Anda di halaman 1dari 19

LAPORAN PRAKTIKUM ILMU KIMIA DASAR

TENTANG
PENGENALAN ALAT KIMIA

OLEH:GOLONGAN 8
1. Ajranti Ismi Fajrindes
2. Indri Berliani
3. Sri Rahma Hidayati
4. Yulia Wulandari
Dosen pembimbing :
1. Azizah,SKM
2. Yonaniko Dephinto,M.Si

KELAS B
PRODI DIPLOMA IV GIZI
POLTEKKES KEMENKES RI PADANG
TAHUN AKADEMIK 2014/2015
I.

Hari / Tanggal Praktikum : Rabu / 27 Agustus 2014

II.
III.

IV.

V.

Judul Praktikum
: Pengenalan alat-alat ukur berat dan volume di
laboratorium kimia
Tujuan Praktikum
:
1. Untuk mengetahui nama alat ukur berat dan volume yang ada di laboratorium.
2. Untuk mengetahui kegunaan dari alat ukur berat dan volume yang ada di
laboratorium.
3. Untuk mengetahui cara menggunakan alat-alat ukur berat dan volume yang
ada di laboratorium.
Prinsip dan Reaksi
:
1. Prinsip : Mengenal dan memahami alat-alat ukur berat dan volume yang
terdapat di laboratorium
2. Reaksi : Hasil dan Pembahasan :
1. Hasil
a. Alat ukur volume

N
o

Nama Alat

Pipet
Volume
atau Pipet
Gondok
atau
Volumetrik

Gambar

Fungsi

Ukura
n

Digunakan
untuk
mengambil
larutan dengan
volume
tertentu sesuai
dengan label
yang tertera
pada bagian
pada bagian
yang
menggembung
.

2ml

Untuk
mengukur
volume larutan

1/0,1m
l

5ml
10ml
25ml
50ml

2
Pipet Ukur

(ketelit
iannya
)

3
Buret

Digunakan
untuk titrasi,
tapi pada
keadaan
tertentu dapat
pula digunakan
untuk
mengukut
volume suatu
larutan.

50/0,1
ml
(ketelit
iannya
)

4
Pipet Tetes

Untuk
meneteskan
atau
mengambil
larutan dengan
jumlah kecil.

Gelas
Kimia

Tempat untuk
menyimpan,wa
dah dan
membuat
larutan. Untuk
memanaskan
larutan.Melaru
tkan
zat.Memindah
kan zat.

5
250ml
400ml
500ml
600ml
800ml
1L
2L

6
Gelas Ukur

Untuk
mengukur
volume
larutan. Pada
saat praktikum
dengan
ketelitian
tinggi gelas
ukur tidak
diperbolehkan
untuk
mengukur
volume
larutan.
Pengukuran
dengan
ketelitian
tinggi
dilakukan
menggunakan
pipet volume.

10ml

Tempat
membuat
larutan. Dalam
membuat
larutan
erlenmeyer
yang selalu
digunakan.Dig
unakan dalam
proses titrasi.

100ml

25ml
50ml
100ml
250ml
500ml
1L
2L

7
Erlenmeyer

200ml
250ml
300ml
500ml
1L

8
Labu Ukur
Leher
Panjang

Untuk
membuat dan
atau
mengencerkan
larutan dengan
ketelitian yang
tinggi.

25ml

Membuat
larutan.

500ml
1L

50ml
100ml
250ml

2L

b. Alat Ukur Berat


N
o
1

Nama Alat

Gambar

Fungsi

Neraca
Analitik

Untuk menimbang
massa suatu zat.
Tingkat ketelitian
lebih tinggi neraca
di atas.

Timbangan
Atau Neraca
Teknik

Untuk menimbang
massa suatu zat

c. Instrument

N
o
1

Nama Alat

Gambar

Fungsi

Hot plate

Untuk
memanaskan
larutan. Biasanya
untuk larutan
yang mudah
terbakar.

Oven

Untuk
mengeringkan
alat-alat sebelum
digunakan dan
digunakan untuk
mengeringkan
bahan yang
dalam keadaan
basah.

