Anda di halaman 1dari 40

PEMROSESAN GALENA MENJADI TEPUNG

(KONSENTRAT) PbS

Pengantar
Galena atau dikenal sebagai timah hitam di alam berupa senyawa PbS. Apabila unsur
sulfida dominan pada batuan galena, secara fisik terasa aroma sulfida di lokasi batuan
tersebut. Mineral yang biasanya ditemukan dekat galena antara lain sphalerit, pirit dan
kalkopirit.
Galena banyak dijumpai di sekitar batuan metamorf dan batuan beku. Galena tersebut
membentuk suatu jalur di antara rekahan batuan beku dan metamorf. Singkapan mineral
galena ini bisa terlihat di lereng bukit atau tepian sungai di daerah batuan metamorf. Pada
beberapa tempat, mineral galena ini berdekatan dengan unsur lain seperti tembaga (Cu).
Apabila unsur Cu juga dominan pada mineral galena, Batuan galena Indonesia saat ini
kebanyakan diekspor untuk memenuhi kebutuhan industri di China.
Metode eksploitasi galena umumnya menggunakan peledakan atau secara tradisional
membuat suatu jalur bawah tanah (terowongan) diantara rekahan batuan beku. Daerah
sebaran galena antara lain berada di Aceh Timur - Nangroe Aceh Darussalam, Pasaman Sumatera Barat, Ponorogo - Jawa Timur dan Wonogiri, Jawa Tengah.
Batuan galena merupakan bahan baku dari logam timah hitam (Pb). Melalui sebuah
proses, batuan yang masih banyak mengandung unsur-unsur pengotor kemudian
dimurnikan dan diambil logam timah hitamnya.
Dalam bisnis perdagangan logam, Timah Hitam (Pb) merupakan salah satu jenis logam
yang banyak dibutuhkan. Industri yang amat memerlukan logam ini adalah industri
baterai. Hampir 75% penggunaan timah hitam digunakan untuk industri ini Industri lain
yang menggunakan logam ini adalah pada produk-produk plumbing dan minyak.
Di Indonesia, kebutuhan Pb masih belum dapat dipenuhi oleh ketersediaannya sehingga
logam ini sangat dicari. Terlebih lagi, dengan adanya regulasi yang baru menyebabkan
para eksportir tidak dapat lagi mengirim langsung dalam bentuk batuan/mineral ke luar
negeri, tetapi harus diolah dulu setidaknya menjadi bullion (batangan).
Batuan Galena

Biji timah paling banyak muncul sebagai galena (lead sulfide), selain itu juga muncul
sebagai cerrusite (lead carbonate) dan anglesite (lead sulphade). Batuan galena muncul
sebagai akibat proses hydrothermal seperti di daerah sukabumi. Galena biasanya
ditemukan dekat permukaan tanah dan muncul bersama seng ZnS (zinc sulfide, Sphalerit)
dan tembaga CuFeS2 (Chalcopyrit). Dengan menggunakan metoda ekstraksi kovensional,
keduanya dapat dengan mudah dipisahkan. Metoda pemisahan yang paling sering dipakai
adalah flotation dan mekanis (meja pemisah).

Gambar 2. Galena

Untuk memisahkan mineral dari batuan galena, sifat masing-masing mineral baik fisik,
kimia dan mineralogi harus dikenali dengan baik. Mineral galena PbS memiliki
karakteristik sebagai berikut kekerasan mosh 3,5 s/d 4, berat jenis 7,2 s/d 7,6, metal
mengkilap, warna abu-abu dengan garis hitam saat digores. Sedangkan Sphalerit ZnS
sebagai mineral pendamping dengan karateristik kekerasan mosh 3,5 s/d 4, berat jenis
3,9 s/d 4,2, metal mengkilap, warna kuning, coklat atau hitam, goresan warna orange
kuning. Pendamping lainnya, Chalcopyrit CuFeS2 bercirikan kekerasan mosh 3,5 s/d 4,
berat jenis 4,1 s/d 4,3, metal mengkilap, warna kuning tembaga, goresan hitam kehijauan.
Galena - Mineral Properties and Uses
What is Galena?

Galena is a lead sulfide mineral commonly found in hydrothermal veins; or as fracture filings,
cavity fillings and replacements in limestone. Lesser amounts are found in many igneous,
metamorphic and sedimentary rocks. Galena is the primary ore of lead and is often mined for
its silver content (silver substitutes for lead within the galena structure). Its perfect cleavage,
silver color and very high specific gravity make it very easy to identify.

Uses

Galena is the most important ore of lead. Silver is often produced as a by-product. Most lead
is consumed in making batteries, however, significant amounts are also used to make lead
sheets, pipe and shot. It is also used to make low-melting-point alloys. Its use as a pigment
has declined as has its use in making solder.

Color

lead gray

Streak

lead gray

Luster

metallic

Diaphaneity

opaque

Cleavage

perfect, cubic

Hardness

2.5

Specific Gravity

7.4 - 7.6

Distinguishing
Characteristics

color, luster, specific gravity, streak

Crystal System

isometric

Chemical Classification

sulfide

Chemical Composition

lead sulfide, PbS

Tabel sifat dan manfaat galena


Penghancuran Dan Pembubukan Batu Galena
Pada metoda Flotation mula-mula biji timah di hancurkan (crushing) sampai ukuran 1 cm
dan kemudian dihaluskan (grinding) dengan bantuan ball mill (Gambar 3 dan 4) atau rod
mill. Optimal apabila penghalusan mencapai ukuran butiran kurang dari 0,25 mm. Karena
kekerasan mosh ketiga mineral sama, maka waktu yang dibutuhkan penghalusan sama.
Waktu yang dibutuhkan untuk menghancurkan galena ukuran 1 cm menjadi 0,25 mm
antara 3 sampai 4 jam.

Gambar 3. Ball Mill Sebagai Penghancur galena

Gambar 4. Ball mill tradisional menggunakan Belt (masing-masing dengan kapasitas 50 kg/4jam)

Pengapungan Selektif (Selective Flotation)


Menggunakan metoda flotation biji timah diubah menjadi suspensi dengan cara
penghalusan di dalam air. Kepekatan suspensi bervariasi antara 5% sampai 40% berat
padatan. Kemudian suspensi diaduk diaerasi dengan gelembung udara dan ditambah
dengan beberapa bahan kimia agar material yang lain terikat gelembung udara dan di
bawa ke permukaan. Urutan proses untuk memisahkan galena, seng dan perak dari batuan
galena diperlihatkan oleh gambar 5.

1. Mula-mula suspensi dikondisikan di tangki precondition untuk pengapungan PbS.


Seluruh mineral pendamping ditekan dengan masing-masing depressant.
2. kemudian PbS diaktifkan menggunakan activator untuk bereaksi dengan collector.
3. Setelah PbS tertutup lapisan tipis collector, suspense dipindahkan ke tabung reaksi,
diatur Ph-nya dengan Ph-regulator dan ditambah frothers.
4. Campuran diaduk dan diaerasi sehingga terbentuk gelembung-gelembung udara.
Terjadi ikatan antara permukaan gelembung udara dengan partikel PbS, sehingga PbS
akan terangkat ke permukaan dan diluapkan.
5. PbS akan mengapung bersama CuFeS2 dan CuS yang selanjutnya dipisahkan
menggunakan Flocculants.
6. Sedangkan partikel yang mengendap akan dipindahkan ke tabung reaksi lainya
(serial) untuk pengapungan ZnS dst. Proses pengapungan ZnS, FeS Pyrit, AuS Gold
atau mineral yang lainya sama dengan pengapungan PbS dengan bahan kimia yang
berbeda.

Gambar 5. Proses Flotation PbS, ZnS dan CuFeS2

Karena cukup ketatnya ambang keluaran, yakni PbS dengan kandungan 85% maka proses
pengapungan bisa diulang sampai dengan 2-3 kali. Setiap putaran proses membutuhkan waktu
selama kurang lebih 4 menit. Dengan kapasitas dari mesin flotation yang disiapkan sekitar 100

kg/4 menit atau 1,5 ton/jam, berarti dengan masukan batuan dalam sehari 5 ton dibutuhkan
kurang lebih 3,5 s/d 5 jam. Waktu pengeringan keseluruhan produk sekitar 5 jam.
Secara konstruksi mesin flotation dapat dilihat pada Gambar 6, beberapa bejana larutan kimia
dilengkapi dengan pompa ukuran (dosing pump) dan sebuah bejana reaksi yang dilengkapi
dengan pengaduk dan aerator. Sistem pengolahan ini berjalan secara kontinyu, ini dapat diartikan
perhitungan material masukan, waktu proses dan material keluaran harus tepat.

Gambar 6. Tangki Bahan Kimia Dengan Dosing Pump

Gambar 7. Tangki Reaksi

Undesired waste
rock, called
gangue, falls to
the bottom.

Particles of ore
are attached to
air bubbles and
rise to the top.

Gambar 8. Pengaduk Dengan Aerasi

Proses Ramah Lingkungan (Green Process)


Sebaiknya proses dibuat ramah lingkungan (green process), untuk itu perlu penambahan
biaya investasi berupa instalasi pengolahan limbah cair B3 (IPAL B3) dan penangkap
polutan udara (scrubber). IPAL B3 yang direkomendasikan (Gambar 9) adalah
membrane polymer chemical resistant yang dilengkapi dengan Advanced Oxidation
Process.

