Anda di halaman 1dari 15

LABEL PENGESAHAN

Tanggal
Supervi
Presentasi
23 Desember
2013

Ujian Ruangan 2
SPACE OCCUPYING PROCESS

Oleh:
Dina Imelda
Pembimbing:
dr. Risono, Sp. S (K)

PPDS I ILMU PENYAKIT SARAF


FK UNS-RSUD Dr. Moewardi
Surakarta
2013

I.

ANAMNESIS
A. IDENTITAS PASIEN
Nama

: Ny. SW

sor

Umur
Jenis kelamin
Pekerjaan
Agama
Alamat
Tgl MRS
Tgl pemeriksaan
No CM

: 50 tahun
: Perempuan
: Ibu Rumah Tangga
: Islam
: Sukomulyo Kadipiro Jawa Tengah
: 12 Desember 2013, jam 06.00 WIB
: 13 Desember 2013, jam 08.00 WIB
: 01233168

B. KELUHAN UTAMA ( Auto dan Alloanamnesis )


Nyeri kepala yang semakin memberat
C. KELUHAN YANG BERHUBUNGAN DENGAN KELUHAN UTAMA
Penurunan pendengaran telinga kiri, pandangan kabur, perubahan perilaku, gangguan
penciuman, telinga kiri berdenging, kelemahan anggota gerak kanan, riwayat kejang
D. RIWAYAT PENYAKIT SEKARANG
Pasien rujukan dari RS Panti Waluyo dengan suspek tumor otak, cedera kepala ringan
dan luka robek pada dahi kanan.
Penderita mengalami nyeri kepala yang hilang timbul, yang dirasakan sejak 8 bulan
sebelum masuk rumah sakit. Saat itu nyeri kepala dirasakan cekot-cekot di kepala bagian
depan sebelah kiri, tidak menjalar ke bagian kepala lain. Nyeri kepala dirasakan ringan,
berlangsung singkat, hilang timbul dengan frekuensi yang jarang dan hilang dengan minum
obat warung dan beristirahat. Tidak dirasakan setiap hari, hanya kadang timbul, tidak tentu
harinya. Tidak mengganggu aktifitas, dan tidak ada keluhan mual muntah. Tidak ada mata
merah, dahi dan wajah tidak berkeringat separuh, tidak ada kelopak mata bengkak ataupun
hidung berair pada saat nyeri kepala.
Selain nyeri kepala, sejak 8 bulan SMRS, penderita mengeluh telinga kiri berdenging,
tidak tentu munculnya, hilang timbul, tidak berdenyut dan tidak memberat, dengan
frekuensi yang cukup sering namun tidak setiap hari. Sebelumnya penderita tidak pernah
mengalami keluar cairan dari kedua telinga, pusing berputar, penurunan pendengaran, nyeri
telinga, ataupun mendengar suara-suara aneh selain berdenging tersebut. Tidak ada obatobatan yang rutin diminum oleh penderita sebelumnya. Tidak ada riwayat terpapar suara
yang sangat keras.
Kemudian 5 bulan SMRS nyeri kepala mulai dirasa cukup sering dan mengganggu,
sehingga penderita meminum obat warung lebih banyak dari biasanya. Penderita juga
merasa tajam penglihatan agak menurun, sempat diperiksakan di toko kacamata, dan
2

