Anda di halaman 1dari 25

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang


Saat ini produk kosmetik menjadi kebutuhan utama bagi para wanita, sebab
penampilan menjadi sebuah hal yang penting bagian dari keseharian yang tidak dapat di
tinggalkan.kosmetik yang dulu pelengkap kini sudah bergeser menjadi kebutuhan
utama.konsumsi masyarakat terhadap kosmetik untuk semester satu 2013 meningkat di
banding semester yang sama pada tahun sebelumnya. Konsumsi kosmetik di wilayah
perkotaan tumbuh dari Rp. 554 Miliar menjadi Rp.606 miliar atau tumbuh 9,4%. Sedangkan
konsusmsi di wilayah pedesaan meningkat lebih tinggi yakni mencapai 27,5% atau dari 64
miliar menjadi 82 miliar. Survey ini di lakukan Nielsen ( director consumer panel service
Nielsen Indonesia) dengan responden di perkotaan Indonesia dan pedesaan di pulau jawa.
Responden adalah konsumen akhir pengguna kosmetik.
Dapat di lihat juga perkembangan masyarakat untuk memilih produk mana yang aman
untuk kesehatan, yang memliliki nilai-nilai kekayaan lokal, dengan kekayaan varian yang
memenuhi kebutuhan konsumen. Produsen kosmetik berlomba-lomba memenuhi pasar
dengan produk unggulannya dengan menerapkan strategi marketing yang berbeda-beda.
Tentunya menghasilkan positioning yang berbeda pula di masyarakat Indonesia yang mulai
kritis terhadap penggunaan kosmetik yang aman dan natural.

1.2 Tujuan penulisan

Mengetahui perjalanan PT. Martina Berto dari awal karir sampai menjadi
perusahaan ternama seperti sekarang.
Mengetahui Strategi marketing PT. Martina Berto
Mengetahui Target PT Martina Berto
Jumlah karyawan di divisi marketing
Mengetahui jumlah penjualan yang sudah tercapai
Mengetahui proyeksi perusahaan kedepan
Mengetahui Realisasi kegiatan ekspor produk oleh perusahaan

1.3 Metode penulisan


Mengumpulkan data dari web terpercaya di internet.

BAB II
LANDASAN TEORI
2.1 Pengertian pemasaran dan aspek pemasaran
. Definisi tentang pemasaran menurut Kotler (1997), yaitu: Pemasaran adalah suatu
proses sosial dan manajerial dimana individu-individu dan kelompok akan mendapatkan apa
yang mereka butuhkan dan inginkan, melalui penciptaan penawaran dan pertukaran produkproduk (bisa barang atau jasa) dengan pihak lainya.
Jadi pemasaran merupakan suatu proses kegiatan yang dilakukan oleh individu-individu atau
kelompok untuk memenuhi sebuah kebutuhan (needs) dan keinginan (wants), dimana produk
nilai diciptakan, ditawarkan dan dipertukarkan. Dari definisi pemasaran diatas didapat unsur
pokok dari pemasaran, yaitu:
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Kebutuhan, keinginan dan permintaan


Produk, bisa berupa barang, jasa atau ide
Nilai, biaya dan kepuasan
Pertukaran dan transaksi
Hubungan dan jaringan
Pasar
Pemasar dan calon pembeli (konsumen)

Pemasaran selalu berfokus pada kepuasan konsumen, sehingga pelaku dari kegiatan
pemasaran haruslah memahami kebutuhan dan keinginan konsumen. Kegiatan pemasaran
dimulai dari menyediakan dan menawarkan produk yang dibutuhakan dengan nilai dan
kualitas yang baik, harga yang sesuai, yang selanjutnya produk didistribusikan dengan
promosi yang efektif yang bertujuan untuk menarik perhatian konsumen agar selalu
menggunakan produk dan jasa yang ditawarkan.
Produk
Dalam pemasaran, produk adalah segala sesuatu yang bisa ditawarkan ke pasar dan dapat
memenuhi kebutuhan konsumen. Kepuasan konsumen tidak hanya mengacu pada bentuk
fisik produk, melainkan satu paket kepuasan yang didapat dari pembelian produk Kepuasan
tersebut merupakan akumulasi kepuasan fisik, psikis, simbolis, dan pelayanan yang diberikan
oleh produsen.
Produk identik dengan barang. Dalam akuntansi, barang adalah obyek fisik yang tersedia di
pasar. Sedangkan produk yang tidak berwujud disebut jasa. Dalam manajemen produk,
identifikasi dari produk adalah barang dan jasa yang ditawarkan kepada konsumen. Kata
produk digunakan untuk tujuan mempermudah pengujian pasar dan daya serap pasar, yang
akan sangat berguna bagi tenaga pemasaran, manajer, dan bagian pengendalian kualitas.
aspek produk :
2

Bertujuan pada manfaat


Manfaat penggunaan
Manfaat psikologis
Manfaat dalam mengatasi masalah
Visualisasi produk
Atribut dan keistimewaan produk
Kualitas produk
Corak produk

Kemasan dan label produk


Merk
Menambah nilai produk
Garansi
Kemudahan Instalasi
Pengiriman
Ketersediaan di pasar

Sedangkan aspek pemasaran merupakan faktor strtegis atau kunci dari keberhasilan
perusahaan, jika permintaan terhadap produk/ jasa yang dibuat kurang memadai seluruh
kegiatanaspek-aspek yang lain tidak akan terwujud.
Jika propek permintaan terhadap permintaan produk lebih kecil dari penawarannya maka
sistem produksi produk tersebut tidak layak dilaksanakan. Jika market space masih
tersedia maka perlu diselidiki apakah pasar masih mampu menampung produk baru yang
direncanakan.
Untuk mengetahui potensi permintaan dan penawaran terhadap suatu barang atau jasa,
perlu dilakukan penelitian yang mendalamtentang perkembangan permintaan dan jumlah
pemasoknya. Perkembangan permintaan dapat diduga melalui perubahan pendapatan,
selera dan tingkah laku konsumen dalam membeli barang dan jasa tersebut

