Anda di halaman 1dari 21

11

Modul ke:

ETIKA UMB
Pokok bahasan materi ini :
1.

Fakultas

Ekonomi

Program Studi

Marketing
Komunikasi

Wahyudi Pramono, S.Ag. M.Si

PENDIDIKAN ANTI-KORUPSI

UPAYA
PEMBERANTASAN
KORUPSI
No impunity
to corruptors
Upaya Pemberantasan Korupsi

PENDIDIKAN ANTI-KORUPSI

Kompetensi Dasar

1.

2.

3.

Mahasiswa mampu
menjelaskan berbagai
upaya pemberantasan
korupsi;
Mahasiswa mampu
membandingkan
berbagai kelebihan dan
kelemahan upaya
pemberantasan korupsi
dari berbagai sudut
pandang;
Mahasiswa mampu
menjelaskan berbagai
upaya apa yang dapat
dilakukannya dalam
rangka mencegah dan
memberantas korupsi

POKOK BAHASAN :
Upaya Pemberantasan Korupsi
SUB POKOK BAHASAN :
1. Konsep Pemberantasan
Korupsi;
2. Upaya Penanggulangan
Kejahatan (Korupsi) dengan
Menggunakan Hukum
Pidana;
3. Berbagai Strategi dan/atau
Upaya Pemberantasan
Korupsi.

Upaya Pemberantasan Korupsi

PENDIDIKAN ANTI-KORUPSI

A. KONSEP PEMBERANTASAN
KORUPSI
Mengapa korupsi timbul dan berkembang demikian
masif di sebuah negara dan tidak di negara lain?
Korupsi ibarat penyakit kanker ganas sifatnya
kronis juga akut.
Perekonomian negara digerogoti secara perlahan
namun pasti. Korupsi di Indonesia menempel pada
semua aspek atau bidang kehidupan masyarakat.
PENTING DIPAHAMI : di manapun dan sampai pada
tingkatan tertentu, korupsi akan selalu ada dalam suatu
negara atau masyarakat
4
Upaya Pemberantasan
Korupsi

PENDIDIKAN ANTI-KORUPSI

It is always necessary to relate anti-corruption


strategies to characteristics of the actors involved (and
the environment they operate in). THERE IS NO
SINGLE CONCEPT and program of good governance
FOR ALL COUNTRIES and organizations, there is no
one right way. There are many initiatives and most are
tailored to specifics contexts. SOCIETIES and
organizations WILL HAVE TO SEEK THEIR OWN
SOLUTIONS.
(Fijnaut dan Huberts : 2002)

5
Upaya Pemberantasan
Korupsi

PENDIDIKAN ANTI-KORUPSI

REALITA DI INDONESIA
Ada PERANGKAT HUKUM : ada Peraturan PerUU, ada lembaga serta aparat hukum yang
mengabdi untuk menjalankan peraturan
(kepolisian, kejaksaan, dan pengadilan); ada
lembaga independen Super Body yang bernama
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang
dibentuk untuk memberantas korupsi.
Di sekolah siswa/mahasiswa Pendidikan Agama,
Pendidikan Kewarganegaraan.
Realita : korupsi tetap tumbuh subur dan
berkembang dengan pesat.

Apa yang salah???


6
Upaya Pemberantasan
Korupsi

PENDIDIKAN ANTI-KORUPSI

7
Upaya Pemberantasan
Korupsi

PENDIDIKAN ANTI-KORUPSI

UPAYA PENANGGULANGAN
KEJAHATAN KORUPSI
JALUR PENAL

JALUR NON-PENAL

Kebijakan penerapan Hukum


Pidana (Criminal Law
Application);
Sifat repressive (penumpasan/
penindasan/pemberantasan)
apabila kejahatan sudah terjadi;
Perlu dipahami bahwa:
upaya/tindakan represif juga
dapat dilihat sebagai
upaya/tindakan preventif dalam
arti luas
(Nawawi
Arief : 2008)

Kebijakan pencegahan tanpa


hukum pidana (prevention without
punishment);
Kebijakan untuk mempengaruhi
pandangan masyarakat mengenai
kejahatan dan pemidanaan lewat
mass media (influencing views of
society on crime and
punishment/mass media atau
media lain seperti penyuluhan,
pendidikan dll);
Sifat preventive (pencegahan)

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN RI


DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN TINGGI

8
Upaya Pemberantasan
Korupsi

PENDIDIKAN ANTI-KORUPSI

UPAYA PENAL DAN NON-PENAL

Sasaran dari upaya non-penal adalah


menangani faktor-faktor kondusif penyebab
terjadinya korupsi, yang berpusat pada
masalah-masalah atau kondisi-kondisi politik,
ekonomi maupun sosial yang secara langsung
atau tidak langsung dapat menimbulkan atau
menumbuh-suburkan kejahatan (korupsi);
Upaya penal dilakukan dengan memanggil atau
menggunakan hukum pidana yaitu dengan
menghukum atau memberi pidana atau
penderitaan atau nestapa bagi pelaku korupsi;
Upaya non-penal seharusnya menjadi kunci
atau memiliki posisi penting atau posisi
strategis dari keseluruhan upaya
penanggulangan korupsi karena sifatnya
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN RI
9 terjadi.
Upaya Pemberantasan
Korupsi
10
preventif
atau mencegah sebelum
DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN
TINGGI

PENDIDIKAN ANTI-KORUPSI

KETERBATASAN SARANA PENAL


Sarana penal memiliki keterbatasan,
mengandung kelemahan (sisi negatif).
Fungsi sarana penal seharusnya hanya
digunakan secara subsidair.
Secara dogmatis, sanksi pidana
merupakan jenis sanksi yang paling
tajam dalam bidang hukum, sehingga
harus digunakan sebagai ultimum
remedium (obat yang terakhir apabila
cara lain atau bidang hukum lain sudah
tidak dapat digunakan lagi);
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN RI
DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN TINGGI

