Anda di halaman 1dari 6

LAPORAN KASUS BEDAH UROLOGI

SEORANG PRIA 30 TAHUN DATANG DENGAN RETENSIO URIN CURIGA


STRIKTURA URETHRA PARS ANTERIOR

Diajukan guna melengkapi tugas Kepaniteraan Senior Bagian Ilmu Bedah


Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro

Disusun oleh :
NURUL SAFITRI
22010113210008

Mentor Senior

Dr. M. Mulyono Sp. B-KBD

Mentor Residen

dr. Endro Ri Wibowo

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS DIPONEGORO


SEMARANG
2014

I. IDENTITAS PENDERITA
Nama

: Tn. H

Jenis kelamin

: Laki-laki

Umur

: 66 tahun

Alamat

: Pati

Masuk Rumah Sakit : 26 Februari 2014


No CM

: C456191

II. DAFTAR MASALAH


No.
Masalah Aktif
1.
Retensio urin

Tanggal
26-02-2014

2.

26-02-2014

Striktura urethra

No.

Masalah Pasif

Tanggal

Anamnesis
Autoanamnesis dengan pasien pada tanggal 26 Februari 2014 pukul 10.00.
Keluhan Utama : air kencing tidak bisa keluar
Riwayat Penyakit Sekarang :
6 bulan SMRS, pasien mengeluh BAK tidak lancar, BAK harus mengejan,
menunggu lama (-), keluar pancaran kecil, kencang dan kadang-kadang
bercabang. Setelah BAK, pasien merasa kencing masih ada yang belum keluar.
Kencing keluar lagi setelah pasien memijit-mijit penisnya. Nyeri saat kencing
(-).
2 bulan SMRS, pasien mengeluh kencing semakin susah. Kencing keluar
pancaran kecil, kencang, BAK tidak tuntas. Nyeri saat kencing (+), pasien
sering tidak bisa menahan kencing.
1 hari SMRS, pasien tidak bisa kencing sama sekali. Lalu lalu pasien berobat
ke IGD RSDK.
Riwayat Penyakit Dahulu
Riwayat kencing keluar batu (+) 6 bulan lalu
Ruwayat kencing darah (+)
Riwayat keluar nanah dari penis (+)

Riwayat sakit kencing manis disangkal


Riwayat darah tinggi disangkal
Riwayat trauma di daerah pubis disangkal
Riwayat operasi (+) 6 bulan yang lalu karena batu di kandung kemih.
Riwayat Penyakit Keluarga
Riwayat keluarga sakit diabetes mellitus disangkal
Riwayat keluarga sakit hipertensi disangkal
Riwayat Sosial Ekonomi
Penderita bekerja sebagai petani tinggal bersama anak dan istrinya yang tidak
bekerja. Biaya perawatan ditanggung oleh jamkesmas.
Kesan : Sosial ekonomi kurang
Pemeriksaan Fisik
Keadaan Umum : baik
Kesadaran

: komposmentis

Tanda Vital

TD

: 120/80 mmHg

Nadi

: 82 x/menit isi dan tegangan cukup

Laju Pernafasan

: 20 x/menit

Suhu

: 370C (aksiler)

Kepala

: mesosefal

Mata

: konjungtiva palpebra anemis (-/-), sklera ikterik

Hidung

: nafas cuping (-/-), discharge (-/-)

Telinga

: discharge (-)

Mulut

: bibir kering (-), sianosis (-)

Tenggorok

: T1-1, faring hiperemis (-)

Leher

: simetris, trakhea di tengah, pembesaran limfonodi (-)

Dada

Pulmo

: Saat statis simetris kiri=kanan


Saat dinamis simetris kiri=kanan

Pa

: stem fremitus kanan = kiri

Pe

: sonor seluruh lapangan paru

Au
Jantung

: SD vesikuler, ST (-)
I : ictus cordis tidak tampak

Pa

: ictus cordis teraba di SIC V, 2 cm medial LMCS

Pe

: konfigurasi jantung sulit dinilai

Au

: BJ I-II murni, gallop (-), bising (-)

