P. 1
Laporan Keuangan Bank

Laporan Keuangan Bank

|Views: 1,026|Likes:
Dipublikasikan oleh chapienpig

More info:

Published by: chapienpig on Feb 28, 2010
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/02/2013

pdf

text

original

l LAPORAN TAHUNAN P.T. BANK EKSEKUTIF INTERNASIONAL,Tbk TAHUN 2006 BAB. I. INFORMASI UMUM BANK 1. Umum a.

Pendirian Bank dan Informasi Umum PT. Bank Eksekutif Internasional Tbk (“Bank”), didirikan di negara Republik Indonesia dengan akta notaris Sugiri Kadarisman, S.H. No. 34 tanggal 11 September 1992 dengan nama “PT Executive International Bank”. Akta ini disetujui oleh Menteri Kehakiman dengan No. C2-9246-HT.01.01. Th.92 tanggal 10 Nopember 1992 dan diumumkan dalam tambahan No. 6651 pada berita negara Republik Indonesia No.103 tanggal 26 Desember 1992. Anggaran Dasar Bank telah mengalami beberapa kali perubahan, termasuk perubahan yang dilakukan sehubungan dengan Penawaran Umum Perdana Saham Bank, yang antara lain, mengubah status Bank menjadi Perusahaan Terbuka dan nama Bank menjadi PT. Bank Eksekutif Internasional Tbk, peningkatan modal dasar dan perubahan nilai nominal saham. Perubahan ini dilakukan dengan akta Notaris Misahardi Wilamarta, S.H. tanggal 12 Maret 2001, yang telah mendapat persetujuan dari Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia dalam Surat Keputusan No.C-00012.HT.01.04.TH 2001 tanggal 29 Maret 2001. Bank memulai aktivitas operasi di bidang Perbankan pada tanggal 9 Agustus 1993. Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar Bank, ruang lingkup kegiatan Bank adalah menjalankan kegiatan umum perbankan yang sesuai dengan peraturan yang berlaku di Indonesia. Bank memperoleh ijin untuk melakukan aktivitas-aktivitas tersebut berdasarkan Surat Keputusan Menteri Keuangan No. 673/KMK.017/1993 tanggal 23 Juni 1993. Bank berkedudukan di Jakarta dengan Kantor Pusat di jalan Tomang Raya No. 14, Jakarta. Pada tanggal 31 Desember 2005, Bank memiliki 19 buah Kantor yaitu 14 Kantor Cabang dan 5 buah Kantor Cabang Pembantu. b. Penawaran Umum Berdasarkan surat Ketua Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam) No. S1531/PM/2001, tanggal 22 Juni 2001, Bank melakukan Penawaran Umum Saham kepada masyarakat sebanyak 277.500.000 saham dengan nilai nominal Rp. 100 per saham dan harga penawaran Rp. 140 per saham. Secara bersamaan diterbitkan 55.500.000 Waran Seri I yang menyertai seluruh saham yang ditawarkan dalam rangka Penawaran Umum tersebut secara cuma-cuma. Waran tersebut memberikan hak kepada pemegangnya untuk melakukan pembelian saham baru

30

yang dikeluarkan dari portepel dengan nilai nominal Rp. 100 per saham dengan harga Rp. 175 per saham mulai tanggal 13 Januari 2003 sampai dengan tanggal 12 Juli 2004. Saham tersebut telah tercatat di Bursa Efek Jakarta sejak tanggal 13 Juli 2001. 2. Kepengurusan Pada tanggal 31 Desember 2006 dan 2005, susunan anggota Dewan Komisaris dan Direksi berdasarkan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan yang diselenggarakan pada tanggal 16 Juni 2006 dan 27 Mei 2005, adalah sebagai berikut : a. Dewan Komisaris : Presiden Komisaris Komisaris b. Direksi : Presiden Direktur Direktur Direktur : : : : : Lunardi Widjaja Reginald Maukar Tonny Antonius Andy Sutanto Harmen Rasjid

c. Pejabat Eksekutif Pejabat Eksekutif adalah pejabat yang bertanggung jawab langsung kepada Direksi dan atau pempunyai pengaruh terhadap kebijakan dan operasional perusahaan. Adapun pejabat eksekutif pada 31 Desember 2006 adalah sebagai berikut:         Vice President Operasional : Lindawati Vice President Marketing : Setiawan Widjaja Vice President Support and Development : Irawati Widjaja Corporate Secretary : Hery Hartawan Kepala Satuan Kerja Audit Intern (SKAI) : Winarta Tirtahardja Kepala Satuan Kerja Restrukturisasi Kredit (SKRK): Wachid Purnomo Kepala Bagian Treasury : Susilowati Pimpinan Kantor Pusat Operasional (KPO) : Iwan Syaeful Anwar - Cabang Mayestik : Rachmad Prijono - Cabang Kelapa Gading : Endarto Rahardjo - Cabang Semarang : Mugi Pamungkas - Cabang Surabaya : Tedy Setiadi - Cabang Medan : Akhmad Maulana - Cabang Denpasar : I Gusti Ngurah Adi - Cabang Bandung : Yusuf Setia Lesmana - Cabang Makasar : M. Ali Fauzi - Cabang Manado : I Made Aryawan - Cabang Malang : Arida Aprilawati - Cabang Palembang : Patria W. Sitompul - Cabang Solo : Erny Yunihastuti - Cabang Bandar Lampung : Agustinus Budiharto

30

Daftar riwayat hidup Dewan Komisaris, Direksi dan Pejabat Eksekutif sebagaimana terlampir. 3. Kepemilikan Saham Susunan pemilikan saham Bank pada tanggal 31 Desember 2006 berdasarkan catatan yang dibuat oleh PT Sirca Datapro Perdana, Biro Administrasi Efek, adalah sebagai berikut: Pemegang Saham Lunardi Widjaja Lusiana Widjaja Irawati Wijaya Sinthyawati Widjaja Setiawan Widjaja Masyarakat JUMLAH Jumlah Saham Ditempatkan dan Disetor 432.500.000 83.750.000 39.234.000 39.233.000 39.235.500 179.797.500 813.750.000 Jumlah Pemilikan 43.250.000.000 8.375.000.000 3.923.400.000 3.923.300.000 3.923.550.000 17.979.750.000 81.375.000.000 Persentase 53,15 10,29 4,82 4,82 4,82 22,10 100,00

Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa yang diaktakan dengan akta notaris Misahardi Wilamarta, S.H. No. 54 tanggal 12 Maret 2001, para pemegang saham menyetujui peningkatan modal dasar Bank menjadi Rp. 199.000.000.000 dan melakukan penawaran umum perdana kepada masyarakat melalui pasar modal dengan jumlah sebanyak-banyaknya 111.000.000 saham dengan nilai nominal Rp. 250 per saham dan menerbitkan Waran Seri I sebesar 22.200.000 waran. Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa yang telah diaktakan dengan akta notaris Misahardi Wilamarta, S.H. No. 129 tanggal 23 Maret 2001 dan No. 148 tanggal 28 Maret 2001, pemegang saham menyetujui untuk mengubah nilai nominal per saham dari Rp. 250 menjadi Rp. 100, mengubah jumlah saham yang akan ditawarkan kepada masyarakat menjadi sebanyak-banyaknya 277.500.000 saham dengan nilai nominal Rp. 100 per saham dan menerbitkan Waran Seri I sebesar 55.500.000 waran. Akta-akta tersebut telah disahkan oleh Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia dalam Surat Keputusan No. C-00012 HT.01.04.TH.2001 tanggal 29 Maret 2001. Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa yang telah diaktakan dengan akta notaris Misahardi Wilamarta, S.H. No.70 tanggal 20 Juli 2005, pemegang saham menyetujui penambahan modal disetor dengan memindahkan dana setoran modal atas nama Lusiana Widjaja sebesar Rp.3.875.000.000. Akta tersebut telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia dalam Surat Keputusan No.C-21555 HT.01.04.TH.2005 tanggal 4 Agustus 2005. Bank telah mencatatkan seluruh sahamnya pada Bursa Efek Jakarta.

30

4. Perkembangan Usaha Bank Perkembangan usaha bank yang disajikan adalah perbandingan posisi 31 Desember 2006 dengan 31 Desember 2005, sebagai berikut : a. Ikhtisar Data Keuangan Penting :
No. 1 POS-POS Penempatan pada Bank Indonesia a. Giro Bank Indonesia b. Sertifikat Bank Indonesia c. Lainnya Penempatan pada Bank Lain Obligasi Pemerintah Kredit yang diberikan i. pihak terkait dengan bank ii. pihak lain PPAP - Kredit yang diberikan -/Penyisihan Penghapusan Aktiva Produktif Aktiva Tetap & Inventaris a. Aktiva Tetap b. Akumulasi Penyusutan Aktiva Tetap Properti Terbengkalai Rupa-rupa Aktiva Total Aktiva Total Aktiva Produktif Dana pihak ketiga Simpanan dari Bank Lain Surat Berharga yang jual dengan janji dibeli kembali (Repo) Modal Disetor Agio Saham Selisih penilaian kembali aktiva tetap Saldo Laba Rugi Fasilitas kredit kepada nasabah yang belum ditarik Pendapatan bunga dalam penyelesaian Garansi yang diberikan Pendapatan bunga bersih. Laba Rugi Opersaional Laba Rugi sebelum pajak penghasilan Laba Rugi Bersih laba bersih per saham Realisasi 2006

(Dalam Jutaan Rupiah)
Realisasi 2005

Pertumbuhan Nominal Persentase 7,998 9,053 (12,997) 790 (4,391) (221,868) 18,641 18,532 13,390 (3,975) 3,031 33,399 (152,741) (231,324) (149,531) 8,139 0 0 0 (13,626) 23,058 (7,930) (1,911) (40,883) 30,914 33,033 33,033 42 8.34% 45.52% -100.00% 73.90% -95.94% -20.50% -41.06% -40.81% 11.12% 13.64% 89.75% 15.65% -10.24% -20.60% -11.50% 27.94% 0.00% 0.00% 0.00% -154.51% 103.35% -16.30% -87.38% -49.56% -59.99% -70.80% -70.80% -71.19%

2 3 4

103,924 28,939 0 1,859 186 860,576 (26,755) (26,875) 133,760 (33,111) 6,408 246,757 1,339,267 891,836 1,150,743 37,266 81,375 7,666 31,241 (4,807) 45,368 40,715 276 41,607 (20,615) (13,626) (13,626) (17)

95,926 19,886 12,997 1,069 4,577 1,082,444 (45,396) (45,407) 120,370 (29,136) 3,377 213,358 1,492,008 1,123,160 1,300,274 29,127 81,375 7,666 31,241 8,819 22,310 48,645 2,187 82,490 (51,529) (46,659) (46,659) (59)

5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25

30

26. Total Biaya Dana (Cost of Fund) Total biaya dana (cost of fund) per 31 Desember 2006 yaitu 8,76%, yang terdiri dari:
(Dalam Jutaan Rupiah)

Keterangan
Dana Masyarakat Giro Tabungan Deposito Berjangka Sertifikat Deposito Kewajiban Segera Bayar Antar Bank Pasiva Total Keterangan Dana Masyarakat Modal Total Loanable Funds Cost of Funds

Nominal
22.998 132.020 995.529 196 11.011 37.266 1.199.020 Nominal 1.199.020 115.475 1.314.495

Rate
1.69 % 5.08 % 10.52 % 10.52 % 0.00 % 8.89 % 9,60 % Rate 9,60 %

Cost of Funds
389 6.707 104.730 21 0 3.313 115.160 Cost of Funds 115.160 115.160 8,76%

30

27. Modal Sendiri Total modal sendiri per 31 Desember 2006 yaitu sebesar Rp. 108.843 juta dengan rincian sebagai berikut:
(Dalam jutaan Rupiah) NO. POS –POS I. KOMPONEN MODAL A. MODAL INTI 1. Modal disetor 2. Cadangan tambahan modal (Disclosed Reserve) a. Agio saham b. Disagio (-/-) c. Modal Sumbangan d. Cadangan umum dan tujuan e. Laba tahun-tahun lalu setelah diperhitungkan pajak f. Rugi tahun-tahun lalu (-/-) g. Laba tahun berjalan setelah diperhitungkan pajak (50 %) h. Rugi tahun berjalan (-/-) I. Selisih penjabaran laporan keuangan kantor cabang luar negeri 1) Selisih lebih 2) Selisih kurang (-/-) j. Dana setoran modal k. penurunan nilai penyertaan pada portfolio tersedia untuk dijual (-/-) 3. Goodwill -/B. MODAL PELENGKAP (maksimal 100 % dari Modal Inti) 1. Cadangan revaluasi aktiva tetap 2. Cadangan umum PPAP (maks. 1.25 % dari ATMR) 3. Modal pinjaman 4. Pinjaman subordinasi (maks. 50 % dari Modal Inti) 5. Peningkatan harga saham pada portofolio tersedia untuk dijual (45 %) II. TOTAL MODAL SENDIRI 2006 71.039 81,375 (10.336) 7,666 (20 .501)* (13.626) 16,125 37.804 31,241 6.563 108.843 2005 90.078 81,375 32,610 7,666 50,492 (65,580) 16,125 39,688 31,241 8,447 129,766

*) Laba tahun lalu posisi Desember 2006 sebesar Rp. 8.819 juta, setelah dikurangi Aktiva Pajak Tangguhan sebesar Rp. 29.320 juta, menjadi Rugi Rp. 20.501 juta

28. Jumlah Lembar Saham yang Ditempatkan dan Disetor Jumlah lembar saham yang ditempatkan dan di setor per 31 Desember 2006 adalah sebanyak 813.750.000 lembar saham, dengan nilai nominal Rp.100 per lembar saham, sehingga jumlah modal yang telah di setor adalah sebesar Rp. 81.375.000.000.

