Anda di halaman 1dari 18

Modifikasi Sistem Pengapian Platina ke Sistem Pengapian CDI Scooter Vespa

Perubahan Sistem pengapian ini di latar belakangi oleh mulai tidak stabilnya sistem pengapian
Platina, Cam Original Blower mulai Aus, kemudian diganti dengan made in lokal, karena
komponen Original sudah sangat jarang dipasaran dan sekalipun ada barang tersebut cukup
mahal.
Fungsi Cam adalah sebagai triger penggerak Platina untuk memutuskan kontak arus listrik
sehingga membentuk pulsa arus listrik
Nah...,Hal yang perlu disiapkan untuk penggantian sistem pengapian Platina ke CDI untuk
Scooter Vespa adalah;

CDI Yamaha RX king

Pemilihan CDI Yamaha RX King karena sama sama mesin jenis 2 Tak/ langkah dan Jenis Arus
AC, dengan harapan Larinya sekencang RX King, Harga Origina per Desember 13, Rp. 90,000

Pulser CDI

Dipilih Pulser CDI yamaha Model RX S, Tugas Spool Pulser untuk menggantikan Platina
sebagai pembentuk Pulsa arus listrik, menjadi triger pengatur waktu pengapian, buat dudukan
pulser CDI/ Bracket pulser , hal yang perlu diperhatikan adalah, Posisi harus kuat dan stabil
( tidak mudah bergerak), jika bergerak maka akan membentuk percikan api yang tidak stabil,
jarak kern pulser terhadap magnet harus cukup rapat 0.5 - 1 mm, agar induksi lebih baik, jika
lebih dari 1mm pulser tidak dapat membangkitkan pulsa terhadap CDI dan tidak dapat
memercikan arus listrik pada coil.
Harga Rp. 35000

Buat dudukan Pulser/ Bracket Pulser

Fungsinya Bracket Pulser untuk mendudukan Pulser agar stabil pada Posisinya, karena jika tidak
stabil akan menyebabkan posisi titik nya bergeser efeknya pembakaran tidak sempurna, motor
meledak ledak karena bensin tidak terbakar.

Di bracket yg saya punya plateb yang paling bawah pakai platina


bekas, lapis kedua sebagai dudukannya saya pakai aluminium,
kalu mau diganti pakai mateial lain juga boleh, kayu tapi yang
agak keras u mudah bentuk Lapis yg ke 3 sebagai pengunci saja
sebab kalau tidak di kunci kemungkinan bergeser ada,dan akan
mengakibatkan titik pengapian berubah, scooter bisa brebet di
putaran tinggi
6 kutub magnet tugasnya adalah membangkitkan energi listrik,
tetapi yang betugas sebagai trigrer untuk memercikan api adalah
celah yang lebar kira kira 10 mm ( dalam posisi 22 derajat)n pada
lingkaran magnet, hilangnya GGL pada kumparan spull cdi akan
menjadi isyarat untuk CDI melepaskan energi listrik. seperti itu
menurut pemahaman saya.

Modifikasi Spool untuk CDI/

Istilah Spool/ Spul / kumparan kawat merupakan kawat yang di gulung/ dililitkan pada kern
( tumpukan plate),dimana spool merupakan alat bantu untuk mengkonversi Induksi medan
magnet menjadi gaya gerak listrik, atau generator listrik,

Dari hasil pengamatan trial yang saya lakukan untuk standar platina untuk putaran rendah 3
putaran /detik (satu kali kick starter akan menghasilkan voltase 6-7 Volt, karena dibentuk dengan
120 lilitan kawat diamter 1.0 mm,
Sedangkan untuk CDI di butuhkan voltase listrik yang cukup besar, hasil trial saya dengan
diameter kawat 0.45 mm dan jumlah lilitan 1800 lilitan menghasilkan 20 Volt untuk 3 putaran /
detik, semakin tinggi putaran magnet/ mesin makan akan menghasilkan voltase yang tinggi.
dari hasil trial dengan 20 Volt mesin sudah menyala/ dapat jalan, tetapi kelihatannya masih
kurang untuk mengasilkan power yang lebih, oleh karena itu target saya harus menaikan hingga
30 Volt dengan cara menyambung lilitan kawat. dengan perhitungan seperti dibawah ini.
lihat Teori medan magnet

