

13 i
4

][ ] [ ]

23 i
x1
4
0
3+9 i x2 = 0
0
6
x3
0

( 134 i ) x +( 234 i ) x =0
3+ 9i
x +(
x =0
6 )
39i
13i
t=
t
Misal x =t , maka x =(
6 ) ( 2 )
13 i 39 i
23 i
x +(
t )+ (
t=0
)(
4
6
4 )
x 1+

x 1+

24 t18 it 12t18 it
+
=0
24
24

x 1+

12t38 it
=0
24

dan

68

x 1=

12 t+38it
24

atau

( 1+32 i )t

x 1=

Sehingga vektor eigen dari matriks A yang berpadanan dengan


vektor-vektor tak nol dalam C3

[]

x1
x= x 2
x3

adalah

yang berbentuk

dan ruang eigennya berdimensi satu.

2=0 diperoleh

Untuk

[ ][ ]

( 1+32 i ) t 1+32 i
= 13 i =t 13 i
( 2 )t 2

1=3

][ ] [ ]

1
1+3 i 2+3 i x 1
0
13i
1
23 i x 2 = 0
23i 2+3 i
4
0
x3

Gunakan eliminasi Gauss-Jordan diperoleh

][ ] [ ]

1 13i 23 i x1
0
0
1
1
x2 = 0
0
0
0
0
x3

x 1+ ( 13i ) x 2+ ( 23 i ) x 3=0
x 2+ x 3=0
Misal

x 3=t , maka x2=t

dan

x 1+ ( 13i ) (t)+ ( 23i ) t =0


x 1t+3 it +2 t3 it=0
x 1+t =0
x 1=t
Sehingga vektor eigen dari A yang berpadanan dengan
vektor tak nol dalam C3

[][ ] [ ]

x 1 t
1
x= x 2 = t =t 1
t
1
x3
Untuk

2=0

yang berbentuk:
dan ruang eigennya berdimensi satu.

3 =9 diperoleh

adalah vektor-

69

][ ] [ ]

8
1+3 i 2+3 i x 1
0
13i
8
23 i x 2 = 0
23i 2+3 i
5
0
x3

Gunakan eliminasi Gauss-Jordan diperoleh

1+3 i
8

][ ] [ ]

2+ 3i
x1
8
0
2727 i x 2 = 0
0
54
x3
0

i
2+3 i
x +(
x =0
( 1+3
8 )
8 )
2727 i
x +(
) x =0
54
27+27 i
1+i
t=(
t
Misal x =t , maka x =(
)
54
2 )
1+3 i 1+ i
2+3 i
x +(
t )+(
t=0
)(
8
2
8 )
x 1+

dan

x 1+

4 t +2 it 4 t+ 6 it
+
=0
16
16

x 1+

8 t+8 it
=0
16
i
1i
t=
t
( 88
16 ) ( 2 )

x 1=

Sehingga vektor eigen dari A yang berpadanan dengan


vektor tak nol dalam C3

(iv).

[ ][ ]
t

adalah vektor-

yang berbentuk:

( 1i2 ) t 1i2
= 1+i =t 1+i
( 2 )t 2

[]

x1
x= x 2
x3

3 =9

dan ruang eigennya berdimensi satu.

Vektor basis yang terbentuk dari vektor eigen tersebut berturut-turut

adalah

70

[]

1+3 i
2
u1= 13 i
2
1

[]

1
, u2= 1
1

[]

1i
2
, dan u3= 1+i
2
1

(v).Terapkan proses gram-schmidt

P n=

un
untuk menormalkan
u n

vektor-vektor basisnya.

[]

1+3 i
2
Untuk u1= 13 i
2
1

Karena

|| |

1+3 i
13 i
2
10 10
24
u1= 2 + 2 +|1| = 4 + 4 +1= 4 = 6
Maka vektor
u
P 1= 1 =
u1

1+3 i 13 i
,
,1
2
2
1+3 i 13i 1
=
,
,
2 6 2 6 6
6

Adalah suatu basis ortonormal untuk ruang eigen yang berpadanan dengan
1=3 .

[]

1
Untuk u2= 1
1

Karena

u2=|1| +|1| +|1| = 3


2

Maka vektor
P2=

u1 [ 1,1 ,1 ] 1 1 1
=
=
,
,
u1
3
3 3 3

Adalah suatu basis ortonormal untuk ruang eigen yang berpadanan dengan
2=0 .

