Anda di halaman 1dari 3

Studi Sistematis Mineralogi Batuan

Tujuan dari studi ini :


Untuk menambah kemampuan identifikasi mineral sebagai dasar untuk pembedaan jenis
batuan di lapangan.
A. Batuan beku
Secara sistematis batuan beku diklasifikasikan berdasarkan tekstur dan komposisi
mineralogi. Studi ini akan membahas satu persatu kenampakan visual dari mineral
penyusun batuan beku menurut urut-urutan teksturalnya.
1. Batuan faneritik, terdiri dari :
1.1 Kelompok Granit, granitic dan granitoid
Granitic : mengacu pada seluruh batuan faneritik granular, yang mengandung feldsfar
atau kuarsa+feldsfar
Granit : mengacu pada batuan faneritik kristalin yang secara esensial berkomposisikan
kuarsa dan alkali feldsfar. Penamaan granit berbeda-beda menurut USGS, streckeisen
(European geologist), Travis dll dalam hal prosentase komposisinya.
Granitoid : digunakan untuk batuan kuarsa-feldsfar plutonik granular dengan berbagai
prosentase komposisi. Karena itu, granodiorit dan granit adalah termasuk batuan
granitoid.
Mineral Penyusun granit, dapat dibedakan menjadi :
Mineral utama : Kuarsa dan K- Feldsfar
Mineral yang umum dijumpai : hornblende, muscovite,biotit
Mineral minor : zircon, titanite,epidot,klorit,mineral lempung
Mineral yang kebetulan hadir atau tidak umum :
olivine, orthopyroksen , augit , Na-piroksen ,Na amphibole, Garnet (Pyralspites) ,
Silimanit , kyanit , andalusite , Cordierite, tourmaline
Identifikasi granit pada sample genggam, memerlukan pemahaman akan pengertian
warna, komposisi silika, mineralogy dan tekstural dari batuan. Pada pembahasan kali ini
dipusatkan pada pengenalan mineralogy penyusun batuan granit sebagai berikut :
Mineral Utama :
a.Kuarsa: identifikasilah kuarsa pada contoh batuan dengan mengamati :
- kristal habit : prismatik, heksagonal trigonal (6 sisi dengan ujung
meruncing), atau variannya berupa trapezohedral (hexagonal) dimana 6
bidang trapesium bertemu diatas dan dibawah (prismatik).
- warna putih, transparan, hitam, pink , kuning,abu,dll
- belahan tidak ada
- tidak dapat digores pisau lipat (kekerasan kuarsa=7)
- goresan pada lantai atau porselen : putih
- kadang mengandung pecahan konkoidal (berbentuk cangkang?)
b. Alkali feldsfar : identifikasilah potassium feldsfar jenis mikroklin dan anorthoklas,
sbb :

- Kristal habit : triklin pinacoidal (dicirikan oleh simetri inversi,yaitu bidang yang
sama terletak berseberangan, dapat terdiri dari 6 bidang jajaran genjang, atau
varisinya berupa 8 bidang segitiga, dimana sifat inversi ini disebabkan sumbu
a,b,c tidak sama, dan hubungan sudut alfa,beta dan gamma yang >90)
- warna : kemerahan, pink, abu-abu, putih, atau kekuningan
- kekerasan 6-6,5, tidak dapat digores pisau lipat
- belahan kadang memperlihatkan belahan/twinning pada sumbu panjang
- goresan pada lantai atau porselen : putih
- ciri utama dari mineral ini adalah bentuknya yang tabular, atau prismatic pendek
dengan warna putih tidak bening,dapat berbentuk segitiga triklin.
c. Alkali feldsfar jenis sanidin dan orthoklas, identifikasilah sanidin sbb :
- kristal habit : monoklinik (2 persegi panjang pada sisi bersebrangan, 2 bidang prismatic
segi enam pada sisi bersebrangan, 2 trapesium bertemu dengan simetri inverse pada sisi
bersebrangan, 2 bidang segitiga pada simetri inversi = 10 bidang) atau disebut jg
prismatik tabular, variannya memiliki jumlah bidang 10 dengan 2 trapesium membentuk
ujung prismatic dan simetri pada ujung2nya =4 buah, 2 buah membentuk trapezium
panjang dan simetri pada ujung depan dan belakang =4 buah, sisanya berupa bidang
persegi panjang 2 buah.
- warna : putih susu-putih
- kekerasan : 6-6,5
- goresan : putih
- belahan searah
Mineral yang umum dijumpai :
a. Hornblenda : identifikasilah hornblenda sebagai berikut :
- kristal habbit : monoklinik ( 10 bidang : 8 trapesium prismatik dan 2 persegi panjang)
- warna : hitam, kehijauan, atau coklat kehijauan
- kekerasan : 5-6 tidak dapat digores pisau lipat
- goresan : putih atau abu-abu
- belahan : dua arah dengan sudut 60 dan 120 derajat
b. Muskovit : identifikasilah muskovit sbb:
- kristal habit : monoklinik, tabular, pseudoheksagonal (segi enam pipih), lamellar
(berlembar)
- warna : tidak berwarna, putih sampai abu-abu sedikit kekuningan, kehijauan,
kecoklatan, kemrahan dan keunguan
-kekerasan : dapat digores pisau lipat tidak dapat digores kuku (2,5-4)
- habit lain adalah garis (streak) goresan tidak berwarna
c. Biotit : identifikasilah biotit sbb :
- kristal habit : monoklinik lamellar
- warna : hitam, coklat gelap, coklat kemerahan, hijau dan sangat jarang namun ada yang
putih
- kekerasan : 2,5-3 , dapat digores pisau lipat , tidak dapat digores kuku
- goresan : putih

Mineral Minor :
a. Zircon : identifikasilah zircon sbb :
- kristal habit tetragonal prismatic/bipyramidal (yaitu a=b tidak sama dengan c )
memberikan habit kristal bujursangkar dengan ujung prismatic, dengan variasi 12 bidang
(4 bidang bjursangkar, 8 segitiga prismatic pada kedua ujung), 32 bidang (dimana terdiri
dari 8 bidang persegi panjang heksagonal, 8 trapesium prismatic pada kedua ujung, dan 8
jajaran genjang paling ujung)., serta variasi 20 bidang (terdiri dari 4 bidang bujursangkar,
8 trapesium pada kedua ujung, dan 8 bidang segitiga pada ujung palig prismatic)
- warna : tidak berwarna , merah, coklat, kuning, hijau, abu-abu
- transparan dengan kilap kaca, lilin, minyak
- kekerasan 7
b. Titanite : identifiasilah titanite sbb ;
- kristal habit : monoklinik,
- warna : kuning sampai hijau kekuningan, coklat gelap atau hitam,
- kekerasan : 5-5,5
- goresan putih
- larut sebagian dengan Hcl
c. Epidot : identifikasilah epidot sbb :
- kristal habit : monoklinik
- warna : hijau kekuningan hingga hitam kehijauan atau hitam
- goresan : tidak berwarna atau abu-abu
- kilap : mutiara/kaca terdapat striasi
- kekerasan : 6-7
d. Klorit :
- kristal habit : monoklinik lamellar
- warna : hijau sampai hijau kebiruan/kekuningan
- kekerasan : 2-2,5 lunak
- kilap : kaca-mutiara
- goresan : e. Mineral lempung :