30

b. Rasio – Rasio Keuangan
No. I. Rasio (%) Permodalan 1. CAR dengan memperhitungkan risiko kredit 2. CAR dengan memperhitungkan risiko kredit dan risiko pasar 3. Aktiva Tetap terhadap modal Kualitas Aktiva 1. Aktiva Produktif bermasalah 2. PPA produktif terhadap aktiva produktif 3. Pemenuhan PPA produktif 4. Pemenuhan PPA non produktif 5. NPL gross 6. NPL net Rentabilitas 1. ROA 2. ROE 3. NIM 4. BOPO Likuiditas LDR Kepatuhan (Compliance) 1. a. Persentase pelanggaran BMPK a.1. Pihak terkait a.2. Pihak tidak terkait b. Persentase pelampauan BMPK b.1. Pihak terkait b.2. Pihak tidak terkait 2. GWM Rupiah 3. PDN Hal-hal lain yang perlu mendapat perhatian 1. Persentase KUK terhadap Total Kredit 2. Persentase Jumlah debitur KUK terhadap Total Debitur 3. Agunan diambil alih/ Total Rupa-rupa Aktiva 2006 9.37% 9.37% 122.89% 7.62% 3.01% 100.60% 7.89% 6.19% -0.96% -16.29% 4.25% 110.48% 74.80% 8.55% 15.72% 8.08% 64.10% 2005 9.71% 9.71% 92.76% 13.10% 4.04% 100.00% 13.53% 10.54% -2.99% -40.63% 6.68% 124.52% 83.60% 7.05% 30.58% 11.58% 59.12%

II.

III.

IV. V.

VI.

30

5. Sasaran, Strategi dan kebijakan Manajemen a. Sasaran yang akan dicapai  Bank Eksekutif memiliki visi menjadi bank pilihan nasabah dalam kredit konsumen retail dengan secara terus menerus menginovasi diri dan menjangkau seluruh propinsi di Indonesia melalui ekspansi network.  Sesuai dengan misinya Bank Eksekutif berkomitmen untuk menjiwai profesi perbankan agar mampu menciptakan kesinambungan usaha berikut perkembangannya dengan prinsip-prinsip :  Mengutamakan kecepatan dan kualitas pelayanan nasabah, siapapun mereka.  Memberikan kesejahteraan yang optimal bagi dan pertumbuhan bersama para mitra kerjanya.  Menciptakan bankir-bankir yang membanggakan dan terpercaya. b. Strategi Untuk Mencapai Sasaran Dalam memberikan pelayanan secara inovatif dan kompetitif, serta pelaksanaan manajemen secara profesional, strategi yang diterapkan untuk mendukung kegiatan usaha dan mencapai sasaran antara lain : (1) Profitability :  Fokus pengelolaan dana pada sektor otomotif.  Peningkatan sistem pengawasan kredit dan manajemen risiko untuk meminimalkan NPL dan memaksimalkan profit. Penetrasi downstream ke sektor otomotif  Maintenance terhadap nasabah funding untuk memperkuat struktur pendanaan dalam rangka ekspansi kredit. (2) Respectability :  Pemilihan dan penerapan sistem manajemen yang terfokus pada “culture” dan “customer” dan tidak kepada profit taking semata-mata.  Penyempurnaan sistem rekrutmen dan meningkatkan kualitas penerimaan karyawan baru.  Intensifikasi training internal dengan on the job training dan mentoring program (Management Trainee System).  Melaksanakan program-program corporate event dan corporate action untuk meningkatkan brand image Bank Eksekutif.

30

 Mempertahankan Corporate Identity Sign (CIS) dan standar kebersihan di setiap network. (3) Sustainability :       Realisasi rencana ekspansi Kantor Cabang untuk mempercepat pelayanan kepada network-network nasabah inti. Alternatif pendanaan ekspansi melalui Public Rights Offering, Private Placement dan penerbitan obligasi. Memperkuat struktur permodalan untuk mengantisipasi penerapan program Arsitektur Perbankan Indonesia (API). Penyusunan sistem SDM untuk memastikan regenerasi yang sejalan dengan ekspansi Kantor Cabang Penyusunan reporting system yang akurat, tepat waktu dan transparan kepada shareholders, Komite Audit dan Publik. Penyempurnaan corporate planning yang lebih terencana dan terevaluasi.

c. Kebijakan Manajemen Dalam Pengembangan Usaha Bank Dalam rangka meningkatkan kinerja usahanya, Manajemen Bank senantiasa melakukan upaya-upaya sebagai berikut : Melakukan pemantauan rasio CAR serta berupaya agar rasio tersebut berada dalam batas-batas predikat sehat dan berupaya terus untuk dapat memperbaiki struktur permodalan.
-

Melakukan pemantauan dan penyelesaian terhadap aktiva bermasalah serta menurunkan rasio NPL dan pemenuhan PPAP.
-

produktif

Melakukan pemantauan dan analisa keuangan secara berkala baik terhadap kondisi internal perusahaan dalam rangka penilaian tingkat kesehatan Bank, maupun terhadap kondisi moneter / makro sebagai bahan pertimbangan dalam mengambil langkah-langkah serta merencanakan perkembangan usaha Bank. Meningkatkan rentabilitas bahwa Manajemen senantiasa berupaya untuk mengambil langkah-langkah efisiensi dalam pengeluaran biaya tanpa mengurangi produktifitas kerja.
-

Meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui pendidikan dan pelatihan karyawan.
-

Mengembangkan kegiatan usaha dengan memperluas jaringan kantor cabang, serta pengembangan produk-produk pelayanan perbankan.
-

30

-

Melakukan restrukturisasi kredit, dalam rangka upaya penyelamatan kredit.

