Anda di halaman 1dari 10

TUGAS I

KEWIRAUSAHAAN DAN PENGENALAN BISNIS


Saya Ingin Kaya

Oleh :
NURUL AZMI
14334732

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM


JURUSAN FARMASI
INSTITUT SAINS DAN TEKNOLOGI NASIONAL
JAKARTA
2015

BAB I
PENDAHULUAN

A. Definisi kaya menurut para ahli


Dari Abu Dzar Al-Ghifari t:












Bahwa sebagian orang dari kalangan sahabat Nabi r berkata kepada Nabi r: Wahai
Rasulullah! Orang-orang kaya itu berangkat dengan membawa banyak pahala. Mereka
melakukan shalat sebagaimana kami melakukan shalat. Mereka pun berpuasa
sebagaimana kami berpuasa. Tetapi mereka mampu bersedekah dengan kelebihan harta
mereka.dst. (HR. Muslim: 1674, Abu Dawud: 1286, Ahmad: 20500).
Menjadi kaya juga memerlukan motivasi dari generasi terdahulu yang menjadi
teladan dalam kebaikan. Dengan mencontoh mereka, kita berharap agar mempunyai tujuan
yang benar di dalam mencari kekayaan yang halal seperti menegakkan agama Islam,
menyambung silaturrahim, menyantuni kaum fakir miskin, dan sebagainya.
Secara bahasa, menurut Al-Allamah Murtadla Az-Zubaidi Al-Ghina(kaya) adalah lawan
kata faqir. Beliau berkata:


Kata kaya ada 2 macam arti: Pertama adalah hilangnya hajat (kebutuhan). Dan ini adalah
hanyalah Allah U. Kedua adalah sedikitnya hajat (kebutuhan). Inilah yang diisyaratkan oleh
firman Allah U: Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang kekurangan, lalu Dia
memberikan kecukupan (kekayaan). (QS. Adl-Dluha: 8). (Tajul Arus: 8527).

Secara syariat, kaya memiliki 2 pengertian: pertama adalah kaya secara jiwa (batin)
dan kedua adalah kaya secara ekonomi (lahir).
Tentang kaya secara jiwa, Rasulullah r bersabda:


Bukannya kaya itu dari sebab banyaknya materi duniawi. Tetapi kaya adalah kayanya
jiwa. (HR. Al-Bukhari: 5965, Muslim: 1741, At-Tirmidzi: 2295 dan Ibnu Majah: 4127 dari
Abu Hurairah t).
Sedangkan kaya secara ekonomi, Al-Allamah Ibnu Muflih Al-Hanbali berkata:
:


Maka orang kaya dalam Bab Zakat ada 2 macam:
pertama adalah kaya yang mewajibkan dipungut zakat dan,
kedua adalah kaya yang menghalangi dari menerima zakat. Karena Rasulullah ra tidak
mengingkari orang yang meminta-minta jika memang mereka termasuk orang-orang yang
berhak (menerima zakat) dan karena rasa risih sebab berulangnya meminta-minta. (AlFuru: 4/310).

B. Kenapa ingin menjadi orang kaya


Kekayaan disini tak hanya berarti sempit menyangkut harta secara finansial. Dalam
arti sesungguhnya dan seleluasnya, saya sehat, prima, dan segar, bugar, ini satu kekayaan tak
ternilai, dan saya juga sangat kaya akan wawasan, pengetahuan, ilmu dan teknologi. Lain
daripada itu saya juga kaya akan kawan, teman, dan rekan.

Keinginan saya menjadi orang kaya didorong oleh keinginan orang tua untuk pergi
menunaikan ibadah Haji, disana saya berfikir bahwa jika saya kaya maka dapat mewujudkan
keinginan orang tua untuk menunaikan ibadah Haji, disamping itu saya tidak ingin
mengecewakan orang tua yang sudah membiayai sekolah saya hingga sekarang masuk ke
perguruan tinggi, saya ingin membuat orang tua saya bangga dan tidak menyesal telah
memperjuangkan segalanya demi saya hingga sekarang. Selain itu banyak keinginan saya
dalam mendapatkan sesuatu yang saya inginkan dan mencapai tujuan saya.

