Anda di halaman 1dari 7

KELOMPOK 3

Sejarah, 8/19/2015

Dasar dasar hukum HAM di Indonesia

Pembahasan dasar hukum HAM di dalam :

TAP MPR
UU
KONSTITUSI RIS
UUDS 1950
PP

TAP MPR

Pasal 1
Menugaskan kepada Lembaga-lembaga Tinggi Negara dan seluruh Aparatur Pemerintah, untuk menghormati,
menegakkan dan menyebarluaskan pemahaman mengenai hak asasi manusia kepada seluruh masyarakat.

Pasal 2
Menugaskan kepada Presiden Republik Indonesia dan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia untuk
meratifikasi berbagai instrumen Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Hak asasi Manusia, sepanjang tidak
bertentangan dengan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.

Pasal 3
Penghormatan, penegakan, dan penyebarluasan hak asasi manusia oleh masyarakat dilaksanakan melalui
gerakan kemasyarakatan atas dasar kesadaran dan tanggung jawabnya sebagai warga negara dalam
kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Pasal 4
Pelaksanaan penyuluhan, pengkajian, pemantauan, penelitian dan mediasi tentang hak asasi manusia,
dilakukan oleh suatu komisi nasional hak asasi manusia yang ditetapkan dengan Undang-undang.
1

Pasal 5
Untuk dapat memperoleh kebulatan hubungan yang menyeluruh maka sistematika naskah Hak Asasi
Manusia disusun sebagai berikut :
PANDANGAN DAN SIKAP BANGSA INDONESIA TERHADAP HAK ASASI MANUSIA
PIAGAM HAK ASASI MANUSIA

Pasal 6
Isi beserta uraian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5, terdapat dalam naskah Hak Asasi Manusia yang
menjadi bagian tak terpisahkan dari Ketetapan ini.

Pasal 7
Ketetapan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.

UU ( Undang Undang )

UU NO 39 TAHUN 1999

Pasal 1 ayat 1
Hak Asasi Manusia adalah seperangkat hak yang melekat pada hakikat dan keberadaan manusia sebagai mahkluk
Tuhan Yang Maha Esa dan merupakan anugerah-Nya yang wajib dihormati, dijunjung tinggi dan dilindungi oleh
negara, hukum, Pemerintah, dan setiap orang demi kehormatan serta perlindungan harkat dan martabat manusia;
Pasal 2
Negara Republik Indonesia mengakui dan menjunjung tinggi hak asasi manusia dan kebebasan dasar manusia
sebagai hak yang secara kodrati melekat pada dan tidak terpisahkan dari manusia, yang harus dilindungi, dihormati,
dan ditegakkan demi peningkatan martabat kemanusiaan, kesejahteraan, kebahagiaan, dan kecerdasan serta
keadilan.

Konstitusi RIS

Jaminan pemajuan hak asasi manusia, dalam Konstitusi RIS 1949, di antaranya adalah sebagai berikut.Hak
diakui sebagai person oleh UU (The Right to recognized as a person under the Law), Pasal 7 Ayat (1)

Hak persamaan di hadapan hukum (The right to equality before the law), Pasal 7 Ayat (2)

Hak persamaan perlindungan menentang diskriminasi (The right to equal protection againts discrimination),
Pasal 7 Ayat (3)

Hak atas bantuan hukum (The Right to Legal assistance), Pasal 7 Ayat (4)

Hak atas keamanan personal (The Right to personal security), Pasal 8

Hak atas kebebasan bergerak (The Right to freedom or removement and residence), Pasal 9 Ayat (1)

Hak untuk meninggalkan negeri (The Right to leave any country), Pasal 9 Ayat (2)

Hak untuk tidak diperbudak (The Right not to be subjected to slavery, servitude, or bondage), Pasal 10

Hak mendapatkan proses hukum (The Right to due process of law), Pasal 11

Hak untuk tidak dianiaya (The Right not to be subjected to turtore, or to cruel, inhuman or degrading
treatement or punishment), Pasal 12

Hak atas peradilan yang adil (The Right to impartial judiciary), Pasal 13 Ayat (1)