Menjaga Net Interest Margin (NIM) dengan cara meningkatkan kredit khususnya kredit kendaraan bermotor (KKB) dengan tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian.
-

Meningkatkan status menjadi bank devisa.

Meningkatkan pelayanan kepada masyarakat / nasabah dengan pelayanan secara lebih proaktif, sesuai motto speed, service, solution (3S). 6. Laporan Manajemen a. Struktur Organisasi Struktur Organisasi yang telah disesuaikan dengan perkembangan kegiatan usaha pada saat ini dapat dilihat dalam lampiran. b. Aktivitas Utama Bank Eksekutif melaksanakan aktivitas sebagaimana bank umum (non devisa) pada umumnya, yaitu menghimpun dana masyarakat dengan mengeluarkan produk funding Bank Eksekutif dan menyalurkan dana melalui pemberian kredit kepada masyarakat serta menyediakan jasa perbankan lainnya. Berdasarkan total modal posisi 31 Desember 2006 , yaitu sebesar Rp. 108.843 juta, maka sesuai Visi Arsitektur Perbankan Indonesia (API) Bank Eksekutif berada pada posisi sebagai Bank Fokus, dengan fokus pengelolaan dana pada sektor otomotif. Untuk medukung aktivitas-aktivitas tersebut Bank Eksekutif memperhatikan pula hal-hal sebagai berikut :  Meningkatkan pelayanan kepada masyarakat secara inovatif, kompetitif, efektif, efisien dan ramah.  Melaksanakan manajemen perusahaan secara profesional dengan struktur organisasi, sistem dan prosedur kerja yang telah ditetapkan oleh Bank Indonesia, dan diikuti dengan sistem pembinaan dan pengawasan yang berkesinambungan.  Meningkatkan hasil investasi dan keuntungan secara optimal untuk kepentingan pemegang saham, pengurus dan karyawan.  Merencanakan langkah-langkah dalam meningkatkan permodalan, daya saing, skala ekonomi yang lebih besar dan siap menghadapi era globalisasi.

30

c. Teknologi Sistem Informasi Pengembangan Teknologi Sistem Informasi (TSI) pada umumnya di dasarkan pada pengembangan system informasi aplikasi berupa software dan jaringan usaha yang dilandasi dengan IT. Selama tahun 2006 Bank telah melaksanakan pengembangan IT dengan melakukan perbaikan pada system aplikasi Perbankan maupun pengembangan pada perangkat pendukung untuk jaringan komunikasi antar kantor cabang –cabang, antara lain : a. Bulan Januari 2006 sampai dengan bulan Februari 2006 Bank melakukan pembelian Database Server baru untuk tipe IBM P Series 550 dan IBM P Series 520, melakukan installasi Operating System (O/S) AIX 5.3, dan melakukan instalasi database Oracle 9i. Untuk server IBM P Series 550 digunakan sebagai primary database server dan untuk server IBM P Series 520 digunakan sebagai standby database server, selain itu dilakukan pula uji koneksitas antara server IBM P Series 550 ke server IBM P Series 520 atau sebaliknya. b. Bulan Februari 2006 sampai dengan Maret 2006 Bank melakukan penggantian mesin primary database server IBM P Series 615 menjadi IBM P Series 550, dan server IBM P Series 615 digunakan untuk test dan development. Selain itu juga dilakukan penggantian mesin standby database server IBM RS/6000 H80 menjadi IBM P Series 520. Bulan April 2006 sampai dengan Mei 2006 Bank melaksanakan kontrak perjanjian maintenance dengan beberapa vendor antara lain: 1. Perjanjian kontrak meintenance untuk IBM server aplikasi x Series oleh PT. Solusi Mitra Integrasi Teknologi (SMIT) periode Mei 2006 sampai dengan Mei 2007. Perjanjian kontrak maintenance untuk perangkat jaringan Sisco Router oleh PT. Anabatic periode Mei 2006 sampai dengan Mei 2007. Perjanjian kontrak pemasangan jaringan baru oleh PT. Exelcomindo (XL) untuk 5 Kantor Cabang baru.

c.

2. 3.

d. Bulan Juni 2006 Unit Kerja TSI melakukan persiapan penyediaan perangkatperangkat pendukung untuk 5 Kantor Cabang baru, antara lain : Sisco Router untuk site vcabang luar kota, pemasangan cabling RJ, installasi client, perangkat pendukung seperti printer, passbook olliveti pr50, dan lain-lain.

30

e. Bulan Juli 2006 Bank melakukan uji coba Disaster Recovery Plan (DRP) pada Kantor Cabang Pembantu Fatmawati, di mana mesin IBM P Series 520 yang semula sebagai standby database server dijadikan sebagai primary database server. f. Bulan Agustus 2006 sampai dengan September 2006 dibuka 5 Kantor Cabang Bank Eksekutif baru di kota manado, Palembang, Malang, Solo, dan Lampung, dan dilakukan pula pemantauan jaringan XL pada 5 kantor Cabang baru tersebut guna menunjang kegiatan operasional. g. Bulan Oktober 2006 sampai dengan Desember 2006 Bank lebih memfokuskan pada pemeliharaan data aplikasi Core Banking System (CBS) dan jaringan komunikasi baik dari Lintas Arta dan XL pada Kantor-kantor Cabang. Pelaksanaan Pemeliharaan (Maintenance) a. Pemeliharaan mesin database server IBM P Series 550 dan IBM P Series 520 masih dalam garansi spare part selama 2 tahun dan garansi pemeliharaan 1 tahun oleh PT Perkom Indah Murni. b. Untuk mesin server test dan development IBM P Series 615 garansinya akan berakhir sampai dengan Desember 2006, dan akan dilakukan Maintenance Agreement pada Januari 2007. d. Jenis Produk Dan Jasa Dengan didukung oleh Sumber Daya manusia yang berkualitas, pengembangan produk dan jasa perbankan yang telah diperkenalkan, antara lain : PRODUK DANA
-

Rekening Giro Tabungan Eksekutif Tabungan ATM Deposito Berjangka Sertifikat Deposito PRODUK KREDIT ∗ Kredit Modal Kerja
-

Kredit Pinjaman Rekening Koran Kredit Akseptasi Rekening Koran Kredit Akseptasi Tetap

30

∗ Kredit Investasi
-

Kredit Investasi Kredit Investasi Kendaraan Kredit Akseptasi Angsuran ∗ Kredit Kerjasama Pembiayaan

-

Chanelling Kerjasama Pembiayaan Asset Sales ∗ Kredit Kendaraan Bermotor

-

Kredit Mobil Bank Eksekutif ∗ Kredit Kepemilikan Rumah

-

Kredit Kepemilikan Rumah Bank Eksekutif ∗ ∗ ∗ Kredit Konsumsi Lainnya Kredit Factoring Stock Financing
-

Rekening Koran Stock Financing

Bank Garansi JASA
-

Kliring Inkaso Transfer PDC (Post Dates Cheque) Safe Deposit Box

30

e. 1.

