Anda di halaman 1dari 6

EKSANTEMA FIKSTUM

PENDAHULUAN
Eksantema Fikstum merupakan suatu erupsi kulit yang disebabkan oleh
reaksi obatyang timbul berulang-ulang dan selalu pada daerah yang
sama. Erupsi kulit diawali denganadanya eritema ataupun vesikel yang
berbentuk bulat atau lonjong dan biasanyan numular.Eritema tadi akan
meninggalkan bekas berupa makula hiperpigmentasi yang biasanya
lamamenghilang atau bisa menetap. (Arif Mansoer 2000, 133-135)E k s a n t e m a
fikstum
yang

bisa

terjadi

pada

pernahdilaporkan

semua

umur.

menderita

Usia

termuda

ekstantema

fikstum

a d a l a h 1 8 b u l a n d a n u s i a t e r t u a 8 7 t a h u n . Perbandingan antara
pria dan wanita 1:1. (David Butler 2010).Tempat predileksi pada penyakit ini
di sekitar mulut, di daerah bibir dan pada laki-laki bisa dijumpai di
daerah penis dengan keluhan subjektif berupa rasa panas dan gatal.
( Mochtar Hamzah 2010, 154-156)P e n y e b a b
adalah

obat-obatan.

Ada

dari

beberapa

penyakit
jenis

ini
obat

y a n g menyebabkan reaksi obat pada eksantema fikstum diantaranya


phenopthalein, barbiturat,sulfonamide, tetrasiklin, antipiretik dan golongan
NSAID. ( Donna Partogi, 2008)Diagnosis eksantema fikstum ditegakkan
berdasarkan anamnesa dan gambaran klinisyang khas yaitu dijumpai makula
hiperpigmentasi yang menetap dan berulang pada tempatyang sama.
(Arif Mansoer 2000, 133-135). Diagnosis banding eksantema fikstum
adalaheritema multiforme , herpes simpleks genitalis dan steven
johnson

syndrome.

fisktum

secara

(Klaus

Wolff 2009)P e n a t a l a k s a a n

umum

adalah

eksantema

menghindari

obat

y a n g menyebabkan erupsi dan secara khusus terbagi dua yaitu sistemik


dan topikal. Pengobatans i s t e m i k b i a s a n y a d i b e r i k a n a n t i h i s t a m i n
untuk

mengurangi

rasa

gatal

dan

pengobatansistemik

bisa

diberikan kompres terbuka dengan larutan Nacl 0,9% pada lesi


b a s a h d a n hidrokotikoson krim 1-2,5% pada lesi kering. ( Donna Partogi, 2008)
DEFINISI

Eksantema fisktum adalah kelainan kulit berupa erupsi kulit yang


disebabkan olehobat yang timbul berulang-ulang dan pada tempat yang sama.
(Donna Partogi, 2008)
SINONIM
Sinonim dari eksantema fikstum adalah
fixed drug eruption
dan
fixed exanthem.
(Arif Mansoer 2000, 133-135)
EPIDEMIOLOGI
Sekitar 10% eksantema fikstum terjadi pada anak dan dewasa, usia paling muda
yang pernah dilaporkan yaitu 18 bulan dan usia paling tua yaitu 87 tahun. Di
Amerika Serikat, prevalensi eksantema fikstum dilaporkan berkisar 2-5% untuk
pasien rawat inap dan lebihdari 1% untuk pasien rawat jalan. Eksantema
Fikstum didapatkan sebanyak 16-21% darisemua erupsi kulit oleh
karena obat. Perbandingan kasus pada pria dan wanita adalah sama 1:1.
(David Butler 2010).
ETIOLOGI
Lebih dari 100 macam obat telah terbukti dapat menyebabkan
terjadinya

eksantemafikstum

termasuk

ibupfrofen,

sulfonamida,

naproxen, dan tetrasiklin. Yang paling sering d i l a p o r k a n

adalah

phenopthalein, barbiturat, sulfonamide, tetrasiklin, antipiretik


d a n golongan NSAID. ( Donna Partogi, 2008 ; Klaus Wolff 2008)O b a t - o b a t
yang men yebabkan terjadinya eksantema fikstum adalah obat
yangdimakan terus menerus. Banyak obat golongan NSAID,
k h u s u s n y a t u r u n a n p i r a z o l o n , paracetamol, naproxen, oxicam, dan asam
mefenamat menimbulkan eksantema fikstum bisasanya pada daerah bibir.
Sulfonamid, trimethropin atau kombinasinya bisa menyebabkaneksantema
fikstum pada daerah genitalia. (William James 2011, 117-118)
PATOFISIOLOGI

