Anda di halaman 1dari 24

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Kuliah Kerja Nyata (KUKERTA) merupakan suatu usaha kegiatan mahasiswa
perguruan tinggi dalam pengabdiannya kepada masyarakat untuk dapat mengisi dan
menjalankan pembangunan secara terpadu. Paling tidak diharapkan sebagai salah satu
cara untuk membantu pengetahuan dan keterampilan masyarakat, bisa membantu dalam
mengentaskan kemiskinan, utamanya di desa dimana mahasiswa akan melaksanakan
Kuliah Kerja Nyata (KUKERTA)1.
Mahasiswa KUKERTA telah menyusun berbagai rencana kegiatan yang
disesuaikan dengan rencana kondisi potensi dan permasalahan desa untuk pembangunan
desa. Adanya rencana program ini tentu menuntut realisasi kerja dari berbagai bidang.
Peran serta masyarakat untuk mendorong perkembangan dan pemanfaatan berbagai
potensi alam, sarana prasarana, sumber daya alam pada masyarakat desa, kelembagaan
dan berbagai kelebihan yang ada pada desa mutlak diperlukan. Hal tersebut menjadi
modal utama dalam pembangunan desa. Perwujudannya dapat dilakukan dengan adanya
partisipasi aktif dan dinamis yang dilaksanakan secara bersama-sama antara masyarakat
dan mahasiswa.
Program kegiatan kukerta ini merupakan aplikasi langsung dari teori-teori yang
dipelajari diperguruan tinggi dengan kenyataan yang langsung dihadapi di lapangan,
dimana mahasiswa akan dihadapkan pada kondisi masyarakat pedesaan, dengan
pemikiran, kehidupan dan pendidikan pada umumnya relative lebih rendah jika
dibandingkan dengan masyarakat perkotaan dalam usaha mensejahterakan keluarga
serta misi pembangunan. Melalui program KUKERTA (Kuliah Kerja Nyata) yang wajib
diikuti oleh seluruh mahasiswa diharapkan mampu berperan sebagai motivator untuk
menggerakkan masyarakat dalam pembangunan desa. Diharapkan program KUKERTA
ini juga dapat meningkatkan pemahaman mahasiswa terhadap masalah yang dihadapi
oleh masyarakat desa sehingga mahasiswa dan masyarakat bertukar pikiran dan bekerja
sama dalam memecahkan masalah tersebut. Dalam hal ini mahasiswa dituntut
menerapkan ilmu pengetahuan yang diterapkan dalam masyarakat desa.2
Laporan akhir ini dibuat setelah 8 minggu dilokasi KUKERTA yaitu di Desa
Pondok Meja Kecamatan Mestong Kabupaten Muaro Jambi, selama 8 minggu dilokasi
telah banyak program kerja yang dilaksanakan, ini dapat terlaksana karena sosialisasi
Anonim, 2014. Egrang. Diakses Pada Tanggal 22 Desember 2014.
http://id.wikipedia.org/ wiki/Egrang.
1

yang baik dengan masyarakat Desa Pondok Meja. Melalui laporan akhir ini diharapkan
dapat dilihat program apa saja yang terealisasi dan kendala apa saja yang ditemui dalam
pelaksanaannya.

1.1.1. Tema
Dalam pelaksanaan kukerta di desa Pondok Meja, difokuskan pada SDM dalam
aspek pendidikan lingkungan dan hasil produksi. Dari fokus kerja tersebut, maka tema
yang diangkat dalam kukerta ini adalah
Pengembangan dan Peningkatan Kualitas Sumber Daya yang Ada Didesa
Melalui Peningkatan Pengetahuan dan Pembenahan Administrasi Desa
1.2. Tujuan
Untuk tercapainya program kerja Kuliah Kerja Nyata Mahasiswa Universitas
Jambi semester genap Tahun 2014/2015 di desa Pondok Meja, Kecamatan Mestong,
Kabupaten Muaro Jambi maka perlu diterapkan tujuan-tujuan yang akan dicapai sebagai
berikut:
1. Memperluas wawasan dan pengetahuan diluar kampus sesuai dengan disiplin
ilmu yang dimiliki.
2. Memacu pembangunan masyarakat dengan menumbuhkan motivasi kekuatan
sendiri.
3. Mengadakan perubahan desa menuju desa yang maju.
4. Memenuhi kewajiban mata kuliah dari fakultas, yaitu KKN. Untuk menerapkan
ilmu yang didapat di perguruan tinggi dalam peran serta meningkatkan
pembangunan masyarakat di pedesaan sesuai dengan salah satu isi Tri Darma
Perguruan Tinggi yaitu Pengabdian KepadaMasyarakat

1.3.

Manfaat
Sesuai dengan tujuan diatas, maka manfaat yang ingin diperoleh dari kegiatan

Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Pondok Meja Kecamatan Mestong Kabupaten
Muaro Jambi di antaranya :
1.3.1. Bagi Mahasiswa
1. Sebagai laporan pertanggung jawaban pelaksanaan program kerja dari masingmasing mahasiswa dan memberi gambaran tentang program kerja yang telah
dilaksanakan di lokasi kukerta
2. Memperdalam pengertian mahasiswa tentang cara berfikir dan bekerja secara
interdisipliner, sehingga dapat menghayati adanya ketergantungan, keterkaitan,
dan bekerja antar sektor.

3. Menambah pengetahuan bagaimana cara bermasyarakat yang sesuai dengan


norma-norma yang berlaku di masyarakat, baik norma tersurat maupun tersirat.