C. Sekaya apa saya dua puluh tahun ke depan


Kekayaan financial mungkin dapat diukur tetapi kekayaan jasmani dan rohani tidak
dapat diukur oleh apapun, sehingga saya berharap dua puluh tahun kedepan mendapatkan
kekayaan jasmani dan rohani yang baik dan financial yang cukup, serta kekayaan yang akan
disukai allah swt dan rasulnya juga orang tua dan orang-orang yang ada disekitar kita.
BAB II
PETA JALAN

A. Bagaimana memulai menjadi kaya


Dengan pelatihan ZONA KAYA kita mendapatkan Rahasia Orang Orang
Sukses dan Anda akan mendapatkan berbagai manfaat sebagai berikut :
1. Menguasai 4 kunci kekuatan energi untuk membuka PINTU KEKAYAAN TANPA
BATAS (Unlimited Wealth Strategy).
2. Strategi menjadi Kaya dengan KERJA CERDAS, bukan dengan KERJA
KERAS (Brain Power Strategy).

3. Menguasai Penyembuhan diri sendiri (Bioenergy Healing) & rasa PERCAYA DIRI (Self
Confidence)serta daya tarik alami (Aura Magnetik).
4. Memasuki ZONA KAYA dengan modal 5 M yang sudah di sediakan TUHAN untuk
Anda miliki (High Income Strategy).
5. Mengubah Kegagalan Menjadi KEKUATAN untuk SUKSES 10 kali lipat dari orang
biasa (High leverage Strategy).
6. Strategi Mengubah Hutang menjadi SUMBER REZEKI (Managing Debt Strategy).
7. Cara cepat mewujudkan KEINGINAN & HARAPAN yang masih tertunda menjadi
kenyataan (Dream Transformation be Reality).
8. Rahasia membuat Peternakan Uang dan Uang bekerja untuk Anda (Financial Freedom
Mindset).
9. Cara Praktis memulai dan mengembangkan Bisnis yang menghasilkan Miliaran rupiah
dengan modal sangat minim (Economic Principles).
10. Strategi

mengatasi

kesulitan-kesulitan

dan

berbagai

masalah

hidup

dengan

mudah (Problem Solving Strategy).


11. Menguasai teknik Adjusment untuk melancarkan karir dan menciptakan keharmonisan
rumah tangga(Self Adjustment).
12. Mampu melakukan Transformasi batin untuk hidup lebih tenang,damai,bahagia dan lebih
dekat dengan Tuhan (Soul Transformation)

B. Langkah apa yang ditempuh untuk menjadi kaya


Setidaknya ada sepuluh langkah praktis agar bisa menjadi kaya, di antaranya:
1. Menetapkan dalam pikiran kita, berapa jumlah uang yang kita inginkan.
Jangan berkata. Aku ingin memiliki banyak uang. Kita harus memastikan jumlah
nominalnya. Biasanya target itu sesuai dengan obsesi akhir, misalnya ingin membeli
sebuah mobil, maka jumlah uang yang dibutuhkan sama dengan harga mobil tersebut.
Orang-orang kaya pada umumnya mengetahui dengan pasti jumlah kekayaannya, yakni
untuk apa dan bagaimana menggunakan kekayaan tersebut.
2. Menetapkan secara pasti jenis usaha yang akan kita lakukan.

