Anda di halaman 1dari 6

BAB II PEMBAHASAN

A. Sejarah Galium

Galium adalah suatu unsur kimia dalam tabel periodik yang


memiliki lambang Ga dan nomor 31. Sebuah logam miskin yang jarang,
dan lembut, galium merupakan benda padat yang mudah melebur pada
suhu rendah namun mencair lebih lambat di atas suhu kamar dan
memang akan melebur di tangan. Terbentuk dalam jumlah sedikit
dalambauksit dan bijih seng. Penerapan pentingnya ialah dalam senyawa
galium arsenida, digunakan sebagai semikonduktor, terutama dalam diode
pemancar cahaya.
Galium disebut-sebut sebagai eka-aluminium oleh D.I Mendeleev
pada tahun 1870 dan ditemukan pada tahun 1875 oleh P.E. Lecoq de
Boisbaudran menggunakan spektroskope. Indikasi pertama dating dengan
mengobservasi dua garis ungu baru dalam spectrum dari sebuah sampel
yang terdeposit dalam besi. Dan dapat diisolasi 1 gram logam awal dari
ratusan kilogram bijih zink blende dan diberi nama latin Gallia. Sifat fisika
dan kima dari Galium diprediksi oleh Mendeleev. (Greenwood dan
Earnshaw, 1998).

B. Sifat Fisika Galium


Galium padat merupakan logam abu-abu

kebiruan yang memiliki

struktur kristal ortorombik, sedangkan gallium murni memiliki warna


keperakan menakjubkan. Gallium berbentuk padat pada suhu ruang,
tetapi seperti merkuri, cesium, dan rubidium, akan menjadi cair bila sedikit
dipanaskan. Galium padat cukup lunak sehingga bisa dipotong dengan
pisau. Unsur ini stabil di udara dan air, tetapi bereaksi dan larut dalam
asam dan basa. Galium tidak terdapat dalam bentuk murni di alam.
Galium sebenarnya lebih berlimpah

dari timbal tapi lebih sulit diakses

karena

tidak

berkonsentrasi

selektif

dalam

mineral

sehingga

persebarannya cenderung luas. Beberapa bijih logam seperti bauksit


mengandung sejumlah kecil galium. Selain itu, batu bara juga memiliki
konten galium relatif tinggi.

Notasi

: 31Ga

Nomor Atom

: 31

Golongan, Periode, Blok

: 13, 4, p

Massa Atom

: 69,723 g/mol

Massa Jenis

: 5,91 g/cm3

Titik Lebur

: 302,9146 K

Titik Didih

: 2477 K

Konfigurasi Elektron

: [Ar] 3d10 4s2 4p1

Sifat menarik dari unsur Ga, kemapuan ini menunjukkan


adanya pasangan elektron lembam, nS2, dalam atau dari unsur
pasca-peralihan (post-transition). Jadi, sebuah atom Ga dapat
kehilangan electron pada 4p dan mempertahankan electron 4s
untuk membentuk ion Ga+, dengan konfigurasi elektron

[Ar] 3d 10

4s2. Kemunkinan ini lebih mudah terjadi pada atom yang lebih berat
dalam golongan.

C. Sifat Kimia Galium

Reaksi galium dengan halogen

2Ga3+ + 3F2 2GaF3

Reaksi galium dengan golongan VI A

2Ga3+ + 3S2- Ga2S3

Reaksi galium dengan aasam

Ga2O3 + 6H+ 2Ga3+ + 3H2O

Ga(OH)3 + 3H+ Ga3+ + 3 H2O

Reaksi galium dengan basa

Ga2O3 + 2 OH- 2Ga(OH)4Ga(OH)3 + OH- Ga(OH)4-

D. Keberadaan Galium
Galium sering ditemukan sebagai elemen yang terkandung di
dalam diaspore, sphalarite, germanite, bauksit dan batubara.
Analisa debu dari hasil pembakaran batubara pernah menunjukkan
kandungan galium sebanyak 1,5 %. Galium yang sangat murni
berwarna keperakan dan logam ini memula sebanyak 3,1 % jika
berubah dari bentuk cair ke bentuk padat. Oleh karena itu, gallium
tidak boleh disimpan dalam gelas atau container logam karena ia
akan merusak tempatnya jika gallium tersolidifikasi.