disarankan untuk memakai kacamata minus, namun tidak ada perubahan yang bermakna,
sehingga kacamata tidak dipakai lagi. Tidak ada keluhan pandangan dobel dan bicara pelo.
Penderita mengeluhkan ada sedikit kelemahan di anggota gerak kanan, dimana agak sulit
mengancingkan baju, namun tidak dihiraukan dan tetap dapat melakukan aktifitas seperti
biasa.
Sekitar 2 bulan SMRS, nyeri kepala semakin jelas dirasakan, dan dirasa semakin
memberat, dan mulai mengganggu aktivitasnya. Sehingga penderita memeriksakan diri ke
mantri, diberikan obat penghilang rasa sakit dan dikatakan nyeri kepala karena tekanan
darah tinggi, penderita disarankan untuk banyak istirahat. Keluarga mengatakan penderita
sering terlihat linglung jika hendak mengerjakan sesuatu, sering lupa terutama meletakan
barang, namun masih mengenal dengan baik orang-orang di sekitarnya. Penderita juga
terkadang kesulitan saat hendak menyebutkan nama tempat. Penderita mengeluhkan
penurunan pendengaran telinga kiri. Suami penderita juga mengatakan penderita kadang
terlihat seperti menangis tanpa jelas penyebabnya saat diajak bicara. Penderita saat
berbicara agak pelo.
Kemudian 1 bulan SMRS, nyeri kepala dirasakan semakin memberat. Jika bangun
pagi kepala selalu terasa berat dan terkadang mual namun tidak muntah, sehingga
membutuhkan waktu untuk bangun dari kasur. Penderita juga terlihat semakin mudah
menangis tanpa sebab. Penderita mengeluhkan kelemahan anggota gerak kanan semakin
terasa, penderita mulai kesulitan memegang benda dengan tangan kanan. Suami penderita
mengatakan bibir penderita agak merot ke kiri saat berbicara. Menurut suami, penderita
sempat mengalami kejang 1 kali saat tidur, diawali dengan mata dan kepala melirik ke
kanan, terjadi sekitar 10 detik, diikuti kedua tangan dan kaki menjadi kaku, selama kejang
penderita tidak sadar, namun kembali sadar penuh setelah kejang.
Penderita tidak memiliki keluhan mengompol, masih bisa membaca tulisan, namun
kesulitan berhitung dan menulis. Penderita sulit untuk membedakan bau-bauan. Keluhan
pandangan kabur dan telinga berdenging tetap dirasakan namun tidak untuk pandangan
dobel. Masih mengerti dengan pembicaraan orang lain. Penderita masih dapat membedakan
rasa asam, asin, manis dan pahit. Penderita masih dapat makan dan minum tanpa tersedak.
Tidak ada gangguan BAB dan BAK.
Dua minggu SMRS penderita merasakan nyeri kepala sangat berat, di bagian depan
hingga belakang kepala, disertai muntah-muntah yang terjadi setelah bangun tidur pagi hari.
3

Oleh keluarga penderita dibawa ke mantri langganan dekat rumah, disarankan untuk dibawa
ke RS. Oleh keluarga penderita di bawa ke RS Namping, penderita dirawat selama 3 hari
dikatakan oleh dokter setempat karena tekanan darah tinggi dan sakit lambung.
Dua jam SMRS saat bangun tidur, penderita mengeluh nyeri kepala, penderita
terjatuh dan kepala membentur meja, tidak ada muntah. Saat kejadian penderita dalam
keadaan sadar, setelah terbentur penderita terlihat sedikit mengantuk menurut suaminya.
Oleh keluarga penderita dibawa ke mantri, oleh mantri disarankan dibawa ke RS, penderita
dibawa ke RS panti Waluyo, di sana luka robek penderita di dahi kanan akibat benturan
dijahit dan dilakukan CT Scan Kepala, dikatakan oleh dokter RS tersebut dari hasil CT Scan
penderita kemungkinan menderita tumor otak, lalu dirujuk ke RSDM karena pasien adalah
pengguna Jamkesmas. Saat tiba di RSDM penderita dalam keadaan sadar.
E. RIWAYAT PENYAKIT DAHULU
Riwayat sakit serupa
Riwayat darah tinggi

kontrol
Riwayat terpapar radiasi
Riwayat benjolan di anggota tubuh
Riwayat sakit gula
Riwayat sakit jantung
Riwayat batuk lama

F RIWAYAT PENYAKIT KELUARGA


Riwayat keluhan yang sama
Riwayat darah tinggi
Riwayat sakit gula
Riwayat sakit jantung
Riwayat batuk lama

