Anda di halaman 1dari 17

BAB 3

ANALISA SITUASIONAL
Analisa situasional fungsi manajemen merupakan hasil pengkajian yang telah dilakukan
oleh mahasiswa profesi ners Fakultas Keperawatan USU untuk mencapai kompetensi praktek
manajemen keperawatan. Analisa situasional mencakup seluruh kegiatan manajemen di ruangan
Rindu A5 yaitu keadaan ruangan, lingkungan dan para staf yang melaksanakan pekerjaan di
ruangan Rindu A5. Hal ini untuk memperoleh gambaran tentang kekuatan dan kelemahan dalam
manajemen afar dapat diintervensi untuk meningkatkan pelayanan keperawatan.
1. Gambaran RSUP Haji Adam Malik Medan
Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medan merupakan Rumah sakit umum tipe
A yang melayani seluruh lapisan masyarakat. Adapun visi, misi, motto dan falsafah dari rumah
sakit ini adalah:
a. Visi RSUP Haji Adam Malik Medan
Menjadi unggulan pelayanan kesehatan dan pendidikan serta pusat rujukan kesehatan
wilayah Sumatera Bagian Utara dan Tengah pada tahun 2015 yang bertumpu pada
kemandirian.
b. Misi RSUP Haji Adam Malik Medan
1. Memberikan pelayanan kesehatan paripurna, bermutu dan terjangkau oleh seluruh lapisan
masyarakat
2. Menyelenggarakan pendidikan dan latihan yang bermutu untuk menghasilkan SDM yang
profesional di bidang kesehatan
3. Menyelenggarakan penelitian dan pengembangan di bidang kesehatan.
4. Menyelenggarakan pelayanan yang menunjang kesehatan yang berkualitas dalam rangka
meningkatkan mutu pelayanan
c. Falsafah RSUP Haji Adam Malik Medan
Memberikan pelayanan kesehatan kepada seluruh lapisan masyarakat sevara professional,
efisien, dan efektif sesuai standar pelayanan yang bermutu.
d. Motto RSUP Haji Adam Malik Medan
Mengutamakan keselamatan pasien dengan pelayanan PATEN:
P: Pelayanan cepat
A: Akurat
T: Terjangkau
E: Efisien
Tim Manajemen Fakultas Keperawatan USU

N: Nyaman
f. Tata Tertib Keluarga Pasien dan Pengunjung RSUP H. Adam Malik Medan
Dalam rangka peningkatan pelayanan keperawatan kesehatan dan menjaga kebersihan,
keamanan serta ketertiban RSUP H. Adam Malik Medan maka dengan ini diberitahukan
kepada keluarga pasien dan pengunjung agar memperhatikan dan mentaati ketentuanketentuan sebagai berikut:

Jam besuk siang : pukul 12.00-14.00 WIB dan jam besuk sore pukul 17.00-20.00 WIB

Penunggu pasien tidak dibenarkan lebih dari 2 orang dan mendapat badge penunggu
untuk 1 orang serta dikembalikan pada saat pasien pulang

Tidak dibenarkan membawa barang-barang berharga dan alat-alat elektronika kecuali


handphone

Tidak dibenarkan membawa perlengkapan tidur seperti bantal, kasur, tikar, dan
perlengkapan memasak

Tidak dibenarkan mencuci dan menjemur pakaian di lingkungan RSUP H.Adam Malik

Mohon tidak membawa anak-anak di bawah umur 10 tahun

Dilarang merokok di kawasan RSUP H. Adam Malik

Mohon seluruh keluarga pasien wajib menjaga kebersihan dan kerapian ruangan.

Barang-barang pasien pasien, keluarga pasien dan pengunjung RSUP H. Adam Malik
agar dijaga masing-masing dan apabila ada yang hilang tidak menjadi tanggung jawab
RSUP H. Adam Malik

Tidak Dibenarkan Membawa senjata tajam / Api dan barang-barang explosive

Pasien yang di Rawat di Ruang Infeksi / Ruang Rawat Flu Burung RSUP H. Adam
Malik bersedia di pindahkan ke Ruang lain apabila terjadi wabah endemik Flu Burung.

Hak Pasien

Memperoleh informasi mengenai tata tertib dan peraturan yang berlaku di Rumah Sakit

Memperoleh informasi tentang hak dan kewajiban pasien

Memperoleh layanan yang manusiawi, adil, jujur, dan tanpa diskriminasi

Memperoleh layanan kesehatan yang bermutu sesuai dengan standar profesi dan fisik
dan materi

Mengajukan pengaduan atas kualitas pelayanan yan didapatkan.


Tim Manajemen Fakultas Keperawatan USU

Memilih dokter dan kelas perawatan sesuai dengan keinginannya dan peraturan yang
berlaku di Rumah Sakit.

Mendapatkan privasi dan kerahasiaan penyakit yang diderita termasuk data-dat


medisnya.