2.2 Manajemen pemasaran

Manajemen pemasaran adalah analisis, perencanaan, implementasi dan


pengendalian sebuah program yang sudah dipolakan untuk menciptakan, membangun
dan mempertahankan pertukaran manfaat dengan pembeli (konsumen) dengan
maksud untuk pencapaian tujuan perusahaan

Menurut Rosenberg (1995) dengan menyesuaian dengan definisi


American Marketing Association (1985), maka manajemen pemasaran adalah
perencanaan, pelaksanaan dan pengendalian operasi pemasaran total, termasuk
perumusan tujuan pemasaran, kebijakan pemasaran, program pemasaran yang
ditujuakan untuk menciptakan pertukaran yang dapat memenuhi tujuan individu
maupun organisasi.

Konsep pemasaran merupakan sebuah filosofi yang bertujuan untuk


memberikan keluasan terhadap kebutuhan dan keinginan konsumen. Beberapa
alternatif konsep pemasaran:
1. Konsep produksi

Berpedoman bahwa konsumen akan mendukung produk yang


tersedia dengan harga yang terjangkau.
2. Konsep produk

Penjual menawarkan produk yang berkualitas, bentuk dan ciri


yang inovatif.
3. Konsep penjualan

Promosi yang dilakukan perusahaan dalam skala yang luas


akan menarik konsumen sehingga barang yang tidak terfikirkan akan
dibeli konsumen.
4. Konsep pemasaran

Tujuan perusahaan ditentukan oleh terpenuhinya kebutuhan dan


keinginan pasar sasaran dan terciptanya kepuasan konsumen.
5. Konsep social marketing


Menegaskan tentang pentingnya keseimbangan antara
keuntungan perusahaan, keinginan konsumen dan kepentingan
masyarakat. Perusahaan harus mempunyai tanggung jawab dalam
kesejateraan masyarakat sehingga menimbulkan kontribusi positif
terhadap perusahaan.

2.3 MACAM STRATEGI PEMASARAN

Perusahan harus pandai mencari kekuatan - kekuatan internal


perusahan dan kekuatan eksternal, sehingga perusahaan dapat menentukan strategi
yang akan dilakukan perusahaan dan mencari peluang atau ancaman dari pihak luar.

Tipe - tipe strategi pemasaran:


a. Strategi Manajemen

Berorientasi pada pengembangan strategi secara makro, misalnya


strategi pengembangan produk, strategi penetapan harga, strategi akuisisi,
strategi pengembangan pasar dan sebagainya.
b. Strategi Investasi

Kegiatan strategi yang berorientasi pada investasi, misalnya


perusahaan akan melakukan strategi pertumbuhan yang agresif.
c. Strategi Bisnis

Kegiatan strategi yang berorientasi pada fungsi-fungsi kegiatan


manajemen, misalnya strategi pemasaran, strategi produksi atau operasional,
strategi distribusi, strategi distribusi, strategi organisasi dan strategi yang
berhubungan dengan keuangan.

Hal yang harus di perhatikan untuk menerapkan strategi marketing adalah kegiatan
promosi.pada hakekatnya adalah suatu komunikasi pemasaran, artinya aktifitas
pemasaran yang berusaha menyebarkan informasi, mempengaruhi/membujuk, dan atau
mengingatkan pasar sasaran atas perusahaan dan produknya agar bersedia menerima,
membeli dan loyal pada produk yang ditawarkan perusahaan yang bersangkutan, Tjiptono
(2001 : 219).
Sementara Sistaningrum (2002 : 98) mengungkapkan arti promosi adalah suatu upaya
atau kegiatan perusahaan dalam mempengaruhi konsumen aktual maupun konsumen
potensial agar mereka mau melakukan pembelian terhadap produk yang ditawarkan, saat
ini atau dimasa yang akan datang. Konsumen aktual adalah konsumen yang langsung
membeli produk yang ditawarkan pada saat atau sesaat setelah promosi produk tersebut
dilancarkan perusahaan. Dan konsumen potensial adalah konsumen yang berminat
melakukan pembelian terhadap produk yang ditawarkan perusahaan dimasa yang akan
datang.
Adapun tujuan dari pada perusahaan melakukan promosi menurut Tjiptono (2001
: 221) adalah menginformasikan (informing), mempengaruhi dan membujuk (persuading)
serta mengingatkan (reminding) pelangggan tentang perusahaan dan bauran
pemasarannya. Sistaningrum (2002 : 98) menjelaskan tujuan promosi adalah empat hal,

yaitu memperkenalkan diri, membujuk, modifikasi dan membentuk tingkah laku serta
mengingatkan kembali tentang produk dan perusahaan yang bersangkutan.
Pada prinsipnya antara keduanya adalah sama, yaitu sama-sama menjelaskan bila produk
masih baru maka perlu memperkenalkan atau menginformasikan kepada konsumen
bahwa saat ini ada produk baru yang tidak kalah dengan produk yang lama. Setelah
konsumen mengetahui produk yang baru, diharapkan konsumen akan terpengaruh dan
terbujuk sehingga beralih ke produk tersebut. Dan pada akhirnya, perusahaan hanya
sekedar mengingatkan bahwa produk tersebut tetap bagus untuk dikonsumsi. Hal ini
dilakukan karena banyaknya serangan yang datang dari para pesaing.