E. Pembuatan Galium
Galium dapat dibuat dengan dua cara, yaitu :
1. Hasil dari proses pembuatan aluminium. Pemurnian bauksit
melalui proses Bayer menghasilkan konsentrasi galium pada
larutan alkali dari sebuah aluminium.
2. Elektroslisis menggunakan sebuah elektroda merkuri yang
memberikan konsentrasi lebih lanjut dan elktrolisis lebih lanjut
menggunakan katoda baja tahan karat dari hasil natrium
gallat

menghasilkanlogam

galium

cair.

Galium

murni

membutuhkan sejumlah proses akhir lebih lanjut dengan zona


penyaringan untuk membuat logam gallium murni,

F. Kegunaan Galium
1. Galium cair jika dikenakan pada permukaan proselin dan kaca
akan membentuk lapisan terang sangat reflektif yang bisa
digunakan membuat cermin.

2. Galium

mudah

berpadu

dengan

sebagian

besar

logam

sehingga digunakan untuk membentuk paduan dengan titik


leleh rendah.
3. Analog intergrated circuit merupakan salah satu aplikasi
paling umum untuk gallium, dengan perangkat optoelektronik
(kebanyalan diod laser dan diode pemancar cahaya) sebagai
penggunaan terbesar kedua.
4. Galium memiliki sifat semikonduktor, terutama sebagai galium
arsendite (GaAs).
5. GaAs dapat mengubah listrik menjadi cahaya dan digunakan
dalam light emitting diodes (LED) pada berbagai layar alat
elektronik dan jam tangan.
6. Galium juga digunakan dalam berbagai termometer suhu
tinggi

G. Dampak Penggunaan Galium


Galium adalah elemen yang bisa ditemukan dalam tubuh
dengan jumlah amat kecil. Orang dengan berat 70 kg memiliki
sekitar 0,7 miligram gallium dalam tubuhnya. Belum diketahui
fungsi dalium dalam tubuh manusia. Beberapa vitamin dan air
minum komersial diketahui mengandung jumlah sangat kecil,
galium dengan konsentrasi kurang dari satu bagian per juta.
Galium murni bukan merupakan zat berbahaya saat disentuh.
Hanya saja, galium murni mungkin akan meninggalkan roda di
tangan. Senyawa radioaktif galium, galium [67Ga] sitrat, dapat
disuntikkan ke dalam tubuh dan digunakan untuk pemindaian tanpa
efek yang merugikan. Meskipun tidak berbahaya dalam jumlah kecil,
galium tidak boleh sengaja dikonsumsi dalam dosis besar. Patut
diketahui, beberapa senyawa galium sebenarnya bisa sangat
berbahaya. Misalnya, paparan akut galium (III) klorida dapat
menyebabkan iritasi tenggorokan, sessak napas dan nyeri dada.
Galium digunakan sebagai salah satu komponen dalam
senjata nuklir. Hanya saja, dalam suatu reaksi tertentu, gallium bisa
menempel

pada

plutonium,

membuat

plutonium

tidak

bisa

digunakan. Galium harus dibersihkan agar plutonium bisa berfungsi


kembali. Masalahnya, proses pembersihan gallium berkontribusi
pada sejumlah besar pencemaran air dengan zat radioaktif. Zat
radioaktif ini diketahui membahayakan lingkungan dan makhluk
hidup di dalamnya.

H. Persenyawaan Galium
1. Galium Triklorida

Formula
: GaCl3
Colourless atau tidak berwarna dan larut pada hamper

semua pelarut.
Galium (III) lebih mudah ter-reduksi dibandingkan Al (III)
Titik Cair
: 77,9 oC
Titik Didih
: 201 oC
Preparation (Pembuatan)
Memanaskan logam Galium dan dialirkan chlorine, lalu
untuk

mendapatkan

produk

mruninya

disublimasi

dengan vakum.
Reaksi :
2 Ga + 3 Cl2 2 GaCl3
Memanaskan Galium oksida bersamaan dengan tionil

klorida.
Reaksi :
Ga2O3 + 3 SOCl2 2 GaCl3 + 3 SO2
Aplikasi :
Laser

Bahan luminescent

2. Galium Nitrida
Formula
: GaN
Serbuk berwarna kuning
Stabil dalam air
Titik Cair
: >2500 oC
Densitas
: 6,15 g/cm3