71

[]

1i
2
Untuk u3= 1+i
2
1

Karena

|| |

1i
1+i
2
2 2
u3= 2 + 2 +|1| = 4 + 4 +1= 2
Maka vektor

1i 1+i
,
,1
u3
2
2
1 1 1
P 3=
=
=
,
,
2 2 2 2 2
2
u3

Adalah suatu basis ortonormal untuk ruang eigen yang berpadanan dengan
2=9 .
(vi).

Bentuk matriks satuan P yang kolom-kolomnya adalah vektor-vektor basis

seperti berikut.

[ ]
[ ] [ ]

1+ 3i
2 6
13 i
P=[ P1 P2 P3 ]=
2 6
1
6

1i
2 2
1+i
2 2
1
2

1
3
1
3
1
3

(vii). Membentuk transpos konjugat dari matriks P


13 i
26
= 1+3 i
P
26
1
6

1
3
1
3
1
3

1+i
2 2
1i
2 2
1
2

(viii).

Cek apakah matriks P merupakan Matriks Satuan.

Dengan menunjukkan
Satuan.

13i
2 6
T =P = 1
P
3
1+i
2 2

P P=1

1+ 3i
2 6
1
3
1i
2 2

1
6
1
3
1
2

maka terbukti matriks P merupakan matriks

72

[ ][ ]
[
]
[ ] [ ]

13 i
2 6
1
P P=
3
1+i
2 2
(ix).

1+3 i
2 6
1
3
1i
2 2

1+3 i
2 6
13 i
2 6
1
6

1
3
1
3
1
3

1i
2 2
1 0 0
1+i
=0 1 0
2 2
0 0 1
1
2

[ ]

D=P AP

Hitung

13 i
2 6
1
D=
3
1+i
2 2

1
6
1
3
1
2

1+3 i
2 6
1
3
1i
2 2

3 0 0
D= 0 0 0
0 0 9

1
1+3 i
2 6
6
1
13i 23 i 13i
1
1+3 i
1
2+3 i
2 6
3 2+3 i 23 i 4
1
1
2
6

1
3
1
3
1
3

1i
2 2
1+ i
2 2
1
2

Jadi didapat matriks diagonal D , dan terbukti matriks P mendiagonalkan matriks


A secara satuan.

2. Carilah matriks diagonal dari matriks hermit-miringberikut:


i
3i
3 2i

A 3 i
i
3 2 i
3 2i 3 2i
4i

Penyelesaian:
(i). Polinomial karakteristik dari matriks A.
P ( )=det ( I A ) =0

[[ ][

] []

1 0 0
i
3+i
3+2 i
0
det 0 1 0 3+i
=
i
3+2 i
0
0 0 1 3+ 2i 3+2 i
4i
0

][]

i 3i 32 i
0
det 3i
=
i
32 i
0
32 i 32 i 4 i
0

Jadi persamaan karakteristik dari matriks A adalah


P ( )= 36 i 2+ 27 =0

(3.12)

73

(ii).Dengan menggunakan cara horner dari persamaan (3.12) diperoleh


Nilai eigen dari A adalah
1=3 i , 2=0, dan 3=9i
(iii). Berdasarkan persamaan (2.2) akan ditentukan vektor eigen dari matriks A.
Untuk

1=3 i diperoleh

][ ] [ ]

4 i 3i 32 i x1
0
3i
4 i
32 i x2 = 0
32 i 32 i
7 i
0
x3

Gunakan eliminasi Gauss-Jordan diperoleh;

[ ][ ] [ ]
1

3+i
4i

3+ 2i
x1
4i
0
=
3 i1 x 2
0
0
2
x3
0

3+2 i
x +(
x =0
( 3+i
)
4i
4i )
3i1
x +(
x =0
2 )
3 i+1
t dan
Misal x =t , maka x =(
2 )
3+i 3 i +1
3+ 2i
x +(
t+ (
t=0
)(
)
4i
2
4i )
x 1+

x 1+

8 it+ 6 t 6 t +4 it
+
=0
8i
8i

x 1+

12 t4 it
=0
8i

x 1=

12 t+ 4 it
8i

atau

3i+1
t=(
t
( 3+i
)
2i
2 )

x 1=

Sehingga vektor eigen dari matriks A yang berpadanan dengan


vektor-vektor tak nol dalam C3

yang berbentuk

1=3 i

adalah

74

[]

x1
x= x 2
x3

dan ruang eigennya berdimensi satu.