Dalam melakukan promosi agar dapat efektif perlu adanya bauran promosi,
yaitu kombinasi yang optimal bagi berbagai jenis kegiatan atau pemilihan jenis kegiatan
promosi yang paling efektif dalam meningkatkan penjualan. Ada empat jenis kegiatan
promosi, antara lain : (Kotler, 2001:98-100)

1. Periklanan (Advertising), yaitu bentuk promosi non personal dengan


menggunakan berbagai media yang ditujukan untuk merangsang pembelian.
2. Penjualan Tatap Muka (Personal Selling), yaitu bentuk promosi secara personal
dengan presentasi lisan dalam suatu percakapan dengan calon pembeli yang
ditujukan untuk merangsang pembelian.
3. Publisitas (Publisity), yaitu suatu bentuk promosi non personal mengenai,
pelayanan atau kesatuan usaha tertentu dengan jalan mengulas informasi/berita
tentangnya (pada umumnya bersifat ilmiah).
4. Promosi Penjualan (Sales promotion), yaitu suatu bentuk promosi diluar ketiga
bentuk diatas yang ditujukan untuk merangsang pembelian.
5. Pemasaran Langsung (Direct marketing), yaitu suatu bentuk penjualan
perorangan secara langsung ditujukan untuk mempengaruhi pembelian konsumen.
Promosi penjualan yang dilakukan oleh penjual dapat dikelompokkan
berdasar tujuan yang ingin dicapai. Pengelompokan tersebut adalah sebagai
berikut :
1. Customer promotion, yaitu promosi yang bertujuan untuk mendorong atau
merangsang pelanggan untuk membeli.
2. Trade promotion, yaitu promosi penjualan yang bertujuan untuk merangsang
atau mendorong pedagang grosir, pengecer, eksportir dan importir untuk
memperdagangkan barang / jasa dari sponsor.
3. Sales-force promotion, yaitu promosi penjualan yang bertujuan untuk
memotivasi armada penjualan.
4. Business promotion, yaitu promosi penjualan yang bertujuan untuk
memperoleh pelanggan baru, mempertahankan kontrak hubungan dengan
pelanggan, memperkenalkan produk baru, menjual lebih banyak kepada
pelanggan lama dan mendidik pelanggan.

Namun yang jelas apapun jenis kebutuhan yang akan diprogramkan untuk
dipengaruhi, tetap pada perencanaan bagaimana agar perusahaan tetap eksis dan
berkembang. Apalagi jika perusahaan tersebut mempunyai lini produk lebih dari
satu macam.

BAB III
PEMBAHASAN

3.1 Profil PT. Martina Berto

3.1.1 Visi dan Misi

Visi

Menjadi perusahaan perawatan kecantikan dan spa yang terkemuka di dunia


dengan produk yang bernuansa ketimuran dan alami, melalui pemanfaatan teknologi modern,
penelitian dan pengembangan sebagai sarana peningkatan nilai tambah bagi konsumen dan
pemangku kepentingan lainnya.

Misi

Mengembangkan, memproduksi dan memasarkan produk perawatan


kecantikan dan spa yang bernuansa ketimuran dan alami dengan standar mutu internasional
guna memenuhi kebutuhan konsumen di berbagai segmen pasar dari premium, menengah
atas, menengah dan menengah-bawah dalam suatu portofolio yang sehat dan setiap merek
mampu mencapai posisi 3 besar di Indonesia di setiap segmen pasar yang dimasukinya.
1. Menyediakan layanan yang prima kepada semua pelanggan dalam porsi yang
seimbang, termasuk konsumen dan para penyalur produk;
2. Mempertahankan kondisi keuangan yang sehat dan pertumbuhan bisnis;
3. Merekrut, melatih dan mempertahankan tenaga kerja yang kompeten dan
produktif sebagai bagian dari aset Perseroan;
4. Memanfaatkan metode operasi, sistem dan teknologi yang esien dan efektif di
seluruh unit dan fungsi usaha;
5. Menerapkan Good Corporate Governance secara konsisten demi
kepentingan para pemangku kepentingan (stakeholders);
6. Memberikan tingkat keuntungan yang wajar kepada para pemegang saham;
7. Mengembangkan pasar internasional kosmetika, produk spa dan herbal dengan
fokus jangka menengah di kawasan Asia Pacic dan fokus jangka panjang di
pasar global dengan produk danmerek pilihan.

3.1.2 Tonggak Sejarah

Dr. HC. Martha Tilaar mengawali usaha dengan membuka salon kecantikan
pada tahun 1970. Selain itu beliau terus menimba ilmu tentang kecantikan dan perawatan
tubuh ke pusat kecantikan di Amerika dan Eropa. Hal inilah yang membangkitkan semangat
dan kesadaran beliau bahwa bahan baku yang berasal dari Indonesia jika diolah dengan baik
dan professional dapat menghasilkan kosmetika alami dan jamu tradisional yang dapat
mempercantik wanita Indonesia dan dunia secara holistik.

Setelah sukses dalam bisnis salon kecantikan dengan beberapa salon di


Jakarta, Ibu Martha Tilaar mendirikan sekolah kecantikan Puspita Martha yang mencetak ahli
kecantikan, penata rias, penata rambut dan terapis. Salon dan sekolah tersebut dioperasikan
dibawah bendera
PT Martha Beauty Gallery.

Kesuksesan tersebut mendorong Ibu Martha Tilaar memulai untuk


memproduksi kosmetika dan jamu dan mendirikan PT Martina Berto pada tanggal 1 Juni
1977 dengan mitra usaha yaitu Bapak Bernard Pranata (alm) dan Ibu Theresia Harsini
Setiady. Adapun merk pertama yang diproduksi dan dipasarkan adalah Sari Ayu Martha
Tilaarsebagai kosmetika alami yang berkonsep holistik, dengan laboratorium praktek di
salon dan sekolah kecantikan tersebut. Hal ini menyebabkan produk- produk Sari Ayu Martha
Tilaar selalu berkiblat kepada pendidikan dan layanan konsumen yang praktis dan mudah
diterapkan.