Memberikan persetujuan atau menolak atas tindakan yang akan dilakukan oleh tenaga
kesehatan terhadap penyakit yang dideritanya.

Mendapatkan informasi yang meliputi diagnosis dan tata cara tindakan medis, tujuan
tindakan medis, alternatif tindakan, resiko dan komplikasi yang mungkin terjadi, dan
prognosis terhadap tindakan yang dilakukan serta perkiraan biaya pengobatan.

Didampingi keluarganya dalam keadaan kritis.

Menjalankan badah sesuai agama atau kepercayaan yang dianutnya selama hal itu tidak
mengganggu pasien lainnya

Memperoleh keamanan dan keselamatan dirinya selama dalam perawatan di Rumah


Sakit.

Mengajukan usul, saran, perbaikan, atas perlakuan Rumah Sakit terhadap dirinya.

Menolak pelayanan bimbingan rohani yang tidak sesuai dengan agama dan kepercayaan
yang dianutnya.

Menggugat dan / atau menuntut rumah sakit apabila rumah sakit diduga memberikan
pelayanan yang tidak sesuai dengan standar baik secara perdata ataupun pidana; dan

Mengeluhkan pelayanan rumah sakit yang tidak sesuai dengan standar pelayanan melalui
media cetak dan elektronik sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Kewajiban Pasien

Mentaati segala peraturan dan tata tertib Rumah Sakit

Mematuhi segala instruksi dokter dan perawat dalam pengobatannya

Memberikan informasi dengan jujur dan selengkapnya tentang penyakit yang diderita
kepada dokter yang merawat

Melunasi semua imbalan atas jasa pelayanan Rumah Sakit atau dokter

Memenuhi hal-hal yang telah disepakati / perjanjian yang telah dibuatnya.

Tim Manajemen Fakultas Keperawatan USU

2. Pengkajian Ruangan Rindu A5 RSUP Haji Adam Malik Medan


Berdasarkan hasil pengkajian kelompok menajemen pada tanggal 10-12 Maret 2014
di Rindu A5 dilakukan berdasarkan analisa situasi ruangan melalui metode:
a. Wawancara yang dilakukan dengan kepala ruangan dan ketua tim.
b. Observasi dilakukan mahasiswa program Profesi Ners kelompok VI manajemen yang
bertugas pada shift pagi, meliputi observasi situasi dan kondisi ruangan, pelayanan
asuhan keperawatan, penyediaan sarana dan prasarana, sistem kerja, dan komunikasi
perawat dalam memberikan asuhan keperawatan.
c. Penyebaran kuisioner dilakukan tanggal 12-13 Maret 2014 pada semua perawat
pelaksana untuk kuisioner kepuasan kerja perawatdan kepada 20 orang pasien dengan
kriteria minimal 3 hari rawat untuk kuisioner kepuasan pasien.
2.1 Perencanaan
A. Man
Proses perekrutan pegawai di RSUP Haji Adam Malik Medan dilakukan melalui
dua jalur penerimaan, yaitu: seleksi CPNS yang diadakan oleh KEMENKES dan seleksi
tenaga honorer yang diadakan oleh pihak rumah sakit. Calon pegawai negeri sipil
(CPNS) yang telah lulus seleksi akan menerima orientasi selama 3 hari di setiap ruangan
di RSUP Haji Adam Malik yaitu RA1/RA2, RA3, RA4, RA5, RB1, RB2, CVCU, HDU,
IGD, HD, Perinatologi, IRJ dan Bedah Saraf. Diruangan RA5 terdapat 1 orang tenaga
honorer. Pegawai yang telah selesai orientasi akan ditempatkan oleh kepala bidang
keperawatan sesuai dengan kebutuhan tenaga di ruangan serta peminatan dari calon
pegawai. Kepala ruangan akan membimbing dan menginstruksikan kepada seluruh
pegawai di ruangan untuk membantu pegawai yang baru beradaptasi dan mengenal
ruangan. Kepala ruangan memberi kesempatan kepada perawat pelaksana untuk
mengikuti pelatihan dalam upaya meningkatkan kualitas perawat ruangan.
B. Metode
Ruangan Rindu A5 RSUP Haji Adam Malik seharusnya memberikan pelayanan
kesehatan/keperawatan terhadap pasien-pasien THT, mata, gigi dan mulut, kulit dan
Kelamin baik pada pasien umum, BPJS maupun Jamkesmas. Tetapi, kenyataan di
lapangan pelayanan juga diberikan terhadap pasien yang tidak masuk ke dalam klasifikasi
ruangan, seperti pasien bedah saraf, paru, neurologi, dan interna. Hal ini terjadi karena
ruangan yang semestinya tempat pasien ditempatkan sudah penuh. Pasien juga tidak
ditempatkan pada ruangan yang sudah diklasifikasikan sesuai ruangannya (THT, gimul,
Tim Manajemen Fakultas Keperawatan USU