1.3.2. Bagi Universitas


1. Memperoleh umpan balik sebagai hasil pengintegrasian keilmuan mahasiswanya
melalui proses pembanggunan fisik maupun non fisik ditengah-tengah
masyarakat dan pembenahan masyarakat, sehingga kurikulum yang disusun di
Perguruan Tinggi dapat disesuaikan dengan tuntutan yang ada di masyarakat
sekarang dan yang akan datang.
2. Memperoleh berbagai kasus yang dapat digunakan sebagai contoh dalam
memberikan materi perkuliahan dan menemukan berbagai masalah untuk
pengembangaan penelitian.
3. Memantapkan program observasi pendidikan dan studi lapangan sebagai sarana
belajar dan latihan pengabdian pada masyarakat dalam rangka menunjang
pembangunan tepat guna.
4. Mendekatkan Perguruan Tinggi dengan masyarakat.
5. Perguruan tinggi dapat menyesuaikan ilmu yang dipaparkan secara konsep
dengan kondisi nyata di masyarakat.
6. Perguruan Tinggi dapat mengumpulkan informasi secara langsung tentang
kondisi masyarakat dan keadaan social di Desa Pondok Meja dan Meningkatkan
kepercayaan masyarakat akan kualitas dari Universitas Jambi.
1.3.3. Bagi Masyarakat
1. Memperoleh bantuan pemikiran dan tenaga serta ilmu, teknologi dan seni dalam
merencanakan dan melaksanakan pembangunan yang diharapkan.
2. Membantu meningkatkan pengetahuan dan menggali potensi-potensi yang ada di
desa serta sebagai bahan evaluasi bagi perangkat desa dan masyarakat desa guna
pelaksanaan pembangunan yang sesuai dengan potensi dan karakteristik desa
Pondok Meja serta berkembangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya
pendidikan dan pembangunan yang berwawasan lingkungan.
3. Meningkatkan kesadaran masyarakat untuk aktif dan kreatif dalam pembangunan
desa swasembada sesuai dengan program pemerintah daerah.

BAB II
PELAKSANAAN PROGRAM DAN PEMBAHASAN

2.1 Pra Pelaksanaan Program


Sebelum melakukan pra pelaksanaan program, terlebih dahulu melakukan
observasi lapangan. Setelah melakukan observasi lapangan dilanjutkan
menentukan prioritas masalah dengan mengemukakan

dengan

alasan pemilihan rencana

program kerja yang diakhiri dengan penemuan potensi yang dimiliki oleh desa.
2.1.1

Observasi Pelaksanaan
Sebelum melaksanakan kegiatan program kerja, seluruh mahasiswa KUKERTA

melakukan observasi lapangan. Observasi lapangan merupakan salah satu dari tehnik
pengumpulan data atau fakta

dalam penelitian. Tehnik ini di rasakan tepat untuk

mengamati Desa Pondok Meja dan kehidupan masyarakatnya. Observasi di laksanakan


pada tanggal 26 Oktober 21 Desember 2014 ke semua lingkungan Desa Pondok Meja
dengan tujuan untuk melihat sejauh mana permasalahan yang ada di Desa Pondok Meja.
Survey di tujukan kepada masyarakat Desa Pondok Meja, aparat pemerintahan desa,
Sesepuh desa, BPD desa, guru-guru PAUD/SD/, ustadz, Imam Masjid, ketua pemuda,
pemilik warung, dan kelompok tani.
Observasi pertama dilakukan adalah mengunjungi rumah perangkat desa. Setelah
itu dilakukan pertemuan antara mahasiswa KUKERTA dengan aparat desa. Dari hasil
observasi di peroleh data bahwa Desa Pondok Meja mempunyai 26 RT yang mayoritas
penduduknya berkerja sebagai Petani dan beragama islam, dimana jumlah penduduk
keseluruhan di daerah ini sebanyak 2.522 Jiwa yang terdiri dari 26 RT, 6 Dusun
( Dusun ? )
Berdasarkan observasi yang dilakukan maka diperoleh bahwa Desa Pondok
Meja merupakan daerah yang berpotensi di bidang pertanian, perkebunana karet, sawit,
perikanan dan perternakan. Di lihat dari jumlah penduduk Desa Pondok Meja ini
berpeluang besar kedepannya yaitu dari segi ekonomi, pendidikan, dan olahraga. Hal
tersebut dikarenakan desa ini memiliki Sumber Daya Alam (SDA) dan Sumber Daya
Manusia(SDM) yang cukup. Akan tetapi kurangnya kesadaran masyarakat untuk
mempertahankan dan mengembangkan sarana dan prasarana yang ada akan menjadi
kendala mengembangkan desa menjadi lebih baik untuk kedepannya.
Desa Pondok Meja mempunyai keanekaragaman penduduk suku, ras, dan
agama,seperti melayu asli ( pribumi), jawa, sunda, padang, batak, bugis, Palembang,
flores dan aceh. Mayoritas penduduk Desa Pondok Meja menganut agama islam +- 98
% dan 2 % menganut agama Kristen dan Ptotestan.
Setelah melakukan kegiatan survei/observasi mahasiswa dapat mengetahui
permasalahan yang terdapat di Desa Pondok Meja. Adapun permasalahan yang ada di
desa Pondok Meja terlihat pada tabel 1 adalah :
Tabel 1. Identifikasi Permasalahan
IDENTIFIKASI PERMASALAHAN

No
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.