Tingkat suku bunga Rata-rata Suku Bunga Kredit Jangka Waktu Kurang dari 1 tahun >1 – 3 tahun >3 – 5 tahun Lebih dari 5 tahun 2006 30,15% 24,91% 33,64% 19,83% 2005 27,49 % 25,68 % 18,91 % -

2. Rata-rata Suku Bunga Deposito Berjangka Jangka Waktu Kurang dari 1 bulan 1 – 3 bulan 3 – 6 bulan 6 – 12 bulan Lebih dari 12 bulan 2006 9,75% 10,28% 10,86% 11,40% 11,51% 2005 13,00 % 13,00 % 12,32 % 10,83 % 8,81 %

3. Rata-rata Suku Bunga Simpanan Antar Bank Jangka Waktu Deposito Berjangka Giro Call Money Tabungan 2006 12,50% 1,00% - 2,00% 9,00% - 11,00% 6,00% 2005 10,50 % 2,00 % - 5,50 % 8,00 % - 12,00 % 5,50 %

f. Perekonomian / perbankan dan Target Pasar Perkembangan Perekonomian / Perbankan • Pertumbuhan ekonomi sebesar 5.5% (YoY) pada tahun 2006 menunjukan suatu kemajuan yang dicapai setelah perekonomian Indonesia diterpa tekanan ketidakstabilan makroekonomi yang sangat kuat pada penghujung 2005 dengan adanya kenaikan bahan bakar minyak (BBM) yang berdampak pada persepsi ekonomi pada tahun 2006, dimana kondisi perekonomian pada awal tahun 2006 ditandai melemahnya daya beli masyarakat dan meningkatnya biaya produksi mengakibatkan melemahnya keyakinan masyarakat terhadap prospek ekonomi pada tahun tersebut, sehingga berakibat pula terhadap melemahnya permintaan dan penawaran terhadap kredit. Pada paro pertama 2006, wajah perekonomian di sektor riil belum menampakkan gambaran yang mengembirakan, tetapi kondisi makroekonomi menunjukan

30

perkembangan yang semakin membaik, hal ini ditandai dengan membaiknya Sovereign Credit Rating dan premi risiko serta kestabilan nilai tukar meskipun harga minyak dunia terus bergerak naik. Disamping itu perbaikan kondisi makroekonomi juga diperkuat oleh surplus neraca perdagangan yang ditopang oleh kinerja ekspor yang tumbuh pesat sehingga meningkatkan cadangan devisa sebesar $42,6 milyar pada akhir tahun 2006. • Dengan adanya konsistensi Bank Sentral melakukan kebijakan inflation targeting yang diarahkan untuk mencapai sasaran inflasi dengan menurunkan BI rate sebesar 300 bps selama tahun 2006 hal ini adalah respon dari inflasi tahun 2006 yang terkendali mencapai 6.60% (YoY) pada akhir tahun, dibawah sasaran yang ditetapkan oleh pemerintah 8.0±1%. Kinerja perekonomian pada tahun 2007 akan semakin baik. Dengan dukungan kestabilan makroekonomi yang terjaga, tingkat bunga yang semakin rendah, nilai tukar stabil, serta implementasi berbagai agenda kebijakan Pemerintah dalam rangka perbaikan iklim investasi dan proyek infrastruktur, permintaan domestik akan meningkat. Dari sisi penyaluran dana perbankan, dengan suku bunga kredit yang rendah dan membaiknya persepsi perbankan terhadap prospek dunia usaha, pertumbuhan kredit diperkirakan mencapai 15%-18% di tahun 2007. Meskipun demikian, seiring dengan kecenderungan penurunan suku bung, penghimpunan dana pihak ketiga tumbuh tidak secepat pada tahun sebelumnya, dengan simpanan dibawah 3 bulan dan tabungan diperkirakan masih mendominasi sumber dana masyarakat. Berdasarkan jenis penggunaan kredit, kredit investasi diperkirakan akan mengalami pertumbuhan lebih tinggi dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Kredit modal kerja dan kredit konsumsi pun akan tetap meningkat. Kendati kegiatan ekonomi pada tahun 2007 berpeluang untuk tumbuh lebih baik terdapat beberapa factor risiko dan ketidakpastian yang patut dicermati. Kondisi ekonomi global yang lebih melemah dari perkiraan semula serta munculnya tekanan inflasi karena ketidakmampuan sisi penawaran dalam merespon stimulus kebijakan makroekonomi.

Target Pasar Menghadapi tahun yang akan datang, Bank Eksekutif berupaya untuk memperluas target pasarnya dengan melaksanakan kegiatan antara lain:
-

Mengembangkan competitive advantage di sektor pembiayaan otomotif, sehingga menjadi Bank yang fokus pada kegiatan tertentu.

30

-

Pengembangan informasi teknologi (IT) dan jasa, seperti pelayanan Kartu Kredit. Melakukan kerjasama dengan BPR dan Multi Finance dalam rangka penyaluran dan jasa-jasa pelayanan kepada nasabah. Adapun penyaluran kredit tersebut dalam bentuk Chanelling, Guarantor line, assets sale, pembiayaan langsung dengan kerja sama ATPM/ Dealer/ showroom otomotif untuk kendaraan roda dua dan roda empat. Untuk jasa-jasa pelayanan kepada nasabah, sebagai tahap awal saat ini sudah dijajaki kerjasama dengan BPR Karya Jatmika Sadaya. Peningkatan Status Bank menjadi Bank Devisa Mempunyai Kantor Cabang disetiap Propinsi yang potensial di Indonesia. Dalam tahun 2007, direncanakan pembukaan 4 buah Kantor Cabang yaitu di Banda Aceh, Yogyakarta, Pekanbaru dan Bankjarmasin.. Selain itu direncanakan pula pembukaan 1 buah Kantor Cabang Pembantu yaitu di Kantor Cabang Pembantu Medan. Tetap mempertahankan sebagai Bank dengan Fokus pada usaha tertentu, menurut pengelompokan Bank dalam Arsitektur Perbankan Indonesia (API) dan memenuhi persyaratan sebagai Bank Kinerja Baik (BKB). Jaringan Kerja dan Mitra Usaha Bank Eksekutif tidak memiliki jaringan kerja maupun mitra usaha baik di dalam maupun di luar negeri.