E=N.d/dt
Perubahan Flux terhadap Waktu akan menghasilkan gaya gerak listrik (E)
Flux magnetik () = B.A
Dimana;
E = Gaya Gerak listrik yang di timbulkan (Volt)
B = Induksi Medan Magnet (tesla)
A = Luas Kern (m)
dt = Perubahan Waktu (detik)
N = Jumlah Lilitan kawat
Hasil Perhitungan untuk mencari Fluk magnet yang di perlukan, Berdasarkan data hasil Trial :
E = 20 Volt
A = 10 mm X 10 mm atau 0.01 m
(Ukuran Kern original 11 X 12 mm di perkecil jadi 10 X10 mm tujuannya agar jumlah lilitan
bisa lebih banyak dan masuk pada area yang tersedia pada dudukan stator)
t = 1 detik
N = 1800 lilitan
20 Volt = (1800 x 0.01 (m)B/ 1 detik
Maka induksi medan magnet yang dibutuhkan untuk menghasil kan 20 volt adalah
B =20 (Volt)/ (1800 x 0.01 (m)B/ 1 (detik)
B =1.1 tesla
Jika kita meninginkan Output GGL 30 Volt maka jumlah lilitan yang di perlukan adalah;
30 Volt = N(0.01 (m)1.11 (Tesla)/ 1 (detik)
N = 30 (Volt) /(0.01 (m)1.11 (Tesla)/ 1 (detik)
N = 2.457 lilitan

Untuk menambahkan gulungan kawat hingga 2450 lilitan hanya dengan Kern spool CDI tidak
akan cukup untuk menampung gulungan kabel, caranya Spool CDI hanya menampung max 2150
lilitan dan sisanya dibagi 2 , 150 lilitan ditambahkan pada kern Spool lampu utama dan 150
kedua pada Kern lampu accesories.dengan sambungan model seri.
Hasil periksa menggunakan Avometer setelah di tambah gulunngan nilai oupt listrik yang di
hasilkan berada di 30 volt dan benar membuktikan teori tersebut.
* informasi tambahan (14/05/14)
Saya sudah coba buat spool / kumparan baru dengan ukuran Kern 12 x 9 mm, dan menggunakan
kawat 0.25 mm dengan jumlah kawat seperti hitungan di atas sekitar 2150 lilitan, menghasilkan
tahanan 600 ohm dan menghasilkan votltasi 45 - 50 volt pada putaran 3 putaran /detik, atau 1
kali starter engkol. silahkan coba karena lebih efisien hanya menggunakan 1 kern dengan jumlah
kawat yang lebih kecil dapat menghasilkan voltase yang besar dan 1 kern dapat menampung
banya lilitan kawat.

Busi

Jenis busi/ Spark Plug disesuaikan dengan jenis pemakaian yang digunakan untuk RX king,
karena kondisi sistem pengapian sudah berubah menggunakan CDI RX king, jika menggunakan
Busi khusus vespa akan cepat mati karena memiliki hambatan yang besar jadi pembakaran
kurang sempurna, busi cepat hitam dan jarak elektroda perlu rapat.
jika komponen sudah siap, mulai pasang pada bracket stator, seperti foto berikut;
posisi pulser menggantikan Posisi Platina lihat gambar berikut;

Posisi Pulser

Posisi Spool dan Kabel

Dioda IN4003

Masalah yang akan timbul saat mulai mengubungkan kabel lampu power motor mulai
berkurang / tenaga ngedrop, hal ini masih dapat disiasati dengan menambahkan Dioda 1 ampere,
untuk menyaring /filtering arus listrik yang masuk ke CDI , posisi pasang di kabel masa ke CDI,
hati hati posisi jangan terbalik. jika terbalik CDI tidak akan menyala/ motor tidak akan jalan.

Sambungan kabel CDI


1. Hitam-Merah (Input CDI) hubungkan kabel ke Spool CDI (Spool jalan yang
dimodifikasi/ gulung ulang lihat diatas)
2. Putih- Hijau (input Pulser CDI) hubungkan ke Spool Pulser CDI
3. Hitam Hubungkan ke masa, Body Mesin
4. Orange (Output CDI) Hubungkan ke
5. Hitam-putih Hubungkan ke stop kontak (tujuannya untuk mem by Pass arus positif
kebody mc agar mesin mati)

Berikut Foto mesin sebelum dan sesudah nyala

Setelah Starter menggunakan CDI RX King


Setelah dipasang Dioda, kemudian sistem pencahayaan (lampu) dapat disambungkan ke masing
masing terminal.
Kelebihan setelah menggunakan CDI, saat Starter mudah hidup, saat di gas Full throtle alamak
gak nahan, ini cucok dengan selera ane ini motor bawaannya pengen ngacir saja, tarikan ringan
Demikian semoga modifikasi saya share kan semoga menginspirasi bagi teman-teman yang
mau coba...