Bagaimana bentuk sebuah pengorbanan demi mewujudkan keinginan untuk menjadi


kaya. Kita sering mendengar kisah para konglomerat, yang awalnya hidup sangat
sederhana. Mereka rela tidak membeli pakaian bagus, tidak makan enak, dan lain
sebagainya dalam kurun waktu yang cukup lama. Kemudian hasil keuntungan kerjanya
dikumpulkan untuk menambah modal usaha. Mereka selalu berfikir produktif sebelum
targetnya tercapai. Begitulah cara mereka menempuh perjalanan menuju gerbang kaya.
3. Jika plane (rencana) sudah dipastikan, maka jangan mengulur-ulur waktu.
Jangan terlalu banyak mengambil pertimbangan untuk segera melakukan. Sebab jika kita
banyak pertimbangan maka akan dibayang-bayangi ketakutan akan kegagalan. Ingatlah
bahwa menunda-nunda aktivitas berarti menumpuk tugas-tugas kehidupan (pekerjaan).
Semakin bertumpuk, kita akan semakin bingung dari arah manakah melalui
menyelesaikannya. W. Bill Gates, pemilik microsoft Corp, berpendapat komputer adalah
bisnis kecepatan. Semakin cepat proses dalam komputer, maka hasilnya semakin baik
buat berbagai hal. Menurutnya, bahwa dalam bisnis itu siapa cepat dialah yang
menguasai. Jika ingin cepat sukses, maka janganlah menunda-nunda pekerjaan.
4. Menetapkan suatu target pencapaian.
Sebagaian kalangan menilai, bahwa poin ini sangatlah penting. Tanpa adanya target
waktu pencapaian, maka cita-cita menjadi kaya hanya sebatas cita-cita. Sebab hal itu
akan tertunda terus. Dengan target waktu orang akan berusaha menyelaraskan rencana
aktivitas dengan tindakkan nyata. Akan menjadi sangat efektif bila target waktu
pencapaian ditentukan mulai dari jangka pendek, jangka menengah, hingga jangka
panjang.
5. Membangun networking (jaringan).
Ada empat hal yang tak diberitahukan Tuhan kepada manusia, salah satunya adalah
rezeki. Akan tetapi, Tuhan mempersilahkan manusia berusaha, ikhtiar dengan sunguhsungguh, seakan masih diberiwaktu hidup seribu tahun lagi. Salah satu yang dapat
membuka jalan ikhtiar itu adalah silaturohmi atau dalam bisnis kita kenal dengan istilah
networking. Manusia adalah makhluk interaktif komunikasif, artinya ia tidak bisa diam
dan selalu ingin berkomunikasi. Manusia selalu ingin menyampaikan sesuatu, demikian
menurut Aristoteles. Karenanya, ia tidak bisa hidup sendiri dan selalu membutuhkan
orang lain. Dalam ilmu sosiologis dikenal dengan istilah manusia sebagai makhluk sosial.
Naluri tersebut merupakan modal dasar dalam membangun jaringan.
6. Biasakan bangun lebih pagi.

