Anda di halaman 1dari 31

SMAW

Shielded Metal Arc Welding


las busur manual

pengelasan

Pengelasan (welding) adalah proses


penyambungan logam menggunakan tekanan,
panas, atau busur listrik

Las busur manual (SMAW)

SMAW
SMAW atau Las Listrik atau Las Busur
Metal Manual adalah proses
penyambungan logam yang
memanfaatkan tenaga listrik sebagai
sumber panasnya.
SMAW dapat digunakan untuk mengelas
logam yang paling umum dan logam
paduan

Elektroda
Berdasarkan selaput pelindungnya, elektroda dibedakan menjadi

2 macam

Elektroda polos
Elektroda berselaput
Ukuran elektroda berdasarkan diameter kawat intinya, yaitu mulai dari

1,5mm 7mm dengan panjang berkisar antara 250 mm 450 mm.


Klasifikasi Elektroda untuk Baja paduan rendah menurut AWS (American
Welding Society) : E XXXX
2
E
: Elektroda untuk las busur manual
XX : nilai tegangan tarik2minimal dalam ribuan lb/in (psi)
60.000 psi = 42 kg/m
X : posisi pengelasan
1 : pengelasan segala posisi
2 : pengelasan posisi dibawah tangan/datar dan horisontal
3 : pengelasan posisi hanya dibawah tangan/datar (flat)
4 : pengelasan posisi spesial ; vertikal turun (vertical down)
X : jenis selaput dan pemakaian arus yang sesuai dengan pengelasan

Jenis Selaput dan Pemakain Arus


Angka
Keempat

Jenis Selaput

Pemakaian
Arus

Selulosa Natrium

DC+

Selulosa Kalium

AC,DC+

Rutil Natrium

AC,DC-

Rutil Kalium

AC,DC+ atau -

Rutil - Serbuk besi

AC,DC+ atau -

Natrium Hidrogen rendah

AC,DC+

Kalium Hidrogen rendah

AC,DC+

Serbuk besi Oksida besi

AC,DC+ atau -

Serbuk besi Hidrogen rendah

AC,DC+

CONTOH : E 6013
E : Elektroda untuk las busur
2
60 : Tegangan tarik minimal 60.000 lb/in (psi)
1 : Pengelasan segala posisi
3 : Jenis selaput Rutil Kalium ; Pemakaian Arus AC,
DC+, DC-

Jenis Selaput dan Pemakain Arus


Selulosa : Penembusan yang dalam, terak tipis, mudah

dibersihkan

Natrium : Mudah menyerap air (elektroda tidak mudah lembab),

penghantar

listrik yang baik

Kalium : Membantu menstabilkan busur jika dipakai arus AC


Rutil : Penembusan sedang
Serbuk Besi : Meningkatkan efisiensi pengelasan
Hydrogen Rendah : Deposit/endapan dapat bebas dari porositas

(berpori, lubang
dengan mutu tinggi

lubang), dipakai untuk pengelasan

Unit Las Busur Listrik


Satu unit las busur listrik terdiri atas beberapa bagian :
Mesin atau pesawat pembangkit tenaga listrik yg terdiri atas :
mesin arus AC (transformer)
mesin arus DC (omformer)
mesin arus AC-DC (transformer rectifier)
Kabel Las
Penjepit atau klem
Dan perlengkapan lain yang berfungsi sebagai penunjang
Elektroda
proses pengelasan busur nyala listrik
1

Arah Gerakan

Gas Pelindung
Kawat inti

Terak

Selaput

Endapan Las

Bagian Cair

Busur

Unit Las Busur Listrik


Benda
Kerja / Besi
Plat

Elektrod
a

Pemegan
g
Elektroda
(Holder)

Kabel
Elektroda

Meja
Pengelasan
Tang / Klem
Massa
Kabel
Power

Kabel Benda
Kerja / Massa
Mesin

Las

Mesin Las
Berdasarkan arus yang dikeluarkan pada ujung elektroda, mesin las dibedakan menjadi :
Mesin Las Arus Bolak-balik (AC) (transformer)
Arus Bolak-balik yang dihasilkan oleh pembangkit listrik, PLN atau Generator AC.
Mesin Las Arus Searah (DC) (omformer)
Arus Searah ini berasal dari mesin las yang berupa dinamo motor listrik searah.
Dinamo dapat digerakkan oleh motor listrik, motor bensin, motor diesel, dll.
Didalam mesin DC terdapat rectifier yg digunakan untuk mengubah arus AC (bolak-balik)
menjadi arus DC (searah).
Mesin Las Arus Bolak-balik dan Searah (AC-DC) (transformer rectifier)
Mesin las Ganda ini merupakan satu unit mesin las yang mampu melayani pengelasan dengan
arus searah (DC) dan arus bolak-balik (AC).