CDI buat vespa

Aplikasi CDI buat Vespa super 1976

Bermula iseng-iseng pelajarin cara kerja CDI,soalnya gw punya vespa super taun 76..tau sendiri
deh pengapiannya masih platina..,,pengen rubah pake CDI vespa taun muda..nanya-nanya m
juragan harganya mahal bangat bro n banyak perangkat yang diganti.
Akhirnya gw kepikiran gimana caranya pake perangkat CDI jepang aja (motor jepang
maksudnya.. ) tapi ga banyak yang diganti n gak mahal.gw mulai deh experimen..itung-itung
belajar.
Pertama dimulai mau pake cdi apa..??lansung kepikiran deh pake CDI RX bis dah obsesi bangat
biyar larinya kayak RX king.. hahaha..
Yang dibutuhin suplay dulu donk yang pasti,, alias spul CDI..gimana caranya??
Namanya mau ngirit gw made in sendiri aja deh.. ,langsung aja keren spul platina gw rombak
gulungannya gw copotin trus kerennya gw kurangin jadi 4 lembar aja.biyar gak bingung
ngitungin berapa gulungan buat spul CDI n berapa ukuran kawatnya gw pake kawat spul CDI
vespa PX aja yang gw hijrahin kekeren vespa super..gw saranin kalo buat agan-agan yang mau
nyoba minta tulung tukang gulung spul aja buat gulung spul CDInya.
Sekarang tinggal pulsernya deh.., gw pake pulser punya Rxking yang gw taro persis di samping
spul CDI tempat platina asal.

Tinggal pasang semuanya, kabel CDI Rxking menurut jalurnya


Lumayan gan dah gw coba dijalan n dah buat turing kemana-mana gak masalah

Tapi namanya manusia masih aja kurang..hehehe..ujungnya masih kurang dapet..n busi ga mau
renggang.
Gw kepikiran lagi gimana kalo gw pake CDI yamaha F1Z soalnya gw baru dapet CDI F1Z
dilapakan lumayan murah gan..hehe .lagi-lagi ngirit.
Kali ni gw pake pulser luar alias masangnya diluar magnet,ga kayak pulser Rxking yang
masangnya didalem magnet.
Gw pake pulser karisma karena adanya cuma itu hehe..itu juga dapet sumbangan dari sob..

Pulser karisma gw pasang pake breket yang gw tempel dibaut dudukan coil menghadap
keluar..krangkas terpaksa dicoak buat tempat pulser.

Magnet perlu sedikit dipermak sob..bibir magnet gw bubut kira -+4x15mm buat dudukan pickup.

pickupnya gw bikin dari plat strip panjangnya kira-kira 57,5mm yang gw tempel di bibir magnet
yang gw bubut td pake baut 8mm,yang kuat ya bro kalo perlu campur lem sekalian biar ga lepas
waktu digeber.

wah-wah dah mulai serius neh..lanjut..


Spul CDInya tetep gw pake yang pertama, buat awal titiknya gw bikin 5derajat dulu sebelum
TMA biar gak nendang waktu diselah. selanjutnya tinggal setting aja gimana enaknya sob, gw
saranin dikit-dikit nambahinnya.biyar betis ga bengkak kena selahehe..

Lumayan enak bro tarikannya lebih enteng,busi juga dah mau renggang n lincah dijalan..idupnya
juga tokcer...

Gw dah coba juga pake CDI Rxking ternyata ga ngurangin rasa masih tetep
enak..maknyus..hehehe

cara merubah platina ke CDI


cara merubah platina ke cdi

Cara merubah platina ke cdi


Ini solusi pas buat pengendara yang semplakan-nya ingin ganti CDI tanpa pulser dari
pengapian platina. Bahkan yang sudah adopsi CDI tanpa pulser pun, bisa comot peranti
ini. Tinggal beli koil Kawasaki Ninja. Pokoknya nggak makan tempat, apalagi ngunyah
kabel, beber Tomi Rahmat permana, mekanik Adi Praja Motor(APM), di Skuadron Halim

Perdana Kusuma, Jakarta Timur.


