Anda di halaman 1dari 4

Laporan Teknik Iluminasi

LAMPU SODIUM TEKANAN TINGGI


A. TUJUAN
Setelah selesai melaksanakan praktikum ini diharapkan mahasiswa mampu:
1. Merangkai lampu sodium tekanan tinggi dengan alat ukur (voltmeter, amperemeter,
dan cos meter).
2. Mengetahui dan memahami karakteristik dan spesifikasi lampu sodium tekanan
tinggi.
3. Dapat membedakan antara lampu sodium tekanan rendah dengan lampu sodium
tekanan tinggi.
4. Menganalisa cara kerja lampu sodium tekanan tinggi.
B. TEORI SINGKAT
Lampu sodium tekanan tinggi ada dua jenis yaitu lampu sodium dengan tabung
baur dengan kode SON dan SON-H dan lampu sodium dengan tabung jernih dengan
kode SON-T. Lampu ini banyak digunakan untuk penerangan jalan. Tempat parker, dan
penerangan olahraga.
Lampu ini mempunyai dua buah tabung yang mana tabung yang satu didalam
tabung yang lain. Tabung bagian dalam berisi cairan sodium ditambah gas neon dan 1
% argon sebagai gas bantu, serta dua buah elektroda yang masing-masing mempunyai
emitter. Pelepasan electron pada mula-mula star terjadi pada gas bantu neon yang
memberikan cahaya berwarna merah setelah beberapa menit pelepasan electron akan
berlangsung pada sodium cair. Suhu yang semakin meningkat maka sodium cair akan
menguap dan sekaligus memancarkan warna orange sampai pada suhu kerja normal
semua tabung memancarkan cahaya kuning muda.
Suhu kerjasodium tekanan tinggi adalah 780C dengan tekanan uap jenuh 1/3 atm.
Bila telah mencapai suhu kerja, lampu dimatikan dan kemudian langsung dihidupkan
kembali. Lampu tidak langsung menyala karena masih tingginya tekanan didalam
tabung gas.

C. ALAT DAN BAHAN


1. Lampu sodium tekanan tinggi SON 250 watt
2. Transformator bocor
Melia oktavia. 1106730

Laporan Teknik Iluminasi

3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.

Ignitor
Kapasitor
Voltmeter 0-500 vilt
Amperemeter 0-5 ampere
Armature SON 250 watt
Cosphimeter
Kabel penghubung

D. GAMBAR RANGKAIAN

E. PROSEDUR
1. Buatlah rangkaian lampu sodium tekanan tinggi.
2. Hidupkan lampu dan amati proses terbangkitnya cahaya dengan interval waktu
setiap 15 detik, catatlah perobahan yang terjadi dalan table..
3. Setelah lampu menyala normal, matikan lampu tersebut dan hidupkan secepatnya
kembali, catat apa yang terjadi.

F. TABEL HASIL PERCOBAAN


Wakt
No
.

u
(detik
)

V
(volt

Pakai kapasitor
I
(Ampere

Cos

1.

220

2,25

0,4

2.

15

220

2,25

0,41

3.

30

220

2,25

0,42

Melia oktavia. 1106730

Warna
Putih
kemerahan
Putih
kekuningan
Kuning emas

Tanpa kapasitor
I
(ampere)

Cos

4.49

0,31

Putih merah

4.45

0,3

Putih menguning

4.43

0,3

Kuning emas

Warna

Laporan Teknik Iluminasi

4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.

45
60
75
90
105
120
135
150

220
220
220
220
220
220
220
220

2,25
2,2
2,15
2,05
2
1,56
1,54
1,53

0,43
0,45
0,49
0,54
0,59
0,6
0,61
0,71

Kuning emas
Kuning emas
Kuning emas
Kuning emas
Kuning emas
Kuning terang
Kuning terang
Kuning terang

4.42
4.41
4.2
4.1
4
3.59
3.58
3.56

0,3
0,3
0,3
0,3
0,32
0,34
0,38
0,42

Kuning emas
Kuning emas
Kuning emas
Kuning terang
Kuning terang
Kuning terang
Kuning terang
Kuning terang

12.

165

220

1.52

0,85

Kuning terang

3.54

0,45

Kuning terang

13. 180
220
1,5
0,89
Kuning terang
3.53
0,47
Kuning terang
14. 195
220
1,5
0,91
Kuning terang
3.52
0.5
Kuning terang
15. 210
220
1,5
0,93
Kuning terang
3.51
0.52
Kuning terang
16. 225
220
1.5
0,95
Kuning terang
3.5
0,52
Kuning terang
Setelah dimatikan dan langsung dihidupkan lagi maka yang terjadi adalah lampu tetap mati.
17. 1 mnt 220
2.2
0,3
Lampu mati
4.2
0.64
Lampu mati
18. 2 mnt 220
2.2
0,3
Lampu mati
4.2
0.64
Lampu mati
G. EVALUASI
1. Proses nyala lampu sodium tekanan tinggi.
Lampu ini tidak mampu distart dengan tegangan nominal 220 Volt, maka
dibutuhkan tegangan tinggi dan frekuensi tinggi sesaat. Gas xenon terionisasi
untuk memulai terjadinya pelepasan elektron dalam tabung gas sampai
mencapai temperatur kerja yang dibutuhkan. Periode pemanasan ini dapat
berlangsung hingga kira-kira 10 menit karena tekanan uap merkuri-sodium
awalnya sangat rendah sekali yang tidak dapat menjadikan pelepasan elektron
dalam tabung gas
Pelepasan electron pada mula-mula start memberikan cahaya berwarna merah
setelah beberapa menit pelepasan electron akan berlangsung pada sodium cair.
Suhu yang semakin meningkat maka sodium cair akan menguap dan sekaligus
memancarkan warna orange sampai pada suhu kerja normal semua tabung
memancarkan cahaya kuning muda.
2. Posisi/kedudukan tabung lampu yang diperbolehkan untuk lampu ini.
Lampu sodium tekanan tinggi terdiri dari dua tabung, yaitu:
a. Tabung Gas (arctube) Terbuat dari bahan yang tahan terhadap tekanan uap
sodium yang harus bekerja pada temperatur tinggi, misalnya stellox ke dalam
tabung gas dimasukkan sodium, merkuri yang berfungsi untuk menaikkan
Melia oktavia. 1106730

Laporan Teknik Iluminasi

tekanan gas dan tegangan kerja lampu sampai batas tertentu, dan xenon untuk
keperluan gas start.
b. Bohlam (bulb) Terbuat dari gelas yang sama sekali terpisah dari udara luar
yang
berfungsi untuk mencegah tabung gas terhadap kerusakan akibat bahan kimia
dan juga berfungsi untuk mempertahankan kekonstanan temperatur tabung gas.

H. KESIMPULAN
Lampu sodium tekanan tinggi ini prinsip kerjanya sama dengan lampu
sodium tekanan rendah yaitu berdasarkan terjadinya pelepasan elektron di dalam
tabung lampu.
Setelah dimatikan dan langsung dihidupkan lagi,lampu tidak langsung
menyala. Harus menunggu beberapa menit lagi agar lampu menyala normal
kembali.

Melia oktavia. 1106730