PERMASALAHAN
Belum adanya Pendataan Kartu Keluarga
( Sensus Penduduk ) Secara Online di
desa Pondok Meja
Kurangnya sosialisasi terhadap
permainan, sehingga bisa di lestarikan.
Belum Adanya plang perbatasan antar
desa.
Belum tersedianya pos jaga malam di RT
25
Belum tersedianya foto presiden Joko
Widodo dan wakil presiden Jusuf Kalla.
Kurangnya pengetahuan masyarakat
tentang teknologi computer dan internet.
Pembinaan kepada anak PAUD Al Ikhlas
tentang pengenalan huruf Abjad.
Identifikasi Tanaman Obat.
Belum adanya tempat kursus bahasa
inggris sehingga siap dalam menghadapi
MEA
Belum tersedianya Nomor Rumah Di
Desa Pondok Meja.
Sosialisasi Tentang BPJS di RT 26.

LOKASI

SUMBER
(P/M/D)

Desa Pondok Meja

P/M/D

Desa Pondok Meja

P/M

Desa Pondok Meja

P/D

Desa Pondok Meja

P/M

Desa Pondok Meja

P/M

Desa Pondok Meja

P/M

Desa Pondok Meja

P/M

Desa Pondok Meja

P/M

Desa Pondok Meja

P/M

Desa Pondok Meja

P/M

Desa Pondok Meja

P/M

P : Perangkat Desa, m : masyarakat, dan D: Dinas Instansi vertikal/Stakeholder


Setelah didapat permasalahan yang ada di Desa Pondok Meja, maka langkah
selanjutnya adalah menentukan masalah yang ada kemudian dijadikan prioritas masalah
yang akan dipilih untuk dapat diangkat sebagai program kerja. Adapun permasalahan
yang ada tersebut setelah diprioritaskan dapat dilihat pada tabel 2 berikut ini

Tabel 2. Prioritas Pemilihan Pemasalahan


PRIORITAS PEMILIHAN PERMASALAHAN
5

No

Permasalahan

Alasan Pemilihan
Dengan adanya program kerja pengenalan huruf
abjad di TK Al Ikhlas di desa Pondok Meja

Pengenalan huruf abjad di TK Al

diharapkan dapat membantu mengembangkan

Ikhlas desa Pondok Meja

ketangkasan anak anak pada usia dini. Sehingga


anak anak lebih cekatan dalam mengelan huruf
abjad khususnya di daerah desa Pondok Meja.
Berdasarkan Analisis KUWAT memungkinkan
untuk dijadikan program kerja karena Dengan

Penginputan data Kartu Keluarga

online ke dalam website yang telah


disediakan pemerintah desa Pondok
Meja

mendata

jumlah

penduduk

kita

dapat

mengetahui jumlah pertumbuhan penduduk


setiap tahunnya secara online dengan pesatnya
perkembangan tehnologi. Tidak hanya itu kita
juga dapat membantu dalam penentuan berbagai
kebijakan pemerintah untuk penduduk desa
Pondok Meja
Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan,

Pengadaan Plang Nomor Rumah

dengan adanya nomor rumah tentu sangat

pada rumah warga Desa Pondok

membantu sebagai media koresponden/surat

Meja

menyurat, menentukan lokasi warga. Identitas

Pengadaan

Joko

diri, dan mempermudah dalam mencari alamat.


Dengan adanya foto presiden dan wakil presiden

Widodo dan wakil presiden Jusuf

menandakan bahwa rasa hormat warga negara

Kala di PAUD Al-Ikhlas

Indonesia kepada presiden dan wakil presiden.


Berdasarkan dari hasil survei yang saya lakukan,

Pelatihan

foto

presiden

permainan

tradisional

(Egrang) pada anak anak di RT 12

permainan tradisional semakin punah dan perlu


di lestarikan. Dengan adanya program ini maka
saya ingin mengenalkan kemabli permainan
tradisional

P : Perangkat Desa, m : masyarakat, dan D: Dinas Instansi vertikal/Stakeholder


Setelah menyusun prioritas masalah maka kemudian dibuatlah sebuah rencana
kegiatan yang akan dilakukan. Dimana dalam rencana kegiatan ini ditetapkan bahan dan
alat yang akan digunakan untuk melaksanakan setiap program kegiatan, volume (orang)
yang ikut dalam kegiatan, biaya yang akan digunakan serta tanggal pelaksanaan
kegiatan. Agar setiap program terlaksana dengan baik dan lancar maka perlu
perencanaan yang matang sehingga potensi yang ada dapat digali demi kemajuan Desa
Pondok Meja.
Setelah prioritas masalah ditetapkan maka langkah selanjutnya adalah
menetapkan rencana kegiatan yang akan dilakukan. Dimana dalam rencana kegiatan ini
ditetapkan bahan dan alat yang akan digunakan untuk melaksanakan setiap program
kegiatan, volume, yang ikut dalam kegiatan, biaya yang akan digunakan serta tanggal
pelaksanaan kegiatan. Agar setiap program terlaksana dengan baik dan lancar maka
perlu perencanaan yang matang sehingga potensi yang ada dapat digali demi kemajuan
6

Desa Pondok Meja. Berdasarkan pemaparan di atas dapat diuraikan pra pelaksanaan
program kelima program kerja itu sebagai berikut :
Tabel 3. Rencana Program Kerja
RENCANA PROGRAM KERJA
NO