Karena sambutan pasar yang tinggi maka pada tanggal 22 Desember 1981
didirikan pabrik modern yang pertama PT Martina Berto di Jl. Pulo Ayang, Kawasan Industri
Pulo Gadung, Jakarta Timur. Dengan berjalannya waktu, pabrik kekurangan kapasitas
produksi, kemudian pada tahun 1986 didirikan pabrik ke dua di Jl. Pulokambing II/1,
Kawasan Industri Pulo Gadung dengan konsentrasi pada kosmetika kering, semi padat dan
jamu sedangkan pabrik yang pertama dikonsentrasikan pada produk kosmetika cair.

Pada periode 1988-1994 Perseroan melahirkan merek- merek kosmetika baru


seperti Cempaka, Martina, Pesona, Biokos Martha Tilaar, Caring Colours Martha Tilaar dan
Belia Martha Tilaar untuk mengantisipasi permintaan pasar yang meningkat. Produk-produk
ini telah membantu menyerap kapasitas pabrik cukup besar. Perubahan strategis berikutnya
setelah tahun 2000 adalah penataan ulang atas merek-merek, yang terbagi dalam 2 kelompok,
yaitu: merek-merek yang berlabel Martha Tilaar dengan lisensi dari Dr. Martha Tilaar dan
keluarga, dan merek-merek yang tetap menjadi hak intelektual Perseroan seperti Cempaka
dan Pesona.

Periode 1993-1995 Perseroan mengakuisisi beberapa anak perusahaan yang


bergerak di bidang kosmetik, yaitu PT Cedefindo (CDF), PT Kurnia Harapan Raya (KHR)
dan PT Estrella Laboratories (Estrella). Untuk mencapai efisiensi produksi pada periode 1995
- 1996 Perseroan melakukan proses restrukturisasi usaha dan relokasi pabrik. Perkembangan

strategis berikutnya dalam periode 2001 - 2009 antara lain, pemetaan ulang merek- merek di
segmen yang berbeda yang akan dibahas di bab tersendiri.

Pada tahun 2011 bekerjasama dengan Alfred Fahringer, Perseroan mendirikan


Eastern Beuatypelago Pte Limited yang berkedudukan di Singapore yang bertujuan untuk
mengelola dan mengembangkan Martha Tilaar Shop (MTS) serta pasar Perseroan di luar
negeri.
3.1.3 Produksi

Perseroan dan anak perusahaan memiliki fasilitas produksi yang terbagi ke


dalam empat kategori, yaitu:
1. Kosmetika Cair Kosmetika cair termasuk di dalamnya cairan pembersih muka,
pelembab, toner, alas bedak, body splash cologne, hair spray, dan produk cair
lainnya.
2. Kosmeticka Kering Kosmetika kering termasuk di dalamnya eye shadow,
blush on, loose powder dan compact powder dan produk kering lainnya.
3. Kosmetika Semi Padat Kosmetika semi padat termasuk didalamnya lipstik,
creamy foundation, dan lain-lain.
4. Obat Tradisional Obat tradisional termasuk di dalamnya masker, mangir, lulur,
dan teh herbal.

Selain pembagian kategori produk berdasarkan proses produksi, Perseroan


membagi produk-produk yang dimilikinya berdasarkan kategori produk, yaitu: colour
cosmetic, skin care, body care, hair care, jamu (obat tradisional), dan lain-lain.
3.1.4 Bahan Baku

Perseroan melakukan pembelian bahan baku yang berasal dari supplier


internal dan eksternal. Sebagian dari bahan-bahan nabati merupakan hasil budidaya tanaman
di Kampoeng Djamoe Organik (KADO). Berikut adalah persentase pasokan yang didapat
dari dalam negeri dan luar negeri berdasarkan kelompok bahan baku:

tertentu.

Perseroan tidak memiliki ketergantungan yang besar terhadap supplier

1. Bahan baku nabati: 100% didapat dari tanaman dalam negeri.


2. Bahan baku kimia: sekitar 97% berasal dari luar negeri dan sisanya sekitar 3%
dari dalam negeri.
3. Bahan baku kemas: sekitar 23% berasal dari luar negeri dan sisanya sekitar
77% didapat dari dalam negeri. Bahan baku kemas yang berasal dari luar
negeri tersebut sebagian diimpor langsung oleh Perseroan dan sebagian lagi
dibeli dari agen lokal.

3.1.5 Fasilitas Produksi

Persoan dan anak perusahaan memiliki 2 (dua) fasilitas produksi yang terletak
di Indonesia. Mesin-mesin Perseroan dibeli dari vendor yang memiliki reputasi internasional
yang dapat dipercaya seperti Lodige dari Jerman serta Kemwall dari Inggris. Dalam hal suku
cadang, Perseroan melakukan pembelian suku cadang sebagian besar pada saat pembelian
mesin, sehingga memiliki persediaan aman (safety stock).Dengan demikian, frekuensi impor
suku cadang Perseroan tidak sering dilakukan.

1. Pabrik Pulo Kambing Pabrik Pulo Kambing beroperasi sejak tahun 1986
dan memiliki luas area sebesar 1 hektar dengan total luas bangunan lebih kurang 15.000 m2,
yang terdiri dari pabrik dan kantor. Pabrik ini memiliki kapasitas proses produksi sebesar
3.232 ton per tahun yang terdiri dari Kosmetika Kering 115 ton, Kosmetika Semi Padat 48
ton, Kosmetika Cair 3.069 ton.

2. Pabrik Cedefindo Pabrik Cedefindo beroperasi sejak tahun 1988 dan


memiliki luas area sebesar 2,3 hektar dengan luas bangunan pabrik 6.100 m2. Pabrik ini
memiliki kapasitas produksi 6.341 ton pertahun yang dibagi menjadi kosmetika kering
sebesar 650 ton, kosmetika semi padat 8 ton, kosmetika cair 5.684 ton.
3.1.6 Pengendalian Mutu

Pada setiap tahap dari proses produksi dilakukan pengawasan mutu yang
mengacu kepada System Quality Assurance, dimulai dari bahan baku, barang setengah jadi,
produk jadi, hingga pengiriman ke distributor. Perseoran juga telah menerapkan secara
konsisten Sistem Manajemen Mutu ISO 9001 sejak tahun 1996 dan Sistem Manajemen
Lingkungan ISO 14001 sejak tahun 2000. Tujuan dari penerapan system ini adalah untuk
memenuhi Kepuasan Pelanggan (Customer Satisfaction) dan kepedulian terhadap
lingkungan.