mata, dan kulit). Ruangan RA5 tidak memiliki visi, misi, moto dan falsafah ruangan.
Tetapi mengacu pada visi, misi, moto, dan falsafah RSUP Haji Adam Malik yang
dijadikan sebagai pedoman dalam memberikan pelayanan kesehatan.
C. Material
a. Keadaan ruangan RA5
Dari hasil observasi, ruangan RA5 terletak di lantai 3 gedung instalasi rawat inap
terpadu A. Ruangan RA5 terdiri dari nurse station dan 19 ruangan yang terdiri dari 12
kamar rawat inap (dikelompokkan atas beberapa kelas yaitu kelas I, kelas II, dan
kelas III), ruang diagnostic, ruang obat, ruang perawat, ruang PPDS/co. ass, ruang
mahasiswa dan dapur. Ruangan RA5 sudah memiliki tempat pembuangan sampah
terpisah untuk sampah infeksius berwarna kuning, untuk sampah non-infeksius
berwarna hitam, untuk sampah setelah kemoterapi berwarna ungu dan terdapat
derigen untuk tempat sampah benda tajam. Dari hasil observasi selama 3 hari masih
ada sampah yang terbuang tidak sesuai dengan tempatnya
b. Jenis dan Kegiatan Pelayanan
a) Sasaran pelayanan kesehatan di RA5 adalah pasien-pasien dengan kasus penyakit
THT, Mata, Gigi dan Mulut, Kulit dan Kelamin. Namun terdapat juga pasienpasien dengan diagnosa penyakit dalam, neurologi, paru dan pasien yang akan
melakukan kemoterapi. Hal ini terjadi apabila ada permintaan dari ruangan lain
untuk menyediakan bed kepada pasien jika ruangan rawat inap bersangkutan
penuh.
b) Dokter melakukan visit setiap hari, lamanya visite tergantung kebutuhan pasien,
visite dimulai dari pukul 08.00-13.00 WIB. Kemudian diberlakukan dokter
sebagai Dokter Penanggung Jawab Pasien (DPJP).
c. Kelengkapan logistik di RA5 adalah sebagai berikut:
a) Alat kesehatan (lampiran 1)
b) Pengadaan barang habis pakai di RA5 dijatah dari rumah sakit oleh instalasi
Rindu A sendiri, pemberian barang habis pakai tersebut disesuaikan dengan
kebutuhan ruangan.
c) Untuk obat pasien askes, jamkesmas dan bpjs, obat diresepkan setiap hari dan
obat juga dioperkan setiap ganti shift. Untuk pasien umum, daftar obat yang
diresepkan oleh dokter diberikan kepada keluarga dan keluarga yang membeli
obat di apotek dan disimpan sendiri oleh keluarga pasien.
d) Berdasarkan data inventaris ruangan RA5 didapati bahwa secara umum
perlengkapan alat kesehatan di ruangan RA5 masih belum memenuhi kebutuhan,
Tim Manajemen Fakultas Keperawatan USU

masih ada peraatan yang rusak dan belum diperbaiki atau diganti. Kemudian
pengadaan alat tenun di Rruangan RA5 juga belum sesuai dengan kebutuhan
ruangan.
e) Dari data yang kami peroleh jumlah sarung bantal yang tersedia adalah 90 buah,
sedangkan rata-rata pasien yang telah didata selama 3 hari ini adalah sekitar 40
orang, laken dewasa yang tersedia 72 buah, laken anak tidak tersedia, selimut
lurik 20 buah dan selimut tebal hanya 5 buah. Dari data ini dapat diartikan bahwa
ketersediaan alat tenun belum memenuhi kebutuhan pasien, sehingga pada saat
observasi ada pasien yang tidak menggunakan bantal, sarung bantal dan selimut.
Dari data yang diperoleh, bantal yang tersedia berjumlah 19 buah.
f) Dari hasil observasi yang dilakukan bahwa setiap pasien menggunakan gelang
tangan yang berguna sebagai tanda pengenal identitas pasien.
g) Berdasarkan observasi yang dilakukan perawatan luka dan penggantian perban
dilakukan di ruangan diagnostic dengan tujuan untuk menghindari resiko infeksi
nosocomial.
h) Lemari pasien sesuai dengan jumlah pasien yang ada.
i) Tidak ada tirai yang terpasang di ruangan inap baik kelas I, kelas II dan kelas III.
Sementara setiap ruangan terdapat lebih dari 1 orang pasien.
j) Jumlah meja makan pasien tidak sesuai dengan jumlah pasien yang ada. Dari data
yang diperoleh meja makan yang tersedia 19 buah.
k) Dari observasi yang dilakukan ketersediaan gayung dan ember sudah mencukupi
ruangan pasien dimana ada 1 gayung dan 1 ember di setiap ruangan.
l) Berdasarkan hasil observasi bahwa tidak semua kamar rawat inap RA 5 yang
memiliki urinal dan pispot. Dalam keadaan tersebut beberapa keluarga pasien
membeli sendiri pispot dan urinal untuk dipakai sendiri oleh pasien.
m) Di depan setiap kamar pasien telah disediakan handraf untuk mencuci tangan dan
sudah lengkap poster petunjuk cara mencuci tangan yang benar.
D. Money
Ruang Rindu A5 memiliki sistem budget yang diatur langsung oleh direktorat
RSUP H Adam Malik baik untuk pelayanan maupun untuk pendanaan kesehatan bagi
petugas kesehatan. Ruangan akan mengusulkan kepada Instalasi Rindu A segala
kebutuhan ruangan dalam setahun. Apabila ada kebutuhan mendesak diluar perencanaan
anggaran maka akan langsung diusulkan kepada Instalasi. Sistem pemberian gaji diatur
langsung sesuai dengan golongan oleh bagian keuangan dan gaji disalurkan langsung ke
Tim Manajemen Fakultas Keperawatan USU