: disangkal
: (+) sejak 3 tahun yang lalu, tapi tidak rutin
: disangkal
: disangkal
: disangkal
: disangkal
: disangkal
: (-)
: (-)
: (-)
: (-)
: (-)

F. KEADAAN SOSIAL EKONOMI


Penderita adalah seorang ibu dengan 3 orang anak, tinggal serumah dengan suaminya,
bekerja sebagai pedagang dipasar, serta berobat dengan fasilitas Jamkesmas.
G. RIWAYAT KEBIASAAN DAN GIZI
Kebiasaan makan
: sering makan makanan dengan lauk ikan asin dan

mie instan
Keadaan gizi
Riwayat penggunaan KB

: kesan cukup
: disangkal
4

II. PEMERIKSAAN FISIK


A. STATUS INTERNA
1. Kesan umum
2. Tanda vital

3. Kepala dan leher

4. Jantung

5.

: kesadaran kompos mentis, gizi kesan cukup


: tekanan darah
: 150/100 mmHg
nadi
: 80 kali/menit
pernafasan
: 20 kali/menit
suhu
: 36,5 o C
VAS
:7
: kepala
: bentuk kepala normal
Luka robek dahi kanan post dijahit (+)
leher
: pembesaran KGB(-)
ketiak dan lipatan paha : pembesaran KGB (-)
: Inspeksi
: iktus cordis tidak tampak
Palpasi
: iktus cordis kuat angkat
Perkusi
: kesan batas jantung melebar
Auskultasi : BJ I-II reguler, bising (-)
Paru & dada
: Inspeksi
Palpasi
Perkusi
Auskultasi

6. Abdomen

Inspeksi
Palpasi
Perkusi
Auskultasi

pengembangan simetris,
: fremitus raba kiri sama dengan kanan
: sonor/sonor
: suara dasar vesikuler (+/+)
suara tambahan ronki basah kering (-/-)
Wheezing (-/-)
: cembung, vena tidak tampak
: supel, hepar,lien dan massa tak teraba
: timpani
: bising usus (+) kesan normal

B. STATUS PSIKIATRI
Emosi
: dbn
Proses berpikir : dbn
Kecerdasan
: Daya ingat : terganggu
Menghitung : terganggu
Perhatian
: terganggu
MMSE
: 17
CDT
: Sulit dilakukan
C. STATUS NEUROLOGIS
1. Kesan Umum dan Fungsi Luhur
a. Kepala
: Luka robek di dahi kanan post dijahit (+)
b. Kesadaran/GCS
: kompos mentis /E4 V5 M6
c. Cara bicara
: disartria
d. Fungsi psikosensorik
: agnosia sensorik : (-)
agnosia visual : (-)
e. Fungsi psikomotorik
: dbn
5

2. Tanda-tanda Perangsangan Selaput Otak


Kaku Kuduk
: (-)
Tanda Brudzinski I : (-)
Tanda Lasegue
: (-)/(-)
Tanda Brudzinski II : (-)
Tanda Kernig
: (-)/(-)
Tanda Brudzinski III : (-)
Tanda Brudzinski IV : (-)
3. Kolumna Vertebralis
Kelainan bentuk
Nyeri tekan/ketok lokal
Tanda Patrick
Tanda Anti Patrick
Tanda Naffziger
Gerakan vertebrae servikal
Gerakan tubuh

: (-)
: (-)
: (-)
: (-)
: (-)
: fleksi, ekstensi dan rotasi pasif: dbn
: membungkuk, ekstensi dan deviasi lateral

4. Saraf Otak
a. Nervus I
Anosmia
Parosmia
Halusinasi

:
:
:

Kanan
(+)
(-)
(-)

Kiri
(+)
(-)
(-)

:
:
:
:
:

Kanan
2/60
(-)
dbn
dbn
papil edem

b. Nervus II
Visus
Kacamata
Lapang Pandang
Warna
Funduskopi

Kiri
2/60
(-)
dbn
dbn
papil edem

C. Nervus III, IV, VI


Celah mata
Posisi bola mata
Gerak bola mata
Pupil : ukuran
Bentuk
R. cahaya langsung
R. cahaya tidak langsung
Konvergensi
Akomodasi

