Anda di halaman 1dari 9

[SAP LATIHAN BATUK EFEKTIF]

SATUAN ACARA PENYULUHAN


(SAP)
Tema

: Teknik nafas dalam dan batuk efektif

Sasaran

: 6 orang pasien dengan gangguan sistem pernafasan dan


keluarga yang menemani pasien selama dirawat.

Hari/tanggal

: Selasa/8 Agustus 2015

Waktu

: 10.00 10.45 WIB (45 menit)

Tempat

: Di Kelas III Pria, IRNA Non Bedah Bangsal Paru Dr. M.


Djamil Padang

A. Latar Belakang
Batuk merupakan gerakan refleks yang bersifat reaktif terhadap masuknya benda
asing ke dalam saluran pernapasan. Gerakan ini terjadi atau dilakukan tubuh sebagai
mekanisme alamiah untuk melindungi organ paru-paru. Batuk terjadi sebagai akibat
stimulasi mekanik atau kimia pada nervus aferen pada percabangan bronkus. Batuk
secara terkekeh-tekeh dapat menyebabkan seseorang kehilangan banyak energi, sulit
untuk mengeluarkan dahak dan dapat mengiritasi tenggorokan.
Sebagian besar orang mencari pertolongan medis agar batuk cepat mereda,
sementara itu ada orang yang takut batuknya menjadi penyakit yang serius. Batuk
mempengaruhi interaksi personal dan sosial, mengganggu tidur dan sering
menyebabkan ketidaknyamanan pada tenggorakan dan dinding dada. Untuk
mengantisipasi hal-hal tersebut, kita dapat menggunakan teknik batuk efektif.
Batuk efektif merupakan batuk yang dilakukan dengan sengaja. Namun
dibandingkan dengan batuk biasa, batuk efektif dilakukan melalui gerakan yang
terencana atau dilatih terlebih dahulu, sehingga menghambat berbagai penghalang
atau menghilangkan penutup saluran pernapasan.
Teknik batuk efektif akan memberikan banyak manfaat, diantaranya untuk
melonggarkan dan melegakan saluran pernapasan maupun mengatasi sesak napas
akibat adanya lendir yang memenuhi saluran pernapasan. Lendir baik dalam bentuk
dahak (sputum) maupun sekret dalam hidung, timbul akibat adanya infeksi pada
saluran pernapasan maupun karena sejumlah penyakit yang diderita oleh seorang
individu.
1 of 9

[SAP LATIHAN BATUK EFEKTIF]

Berdasarkan data yang didapat dari overan shift pagi pada tanggal 30 September
sampai 3 Oktober 2013, ditemukan 10 dari 20 pasien mengalami kesulitan dalam
mengeluarkan dahak. Padahal, pasien telah disosialisasikan tentang batuk efektif
setiap kali overan, namun belum ditemukan aplikasi nyata dari pasien itu sendiri.
Dari hasil observasi, kelompok menemukan 3 orang pasien mengaku sulit untuk
melakukan batuk efektif dan 7 orang memperlihatkan ekspresi bingung. Hal ini
disebabkan oleh pasien tidak mengetahui apa itu batuk efektif dan tidak diajarkan
secara spesifik apa saja persiapan dan bagaimana cara melakukannya; karena
perawat hanya menganjurkan dan menuturkan agar pasien melakukan batuk efektif
pada seluruh pasien yang mengalami batuk berdahak tanpa mengevaluasi apakah
pasien sudah tau atau mengerti cara melakukannya maupun dilakukan atau tidak oleh
pasien. Oleh karena itu, kelompok tertarik mengangkat topik Latihan Batuk Efektif
agar pasien dan keluarga lebih mengenal batuk efektif dan memahami serta mampu
mengaplikasikan teknik batuk efektif.
B. Tujuan
1. Tujuan Umum
Setelah diberikan penyuluhan selama 45 menit, diharapkan pasien dan
keluarga memahami dan memperagakan teknik batuk efektif.
2. Tujuan Khusus
Setelah diberikan penyuluhan, sasaran mampu:
a.

Menjelaskan penggertian batuk efeketif

b.

Menjelaskan tujuan batuk efektif

c.

Menjelaskan teknik batuk efektif

d.

Mampu memperagakan teknik batuk efektif

C. Pokok Bahasan
Teknik Batuk Efektif
D. Sub Pokok Bahasan
a.

Pengertian batuk efeketif

b.

Tujuan batuk efektif


2 of 9

[SAP LATIHAN BATUK EFEKTIF]

c.

Teknik batuk efektif

E. Metode
1.

Ceramah

2.

Demonstrasi

3.

Diskusi dan tanya jawab

F. Media dan Alat


1.

Media

: Infokus/flip chart, laptop dan leaflet

2.

