Anda di halaman 1dari 45

INTAKE DAN OUTPUT CAIRAN TUBUH

- DALAM KEADAAN STEADY STATE


VOLUME C, TUBUH, ZAT-ZAT YANG TERLARUT
DAN KONSENTRASINYA RELATIF KONSTAN
HOMEOSTASIS
- INPUT OUTPUT
- INTAKE : 1) MINUM + MAKAN
2) HASIL OKSIDASI MAKANAN

- OUTPUT : 1) INSENSIBLE LOSS :


- KULIT
- PARU-PARU
2) KERINGAT
3) FESES
4) URINE
- TERGANTUNG DARI IKLIM, KEBIASAAN
DAN AKTIFITAS FISIK

KOMPARTEMEN CAIRAN TUBUH


1. C. EKSTRASEL
C. PLASMA (3,0 1)

20% BB

- C. INTERSTISIAL (11,0 1)
2. C. INTRASEL (28,0 1) . . . . . . . . . . . . . . 40% BB
3. C. TRANSELULAR (1-2 1)

DARAH : - C. INTRASEL
- C. PLASMA

60%BB

KOMPOSISI C. EKSTRA DAN INTRASEL

DONNAN EFFECT
- CATION DALAM PLASMA (2%) > C.
INTERSTISIAL
- ANION DALAM C. INTERSTISIAL > C. PLASMA

PENGUKURAN VOL. CAIRAN PADA BERBAGAI


KOMPARTEMEN TUBUH
INDICATOR DILUTION PRINCIPLE
VOL A x Kons A = Vol B x Kons B

Vol B = Vol A x Kons A


Kons B

MISAL : Vol B = 1 ml x 10 mg/ml = 1000ml


0,01 mg/ml

SYARAT PENGUKURAN :
1. INDIKATOR TERDISPERSI SECARA MERATA
KESELURUH BAGIAN KOMPARTEMEN
2. DISPERSI INDIKATOR HANYA DALAM
KOMPARTEMEN YANG DIUKUR
3. INDIKATOR TIDAK DIMETABOLISIR ATAU
DIEKSKRESI

VOL. C. TUBUH TOTAL


- TRITIUM H2O
- DEUTERIUM H2O

MASUK KE
BBRP JAM

INTRA &
EKSTRASEL

- ANTIPYRINE

VOL. C. EKSTRASEL
- Na RAD AKTIF

- DISPERSI KE DALAM

- Cl RAD AKTIF

PLASMA & CAIRAN

- IOTHALAMETE RAD AKTIF

INTERSTITIAL

- ION SHIOSULFAT

- TIDAK MASUK C.INTRASEL

- INULIN

- WAKTU 30 60 MENIT

SODIUM SPACE
BBRP DARI ZAT MASUK INTRASEL
INULIN SPACE

VOL. C. INTRASEL
= Vol. C. tubuh vol. C. ekstrasel
VOL. PLASMA
- 125 I. ALBUMIN
- EVANS BLUE (T 1824)
VOL. INTERSTITIAL
= vol. C. ekstrasel - vol. plasma

VOL. DARAH
= Vol. Plasma
1 hematokrit

31

= 5, 01

1.0 0.4

INJEKSI b.d. MERAH DENGAN LABEL RAD


AKTIF (51 Cr)

REGULASI PERTUKARAN CAIRAN DAN


EQUILIBRIUM OSMOTIK ANTARA C. INTRA DAN
EKSTRASEL
- JUMLAH C. EKSTRASEL YANG TERBAGI
KEDALAM PLASMA DAN C. INTERSTISEL
DITENTUKAN OLEH BALANS DARI TEK.
HIDROSTATIK DAN KOLOID OSMOTIK MELALUI
MEMBRAN KAPILER

- DISTRIBUSI CAIRAN ANTARA INTRA DAN


EKSTRASEL DITENTUKAN TERUTAMA OLEH
EFEK OSMOTIK DARI Na, Cl DAN ION LAIN
TERHADAP MEMBRAN SEL MEMBRAN
SEL SANGAT PERMIABEL UTK AIR, TETAPI
RELATIF IMPERMIABEL UNTUK ION-ION AIR
MASUK DENGAN CEPAT MELALUI MEMBRAN
SEL CAIRAN INTRA DAN EKSTRASEL
ISOTONIS