perorangan melalui rekening Bank. Setiap pegawai di ruangan mendapat tunjangan yang
diatur melalui masa kerja dan golongan. Tunjangan makan juga disesuaikan dengan
golongan pegawai. Perawat juga mendapat insentif dari jasa pelayanan yang dibagikan
sekali dalam setahun dan setiap perawat mendapat jumlah bagian yang sama.
Sumber pembayaran pasien di Ruang RA5 dibagi menjadi dua bagian yaitu umum
dan BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial). BPJS di RA5 terdiri dari BPJS Murni,
Mandiri, dan Askes. BPJS Mandiri dibagi 3 kelas yaitu kelas 1, kelas 2, dan kelas 3 iuran
tersebut dibayarkan setiap bulan ke Bank yang sudah ditentukan. Apabila pasien ingin ke
kamar yang lebih tinggi dibanding yang ditentukan jaminannya maka pasien harus
membayar biaya tambahan yang ditentukan oleh bagian keuangan rumah sakit. Seluruh
pembayaran pasien dibayarkan langsung ke kasir RSUP H Adam Malik. Ruangan hanya
mengentry seluruh tindakan pelayanan yang diterima oleh pasien. Pembayaran tidak
berurusan ke ruangan namun langsung dibayarkan ke kasir rumah sakit.
Apabila ada perawat yang kemalangan atau mengadakan suatu acara maka
perawat akan mengumpulkan dana secara kolektif yang ditentukan sesuai kesepakatan
bersama. Perawat yang cuti melahirkan akan dikenakan biaya potongan jasa medis
sebesar 30% namun sedang dilakukan pengusulan pemotongan menjadi 50%.
2.2 Pengorganisasian
A. Man
Jumlah staf yang bertugas diruangan RA5 adalah 18 orang yang terdiri dari 1
orang kepala ruangan, 2 orang Katim, 15 orang perawat pelaksana dan 2 orang TU. Ada
2 orang perawat yang sedang melanjutkan jenjang pendidikan S1 keperawatan tetapi
tetap menjalankan dinas seperti biasa yang disesuaikan dengan jadwal kuliah. Adapun
jumlah pegawai beserta struktur organisasi diruangan RA5 adalah sebagai berikut:

Bagan

Struktur

Organisasi

Ruangan

RA5
Kepala Ruangan
Serly Br. Gurusinga, S.Kep, Ners

Ketua Tim I

Tata Usaha

Srijuani Tarigan, S.Kep, Ners


- Normawati, Amk
- Marhainus
Tim Manajemen Fakultas
Keperawatan USU

Ketua Tim II
Asiah, Amk
7

Anggota Tim I
Rosmaida, Amk
Masreni, Amk
Risma, S.Kep, Ns
Rosparida, Amk
Linda Wati
EkaSusanti, Amk
Netty, Amk

Anggota Tim II :
-

Ani Sihotang, Amk


Hetty O Sibarani, S.Kep, Ns
JhonHarianto, Amk
Hotminarlina, Amk
AdlyHamdan, Amk
Riani

B. Metode
1. Struktur organisasi di Ruang RA5 RSUP Haji Adam Malik Medan
Ruangan RA5 dipimpin oleh seorang kepala ruangan, 2 orang ketua tim, 2 orang tata
usaha dan 13 orang perawat pelaksana. Adapun struktur organisasi ruangan RA5 dapat
dilihat diatas.
2. Metode Penugasan
Metode penugasan yang digunakan diruangan RA5 adalah metode tim karena semua
pekerjaan dilakukan secara bersama (berkelompok) dan sesuai dengan spesialisasi
penyakitnya, namun metode tim yang digunakan bukanlah metode tim murni. Hal ini
terjadi karena kurangnya tenaga perawat maka masing-masing perawat memiliki
kesadaran untuk saling membantu. Pembagian tugas dalam kelompok dilakukan oleh
Ketua tim dan sekaligus bertanggung jawab dalam mengarahkan anggota tim.
Berdasarkan hasil observasi, pelaksanaan metode tim belum terlaksana sepenuhnya sebab
masih banyak perawat yang melakukan tugas nonkeperawatan, misalnya mengambil obat
ke depo farmasi, pendokumentasian resep, memasukkan data pasien ke komputer dan
mengurus surat kematian. Selain pegawai terdapat mahasiswa yang praktik di RA5,
Mahasiswa praktik tersebut diberi tanggung jawab terhadap suatu ruangan. Mereka
melakukan