Gambar 9. IPAL B3 membrane polymer chemical resistant Dan Advanced Oxidation process

Cara OLAH GALENA dengan TEKNOLOGI MURAH


1. Tungku Konvensional (Teknologi Rendah dan Murah)

Cara Pembuatan Tungku :


1. Siapkan Drum oli/minyak, dibelah sehingga tinggi Drum 60Cm.
2. Gali tanah dengan kedalaman 65cm, dengan diameter menyesuaikan dengan Drum.
3. Letakkan Drum didalam lubang galian, lalu dikubur/ditutup sehingga diameter lubang
tanah 40 cm dengan tinggi 50 cm.
4. Lubang di Cor dengan menggunakan Bata merah, semen pasir, dan pasir halus, sehingga
diameter menjadi 30 cm tinggi 45 40 cm. (Kalau punya Dana Lebih, bisa menggunakan
Bata api, crusibel).
5. Sistem Pengeringan +/- 6 hari untuk sempurna. Selesai.
Peralatan yang diperlukan :
1. Sekop cap Mata / Jipang.
2. Sekop Pengaduk ( panjang 1.5 Meter )
3. Blower 5 inch.
4. Hong / Pipa Besi (kalo bisa nikel crome)
5. Instalasi pemasangan Hong.
6. Gayung Stainless.
7. Cetakan Pb.
Bahan Bahan :
1. Pasir Galena 100kg.
2. NAOH 25kg.

3. Areng 60kg.
4. Waterglass 2kg.
5. CaCo3 / CaO 4 5kg.
Cara Pengolahan :
1. Campurkan semua bahan (kec.Areng).
2. Masukan Areng kedalam tungku dan bakar dengan sedikit minyak/solar.
3. Nyalakan blower hingga areng menyala merah, lalu tambahkan Areng lagi hingga tungku
penuh dengan Areng dan Hong tertutup areng.
4. Awurkan bahan sedikit demi sedikit diatas tungku, yang secara perlahan akan meleleh.
5. Tambahkan areng jika api tidak lagi besar dengan proses pembalikan.
6. Lakukan selama 2 Jam, setelah itu bersihkan tungku dari slax/kotoran (seperti Gulali).
7. Lakukan dengan Sekop, terus saja bersihkan sampai akan terlihat cairan perak (Pb cair) di
bagian bawahnya. Untuk membantu pembersihan cairan Pb dari Slax bisa menggunakan
serbuk areng.
8. Setelah bersih dari slax, ciduk cairan Pb dengan menggunakan gayung steinless,
tuangkan diatas cetakan. Selesai.

Gambaran perhitungan proses pengolahan Galena.


Untuk mengolah 100Kg Galena :
1. Energi (Solar,Arang) Rp.145.000
2. Kimia (NaOH, Waterglass,CaO) Rp.207.000

3. Galena Rp.500.000
4. Tenaga kerja Rp.20.000 /2jam.
Total biaya pengolahan = Rp.872.000,Asumsi Kadar Batu Galena 50% (we hv Galena 70% Up, call or e-mail me)
Jadi Pb = 50 Kg
harga Timah Hitam = Rp.25.000 (We hv the Buyer, if u wanna sold ur Pb just call or e-mail me)
Total Pendapatan = 50Kg x Rp.25.000 = Rp.1.250.000,Profit = Rp.1.250.000 - Rp.872.000 = Rp.378.000 per dua jam (unbeliveble..pusing2x deh)
kalau dalam 1 hari produksi 500kg Timah hitam Profit nya adalah = Rp.12.500.000 Rp.8.720.000 = Rp.3.780.000 Per Hari 1 Mesin
kalau punya 2 Mesin = Rp.7.560.000/ Hari 2 Mesin
Produksi 1 bulan (25hari) = Rp.189.000.000
Dari 1 Ton Timah Hitam kita Bisa memperoleh Bonus berupa Au, Ag. tidak besar asumsi
Terkecil hanya 8 gram saja dalam bentuk BILION.
untuk mengolah Sampah / Slax dari galena.
1.Listrik, Bensin, Rp.200.000,2.Kimia (HCL,HNO3,Borax,Sendawa) Rp.30.000,Total Biaya = Rp.230.000
Asumsi Perolehan hasil
5 gram Au = 5 x Rp.280.000 = Rp.1.400.000,3 gram Ag = 1 x Rp.5000 = Rp.5000,Total Profit = Rp.1.405.000 - Rp.230.000 = Rp.1.175.000,Sampah Sisa nya kita bentuk Konsetrat berupa.
Fe, Cu, Pt, Ni, U.

Contoh hasil lab


Lab : PT. SUCCOFINDO
No : 230632
Nama sample : Galena (Kw2)
Lokasi : Bayah
REPORT OF ANALISIS
Parameter Unit Result Methods
Iron (Fe) Total % 6,38 ICP
Aluminium Trioxide (Al2O3) % 0,14 ICP
Calcium Oxide (CaO) % 0,03 ICP
Magnesium Oxide (MgO) % 0,05 ICP
Manganese Dioxide (MnO2) % 0,11 ICP
Chromium Trioxide (Cr2O3) % 0,01 ICP
Sodium Oxide (Na2O) % Less then 0,01 ICP
Potassium Oxide (K2O) % 0,03 ICP
Silicon Dioxide (SiO2) % 34,77 Gravimetric
Titanium Dioxide (TiO2) % Less then 0,01 ICP
Lead (Pb) % 32,1 ICP
Copper (Cu) % 0,19 ICP
Zinc (Zn) % 8,95 ICP
Silver (Ag) % 0,13 ICP
Sulfur (S) Total % 16,69 Combustion

Keterdapatan dan Keberadaan Bahan Galian Galena beserta Genesa dan Kegunaan di
Bidang Geologi
Galena atau bahasa lainnya Timah Hitam di alam berupa senyawa PbS. Apabila unsur
sulfida dominan pada batuan galena, secara fisik terasa aroma sulfida di lokasi batuan tersebut.
Mineral yang biasanya ditemukan dekat galena

antara

lain sphalerit, pirit dan kalkopirit. Mineral

galena ini

banyak berguna dalam industri pengolahan

besi

dan

baja, terutama bila

(Cu)

di

terdapat unsur tembaga

dalamnya. Deposit galena sering mengandung

perak

termasuk dalam fase mineral sulfida atau

sebagai

larutan padat terbatas dalam struktur galena.

Memiliki

system Kristal octahedral. Selain perak, dalam

bijih

timah ini sering juga terdapat mineral lain

yakni

seng, kadmium, antimon, arsenic, dan bismut. Dengan proses oksidasi dan pelapukan galena
dapat mengubah zona alterasi menjadi zona anglesite atau lead sulfat atau kerusit.

Kelompok Galena terdiri dari mineral yang sama dan memiliki struktur isometrik kimia.
Hal ini mirip dengan struktur garam karang. Anggota grup Galena adalah sebagai berikut:

Alabandite (Mangan Sulfida)

Altaite (Lead Telluride)

Borovskite (Palladium Antimony Telluride)

Clausthalite (Lead Selenide)

Macam macam dari Galena antara lain:

Argentiferous Galena - Ini adalah campuran dari Galena dan perak.

Auriferous Galena Galena Ini mengandung emas.

Johnstonite (dari Haidinger) - Ini adalah Galena dengan kelebihan seharusnya S.


Mungkin campuran Galena, Anglesite dan / atau Sulphur.

Plumbein - Ini adalah Galena pseudomorphs setelah Pyromorphite.


mineral galena banyak dijumpai di sekitar batuan metamorf dan batuan beku. Dimana

Galena tersebut membentuk jalur di antara rekahan batuan beku dan metamorf. Singkapan
mineral galena bisa terlihat di lereng bukit atau tepian sungai di daerah batuan metamorf. Pada
beberapa tempat, mineral galena berdekatan dengan unsur lain seperti tembaga (Cu). Apabila
unsur Cu dominan pada mineral galena, diperkirakan harga mineral tersebut akan lebih tinggi di
pasaran internasional. Genesa bahan galian galena secara umum mencakup aspek-aspek
keterdapatan, proses pembentukan, komposisi, model (bentuk, ukuran, dimensi), kedudukan, dan
faktor-faktor pengendali pengendapan bahan galian (geologic controls). Dalam urat hidrotermal
dengan sfalerit. Seperti impregnations di batu pasir (sedimen). Juga umum di kapur sebagai
contactpneumatotic occurencies.

Galena dari ngermanlven, selatan Vilhelmina, Vsterbotten dan dari Cornwall, Inggris

Sedangkan hidrothermal itu sendiri merupakan larutan sisa magma yang bersifat
aqueous sebagai hasil differensiasi magma. Hidrothermal kaya akan logam-logam yang relatif

ringan, dan merupakan sumber terbesar (90%) dari proses pembentukan endapan. Berdasarkan
cara pembentukan endapan, dikenal dua macam endapan hidrothermal, yaitu:

Cavity filing, mengisi lubang-lubang (opening-opening) yang sudah ada di dalam


batuan.