Polaritas/Pengkutuban Elektroda Arus DC :


Pengkutuban Langsung (DC-)(DCEN/DCSP)
Kabel elektroda terminal (-)
Klem masa (benda kerja) terminal (+)

Pengkutuban Terbalik (DC+)(DCEP/DCRP)


Kabel elektroda terminal (+)
Klem masa (benda kerja) terminal (-)

Perbedaan Hasil
Pengelasan

Mesin Las
Transformer (AC)
Input AC
Output AC

Omformer (DC)

Transformer Rectifier (AC-DC)


Input AC
Output AC atau DC

Input AC atau DC
Output DC

Kabel Tenaga
Pemilihan kabel tenaga yang digunakan untuk menginstal disesuaikan dengan
bebannya (trafo las nya) berupa ampere dan tegangan input trafo las. Hal ini
menyangkut ukuran kawat, panjang kabel, dan jenis kawatnya (serabut/tidak).
Selanjutnya dalam menginstall harus kuat dan tidak mudah lepas, sehingga
aliran listrik dapat mengalir maksimal dan tidak panas.

Kabel Elektroda dan Kabel


Massa

Kabel elektroda dan kabel massa harus menggunakan kabel serabut


sehingga lentur dengan ukuran disesuaikan dengan ampere maksimum trafo
las (lihat ketentuan pada tabel) kabel las

Pemegang Elektroda dan


Penjepit Massa

Holder dan klem massa dibuat dari bahan yang mudah menghantarkan arus listrik.
bahan yang biasa digunakan adalah tembaga. Pada pemegang elektroda pada mulutnya
sudah dibentuk sedemikian rupa sehingga memudahkan tukang las memasang/menjepit
pada pemegang elektroda. Dalam penggunaannya elektroda harus ditempat pada selasela yang ada, dapat diposisikan dengan sudut 180 derajat, 90 derajat atau 45 derajat
terhadap pemegang elektroda. Sedang pada penjepit massa dibuat sedemikian rupa
sehingga dapat mencengkeram dengan kuat pada benda kerja. Penjepit elektroda
maupun penjepit massa tidak diperkenankan terkena busur las. Pada penjepit elektroda,
penggunaan elektroda disisakan 1 inch sehingga tidak sampai habis menyentuh
pemegang elektroda. Sedangkan pemegang massa tidak diperkenankan untuk menjadi
tempat mencoba elektroda/menyalakan elektroda agar tidak rusak. Penjepit benda kerja
ditempatkan pada dekat benda kerja atau meja las dengan kuat agar aliran listrik dapat
maksimal/tidak banyak arus yang terbuang.

Alat Bantu Pengelasan

Meja Las / Meja Kerja

Gerinda Tangan

Palu Terak

Tang Penjepit

Sikat Baja

Teknik Pengelasan
1. Menentukan Besar Arus dan Tegangan Listrik

Besar arus pengelasan tergantung pada


diameter elektroda
d = (s/2) 1,
dimana ; s = tebal plat (bahan)
tebal plat (bahan)
jenis elektroda
posisi pengelasan
polaritas (pemakaian arus)
Perkiraan Arus Yang Dipakai Untuk Mengelas
Diameter x
Panjang

Daerah Arus

Polaritas
Elektroda

2,6 x 350

45 - 95

AC atau DC

3,2 x 350

60 - 130

AC atau DC

4,0 x 400

90 - 160

AC atau DC

Teknik Pengelasan
2. Menyalakan Elektroda
Cara Sentakan

Cara Goresan

Setelah
elektroda
nyala,
pertahankan
jarak busur las (jarak
antara
elektroda
dengan benda kerja).