Mekanisme terjadinya erupsi obat sebagian besar terjadi karena proses


imunologik.Obat dengan berat molekul rendah awalnya berperan sebagai hapten
atau antigen yang tidak
lengkap. Obat ini harus berkonjugasi terlebih dahulu dengan
p r o t e i n u n t u k m e m b e n t u k kompleks hapten protein. Obat dengan
berat molekul yang tinggi dapt langsung berfungsi sebagai antigen
lengkap. (Arif Mansoer 2000, 133-135)Secara umum ada 4 tipe reaksi obat alergi
menurut Coomb and Gel , yaitu : ( Mochtar Hamzah 2010, 154-156)1 . T i p e I
( r e a k s i c e p a t , a n a f i l a k t i k ) Reaksi ini penting dan sering dijumpai.
Antibodi yang terbentuk ialah antibodiIgE yang mempunyai anti
inflamasi

yang

pemberian

tinggi
obat

terhadap
yang

mastosit
sama,

dan

basofil. P a d a

antigen

dapat

m e m b e r i k a n p e r u b a h a n degranulasi sel mast dan basofil


d e n g a n d i l e p a s k a n n y a b e r m a c a m - m a c a m mediator antara lain
histamin, serotonin, dan bradikinin. Mediator-mediator ini mengakibatkan
bermacam macam efek antara lain urtikaria dan yang lebih berartiialah
angioedema.2 . T i p e I I ( r e a k s i s i t o s t a t i k ) Reaksi ini disebabkan oleh
antigen (obat) yang memerlukan penggabungan antaraIgM dan IgG di
permukaan sel. Gabungan obat-antibodi-komplemen terfiksasi pada sel
sasaran ( eritrosit, leukosit, trombosit) yang akan mengakibatkan lisis sel,sehingga
reaksi ini disebut juga reaksi sitolisis.3 . T i p e I I I ( r e a k s i k o m p l e k s
imun)Reaksi
antigen

ini

antibodi

mengaktifkan

ditandai

dengan

dalamsirkulasi

komplemen

yang

terbentuknya

darah

atau

kompleks

jaringan

k e m u d i a n melepaskan

dan

berbagai

mediator yang dapat merusak jaringan.4 . T i p e I V ( r e a k s i a l e r g i s e l u l e r


t i p e l a m b a t ) Reaksi ini melibatkan limfosit, APC ( Antigen Presenting Cell)
dan sel langerhansyang mempresentasekan antigen kepada limfosit T.
Limfosi tT yang tersensitasiakan mengadakan reaksi dengan antigen.
Reaksi ini disebut reaksi lambat karena terjadi 12-48 jam setelah terpajan
dengan antigen.
GEJALA KLINIS

Eksantema
eritematous

fikstum
atau

biasanya

muncul

dengan

bentuk

m a k u l a hiperpigmentasi yang dapat berkembang

menjadi plak edematosa dan bula yang mengalamideskuamasi dan menjadi


krusta. Ukuran lesi bervariasi mulai dari lentikular sampai plakat.Lesi
biasanya soliter dan apabila terpapar lagi dengan obat pencetus
biasanya akan muncullesi baru dan akan muncul lesi di tempat yang sama
(residif). Lesi dapat dijumpai di kulit danm e m b r a n m u k o s a y a i t u d i
bibir

badan,

tungkai

atas,

dan

genital.