PRINSIP DASAR OSMOSIS


DAN TEKANAN OSMOTIK
OSMOSIS
= DIFUSI AIR DARI HIGH WATER
CONCENTRATION KE LOW WATER
CONCENTRATION
= DIFUSI AIR DARI LOW SOLUTE
CONCENTRATION KE GIGH SOLUTE
CONCENTRATION

JUMLAH PARTIKEL DALAM LARUTAN


DIUKUR DALAM OSMOL
1 OSMOL 1 MOL
LARUTAN MNGANDUNG 1 MOL GLUKOSA/l
KONS. 1 OSM/1
LARUTAN MNGANDUNG 1 MOL NaCl/l KONS. 2
OSM./l
LARUTAN MNGANDUNG 1 MOL Na2SO4/l
KONS. 3 OSM/l
JADI OSMOL MENUNJUKKAN OSMOTIK AKTIF
DARI PARTIKEL DLM AIR. BIASA DIPAKAI
MILIOSMOL (mOm) = 1/1000 OSMOL

- OSMOLALITAS OSMOL/kg AIR


- OSMOLALITAS OSMOL/l LARUTAN
- TEK. OSMOTIK = TEK. YANG DAPAT
MENGHAMBAT OSMOSIS BERLAWANAN
ARAH DENGAN OSMOSIS UKURAN INDIREK
DARI AIR DAN KONS. ZAT YANG TERLARUT
- MAKIN TINGGI TEK. OSMOTIK SUATU
LARUTAN :
- KONS. AIR MAKIN RENDAH
- KONS. ZAT TERLARUT MAKIN TINGGI

- TEK. OSMOTIK OSMOTIK AKTIF DARI


PARTIKEL DALAM LARUTAN
- OSMOTIK EFEK 1 MOL ALBUMIN (b.m. 70000) =
OSMOTIK EFEK 1 MOL GLUKOSA 9b.m. 180)
- OSMOTIK EFEK NaCl 2x OSMOTIK EFEK
ALBUMIN/GLUKOSA
- TEK. OSMOTIK OSMOLARITAS

- VANT HOFFS : TEK. OSMOTIK ( ) = CRT


C = KONS. ZAT DALAM OSMOL
R.= KONSTANTA GAS
T = TEMPERATUR ABSOLUT DALAM
DERAJAT KELVIN (273 + 37 = 310 K)
- UNTUK LARUTAN DENGAN KONS.
1,0 Osm/l = 19300 mmHg
1,0 m0sm/l = 19,3 mmHg
- LARUTAN NaCl 0,9

0,9 gr/100ml

9 gr/l

-BM NaCl = 58,5 gr/mol MOLARITAS LARUTAN


9/58,5 = 0,154 mol/l
OSMOLARITAS = 2 X 0,154 = 0,308 Osm/l = 308 m0sm/l
TEK. OSMOTIK = 308 m0sm/l x 19,3 mmHg/m0sm/l
= 5944 mmHg

- FAKTOR KOREKSI OSMOTIC COEFFICIENT


NaCl = 0,93 OSMOLARITAS NaCl 0,9 %
= 308 x 0,93 = 286 m0sm/l

OSMOLARITAS CAIRAN TUBUH


EQUILIBRIUM OSMOTIK ANTARA C.INTRA DAN
EKSTRASEL
- PERUB. KECIL KONS. EKSTRASEL
PEMBENTUKAN TEK.OSMOTIK YANG BESAR
PADA MEMBRAN SEL (1 m0sm ~ 1,93 mmHg)
- SEL (280 m0sm/1) DIMASUKKAN KE DALAM AIR
MURNI TEK.OSMOTIK = 5400 mmHg
TEKANAN UTK DIFUSI AIR

- PERUB. SEL BILA DIMASUKKAN KE DLM LAR.


IMPERMIABEL YANG :
- ISOTONIS
- HIPOTONIS

TGT KONS ZAT YG TERLARUT

- HIPERTONIS

YG IMPERMIABEL

- ISOSMOTIK
- HIPEROSMOTIK

TDK PEDULI APAKAH ZAT

- HIPOSMOTIK

YG TERLARUT PERMIABEL

ABNORMALITAS VOLUME DAN OSMOLALITAS


DARI C. INTRA DAN EKSTRASEL

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI :


INGESTI AIR, DEHIDRASI, INFUS BERBAGAI
LARUTAN i.v.
KEHILANGAN CAIRAN DARI :
- G.I. TRACT
- KERINGAT
- GINJAL

PRINSIP DASAR YANG HARUS DIINGAT :