2=0 diperoleh

Untuk

[ ][ ]

3 i+ 1
t
( 3 i+1
2 )
2
= 3i +1 =t 3 i+1
( 2 )t 2

][ ] [ ]

i
3i 32 i x1
0
3i
i
32 i x2 = 0
32 i 32 i 4 i
0
x3

Gunakan eliminasi Gauss-Jordan diperoleh

][ ] [ ]

1 3 i+1 3 i+2 x 1
0
0
1
1
x2 = 0
0
0
0
0
x3

x 1+ (3 i+1 ) x 2+ (3 i+2 ) x 3=0


x 2+ x 3=0
Misal

x 3=t , maka x2=t

dan

x 1+ (3 i+1 )(t )+ (3 i+ 2 ) t=0


x 1+3 itt3it +2 t =0
x 1+t =0
x 1=t
Sehingga vektor eigen dari A yang berpadanan dengan
vektor tak nol dalam C3

[][ ] [ ]

x 1 t
1
x= x 2 = t =t 1
t
1
x3
Untuk

2=0

yang berbentuk:
dan ruang eigennya berdimensi satu.

3 =9 i diperoleh

][ ] [ ]

8i
3i 32 i x1
0
3i
8i
32 i x2 = 0
32 i 32 i
5i
0
x3

Gunakan eliminasi Gauss-Jordan diperoleh

adalah vektor-

75

3i
8i

][ ] [ ]

32i
x1
8i
0
27 i+27 x 2 = 0
0
54
x3
0

32i
x +(
x =0
( 3i
8i )
8i )
27 i+27
x +(
x =0
54 )
27i27
i1
t=(
t
Misal x =t , maka x =(
)
54
2 )
3i i1
32 i
x +(
t +(
t=0
)(
)
8i
2
8i )
x 1+

dan

x 1+

4 it+2t 6 t4 it
+
=0
16 i
16

x 1+

4 t
=0
16i
i
t=
t
( 4
16 i ) ( 4 )

x 1=

Sehingga vektor eigen dari A yang berpadanan dengan


vektor tak nol dalam C3

[]
2
3

(iv).

adalah vektor-

yang berbentuk:

[ ][ ]

i
i
t
(
x
4)
4
x= x = i1 =t i1
( 2 )t 2
x
1

3 =9

dan ruang eigennya berdimensi satu.

Vektor basis yang terbentuk dari vektor eigen tersebut berturut-turut

adalah

[ ]

3 i+1
2
u1= 3 i+1
2
1

[]

1
, u2= 1
1

[ ]

i
4
, dan u3= i1
2
1

76

(v).Terapkan proses gram-schmidt

P n=

un
untuk menormalkan
u n

vektor-vektor basisnya.

[ ]

3 i+1
2
Untuk u1= 3 i+1
2
1
Karena

||

3 i+1 3 i+ 1
2
10 10
24
u1= 2 + 2 +|1| = 4 + 4 +1= 4 = 6
Maka vektor
u1
P 1=
=
u1

3 i+1 3 i+1
,
,1
2
2
3 i+1 3 i+ 1 1
=
,
,
2 6 2 6 6
6

Adalah suatu basis ortonormal untuk ruang eigen yang berpadanan dengan
1=3 .

[]

1
Untuk u2= 1
1

Karena

u2=|1| +|1| +|1| = 3


2

Maka vektor
P2=

u1 [ 1,1 ,1 ] 1 1 1
=
=
,
,
u1
3
3 3 3

Adalah suatu basis ortonormal untuk ruang eigen yang berpadanan dengan
2=0 .

[ ]

i
4
u
=
Untuk 3 i1
2
1
Karena

77

|| |

i
i1
2
1 2
25 5
u3= 4 + 2 +|1| = 16 + 4 +1= 16 = 4
Maka vektor

i i1
,
,1
u3
4
2
i 2i2 4
P 3=
=
=
,
,
5
5
5
5
u3
4

Adalah suatu basis ortonormal untuk ruang eigen yang berpadanan dengan
2=9 .
(vi).

Bentuk matriks satuan P yang kolom-kolomnya adalah vektor-vektor basis

seperti berikut.

3 i+1
2 6
3 i+ 1
P=[ P1 P2 P3 ]=
2 6
1
6

]
] [
1
3
1
3
1
3

i
5
2 i2
5
4
5

(vii). Membentuk transpos konjugat dari matriks P

3 i+1
2 6
= 3 i+1
P
2 6
1
6
(viii).

1
3
1
3
1
3

i
5
2 i2
5
4
5

3 i+1
2 6
T

=P = 1
P
3
i
5

3 i+ 1
2 6
1
3
2 i2
5

1
6
1
3
4
5

Cek apakah matriks P merupakan Matriks Satuan.

Dengan menunjukkan

P P=1

maka terbukti matriks P merupakan matriks

Satuan.