-

-

g.

h. Jumlah, Jenis dan Lokasi Kantor Sampai dengan tanggal 31 Desember 2006 dan 2005, Bank memiliki Kantor Cabang dan Kantor Perwakilan , sebagai berikut : Kantor Cabang/ Kota Perwakilan Cabang Jakarta Barat Cabang Jakarta Utara Cabang Jakarta Selatan Cabang Pembantu Jakarta Utara KPO KC.Kelapa Gading KC. Mayestik KPO KC.Kelapa Gading KC. Mayestik 2006 2005

KCP. Muara Karang KCP. Muara Karang

30

Cabang Pembantu Jakarta Selatan Cabang Semarang Cabang Pembantu Semarang Cabang Surabaya Cabang Pembantu Surabaya Cabang Medan Cabang Denpasar Cabang Bandung Cabang Pembantu Bandung Cabang Makassar Cabang Malang Cabang Solo Cabang Manado Cabang Palembang Cabang Lampaung

KCP.RS. Fatmawati KCP.RS. Fatmawati KC Semarang KCP Semarang KC Surabaya KCP Surabaya KC Medan KC Denpasar KC Bandung KCP Bandung KC Makassar KC Malang KC Solo KC Manado KC Palembang KC lampung KC Semarang KCPSemarang KC Surabaya KCP Surabaya KC Medan KC Denpasar KC Bandung KCP Bandung KC Makassar -

i. Kepemilikan Direksi, Komisaris dan Pemegang Saham dalam Kelompok Usaha Bank Bank Eksekutif tidak memiliki kelompok usaha Bank, namun demikian Pengurus Bank (Presiden Komisaris) memiliki keterkaitan dengan perusahaan sebagai berikut :

30

No 1 2 3 4 5 6

Nama Perusahaan PT Global Lestari Motorindo PT Lunardi Sentra PT Dana Auto Global PT BPR Babat Lestari PT BPR Dewaninusa PT BPR Porong Lestari

Kepemilikan & Kepengurusan Nama % Kepemilikan Jabatan Lunardi Widjaja 20% Direktur Lunardi Widjaja 20% Lunardi Widjaja 20% Komisaris Lunardi Widjaja 50% Lunardi Widjaja 40% Lunardi Widjaja 35% -

j. Perubahan-perubahan penting yang terjadi tahun 2006 Dalam upaya meningkatkan pelayanan yang lebih baik kepada para nasabahnya, Bank telah memperluas jaringan usaha dengan membuka 5 (lima) Kantor Cabang yaitu diwilayah Solo, Malang, Palembang, Manado dan Lampung. k. Hal-hal Penting yang Diperkirakan Terjadi di Masa Yang Akan Datang Tidak terdapat kejadian yang signifikan/ penting yang terjadi. l. Sumber Daya Manusia a. Jumlah SDM Pada tanggal 31 Desember 2006 dan 2005, Bank memiliki karyawan tetap sebanyak 546 dan 462 orang (tidak diaudit). Jumlah biaya karyawan Bank untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2006 dan 2005 masing masing adalah sebesar Rp.18.041.304.964,- dan Rp.16.507.585.826,-. Termasuk dalam biaya karyawan adalah remunerasi yang dibayarkan kepada anggota Dewan Komisaris dan Direksi Bank untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2006 dan 2005 sebesar masing masing Rp.1.105.919.891,-untuk tahun 2006 dan Rp.1.258.908.089,- untuk tahun 2005. Rincian karyawan tetap untuk masing masing cabang per tanggal 31 Desember 2006 dan 2005 adalah sebagai berikut: Kantor Cabang/ Perwakilan Kantor Cabang : Kantor Pusat / KPO Kelapa Gading Mayestik 140 15 16 126 15 16 Tahun 2006 Tahun 2005

30

Semarang Surabaya Medan Denpasar Makassar Bandung Malang Solo Manado Palembang Lampung Kantor Cabang Pembantu : Muara Karang Fatmawati Semarang Surabaya Bandung Total b. Struktur Pendidikan :

24 35 52 27 37 41 9 20 23 23 20

28 47 54 29 36 44 0 0 0 0 0

14 14 11 13 12 546

15 14 14 12 12 462

Struktur pendidikan Dewan Komisaris, Direksi dan Karyawan, pada Desember 2006 terdiri dari : c. Magister (S-2) Sarjana (S-1) Sarjana Muda Sekolah Lanjutan Atas (SLTA) Sekolah Lanjutan Pertama (SLTP) Jumlah : 13 Orang : 375 Orang : 18 Orang : 132 Orang : 8 Orang : 546 Orang

Pelatihan dan Pengembangan SDM Sebagaimana diketahui, sumber daya manusia merupakan salah satu asset terpenting dari perusahaan sehingga akan selalu mendapatkan perhatian dari manajemen. Untuk dapat melaksanakan tugas-tugas perbankan secara profesional, akan terus dilakukan peningkatan sumber daya manusia yang berkualitas, seperti :

30

- Rekrutmen akan dilaksanakan secara terencana, terkoordinasi, berdasarkan kebutuhan, disiplin ilmu dan pengalaman kerja serta sesuai dengan perkembangan jaringan kantor. - Rotasi dan mutasi karyawan disesuaikan dengan spesifikasi serta kebutuhan perusahaan. - Pendidikan dan pelatihan karyawan dilakukan dengan berbagai cara antara lain in house training, pendidikan berkaitan dengan peningkatan skill, lokakarya maupun seminar. - Dengan adanya ketentuan tentang jabatan, pangkat dan grade karyawan, diharapkan dapat memacu motivasi karyawan berprestasi. - Penyesuaian gaji dan tunjangan dilakukan sesuai prestasi, jabatan, pangkat dan grade karyawan. m. Penerapan Manajemen Risiko  Faktor-Faktor Risiko (Risk Factors) Faktor-Faktor yang mempengaruhi Strategi Usaha Bank, termasuk yang secara langsung mempengaruhi Rentabilitas seperti :  Suku Bunga Identifikasi risiko dilakukan terhadap risiko yang melekat pada asset dan instrumen keuangan lain, baik pada kegiatan fungsional tertentu maupun kegiatan Bank secara keseluruhan untuk kemudian dilakukan analisa.  Nilai Tukar Identifikasi risiko dilakukan terhadap risiko yang melekat pada transaksi valuta asing (valas). Mengingat Bank Eksekutif sampai saat ini belum mel;akukan transaksi valuta asing, maka identifikasi risiko terhadap Nilai Tukar, belum dilakukan.  Fluktuasi Pasar Identifikasi risiko dilakukan dengan analisa terhadap akseptabilitas Bank terhadap pasar.  Persaingan Identifikasi risiko dilakukan dengan analisa terhadap kekuatan dan kelemahan yang dimiliki Bank (analisis SWOT).  Masalah-masalah Hukum yang sedang dan akan dihadapi Bank.
30