:
:
:
:
:
:
:
:
:

Kanan
simetris
ditengah
dbn
3 mm
bulat
(+)
(+)
dbn
dbn

Kanan
dbn

Kiri
simetris
ditengah
dbn
3 mm
bulat
(+)
(+)
dbn
dbn

c. Nervus V
Sensorik I

Kiri
dbn
6

: dbn

Sensorik II
Sensorik III
Otot kunyah
Refleks masseter
Refleks kornea
Sensorik lidah

:
:
:
:
:
:

dbn
dbn
dbn
dbn
(+)
dbn

dbn
dbn
dbn
dbn
(+)
dbn

d. Nervus VII
Otot dahi
Tinggi alis
Sudut mata
Sudut mulut
Lipatan nasolabial
Memejamkan mata
Meringis
Sekresi air mata
Pengecap lidah
Hiperakusis

Saat diam
saat gerak
Kanan
kiri
kanan
kiri
:
simetris
simetris
:
simetris
simetris
:
simetris
simetris
:
simetris
tertarik ke kiri
:
simetris
kanan lebih datar
:
simetris
simetris
:
tertarik ke kiri
:
dbn
:
manis (dbn) asam (dbn)
asin (dbn)
:
(-/-)

e. Nervus VIII
Pendengaran
Tinitus
Vertigo
Nistagmus

:
:
:
:

Tes garpu
tala
Rinne
Schwabach
Weber

Kanan
dbn
(-)

kiri

(+)
(-)

(-)
AD

(-)
AS

(+)
(+)
normal
memendek
Lateralisasi ke kanan

Kesan: SNHL AS
f. Nervus IX dan Nervus X
Refleks muntah
Pengecapan
Posisi uvula
Arkus faring
Menelan
Bersuara
Fenomena Vernet Rideau

:
:
:
:
:
:
:

Kanan
(+)

Kiri
(+)
Pahit: dbn
ditengah
simetris
dbn
dbn
simetris
7

g. Nervus XI
Bentuk otot
Mengangkat bahu
Berpaling

:
:
:

Kanan
dbn
dbn
dbn

Kiri
dbn
dbn
dbn

Kanan
(-)
dbn

Kiri
(-)
dbn

h. Nervus XII
Atrofi lidah
Kekuatan
Posisi diam
Posisi dijulurkan

:
:
:
:

ditengah
terdorong ke kanan

5. Pemeriksaan Sistem Koordinasi Ekstremitas

a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.
h.
i.

Gerakan abnormal
Uji jari-jari tangan
Uji jari hidung
Uji pronasi dan supinasi
Uji hidung-jari-hidung
Tapping jari-jari tangan
Uji tumit lutut
Cara berjalan
Uji Romberg

:
:
:
:
:
:
:
:
:

Kanan
(-)
sde
sde
sde
sde
sde
sde

Kiri
(-)
dbn
dbn
dbn
dbn
dbn
dbn
tidak dilakukan
tidak dilakukan

6. Pemeriksaan Sistem Sensorik


Lengan
Kanan
Kiri

Tungkai
kanan
kiri

a. Rasa eksteroseptif
Rasa nyeri superficial :
Rasa suhu
:
Rasa raba ringan
:

dbn
dbn
dbn

dbn
dbn
dbn

dbn
dbn
dbn

dbn
dbn
dbn

b. Rasa proprioseptif
Rasa getar
Rasa tekan
Rasa nyeri tekan

:
:
:

dbn
dbn
dbn

dbn
dbn
dbn

dbn
dbn

dbn
dbn
dbn

dbn
Rasa gerak dan posisi :

dbn

dbn

dbn

dbn

c. Rasa kortikal
Stereognosis
Barognosis
Pengenalan 2 titik

:
:
:

dbn
dbn
terganggu

dbn
dbn
dbn
8

7. Pemeriksaan Sistem Otonom


a. Miksi
: dbn
b. Defekasi
: dbn
c. Salivasi
: dbn
d. Sekresi keringat : dbn

8. Pemeriksaan Sistem Motorik dan Refleks


a. Ekstremitas superior
Lengan
Atas
bawah
Kanan
kiri
kanan
kiri
Pertumbuhan
: normal
normal
normal normal
Tonus
: normal
normal
normal normal
Kekuatan
Fleksi
: 4
5
4
5
Ekstensi
: 4
5
4
5
Reflek fisiologis
Bisep
: (+3/+3)
Trisep
: (+3/+3)
Reflek patologis
Hoffman
: (+ /-)
Tromner
: (+ /-)
b. Ekstremitas Inferior
Tungkai
atas
Kanan
kiri
Pertumbuhan :
normal normal
Tonus
:
normal normal
Kekuatan
:
Fleksi
:
4/5
Ekstensi :
4/5
Klonus
:
Lutut
:
(- /-)
Kaki
:
(- /-)

tangan
kanan
kiri
normal normal
normal normal
4
4

5
5

bawah
kaki
kanan
kiri
kanan
kiri
normal normal
normal normal
normal normal
normal normal
4/5
4/5

4/5
4/5

c. Refleks
Refleks patella
Refleks Achilles
Refleks Babinski

:
:
:

kanan
+3
+3
(+)

kiri
+3
+3
(-)
9

Refleks Chaddock
Refleks Openheim
Refleks Gordon
Refleks Stransky
Refleks Gonda
Refleks Schaeffer
Refleks Mendel B
Refleks Rosolimo
Refleks dinding perut
d. Refleks Primitif
Refleks memegang
Refleks snout
Refleks menghisap
Refleks palmo-mental

:
:
:
:
:
:
:
:
:

(-)
(-)
(-)
(-)
(-)
(-)
(-)
(-)
(-)

(-)
(-)
(-)
(-)
(-)
(-)
(-)
(-)
(-)

: (-)
: (-)
: (-)
: (+/+)

III. PEMERIKSAAN PENUNJANG


A. PEMERIKSAAN LABORATORIUM
LAB
Hb
Hct
RBC
WBC
PLT
Gol drh
GDS
GDP
OT/PT
Ur/Cr
Na/K/Cl
PT/aPTT
INR
Kol. Total
LDL/HDL/TG
HBsAg

12/12/13
12.6
34
4.05
13.1
241
O
119

13/12/13

15/12/13

16/12/13
12.0
38
4.48
8.9
261

90
13/9
32/0.8
138/3.1/106
13.7/31.5
1.110

141/3.9/107
124
77/51/91

Non Reaktif

B. PEMERIKSAAN PENUNJANG LAIN


1. CT Scan Kepala Tanpa Kontras (tanggal 12 Desember 2013) RS Panti waluyo
Calvaria intak
Kranioserebral space tak tampak melebar
Orbita, sinus paranasalis dan mastoid kanan kiri tak tampak kelainan
Tak tampak kalsifikasi abnormal
Sulci dan gyri di hemisfer cerebri kanan kiri merapat
Sistem ventrikel kiri tidak terlihat dan kanan tampak melebar
10

Pons, cerebellum dan cerebellopontine angle tak tampak kelainan


Midline shifting (+) kekanan
Tampak lesi heterodens di frontoparietal kiri, bentuk bulat, dengan perifokal
edem luas di sekitarnya, batas cukup tegas, yang mendesak mid line shifting ke
kanan dan mempersempit ventrikel lateralis kiri.
Kesan: Massa cerebri di lobus frontoparietal kiri suspek meningioma.