Tem p a t

paling

seringadalah bibir dan pada pria sering mengenai genitalia


sehingga

sering

disangka

s e b a g a i penyakit kelamin. Lesi pada

eksantema fikstum jika menyembuh akan meninggalkan bercak hiperpigmentasi


yang akan menetap dalam jangka waktu yang lama. Eksantema
fikstumdapat muncul setelah 30 menit sampai 8-16 jam setelah terpapar dengan
obat-obatan. Gejalas u b j e k t i f m e l i p u t i r a s a t e r b a k a r d a n r a s a g a t a l ,
j a r a n g d i j u m p a i g e j a l a s i s t e m i k l a i n n y a . (Donna Partogi, 2008 ; Klaus
Wolff 2008 ; Mochtar Hamzah 2010, 154-156 ; Arif Mansoer 2000, 133-135).
DIAGNOSIS
Diagnosis eksantema fikstum ditegakkan berdasarkan anamnesa, gambaran klinis
dan pemeriksaan penunjang. Dari anamnesa didapatkan adanya riwayat
pengggunaan obat-obatand i s e r t a i m u n c u l n y a k e l a i n a n k u l i t p e r t a m a
s e k a l i b a i k s e c a r a a k u t m a u p u n y a n g t i m b u l beberapa hari setelah
penggunaan obat. (Arif Mansoer 2000, 133-135). Dari gambaran klinisakan
dijumpai gambaran yang khas beruapa adanya makula hiperpigmentasi
yang menetapdan berulang pada tempat yang sama.
PEMERIKSAAN PENUNJANG
1.
Biopsi kulitPada tahap awal akan dijumpai bula subepidermal dengan degenerasi
hidropik sel basal epidermis. Dapat juga dijumpai diskeratosis keratinosit dengan
sitoplasmaeosinofilik dan inti yang piknotik di epidermis. (Donna
Partogi, 2008 ; WilliamJames 2011, 117-118). Pada tahap lanjut dapat dilihat
melanin dan makrofag padadermis bagian atas dan terdapat peningkatan
jumlah melanin pada lapisan basalepidermis.2 . U j i

t e m p e l

Uji tempel dilakukan untuk membantu mengidentifikasi agen penyebab


timbulnyareaksi silang obat. Uji tempel dilakukan di antara periode
refrakter. Salah satu penelitian menggunakan waktu 8 minggu setelah lesi
sembuh kemudian dilakukanuji tempel. Uji tempel harus dilakukan di lesi
yang sudah ada, kalau tidak akanterjadi hasil negatif palsu. Setelah uji tempel
dilakukan,

sebaiknya

2010).3 . U j i

diikuti

provokasi

denganuji

provokasi

o r a l Uji

ini

oral.

(David

bertujuan

Butler
untuk

m e n c e t u s k a n t a n d a k l i n i s y a n g l e b i h r i n g a n d e n g a n pemberian obat
dosis kecil. Karena resiko yang mungkin ditimbulkan maka uji iniharus dilakukan
di bawah pengawasan petugas medis. Uji provokasi oral dianggapsatu satunya
uji yang dapat diandalkan untuk mendiagnosis eksantema fisktum.
(David Butler 2010).
DIAGNOSA BANDING
Eksantema fikstum dapat didiagnosis dengan: (Klaus Wolff 2009)1 . E r i t e m a
M u l t i f o r m e 2.Herpes Simplex Genitalis3.Steven Johnson
Syndrome
PENATALAKSANAAN
Penatalaksanaan pada eksantema fisktum terbagi dua :
( K l a u s Wol f f 2 0 0 9 ; Donna Partogi, 2008 ; Arif Mansoer 2000, 133-135).

UMUM
o
Menghentikan obat yang diduga sebagai penyebab.

KHUSUS
Terbagi dua :1 . S i s t e m i k

Kotikosteroid oral dengan dosis orang dewasa 3x10 mg /


h a r i (prednison) dengan dosis sediaan 1 tablet 5 mg.

Antihitamin

biasanya

diberikan

untuk

mengurangi

rasa

gatal.

Bisa

jugad i b e r i k a n a n t i h i s t a m i n g e n e r a s i l a m a y a n g m e m p u n y a i
e f e k s e d a s i misalnya chlorpheniramin malear 1x10mg/hari diminum pada
saat malamhari.2 . T o p i k a l

Jika lesi basah dapat diberikan kompres terbuka dengan larutan Nacl 0,9%yang
dilakukan 2-3 x sehari.

Jika lesi kering dapat diberikan krim hidrokortison 1% atau 2,5 %.

Lesi hiperpigmentasi tidak perlu diobati dan akan menghilang


d a l a m jangka waktu yang lama.
PROGNOSIS
Eksantema fikstum umumnya memiliki prognosa yang baik walaupun sering
residif.Yang perlu diperhatikan adalah menghindari obat-obat yang akan
menyebabkan penyakit ini.Belum pernah ada kematian yang dilaporkan
yang disebabkan oleh eksantema fisktum.
:
(Klaus Wolff 2009 ; Donna Partogi, 2008 ; David Butler 2010).