Sering kali kita hanya berfikir bahwa pagi identik dengan suara kicau burung, sinar
matahari menembus jendela atau secangkir kopi. Namun sebenarnya pagi adalah masa
depan, pagi adalah merupakan salah satu elemen penyusunan kehidupan. Kebiasaan
bangun pagi membuat kita tidak selalu tertinggal, minimal tidak tertinggal sinar hangat
matahari yang dapat membuat mood kita selalu segar. Biasa menikmati udara pagi yang
segar berarti kita masih diberi kesempatan untuk memulai kehidupan baru.
7. Menetapkan tujuan yang jelas.
Tujuan adalah kalimat-kalimat yang sering kita tulis dalam sebuah buku catatan, yang
terlintas dalam benak pikiran kita, atau sesuatu yang menyelinap dalam mimpi kecil
sebelum tidur. Tujuan bukanlah mobil mewah, bukan pula halaman rumah yang terlihat
hijau dengan segala panoramanya.Namun tujuan adalah sesuatu yang membuat kita
bersemangat untuk segera mencapainya, sekalipun harus berusaha dengan susah payah.
Tujuan hidup itu sangat penting, mempunyai rencana tanpa tujuan bisa-bisa akan
terombang-ambingkan oleh keadaan kondisi zaman dan pergaulan sosial.
8. Kemampuan berinovasi.
Janganlah berkecil hati atau merasa tidak memiliki kelebihan sama sekali. Tsai Lun,
penemu kertas pertama di dunia pernah kecil hati, yang saya lakukan hanya membakar
bambu di pekarangan rumah. Namun kegiatan bakar-bakarannya itu merupakan bahan
dasar kertas. Jadi, untuk menjadi kaya tidak harus cerdas, kuncinya adalah kemampuan
inovasi. Dengan berinovasi banyak hal baru bisa ditemukan kapan saja dan di mana
saja.asalkan kita mau melakukan sesuatu pekerjaan yang benar dan baik penuh semangat.
9. Selalu berdoa.
Di dunia ini tidak ada manusia yang super hero. Tidak ada yang kuasa atas dirinya
sendiri, meskipun sekedar menyuruh segores luka untuk segera sembuh, apalagi
memastikan diri menjadi kaya mendadak. Hanya Allah yang bisa menentukan segalanya.
Karenanya, kita di perintah agar selalu berdoa kepadaNya, disamping berusaha
semaksimal mungkin. Karena doa dan bekerja adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan.
Walaupun kesuksesan belum tentu bisa diraih, namun dengan berdoa kita memiliki
harapan, dan harapan itulah yang mendekatkan kita pada keberhasilan.
10. Selalu instrospeksi diri.
Untuk bisa menjadi orang kaya, maka hendaknya kita suka instropeksi diri. Dengan
demikian, kita akan menyadari kekurangan dan kelemahan diri sendiri. Sikap dan
kebiasaan ini sangat diperlukan, sebab proses hidup tidak selalu berjalan konstan.
pengalaman yang serupa tidak selalu memberikan hasil yang sama. Namun selalu ada

keterbatasan atas apa yang sudah atau yang akan kita lakukan. Instrospeksi diri diawali
dengan sikap rendah hati. Menyadari bahwa kita tidak luput dari kekeliruan atau
kesalahan.

C. Pengetahuan apa yang perlu dikuasai untuk menjadi kaya


Pengetahuan tentang bagaimana kita beriman dan mencintai Allah swt dan rasulnya.
Pengetahuan tentang bagaimana caranya kita menanamkan kesabaran dan ketekunan dalam
memulai suatu usaha.

D. Bagaimana cara menciptakan modal


dengan cara kita bekerja terlebih dahulu ditempat orang lain, dan menyisihkan uang gaji
untuk memulai suatu usaha yang kita akan buat sendiri, perlu diingat modal bukan hanya
sekedar uang atau aset, tetapi juga bisa dalam wujud pengetahuan terhadap usaha tersebut,
pengalaman, keberanian, serta networking.

BAB III
KESIMPULAN

Dalam penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa:


1. Kaya itu bukan hanya sekedar kaya financial saja, tetapi termasuk juga kekayaan jasmani dan
rohani juga.

2. Dalam mencapai suatu tujuan kita harus banyak berdoa dan berikhtiar.
3. Untuk mencapai suatu keinginan kita, sebaiknya dilakukan dengan sungguh-sungguh dan
penuh keyakinan.

DAFTAR PUSTAKA

Al Ustadz dr. M Faiq Sulaifi. 2011., menjadi Kaya, Siapa Takut ?. https://aburamiza .
wordpress . com diakses pada tanggal 7 Juli 2015
Syaiful maghsri. 2013., rahasia dan cara menjadi orang kaya menurut islam.
http://www.syaifulmaghhsri.com diakses pada tanggal 7 Juli 2015
Nur Rokhim. 2014., kunci sepuluh langkah praktis, agar hidup bisa menjadi kaya.
http://www.ikelana.com diakses pada tanggal 7 Juli 2015