1. AIR BERGERAK SECARA CEPAT MELALUI
MEMBRAN SEL OSMOLARITAS C. INTRA
DAN EKSTRASEL TETAP SAMA
2. MEMBRAN SEL HAMPIR KOMPLIT
IMPERMIABEL UNTUK BERBAGAI ZAT
JUMLAH OSMOL DALAM C. INTRA DAN
EKSTRASEL TETAP KONSTAN, KECUALI
DITAMBAH LARUTAN KEDALAM C.
EKSTRASEL ATAU HILANG DARI C.
EKSTRASEL

EFEK PENAMBAHAN LARUTAN GARAM


KEDALAM C. EKSTRASEL
ABNORMALITAS REGULASI VOL. CAIRAN
HIPONATREMIA :
- KELEBIHAN AIR (OSMOTIC
OVERHYDRATION)
- KEHILANGAN Na (HYPOSMOTIC
DEHYDRATION)

KEHILANGAN NaCl :
- KERINGAT YG BERLEBIHAN
- DIARE
- MUNTAH
- PEMAKAIAN DIURETIK YG BERLEBIHAN
- PENY. GINJAL SODIUM LOSS
- PENY. ADDISON
KELEBIHAN AIR :
- SEKRESI ADH YG BERLEBIH - LEBIHAN

HIPERNATREMIA :
-KEHILANGAN AIR DARI C. EKSTRASEL
(HYPEROSMOTIC DEHYDRATION)
-KELEBIHAN NaCL DALAM C.EKSTRASEL
(HYPEROSMOTIC OVERHYDRATION)

KEHILANGAN AIR :
- KEGAGALAN SEKRESI ADH EKSKRESI
AIR TINGGI D. INSIPIDUS
- PENY. GINJAL : TIDAK RESPON THD ADH
NEPHROGENIC D.INSIPIDUS
- INTAKE AIR < AIR HILANG
BERKERINGAT TINGGI
KELEBIHAN NaCL
- PEMBERIAN NaCL TINGGI
- SEKRESI ALDOSTERON TINGGI

EDEMA
INTRASEL
EDEMA
EKSTRASEL
UDEM INTRASEL
1. DEPRESI SISTEM MET. JARINGAN
2. NUTRISI SEL YANG ADEKUAT
3. INFLAMASI JARINGAN

UDEM EKSTRASEL
1. KEBOCORAN LARUTAN DARI PLASMA KE
INTERSTISIAL MELALUI KAPILER
2. KEGAGALAN SISTEM LIMFE UNTUK
MENGEMBALIKAN CAIRAN DARI
INTERSTISIAL KE DALAM PLASMA

FAKTOR YANG MENYEBABKAN


FILTRASI KAPILER TINGGI
FILTRASI = Kf ( Pc Pif - c + if )
Kf = COEF. FILTRASI KAPILER
- PERMEABILITAS
- LUAS PERMUKAAN KAPILER
Pif = TEK. HIDROSTATIK C. INTERSTITIAL
c = TEK. COLL. OSM. PLASMA
if = TEK. COLL. OSM. INTERSTITIAL

BLOKADE LIMFE
PROT. PLASMA YG BOCOR KE INTERSTITIAL
TIDAK DAPAT KEMBALI
- LIMFADENITI : FILARIA
- CANCER
- PASCA BEDAH
EDEMA PADA KEADAAN LAIN
- GAGAL JANTUNG
- RETENSI GARAM DAN AIR
- PENURUNAN PROTEIN PLASMA

FAKTOR PENGAMAN YANG MENCEGAH UDEM


SECARA NORMAL :
1. COMPLIANCE YANG RENDAH DARI
INTERSTISIAL (Gb. 25 7)
2. KEMAMPUAN PENAMBAHAN ALIRAN LIMFE
SAMPAI 10 50 x
3. WASHDOWN KONS. PROTEIN DALAM C.
INTERSTISIAL

SELURUH FAKTOR PENGAMAN TERHADAP


UDEM = 17 mmHg
COMPLIANCE JARINGAN YG RENDAH = 3 mmHg
PENAMBAHAN ALIRAN LIMFE
WASHDOWN PROTEIN

= 7 mmHg
= 7 mmHg

CAIRAN DALAM RUANGAN POTENSIAL TUBUH


-R. PLEURA
-R. PERIKARDIUM
-R. PERITONIUM
-R. SYNOVIA

- R. SENDI
- BURSA

PERMUKAAN DARI R. POTENSIAL SALING


MENEMPEL SEHINGGA RUANGAN DIANTARANYA MERUPAKAN LAPISAN CAIRAN TIPIS

PERTUKARAN CAIRAN ANTARA KAPILER DAN


R. POTENSIAL
MEMBRAN PERMUKAAN DARI R. POT. TIDAK
PUNYA TAHANAN CAIRAN, ELEKTROLIT
MAUPUN PROTEIN DAPAT KELUAR MASUK
DGN MUDAH ANTARA R. POT. DAN
INTERSTISIAL R. POT. R. INTERSTISIAL
YANG LUAS
CAIRAN KAPILER BERDEKATAN DENGAN R.
POTENSIAL
- DIFUSI KE C. INTERSTISIAL
- DIFUSI KE R. POT.