Alat

: Tissue/sapu tangan, wadah tertutup untuk penampungan dahak


dan gelas berisi air hangat

G. Proses Pelaksanaan
No.
1.

Tahapan & Waktu


Pembukaan

Kegiatan Penyaji
Memberi salam

Kegiatan Audien
Menjawab salam

(5 menit)

Memperkenalkan

Mendengarkan dan

anggota klompok dan

memperhatikan

pembimbing
Melakukan kontrak

Menyepakati kontrak

waktu
Menjelaskan tujuan

Memperhatikan dan

dan materi yang akan

mendengarkan

diberikan
2.

Kegiatan

Menggali

(35 menit)

pengetahuan audien

Menanggapi dan
menjelaskan

tentang nafas dalam


batuk efektif

Memberikan
reinforcement positif

Memperhatikan dan
mendengarkan

Menjelaskan

Memperhatikan dan
mendengarkan

pengertian batuk
efektif

Menjelaskan tujuan

Memperhatikan dan
mendengarkan
3 of 9

[SAP LATIHAN BATUK EFEKTIF]

Nafas dalam dan

batuk efektif

Menjelaskan teknik

mendengarkan

nafas dalam dan


batuk efektif

Memberikan
pertanyaan

Mendemonstrasikan
bersama

Mendemontrasikan
batuk efektif

dan batuk efektif

Memperhatikan dan
mendengarkan

Mendemonstrasikan
teknik nafas dalam

Memperhatikan dan

Memberi kesempatan
audien untuk

Memperhatikan dan
mendengarkan

Memberikan jawaban

Memperhatikan dan

bertanya

Memberikan
reinforcement positif

Memberikan
kesempatan pada

mendengarkan

audien lain untuk


menjawab

Memberikan
reinforcement positif

Memperhatikan dan
mendengarkan

dan meluruskan
konsep

Meminta masukan
dari pembimbing
akademik dan atau

3.

Penutup

pembimbing klinik
Evaluasi validasi

Menyimak

(5 menit)

Menyimpulkan

Memperhatikan dan

bersama-sama

Mengucapkan terima
kasih

mendengarkan
Memperhatikan dan
mendengarkan

Mengucapkan salam
4 of 9

[SAP LATIHAN BATUK EFEKTIF]

penutup

Menjawab salam

G. Pengorganisasian

1.

a.

Penyaji

: Maya, S.Kep

b.

Moderator

: Nola, S.Kep

c.

Observer/fasilitator : Asnel, S.Kep

Uraian Tugas
b.

b.

c.

d.

e.

Moderator
-

Bertanggung jawab dalam kelancaran diskusi pada penyuluhan


Memperkenalkan anggota kelompok dan pembimbing
Menyepakati bahasa yang akan digunakan selama penyuluhan dengan

audien
Menyampaikan kontrak waktu
Merangkum semua audien sesuai kontrak
Mengarahkan diskusi pada hal yang terkait pada tujuan diskusi
Menganalisis penyajian

Penyaji
-

Bertangung jawab memberikan penyuluhan


Memahami topik penyuluhan
Meexplore pengetahuan audien tentang batuk efektif
Menjelaskan dan mendemonstrasikan teknik batuk efektif dengan

bahasa yang mudah dipahami oleh audien


Memberikan reinforcement positif atas partisipasi aktif audien

Fasilitator
-

Menjalankan absensi audien dan mengawasi langsung pengisian di awal

acara.
Memperhatikan presentasi dari penyaji dan memberi kode pada

moderator jika ada ketidaksesuaian dengan dibantu oleh observer.


Memotivasi peserta untuk aktif berperan dalam diskusi, baik dalam

mengajukan pertanyaan maupun menjawab pertanyaan.


Membagikan leaflet di akhir acara.

Observer
- Mengoreksi kesesuaian penyuluhan dengan jadwal dan target
- Mengamati jalannya kegiatan penyuluhan
- Memberikan laporan evaluasi penyuluhan dengan merujuk ke SAP
Pembimbing
- Memberikan arahan dan masukan terhadap kelancaran penyuluhan.
5 of 9

[SAP LATIHAN BATUK EFEKTIF]

J.

Mengevaluasi laporan dari observer.

Setting Tempat

Keterangan:
Penyaji
Moderator
Observer/fasilitator
Pembimbing
Pasien
Keluarga pasien
K. Evaluasi
Evaluasi akan dilakukan adalah:
1.

2.

Evaluasi Struktur
a. Pengorganisasian dilaksanakan sebelum pelaksanaan kegiatan.
b. Kontrak dengan peserta pada H-1, diulangi kontrak pada hari H.
c. Pelaksanaan kegiatan dilaksanakan sesuai satuan acara penyuluhan.
d. Pasien dan keluarga 10 orang ditempat penyuluhan sesuai kontrak yang
disepakati.
Evaluasi Proses
Peserta antusias dalam menyimak uraian materi penyuluhan tentang latihan

batuk efektif, tentang definisi batuk efektif, tujuan batuk efektif, teknik batuk efektif
dan mampu memperagakan cara batuk efektif.
3.