Tanur

Digunakan
sebagai pemanas
pada suhu tinggi,
sekitar 1000 C.

Furnance

Sebagai pemanas
pada suhu tinggi

d. Alat Penunjang
No

Nama Alat

Gambar

Fungsi

Botol Semprot

biasanya
digunakan untuk
menympan
aquades dan
digunakan untuk
mencuci ataupun
membilas bahanbahan yang tidak
larut dalam air.
Selain itu
digunakan juga
untuk mencuci
atau menetralkan
peralatanperalatan yang
akan digunakan.
Cara
menggunakan:
menekan botol
maka aquades
akan keluar.

Cawan Petri
atau awan Eko
atau telepa
Petri

digunakan untuk
membiakkan sel.
Cawan petri selalu
berpasangan, yang
ukurannya agak
kecil sebagai
wadah dan yang
lebih besar
merupakan
tutupnya

(ada 2 macam
yaitu yang
terbuat dari
kaca dan
plastik)

Corong
Bchner yang
dihubungkan
dengan labu
yang
terhubung
dengan pompa
vakum.

Digunakan untuk
menyaring. Bahan
penyaring
(biasanya kertas
saring) diletakkan
di atas corong
tersebut dan
dibasahi dengan
pelarut untuk
mencegah
kebocoran pada
awal penyaringan.
Cairan yang akan
disaring
ditumpahkan ke
dalam corong dan
dihisap ke dalam
labu dari dasar
corong yang
berpori dengan
pompa vakum.

Evaporating
Dish atau
Cawan
Porselin

Digunakan
sebagai wadah
untuk mereaksikan
atau mengubah
suatu zat pada
suhu tinggi.
Misalnya
penguapan larutan
dari suatu bahan
yang tidak mudah
menguap,
mengabukan
kertas saring.

Botol Bahan

Wadah atau
tempat
menyimpan
bahan-bahan
kimia

Botol Reagen
atau Botol
Pereaksi

Digunakan untuk
menyimpan
larutan bahan
kimia atau sering
juga di gunakan
untuk menyimpan
indikator asam
basa seperti
fenolftalin.

Labu Destilasi

Untuk destilasi
larutan. Pada
bagian atas
terdapat karet
penutup dengan
sebuah lubang
sebagai tempat
termometer.

Corong Gelas

Cprpng dibagi
menjadi dua jenis
yakni corong yang
menggunakan
karet atau plastik
dan corong yang
menggunakan
gelas. Corong
digunakan untuk
memasukan atau
memindah larutan
ai satu tempat ke
tempat lain dan
digunakan pula
untuk proses
penyaringan
setelah diberi
kertas saing pada
bagian atas.

Corong Bucher

Menyaring larutan
dengan dengan
bantuan pompa
vakum.

10

Corong Pisah

Untuk
memisahkan dua
larutan yang tidak
bercampur karena
adanya perbedaan
massa jenis.
Corong pisah
biasa digunakan
pada proses
ekstraksi.

11

Kondensor

Untuk destilasi
larutan. Lubang
lubang bawah
tempat air masuk,
lubang ata tempat
air keluar.

12

Filler (Karet
Pengisap)

Untuk menghisap
larutan yang akan
dari botol larutan.
Untuk larutan
selain air
sebaiknya
digunakan karet
pengisat yang
telah
disambungkan
pada pipet ukur.

13

Pengaduk

Untuk mengocok
atau mengaduk
suatu baik akan
direaksikan mapun
ketika reaksi
sementara
berlangsung.

14

Tabung Reaksi

Untuk
mereaksikan dua
atau lebih zat.

15

Spatula plastik
dan logam

Untuk mengambil
bahan-bahan
kimia dalam
bentuk padatan,
misalnya dalam
bentuk kristal.
Untuk zat-zat yang
bereaksi dengan
logam digunakan
spatula plastik
sedangkan zat-zat
yang tidak
bereaksi dengan
dengan logam
dapat digunakan
spatula logam.

16

Pipa Kapiler
atau Kaca
Kapiler

Untuk
mengalirkam gas
ke tempat tertentu
dan digunakan
pula dalam
penentuan titik
lebur suatu zat.