Metasomatisme, mengganti unsur-unsur yang telah ada dalam batuan dengan unsurunsur baru dari larutan hidrothermal.
Macam macam pembentukan endapan hidrothermal, antara lain Ephithermal

(T 00C-

2000C), Mesothermal (T 1500C-3500C), dan Hipothermal (T 3000C-5000C).


Paragenesis endapan hipothermal dan mineral gangue adalah : emas (Au), magnetit
(Fe3O4), hematit (Fe2O3), kalkopirit (CuFeS2), arsenopirit (FeAsS), pirrotit (FeS), galena (PbS),
pentlandit (NiS), wolframit : Fe (Mn)WO 4, Scheelit (CaWO4), kasiterit (SnO2), Mo-sulfida
(MoS2), Ni-Co sulfida, nikkelit (NiAs), spalerit (ZnS), dengan mineral-mineral gangue antara
lain : topaz, feldspar-feldspar, kuarsa, tourmalin, silikat-silikat, karbonat- karbonat.
Mineral galena banyak ditemukan pada suhu rendah dan menengah dari urat bijih, batuan
beku dan di batuan sedimen yang kemudian disebarkan melalui sedimen. Dimana Rongga yang
terbuka merupakan lingkungan baik bagi mineral ini, sehingga mineral ini dapat berkembang
dengan baik. Umumnya metode eksploitasi
menggunakan

peledakan

atau

galena

secara

tradisional membuat suatu jalur bawah tanah


(terowongan) diantara rekahan batuan beku.
Galena bersama dengan fluorit indah
Alston Moor dan Weardale. Baik terdistorsi

terjadi di
kristal

telah ditemukan di Black Forest di Jerman, dan di tempat lain di Eropa. Naica, Chihuahua,
Meksiko kristal yang dihasilkan banyak yang menarik, seperti piring dengan kembar
octahedrons. The Joplin District of Missouri, Kansas, dan Oklahoma yang terkenal karena
kristal. Sering kali dibentuk di batu, beberapa waktu cubo-oktahedral octahedrons dengan
pertumbuhan pada wajah. Besar dan berbentuk kristal juga terjadi di daerah ini bersama-sama
dengan sfalerit, Dolomit, dan Marcasite. Beberapa daerah yang terkenal di daerah ini termasuk
daerah Joplin, Jasper Co, Missouri; Galena, Treece, dan Baxter Springs, Cherokee Co, Kansas,
dan Picher, Ottawa Co, Oklahoma. Kami memiliki beberapa spesimen Galena yang sangat baik

dari Sweetwater Mine, Reynolds Co, Missouri. Colorado juga telah menghasilkan spesimen sini
baik-baik saja di Idaho yang Coeur d'Alene Kabupaten yang sangat penting karena deposit timah,
berisi Galena kaya perak. Daerah ini disebut "Lembah Perak" Di California, Galena banyak
ditemukan di Darwin, Inyo Co, di Blue Bell tambang, San Bernardino Co, dan di tambang
Jamestown, Tuolumne Co Galena Sejumlah besar ditambang untuk memimpin produksi di
tengah-selatan dan barat daya Wisconsin.
Kegunaan dari galena antara lain galena atau bijih timah merupakan salah satu bahan
galian strategis. Mayor bijih timah dan perak, bentuk kristal membuat spesimen mineral yang
sangat baik. Karena proses ekstraksi sangat sederhana, timah telah diekstraksi dari Galena sejak
awal kali. Galena juga digunakan pada awal perangkat radio.

Deskripsi Mineral Galena

Warna

: abu-abu

Kilap

: Metalik

Kekerasan

: 2,5-2,75

Gores

: lead abu-abu

Belahan / Pecahan

: baik / subconchoidal

Tenacity

: Brittle dan beberapa ductile

Berat Jenis

: 7,2 7,6

Kemagnetan

: paramagnetic

Derajat Transparan

: Opaque

Sifat Khas

: memiliki kilap metalik

Nama Mineral

: Galena (PbS)

Kegunaan

: sebagai bijih timah untuk keperluan bahan galian

Tipe Pengendapan

: hidrotermal.

Sumber :

http://en.wikipedia.org/wiki/Galena

http://id.wordpress.com/tag/pertambangan/genesa bahan galian

http://www.galleries.com/minerals/sulfides/galena.htm

http://www.minerals.net/glossary/terms/s/sulfides.htm

1. mineral berharga yg dipisahkan dr bijih setelah mengalami pengolahan tertentu

4. Galena

Galena adalah bentukan dari bijih timah, dan membentuk batu perak dan hampir berkilauan dengan
bentuk yang sempurna. Kandungan belerang galena membuatnya sangat rapuh dan reaktif untuk
pengobatan kimia. Jika seseorang mengalami kontak dengan Galena dapat menghadapi risiko tinggi
keracunan dengan mineral yang mematikan dan debu. Sekali diekstrak, konten dari mineral ini
lingkungan dan menimbulkan ancaman dalam perawatan kesehatan. Pekerja tambang merupakan
profesi yang beresiko mengalami kontak dengan galena.

Timbal (Pb)
Pengenalan
Logam timbal telah dipergunakan oleh manusia sejak ribuan tahun yang lalu (sekitar 6400 BC)
hal ini disebabkan logam timbale terdapat diberbagai belahan bumi, selain itu timbale mudah di
ekstraksi dan mudah dikelola. Timah dalam bahasa Inggris disebut sebagai Lead dengan
symbol kimia Pb. Simbol ini berasal dari nama latin timbal yaitu Plumbum yang artinya
logam lunak. Timbal memiliki warna putih kebiruan yang terlihat ketika logam Pb dipotong akan
tetapi warna ini akan segera berubah menjadi putih kotor atau abu-abu gelap ketika logam Pb
yang baru dipotong tersebut terekspos oleh udara. Timbal merupakan logam yang lunak, tidak
bisa ditempa, memiliki konduktifitas listrik yang rendah, dan tergolong salah satu logam berat
seperti halnya raksa timbale dapat membahayakan kesehatan manusia. Karena logam timbale
berifat tahan korosi maka container dari timbale sering dipakai untuk menampung cairan yang
bersifat korosif ataupun sebagai lapisan kontroksi bangunan.
Timbal memiliki empat isotop yang stabil yaitu204Pb, 206Pb, 207Pb, dan 208Pb. Standar massa atom
Pb rata-rata adalah 207,2. Sekitar 38 isotop pb telah diketemukan termasuk isotop sintesis yang
bersifat tidak stabil. Isotop timbale dengan waktu paruh yang terpanjang dimiliki oleh 205Pb
yang waktu paruhnya adalah 15,3 juta tahun dan 202Pb yang memiliki waktu paruh 53.000
tahun.
Timbal memiliki nomor atom 82 dan nomor massa 207,2. Dengan nomor atom 82 maka timbale
memiliki konfigurasi electron [Xe] 4f14 5d10 6s2 6p2 dengan jumlah electron tiap selnya adalah
2, 8, 18, 32, 18, 4. Timbal berada pada golongan IVA (14) bersama dengan C, Si, Ge, dan Sn,
periode 6 dan berada pada blok s. Gambar susunan kulit pada timbale adalah:
gambar

Sumber Timbal
Timbal tidak ditemukan bebas dialam akan tetapi biasanya ditemukan sebagai biji mineral
bersama dengan logam lain misalnya seng, perak, dan tembaga. Sumber mineral timbale yang
utama adalah Galena (PbS) yang mengandung 86,6% Pb, Cerussite (PbCO3), dan Anglesite
(PbSO4).Kandungan timbale dikerak bumi adalah 14 ppm, sedanngkan dilautan adalah:
Permukaan samudra atlantik
:0,00003 ppm

Bagian dalam samudra atlantik

0,000004 ppm

Permukaan Samudra pasifik

0,00001 ppm

Bagian dalam samudra pasifik

0,000001 ppm

Galena

Galena adalah mieral timbal yang amat penting dan paling banyak tersebar di penjuru belahan
bumi dan umumnya berasosiasi dengan mineral lain seperti sphalerite, calcite, dan flourite.
Deposit galena biasanya mengandung sejumlah tertentu perak dan juga terdapat seng, cadmium,
antimoni,arsen, dan bismuth, sehingga umumnya produksi timbal dari galena menghasilkan juga
logam-logam tersebut.
Warna galena adalah abu-abu mengkilap dan formulanya adalah PbS. Struktur kristalnya kubik
dan oktahedral dan spesifik graviti 7,2 7,6.