NO.
SEKTOR

NAMA PROGRAM
Pengenalan huruf abjad di

SB.59.G-155.1.AA

TK Al Ikhlas desa Pondok


Meja
Peninputan Data Dasar

SB-T.59.G-155.2.AA

Keluarga Desa Secara


Online di desa Pondok Meja

PF-T.59.G-155.3.AA

Pengadaan Nomor Rumah


Di Desa Pondok Meja
Pengadaan foto presiden

PF.59.G-155.4.AA

Joko Widodo dan wakil


presiden Jusuf Kala

PP.59.G-155.5.AA

VOLUME

Kertas, Spidol,

5 orang

Pena

4 X 2 Jam

Laptop /
Komputer,

23 Orang

Modem, dan

3 x 2 Jam

ATK
Plang nomor
rumah, paku
beton, martil

10 rumah
5 x 3 Jam

Foto presiden
dan wakil

5 orang

presiden, Paku

4 X 2 Jam

Beton, Martil
Kayu, Gergaji,

Pelatihan permainan
5

BAHAN

tradisional (Egrang) pada


anak-anak di RT 12

Paku, Martil,

2 Orang

Meteran,

2 x 4 Jam

Pahat, Pensil

SUMBER
DANA
Mhs : 131
Swd : 35
JML :151
Mhs : 90
Swd : 130
JML : 220
Mhs : 50
Swd : 100
JML : 145
Mhs : 65
Swd : 40
JML :100
Mhs : 25
Swd : 80
JML : 105

Dari kelima program kerja diatas, nantinya akan direalisasikan bertempat


dilingkungan Desa Pondok Meja. Dalam pelaksanaan kelima program tersebut
diharapkan mampu memotivasi serta memberikan sumbangan ide demi kelangsungan
pembangunan Desa Pondok Meja yang telah dicitacitakan bersama sebelumnya.Untuk
melengkapi pelaksanaan kelancaran tersebut, maka perlu dipersiapkan segala sesuatu
yang akan mendukung kelancaran program, seperti pembuatan rencana program,
pengumpulan dan lainlain.

2.1.2

Potensi Desa
Kecamatan Mestong tepatnya di Desa Pondok Meja merupakan salah satu desa

yang memiliki potensi di bidang perkebunan karet, perkebunan sawit serta di bidang
peternakan. Ini terlihat dari luasnya lahan yang di miliki oleh warga desa dan banyaknya
tempat perternakan di desa yang di miliki oleh warga. Selama melakukan
observasi/survey lapangan selain permasalahan ditentukan juga potensi desa yang dapat

dikembangkan untuk kemajuan ekonomi dan pembangunan masyarakat desa. Adapun


potensi yang dapat saya temukan antara lainnya ditampilkan pada tabel 4 berikut ini.
Tabel 4. POTENSI DESA
No
1.
2
3.
4.
5.
6.
7.
8

Potensi Desa
Memiliki kebun karet
Memiliki pembududayaan ikan
Memiliki perternakan Unggas dan
Kambing
Memiliki sumberdaya manusia
yang berpotensi dalam bidang
olahraga
Sudah tersedianya kelompok tani
Perkebuanan Kunyit
Perkebunan kelapa sawit
Keterampilan warga Desa dalam
membuat kerajinan

Bidang
Pertanian
Perikanan

Lokasi
Desa Pondok Meja
Desa Pondok Meja

Peternakan

Desa Pondok Meja

Sosial budaya

Desa Pondok Meja

Ekonomi
Pertanian
Ekonomi

Desa Pondok Meja


Desa Pondok Meja
Desa Pondok Meja

Ekonomi

Desa Pondok Meja

Potensi desa yang kami temukan dalam pelaksanaan observasi atau survey
lapangan ini, dapat dilihat ada sebagian yang kurang dimanfaatkan dan dikembangkan
oleh masyarakat selain itu pula ada yang telah terjangkau oleh pemerintah dan mulai
berusaha meningkatkan hasil produksinya dengan mengadakan penyuluhan maupun
pelatihan dalam sektor tertentu. Potensi yang dimilik Desa ini sangat banyak akan tetapi
tenaga Manusia ini yang kurang diperhatikan, namun sekarang dimulai diadakan
pelatihan dan penyuluhan oleh pemerintah daerah, dengan diadakan kegiatan ini
diharapkan dapat menigkatkan pendapatan masyarakat dan pendapatan desa.
Dilihat dari mata pencarian warga yang mayoritas adalah Petani dan berternak dan
buruh, perekonomian mereka secara umum belum merata walaupun ada sebagian yang
berkecukupan. Karna tidak semua warga desa yang mempunyai lahan perkebunan dan
lahan pertanian melainkan sebagian warga berkerja di perkebunan orang lain sebagai
buruh penyadap karet.
Dilihat dari segi pendidikan, Desa Pondok Meja memiliki TK/PAUD, memiliki 2
Sekolah Dasar dan 1 Sekolah Menengah Pertama. Masih banyak prasarana dan sarana di
sekolah yang kurang memadai dan ini sangat berpengaruh pada tingkat kemajuan
pendidikan di Desa Pondok Meja. Dari segi keagamaan Desa Pondok Meja memiliki 1
masjid dan 2 langgar. Desa Pondok Meja memiliki balai desa, Puskesmas dan Posyandu.
Dari segi politik pemerintahannya Desa Pondok Meja di pimpin oleh kepala Desa
Pondok Meja dan perangkat lainnya seperti seketaris desa, kaur umum,kaur
pemerintahan, Kepala Dusun, RT dan juga mereka yang turut membantu di dalam
pemerintahan desa seperti kepala dan anggota BPD, serta tokoh-tokoh masyarakat.
Berdasarkan hasil survey yang telah dilakukan, maka penulis menetapkan
potensi Desa Pondok Meja menjadi 2 yaitu :

1. Potensi Sumber Daya Alam (SDA)

Perkebunan Karet

Gambar 1. Salah satu kebun karet unggul Masyarakat di Desa Pondok Meja.