Selain itu, pada tahun 2000 Perseroan juga telah memperoleh sertifikat Good
Manufacturing Practice yaitu: Cara Pembuatan Kosmetika Yang Baik (CPKB) dan Cara
Pembuatan Obat Tradisional yang Baik (CPOTB). Dalam menjamin mutu produk, Perseroan
menggunakan alat-alat mutakhir pada pengujian laboratorium.

3.2 Strategi Marketing


Strategi marketing yang dipakai PT Martina Berto diantaranya:
1. Pengembangan Brand

Pengembangan merek yang bervariasi merupakan strategi Perseroan untuk memenuhi


kebutuhan konsumen di pasar kosmetika dan jamu yang sangat dinamis guna memperoleh
dan meningkatkan market share, mind share, dan heart share. Setiap merek diciptakan
sedemikian rupa dengan brand positioning yang berbeda-beda baik secara demografis
maupun psikografis, yaitu meliputi jenis kelamin pria dan wanita, usia konsumen dari 15
tahun (remaja) sampai usia menengah (<50 tahun) dan segmen harga dari Premium (kelas
sosial ekonomi A), Menengah Keatas (kelas sosial ekonomi B), Menengah (kelas sosial
ekonomi C) dan Menengah Kebawah (Kelas sosial ekonomi D)

Sedangkan segmentasi secara psikografis meliputi: citra alami & ketimuran


atau citra modern (barat). Segmentasi yang cukup luas ini diharapkan mampu mengikuti
dinamika selama krisis ekonomi tahun 1997- 1998 membuktikan bahwa pada saat produk
impor menjadi begitu mahal karena depresiasi rupiah, maka produk kosmetika yang
diproduksi oleh Perseroan di kelas menengah keatas mampu mengambil kesempatan merebut
pasar dengan substitusi impor, sedangkan produk-produk di segmen menengah ke bawah
mampu melayani konsumen yang terkena imbas krisis ekonomi dan mengalami penurunan
daya beli. Dengan kata lain, Perseroan mempunyai merek-merek yang membangun citra dan
nilai (image & value builder) dan merek-merek yang membangun kuantitas (volume builder)
yang akan mampu menopang pertumbuhan Perseroan dalam jangka panjang.

Pengeluaran MBTO dalam promosi & biaya pemasaran sebagai bagian untuk
membangun brand equity dianggap efektif. Di 2008, MBTO menghabiskan sekitar Rp 110
miliar untuk biaya promosi atau tumbuh signifikan sebesar 44% dari Rp 76 miliar di 2007.
Dampaknya, penjualan MBTO terus tumbuh sebesar 15% CAGR selama periode 2008
2010. Beberapa strategi pemasaran yang MBTO lakukan antara lain:
2. Memperbesar jaringan pemasaran melalui pembangunan Gerai Martha Tilaar
3. Mengedukasi perwakilan penjualan di setiap saluran distribusi.

4. Manjadi sponsor untuk beberapa acara kecantikan dan mode, seperti Miss Indonesia,
Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI), Festival Jember,
berpartisipasi dalam pencapaian rekor MURI di 4 (empat) kota di Indonesia dengan
jumlah peserta 11.563 orang, Indonesian Idol dan Hair and Techo Urban Trend Show
bersama Yuan Sng (Singapura), Joakim Roos (Amerika) dan Jomar (Filipina).
5. Memiliki Jaringan Pemasaran yang Luas dan Terpadu

MBTO terus memperbesar jaringan distribusinya untuk memperkenalkan


produk- produk yang berasal dari budaya asli Indonesia. Sampai saat ini, MBTO memiliki
sekitar 16 cabang, 6 depot dan 24 agen yang tersebar di seluruh Indonesia. Pada tahun 2011,
MBTO berencana untuk membuka 5 (lima) gerai Martha Tilaar baru yang berlokasi di Jakarta
dan Bali. Untuk rencana ekspansi tersebut, MBTO menyiapkan belanja modal sekitar Rp 7
miliar Rp 8 miliar. Sampai 1H11, pendapatan yang berasal dari gerai Martha Tilaar
mencapai Rp 11,3 miliar atau berkontribusi sekitar 4% terhadap total pendapatan MBTO.
Dengan membuka gerai-gerai baru ini, diharapkan dapat meningkatkan pendapatan MBTO
sebesar 3%.

Jaringan distribusi PT martina berto di Indonesia yang sangat luas dapat dilihat di gambar
di bawah ini :

6. Penelitian dan pengembangan

divisi penelitian dan pengembangan dikenal dengan Martha Tilaar Inovation Centre
(MTIC). Secara terus-menerus MTIC melakukan proses pengembangan dan penciptaan
formula untuk memenuhi permintaan pasar yang sangat beragam dan kompetitif. Keunggulan
MTIC, di samping kegiatan pengembangan (development), seperti yang dilakukan industri
kosmetik pada umumnya, juga terdapat banyak aktivitas riset (research). Di tahun 2012,
beberapa kegiatan yang dilakukan adalah sebagai berikut:

A. Pengembangan produk, yang dilakukan adalah:


1. Formula Baru
Formula baru di sini adalah formula yang sama sekali baru dari formula yang
digunakan pada produk sebelumnya. Pengembangan formula baru dilakukan
biasanya dikarenakan formula yang lama ada kemungkinan tidak diizinkan lagi
oleh peraturan untuk digunakan dalam produk, sumber bahan baku untuk formula
tersebut sulit untuk didapat/menghentikan produksinya, adanya keputusan
manajemen untuk mencari formula baru karena alasan efisiensi produksi, atau
karena ditemukan bahan baru yang lebih aktif/baik untuk produk.