Galena

Warna Segar : Hitam


Warna Lapuk : Hitam coklat
Cerat : Abu-abu
Kilap : Logam
Belahan : Sempurna
Pecahan : Rata
Kekerasan : 2,7
Berat Jenis : 8,1 .
Tenacity : Ductile
Komposisi Kimia : PbS
Golongan : Sulfida
Sistem Kristal : Hexagonal
Nama Mineral : GALENA
Keterangan : terbentuk karena proses Hydrotermal pada endapan mesotermal pada suhu 200-300
C.terdapat pada endapan sedimen dan metamorf.berasosiasi dengan spalerit,
kalkopirit,kalsit,dolomit,barit,dan fluorit. kegunaannya sebagai produksi perak.timbal.
Referensi : -Batuan dan Mineral oleh
Ir.Doddy Setia Graha
-Rocks and Minerals by
Simon & Schuters

Galena adalah format mineral sulfida yang alami. Mineral ini adalah mineral bijih yang paling utama.
Mineral Galena ini mempunyai rumus bahan kimia (PbS) Sulfida, system kristalnya isometric hexoctahedral,
mempunyai belahan yang sempurna, dengan kekerasn 2,5 2,75 dan berat jenis 7,58, kilap logam, dengan
warna abu abu timah. Mineral Galena ini terdapatnya dalam urat urat hidrotermal dengan spalerit, kalkopirit,
pirit, lain lain sulfide, kuarsa, kalsit, dolomite, barit dan fluorit.
Persediaan
mineral
galena
banyak
ditemukan
di
Perancis, Romania,Austria, Belgium, Italy, Spain, Scotland, Inggris, Australia, dan Mexico. Galenajuga terdapat
di Gunung Hermon di daerah Israel sebelah utara. Di daerah Amerika Serikat mineral galena ini terjadi paling
khususnya di daerah lembah Mississippi mineral ini juga terdapat di bagian tenggara Missouri dan di daerah
lingkungan serupa di Illinois, Iowa dan Wisconsin. Galena juga adalah suatu mineral yang utama tambang seng
di
daerah
status
arpond Joplin di
daerahMissouri bagian
barat
daya
dan
area
yang
ditengahnya Kansas dan Oklahoma.Galena juga suatu mineral bijih penting di dalam perak yang di tambang di
daerah Colorado, Idaho, Utah dan Montana. Tentang yang belakangan, Coeur dAlene daerah dari] Idaho utara
adalah yang paling terkemuka. Mineral galena sekali kali di gunakan sebagai semikonduktor (yaitu kristalnya)
di dalam pesawat radio. kristal galena menjadi bagian dari suatu titik- dioda kontak digunakan untuk mendeteksi
isyarat/sinyal radio.

Galena
8:46 AM geologi No comments

Galena (PbS) atau biasa disebut Timah Hitam merupakan mineral logam yang
mengandung Pb dan kaya akan Sulfida, berasosiasi dengan mineral mineral sulfida lainnya
seperti Sphalerite, Chalcophyrite, Phyrite, Arsenophyrite dan biasa juga ditemukan bersama2
dengan Emas (Au) keterdapatan mineral galena ini biasa berada pada vein vein kuarsa atau
biasa juga didapatkan pada batuan batuan yang teralterasi sangat kuat baik itu pada batuan
vulkanik seperi Tufa, basalt dll atau pada batuan batuan terobosan lainnya,
Deposit mineral galena tersebar di belahan dunia mualai dari Wales, Jerman, Perancis, Rumania,
Austria, Belgia, Italia, Spanyol, Skotlandia, Irlandia, Inggris, Australia, Meksiko, dan Amerika
Serikat termasuk indonesia

Ciri Fisik Mineral Galena adalah


Warna
: Hitam perak
Kilap
: Metalik
Cerat
: Abu abu
Pecahan
: Conchoidal
kekerasan
: 2.5 2.75
Sistem Kristal
: Isometrik
Bentuk Mineral : Kubik
Berat Jenis
: 7.2 7.6
Keterdapatan
: pada batuan teralterasi atau pada Vein vein kuarsa
komposisi Kimia : PbS

Galena berasal dari bahasa Yunani yaitu GALENE yang berarti bijih timah merupakan
kelompok mineral yang beranggotakan :
Alabandite
Alataite dll

jenis jenis Galena :


Argentiferous Galena, Campuran dari Galena dan perak
Auriferous Galena, galena yang mengandung emas
Selenian Galena, galena yang mengandung Selenian
U-Galena, galena yang mengandung Uranium
terakhir hati hati untuk kontak langsung dengan galena
saran setelah memegang mineral ini cuci tangan anda
hati hati dengan debu galena jangan dihirup atau bahkan menjilatnya
Konsep dasar eksplorasi Galena sebenarnya sama dengan eksplorasi mineral mineral logam
lainnya, ada beberapa hal yang perlu ditekankan dalam Eksplorasi Galena :

Kenali baik2 mineral Galena dengan mengetahui Ciri Fisik, Asosiasi Mineral ini dan tentu
adalah Genesa pembentukannya.

Pahami baik2 konsep Alterasi dan Mineralisasi terkhusus bila daerah KP anda Phorpiri atau
konsep Vein

Belajar memahami pembacaan Peta Geologi (Regional dan Detail)


Galena banyak dijumpai di sekitar batuan metamorf dan batuan beku. Galena tersebut
membentuk suatu jalur di antara rekahan batuan beku dan metamorf. Singkapan mineral galena
ini bisa terlihat di lereng bukit atau tepian sungai di daerah batuan metamorf. Pada beberapa
tempat, mineral galena ini berdekatan dengan unsur lain seperti tembaga (Cu). Apabila unsur Cu
juga dominan pada mineral galena, Batuan galena Indonesia saat ini kebanyakan diekspor untuk
memenuhi kebutuhan industri di China.
Metode eksploitasi galena umumnya menggunakan peledakan atau secara tradisional membuat
suatu jalur bawah tanah (terowongan) diantara rekahan batuan beku. Daerah sebaran galena
antara lain berada di Aceh Timur Nangroe Aceh Darussalam, Pasaman Sumatera Barat,
Ponorogo Jawa Timur dan Wonogiri, Jawa Tengah.

Teknologi Proses Pengolahan Bijih Galena Menjadi Logam Timbal


Deskripsi Singkat:

Jika selama ini Indonesia mengimpor Timbal dari luar negeri, kini diharapkan tidak lagi. Karena telah
dikembangkan teknologi untuk mengolah bijih galena menjadi logam timbal.
Dengan teknologi ini, bijih galena yang sebelumnya hanya dijual sebagai raw material serta diekspor dengan
harga sangat murah, kini dapat dijadikan timbal dengan harga jual berlipat hingga enam kalinya.
Prosesnya meliputi penggilingan awal menggunakan Jaw Crusheratau Roll Crusher, kemudian diteruskan dengan
penggilingan halus dengan Hummer Mill atau Pullverizer, pencucian dengan bahan kimia dan peleburan dengan
Tungku Reduksi, terakhir pemurnian dengan tungku Refinery. Akhinya akan didapatkan Logam Timbal dengan
kemurnian 99,9 %.
Ironically, Indonesia has been exporting Galena Ore and importing Lead (Plumbum) since there is no capability
to process Galena ore economically. To process the Ore into 99.9% Lead, we need miller or pulverizer, chemically
washing unit, smelter and a refinery, and neutralize the toxic sulphuric gas effluent .
Now the technology is available locally, cheaper and environmentally friendly since the toxic sulphuric gas is
neutralized using cyclone technology.
Perspektif:
Banyak sumber daya yang dulu belum bisa diolah di Indonesia, kini melalui inovasi teknologi menjadi
mungkin, dan ini berpotensi meningkatkan nilai tambah produk berlipat ganda.
Keunggulan Inovasi:

Meningkatkan nilai jual produk.

Teknologi 100% dalam negeri.

Mengembangkan teknologi baru.

Ramah lingkungan karena limbahnya dapat dinetralisasi dengan teknologi cyclone.


Potensi Aplikasi:

Teknologi masih dalam tahap pengembangan, namun dalam percobaan proses pengolahannya diketahui
dapat menghasilkan timbal dengan kemurnian 99,9%. Ini dapat dipakai oleh pabrik accu, baterai
mobil,solder, kawat, pembungkus kabel, dsb.

Inovator

Mi kita mengenal tentang logam yang bukan besi - jelajahunik21 Okt 2011 Logam Non-Ferro
(Non-Ferrous Metal) ialah jenis logam yang secara kimiawi dingin, memiliki sifat mampu tempa,
mampu mesin dengan pemotong HSS. sebagai bahan dasar paduan logam yang dibentuk melalui
pengecoran. Konsentrat biasanya dilakukan dengan Grafitasi atau pengapungan.
Deptemen Teknik Metalurgi dan Material FTUI - Alumni batuan tambang sampai menjadi
konsentrat tembaga dan emas yang bernilai tinggi . Praktikum Pembentukan Logam - Pasir Cetak
dan Pengecoran Logam.
Aplikasi LCA dalam Pemilihan Material Konstruksi Ifah Latifah 760 C pada pemanas induksi
logam (melelehkan seng, tembaga, dan aluminium) . water circuit yang tertutup pada mesin
pengecoran, sehingga menjadi padat . sudah baik ( campuran tenaga listrik dan penambangan
konsentrat seng).
TZM - MolybdenumKonsentrat molibdenum hanya sekitar 5-10% lebih untuk mesin Untuk
aplikasi kekuatan tinggi seperti nozel roket, komponen untuk HIP, sintering dan tungku perlakuan
panas; logam untuk Struktural tungku komponen, cetakan untuk pengecoran aluminium, perkakas
stamping panas nozel Rocket,. dan elektroda.
PENGOLAHAN GALENA BERBASIS LINGKUNGAN Raldi Artono 28 Apr 2010 Batuan galena
merupakan bahan baku dari logam timah hitam (Pb). PEMROSESAN GALENA MENJADI TEPUNG
(KONSENTRAT) PbS Dengan kapasitas dari mesin flotation yang disiapkan sekitar 100 kg/4 menit
atau 1
proses produksi coal mill 28 Mei 2013 Kami juga mengerjakan mesin HAMMER CRUSHER,
COAL CRUSHER, maupun BALL MILL utk proses produksi bubuk batu / konsentrat mineral.
Produksi Pengecoran Logamby TheChekerCool15,151 views 2:35
Download this PDF file - Jurnal FMIPA Unila - Universitas Lampungbutiran-butiran dari mineral
non logam seperti kuarsa partikel halus dengan bahan konsentrat bijih besi .[5] direduksi pada
mesin rotary kiln dengan.
PT Timah (Persero) TbkTinjauan Operasional Tinjauan Keuangan Harga Saham & Logam
Kontribusi Kalender Keuangan Sumber Daya Manusia Sumber Daya Manusia
9 Tahun 2001 - Kabupaten Kutai KtanegaIndustri Konsentrat Pakan Ternak . Industri
Pengecoran Logam Bukan Besi dan Baja Industri mesin untuk pembungkus,pembotolan dan
pengalengan. 11.
Profil Jurusan Teknik Metalurgi - profil jurusan perguruan tinggipengolahan mineral (mineral
dressing); ekstraksi logam dari konsentrat mineral pada pendidikan metalurgi di jurusan Teknik