17

Desikator

Untuk menyimpan
bahan-bahan yang
harus bebas air
dan mengeringkan
zat-zat dalam
laboratorium.
Dikenal dua jenis
desikator yaitu
desikator biasa
dan desikator
vakum.

18
Gelas Arloji

1. Sebagai
penutup saat
melakukan
pemanasan
terhadap suatu
bahan kimia
2. Untuk
menimbang
bahan-bahan
kimia
3. Untuk
mengeringkan
suatu bahan dalam
desikator.

19

Kaki Tiga

Kaki tiga sebagai


penyangga
pembakar spirtus.

20

Kawat Kasa

Sebagai alas atau


untuk menahan
labu atau beaker
pada waktu
pemanasan
menggunakan
pemanas spiritus
atau pemanas
bunsen

21

Rak Tabung
Reaksi

Tempat tabung
reaksi. Biasanya
digunakan pada
saat melakukan
percobaan yang
membutuhkan
banyak tabung
reaksi. Numun

dalam
mereaksikan zat
yang
menggunakan
tabung reaksi
sebaiknya
menggunakan rak
tabung reaksi demi
keamanan diri
sendiri maupun
orang lain.
22

Penjepit

Untuk menjepit
tabung reaksi.

23

Stirer dan
Batang Stirer

Pengaduk
magnetik. Untuk
mengaduk larutan.
Batang-batang
magnet diletakan
di dalam larutan
kemudian
disambungkan
arus listrik maka
secara otomatis
batang magnetik
dari stirer akan
berputar.

24

Mortal dan
Pastle

Menghaluskan zat
yang masing
bersifat
padat/kristal.

25

Krusibel

Terbuat dari
persolen dan
bersifat inert,
digunakan untuk
memanaskan
logam-logam.

26

Evaporating
Dish

Digunakan
sebagai wadah.
Misalnya
penguapan larutan
dari suatu bahan
yang tidak mudah
menguap.

27

Klem dan statif

Sebagai penjepit,
misalnya:
Untuk menjepit
soklet pada proses
ekstraksi
Menjepit buret
dalam proses
titrasi
Untuk menjepit
kondensor pada
proses destilasi

28

Pemanas
spiritus

Untuk membakar
zat atau
memmanaskan
larutan.

29

Tang krus

untuk mengangkat
benda atau wadah
yang panas

30

Pinset

Penjepit dan
mengambil bendabenda yang kecil

2. Pembahasan
a. Alat ukur berat
Selain neraca teknis dan neraca analitik sebenarnya masih banyak
alat ukur berat lainnya. Seperti neraca pegas,neraca ohaus tipe
311/310,spesific gravity,precisian balance,timbangan kimia obat,dan tribeam balance.
b. Alat ukur volume
Yang termasuk alat ukur volume adalah pipet gondok,pipet
ukur,buret,pipet tetes,gelas kimia,gelas ukur,erlenmeyer,dan labu ukur.
c. Instrumen
Instrumen merupakan gabungan atau rangkaian beberapa alat.
Contoh instrumen yang lain adalah soklet,water bath,lemari
asam,penangas air,dan micro kjeldahl.
d. Cara penggunaan alat ukur volume
1. Pipet gondok
Masukkan pipet gondok dalam cairan sampai ujung pipet tercelup ke
dalam larutan,sedot cairan sampai melebihi garis batas,setelah itu tutup
lobang dengan jari telunjuk,turunkan cairan sedikit demi sedikit

2.

3.

4.

5.

6.

7.