Evaluasi Hasil
Setelah dilakukan penyuluhan selama 40 menit peserta mampu
a. 80% sasaran mampu menyebutkan pengertian batuk efektif dengan benar
b. 60% sasaran mampu menjelaskan tujuan batuk efektif
c. 60% sasaram mampu menjelaskan teknik batuk efektif dengan benar
d. 60% sasaran mampu mendemonstrasikan batuk efektif
6 of 9

[SAP LATIHAN BATUK EFEKTIF]

Lampiran Materi
NAFAS DALAM DAN BATUK EFEKTIF
A. Pengertian
1. Nafas dalam
Latihan nafas dalam adalah bernapas dengan perlahan dan menggunakan
diafragma, sehingga memungkinkan abdomen terangkat perlahan dan dada
mengembang penuh (Parsudi, dkk., 2002)
2. Batuk Efeketif
Batuk efektif merupakan suatu metode batuk dengan benar dimana dapat
energi dapat dihemat sehingga tidak mudah lelah dan dapat mengeluarkan
dahak secara maksimal (Smeltzer, 2001).
B. Tujuan Teknik nafas dalam dan Batuk Efektif
7 of 9

[SAP LATIHAN BATUK EFEKTIF]

1. Mengurangi nyeri luka operasi saat batuk


2. Membebaskan jalan nafas dari akumulasi sekret
3. Mengeluarkan sputum untuk pemeriksaan diagnostik laboratorium
4. Mengurangi sesak nafas akibat akumulasi secret
5. Meningkatkan distribusi ventilasi.
6. Meningkatkan volume paru
7. Memfasilitasi pembersihan saluran napas
C. Indikasi teknik nafas dalam dan batuk efektif
Dilakukan pada pasien seperti :COPD/PPOK, Emphysema, Fibrosis, Asma, chest
infection, pasien bedrest atau post operasi
D. Kontra indikasi batuk efektif
1. Tension pneumotoraks
2. Hemoptisis
3. Gangguan sistem kardiovaskuler seperti hipotensi, hipertensi, infark miokard
akut infark dan aritmia.
4. Edema paru
5. Efusi pleura yang luas
E. Alat dan Bahan yang disediakan
1.

Tissue/sapu tangan

2.

Wadah tertutup berisi cairan desinfektan (air sabun / detergen, air bayclin,
air lisol) atau pasir.

3.

Gelas berisi air hangat

E. Cara Mempersiapkan Tempat Untuk Membuang Dahak


1. Siapkan tempat pembuangan dahak: kaleng berisi cairan desinfektan yang
2.
3.
4.
5.
6.
7.

dicampur dengan air (air sabun / detergen, air bayclin, air lisol) atau pasir
Isi cairan sebanyak 1/3 kaleng
Buang dahak ke tempat tersebut
Bersihkan kaleng tiap 2 atau 3 kali sehari.
Buang isi kaleng bila berisi pasir : kubur dibawah tanah
Bila berisi air desinfektan : buang di lubang WC, siram
Bersihkan kaleng dengan sabun

D. Tehnik nafas dalam


1. menarik napas (inspirasi) secara biasa beberapa detik melalui hidung (bukan
menarik napas dalam) dengan mulut tertutup
8 of 9

[SAP LATIHAN BATUK EFEKTIF]

2. kemudian mengeluarkan napas (ekspirasi) pelan-pelan melalui mulut


dengan posisi seperti bersiul
3. Dilakukan dengan atau tanpa kontraksi otot abdomen selama ekspirasi
tidak

ada

udara

ekspirasi

yang

mengalir

melalui

hidung

akan terjadi peningkatan tekanan pada rongga mulut, kemudian tekanan ini
akan diteruskan melalui cabang-cabang bronkus sehingga dapat mencegah
air trapping dan kolaps saluran napas kecil pada waktu ekspirasi
E. Teknik Batuk Efektif
1.

Tarik nafas dalam 4-5 kali

2.

Pada tarikan nafas dalam yang terakhir, nafas ditahan selama 1-2 detik

3.

Angkat bahu dan dada dilonggarkan serta batukkan dengan kuat dan
spontan

4.

Keluarkan dahak dengan bunyi ha..ha..ha atau huf..huf..huf..

5.

Lakukan berulang kali sesuai kebutuhan


DAFTAR PUSTAKA

Smeltzer, S. (2001). Buku ajar keperawtan medikal bedah. Jakarta: EGC.


Perry & Potter. Funamental Keperawatan. Jakarta: EGC.
Kowalak , J. (2011). Buku ajar patofisiologi. Jakarta: EGC.
Rab, T. (2010). Ilmu penyakit paru. Jakarta: TIM.
Tamsuri, A. (2008). Asuhan keperawatan klien gangguan pernafasan. Jakarta: EGC.

9 of 9