Perkebunan Sawit

Gambar 2. Salah satu kebun sawit yang terdapat di daerah di Desa Pondok Meja
Perkebunan karet dan sawit merupakan salah satu potensi desa Pondok Meja
yang hampir seluruh masyarakat desa Pondok Meja memiliki kebun karet dan sebagian

masyarakat memiliki kebun sawit, selain itu telah banyak masyarakat memiliki kebun
karet dan sawit berkualitas. Dari yang hasil dapat dihitung dalam seratus batang karet
unggulan dapat menghasilkan 1 hari 15 kilo perhari, sesuai dengan macam bibit karet
yang dipakai dan bagai mana perawatan terhadap karet tersebut.

Kebun Coklat

Gambar 3. Salah satu Perkebunan coklat warga Desa Pondok Meja

Pembudidayaan Ikan Nila dan Ikan Mas

Gambar 4. Pembudidayaan Ikan Nila dan Mas yang dilakukan oleh masyarakat di
desa pondok meja.

Perkebunan pepaya milik warga

10

Gambar. 5. salah satu perkebunan pepaya milik warga desa pondok meja.

Peternakan ayam

Gambar. 6. Ternak ayam masyarakat Desa Pondok Meja yang terletak di wilayah Rt 18
desa pondok meja.

Kebun Karet Unggul

Gambar 7. Salah satu budidaya bibit karet unggul yang menjadi sumber penghasilan
masyarakat Desa Pondok Meja.

Bangsal batu bata dari tanah liat

11

Gambar 8. Salah satu bentuk penghasilan warga yaitu dari bangsal batu bata yang
terdapat di desa pondok meja.
2. Sarana dan prasarana Desa Pondok Meja, meliputi :
Terdapat beberapa sarana dan prasarana Desa Pondok Meja yang telah banyak di
manfaatkan oleh masyarakat desa seperti Jalan Desa, SD, TK, PAUD, Madrasah,
Masjid, Langgar, Balai Desa,Lapangan Volly, Bolla Kaki, Batminton,Tempat usah kayu
dan Posyandu.

Jalan Desa

Gambara. 9. Jalan desa yang sedang dilakukan pengaspalan yang menunjukan bahwa
mulai ada perhatian dari pemerintah ataupun usaha dari masyarakat untuk memiliki
sarana jalan yang baik di Desa Pondok Meja

Sekolah Dasar Negeri 23/IX

12

Gambar 9.: Sekolah Dasar Negeri 23/IX yang terdapat di Desa Pondok Meja sebagai
salah satu dari 2 buah sekolah dasar yang terdapat di desa pondok meja.

Sekolah Dasar Negeri 56/IX

TK/PAUD

Gambar 10.: Sekolah Dasar Negeri 56/IX yang terdapat di Desa Pondok Meja sebagai salah
satu dari

2 buah sekolah dasar yang terdapat di desa pondok meja.

Pendidikan Anak Usia Dini

13

Gambar. 10 Taman kanak-kanak di Desa Pondok Meja yang terletak di pinggir jalan
besar ini merupakan salah satu prasarana pendidikan untuk anak-anak Usia Dini.

Balai Desa

Gambar. 12 Balai Desa,salah satu prasarana tempat pertemuan dan musyawarah


Masyarakat Desa Dengan pemerintahan Desa.

Langgar/Musholla

14

Gambar 13. Salah satu Langgar/ Musholla yang ada di Desa Pondok Meja yang
merupakan prasarana untuk beribadah umat muslim dan sekaligus tempat pendidikan
di bidang keagamaan

Masjid

Gambar. 14 Masjid yang terdapat di Desa Pondok Meja yang merupakan tempat
ibadah sholat

bagi umat muslim.

Posyandu

15

Gambar 15. Posyandu yang merupakan Salah satu Prasarana kesehatan bagi anakanak dan ibu hamil yang terdapat di Desa Pondok Meja

Tempat Pemakaman Umum

Gambar 16. Tempat pemakaman umum yang terdapat di desa Pondok Meja.

Tempat Pemakaman Umat Kristiani

Gambar 17. Salah satu tempat pemakaman yang terdapat di desa pondok meja. yang
diperuntukan bagi masyarakat kristiani.

Perkantoran

Gambar 17. Kantor dinas perkebunan yang terdapat di desa pondok meja.

16

Perkantoran

Gambar 18. Kantor kementrian pertanian yang terdapat di desa pondok meja.

Perkantoran

Gambar 19. Laboratorium pengamatan hama penyakit tanaman dan agens hayati yang
terdapat di desa pondok meja.

Kegiatan kepemudaan

Gambar 22. Kegiatan rutin kepemudaan yang sedang melakukan rapat untuk
menyambut mauled nabi Muhammad SAW.

17

Lapangan Badminton

Gambar 23. Salah satu sarana olah raga yang ada di desa pondok meja.