Mesin dan Teknik Industri. dll); Bidang Industri Manufaktur (industri pengecoran logam, industri
otomotif,
sabdlovenias Just another WordPress site21 Jun 2013 Bioresmethri n, 20% konsentrat ULV, 10g
bahan aktif/ha . Nama Perusahaan : CV Cahaya Logam. . Selebihnya, berdiri di atas tiang truk
molen, untuk mengatur curahan semen yang dipakai untuk pengecoran tersebut. . Akibatnya, kain
kerudungnya ikut tertarik ke dalam mesin dan menjerat leher
download Modul Praktikum Beton - Teknik Sipil Universitas Andalasseperti sistem drainase
dengan kadar konsentrat yang tinggi di dalam tanah . 3. Semen tipe III .. ketentuan dalam
memudahkan pelaksanaan pengecoran dan syarat monolit .. Mesin aduk (mixer) dengan daun-daun
pengaduk dari baja tahan karat .. Talam logam tahan karat berkapasitas cukup besar bagi tempat.
PENGOLAHAN GALENA BERBASIS LINGKUNGAN Raldi Artono 28 Apr 2010 Batuan galena
merupakan bahan baku dari logam timah hitam (Pb). PEMROSESAN GALENA MENJADI TEPUNG
(KONSENTRAT) PbS Dengan kapasitas dari mesin flotation yang disiapkan sekitar 100 kg/4 menit
atau 1
TOKSIKOLOGI : LOGAM BERAT - Agus KuswantoIndustri ini menghasilkan timbal konsentrat
( primary lead), maupun secondary Industri pengecoran logam dan semua industri yang
menggunakan Hg akan bercampur dengan oli dan melalui proses di dalam mesin maka logam berat
Pb
Prof. Mukono BlogIndustri ini menghasilkan timbal konsentrat ( primary lead), maupun
secondary lead yang Industri pengecoran logam dan semua industri yang tersebut akan bercampur
dengan oli dan melalui proses di dalam mesin maka logam berat Pb
Sumberdaya logam - SlideShe30 Jan 2013 Tembaga, perak dan emas disebut logam koin
karena dipakaisejak lama sebagai dari mineral gangue dan mampu menghasilkan konsentrat
bermutu tinggi dengan sebagai bahan dasar di bidang industri pengecoran logam. bahan dasar
untuk tinta kering (toner) pada mesin fotokopi dan tinta laser,
Unduh Tabel SE-12. Jumlah Industri/Kegiatan Usaha Skala Industri Konsentrat Makanan
Hewan. 100,00 . Industri Pengecoran Besi Dan Baja. 100,00 Industri Mesin Dan Perkakas Mesin
Untuk Pengerjaan Logam.
pengelolaan a limbah - File UPILogam-logam berat pada umumnya bersifat racun sekalipun
dalam beracun adalah dari limbah cair pencucian rol film, pembersihan mesin, dan pemrosesan film.
Proses ini menghasilkan konsentrat lumpur sebesar 1-4 persen pengecoran, percetakan, dan
pelapisan, yang mengahasilkan limbah cair pekat beracun

Daft Lolos Seleksi Uber HKI Tahun 2012Produksi Konsentrat Protein dan Senyawa Karbohidrat.
Mannan dari Tanpa Tiang untuk Pengecoran Balok-Lantai Gedung Mesin Skir Klep Portabel
Otomatis untuk Motor Bakar. 21 Alat adsorpsi-desorpsi kontinyu untuk logam berat.
Chapter II.pdf - USU Institutional Repository - Universitas Sumatera Industri pengecoran
maupun pemurnian. Industri ini menghasilkan timbal konsentrat (primary lead), maupun secondary
lead yang berasal dari potongan dan melalui proses di dalam mesin maka logam berat timbal (Pb)
akan keluar dari.
02 klasifikasi - Scribd18 Mei 2010 Setelah limbah diolah, pabrik mesin akan menghasilkan
konsentrat lumpur yang Limbah industri logam dasar non-besi, setelah diolah akan menghasilkan
hasil samping proses pengecoran, pencetakan dan pelapisan.
ca membersihkan sofa mobil 30 Okt 2012 Demo Mesin Produksi Kursus Pelapisan Logam
BRASSPLATING (Pelapisan logam warna kuning emas). VIDEO PEMBUATAN SHAMPO
SNOWWASH KONSENTRAT 2012.mp4by Rahadi Defi2,844 views 04 Membangun RAG
Pengecoran Balok Pondasiby rumahamangempa10,009 views; 2:26
Bijih besi - Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebasBijih besi batuan dan mineral dari
mana logam besi dapat secara ekonomis batuan induk BIF, dan unsur-unsur kontaminan yang ada
dalam magnetit konsentrat. dan dalam tujuan maritim, mobil, dan. umum aplikasi industri (mesin). .
Untuk pekerjaan pengecoran Turner merasa besi yang ideal telah fosfor 0,2-0,55%.
Macam biji logam - free eBooks download - GoBookeeMacam biji logam download on
GoBookee.org free books and manuals Pengecoran. dalam bentuk biji-biji logam yang ditambang,
selanjutnya di olah dan dipisahkan dari kandungan lain untuk macam yaitu mesin frais vertikal dan
Pembuatan Konsentrat Protein Dari Biji Kecipir (Elly Kurniati) 116 Penelitian ini
October 2012 BISIKAN HATI CORETAN TANGAN31 Okt 2012 Logam dapat ditemukan dan
menetap di alam, tetapi bentuk . Industri pengecoran maupun pemurnian. Industri ini menghasilkan
timbal konsentrat (primary lead), maupun secondary lead yang berasal dari potongan logam (scrap).
dengan oli dan melalui proses di dalam mesin maka logam berat Pb
toksikologi logam berat b3 dan dampaknya - Hakli Bondowoso10 Jan 2013 Industri ini
menghasilkan timbal konsentrat ( primary lead), maupun secondary Industri pengecoran logam dan
semua industri yang menggunakan Hg dengan oli dan melalui proses di dalam mesin maka logam
berat Pb
Perkembangan Jumlah Unit Usaha Industri Bes dan Sedang KBLI, Jenis Industri, 2006, 2007,
2008, 2009, 2010, Trend.
Download (2314Kb) - Pusat Dokumentasi dan Informasi Ilmiah UNSIV.3 Evaluasi Bahan
Minuman Karbonasi (Air, Gula, Konsentrat dan. CO2) di PT. . Gambar 13. Mesin Bottle Washer .

yang mempunyai sifat melarutkan logam sampai suatu tingkat tertentu. Sifat . logam. (welding) dan
pengecoran.
CiteULike: puslit's productivity [97 ticles]Maka digunakan alternatif dengan melakukan modifikasi
mesin yaitu memasang alat . . Penentuan alternatif pengganti konsentrat pada komposisi pakan
ternak ayam . pekerjaan bekisting, pekerjaan pembesian dan pekerjaan pengecoran. .. Harapan,
sebuah perusahaan yang memproduksi barang-barang logam.
Struktur KBLI 2009 - Pusat Data dan Informasi Ketenagakerjaan12 Feb 2010 PERTAMBANGAN
BIJIH LOGAM MULIA LAINNYA. (13209) . INDUSTRI KONSENTRAT MAKANAN HEWAN ..
INDUSTRI PENGECORAN LOGAM INDUSTRI BARANG LOGAM, BUKAN MESIN DAN
PERALATANNYA.

Pengalaman Membangun Smelter Galena


Pendahuluan
Galena (PbS) merupakan komoditi mineral yang lumayan langka. Sifatnya yang anti korosi dan
mampu menahan radiasi itu menjadikan Galena banyak dipakai pada industri battery accu dan
pelapis pada ruangan rontgen serta reaktor nuklir.

Karakteristik

Galena memiliki warna abu-abu dengan kilap logam berwarna putih. Sistem kristal-nya adalah
cubic atau kubus; untuk itu galena dijumpai dengan bentuk fisik hampir menyudut/angled. Jika
digores pada batu asahan terlihat cerat berwarna abu-abu, brittle serta memiliki titik leleh yang
rendah jika dibandingkan dengan mineral lainnya.