Jarak = d
elektroda

Teknik Pengelasan
3. Macam Gerakan Ayunan Elektroda
Alur Spiral

Alur Zig-Zag

Alur Segitiga

Teknik Pengelasan
4. Las Titik / Catat / Tack Weld/ Las Ikat

Las titik (Tack Weld) perlu dilakukan untuk melakukan


penguncian benda kerja yang akan dilas agar benda kerja
tidak mengalami pergeseran setelah di set.
Tack Weld biasanya dilakukan pada ujungujung benda kerja
dan pada setiap jarak tertentu, tergantung dari panjang dan
ketebalan benda kerja.

Posisi Pengelasan
PLAT

Flat = Posisi Dibawah Tangan


Horizontal = Posisi Mendatar
Vertical = Posisi Tegak
Overhead = Posisi Diatas
Kepala

Perlengkapan Keselamatan Kerja


Pelindung muka
Pakaian las

Kacamata bening
Pelindung badan (Apron)

Perlengkapan Keselamatan Kerja


Resipator

Sepatu las
Sarung tangan

Kamar / Bilik Las

Latihan 1 : Menyalakan Busur


Bahan
Ukuran
Elektroda
Ampere

: Baja Lunak
: 8 x 100 x 200 mm
: FamiliArc 2,6 mm
(AWS E6013)
: 60-80 AC

Petunjuk petunjuk :
- Pesawat las disiapkan dan setel pada ampere 60
- Pakailah alat keselamatan kerja, seperti sarung tangan, tabir las
(helm las), apron.
- Siapkan alat bantu las, seperti sikat kawat, palu terak, tang
penjepit.
- Taruhlah benda kerja pada kamar las dan pasang klem massa.
- Pasang elektroda pada stang (Holder), dan siap untuk memulai
pengelasan
- Buat panjang jalur las kira-kira 20 mm lalu matikan (angkat
elektroda)
- Posisi elektroda 90 terhadap arah melintang las atau benda kerja
/ bahan
- Posisi elektroda 60 - 70 terhadap arah memanjang las atau arah
lasan atau arah gerakan
- Ulangi latihan latihan ini sampai menghasilkan gerakan penyalaan
busur yang baik dan panjang busur yang tetap.

90

20-30

60-70

Latihan 2 : Membuat Alur (Rigi-rigi Las 1)


Bahan
Ukuran
Elektroda
Ampere

: Baja Lunak
: 8 x 100 x 200 mm
: FamiliArc 2,6 mm
(AWS E6013)
: 60-80 AC

Petunjuk npetunjuk :
- Pesawat las disiapkan dan setel pada ampere 60
- Pakailah alat keselamatan kerja, seperti sarung tangan, tabir las
(helm las), apron.
- Siapkan alat bantu las, seperti sikat kawat, palu terak, tang
penjepit.
- Taruhlah benda kerja pada kamar las dan pasang klem massa.
- Pasang elektroda pada stang (Holder), dan siap untuk memulai
pengelasan
- Buat jalur (rigi rigi) las seperti pada Gb.
- Posisi elektroda 90 terhadap arah melintang las atau benda kerja
/ bahan
- Posisi elektroda 60 - 70 terhadap arah memanjang las atau arah
lasan atau arah gerakan
- Ulangi latihan latihan ini sampai menghasilkan gerakan penyalaan
busur yang baik dan panjang busur yang tetap.

Latihan 3 : Membuat Alur (Rigi-rigi Las 2)


Bahan
Ukuran
Elektroda
Ampere

: Baja Lunak
: 8 x 100 x 200 mm
: FamiliArc 2,6 mm
(AWS E6013)
: 60-80 AC

Petunjuk npetunjuk :
- Pesawat las disiapkan dan setel pada ampere 60
- Pakailah alat keselamatan kerja, seperti sarung tangan, tabir las
(helm las), apron.
- Siapkan alat bantu las, seperti sikat kawat, palu terak, tang
penjepit.
- Taruhlah benda kerja pada kamar las dan pasang klem massa.
- Pasang elektroda pada stang (Holder), dan siap untuk memulai
pengelasan
- Buat jalur (rigi rigi) las seperti pada gambar.
- Posisi elektroda 90 terhadap arah melintang las atau benda kerja
/ bahan
- Posisi elektroda 60 - 70 terhadap arah memanjang las atau arah
lasan atau arah gerakan
- Setelah selesai membuat rigi-rigi las pada plat dan terisi penuh, baru
kita buat rigi-rigi las lagi dengan arah yang berlawanan (lihat pada
gambar.)