Beberapa peluncuran produk yang menggunakan new formula adalah: PAC


Lip Colour Palette Sweetie Pink, PAC Lip Colour Coco Bunch, PAC Lip Colour Palette
Lovely Rose, Mirabella Fruity Colorfix 01-08, Mirabella CF Duo Blusher 07, Mirabella CF
Eye Shadow Trio 11, Pesona SP Loose Powder 14018, Pesona Silky Shine Lipstick.
2. Substitusi Materi

substitusi adalah materi yang selama ini sudah ada tapi belum menjadi
pilihan dalam pemakaiannya untuk proses produksi. Biasanya alasan pemilihan
penggunaan materi substitusi hampir sama dengan alasan penggunaan formula
baru.
Beberapa peluncuran produk yang menggunakan materi substitusi adalah:
Sariayu Intensive Acne Care, Sariayu Acne Care Lotion, Sariayu Tissue Sirih
Wangi, Rudi Hadisuwarno Shampoo Hair Loss Defence, Rudi Hadisuwarno
Shampoo Damage Defense, Rudi Hadisuwarno Conditioner Hair Loss Defense,
Rudi Hadisuwarno Conditioner Damage Defense dan Shampoo Dandruff Defense.
3. Kemasan Baru

Kemasan baru adalah meluncurkan produk yang secara tampilan beda


sama sekali dengan dengan produk sebelumnya. Biasanya kemasan baru
diluncurkan untuk penyegaran karena kemasan lama dianggap sudah tidak
menarik atau kurang praktis dalam pemakaiannya.

Beberapa peluncuran produk yang menggunakan kemasan baru adalah:


Sariayu Busa Acne Care Facial Form, Sariayu Eksotik Tanjung Body Cologne,
Sariayu Eksotik Tanjung Body Scrub, Sariayu Mangir Jelita Nourishing Body
Scrub, Cempaka Bali Spa Collection, Biokos Dermabright Brightening Day
Cream, Dewi Sri Spa Body Mist dan Caring Color Happy Lips.
4. Kemasan Tambahan

Kemasan tambahan diluncurkan untuk memasuki segment lain karena


di luar segmen yang biasanya dilayani oleh produk tersebut atau untuk memenuhi
demand dari segment yang sudah ada tapi dengan ceruk yang lebih spesifik lagi.
Beberapa peluncuran produk yang menggunakan kemasan tambahan adalah:
Sariayu Eyeshadow Set Frisian Flag, Sariayu Beauty Map, Sariayu Kit Trend
Warna 12, Sariayu Paket Acne Series, Sariayu Paket Beauty Spa, PAC Refill
Creamy Foundation, Belia Banded Mist Cologne dan Rudi Hadisuwarno Banded
Hair Growth Serum Free Hairloss Defense Shampoo.

B. standarisasi bahan baku.

1. Kolaborasi Riset

Salah satu kegiatan bagian R&D adalah menjamin keamanan dan ketepatan
manfaat dari bahan ekstrak baru, produk kosmetik dan produk jamu yang diciptakannya.
Untuk itu MTIC melakukan penelitian yang mendalam secara in-vitro, in-vivo dan studi
klinik sehingga produk-produk yang dipasarkan aman dan terbukti manfaatnya secara klinik.

Dalam rangka membantu para peneliti memanfaatkan hasil penelitiannya serta


meningkatkannya pada skala industri, MTIC bekerja sama dengan dengan Kementerian
Negara Riset dan Teknologi kembali mengadakan RISTEK- MTIC Award 2012, yang
sebelumnya telah diadakan pada tahun 2007. Kegiatan ini dilakukan untuk menjembatani
para peneliti dari universitas ataupun lembaga- lembaga penelitian yang kurang memahami
keinginan konsumen dengan pihak industri yang pada umumnya kurang memiliki fasilitas
penelitian yang memadai. Penganugerahan ajang ini dilaksanakan bertepatan dengan
penutupan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (HAKTEKNAS) yang ke-17 di Gedung
Sabuga, Bandung.

Sebagai upaya meningkatkan penggunaan bahan natural dalam produk, MTIC


bekerjasama dengan Universitas pemenang RISTEK-MTIC Award 2012, yaitu Universitas
Mulawarman dari Samarinda Kalimantan Timur, Universitas Nusa Cendana dari Kupang,
Nusa Tenggara Barat, dan Institut Pertanian Bogor, Bogor untuk melakukan riset insentif
terhadap tanaman khas di daerah masing-masing sehingga pada gilirannya hasil penelitian
tersebut dapat mengangkat citra tanaman Nusantara disamping berguna bagi kepentingan
masyarakat serta dapat dikomersialkan.
2. Hasil Ekstrak Tanaman


Berbagai inovasi-inovasi bahan baku baru diciptakan melalui R&D dan MTIC
dengan memanfaatkan tanaman obat, kosmetik dan aromatik Indonesia yang dipadukan
dengan kearifan budaya bangsa dan warisan leluhur yang diteliti dengan menggunakan
kaedah-kaedah ilmiah. Hasil penelitian dan inovasi tersebut diperoleh dalam bentuk bahan
baku ekstrak yang berasal dari sumber daya alam Indonesia (18 ekstrak) yang selanjutnya
dipadu dengan konsep kecantikan tradisional, gaya hidup trendi masa kini serta penggunaan
teknologi modern menjadi produk kreatif dan inovatif Perseroan.