Pengolahan
Pengolahan galena secara ideal melalui beberapa proses antara lain:

1. Penghancuran menggunakan crusher (0,5 cm s/d 1 cm).


2. Penghalusan menggunakan ballmill (< 0,5 cm).
3. Pemisahan pengotor (terutama silika) menggunakan mixer.
4. Pemurnian hidrometalurgi menggunakan floatasi.
5. Sintering bertujuan menghilangkan belerang menggunakan roaster.
6. Pembakaran menggunakan smelter.
7. Pencetakan
Konsep Bisnis
Konsep bisnis sewaktu kami memulai usaha ini adalah sebagai berikut:
1. Pembelian bahanbaku dari petani galena (tidak memiliki ijin) seharga Rp90 dikalikan kadar.
Artinya untuk kadar 60% (asumsi dengan menggunakan mata telanjang) adalah 60 x 90 =
Rp5.400/kg.
2. Pengolahan dengan menggunakan crusher dan smelter ditambah biaya operasional adalah
Rp4.500 /kg. Proses di bypass karena menurut produsen alat/mesin dengan hanya
menggunakan crusher dan smelter proses pengolahan ingot galena tetap bisa dilakukan.
3. Ongkos penjualan dari pabrik menuju jakarta adalah Rp500 /kg. Pabrik berlokasi di Kota Padang,
mengingat bahanbaku banyak dijumpai di Sumatera Barat.

Secara konsep total biaya pengolahan batuan galena menjadi ingot adalah Rp10.400/kg (Rp5.400 +
Rp4.500 + Rp500). Harga beli ingot dari 3 buyer di Jakarta per Juli 2012, rata-rata adalah Rp19.000/kg.
Jadi didapat margin sebesar Rp19.000 - Rp10.400 = Rp8.600/kg. Dari konsep ini dapat dihitung
berdasarkan kapasitas produksi crusher dan smelter yang mencapai 24 ton bahanbaku per bulan
(menurut produsen alat). Refraksi yang ditetapkan adalah sebesar 5% dari total bahanbaku.
Hasil berupa ingot berdasarkan refraksi adalah sebesar 24.000 kg - 5% = 23.999,95 kg atau sekitar 23
ton. dari perhitungan hasil 23 ton ini keuntungan yang dicapai adalah sbb:
23.000

kg

Sebuah

Rp8.600

nilai

=
yang

Rp197.800.000
fantastis.

Realita

Bisnis

Sewaktu memulai usaha ini kendala yang ditemui antara lain:


1. Bahanbaku dari para "petani galena" sangat sulit diperoleh. Untuk itu diciptakan dahulu trend
kepada petani galena agar mereka terbiasa dengan hasil yang didapat. Akan tetapi setiap lubang
galian galena ternyata memiliki kadar dan variasi Pb yang beragam. Hal ini sangat menyulitkan
jika tercampur karena akan terjadi proses blending yang dapat menurunkan kadar galena.
2. Pengotor (impurities) pada bahanbaku sangat menentukan keberhasilan usaha ini jika
differensiasi antar mineral yang terkandung dalam bahanbaku terlampau jauh dapat dipastikan
proses peleburan galena akan menemui kegagalan dengan turunnya recovery (tingkat
keterambilan) pada lelehan.
3. Produsen alat (CV. Hade Mineral) setelah sebelumnya menjamin bahwa alat akan bekerja
dengan baik sesuai Surat Penawaran Penjualan ternyata melarikan diri setelah mesin yang
mereka tawarkan selalu mengalami kegagalan pada proses peleburan.
4. Produsen alat lebur yang qualified dan memiliki performa sebelumnya harus benar-benar
dipertimbangkan secara matang, terutama dipelajari kembali apakah sebelumnya mereka sudah
pernah membuat smelter plan untuk galena.
5. Crucible yang selalu pecah karena suhu dan tekanan dalam smelter sangat tinggi.
6. Pb menguap karena suhu berlebih.
Kesimpulan
Walau secara teori bisnis galena tampak menguntungkan namun pada prakteknya hal tersebut sangat
sulit untuk dicapai terutama jika pekerja sama sekali tidak memiliki pengetahuan tentang metalurgi.

POTENSI GALENA DI LOMBOK SELATAN


Penelitian Geologi Regional daerah Lombok Tengah, sebelumnya telah diselidiki oleh tim Kanwil
Departemen Pertambangan dan Energi 1995 dan Direktorat Sumberdaya Mineral pada tahun 1997,
hasilnya menunjukan adanya mineralisasi logam dasar yang cukup menarik dan berpotensi
( Au,Ag,Cu,Zn dan Pb ) dari type epithermal sulfur tinggi yang penyebarannya cukup luas.
Untuk melengkapi dan memperluas daerah penambangan endapan mineralisasi bijih timah ( Pbgalena) yang lebih dan bisa dipertanggung jawabkan, maka pada bulan Desember 2006, telah
dilakukan penyelidikan geofisika terpadu di daerah Gunung Kuang, dengan mengunakan metoda
Induced Porarization (IP) dan Geomagnetik yang dilakukan oleh tim dari kuasa pertambangan
PT.ISTINDO MITRA PERDANA. Diharapkan dari penyelidikan ini bisa membantu memberikan
informasi dan menentukan tentang keberadaan mineralisasi logam dasar, khususnya timah hitam (Pb)
di bawah permukaan yang lebih akurat.
Lokasi

Daerah penyelidikan secara geografis terletak diantara koordinat 424000 - 423350 E dan 9020950 9021550 N, meliputi daerah seluas 400 m x 550 meter.
Geomorfologi

Berdasarkan Peta Rupa Bumi Indonesia, sekala 1 : 25.000, Lembar 1807-223, Sengkol, yang
diterbitkan oleh Badan Koordinasi Survey dan Pemetaan Nasional dan peta Topografi hasil
pengukuran dilapangan, secara umum morfologi daerah penyelidikan dapat dibedakan menjadi dua
bagian yaitu : 1.Morfologi pebukitan bergelombang berelief sedang sampai tinggi dengan
kemiringan lereng cukup terjal dan ketinggian berkisar antara 80 meter sampai 188 meter diatas
permukaan laut dengan puncak tertinggi Gunung Kuang, di bagian selatan, Gunung Empan dibagian
barat dan gunung Bongkok dibagian timurlaut, daerah penyelidikan di bentuk sembilan puluh lima
persen oleh satuan batuan breksi gunungapi dan lima persen oleh batugamping koral. Pada umumnya
daerah pebukitan ini merupakan daerah pesawahan tadah hujan,pertanian palawija dan tanah
daratan.
Morfologi dataran pantai yang terletak dibagian barat daerah penyelidikan, menempati lebih kecil
dari lima persen dari luas seluruh daerah penyelidikan,dengan ketinggian kurang dari 10 meter diatas
permukaan laut. Pada umumnya daerah pedataran pantai ini ditempati oleh perumahan penduduk dan
sebagian kecil berupa usaha pertanian-ladang.

Litologi dan stratigrafi


Berdasarkan peta geologi lembar Lombok,daerah Gunung Kuang dan sekitarnya,
Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, sekala 1 :250.000, satuan batuan yang
menempati daerah penyelidikan dari tua kemuda adalah sebagai berikut:
1. Satuan batuan dari Formasi Penggulung, berumur Oligosen sampai Miosen, terdiri
dari dari breksi, lava,tuf dan lensa batugamping yang mengandung mineral sulfida dan urat
kuarsa. Satuan batuan ini menempati sebagian besar, mencapai sembilan puluh persen dari
luas daerah penyelidikan.
2.Satuan batuan dari Formasi Ekas,berumur miosen tengah sampai miosen akhir,
terdiri dari batugamping kalkarenit ,setempat kristalin, tedapat dibagian tenggara yang
meliputi sebagian kecil dareah penyelidikan.
3.Satuan batuan terobosan ( batuan intrusi), berumur Miosen Tengah yang terdiri
dari batuan bersifat dasitik sampai andesitik.Satuan batuan ini hanya tersingkap sedikit di
pantai timur daerah penyelidikan, di lintasan 5. Secara megaskopis menunjukkan batuan
lava yang dicirikan oleh struktur vesikuler.
Struktur geologi dan Mineralisasi
Dari peta geologi regional lembar lombok daerah penyelidikan, batuan ubahan hidrothermal dan
mineralisasi, daerah Gunung Kuang dan sekitarnya, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara
Timur, sekala 1 :250.000 , struktur geologi yang terdapat di daerah penyelidikan yaitu sesar geser,
berarah hampir barat timur dan tenggara baratlaut dan sebagai struktur utamanya berarah
hampir utara - selatan ( baratlaut tenggara).
Sedangkan struktur patahan yang teramati dilapangan selama penyelidikan geofisika yaitu : struktur
patahan berarah barat-timur dan baratlaut tenggara yang dijumpai di daerah penyelidikan
memotong lintasan R3 dan R1, lintasan C5 dan Lintasan C2 yang dicirikan dengan ditemukannya
batuan intrusi dasit dan urat kuarsa di sekitar daerah penyelidikan yang terlihat di lintasan R1.9,
R3.12, lintasan C1.10, lintasan R3.4 dan lintasan C2.4. dengan kemiringan 10 derajat.
Singkapan dan mineralisasi yang teramati di lapangan yaitu adanya pirit pada vein kuarsa, dilintasan
C5 dan R2 ( dekat lobang tambang-Pb-galena ). Dan pada singkapan dilokasi sekitar lintasan R3 dan
lintasan C2.4 terlihat adanya batuan intrusi (terobosan) batuan dasit, mineral pirit , vien kuarsa dan
sulfur yang mencerminkan tipe minerlisasi sulfur tinggi.
PENYELIDIKAN GEOFISIKA TERPADU

