Anda di halaman 1dari 3

Diterjemahkan dari:

Judul buku: Childhood Education in the Church


Judul asli artikel: Role Play
Penulis: Robert E. Clark, Joanne Brubaker, dan Roy B. Zuck
Penerbit: Moody Press, Chicago 1986
Halaman: 548 550
Clark, Robert E., Brubaker, Joanne., Zuck, Roy B. 1986. Role Play, volume: hlm.548,
(Online),

dalam

alamat

(SABDA.org%20%20%20PUBLIKASI%20%20%20e-

BinaAnak%20%20%20Edisi%202008%20No.%20398.html), diakses 4 November


2014.
Tujuan :
1. mengetahui penerapan metode Role Play yang benar dalam pembelajaran
2. mengetahui hal-hal yang diperlukan dalam peaksanaan Role Play.
ROLE PLAY (BERMAIN PERAN)
Dalam "role play", anak-anak berperan sebagai orang lain -- mereka memainkan suatu
peran. Namun, permainan ini tidak perlu latihan dan tidak untuk hiburan. Role play biasanya
menyampaikan suatu masalah sebelum memberikan pemecahan atas masalah itu. Anak-anak
yang memainkan peran itu menunjukkan apa yang akan mereka lakukan -- bagaimana reaksi
mereka terhadap suatu kejadian atau situasi.
Tidak seperti beberapa metode mengajar lainnya, guru pemula seharusnya tidak
memutuskan, "Hari ini kita akan mencoba bermain role play." Guru yang menggunakan
metode ini harus memahami metode dan bagaimana menggunakannya sebelum mencobanya
di kelas. Role play digunakan oleh beberapa psikolog dan psikiater, tetapi guru tidak boleh
menggunakan role play untuk menyelesaikan masalah-masalah psikologis! Role play yang
dimainkan di dalam kelas harus sebatas pengalaman-pengalaman sehari-hari dari anak-anak
yang terlibat di dalamnya.
Sebelum menggunakan role play, guru harus belajar sebanyak mungkin mengenai role play
ini. Guru harus membaca, mengamati role play yang dimainkan di dalam kelas, dan bila
memungkinkan, melihat film mengenai role play ini dan mendiskusikan metodenya dengan

guru lain. Kemudian dia mungkin bisa siap untuk melakukan role play ini. Ketika seorang
guru menggunakan role play ini, dia akan membentuk suatu pandangan terhadap peluangpeluang atas metode ini.
Seorang guru kelas dua telah memutuskan untuk mencoba role play ini. Dia juga telah
memutuskan untuk menggunakannya dalam memecahkanmasalah-masalah di rumah. Dia
mengatakan, "Ada masalah di rumah Smith. Bobby dan Betty ingin menonton acara TV yang
berbeda. Menurutmu apa yang akan terjadi?" Kemudian setelah beberapa sukarelawan
memberikan pendapat tentang apa yang akan terjadi, guru bisa mengatakan, "Maukah kamu
menunjukkan pendapatmu tentang apa yang akan terjadi?" Guru harus memilih anak-anak
yang dengan cepat

mau menjadi sukarelawan karena anak-anak ini telah merasakan

beberapa tanda tentang Bobby dan Betty. Guru mengulangi situasi yang terjadi sehingga
semuanya bisa mengerti.
"Sekarang Ronnie dan Jannet, tunjukkan apa yang menurutmu akan terjadi. Bagaimana
Bobby dan Betty menyelesaikan masalah mereka?" Setelah anak-anak ini menunjukkan
penyelesaian masalah, guru bisa memanggil sukarelawan lainnya. Mungkin beberapa anak
ada yang ingin menjadi ayah atau ibu dalam permainan ini. Adegan ini bisa diulang beberapa
kali dengan pemain sukarelawan yang berbeda. Guru akan menghentikan permainan bila
pemainnya telah memberikan penyelesaian masalah, telah mengeluarkan semua ide mereka,
atau karena guru ingin memberikan beberapa informasi tambahan atas masalah tersebut.
Guru pemula bisa menggunakan pantomim sebagai cara yang mudah untuk mengadakan
role play. Pantomim, melakukan gerakan-gerakan tanpa berkata-kata, bisa dikenalkan sebagai
suatu permainan. Mainkan situasi-situasi yang sering dialami oleh anak-nak, tanyakan, "Apa
yang kamu lakukan sebelum ke sekolah minggu? Setelah sekolah minggu? Saat mau tidur?
Minggu sore?" Anak-anak yang masih kecil pun bisa mengikuti role play ini. Namun,
penyelesaian masalah atau penggunaan beberapa peran mungkin lebih efektif bila dilakukan
pada anak-anak kelas tiga ke atas. Role play memberi kesempatan kepada guru untuk melihat
tindakan penyelesaian masalah. Hasilnya, anak- anak biasanya menjadi lebih perhatian satu
dengan yang lain.
Guru yang ingin mempelajari metode ini bisa mendapatkan materi-materi mengenai role
play melalui berbagai artikel/teks.

Dalam artikel ini, dijelaskan metode dan beberapa

manfaat dari role play. Diperlukan informasi yang lebih lengkap lagi supaya bisa berhasil
menggunakan metode ini. Namun, rangkaian langkap ini dapat menjelaskan apa saja yang
mungkin diperlukan dalam suatu permainan role play yang bagus.
1. Jelaskan tujuannya; supaya bisa mendapatkan akhir dari cerita.
2. Bacalah secara berurutan.
3. Tentukan peran.
4. Pilihlah "tokoh-tokoh" dari mereka yang telah tahu peran-peran
yang ada.
5. Buatlah panggung: "Ini ruang keluarga", dll..
6. Pekalah terhadap penonton dan siapkan mereka untuk pengamatan
yang tepat dan berkaitan.
7. Mulailah adegannya.
8. "Stop" di saat yang tepat.
9. Ulangi adegan bila masih ada waktu dan menarik.
10. Ajaklah anak-anak untuk berdiskusi dan mengevaluasi secara
berkelompok. (t/Ratri)

______________________________________________________________________