Abdomen

: I

: cembung, jejas (-), venektasi (-)

Au

: bising usus (+) normal

Pe

: timpani, pekak sisi (+) normal, pekak alih (-)

Pa

: nyeri tekan (+) di suprapubis, hepar dan lien


tidak teraba

Genitalia

: Laki-laki. Meatus urethra externum indurasi (+),


menyempit (+), discharge (-)

Extremitas

Sianosis
Udem
Akral Dingin
Capillary Refill
Sensibilitas

Superior

Inferior

-/-/-/<2/<2
+/+

- /-/-/<2/<2
+/+

Status Urologis
1. Regio Flank
Inspeksi : cembung (-), warna seperti kulit sekitar
Palpasi : Ballotement (-), nyeri tekan (-)
Perkusi : nyeri ketok Costovertebra angle (-)
2. Regio Suprapubik
Inspeksi : cembung (+), warna seperti kulit sekitar, skar bekas operasi
(+), fistel (-)
Palpasi : nyeri tekan (+), massa (-)
Perkusi : pekak
3. Regio Anoperineal
a. Perineum

Inspeksi : warna hiperpigmentasi (+) normal, vitiligo (-), kemerahan


(-), abses perianal (-), bekas garukan (-), eksternal opening atau
fistula (-), rambut, papilloma (-), massa tumor (-), benjolan (-)
Palpasi : nyeri tekan (-), massa (-), benjolan (-), indurasi (-), keras (-)
b. Anus
Inspeksi : bentuk normal (+), merot (-), skin tag (-), fistula ani (-),
hemoroid eksterna (-), hemoroid interna (-), fissura ani (-), benjolan
(-), massa (-), papilloma (-)
Palpasi : nyeri tekan (-), benjolan (-)
c. Rectal Toucher
Palpasi : TSA cukup, mucosa licin, tumor(-), ampulla recti tidak
kolaps, massa intra lumen (-), nyeri tekan (-), fissura (-), BCR (+)
Prostat : diameter latero lateral 2 cm simetris, teraba pole anterior,
pole atas teraba, sulcus medianus (+), nodul (-), permukaan rata,
nyeri tekan (-)
Sarung tangan : feses (+), darah (-), lendir (-)
d. Regio Genitalia Eksterna
-Penis
Inspeksi : Laki-laki, sirkumsisi (+), warna

kulit sama dengan sekitar,

fistel (-), MUE : discharge (+), edema (-), kemerahan (-), stenosis (+)
Palpasi : Indurasi (+) 2 cm di ventral penis, massa (-)
- Scrotum

Inspeksi: warna sama dengan sekitar, benjolan (-), simetris, fistula (-)
Palpasi : teraba testis 2 buah, simetris, kenyal
IV. DIAGNOSIS SEMENTARA
Retensio urin e.c curiga striktura urethra pars anterior
VI. INITIAL PLAN
1. retensio urin e.c curiga striktura urethra anterior
Ip Dx

:S:O: Lab. darah rutin, cek urin rutin, ureum kreatinin, elektrolit,
kultur urin

Ip Tx

: pasang DC, jika gagal cystostomy, rujuk ke bedah urologi

Ip Mx

: Keadaan umum, tanda vital

Ip Ex

:-

Mengajukan inform consent dan menjelaskan kepada pasien dan


keluarga bahwa terdapat penyumbatan pada saluran kencing
yang menuju ke penis sehingga diperlukan pemasangan kateter
langsung ke dalam kandung kemih dari atas pubis.

Menjelaskan pada pasien dan keluarga bahwa diperlukan


perujukan ke dokter urologi untuk dilakukan operasi.
Keuntungan dan kerugian serta komplikasi yang dapat terjadi
dari tindakan operasi tersebut akan dijelaskan oleh dokter
bedah urologi.