Keuntungan pakai koil Ninja, CDI-nya sudah jadi satu sangkar. Makanya lebih praktis (gbr.
1). Yang heboh, lidah apinya mampu menjalar sampai 0,8 mm kalau dites ke bodi mesin.
Nah, yang berminat bisa tebus komponen ini di toko onderdil. Produk orisinal dilego
sekitar Rp 150 ribu. Sedang kwalitas nomor 2, kisaran Rp 75 ribu.
Lantas gimana cara pasang? Tenang. Tomi membeberkan kalau motor masih pakai platina
macam CB-100 atau Yamaha RX-100, salah satu lilitan sepul kudu digulung ulang jadi
sepul pengapian (gbr. 2). Cara kompletnya, pernah diulas di edisi 215/IV hal. 14.

Lantas salah satu kawat email yang tak nyambung ke massa, disambung ke kabel hitammerah yang ujungnya memiliki soket. Baru soket atau terminal tadi ditancapkan ke
terminal yang ada di koil Ninja, tambah Tomi.
Cuma, agar putaran bawah hingga atas tidak mbrebet, posisi top magnet digeser mundur
sedikit. Mau lebih tepat, jangan lupa pakai timing light.
Sekarang buat motor yang sudah pakai CDI tanpa pulser, macam TS125 atau Suzy RGR150. Caranya sama, yaitu tinggal sambung kabel hitam-merah dari sepul ke terminal yang
ada di koil Ninja. Sedang arus massa otomatis ada di pegangan koil.
(sumber: Reporter : Kris Julianto)

Perawatan Rutin Vespa


Untuk jenis perawatan perlu dibagu 2 kategori
Perawatan rutin untuk kebersihan dan pelumasan
Perawatan penggantian komponen fast moving
Perawatan rutin kebersihan dan pelumasan seperti:
1. Kebersihan karburator

Sistem pada karburator yang harus di bersihkan adalah


Saringan udara, area penampungan bensin sementara, pilot jet, difuser/ mixer
Cuci menggunakan bensin atau menggunakan carbjet cleaner, kotoran akan terangkat dengan
sendirinya,
Frekwensi penggantian berkala busa 2 bukan sekali atau 2000 km, semakin sering semakin baik,
Ketika bensin mulai terasa lebih boros, tarikan gas terasa berat ada baiknya mulai dibersihkan,

1. 2. Ganti Oli mesin


Pergantian oli mesin wajib dilakukan secara periodik/ berkala, penurunan kualitas oli, viscositas
dan kebersihan oli akan mempengaruhi keausan komponen dalam mesin.
Untuk penggantian normal bisa dilakukan tiap 2000 km, mungkin lebih 2000 km masih bisa di
pakai tapi kita akan merasakan saat ganti perseneling agak lebih keras atau kadang susah masuk
gigi
3. Pembersihan komponen, kampas rem, dan blok mesin/ sirip mesin
3.1. Kampas rem depan dan belakang perlu dibersihkan pada area kampas dan tromolnya,
Kotoran akan mempengaruhi kepakeman atau kepresisian pengereman.
Bayangkan kalau rem kurang pakem ayang akan terjadi jika di perlukan rem mendadak....
Gosok pakai sikat kawat atau pakai scotch brite.
3.2. Sirip silinder block,
Sirip perlu di bersihkan karena jika kotoran debu menumpuk akan mempengaruhi performance
mesin, mesin cepat panas, tenaga kurang, bensin boros

3.3. Silinder head dan porting outerpipe


Ruang bakar adalah bagian penting dari jantung pacu kendaraan. Kerak sisa pembakaran akan
berakumulasi dan menumpuk,
Seperti yang telah diketahui vespa termasuk sistem pembakaran 2 langkah/ 2 stroke dan sudah
pasti harus menggunakan oli samping untuk pelumasan dinding silinder, prosesnya bisa di
campur langsung dengan bensin atau ada juga yg di campur melalui karburator. Sisa oli yang
tidak terbakar akan menempel dan menjadi kerak area ruang bakar pada silinder head.
Untuk pembakaran yang baik tidak akan banyak menumpuk dalam setahun, kalau pembakaran
kurang baik akan cepat menumpuk, bisa di lihat pada elektroda busi.
Cara membersih dapat dilakukan dengan menggosok gunakan ampelas atau sikat kuningan atau
menggunakan scoch brite Kemudian di bersihkan pakai bensin, atau bokeh juga menggunakan
carbjet cleaner.
4. Pelumasan Kabel perseneleng/transmisi dan kabel kopling
Pelumasan perlu dilakukan agar saat oper gigi lebih ringan dan menekan kopling lebih ringan
Demikian perawatan yang perlu dilakukan agar umur pakai scooter kesayangan kita.
Untuk perawatan penggantian fast moving part lihat di klik disini.

Anda mungkin juga menyukai