tugas

yang

diperlukan

pasien

di

ruangan

tersebut,

seperti

mengganti/memasang infus, menyuntik, merapikan tempat tidur pasien, membawa kain


kotor ke laundry, serta mengurus berkas administrasi pasien. Ruangan RA5 tidak
memiliki Clinical Instructure (CI) karena adanya rotasi pegawai, sehingga yang
bertanggung jawab terhadap mahasiswa adalah kepala ruangan.
3. Syarat-syarat penentuan kepala ruangan, ketua tim dan perawat pelaksana

Tim Manajemen Fakultas Keperawatan USU

Berdasarkan hasil wawancara dengan kepala ruangan, penentuan kepala ruangan


untuk ruangan ditentukan langsung oleh Divisi Keperawatan RSUP H. Adam Malik
(HAM). Pemilihan ketua tim dipilih oleh Divisi Keperawatan RSUP H. Adam Malik atas
usulan dari bagian ruangan. Uraian tugas dari masing-masing perawat ruangan sebagai
berikut:
a) Kepala ruangan
Uraian tugas:
1) Mengatur pelaksanaan kegiatan asuhan keperawatan yang diselenggarakan sesuai
kebutuhan pasien
2) Mengatur penempatan tenaga keperawatan diruangan
3) Mengatur penggunaan dan pemeliharaan logistik keperawatan agar selalu siap
pakai
4) Memberi pengarahan dan motivasi kepada ketua tim dan perawat pelaksana agar
melaksanakan asuhan keperawatan melalui standar etis dan profesional
5) Melaksanakan program orientasi pada tenaga baru, mahasiswa dan peserta didik
6) Mendampingi dokter atau supervisor selama kunjungan/visit
7) Mengelompokkan pasien, mengatur penempatannya menurut tingkat kegawatan,
infeksi dan noninfeksi untuk mempermudah asuhan keperawatan
8) Menciptakan, memelihara suasana kerja yang baik antar petugas, pasien/ keluarga
sehingga memberi ketenangan
9) Mengadakan pertemuan berkala tenaga keperawatan minimal 2x perhari untuk
membicarakan pelaksanaan kegiatan diruangan
10) Memeriksa dan meneliti:
Pengisian daftar permintaan makanan
Pengisian sensus harian
Pengisian buku register
Pengisian rekam medis
Mengawasi dan menilai pelaksanaan asuhan keperawatan dengan lima
tahapan, yaitu pengkajian, diagnosa keperawatan, perencanaan, implementasi,
dan evaluasi
Pertemuan secara rutin dengan pelaksana keperawatan
Membuat laporan pelaksanaan kegiatan diruanga
b) Ketua tim
Ketua tim adalah seorang perawat profesional dalam melakukan tugas dan
bertanggung jawab kepada kepala ruangan.
Tugas Pokok :
Melakukan asuhan keperawatan sesuai dengan standar profesi serta menggunakan
dan memelihara logistik keperawatan secara efektif dan efisien.
Tim Manajemen Fakultas Keperawatan USU

Uraian tugas:
1) Bersama anggota tim mengadakan serah terima tugas dengan tim petugas ganti
untuk mengawasi: kondisi klien/keluarga, logistik keperawatan, administrasi
2)
3)
4)
5)

rekam medik, pelayanan pemeriksaan penunjang, kolaborasi program pengobatan.


Melanjutkan tugas-tugas yang belum dapat diselesaikan oleh tim sebelumnya
Merundingkan pembagian tugas dengan anggota timnya
Menyiapkan peralatan untuk pelayanan dan visit dokter
Mendampingi dokter visit, mencatat dan melaksanakan program pengobatan