2. CT Scan Kepala Kontras (tanggal 16 Desember 2013) RS Dr. Moewardi


Calvaria intak
Kranioserebral space tak tampak melebar
Orbita, sinus paranasalis dan mastoid kanan kiri tak tampak kelainan
Tampak hiperostosis dari os parietal kiri
Sulci dan gyri di luar lesi tampak menyempit
Sistem ventrikel kiri tidak terlihat dan kanan tampak melebar
Pons, cerebellum dan cerebellopontine angle tak tampak kelainan
Midline shifting (+) kekanan
Tampak lesi solid ukuran 47.1 x 46.7 mm disertai jaringan nekrotik di dalamnya
dengan perifokal edem yang luas di sekitarnya di ekstraaksial supratentorial
yang pada post kontras tampak heterogen contras enhancement. Lesi tampak
mendesak cornu anterior dan posterior ventrikel lateralis kiri, cornu anterior
ventrikel lateralis kanan yang menyebabkan deviasi midline shifting ke kanan
sejauh 21.3 mm. Broadbase lesi ke arah os frontoparietal kiri dan mendapat
feeding dari arteri temporalis superficialis kiri yang merupakan cabang dari
arteri karotis eksterna kiri dan draining vein dari sinus sagitalis superior.
Kesan: massa solid ekstraaksial supratentorial dengan heterogen contras
enhancement yang Broadbase os frontoparietal kiri disertai gambar hiperostosis
dari os parietal kiri dengan feeding arteri temporalis superficialis kiri cabang dari
arteri karotis eksterna kiri dan draining dari sinus sagitalis superior dengan
edema dan deviasi midline shift ke kanan menyokong gambaran parasagital
meningioma.
Edema cerebri
3. Rontgen Thorax AP (tanggal 12 Desember 2013)
Cor : Membesar, CTR > 50%, tampak dilatasi aorta
Pulmo: Tak tampak infiltrat dikedua lapang paru, corakan bronkhovaskular

normal
Sinus phrenicocostalis kanan kiri tajam
11

Hemidiafragma kanan kiri normal


Trakea di tengah
Sisterna tulang baik
Kesan : Cardiomegali

3.
EKG (tanggal 12 Desember 2013) : Sinus Rhythm, HR 80 x/mnt
IV. RESUME
a. Anamnesis
:
Cephalgia kronik progresif
Perubahan perilaku
Penglihatan kabur
Penurunan pendengaran telinga kiri
Tinitus telinga kiri
Sering lupa
Kejang parsial secondary generalized
Kelemahan anggota gerak kanan
Bicara pelo dan bibir merot ke kiri saat bicara
Muntah
Riwayat hipertensi sejak dari 3 tahun yang lalu tidak rutin kontrol
b.

Pemeriksaan Fisik
Status interna
Status neurologis
Kesadaran
Fungsi luhur
MMSE
Cara bicara
Fungsi sensoris
Fungsi motorik
Refleks patologis
Refleks primitif
Nervi craniales

: TD 150/100 mmHg, HR 80 x/mnt


:
: GCS E4 V5 M6, kompos mentis
: disinhibisi, gangguan memori, diskalkulia, disgrafia
: 17
: disartria
: gangguan diskriminasi 2 titik ekstremitas kanan
: hemiparese dekstra
: positif sebelah kanan
: refleks palmomental positif
: N. II ODS: Papil edem, Parese N.VII dan N. XII
kanan UMN, Tinitus kiri, Obs. Hearing loss AS

c.

Pemeriksaan Penunjang
Laboratorium
CT Scan Kepala Polos

: Hipokalemia, Leukositosis
: Massa cerebri di lobus frontoparietal kiri suspek

meningioma
CT Scan Kepala Kontras

: Menyokong gambaran parasagital meningioma,

Edema cerebri
Rontgen Thorax
EKG

: Kardiomegali
: Sinus Rhythm, HR 80 x/menit
12

V. DIAGNOSIS
Diagnosis Neurologis
Diagnosis klinis

: Cephalgia kronik progresif, hemiparese dekstra tipika, anosmia


bilateral, diskalkulia, disgrafia, gangguan memori, diskriminasi
dua titik terganggu dan disinhibisi, papiledem bilateral, kejang