3. Paten

Pada tahun ini, dari hasil penelitian terhadap tanaman Indonesia yang telah
didaftarkan permohonan patennya, telah ada 4 (empat) permohonan yang telah mendapatkan
hak patennya (patent granted)

3.3 Target perusahaan


Target marketing dari PT Martina berto adalah
3.3.1

Pasar lokal

Upaya perluasan target market lokal PT martina berto membuat depot-depot penjualan di
hampir seluruh daerah di Indonesia. Dengan varian produk yang bisa mengcover
keanekaragaman keinginan masyarakatnya.
3.3.2

Pasar Internasional

PT Martina berto yang mempunyai tittle LOKAL WISDO GO GLOBAL


yang artinya tujuan market dari perusahaan ini sangat luas tak hanya terbatas pada pasar lokal
tetapi ingin mengangkat kekayaan lokal ke dunia global internasional, dengan pengembangan
produk yang dapat memenuhi permintaan dan memenuhi standar global. Sehingga produk
yang di pasarkan dapat di terima di semua kalangan.

Di mulai dengan target pasar asia, Malaysia, Singapore, Taiwan, hongkong,


Vietnam, philipines, brunei, Thailand,japan, Bruneidarussalam. Ternyata kekayaan Indonesia
dapat diterima di dunia internasional dengan catatan produk design dari mulai produk sampai
design marketnya yang sudah teruji.

3.4 Sumber daya manusia

PT. Martina berto menekankan pada Brand


management, manufacture,Research & depelovment, Comercial,
finance and administration dan CSR
Untuk brand management di pimpin oleh 3
orang

Pada tahun 2012 ini 1055


karyawan Perseroan telah memberikan
kontribusi yang berarti dalam upaya
perusahaan untuk menghasilkan produk
produk berkualitas dan memenuhi kebutuhan
para konsumen.

Sumber daya manusia (SDM) merupakan bagian penting dari Perseroan


dalam menjalankan usaha dan mempertahankan posisinya di pasar yang kompetitif. Oleh
karenanya, Perseroan menyadari bahwa pengembangan dan pengelolaan SDM yang baik dan
berkelanjutan menjadi salah satu kunci keberhasilan dan kesinambungan kinerja perusahaan.

Sejumlah 26 Karyawan telah


mendapatkan sertifikasi untuk menunjang
pekerjaan sesuai yang dipersyaratkan, antara lain
Ahli Kesehatan dan Keselamatan Kerja Umum,
Water Waste Treatment Process, Certified Safety
Assessment of Cosmetics Assessor, Certified
Professional Marketer, Competence Make-Up,
Certified Assessment Center Assessor, dan
beberapa sertifikasi lain.

3.5 Sales volume yang sudah tercapai

MBTO dikenal sebagai produsen kosmetik lokal terbesar Indonesia di bawah


grup Martha Tilaar. Hal ini diukur dari pangsa pasar MBTO yang menempati peringkat
kedua untuk kosmetik berwarna (13,6%) dan keempat untuk perawatan kulit dan rambut
(5,7%) diantara produk lokal dan asing di Indonesia. Saat ini, ada banyak merek kosmetik di
Indonesia dan kebanyakan produk tersebut adalah produk asing. Dan diantara banyaknya
produk kosmetik yang ada, MBTO merupakan merek lokal terbesar dibandingkan perusahaan
kosmetik lokal Indonesia.
Mengungguli Pertumbuhan Pesaingnya Dalam tiga tahun terakhir

MBTO membukukan pertumbuhan yang signifikan. Penjualannya tumbuh


jauh lebih tinggi dari pesaingnya yaitu 15% CAGR, sedangkan pesaingnya hanya 9% CAGR.
Untuk laba bersih, MBTO juga mencetak pertumbuhan yang mengesankan. Di 2008 2010,

laba bersih MBTO menanjak 269% CAGR, dari Rp 2,7 miliar di 2008 menjadi Rp 36,7
miliar di 2010, jauh diatas rata-rata industrinya yang hanya 6% CAGR. MBTO cukup cerdas
dalam mengembangkan citra mereknya dengan investasi besar untuk promosi khususnya di
2008 dan 2009. Hasilnya, MBTO dapat menikmati pertumbuhan penjualan yang memuaskan
di tahun-tahun mendatang.

Hal ini berlanjut di 1H11, dimana penjualan MBTO meningkat sebesar


13,81% YoY menjadi Rp 293 miliar dari Rp 258 miliar di periode yang sama tahun 2010,
sedangkan pertumbuhan rata-rata pesaingnya hanya 1%. Hal ini sejalan dengan peningkatan
aset tetap yang mempengaruhi kapasitas produksi MBTO menjadi lebih besar.

Upaya peningkatkan kualitas produk dan aktivitas pemasarannya menuai hasil.


Terbukti saat ekonomi dunia bergejolak seperti di tahun 2008 2009, MBTO justru mencatat
kinerja yang mengesankan. Penjualannya berhasil tumbuh sebesar 20% atau mencapai Rp
516 miliar selama tahun 2009, sementara laba bersihnya melesat dari Rp 2,7 miliar di 2008,
menjadi Rp 22 miliar di 2009 atau tumbuh 725% karena biaya operasional yang lebih rendah
yang digerakkan oleh biaya promosi di 2008. Ini adalah pertumbuhan yang luar biasa karena
rata-rata pertumbuhan pesaingnya hanya 6% di periode tersebut. Hal ini berlanjut di 1H11,
dimana pendapatan MBTO naik 14% menjadi Rp 293 miliar dibandingkan periode yang
sama tahun lalu. Sedangkan laba bersih MBTO juga tumbuh signifikan menjadi Rp 24 miliar

di 1H11 dari hanya Rp 11,8 miliar di 1H10 atau naik 102% YoY seiring dengan
meningkatnya penjualan dan lebih efisien dalam mengatur beban pokok penjualan.

