Anda di halaman 1dari 24

TRAUMA KEPALA

Dedy Rustman
100700374

Anatomi kepala
Tulang tengkorak

Vaskularisasi pada tulang tengkorak kepala

Potongan Melintang Tulang Tengkorak dan


Meningens

Otak

Drfinisi
trauma kepala adalah suatu kerusakan pada kepala,
bukan bersifat kongenital ataupun degeneratif, tetapi
disebabkan oleh serangan atau benturan fisik dari luar,
yang dapat mengurangi atau mengubah kesadaran yang
mana menimbulkan kerusakan kemampuan kognitif dan
fungsi fisik.

Patofisiologi
Lesi pada kepala dapat terjadi pada jaringan luar dan
dalam rongga kepala. Lesi jaringan luar terjadi pada kulit
kepala dan lesi bagian dalam terjadi pada tengkorak,
pembuluh darah tengkorak maupun otak itu sendiri.
Terjadinya benturan pada kepala dapat terjadi pada tiga
jenis keadaan yaitu, kepala diam dibentur benda yang
bergerak, kepala yang bergerak membentur benda yang
diam, dan kepala yang tidak dapat bergerak karena
bersandar pada benda yang lain dibentur oleh benda yang
bergerak.
mekanisme trauma kepla terjadi akibat coup atau
counter coup.

Berdasarkan patologi trauma kepala dibagi


menjadi 2 yaitu:
Trauma kepala primer :
merupakan cedera yang terjadi saat atau bersamaan
dengan
kejadian cedera, dan ini merupakan suatu
fenomena mekanik. Cedera ini umumnya menimbulkan lesi
permanen.
1.

Trauma kepala skunder :


merupakan proses lanjutan dari trauma kepala primer
dan lebih merupakan fenomena metabolik. Pada penderita
trauma kepala berat,penyebab trauma kepala sekunder
antara lain penyebab sistemik dan intrakranial.
2.

Tingkat keparahan trauma kepala dengan GCS


MATA

MOTORIK

VERBAL

Mata terbuka dengan spontan

Mata membuka setelah diperintah

Mata membuka setelah diberi rangsang nyeri

Tidak membuka mata

Menurut perintah

Dapat melokalisir nyeri

Menghindari nyeri

Fleksi (dekortikasi)

Ekstensi (decerebrasi)

Tidak ada gerakan

Menjawab pertanyaan dengan benar

Salah menjawab pertanyaan

Mengeluarkan kata-kata yang tidak sesuai

Mengeluarkan suara yang tidak ada artinya

Tidak ada jawaban

Trauma kepala ringan


Trauma kepala dengan GCS 14-15 dimana tidak
dijumpai keadaan hilangnya kesadaran (< 30 menit), pasien
dapat mengeluh pusing dan nyeri kepala, pasien dapat
menderita abrasi, laserasi, atau hematoma kulit kepala serta
tidak adanya kriteria cedera sedang-berat.
2. Trauma kepala sedang
Trauma kepala dengan SKG 9-13. Pasien mungkin
bingung atau somnolen namun tetap mampu untuk
mengikuti perintah sederhana. Dapat dijumpai konkusi,
amnesia pasca-trauma, muntah, kejang serta tanda
kemungkinan fraktur kranium (Battle sign, mata rabun,
otorea, atau rinorea cairan serebrospinal).
1.

Trauma kepala berat


Trauma kepala berat adalah trauma kepala dengan SKG
3-8 dimana terdapat penurunan derajat kesadaran secara
progresif (koma). Pada keadaan ini dapat dijumpai tanda
neurologis fokal, serta trauma kepala penetrasi atau teraba
fraktur depresi kranium. Hampir 100% trauma kepala berat
dan 66% trauma kepala sedang menyebabkan cacat yang
permanen. Pada trauma kepala berat terjadinya cedera otak
primer seringkali disertai cedera otak sekunder apabila
proses patofisiologi sekunder yang menyertai tidak segera
dicegah dan dihentikan.
3.

Pemeriksaan Radiologi
a. Foto polos kepala
o. Pemeriksaan
ini
untuk
melihat
pergeseran(displacement)
fraktur
tulang
tengkorak, tetapi tidak dapat menentukan ada
tidaknya perdarahan intrakranial.
o. Fraktur

pada tengkorak dapat berupa:


-Fraktur impresi
-Fraktur linear
-Fraktur distasis

Fraktur impresi

Fraktur impresi biasanya disertai kerusakan


jaringan otak dan pada foto terlihat sebagai garis
sejajar dengan densitas tinggi pada tulang
tengkorak.

Fraktur linear

Fraktur terlihat sebagai garis radiolusen,paling


sering di daerah parietal. Garis fraktur biasanya
lebih radiolusen daripada pembuluh darah dan
arahnya tidak teratur.

Fraktur diastasis

Fraktur lebih sering pada anak-anak dan terlihat


sebagai pelebaran sutura.

b.
1.

CT-Scan
Indikasi CT scan pada Trauma Kepala
Pada trauma kepala, fraktur, perdarahan dan edema akan tampak dengan

jelas baik bentuk maupun ukurannya. Indikasi pemeriksaan CT scanpada kasus


trauma kepala adalah seperti berikut:
a.

Bila secara klinis didapatkan klasifikasi trauma kepala sedang dan berat.

b.

Trauma kepala ringan yang disertai fraktur tengkorak.

c.

Adanya kecurigaan dan tanda terjadinya fraktur basis kranii.

d.

Adanya defisit neurologi, seperti kejang dan penurunan gangguan kesadaran.

e.

Sakit kepala yang hebat.

f.

Adanya tanda-tanda peningkatan tekanan intrakranial atau herniasi jaringan


otak.

g.

Kesulitan dalam mengeliminasi kemungkinan perdarahan intraserebral.

A.

Fraktur basis kranii pada CT scan kepala

Fraktur tulang temporal petrous kiri, yang


melibatkan telinga tengah (panah kecil). Dapat
dilihat juga adanya gambaran sedikit udara pada
fossa posterior dari tulang tengkorak (panah
terbuka).

B.

Perdarahan Epidural pada CT Scan Kepala Nonkontras di parietalis kanan. biasanya terjadi akibat
pecahnya arteri meningeal media. Sedikit perdarahan
juga terlihat di lobus frontal kiri (perdarahan
intraserebral).

Perdarahan subdural pada CT scan


Pada fase akut, hematoma subdural muncul berbentuk
bulan sabit, ketika cukup besar, hematoma subdural
menyebabkan pergeseran garis tengah. Pergeseran dari
gray matter-white matter junction merupakan tanda
penting yang menunjukkan adanya lesi.
A.

Perdarahan subdural dengan fraktur tengkorak

Perdarahan subaraknoid (SAH)


terlihat mengisi ruangan subaraknoid yang biasanya
terlihat gelap dan terisi CSF di sekitar otak. Rongga
subaraknoid yang biasanya hitam mungkin tampak putih di
perdarahan akut. Temuan ini paling jelas terlihat dalam
rongga subaraknoid yang besar.
D.

E.

Perdarahan Intraserebral
Perdarahan intraserebral biasanya disebabkan oleh

trauma terhadap pembuluh darah, timbul hematoma


intraparenkim dalam waktu -6 jam setelah terjadinya
trauma. Hematoma ini bisa timbul pada area kontralateral
trauma.

Perdarahan Intraventrikular
Perdarahan intraventrikular merupakan penumpukan darah
pada ventrikel otak. Perdarahan intraventrikular selalu
timbul apabila terjadi perdarahan intraserebral
F.

MATOR
THANKS......!!!

Anda mungkin juga menyukai