dokter.
6) Membantu pelaksanaan rujukan
7) Melakukan orientasi terhadap klien/keluarga yang baru mengenai tata tertib
ruangan rumah sakit dan perawat yang bertugas.
8) Menyiapkan orientasi untuk pulang dan memberi penyuluhan kesehatan.
9) Memelihara kebersihan ruang rawat dengan: mengatur tugas cleaning service,
mengatur tugas peserta didik, mengatur tata tertib ruangan yang ditujukan kepada
semua petugas, peserta didik dan pengunjung ruangan.
10) Membantu kepala ruangan membimbing peserta didik.
11) Membantu kepala ruangan untuk menilai mutu pelayanan asuhan keperawatan
dan tenaga keperawatan.
12) Menulis laporan tim mengenai klien/keluarga dan lingkungannya.
c) Perawat Pelaksana
Uraian Tugas :
1) Melakukan asuhan keperawatan sesuai standar.
2) Mengadakan serah terima dengan anggota tim/group lain mengenai :
Kondisi klien/anggota keluarga
Logistik keperawatan
Administrasi rekam medik
Pelayanan pemeriksaan penunjang
Kolaborasi program pengobatan
3) Melanjutkan tugas-tugas yang belum dapat diselesaikan oleh tim sebelumnya
4) Merundingkan pembagian tugas dan timnya
5) Menyiapkan perlengkapan untuk pelayanan dan visit dokter
6) Mendampingi dokter visite, mencatat dan melaksanakan program pengobatan
dokter.
7) Membantu pelaksanaan rujukan
8) Melaksanakan orientasi kepada klien/keluarga yang baru mengenai tata tertib
ruangan rumah sakit dan perawat yang bertugas
9) Menyiapkan klien/keluarga pulang dan memberikan penyuluhan kesehatan

Tim Manajemen Fakultas Keperawatan USU

10

10) Memelihara kebersihan ruang rawat dengan mengatur tugas cleaning service,
tugas peserta didik, mengatur tata tertib ruangan yang ditujukan kepada semua
petugas, peserta didik dan pengunjung ruangan.
11) Memabantu kepala ruangan membimbing peserta didik keperawatan.
12) Membantu kepala ruangan untuk menilai mutu pelayanan asuhan keperawatan
serta tenaga keperawatan.
13) Menulis laporan tim mengenai konsisi klien/keluarga, dan lingkungannnya
14) Memberikan penyuluhan kesehatan pada klien/keluarga
15) Menjelaskan tata tertib rumah sakit, hak dan kewajiban klien/keluarga.
C. Material
Permintaan logistik dilakukan oleh ketua tim I dan ketua tim II, cara
pengamprahan yaitu:

ruangan membuat permintaan barang kemudian di ajukan ke

instalasi Rindu A di ACC ke direksi bagian perlengkapan. Beberapa alat yang belum ada
ataupun tersedia dalam jumlah sedikit dijadikan sebagai permintaan tambahan barang
pada tahun berikutnya kepada pihak rumah sakit. Prosedur administrasi cukup panjang
dan rumit dalam hal penyediaan kebutuhan logistik ruangan.
2.3 Ketenagaan
A. Man
1) Tenaga Perawat di Ruangan RA5 RSUP Haji Adam Malik Medan
Jumlah staf yang bertugas diruangan RA5 adalah 18 orang yang terdiri dari 1
orang kepala ruangan, 2 orang Katim, 15 orang perawat pelaksana dan 2 orang TU.
Ada 2 orang perawat yang sedang melanjutkan jenjang pendidikan S1 keperawatan
tetapi tetap menjalankan dinas seperti biasa yang disesuaikan dengan jadwal kuliah.
2) Penghitungan Jumlah Tenaga Perawat
Penghitungan jumlah tenaga perawat berdasarkan rumus Douglas
Tingkat Ketergatungan Pasien
Minimal Care
Partial Care
Total Care
TOTAL

Pagi
Sore
Malam
0,17 x 18 = 3,06
0,14 x 18 = 2,52
0,10 x 18 = 1,8
0,27 x 17 = 4,59
0,15 x 17 = 2,55
0,07 x 17 = 1,19
0,36 x 4 = 1,44
0,30 x 4 = 1,2
0,20 x 4 = 0,8
9,09
6,27
3,79
(9)
(7)
(4)
Tabel 1. Jumlah tenaga perawat yang dibutuhkan berdasarkan tingkat ketergantungan pasien

Berdasarkan perhitungan di atas, maka:


Pagi

: 9 Perawat

Sore

: 7 Perawat

Malam : 4 Perawat

Tim Manajemen Fakultas Keperawatan USU

11

20 perawat
Faktor libur dan cuti = 25% x 20 = 5 orang perawat
Jadi jumlah perawat yang dibutuhkan berdasarkan ketergantungan pasien adalah:
P + S + M + L + 1 Karu = 20 + 5 + 1 = 26 perawat

Perhitungan jumlah tenaga perawat berdasarkan rumus Gillies:


Jumlah tenaga keperawatan menurut perhitungan Gillies:
A x B X 365
365-C x jam kerja per hari
Keterangan:
A: Jumlah total jam keperawatan pasien per hari
B: sensus harian
C: Jumlah hari libur per tahun

Waktu yang digunakan untuk tindakan keperawatan :

Self care : x 4 jam = 2 jam


2 x 18 = 36 jam
Partial care : x 4 jam = 3 jam
3 x 17 = 51 jam
Total care : (1- 1 )jam x 4 jam = 4-6 jam 4 x 4 = 16 jam +
103 jam

