Anda di halaman 1dari 18

Shigella sp.

Disusun oleh:
1. Alwina Munajad A.102.09.005
2. Intan Arum N. A.102.09.022
3. Novita Ayu S.A.102.09.036

Pendahuluan
Disentri adalah suatu infeksi yang menimbulkan luka yang
menyebabkan tukak terbatas dikolon yang ditandai dengan
gejala khas yang disebut sindroma disentri.
Sindroma disentri yaitu sakit perut yang sering disertai
dengan tenesmus, berak- berak, tinja mengandung darah
dan lendir.
Penyebab disentri basiler adalah Shigella sp.
Disentri basiler adalah penyakit yang endemik di Indonesia
disebabkan sanitasi lingkungan yang belum memadai.

Shigella

Klasifikasi:
Kingdom

: Bacteria

Phyllum : Proteobacteria
Class : Gamma proteobacteria
Ordo : Enterobacteriales
Family

: Enterobacteriaceae

Genus

: Shigella

Spesies : Shigella boydii (serogroup A)


Shigella dysentriae(serogroup B)
Shigella flexneri(serogroup C)
Shigella sonnei(serogroup D)

Morfologi
Morfologi bakteri ini adalah
Bakteri berbentuk batang pendek
Gram-negatif
Tidak motil
Tidak berflagel
Tidak berkapsul
Tidak membentuk spora
Bentuk coccobacilli terjadi pada pembenihan muda
Ukuran shigella sekitar 2-3m x 0,5-0,7 m
Susunannya tidak tersebar
Shigella dapat tumbuh subur pada suhu optimum 37oC, hidup secara aerobik maupun anaerobik
fakultatif.

ANTIGEN
Shigella hanya memiliki antigen O (somatik) adalah
lipopolisakarida spesifitas serologinya bergantung pada
polisakarida. Ada lebih dari 40 serotip. Klasifikasi Shigella
berdasarkan pada karateristik biokimiawi dan antigennya.
Beberapa strain tertentu memiliki antigen K, bila ditanam
di agar tampak koloni yang halus licin (smooth). Antigen K
tidak bermakna dalam penggolongan tipe serologis.

Toksin
Shigella dysentriae memiliki toksin yang
disebut Shigatoksin
Efek enterotoksik shigatoksin yaitu
menghambat absorbsi elektrolit, glukosa
dan asam amino dari lumen intestinal
Shigatoksin merupakan eksotoksin yang
dihasilkan setelah terjadinya inflamasi.

Shiga toksin terdiri dari dua struktur sub unit, yaitu


1.

Subunit fungsional. Pada sitoplasma subunit fungsional akan


mengkatalisasi dan menghidrolisis RNA 28S dari subunit 60S
ribosom, sehingga menyebabkan hambatan pada sintesis protein
yang bersifat permanen sehingga mengakibatkan kematian sel.

2.

Sub unit pengikat. Bagian sub unit pengikat merupakan suatu


glikolipid Gb3 (globotriaosilseramid) yang berfungsi untuk
mengikat reseptor seluler spesifik. Pengikatan ini akan diikuti oleh
pengaktifan mediator reseptor endositosis dari toksin yang
dihasilkan.

Patogenitas
Shigella
dysentriae

menginvasi

Memperbanyak
diri
Menginvasi sel
didekatnya

Terbentuk vesikel
pada membran
mukosa

permukaan sel
epitel kolon
Masuk ke sitoplasma

Menghancurkan
vakuola fagositik
intraselular

Sel epitel mati dan terjadi


ulserasi serta inflamasi mukosa
Shigella menghasilkan
ekso toksin

Faktor faktor patogenitas:


a. Daya invasi:

Bakteri menembus masuk ke dalam lapisan sel epitel permukaan usus di


ileum dan colon kemudian memperbanyak diri.
b. Enterotoksin:

Enterotoksin bertanggung jawab atas terjadinya watery diarhea pada tahap


dini, kemudian timbul gejala klasik disentri basiler setelah organisme
meninggalkan usus halus dan masuk ke usus besar.
c. Neurotoksin dan sitotoksin

Adalah protein eksotoksin yang dikeluarkan oleh Shigella dysentriae tipe 1,


Shigella flexneri type 2a dan Shigella sonnei peranannya pada patogenesis
penyakit disentri basiler masih belum jelas.

Gejala klinik
1. Demam
2. Nyeri abdomen
3. Tenesmus ani

Diagnosa Laboratrorium
Bahan pemeriksaan yang paling baik untuk
diagnosis etiologi Shigella adalah usap dubur
atau diambil dari tukak pada mukosa usus pada
saat dilakukannya pemeriksaan sigmoidoskopi.

Bahan pemeriksaan lainnya adalah tinja segar,


dalam hal ini harus diperhatikan bahwa bakteri
Shigella hidupnya singkat sekali dan peka
terhadap asam asam yang ada dalam tinja,
sehingga jarak waktu sejak pengambilan sampel
sampai penanaman sampel dilaboratorium harus
sesingkat mungkin

Kasus
Si Black usia 8 tahun menderita
demam tinggi sampai 41 C disertai dengan
kehilangan kesadaran karena mengalami
dehidrasi berat dengan penurunan berat
badan, kemudian dia mengalami kram
perut dan menjadi sering ingin buang air
besar (20x sehari). Dimana konsistensi
faeces cair disertai darah dan lendir.
Karena seringnya BAB maka menyebabkan
prolapsus recti.

Kultur:

Pemeriksaan spesifik

1. Media MC
Menghasilkan koloni tidak berwarna karena tidak meragi laktosa
2. Media EMB
Menghasilkan koloni berwarna transparan
3. Media SSA
Menghasilkan koloni yang berukuran keci dan halus serta tidak berwarna
4. Media xylose lysine deoxycholate(XLD)
Menghasilkan koloni berwarna merah
5. Media HEA(Hectone Enteric Agar)
Menghasilkan koloni berwarna hijau

Perbedaan spesies shigella

Sumber : Syahrurachman,Agus,dkk. BUKU AJAR MIKROBIOLOGI


KEDOKTERAN EDISI REVISI. Jakarta: Bina Aksara

Daftar Pustaka
- Syahrurachman,Agus,dkk. BUKU AJAR MIKROBIOLOGI KEDOKTERAN
EDISI REVISI. Jakarta: Bina Aksara
- Jawetz,Melnick and Adelberg. MIKROBIOLOGI KEDOKTERAN. Jakarta:
EGC
- Nafianti, Selvi, dkk. 2005. Resisten Trimetoprim Sulfametoksazol terhadap
Shigellosis. http://saripediatri.idai.or.id/pdfile/7-1-7.pdf . Sari Pediatri, Vol.
7, No. 1, Juni 2005: 39-44. Diunduh 10 Oktober 2014NPUKUL 22.00 WIB
- Herwana, Elly, dkk. 2006.Efek hambatan zink sulfat terhadap pertumbuhan
Shigella spp.http://www.univmed.org/wp-content/uploads/2012/04/drElly-dkk.pdf. Vol.25 No.1. Diunduh pada 10 Oktober 2014 pukul 22.30 WIB
- Anonim. http://
www.ncbi.nlm.nih.gov/Taxonomy/Browser/wwwtax.cgi?mode=Info&id=62
2&lvl=3&p=mapview&p=has_linkout&p=blast_url&p=genome_blast&lin=f
&keep=1&srchmode=1&unlock
Diaskes pada 10 oktober 2014 pukul 20.44 wib

TERIMAKASIH