Sasaran penyelidikan geolistrik Induced Polarization (IP) dan Geomagnetik di daerah ini ialah untuk
menentukan struktur patahan, batuan dan penyebaran urat-urat kuarsa (veinlet) yang diperkirakan
mengandung mineralisasi logam dasar (Au,Ag,Zn ,Cu dan Pb ( galena).
Untuk mencapai sasaran sesuai dengan yang diharapkan, maka lingkup kegiatan yang dilakukan
dalam penyelidikan ini antara lain: meliputi pengukuran Topografi, pengukuran Geomagnetik,
pengukuran Resistivity dan Induced Polarization (IP). Pemilihan metoda geofisika dalam
penyelidikan di daerah ini didasarkan pada kondisi Mineralisasi logam dasar( mineralisasi sulfida),
geologi dan topografi daerah penyelidikan.
PENGUKURAN TOPOGRAFI
Pengukuran topografi meliputi penentuan koordinat dan semua titik pengukuran geofisika, pertama
kali dilakukan pengukuran koordinat dengan menggunakan alat GPS di titik Base ( Base Camp) dan
lintasan C5.6,R1.16, R2.16 dan R5.16 sebagai titik dasar pengukuran yaitu : X,Y ( 423604.E
-9021352.N), sedangkan perhitungan ketinggian berdasarkan titik ketinggian dari titik tertinggi pada
peta rupa bumi sekala 1 : 25.000, lembar 1807 -223, Sengkol. Disamping pembuatan lintasan dan
titik ukur juga dilakukan pengukuran jalan dan sungai-sungai di daerah penyelidikan guna membantu
dalam interpretasi-penafsiran hasil pengukuran geofisika. Hasil pengukuran topografi berupa peta
untuk kemudian digunakan sebagai peta dasar penyelidikan di daerah ini

Metoda
Geomagnetik
Penyelidikan dengan metoda magnet berdasarkan pada sifat kemagnetan suatu material batuan akibat
adanya induksi medan magnet bumi. Medan magnet ini akan mengakibatkan timbulnya
penyimpangan terhadap medan magnet bumi normal pada lokasi material atau keberadaan batuan.
Besarnya penyimpangan tergantung pada arah induksi dan kerentanan magnet batuan, dimana
kerentanan magnet ini ditentukan oleh jumlah kandungan mineral feromagnetik di dalamnya.
Untuk menghitung intensitas magnet induksi (I), secara sederhana dapat dituliskan dalam
hubungannya dengan kerentanan magnet batuan (k), dan kuat medan magnet bumi (H), sebagai
berikut
:
Rumus
:
I
=
H
x
k
Dengan beranggapan bahwa H , konstanta maka besarnya I, hanya tergantung dari perubahan, k.
Untuk memperoleh gambaran terhadap anomali yang diperoleh dari hasil pengukuran dan untuk

memudahkan didalam interpretasi-penafsiran, disajikan data pengukuran kerentanan magnet yang


diambil
dari
beberapa
contoh
batuan
Metoda

Resistivity

Metoda geolistrik tahanan jenis ( resistivity) dimaksudkan untuk mengetahui sebaran batuan yang
bersifat konduktif, semi dan non konduktif. Sehingga dapat untuk memperkirakan keberadaan tubuh
batuan terobosan ( batuan intrusi ) yang mempunyai tahanan jenis tinggi (non konduktif) dan daerah
batuan ubahan (alterasi), mineralisasi yang mempunyai tahanan jenis rendah- resistivity rendah
(
konduktif
).
Metoda ini menggunakan arus listrik searah atau bolak-balik yang dialirkan kedalam bumi melalui
dua buah elektroda arus. Perbedaan tegangan yang timbul diukur dengan menggunakan dua buah
elektroda potensial. Parameter yang diperoleh adalah nilai tahanan jenis semu, yang kemudian
dipetakan. Pengukuran geolistrik tahanan jenis (resistivity) dilakukan dengan menggunakan
konfigurasi dipole-dipole.
Metoda
Induced
Polarization
Penyelidikan polarisasi terimbas (IP) adalah bagian dari penyelidikan geolistrik yang umumnya
digunakan untuk eksplorasi endapan mineral sulfida-logam dasar tersebar (Disseminated sulphides),
seperti logam mulia Au,Ag dan logam dasar ,Zn,Cu dan Pb-galena . Metoda polarisasi terimbas
(IP) yang digunakan dalam penyelidikan ini yaitu : metoda IP time domain, dimana parameter yang
diukur yaitu chargeability dalam satuan millivolt/volt dan tahanan jenis-resistivity dalam satuan
ohm-m
Prinsip dasar penyelidikan IP ( Gambar 3 ) ialah bahwa apabila arus listrik searah dialirkan kedalam
tanah, maka akan timbul potesial listrik dan polarisasi partikel-partikel batuan dimana ion-ion negatif
berkumpul dan dikelilingi oleh ion-ion positif. Apabila arus listrik diputus secara mendadak,ion-ion
yang terpolarisasi tersebut akan kembali keadaan normal dimana konsentrasi ion-ion listrik akan
menyebar kembali ke pada keadaan semula. Pada proses kembalinya ion-ion listrik ke pada ke adaan
semula,potensial listrik tidak segera hilang walaupun hubungannya telah putus, akan tetapi akan
menurun secara perlahan-lahan tergantung dari jumlah kandungan mineral logam didalamnya.
Semakin banyak kandungan logam dalam batuan semakain lama waktu yang dibutuhkan oleh
potensial listrik kembali ke nol. Fenomena ini disebut Polarisasi terimbas atau lebih dikenal
dengan Induced Polarization ( IP )
HASIL PENYELIDIKAN GEOFISIKA
1. Anomali Magnet
Secara garis besar kontur anomali magnet memperlihatkan arah baratlaut tenggara dan
timurlaut- baratdaya. Hal ini menunjukkan bahwa daerah tersebut terdapat struktur
patahan yang berarah demikian atau keberadaan batuan yang mempunyai kerentanan
magnet yang dari sedang sampai tinggi. Berdasarkan bentuk dan kerapatan kontur
anomali magnet total di daerah tersebut secara kualitatif menggambarkan respon anomali
berpola dua kutub (bipoler) daerah yang diperkirakan terdapat batuan terobosan ( batuan
intrusi) yang ada di daerah penyelidikan, yang merupakan pengontrol terjadinya
mineralisasi endapan bijih galena ( au, ag, zn, cu dan pb ) didaerah ini. Kelompok anomali
tinggi positip menempati sebagian di utara,tengah dan tenggara yaitu : lintasan R1 dan
lintasan C2 dan lintasan R3 di bagian tenggara, dengan nilai positip > 340 nT, sedang
anomali tinggi negatip menempati daerah baratlaut,timurlaut dan tenggara yaitu pada
lintasan R4, R5, C1 dan C5 dan C2, R2 dengan nilai negatip > - 140 nT. Beberapa pola
intrusi batuan dasit dan andesit , yang ditandai dengan pola dua kutub berpasangan