8.

sampai miniskus cairan sejajar dengan garis batas,lalu pundahkan


cairan ke wadah yang lain.
Ukuran pipet gondok: 2 ml,5 ml,10 ml,25 ml,50ml.
Pipet ukur
Sedot cairan dengan pipet ukur dengan bantuan filler sampai volume
yang diinginkan. Volume yang dipindah kan dikeluarkan mengikuti
skala yang tersedia dengan cara menyamakan tekanan filler dengan
udara sekitar.
Buret
Pasangkan buret dengan erlenmeyer,pegang dan goyangkan
erlenmeyer menggunakan tangan kanan,tangan kiri memegang kran
buret. Ketelitian buret adalah 0,1 ml.
Pipet tetes
. Gunakan pump pipet untuk menyedot larutan,jangan diisap dengan
mulut.
Gelas kimia
Taruh zat cair kedalam gelas kimia lalu ukur menggunakan garis yang
terdapat pada gelas kimia. Ukuran gelas kimia:250 ml,400 ml,500
ml,600 ml,800 ml,1 liter,2 liter.
Gelas ukur
Pegang gelas ukur dengan tangan dan ibu jari menuju batas volume
yang diinginkan,angkat gelas ukur sehingga batas volume setinggi
mata dan cairan dituangkan sampai batas volume. Ukuran gelas
ukur:10 ml,25 ml,50 ml,100 ml,250 ml,500 ml,1 liter,2 liter.
Erlenmeyer
Pegang leher erlenmeyer,masukkan larutan yang akan diencerkan atau
dititrasi,. Guncangkan dengan perlahan dan hati-hati serta lihat
perubahan warnanya. Ukuran erlenmeyer:100 ml,200 ml,250 ml,300
ml,500 ml,1 liter.
Labu ukur
Masukkan cairan ke dalam labu ukur. Apabila mengencerkan zat yang
solid maka encerkan terlebih dahulu di dalam gelas kimia sedikit demi
sedikit,lalu baru pindahkan ke dalam erlenmeyer menggunakan corong
pegang labu ukur menggunakan tangan kanan lalu goyangkan keatas
dan kebawah. Ukuran labu ukur:25 ml,50 ml,100 ml,250 ml,500 ml,1
liter,2 liter.

e. Cara penggunaan alat ukur berat


1. Neraca analitik
Pastikan timbangan sudah menyala dan timbangan menunjukkan angka
nol. Letakkan benda yang akan ditimbang pada piringan tempat benda
diletakkan. Baca skala yang tertera pada display digital sesuai skala
satuan timbangan tersebut.
2. Neraca teknis

VI.

Nolkan neraca terlebih dahulu,letakkan zat yang akan ditimbang pada


bagian timbangan. Baca skalanya. Nolkan lagi timbangan setelah
digunakan.
f. Pengelompokan alat ukur berat dan volume berdasarkan analisis kualitatif
dan analisis kuantitatif
1. Alat ukur analisis kuantitatif
Alat ini memiliki tingkat ketelitian yang tinggi.
Seperti: pipet gondok(10 ml/0,02 dan 2ml/0,01)),pipet ukur,buret,labu
ukur,dan neraca teknis.
2. Alat ukur analisis kuantitatif
Alat ukur ini memiliki tingkat ketelitian yang rendah.
Seperti:pipet tetes,gelas kimia,gelas ukur,erlenmeyer,dan neraca
analitik.
Kesimpulan dan Saran
a. Kesimpulan
Dalam melakukan penelitian di laboratorium,ada banyak alat yang dapat
kita gunakan. Alat- alat tersebut memiliki fungsi dan cara kerja yang berbedabeda. Berdasarkan fungsinya alat dibagi menjadi empat golongan yaitu
sebagai alat ukur volume,sebagai alat ukur berat,sebagai instrumen,dan
sebagai alat penunjang. Berdasarkan tingkat ketelitiannya alat bisa dibagi
menjadi dua kelompok yaitu alat analisis kuantitatif dan alat analisis kualitatif.

b. Saran
Setelah memahami uraian di atas, hendaknya kita dapat menggunakan alatalat di laboratorium secara benar dan sesuai dengan fungsinya masing-masing
supaya tidak terjadi kesalahan- kesalahan dalam penelitian.

VII.

Daftar Kepustakaan
HAM,Mulyono. 2012. Membuat Reagen Kimia di Laboratorium. Jakarta:Bumi
Aksara.
http://qualitycontrol-07.blogspot.com K2Cr2O7

Na2S2O3

Bab 5
oksidimetri

KMnO4

H2C2O4