Hak atas pelayanan hukum dari para hakim (The Right to an effective remedy by the competent national
tribunals), Pasal 13 Ayat (2)

Hak dianggap tidak bersalah (The Right to be persumed innonence), Pasal 14 Ayat (1),(2),dan (3)

Hak atas kebebasan berpikir dan beragama (The Right to freedom or thought, conscience, and religion), Pasal
18

Hak atas kebebasan berpendapat (The Right to freedom of opinion and express), Pasal 19

Hak kebebasa berkumpul (The Right to association), Pasal 20

Hak atas penuntutan (The Right to petition the government), Pasal 21 Ayat (1)

Hak turut serta dalam pemerintahan (The Right to take part in the government), Pasal 22 Ayat (1)

Hak akses dalam pelayanan publik (The Right to equal acess to public service), Pasal 22 Ayat (2)

Hak mempertahankan negara (The Right to national defence), Pasal 23, setiap warga negara berhak dan
berkewajiban turut serta dan sungguh-sungguh dalam pertahanan kebangsaan.

Hak atas kepemilikan (The Right to own proverty alone as well as in association with others), Pasal 25 Ayat (1)

Hak untuk tidak dirampas hak miliknya (The Right to be arbitrary deprived of his property), Pasal 25 Ayat (2)

Hak mendapatkan pekerjaan (The right to work, to free choice employment, to just and favourable
conditions), Pasal 27 Ayat (1)

Hak atas kerja (The Right to work and to pay for equal work), Pasal 27 Ayat (2)

Hak untuk membentuk serikat kerja (The Right to labour union), Pasal 28

UUDS 1950

Perlindungan dan materi muatan hak asasi manusia dalam Undang- Undang Dasar Sementara (UUDS) Tahun
1950, di antaranya adalah sebagai berikut.Hak atas kebebasan agama, keinsyafan batin, dan pikiran, Pasal
28.

Hak atas kebebasan mempunyai dan mengeluarkan pendapat, Pasal 19.

Hak atas kebebasan berkumpul dan berapat diakui dan diatur dengan undang-undang, Pasal 20.

Hak berdemonstrasi dan mogok diakui dan diatur dengan undangundang, Pasal 21.

Hak berpendapat, berserikat dan berkumpul, bahkan hak berdemonstrasi dan mengajukan pengaduan kepada
penguasa, Pasal 22.

Hak turut serta dalam pemerintahan, Pasal 23.

Berhak dan berkewajiban turut serta dengan sungguh-sungguh dalam pertahanan negara, Pasal 24.

Peraturan Perundang Undangan

Pengaturan HAM juga dapat dilihat dalam Undang-undang yang pernah dikeluarkan oleh pemerintah
Indonesia, antara lain adalah sebagai berikut.UU Nomor 5 Tahun 1998 tentang Ratifikasi Konvensi Anti
Penyiksaan, Perlakuan atau Penghukuman yang Kejam, Tidak Manusiawi dan Merendahkan Martabat.

UU Nomor 9 Tahun 1998 tentang Kebebasan Menyatakan Pendapat.

UU Nomor 11 Tahun 1998 tentang Amandemen terhadap UU Nomor 25 Tahun 1997 tentang Hubungan
Perburuhan.

UU Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.

UU Nomor 19 Tahun 1999 tentang Ratifikasi Konvensi ILO Nomor 105 tentang Penghapusan Pekerja secara
Paksa.

UU Nomor 20 Tahun 1999 tentang Ratifikasi Konvensi ILO Nomor 138 tentang Usia Minimum Bagi Pekerja.

UU Nomor 21 Tahun 1999 tentang Ratifikasi Konvensi ILO Nomor 11 tentang Diskriminasi dalam Pekerjaan.

UU Nomor 26 Tahun 1999 tentang Pencabutan UU Nomor 11 Tahun 1963 tentang Tindak Pidana Subversi.

UU Nomor 29 Tahun 1999 tentang Ratifikasi Konvensi Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi.

UU Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia.

UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

UU Nomor 26 Tahun 2000 tentang Pengadilan HAM.

UU Nomor 9 Tahun 2004 tentang Peradilan Tata Usaha Negara.