3 i+1
2 6
1
P P=
3
i
5

3 i+1
2 6
1
3
2i2
5

][

3 i +1
1
6 2 6
1 3 i+1
3 2 6
1
4
5
6

1
3
1
3
1
3

][

i
1
5
2 i2
= 0
5
4
9+9 i
5
10 6

0
1
3 i2
5 3

99i
10 6
1 0 0
6+3 i
0 1 0
5 3
0 0 1
1

[ ]

78

Karena hasil

P P 1 , maka matriks P bukan matriks satuan. Sehingga langkah

selanjutnya tidak perlu di cari. Dengan kata lain matriks P tidak bisa
mendiagonalkan matriks A secara satuan.

79

BAB IV
KESIMPULAN

Berdasarkan pembahasan didapat kesimpulan sebagai berikut:


Tidak semua matriks kompleks bisa didiagonalisasikan secara satuan.
A yang bisadidiagonalkan harus memenuhisyarat, terdapat

Matriks kompleks

matriks satuan P yang berguna untuk mendiagonalkan matriks kompleksnya


secara satuan.
Langkah-langkah menentukan diagonalisasi matriks A adalah:
1. Menentukan

persamaan

karakteristik

dari

polinomial

karakteristik

P( )=det ( I A ) =0 ,
2. Mencari nilai eigen
karakteristik

dari matriks A dengan cara memfaktorkan persamaan

P( )=0

yang terbentuk atau dengan menggunakan rumus

ABC,
3. Mencari vektor eigen x dengan mensubtitusikan nilai eigenke persamaan

( I A ) x=0 , dan dengan menggunakan eliminasi gauss-jordan diperoleh


vektor eigennya,
4. Membentuk vektor basis u untuk masing-masing vektor eigen x dari matriks
A ,

5. Menerapkan proses Gram-Schmidt


basis

P n=

un
pada masing-masing vektor
u n
Pn untuk setiap ruang

u sehingga diperoleh suatu basis ortonormal

eigen yang berpadanan dengan nilai eigennya,


6. Bentuk matriks satuan

yang kolom-kolomnya adalah vektor-vektor basis

Pn yang ortonormal,
7. Bentuk matriks P atau transpos konjugat dari matriks

P ,

8. Cek apakah matriks P yang terbentuk merupakan matriks satuan dengan


menunjukkan
untuk

P P=1 , jika ya maka selanjutnya lakukan diagonalisasi

memperoleh

matriks

diagonalnya

dengan

menghitung

P1 AP( P AP)=D , D adalah matriks diagonal yang terbentuk dari

79

80

matriks A, atau dengan kata lain matriks P mendiagonalkan matriks A secara


satuan, jika tidak matriks A

tidak dapat didiagonalisasikan.

80

81

DIAGONALISASI MATRIKS KOMPLEKS

INTISARI
Matriks kompleks merupakan matriks yang entri-entrinya bilangan kompleks,
matriks kompleks terdiri dari matriks hermit jika
A= A , hermit miring jika

A= A , matriks satuan (uniter) jika A = A , dan matriks normal jika

A A =A A . Pada matriks kompleks proses gram-schmidt berperan untuk


P
menormalkan vektor-vektor basis yang membentuk matriks satuan
.Penelitian ini bertujuan mengkaji syarat matriks kompleks agar bisa
didiagonalisasikan serta membentuk matriks diagonal dari matriks tersebut.
Matriks kompleks A bisa didiagonalisasikan secara satuan jika dan hanya jika
terdapat matriks satuan P yang berguna untuk mendiagonalkan matriks
kompleksnya. Langkah petama mendiagonalisasi matriks A adalah menentukan
persamaan karakteristik dari polinomial karakteristiknya ,dari persamaan
karakteristik ini cari nilai eigen, dan vektor eigennya. Selanjutnya
membentukvektor basis untuk masing-masing vektor eigen dari matriks A ,
kemudian menerapkan proses gram-schmidtpada masing-masing vektor basis
sehingga diperoleh suatu basis ortonormal.Selanjutnya bentuk matriks baru P
yang kolom-kolomnya adalah vektor-vektor basis yang ortonormal, dan bentuk
matriks P atau transpos konjugat dari matriks P . Jika matriks P yang
terbentuk merupakan matriks satuan maka matriks diagonalnya dapat dicari
dengan menghitung P1 AP( P AP)=D . Hasil penelitian menunjukkan tidak
semua matriks kompleks A bisa didiagonalisasikan secara satuan.
Kata kunci:Matriks Kompleks, Proses Gram-Schmidt, Diagonalisasi Satua

81