DRAINASE PROTEIN DARI R. POT KE DLM


KAPILER OLEH PEMBULUH LIMFE
-TIAP R. POT SECATA DIREK/INDIREK
BERHUBUNGAN DENGAN PEMBULUH LIMFE
- DLM R. PLEURA DAN PERITONEUM, PEMB.
LIMFE BERASAL DARI RUANG TERSEBUT

C. UDEM DLM R. POT = EFFUSION


- MEKANISME = UDEM INTRASEL
- FILTRASI KAPILER TINGGI
- BLOKADE SIST. LIMFE
- DLM CAV. ABDOMINAL = ASCITUS DAPAT
SAMPAI 20 l
- TEK. CAIRAN DLM R. POT NON EDEMA ADALAH
NEGATIF
- DLM R.PLEURA : -7 S.D. 8 mmHg
- DLM R.SENDI

: -3 S.D. 5 mmHg

- DLM R.PERIKARDIUM : -5 S.D. 6 mmHg

TABEL 27.1 Water Balance


----------------------------------------------------------------------Daili Input
----------------------------------------------------------------------Water content of foof
1000
Water comsumed as liquid
1200
Metabolik water during catabolism
300
Total
2500 ml

-----------------------------------------------------------------------------------

Daili Output
----------------------------------------------------------------------Urine
1200
Evaporation at skin
750
Evaporation at lungs
400
Lost in feces
150
Total
2500 ml

Tabel 1. : Nilai Rata-rata Komposisi Zat-zat didalam Cairan


Ekstraseluler dan Cairan Interseluler (mEq / Liter)
Cairan Ekstraseluler
Cairan
ION
Plasma
Cairan Interstitial
Intraseluler
Na
K
Ca
Mg

140
4,5
5
2,5
152

143
4
3
2
152

10
135
10
25
182

Cl
HCO3
HPO4
SO4
As.Organik
Protein

110
24
2
1
6
18
152

133
27
2
1
7
2
152

5
10
100
5
10
50
180

TABEL 2: KEBUTUHAN DAN KEHILANGAN CAIRAN TUBUH


PADA KEADAAN NORMAL SETIAP HARI.
BERAT
BADAN
(KG)

KEBUTUHAN
Ml/Orang

ml/Kg

KEHILANGAN
Urin
Fases
Keringat/
Uap

BAYI
300500 200-500 200-500 25-40
75-300
(2-10)
(1,3m/Kg/Jam)
Anak-anak 1000-1800 100 45 500-800 40-100
300-600
(10-40)
DEWASA 1800-2500 45 30 800-1000 100
600-1000
(60)
(0,5m/Kg/Jam)

Tabel 27.1 Total Body Water As A Precentage


Of Body Weight
Age
Newborn
6 months
2 years
16 years
20-39 years
Male
Female
40-59 years
Male
Female

Total Body Water,


% body weight
77
72
60
60
60
50
55
47

FUNCTION OF WATER
WATER HAS MANY IMPORTANT AND INTERRELATED
FUNCTIONS IN THE BODY. SOME OF THE MAJOR ONES
ARE THE FOLLOWING:
1. IT TRANSPORTS NUTRIENTS TO CELLS AND
CARRIES WASTE PRODUCTS FROM CELLS.
2. IT PREVIDES A LIQUID MEDIUM FOR
INTRACELLULAR CHEMICAL REACTIONS,
INCLUDING OVERALL CELLULAR METABOLISM.

3. IT ACTS AS A SOLVENT FOR ELECTROLYTES AND


OTHER SOLUTES
4. IT HELPS MAINTAIN BODY TEMPERATURE, AIDS
DIGESTION, AND PROMOTES PROPER EXCRETION.
5. IT TRANSPORTS ENZYMES, HORMONES, BLOOD
CELLS, AND MANY OTHER SUBSTANCES.