Proses Manajemen Risiko Berdasarkan Peraturan Bank Indonesia No. 5/8/PBI/2003 tanggal 19 Mei 2003 tentang Penerapan Manajemen Risiko Bagi Bank Umum, dan SE Bank Indonesia No. 5/21/DPNP tanggal 29 September 2003 Perihal Penerapan Manajemen Risiko Bagi Bank Umum, Bank telah melaksanakan kerjasama dengan konsultan PT Magna Globalindo untuk menyempurnakan proses pelaksanaan manajemen risiko, yaitu dengan menyusun alat bantu (software) yang dapat dipergunakan untuk proses identifikasi dan pengukuran dan sistem informasi manajemen risiko. Sehubungan dengan hal tersebut, pada saat ini Bank telah melaksanakan identifikasi risiko melalui alat bantu (software) K-Risk. Dengan software K-Risk, Bank mulai mengumpulkan data mengenai risk event yang terjadi pada seluruh unit aktivitas fungsional. Kemudian data-data tersebut dianalisa mengenai kemungkinan dampak risiko yang ditimbulkannya, untuk mendapatkan solusi ataupun mitigasinya, berdasarkan tenggat waktu yang ditentukan. Hal ini dilakukan untuk pemantauan risiko operasional, agar risk event yang ada tidak berdampak secara signifikan terhadap kelangsungan Bank.

Profil Risiko Berdasarkan Peraturan Bank Indonesia No. 5/8/PBI/2003 tanggal 19 Mei 2003 tentang Penerapan Manajemen Risiko Bagi Bank Umum, telah ditetapkan bahwa Laporan Profil Risiko dilakukan secara triwulanan, untuk itu saat ini Bank telah menyusun format yang lebih sempurna untuk Laporan Profil Risiko Triwulanan yang dilaporkan ke Bank Indonesia, sehingga selain dikirimkan ke Bank Indonesia per triwulanan, juga dibuat laporan profil risiko bulanan yang dipergunakan untuk kepentingan internal Bank, sehingga diharapkan jika indikator maupun parameter yang ada pada format laporan profil risiko telah cukup baik, akan dapat memberikan kontribusi pertimbangan pada pengambilan keputusan manajemen. Untuk tahun 2006, telah dibuat Laporan Profil Risiko sebagai berikut : 1. 2. 3. Laporan Profil Risiko Triwulan I tahun 2006 telah disampaikan kepada Bank Indonesia dengan surat No. 077/DIR-BEI/BI/IV/06 tanggal 19 April 2006. Laporan Profil Risiko Triwulan II tahun 2006 telah disampaikan kepada Bank Indonesia dengan surat No. 146/DIR-BEI/BI/VII/06 tanggal 20 Juli 2006. Laporan Profil Risiko Triwulan III tahun 2006 telah disampaikan kepada Bank Indonesia dengan surat No. 280/DIR-BEI/BI/X/06 tanggal 18 Oktober 2006.

30

4.

Laporan Profil Risiko Triwulan IV tahun 2006 telah disampaikan kepada Bank Indonesia dengan surat No. 009/DIR-BEI/BI/I/07 tanggal 18 Januari 2007.  Sertifikasi Manajemen Risiko Berdasarkan Peraturan Bank Indonesia No. 7/25/PBI/2005 tanggal 3 Agustus 2005, tentang Sertifikasi Manajemen Risiko bagi Pengurus dan Pejabat Bank Umum, Bank Eksekutif telah mengikutsertakan : Program Eksekutif (khusus untuk Direksi) : Lunardi Widjaja Andy Sutanto Tony Antonius : Presiden Komisaris : Direktur Operasional : Presiden Direktur 17 Desember 2005 18 Nopember 2006

Ujian level I sertifikasi manajemen risiko : Dendy Ariffin : Kasie SKMR Iwan Syaiful A. : Pimpinan KPO

Untuk tahun 2007, Bank mendaftarkan sejumlah 30 peserta ujian untuk level I yang terdiri dari : Eselon I Eselon II Eselon III : 4 Peserta (dengan kewajiban sertifikasi s/d level III) : 2 Peserta (dengan kewajiban sertifikasi s/d level II) : 24 Peserta (dengan kewajiban sertifikasi s/d level I)

Dengan demikian, pada tahun ini diharapkan para pejabat yang wajib mengikuti program sertifikasi manajemen risiko telah ikut dalam ujian sertifikasi manajemen risiko level I.

30

BAB. II. LAPORAN KEUANGAN TAHUNAN A. Neraca Merupakan perbandingan bulan Desember 2006 terhadap bulan Desember 2005:
N. o PO S-PO S A TV KI A K as Penem patan pada B Indonesia ank a. G B Indonesia iro ank b. Sertifik B Indonesia at ank c. L ainnya G pada B L iro ank ain a. R upiah b. V aluta asing Penem patan pada B L ank ain a. R upiah b. V aluta asing PP - P A enem patan pada banklain -/Surat B erharga yang D ilik im i a. R upiah i. D iperdagangk an ii. Tersedia untuk dijual iii. D iliki hingga jatuh tem im po b. V aluta asing i. D iperdagangk an ii. Tersedia untuk dijual iii. D iliki hingga jatuh tem im po PP - S A urat B erharga yang dim iliki -/Surat berharga yang dijual dgn janji dibeli k bali em O bligasi P erintah em a. D iperdagangkan b. Tersedia untuk dijual c. D ilik hingga jatuh tem im i po Surat B erharga yang dibeli dengan janji dijual k bali (reverse repo em ) a. R upiah b. V aluta asing PP - S A urat berharga yang dibeli dengan janji dijual k bali -/em Tagihan derivatif PP - Tagihan derivatif -/A K redit yang diberikan a. R upiah i. pihak terkait dengan bank ii. pihaklain b. V aluta asing i. pihak terkait dengan bank ii. pihaklain PP - K A redit yang diberik -/an Tagihan akseptasi PP - Tagihan ak A septasi -/Penyertaan PP - P A enyertaan -/Pendapatan yang m asih akan diterim a B iaya dibayar dim a uk U ang m a pajak uk Aktiva PajakTangguhan Aktiva Tetap Akum ulasi penyusutan aktva tetap -/Properti terbengk alai PP - P A roperti terbengkalai -/Aktiva sew guna usaha a Akum ulasi penyusutan aktiva sew guna usaha -/a Agunan yang diam bil-alih PP - Agunan yang diam A bil-alih -/Aktiva lain-lain TO TALAK A TIV R lisasi ea 2006 16 4 ,84 10 4 3,92 28 9 ,93 1 9 ,75 1 00 (12 0) R lisasi ea 2005