Jumlah total jam keperawatan pasien per hari:


Waktu tindakan keperawatan + jlh pasien perhari + penkes
Jlh pasien perhari
= 103 + 38 + 0,25
38
= 3,71 jam/pasien/hari
Jumlah tenaga keperawatan menurut perhitungan Gillies :
=
A x B x 365
365 C x jam kerja per hari
=
3,71 x 38 x 365
365 (48+8) x 8
= 51.457,7 = 20,81 = 21 perawat
2.472
Untuk cadangan 20% = 20% x 21 = 4,2 = 4 perawat
Jadi jumlah perawat yang dibutuhkan secara keseluruhan berdasarkan perhitungan Gillies adalah
25 orang tenaga perawat.

Tim Manajemen Fakultas Keperawatan USU

12

Penghitungan tenaga keperawatan menurut Departemen Kesehatan RI tahun 2002


berdasarkan tingkat ketergantungan pasien

No

Kategori

a
b
1
Askep Minimal
2
Askep Sedang
3
Askep agak berat
4
Askep Maksimal
Jumlah

Rata-rata jumlah
pasien/hari
C
18
11
6
4
39

Jumlah jam
perawatan/hari
d
2
3,08
4,15
6,16

Total
perawatan/hari
cxd
36
33,88
24,9
24,64
119,42

Maka jumlah perawat yang dibutuhkan adalah

Selanjutnya, ditambahkan faktor koreksi :


Jumlah hari libur (loss day)

Pekerjaan non keperawatan = 25%


= jumlah tenaga perawat + loss day x 25% = 17,06 + 4,7 x 25% = 5,4
Maka Penghitungan Jumlah Kebutuhan Perawat adalah :
Tenaga yang tersedia + faktor koreksi = 17,06 + ( 4,7 + 5,4 ) = 27,16 = 27 orang
Berdasarkan perhitungan di atas dengan menggunakan rumus Douglas dapat
disimpulkan bahwa perawat yang dibutuhkan di ruangan RA 5 sebanyak 26 orang, sedangkan
jumlah perawat yang dibutuhkan menurut rumus Gillies yaitu sebanyak 25 orang tenaga perawat.
Jumlah perawat yang dibutuhkan berdasarkan Departemen Kesehatan RI tahun 2002 berdasarkan
tingkat ketergantungan pasien yaitu sebanyak 27 orang.
Jumlah tenaga perawat di ruangan RA 5 adalah sebanyak 16 orang. Maka, jika
dibandingkan kebutuhan perawat berdasarkan hasil perhitungan Douglas, Gillies dan
Departemen Kesehatan RI didapati jumlah perawat yang ada di ruangan RA 5 belum mencukupi.
Tim Manajemen Fakultas Keperawatan USU

13

B. Material
Berdasarkan hasil wawancara dengan kepala ruangan bahwa serah terima peralatan atau
operan alat dilakukan oleh perawat pada setiap pergantian shift. Kelengkapan alat diperiksa
berdasarkan jumlah alat yang semestinya. Peralatan hilang wajib diganti oleh pihak yang
menghilangkan alat tersebut.
2.4 Pengarahan
A. Man
1) Kepemimpinan
Berdasarkan hasil pengkajian yang dilakukan peda tanggal 10 13 Maret 2014
terhadap 14 orang perawat di ruangan RA 5 tentang gaya kepemimpinan kepala ruangan,
didapatkan hasil analisis kuesioner bahwa kepala ruangan menggunakan gaya
kepemimpinan otokratik yaitu sebanyak 46%. Hal ini ditunjukkan dari jawaban perawat
yang mengacu pada gaya kepemimpinan otokratik yaitu berupa penjelasan tugas dari
pemimpin, penetapan komando oleh pemimpin, pemimpin memberikan instruksi kepada
bawahan, hadiah dan hukuman sebagai kontrol.
Kemudian berdasarkan hasil analisis kuesioner tentang kepuasan kerja perawat di
ruangan RA 5 didapatkan bahwa mayoritas perawat merasa puas bekerja di ruangan RA 5
dengan presentase 71 %.
2) Pelatihan Tenaga Perawat
Kepala ruangan tidak memiliki kriteria khusus dalam memilih perawat pelaksana
yang dapat mengikuti pelatihan, akan tetapi kepala ruangan menentukan perawat
pelaksana yang dapat mengikuti pelatihan berdasarkan jadwal kerja yang sesuai sehingga
diharapkan seluruh perawat pelaksana memiliki kesempatan untuk mengikuti pelatihan.
B. Metode
1) Manajemen Konflik di Ruangan
Konflik yang umum terjadi adalah ketidaksesuaian antara dua atau lebih anggota
organisasi yang timbul karena adanya kenyataan bahwa mereka harus membagi sumber
daya yang terbatas atau kegiatan-kegiatan kerja. Masalah yang sering timbul adalah
masalah personal keterbatasan sumber daya, pola interaksi dengan pihak lain. Biasanya