positip-negatip dengan nilai positip cukup besar lebih dari > 100 nT (nano tesla) dan nilai
negatif lebih < 100 nT (nano tesla). Kelompok anomali sedang dan rendah sebagian
besar menempati bagian baratlaut,timurlaut dan tenggara. Hal ini ditafsirkan sebagai
penyebaran daerah batuan ubahan (alterasi) dan mineralisasi seperti ditunjukkan pada
( Gambar 6 ), pada peta topografi dan peta sebaran mineralisasi logam dasar ( Pb), dimana
kenampakan adanya batuan intrusi dasit dan urat-urat kuarsa pada batuan dasit tersebar
di daerah tersebut. Penyebarannya dikontrol oleh struktur utama yang berarah baratlaut
tenggara dan struktur patahan lainnya yang berarah timurlaut-baratdaya dan baratlaut
tenggara yang terdapat diselatan-tenggara daerah penyelidikan. Hal ini menunjukkan
potensi daerah mineralisasi di kontrol oleh kemunculan batuan terobosan(intrusi
dasit,basal) dan struktur patahan di daerah penyelidikan. Hasil penampang geofisika yang
dipetakan berupa : topografi,magnet, resistivity dan induced polarization (IP) dari lintasan
R1 sampai R5 dan lintasan C1 sampai C5 dapat dilihat pada (gambar: 7 sampai 16) . Dari
penampang magnet adanya spike yang cukup tajam seperti pada lintasan R1 dengan nilai
340 nT,R2 dengan nilai 190 nT,R3 dengan nilai 200 nT,R4 dengan nilai 140 nT dan R5
dengan nilai 70 nT dan pada lintasan C1 dengan nilai 210 nT,C2 dengan nilai 210 nT, C3
dengan nilai 50 nT,C4 dengan nilai 80 nT dan C5 dengan nilai 80 nT. Hal ini ditafsirkan
sebagai adanya batuan terobosan ( intrusi batuan dasit, andesit dan basal ) yang
mempunyai kaitan erat dengan terjadinya mineralisasi logam dasar (au,ag,cu,zn dan pb) di
daerah penyelidikan.
2.Anomali
Resistivity
Hasil pengukuran Resistivity dan Induced Polarization (IP) dipole-dipole diperoleh gambaran
anomali yang terdiri dari anomali Resistivity, Chargeabilitas dan metal faktor.
2.1. Anomali Resistivity Dari penampang resistivity lintasan R1 sampai R5 dan C1 sampai C5 ,
mempunyai harga tahanan jenis bervariasi dari 10 ohm-m sampai 272 ohm-m. Harga tahanan jenis >
100 ohm-m ditafsirkan sebagai batuan yang masih segar-kompak ( batuan intrusi- dasit,andesit ),
tahanan jenis 50 ohm-m sampai 100 ohm-m ditafsirkan sebagai batuan dasit dan andesit . Sedangkan
harga tahanan jenis-resistivity < 50 ohm-m ditafsirkan sebagai batuan dasit lapuk.andesit lapuk,
vein-kuarsa dan batuan terubahkan (alterasi), ditafsirkan sebagai daerah mineralisasi logam dasar.
2.2 . Anomali Induced Polarization(IP) Dari penampangdipole-dipole Induced polarization (IP)polarisasi terimbas pada lintasan R1 sampai dengan R5 dan C1 sampai C5,menunjukan adanya
harga chargeabilitas yang rendah < 25 millivolt/volt dan > 25 millivolt/volt. Daerah dengan harga
chargeabilitas < 25 millivolt/volt ,ditafsirkan sebagai daerah batuan lapuk- batuan yang telah
mengalami pelapukan-terubahkan-alterasi. Sedangkan daerah dengan harga chargeabilitas > 25
millivolt/volt ditafsirkan sebagai daerah mineralisasi logam dasar (au,ag,zn,cu dan pb-galena) yang
cukup berpotensi, dimana dilapangan banyak ditemukan singkapan batuan batuan intrusi dasit dan
pirit - urat kuarsa. Dari hasil ketiga pengukuran Geomagnetik, Resistivity, Chargeabilitas dan Metal
faktor di lintasan R1 sampai R5 dan C1 sampai C5, tersebut terdapat kesesuaian daerah yang
diperkirakan muncul batuan terobosan (intrusi- batuan dasit) dan batuan alterasi dan terjadinya
struktur sesar yang mengakibatkan terjadinya mineralisasi mineral logam dasar (au,ag,cu,zn dan pbgalena) yang cukup berpotensi. Pengukuran Induced Polarization (IP) yang menghasilkan
parameter Chargeabilitas dan Metal faktor disemua lintasan R1 sampai dengan R5 dan lintasan C1
sampai C5 yang memotong singkapan dan urat kuasa dan daerah yang termineralisasikan kuat
menunjukkan bahwa adanya korelasi dimana munculnya daerah mineralisasi ditunjukkan harga
chargeabilitas tinggi > 25 millivolt/volt, bahkan untuk lintasan R4 ,lintasan R3 dan C1 mencapai
harga 90 mvolt/volt.
SEBARAN MINERALISASI LOGAM DASAR (Pb)

Dari hasil penyelidikan geofisika ( Geomagnetik, Induced Polarization ) didaerah Gunung


Kuang,Desa Rambitan, ditemukan 3 kelompok penyebaran anomali mineralisasi yang tersebar di
tiga lokasi daerah penyelidikan yaitu : (1) penyebaran mineralisasi logam dasar (Pb) terdapat
dibagian baratlaut daerah penyelidikan, yang merupakan daerah tambang timah (Pb-galena) disekitar
lintasan R5 dan lintasan C5. (2) penyebaran anomali mineralisasi logam dasar (Pb-galena) dibagian
tengah daerah penyelidikan yang diperkirakan cukup luas meliputi lintasan C4.6, R1.12,C1.4, R4.9C3.2, lintasan R3.5, C3.9 dan C1.14. dan (3) penyebaran mineralisasi logam dasar (Pb-galena)
terdapat diselatan atau baratlaut-tenggara pada lintasan R2.2 dan C2.5 dibagian tenggara daerah
penyelidikan.
Dari hasil pengamatan dilapangan diperoleh gambaran bahwa batuan ubahan-alterasi hidrothermal
dan mineralisasi terjadi pada beberapa tempat terutama pada satuan batuan gunungapi tua yang
berkomposisi dasitik dan andesitik, pada batuan intrusi tonalit,dasit dan basal dan pada zone struktur
sesar. Pada batuan seperti ini sering ditemukan mineral ubahan ,kuarsa,pyrit ( Jones.H Dam,1964)
baik sebagai pengganti (replacement) mineral utama pembentuk batuan maupun sebagai pengisian
rekahan. Ubahan ini terjadi diduga akibat adanya intrusi-terobosan batuan beku andesit,dasit basal
terhadap satuan batuan gunungapi tua- batuan vulkanik.
Mineralisasi yang banyak ditemukan didaerah penyelidikan terdiri dari mineralisasi
(malakhit,azurit,pyrit dan galena).Singkapan dari batuan termineralisasi yang utama ditemui di
singkapan tambang timah (Pb-galena) sekitar lintasan C5 dan R1 dan ditepi sungai kecil yang
mengalir dari barat-ketimur sekitar lintasan R3,R1 dan lintasan C1. Pada beberapa lintasan
pengukuran ditemukan urat-urat kuarsa dan mineralisasi pada batuan permukaan yang lepas dan
boulders.

CADANGAN MINERALISASI LOGAM DASAR (Pb-galena)


Dari hasil pengukuran Resistivity dan Induced Polarization yang dilakukan didaerah Gunung Kuang
, dapat melokalisir beberapa daerah yang menarik untuk dihitung cadangan mineralisasi logam
dasarnya (Pb) yang di hitung dari peta Anomali chargeabilitas untuk parameter, N4 , N5 dan N6,
dengan menggunakan formula sederhana adalah sebagai berikut :
Cv = Luas (m2) x tebal (m) x BD x %

Dimana : Cv, Cadangan Volume, BD berat jenis Pb dan % (persen) hasil contoh analisa kimia
mineral ( 19.42 %) untuk Pb. ( lihat tabel 6 hasil sementara perhitungan cadangan Pb), didaerah
penyelidikan Gunung Kuang.

KESIMPULAN
Dari pembahasan dimuka dapat disimpulkan sebagai berikut :
Daerah mineralisasi logam dasar (Pb-galena) menarik ditunjukkan oleh daerah batuan
dengan anomali magnetik rendah, resistivity rendah dan anomali chargeabilitas dan metal faktor
tinggi dilalui oleh struktur patahan.
Adanya daerah anomali magnet tinggi sebagai pantulan dari batuan terobosan (intrusi ,batu
dasit , andesit- basal) yang dianggap sebagai pembawa mineralisasi bijih timah (Pb-galena) di daerah
ini, terdapat dibagian baratlaut, tengah dan tenggara daerah penyelidikan.
Adanya anomali resistivity rendah, chargeabilitas dan metal faktor tinggi ,yang berkolerasi
dengan kelurusan anomali magnet rendah dan tinggi menggambarkan tipe mineralisasi urat (vein)
ataupun pengisian rekahan yang dikontrol oleh struktur patahan.
Daerah zone prospek mineralisasi (Pb-galena) ditunjukkan oleh anomali chargeabilitas ( IP)
dengan harga chargeabilitas tinggi > 25 mvolt/volt, yang hampir terdapat disemua lintasan
pengukuran (R1 sampai R5 dan C1 sampai C5) dimana daerahnya memanjang berarah baratlauttenggara dengan cakupan cukup luas atau menunjukan bahwa daerah ini cukup menarik dan
berpotensi.
Daerah mineralisasi (Pb) paling menarik terdapat di bagian tengah (baratlaut-tenggara)
daerah penyelidikan, yang ditunjukkan oleh harga anomali resistivity rendah, chargeabilitas dan
metal faktor tinggi dan anomali magnet rendah dan dilalui oleh struktur patahan yang ditunjang oleh
hasil analisa kimia conto batuan bijih yang diambil dari singkapan (lobang tambang-Pb-galena / uratkuarsa) didaerah ini menghasilkan ( Pb 19.42 % atau 194.2 ppb ).
Hasil pengukuran Resistivity Sounding dengan cara Schlumberger dilokasi lintasan R3 (titik
R3.4 , R3.8 dan R3.12) yang berdekatan dengan singkapan batuan dasit dan urat kuarsa (intrusi
batuan dasit) telah dapat melokalisir adanya lapisan batuan yang ditafsirkan mempunyai kaitan
dengan mineralisasi logam dasar (Pb) di daerah ini pada kedalaman lebih dari 50 meter dibawah
permukaan.

Dari hasil pengukuran Induced polarization cadangan mineralisasi logam dasar (Pb) adalah,
cadangan terukur sebesar 248.143 ton, cadangan terreka sebesar 480.479 ton dan cadangan terduga
sebesar 731.595 ton.

Anda mungkin juga menyukai