Lapangan Sepak Bola

Gambar 23. Pembangunan tribun yang belum selesai dilapangan sebak bola yang
terdapat di desa pondok meja.
2.2

Pelaksanaan Program
Setelah dilaksanakan pra-pelaksanan program yang berisikan kronologis survei

atau observasi sampai ditetapkannya rencana kegiatan, maka selanjutnya adalah tahap
pelaksanaan dari kegiatan yang telah direncanakan sebelumnya. Pelaksanaan Kuliah
Kerja Nyata (KUKERTA) di Desa Pondok Meja kecamatan Mestong Kabupaten Muaro
Jambi yang dimulai pada tanggal 26 Oktober 2014 dan berakhir sampai dengan tanggal
21 Desember 2014 telah dilaksanakan dengan baik. Penulis telah melaksanakan 5
program kerja dan berikut dilaporkan realisasi hasil program kerja individu yaitu;
2.2.1 Pengenalan huruf abjad di TK Al Ikhlas Desa Pondok Meja
a. Tujuan Proker
: Dengan adanya program kerja pengenalan huruf abjad di
TK Al Ikhlas di desa Pondok Meja diharapkan dapat
membantu mengembangkan ketangkasan anak anak

18

b.
c.
d.
e.
f.
g.
h.

2.2.2

pada usia dini. Sehingga anak anak lebih cekatan dalam


mengelan huruf abjad khususnya di daerah desa Pondok
Meja
Waktu
: 8 x 4 jam
Tempat
: Dilapangan bola Desa Pondok Meja
Peserta Proker
: 5 orang
Metode Pelaksanaan : Pengenalan langsung
Hasil
: Anak-anak langsung mengerti dengan apa yang saya
tunjukan ke mereka, mereka sangat agresif dengan apa
yang saya ajarkan.
Kesimpulan
: Dengan adanya latihan mengenal abjad sambil bermain
daya tangkap anak jadi meningkat.
Saran
: Mohon di jaga lapangan lompat jauh tersebut dan selalu
di ajarkan kepada siswa cara melakukan lompatan yang
baik dan benar.
Penginputan data Kartu Keluarga online ke dalam website yang telah

h.

disediakan pemerintah desa Pondok Meja RT 07


Tujuan Proker
: Membantu pemerintah desa Pondok Meja dalam
menginput data keluarga warga Desa Pondok Meja ke
dalam situs pemerintah pusat.
Waktu
: 3 x 2 jam
Tempat
: Posko 59
Peserta Proker
: 1 orang
Metode Pelaksanaan : Praktek Langsung
Hasil
: Terbantunya pemerintah desa Pondok Meja, warga desa
Pondok Meja jadi lebih mudah mengakses data mereka
Kesimpulan
: Dengan adanya data mereka secara on line mereka lebih
Mudah mengkakses info data mereka
Saran
: Perangkat yang di gunakan harus lebih banyak

2.2.3

Pengadaan Plang Nomor Rumah pada rumah warga Desa Pondok Meja RT

a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.

a.
b.
c.
d.
e.
f.

12
Tujuan Proker
Waktu
Tempat
Peserta Proker
Metode Pelaksanaan
Hasil

g. Kesimpulan
h. Saran

2.2.4

: Menunjukan alamat rumah warga Desa Pondok Meja.


: 5 x 3 jam
: Rumah Warga des Pondok Meja
: 6 orang
: Praktek Langsung
: Mempermudah warga lain untuk menemukan alamat
Yang di cari di Desa Pondok Meja
: Identitas rumah semakin mudah di kenal
: Lebih bermaanfaat bagi pemilik dan warga lain

Pengadaan foto presiden Joko Widodo dan wakil presiden Jusuf Kala di

PAUD Al Ikhlas
a. Tujuan Proker
a.
b.
c.
d.
e.

: Dengan adanya foto presiden dan wakil presiden


Menandakan bahwa rasa hormat warga negara Indonesia
kepada presiden dan wakil presiden.
Waktu
: 4 x 2 jam
Tempat
: PAUD Al-Ikhlas Desa Pondok Meja
Peserta Proker
: 5 orang
Metode Pelaksanaan : Langsung Ke Kantor Kepala Sekolah PAUD Al-Ikhlas
Hasil
: Perlengkapan ruang Kepala tercukupi

19

f. Kesimpulan
g. Saran

: Foto presiden Republik Indonesia terpasang di kantor


Ruang Kepala Sekolah PAUD Al-Ikhlas
: Siswa TK lebih mengenal Presiden dan Wakil Presiden