Diagnosis topis
Diagnosis etiologi

parsial secondary generalized


: Frontoparietal sinistra
: Parasagital meningioma

Diagnosis lain: Hipokalemia, Cedera kepala ringan dan Vulnus laceratum, Hipertensi,
Leukositosis, Tinitus & Hearing loss AS
VI. PENATALAKSANAAN
* Umum
: prinsip 6 B
Breathing
: menjaga patensi jalan nafas
Blood
: memantau tekanan darah, keseimbangan cairan dan elektrolit
Brain
: memantau tekanan intra kranial
Bladder
: memantau miksi dan mencegah ISK
Bowel
: memantau nutrisi, mencegah konstipasi
Bone and Skin
: mencegah dekubitus dan kontraktur
* Pengobatan
Medikamentosa

Non medikamentosa

IVFD NaCl 0.9% 20 tpm


Inj. Deksametasone 10 mg/6 jam (Tapp. Off)
Inj. Ranitidin 50 mg/12 jam
Inj. Vit B1 100 mg/12 jam
Phenitoin caps 2x100 mg
KSR caps 3x600 mg
Amoxicillin caps 3x500 mg (5 hari)
Captopril tab 2x12.5 mg

Fisioterapi

VII. KONSULTASI/RAWAT BERSAMA


Rehabilitasi Medik (13 Desember 2013)
FT: Alih baring/2 jam, Proper bed positioning, ROM anggota gerak kanan
Mata (13 Desember 2013)
ODS Papil oedem
THT (13 Desember 2013)
Ass: Obs. Tinitus AS dan Hearing loss AS
Plan: Audiometri & Tympanometri
Bedah Saraf (17 Desember 2013)
13

Pro kraniotomi eksisi tumor, menunggu jadwal operasi, medikasi luka post
jahit per 3 hari
VIII. USULAN PEMERIKSAAN PENUNJANG
- Pemeriksaan histopatologis jaringan tumor
- EEG

IX. PROGNOSIS
-Ad Vitam
-Ad Sanam
-Ad Fungsionam

: dubia ad bonam
: dubia ad bonam
: dubia ad bonam

X. FOLLOW UP
DPH
Subyektif
TD
Nadi
RR
Suhu
VAS
GCS
Fx. Luhur

1
13/12/13
Nyeri kepala

2
14/12/13
Nyeri kepala

3
15/12/13
Nyeri kepala

4
16/12/13
Nyeri kepala

5
17/12/13
Nyeri kepala

(-)

(+)
150/100mmHg
80 x/mnt
20 x/mnt
36,5 C
7
E4V5M6
Disinhibisi,

150/90 mmHg
78 x/mnt
18 x/mnt
36,5 C
4
E4V5M6
Disinhibisi,

140/90 mmHg
72 x/mnt
18 x/mnt
36,5 C
4
E4V5M6
Disinhibisi,

140/80mmHg
70 x/mnt
18 x/mnt
36,5 C
2
E4V5M6
Disinhibisi,

140/80 mmHg
70 x/mnt
20 x/mnt
36,5 C
2
E4V5M6
Disinhibisi,

130/80 mmHg
70 x/mnt
20 x/mnt
36,5 C
0
E4V5M6
Disinhibisi,

diskalkulia,

diskalkulia,

diskalkulia,

diskalkulia,

diskalkulia,

diskalkulia,

disgrafia,

ggn

disgrafia,

ggn

disgrafia,

ggn

disgrafia,

ggn

disgrafia,

ggn

6
18/12/13

disgrafia,

ggn

Fx.

memori
Ggn

memori
Ggn

memori
Ggn

memori
Ggn

memori
Ggn

memori
Ggn

Sensorik

diskriminasi 2

diskriminasi 2

diskriminasi 2

diskriminasi 2

diskriminasi 2

diskriminasi

Fx.

titik
4
4

titik
4
4

5
5

titik
4
4

5
5

titik
4+
4+

titik
4+
4+

5
5

titik
4+
4+

5
5

-IVFD

NaCl

-IVFD

NaCl

-IVFD

-IVFD

NaCl

-IVFD

NaCl

Motorik
(Kekuatan)
Terapi

5
5

-IVFD

NaCl

5
5
NaCl

0,9% 20 tpm
-Inj.