10
Upaya Pemberantasan
Korupsi

11

PENDIDIKAN ANTI-KORUPSI

KETERBATASAN SARANA PENAL


Secara fungsional/pragmatis,
operasionalisasi dan aplikasinya
menuntut biaya yang tinggi;
Sanksi pidana mengandung sifat
kontradiktif/paradoksal, mengadung
efek sampingan yang negatif. Lihat
realita kondisi overload Lembaga
Pemasyarakatan;
Hukum pidana dan pemidanaan
bukanlah obat yang manjur atau
panacea atau bukan segala-galanya
untuk menanggulangi kejahatan.
11
Upaya Pemberantasan
Korupsi

12

PENDIDIKAN ANTI-KORUPSI

KETERBATASAN SARANA PENAL

Penggunaan hukum pidana dalam


menanggulangi kejahatan hanya
merupakan kurieren am symptom
(menyembuhkan gejala), hanya
merupakan pengobatan simptomatik
bukan kausatif karena sebab-sebab
kejahatan demikian kompleks dan
berada di luar jangkauan hukum pidana;
Hukum pidana hanya merupakan bagian
kecil (sub sistem) dari sarana kontrol
sosial yang tidak mungkin mengatasi
kejahatan sebagai masalah kemanusiaan
dan kemasyarakatan yang sangat
12
Upaya Pemberantasan
Korupsi
13
kompleks;

PENDIDIKAN ANTI-KORUPSI

KETERBATASAN SARANA PENAL


Sistem pemidanaan bersifat fragmentair dan
individual/personal; tidak bersifat struktural
atau fungsional;
Efektifitas pidana (hukuman) bergantung
pada banyak faktor dan masih sering
diperdebatkan oleh para ahli.
Hukum pidana dan pemidanaan bukanlah
obat yang manjur atau panacea atau
bukan segala-galanya untuk menanggulangi
kejahatan.
(Nawawi Arief : 1998)
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN RI
DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN TINGGI

13
Upaya Pemberantasan
Korupsi

14

PENDIDIKAN ANTI-KORUPSI

14
Upaya Pemberantasan
Korupsi

15

PENDIDIKAN ANTI-KORUPSI

HUKUM PIDANA BUKAN


PANACEA
Rubin : hukum pidana atau pemidanaan
tidak mempunyai pengaruh terhadap
masalah kejahatan.
Schultz : naik turunnya angka kejahatan
tidak berhubungan dengan perubahan di
dalam hukum atau putusan pengadilan,
tetapi berhubungan dengan bekerjanya
atau berfungsinya perubahan kultural
dalam kehidupan masyarakat.
15
Upaya Pemberantasan
Korupsi

16

PENDIDIKAN ANTI-KORUPSI

HUKUM PIDANA BUKAN


PANACEA
Karl. O. Christiansen : pengaruh pidana
terhadap masyarakat luas sulit diukur.
S.R. Brody : 5 (lima) dari 9 (sembilan)
penelitian menyatakan bahwa lamanya
waktu yang dijalani oleh seseorang di
dalam penjara tidak berpengaruh pada
adanya reconviction atau penghukuman
kembali.

16
Upaya Pemberantasan
Korupsi

17

PENDIDIKAN ANTI-KORUPSI

HUKUM PIDANA BUKAN


PANACEA
Wolf Middendorf : tidak ada hubungan
logis antara kejahatan dengan lamanya
pidana. Kita tidak dapat mengetahui
hubungan sesungguhnya antara sebab dan
akibat. Orang melakukan kejahatan dan
mungkin mengulanginya lagi tanpa hubungan
dengan ada tidaknya UU atau pidana yang
dijatuhkan. Sarana kontrol sosial lainnya,
seperti kekuasaan orang tua, kebiasaankebiasaan atau agama mungkin dapat
mencegah perbuatan, yang sama efektifnya
dengan ketakutan orang pada pidana.

(Nawawi Arief : 1998)

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN RI


DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN TINGGI

17
Upaya Pemberantasan
Korupsi

18

PENDIDIKAN ANTI-KORUPSI

18
Upaya Pemberantasan
Korupsi

19

PENDIDIKAN ANTI-KORUPSI

HUKUM PIDANA BUKAN


PANACEA
Diskusikanlah kasus perlakuan istimewa yang
diberikan kepada Artalita. Ia bisa menyulap ruang
tempat ia mendekam di LP Cipinang menjadi ruang
yang sangat nyaman bagaikan ruang hotel berbintang.
Bagaimana pula dengan Gayus yang bebas
berkeliaran dan berpelesiran ke luar negeri selama
menjadi tahanan kasus penggelapan pajak. Menurut
and apa yang harus dilakukan untuk mencegah hal
ini?

19
Upaya Pemberantasan
Korupsi

20

PENDIDIKAN ANTI-KORUPSI

STRATEGI DAN/ATAU UPAYA


PENANGGULANGAN KORUPSI
1

Pembentukan Lembaga Anti-Korupsi

Pencegahan Korupsi di Sektor Publik

Pencegahan Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat

Pengembangan dan Pembuatan berbagai Instrumen Hukum yang


mendukung Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi

Monitoring dan Evaluasi

Kerjasama Internasional

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN RI


DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN TINGGI

20
Upaya Pemberantasan
Korupsi

21

Terima Kasih
Wahyudi Pramono. S.Ag.M.Si