2.2.5 Pelatihan permainan tradisional (Egrang) pada anak-anak di RT 12


a. Tujuan Proker
: Berdasarkan dari hasil survei yang saya lakukan,
Permainan tradisional semakin punah dan perlu di
lestarikan. Dengan adanya program ini maka saya ingin
mengenalkan kembali permainan tradisional
b. Waktu
: 2 x 4 jam
c. Tempat
: Di Desa Pondok Meja
d. Peserta Proker
: 2 orang
e. Metode Pelaksanaan : Pelatihan langsung
f. Hasil
: Anak anak lebih mengenal permainan tradisional
g. Kesimpulan
: dengan melestarikan permainan tradisional, permainan
tradisional tidak punah dimakan zaman
h. Saran
: Selalu dilestarikan permainan tradisional tersebut.
2.3 Pembahasan Program Kerja
2.3.1 Pengenalan huruf abjad di TK Al Ikhlas Desa Pondok Meja
Berdasarkan dari pengamatan saya belajar dan sambil bermain di tempat terbuka
sangat jarang di lakukan oleh Guru TK Al Ikhlas, saya melakukan observasi langsung ke
TK tersebut, saya tertarik langsung memprogram untuk belajar sambil bermain di
tempat terbuka, hasilnya anak TK Al Ikhlas riang gembira sambil mengenal hurup abjad.
Abjad adalah sistem penulisan yang menuliskan semua fonem, kecuali vokal.
Hampir semua tulisan-tulisan Semitik tergolong abjad, misalkan abjad Fenisia, abjad
Arab, abjad Ibrani, dan abjad Suryani. Bangsa Yunani yang mengadopsi abjad Fenisia
menambahkan beberapa lambang vokal ke dalam sistem tulisan mereka yang baru agar
tidak terjadi ambiguitas. Sistem tulisan itu disebut alfabet dan menurunkan alfabet Latin,
Sirilik, dsb.
Dalam penggunaan bahasa Indonesia, namun, istilah abjad juga bisa merujuk
kepada huruf Alfabet. Masing-masing huruf menggambarkan satu bunyi atau lebih,
contoh huruf e dapat menggambarkan bunyi e dalam kata bebek, e dalam kata senang
atau e dalam kata tega. Urutan abjad merupakan rangkaian huruf dari A hingga Z, terdiri
dari 26 huruf.
2.3.2 Penginputan data Kartu Keluarga online ke dalam website yang telah
disediakan pemerintah desa Pondok Meja
Berdasarkan dari program kerja tema yang sudah di setujui peserta posko 59 dan
berdasarkan Analisis KUWAT (kesempatan, uang, waktu, alat, tenaga) memungkinkan
untuk dijadikan program kerja dan hasil dari program tersebut program pemerintah
terbantu dengan mendata jumlah penduduk kita dapat mengetahui jumlah pertumbuhan
penduduk setiap tahunnya secara online dengan pesatnya perkembangan tehnologi.
Tidak hanya itu kita juga dapat membantu dalam penentuan berbagai kebijakan

20

pemerintah untuk penduduk desa Pondok Meja. Warga dengan mudah mengakses data
mereka di web yang telah di sediakan pemerintah.

2.3.3

Pengadaan Plang Nomor Rumah pada rumah warga Desa Pondok Meja
Hampir tak ada negara di dunia yang tak mengenal angka (bilangan). Semuanya

mengenal angka 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, dan 0. Angka-angka itu menjadi roh dalam ilmu


matematika. Sulit dibayangkan, andai tak ditemukan angka-angka tersebut.
Dalam berbagai literatur yang ada, tak disebutkan siapa orang yang pertama kali
menemukan angka-angka atau bilangan tersebut. Yang pasti, menurut Abah Salma Alif
Sampayya, dalam bukunya Keseimbangan Matematika dalam Alquran , catatan angka
pertama kali ditemukan pada selembar tanah liat yang dibuat suku Sumeria yang tinggal
di daerah Mesopotamia sekitar tahun 3.000 SM.
Bangsa Mesir kuno menulis angka pada daun lontar dengan tulisan hieroglif
yang dilambangkan dengan garis lurus untuk satuan, lengkungan ke atas untuk puluhan,
lengkungan setengah lingkaran menyamping (seperti obat nyamuk) untuk ratusan, dan
untuk jutaan dilambangkan dengan simbol seorang laki-laki yang menaikkan tangan.
Sistem ini kemudian dikembangkan oleh bangsa Mesir menjadi sistem hieratik.
Bangsa Roma menggunakan tujuh tanda untuk mewakili angka, yaitu I, V, X, L,
C, D, dan M, yang dikenal dengan angka Romawi. Angka ini digunakan di seluruh
Eropa hingga abad pertengahan.Sementara itu, angka modern saat ini, berasal dari
simbol yang digunakan oleh para ahli matematika Hindu India sekitar tahun 200 SM,
yang kemudian dikembangkan oleh orang Arab. Sehingga, angka tersebut disebut
dengan angka Arab
Dari hasil program kerja yang saya lakukan, rumah jadi memiliki alamat yang
tertera, sehingga memudahkan warga lain untuk mencari atau menemukan alamar
warga. Program kerja tersebut merupakan arahan dari kepala desa Pondok Meja, dengan
adanya plang rumah tersebut mempermudah mengenal identitas rumah tersebut, di plang
tersebut tertera nomor rumah, RT, RT, kecamatan, dan kabupaten.
2.3.4

Pengadaan foto presiden Joko Widodo dan wakil presiden Jusuf Kala di
PAUD al Ikhlas
Presiden merupakan sosok icon negara, yang memimiliki kekuasaan mutlak.