MBTO mempunyai 5 kategori produk yang


menjadi sumber pendapatan, yaitu kosmetik berwarna,
perawatan kulit & tubuh, perawatan rambut, jamu dan
produk dari anak Perusahaan MBTO (PT Cedefindo). Di
2010, kontributor terbesar datang dari kosmetik berwarna
dikarenakan kosmetik berwarna berada di urutan kedua
dari pangsa pasar Indonesia, yaitu Rp 294 miliar atau
menyumbang 52% dari total pendapatan MBTO. Sebagai
gambaran, penjualan kosmetik berwarna MBTO mencapai
13,6% dari total pengeluaran kosmetik berwarna nasional
sebesar Rp 2.169 miliar. Selanjutnya di 2011, kosmetik berwarna masih menyumbang 52%
dari total pendapatan MBTO atau mencapai Rp 151 miliar, diikuti perawatan kulit & tubuh
sebesar 25% atau Rp 73 miliar, perawatan rambut 12% atau Rp 36 miliar, jamu 11% atau Rp
31 miliar dan produk dari PT Cedefindo 0,4% atau sekitar Rp 1 miliar. Melalui pabrik baru
yang akan menambah kapasitas produksi, visi MBTO untuk menjadi urutan pertama dalam
pangsa pasar kosmetik berwarna adalah masuk akal.

3.5 Prosfek kedepan perusahaan

MBTO adalah produsen kosmetik dan jamu lokal terbesar di Indonesia.


Produk yang multi segmen ditambah dengan pengalaman yang panjang membuat MBTO
dikenal sebagai pemain terkemuka di industri ini. Untuk memenuhi permintaan kosmetik dan
obat herbal yang sedang tumbuh, MBTO berencana untuk membangun sebuah pabrik modern
baru yang diperkirakan dapat menambah pangsa pasar. Saat ini, Indonesia memiliki posisi
yang kuat dalam industri kosmetik di ASEAN dimana dapat memebuka peluang yang lebih

besar. Apalagi, Indonesia memiliki populasi terbesar diantara negara-negara ASEAN yang
didukung oleh daya beli yang kuat, sehingga membawa dampak positif pada industri
kosmetik. Berdasarkan pernyataan diatas dan ditambah dengan citra merek Martha Tilaar,
kami percaya MBTO mempunyai prospek yang cerah.

Permintaan produk kosmetika meningkat sejalan dengan pertumbuhan


pendapatan masyarkat yang disertai dengan perubahan gaya hidup masyarkat. Berdasarkan
hasil forecast Euromonitor International tahun 2012 bahwa dalam 4 tahun ke depan industri
kosmetika dalam negeri tumbuh rata-rata sebesar 8,73% pertahun. Dengan posisi Perseroan
yang baru menguasai 2,79% pangsa pasar pertumbuhan industri sebesar 8,73% merupakan
prospek yang sangat besar bagi Perseroan untuk meningkatkan penjualannya.

Selama tahun 2012, penjualan Perseroan dari kategori produk kosmetika dan
tata rias, perawatan kulit dan tubuh, perawatan rambut, wewangian serta jamu dan lain-lain
mengalami kenaikan penjualan masing-masing sebesar 2,5%, 29,3%, 7,7%, 30,0% dan
-1,5%.
Dengan terus meningkatnya penjualan dari tahun ke tahun menunjukkan prospek usaha
Perseroan amat menjanjikan di masa datang.

Untuk tahun buku 2013 Perseroan menargetkan Penjualan bersih sebesar


Rp.800.000 juta atau meningkat sebesar 11,4% dengan target laba bersih sebesar Rp.50.000
atau meningkat sebesar 9,8%.
Kosmetik Pria Semakin Potensial

Selama 2010, pria berbelanja produk perawatan mereka hingga Rp 11,89


triliun atau naik 13,5% YoY dibandingkan tahun lalu yang hanya Rp 10,48 triliun. Dari total
pengeluaran itu, alokasi belanja untuk cologne mendominasi hingga 68%, diikuti pembersih
wajah dengan 17%, shampo sekitar 7%, sabun cair 6%, body lotion 2% dan pelembab wajah
sebesar 0,6%. Dalam dua tahun terakhir, konsumsi perawatan pria terus meningkat sekitar
30% - 40% per tahun. Pengeluaran produk perawatan pria selama 2010 sebesar Rp 57.000

dalam sekali kunjungan atau naik 15% dari tahun sebelumnya. Ini mempengaruhi produk
perawatan pria MBTO dengan merek Rudy Hadisuwarno yang menyumbang sekitar 10,5%
di 2008 dan menjadi 12,9% di 2010 dari total pendapatan MBTO. Sejalan dengan
membaiknya kondisi ekonomi di Indonesia, kami percaya pertumbuhan di segmen ini akan
tetap tinggi.

3.7 Realisasi ekspor

Selain jaringan distribusi di Indonesia, MBTO juga mempunyai jaringan


distribusi di beberapa negara di dunia.


Konsistensi dalam menjaga kualitas dan menyediakan pelayanan terbaik
kepada pelanggan selama ini membuat MBTO meraih banyak penghargaan. Seperti di 2010,
MBTO mendapat 8 penghargaan untuk kategori berbeda. Beberapa diantaranya adalah:
1. Penghargaan UN Global Impact untuk kategori Top Ten World Leader
Company dari United Nations.
2. Penghargaan untuk Dewi Sri Spa-Virgin Coconut Oil Body Scrub untuk
kategori Best of the Best Readers Choice Body Scrub dari Bazaar Beauty
Awards.
3. Penghargaan untuk Sariayu Martha Tilaar untuk kategori Indonesias Most
Favorite Woman Brand dari MARKPLUS Inc.

BAB IV
KESIMPULAN

PT Martina Berto adalah manufaktur, perusahaan pemasaran, serta


penelitian

Dengan strategi marketing


1. Pengembangan brand
2. Memperbesar jaringan pemasaran
3. Edukasi karyawan di depot distribusi produk
4. Menjadi sponsor acara akbar
5. Memiliki jaringan yang luas dan terpadu
6. Penelitian dan pengembangan

Target perusahaan
1. Lokal
2. Internasional

Sales volume

Adanya kenaikan di setiap tahunnya sekitar 13,81%


Prospek kedepan

Seiring dengan pengalaman dan konsistensi perusahaan MBTO


mempunyai prospek yang cerah.