Latihan 4 : Sambungan Tumpang (Lap Joint) Posisi 2F


Bahan
Ukuran
Elektroda
Ampere

: Baja Lunak
: 8 x 100 x 200 mm
: FamiliArc 2,6 mm
(AWS E6013)
: 60-80 AC

Petunjuk npetunjuk :
- Pesawat las disiapkan dan setel pada ampere 60
- Pakailah alat keselamatan kerja, seperti sarung tangan, tabir las
(helm las), apron.
- Siapkan alat bantu las, seperti sikat kawat, palu terak, tang
penjepit.
- Taruhlah benda kerja pada kamar las dan pasang klem massa.
- Pasang elektroda pada stang (Holder), dan siap untuk memulai
pengelasan
- Buat jalur (rigi rigi) las seperti pada gambar.
- Posisi elektroda 45 terhadap arah melintang las atau benda kerja
/ bahan
- Posisi elektroda 60 terhadap arah memanjang las atau arah lasan
atau arah gerakan
- Ulangi latihan latihan ini sampai menghasilkan gerakan penyalaan
busur yang baik dan panjang busur yang tetap.

Tampak Atas

2F

Tampak Samping

Latihan 5 : Sambungan T (T-Joint) Posisi 2F


Bahan
Ukuran
Elektroda
Ampere

: Baja Lunak
: 8 x 100 x 200 mm
: FamiliArc 2,6 mm
(AWS E6013)
: 60-80 AC

Petunjuk npetunjuk :
- Pesawat las disiapkan dan setel pada ampere 60
- Pakailah alat keselamatan kerja, seperti sarung tangan, tabir las
(helm las), apron.
- Siapkan alat bantu las, seperti sikat kawat, palu terak, tang
penjepit.
- Taruhlah benda kerja pada kamar las dan pasang klem massa.
- Pasang elektroda pada stang (Holder), dan siap untuk memulai
pengelasan
- Buat jalur (rigi rigi) las seperti pada gambar.
- Posisi elektroda 45 terhadap arah melintang las atau benda kerja
/ bahan
- Posisi elektroda 60 terhadap arah memanjang las atau arah lasan
atau arah gerakan
- Ulangi latihan latihan ini sampai menghasilkan gerakan penyalaan
busur yang baik dan panjang busur yang tetap.

2F

Latihan 6 : Sambungan T (T-Joint) Posisi 2F 3 Layer


Bahan
Ukuran
Elektroda
Ampere

: Baja Lunak
: 8 x 100 x 200 mm
: FamiliArc 2,6 mm
(AWS E6013)
: 60-80 AC

Petunjuk npetunjuk :
- Pesawat las disiapkan dan setel pada ampere 60
- Pakailah alat keselamatan kerja, seperti sarung tangan, tabir las
(helm las), apron.
- Siapkan alat bantu las, seperti sikat kawat, palu terak, tang
penjepit.
- Taruhlah benda kerja pada kamar las dan pasang klem massa.
- Pasang elektroda pada stang (Holder), dan siap untuk memulai
pengelasan
- Buat jalur (rigi rigi) las seperti pada gambar.
- Posisi elektroda 45 terhadap arah melintang las atau benda kerja
/ bahan
- Posisi elektroda 60 terhadap arah memanjang las atau arah lasan
atau arah gerakan
- Ulangi latihan latihan ini sampai menghasilkan gerakan
penyalaan busur yang baik dan panjang busur yang tetap.

2F

Latihan 7 : Sambungan T (T-Joint) Posisi 3F Vertical Up


Bahan
Ukuran
Elektroda
Ampere

: Baja Lunak
: 8 x 100 x 200 mm
: FamiliArc 2,6 mm
(AWS E6013)
: 65-80 AC

Petunjuk npetunjuk :
- Pesawat las disiapkan dan setel pada ampere 65
- Pakailah alat keselamatan kerja, seperti sarung tangan, tabir las
(helm las), apron.
- Siapkan alat bantu las, seperti sikat kawat, palu terak, tang
penjepit.
- Taruhlah benda kerja pada kamar las dan pasang klem massa.
- Pasang elektroda pada stang (Holder), dan siap untuk memulai
pengelasan
- Buat jalur (rigi rigi) las seperti pada gambar.
- Ulangi latihan latihan ini sampai menghasilkan gerakan
penyalaan busur yang baik dan panjang busur yang tetap.

3F

Terima kasih

Anda mungkin juga menyukai