Tim Manajemen Fakultas Keperawatan USU

14

karu dalam meneyelesaikan konflik dengan bermusyawarah namun jika tidak dapat
diselesaikan lagi akan dilapor ke instalasi.
2) Standar Asuhan Keperawatan
Berdasarkan

hasil

pengkajian,

RA5

memiliki

SAK

(Standar

Asuhan

Keperawatan), namun dalam pelaksanaannya belum terlaksana secara optimal. Di RA5


terdapat NCP (Nursing Care Planning) berdasarkan diagnosa keperawatan terbanyak
yang dialami pasien, namun pelaksanaannya masih belum optimal. Masih banyak status
pasien yang tidak diisi dengan baik dan lengkap.
C. Material
Kepala ruangan mengontrol kecukupan logistik ruangan namun ditanggungjawabi
oleh ketua tim 1 dan ketua tim 2. Setiap hari dilakukan operan alat dari shift sebelumnya
ke shift selanjutnya Jika ada masalah yang terjadi, seperti kerusakan atau kehilangan alat
logistik maka perawat pada shift tersebut yang mempertanggungjawabkannya.
2.5 Pengawasan
A. Man
1) Penghargaan dan Hukuman
Kepala ruangan memberikan reward (penghargaan) berupa pujian kepada perawat
yang melaksanakan pekerjaannya sesuai dengan standar. Selain itu kepala ruangan juga
memberikan sanksi bagi perawat yang tidak mematuhi aturan yang telah ditetapkan
berupa teguran secara lisan, dan apabila masih tetap tidak mengikuti aturan maka kepala
ruangan akan memberikan surat peringatan 1 hingga 3, kemudian baru diserahkan ke
kapokja untuk ditindaklanjuti.
2) Kepuasan Pasien Terhadap Pelayanan
Berdasarkan hasil analisis kuesioner yang dibagikan pada 18 orang pasien dengan
kriteria rawat inap minimal 3 hari, diperoleh hasil bahwa pasien menyatakan tidak puas
sebanyak 28% dan 72% pasien menyatakan puas dengan pelayanan keperawatan yang
diberikan di ruangan RA 5 RSUP Haji Adam Malik Medan.
Indikator mutu pelayanan keperawatan menurut Depkes RI 2008:
1. Keselamatan Pasien
a. Dekubitus

Tim Manajemen Fakultas Keperawatan USU

15

Berdasarkan hasil dokumentasi angka kejadian dekubitus pada bulan februari


2014 didapatkan sebanyak 0%. Berdasarkan hasil observasi pada tanggal 11-14 maret
2014 dengan rata-rata pasien total care 3 orang tidak ditemukan kejadian dekubitus.
b. Angka pasien jatuh
Berdasarkan hasil dokumentasi angka kejadian pasien jatuh pada bulan februari 2014
didapatkan sebanyak 0%. Berdasarkan hasil observasi pada tanggal 11-14 maret tidak
ditemukan kejadian pasien jatuh.
c. Angka kejadian cedera akibat restrain
Berdasarkan hasil dokumentasi angka kejadian cedera akibat restrain pada bulan
februari 2014 didapatkan sebanyak 0%. Berdasarkan hasil observasi pada tanggal 11-14
maret terdapat 1 orang yang menggunakan restrain dan tidak terdapat kejadian cedera
akibat restrain.
B. Metode
1) Supervisi Kepala Ruangan
Selain KAPOKJA yang melakukan supervisi setiap hari, kepala ruangan juga
berperan dalam supervisor, dilakukan dengan cara pengontrolan terhadap pekerjaan yang
dilakukan oleh anggotanya setiap hari pada pergantian shift dari mulai pengontrolan
pasien bed to bed beserta pembacaan rawatan, pemberian asuhan yang optimal,
pengontrolan alat-alat keperawatan kebersihan ruangan sampai pada kegiatan mahasiswa
yang praktik atau dinas di RA5.
2) Rapat
Rapat biasanya dilakukan setiap pagi sebelum operan berupa briefing yang memaparkan
tentang jumlah pasien pada tiap-tiap kelompok penyakit, pasien yang kemoterapi,
radioterapi, biopsi, dan operasi, jumlah tempat tidur yang kosong, dan permasalahan yang
terjadi pada shift sebelumnya. Selain itu, rapat mendadak bisa juga dilakukan jika ada
masalah yang perlu didiskusikan.
C. Material
Kepala ruangan mengadakan supervisi setiap saat terhadap keadaan logistik di
ruangan RA5. Jika ada peralatan yang diperlukan ataupun rusak, maka kepala ruangan akan
melakukan permintaan ke direksi bagian perlengkapan untuk dipenuhi atau diperbaiki.

Tim Manajemen Fakultas Keperawatan USU

16

Tim Manajemen Fakultas Keperawatan USU

17