0,9% 20 tpm
-Inj.

0,9% 20 tpm
-Inj.

0,9% 20 tpm
-Inj.

0,9% 20 tpm
-Inj.

0,9% 20 tpm
-Inj.

Deksametasone

Deksametasone

Deksametasone

Deksametasone

Deksametasone

Deksametasone

10 mg/6 jam
-Inj. Ranitidin

10 mg/12 jam
-Inj. Ranitidin

10 mg/24 jam
-Inj. Ranitidin

5 mg/8 jam
-Inj. Ranitidin

5 mg/12 jam
-Inj. Ranitidin

5 mg/24 jam
-Inj. Ranitidin

50 mg/12 jam
-Inj. Vit B1 100

50 mg/12 jam
-Inj. Vit B1 100

50 mg/12 jam
-Inj. Vit B1 100

50 mg/12 jam
-Inj. Vit B1 100

50 mg/12 jam
-Inj. Vit B1 100

50 mg/12 jam
-Inj. Vit B1 100

mg/12 jam

mg/12 jam

mg/12 jam

mg/12 jam

mg/12 jam

mg/12 jam

14

DPH

-Phenitoin

-Phenitoin

-Phenitoin

-Phenitoin

-Phenitoin

-Phenitoin

2x100 mg caps
-KSR
3x600

2x100 mg caps
-KSR
3x600

2x100 mg caps
-KSR
3x600

2x100 mg caps
-Amoxicillin

2x100 mg caps
-Captopril

2x100 mg caps
-Captopril

mg
-Amoxicillin

mg
-Amoxicillin

mg
-Amoxicillin

3x500 mg caps
-Captopril

2x12,5 mg tab

2x12,5 mg tab

3x500 mg caps
-Captopril

3x500 mg caps
-Captopril

3x500 mg caps
-Captopril

2x12,5 mg tab

2x12,5 mg tab

2x12,5 mg tab

2x12,5 mg tab

Subyektif
TD
Nadi
RR
Suhu
VAS
GCS
Fx. Luhur

7
19/12/13
Nyeri kepala (-)
130/80mmHg
80 x/mnt
20 x/mnt
36,5 C
0
E4V5M6
Disinhibisi, diskalkulia, disgrafia,

8
20/12/13
Nyeri kepala (-)
120/80 mmHg
74x/mnt
18 x/mnt
36,5 C
0
E4V5M6
Disinhibisi, diskalkulia, disgrafia,

9
21/12/13
Nyeri kepala (-)
120/80 mmHg
72 x/mnt
18 x/mnt
36,5 C
0
E4V5M6
Disinhibisi, diskalkulia, disgrafia,

Fx.

ggn memori
Ggn diskriminasi 2 titik

ggn memori
Ggn diskriminasi 2 titik

ggn memori
Ggn diskriminasi 2 titik

Sensorik
Fx.
Motorik
(Kekuatan)
Terapi

4+
4+

5
5

-IVFD NaCl 0,9% 20 tpm


-Deksametasone 3x0.5 tab
-Inj. Ranitidin 50 mg/12 jam
-Inj. Vit B1 100 mg/12 jam
-Phenitoin 2x100 mg caps
-Captopril 2x12,5 mg tab

4+
4+

5
5

4+
4+

-IVFD NaCl 0,9% 20 tpm


-Deksametasone 3x0.5 mg tab
-Inj. Ranitidin 50 mg/12 jam
-Inj. Vit B1 100 mg/12 jam
-Phenitoin 2x100 mg caps
-Captopril 2x12,5 mg tab

5
5

-IVFD NaCl 0,9% 20 tpm


-Deksametasone 3x0.5 tab
-Inj. Ranitidin 50 mg/12 jam
-Inj. Vit B1 100 mg/12 jam
-Phenitoin 2x100 mg caps
-Captopril 2x12,5 mg tab

15