Presiden Indonesia (nama jabatan resmi: Presiden Republik Indonesia) adalah kepala
negara sekaligus kepala pemerintahan Indonesia. Sebagai kepala negara, Presiden
adalah simbol resmi negara Indonesia di dunia. Sebagai kepala pemerintahan, Presiden
dibantu oleh wakil presiden dan menteri-menteri dalam kabinet, memegang kekuasaan
eksekutif untuk melaksanakan tugas-tugas pemerintah sehari-hari. Presiden (dan Wakil

21

Presiden) menjabat selama 5 tahun, dan sesudahnya dapat dipilih kembali dalam jabatan
yang sama untuk satu kali masa jabatan. Ia digaji sekitar 60 juta per bulan.
Dari observasi yang saya lakukan, saaya tertarik untuk melakukan pengadaan
foto presiden di PAUD Al Ikhlas, guna untuk memperkenalkan presiden Indonesia
kepada anak ank PAUD.
2.3.5

Pelatihan permainan tradisional (Egrang) pada anak-anak di RT 12


Dari permainan egrang yang saya ajarkan di RT 12 anak anak sangat antusias,

mereka dengan riang mengikuti permainan tersebut. Nilai budaya yang terkandung
dalam permainan egrang adalah: kerja keras, keuletan, dan sportivitas. Nilai kerja keras
tercermin dari semangat para pemain yang berusaha agar dapat mengalahkan lawannya.
Nilai keuletan tercermin dari proses pembuatan alat yang digunakan untuk berjalan yang
memerlukan keuletan dan ketekunan agar seimbang dan mudah digunakan untuk
berjalan. Dan, nilai sportivitas tercermin tidak hanya dari sikap para pemain yang tidak
berbuat curang saat berlangsungnya permainan, tetapi juga mau menerima kekalahan
dengan lapang dada
Egrang atau jangkungan adalah galah atau tongkat yang digunakan seseorang
agar bisa berdiri dalam jarak tertentu di atas tanah. Egrang berjalan adalah egrang yang
diperlengkapi dengan tangga sebagai tempat berdiri, atau tali pengikat untuk diikatkan
ke kaki, untuk tujuan berjalan selama naik di atas ketinggian normal. Di dataran banjir
maupun pantai atau tanah labil, bangunan sering dibuat di atas jangkungan untuk
melindungi agar tidak rusak oleh air, gelombang, atau tanah yang bergeser. Jangkungan
telah dibuat selama ratusan tahun.[1].
Terdapat beberapa jenis egrang, yakni :
1.Egrang pegangan adalah egrang yang terdapat pegangan berupa batok kelapa
untuk pegangannya.
2.Egrang pasak
3.Egrang drywall
4.Egrang pegas adalah modifikasi egrang yang dilengkapi dengan pegas seberat 8
kilogram, masing-masing 4 kilogram tiap batangnya. modifikasi egrang ini
menyebabkan loncatan yang tinggi dikarenakan gaya pegas (egrang modern)

22

BAB III
PENUTUP

3.1

Kesimpulan
Pelaksanaan Program Kerja KKN Non Reguler Mahasiswa Universitas Jambi

Semester Ganjil Tahun Ajaran 2014/2015 di Desa Pondok Meja Kecamatan Mestong
Kabupaten Muaro Jambi sebanyak 5 Program Kerja telah terlaksana dengan baik.
Dalam realisasi program kerja yang dilakukan dilokasi KUKERTA terdapat berbagai
kendala, namun kendala tersebut tidak begitu menghambat pelaksanaan program karena
adanya bantuan dari masyarakat dan pemerintah desa serta teman-teman mahasiswa lain
sehingga program tetap bisa dilaksanakan dengan baik.
Dalam Kuliah Kerja Nyata ini penulis mengangkat 5 program kerja yang terdiri
dari dua program pokok tema, dua program pendukung tema. Pelaksanaan program
kerja yang dilakukan mulai tanggal 26 Oktober 2014 sampai 21 Desember 2014 ini
terlaksana dengan baik dengan memanfaatkan fasilitas serta kerjasama dari semua pihak
yang turut membantu.
3.2

Saran
Sejumlah program kerja mahasiswa KUKERTA UNJA Semester Ganjil Tahun

Ajaran 2014 Desa Pondok Meja telah berjalan sesuai dengan rencana. Pertisipasi
perangkat desa dan masyarakat tidak lepas menjadi bagian dari keberhasilan program
Kukerta di desa ini. Harapan kami program yang telah berjalan dapat dijaga dan
diteruskan, baik oleh masyarakat setempat maupun mahasiswa Kukerta yang akan
datang dan juga ditingkatkan agar kemajuan desa dapat lebih terealisasi.
Beberapa hal yang ingin disampaikan adalah:
1. Pemerintah sebaiknya merespon positif kegiatan KUKERTA ini, karena ini
adalah salah satu wadah yang tepat untuk memajukan daerah pedesaan, misalnya

23

dengan memberikan bantuan dan kemudahan-kemudahan dalam melaksanakan


program KUKERTA.
2. Diharapkan kepada warga untuk selalu dapat berpartisipasi dalam membantu
program kerja yang dijalankan mahasiswa KUKERTA yang sangat berguna
untuk kebutuhan bersama dan meneruskan program kerja untuk kemajuan desa
itu sendiri.
3. Untuk masyarakat terutama bagi masyarakat jambi, mari dukung program
KUKERTA dengan membantu program mahasiswa yang melaksanakan
KUKERTA khususnya di daerah jambi. karena itu semua adalah demi kebaikan
bersama untuk menuju masyarakat yang maju, adil, makmur dan sejahtera.
4. Didalam pelaksanaan kegiatan antara Mahasiswa dan warga harus lebih kompak
agar dapat lebih bisa melakukan kerjasama dan koordinasi dengan baik.
5. Bagi mahasiswa yang akan melaksanakan KUKERTA di masa yang akan datang,

buatlah program dengan pertimbangan dan persiapan, karena disana kita akan
menjadi publik figur. Usahakan program yang dijalankan benar-benar
bermanfaat bagi masyarakat.

24