(Dalam Jutaan Rupiah)

Pertm uh b an N in om al Persen tase 4,2 97 7,9 98 9,0 53 (12 7) ,99 7 90 0 (1 ) 09 34 % .25 8.3 4% 45 % .52 -10 0% 0.0 81 % .53 0.0 0% 99 1 0.9 % -9 4% 5.9 -2 0% 0.5 -4 6% 1.0 -3 % .48 57 2 1.3 % 22 % .64 11 % .12 13 % .64 89 % .75 26 % .64 -4 1% 2.4 -1 4% 0.2

1 2

1 47 2,5 9 26 5,9 1 86 9,8 1 97 2,9 99 6 10 0 (1 1)

3 4

-

-

5

1 86 86 6 0,57 (2 55 6,7 ) 10 3 ,97 16 7 ,87 29 0 ,32 13 0 3,76 (3 11 3,1 ) 6 8 ,40 16 8 2,26 27 9 ,31 1,3 ,2 39 67

4 7 ,57 1,08 4 2,4 4 (45 6) ,39 1 69 1,3 2 4 ,51 2 07 3,9 12 ,37 0 0 (29 6) ,13 3 7 ,37 12 ,13 8 1 4 37 7,4 1,49 0 2,0 8

(4 9 ,3 1) (22 68 1,8 ) 1 41 8,6 (3 ) 96 1 63 4,3 5,4 13 1 90 3,3 (3 7 ,9 5) 3,0 31 3 37 4,1 (20 8) ,11 (15 41 2,7 )

6 7

8

9 1 0

1 1 1 2 1 3 1 4 1 5 1 6 1 7 1 8 1 9 2 0 2 1

30

No.

POS-POS PASIVA Giro a. Rupiah b. Valuta asing Kewajiban segera lainnya Tabungan Simpanan Berjangka a. Rupiah i. pihak terkait dengan bank ii. pihak lain b. Valuta asing i. pihak terkait dengan bank ii. pihak lain Sertifikat Deposito a. Rupiah b. Valuta asing Simpanan dari bank lain Surat Berharga yang dijual dengan janji dibeli kembali (repo ) Kewajiban derivatif Kewajiban akseptasi Surat Berharga Yang Diterbitkan a. Rupiah b. Valuta asing Pinjaman Yang Diterima a. Fas. Pendanaan Jangka Pendek Bank Indonesia b. Lainnya i. Rupiah - pihak terkait dengan bank - pihak lain ii. Valuta asing - pihak terkait dengan bank - pihak lain Estimasi kerugian komitmen & kontinjensi Kewajiban sewa guna usaha Beban yang masih harus dibayar Taksiran pajak penghasilan Kewajiban Pajak Tangguhan Kewajiban Lain-lain Pinjaman Subordinasi a. Pihak terkait dengan bank b. Pihak lain Modal Pinjaman a. Pihak terkait dengan bank b. Pihak lain Hak Minoritas Ekuitas a. Modal disetor b. Agio (disagio) c. Modal Sumbangan d. Dana Setoran Modal e. Selisih penjabaran laporan keuangan f. Selisih penilaian kembali aktiva tetap g. Laba (rugi) yang belum direalisasi dari surat berharga h. Pendapatan komprehensif lainnya i. Saldo Laba (Rugi) TOTAL PASIVA

Realisasi 2006

Realisasi 2005

Pertumbuhan Nominal Persentase

1 2 3 4

22,998 11,001 132,020 18,080 977,449 196 37,266 6,101 2,556 81,375 7,666 16,125 31,241 (4,807) 1,339,267

15,804 9,899 70,839 22,628 1,191,003 29,127 20 5,719 1,743 81,375 7,666 16,125 31,241 8,819 1,492,008

7,194 1,102 61,181 (4,548) (213,554) 8,139 (20) 382 813 (13,626) (152,741)

45.52% 11.13% 86.37% -20.10% -17.93% 27.94% -100.00% 6.68% 46.64% 0.00% 0.00% 0.00% 0.00% -154.51% -10.24%

5 6 7 8 9 10 11

12 13 14 15 16 17 18 19 20 21

30

B.

Laporan Laba Rugi Merupakan perbandingan bulan Desember 2006 terhadap bulan Desember 2005 :
(Dalam Jutaan Rupiah)
2006 PENDAPATAN DAN BEBAN OPERASIONAL 1 Pendapatan bunga 1.1. Hasil bunga a. Rupiah b. Valuta asing 1.2. Provisi dan komisi a. Rupiah b. Valuta asing Jumlah Pendapatan Bunga 2 Beban bunga 2.1. Beban bunga a. Rupiah b. Valuta asing 2.2. Komisi dan provisi Jumlah Beban Bunga Pendapatan Bunga Bersih 3 Pendapatan operasional lainnya 3.1. Pendapatan Provisi, komisi, fee 3.2. Pendapatan transaksi valuta asing 3.3. Pendapatan kenaikan nilai surat berharga 3.4. Pendapatan lainnya Jumlah Pendapatan Operasional Lainnya 4 Beban (Pendapatan) Penghapusan Aktiva Produktif 5 Beban Estimasi kerugian Komitmen dan Kontinjensi 6 Beban operasional lainnya 6.1. Beban Administrasi dan Umum 6.2. Beban Personalia 6.3. Beban penurunan nilai surat berharga 6.4. Beban Transaksi valas 6.5. Beban Promosi 6.6. Beban lainnya Jumlah Beban Operasional Lainnya LABA (RUGI) OPERASIONAL PENDAPATAN DAN BEBAN NON OPERASIONAL 7 Pendapatan Non Operasional 8 Beban Non Operasional Pendapatan (Beban) Non Operasional 9 Pendapatan/Beban Luar Biasa 10 LABA/ RUGI SEBELUM PAJAK PENGHASILAN 11 Taksiran pajak penghasilan -/12 LABA/ RUGI TAHUN BERJALAN 13 Hak minoritas -/14 Saldo laba (rugi) awal tahun 15 Dividen Lainnya 16 Saldo laba (rugi) akhir periode 17 LABA BERSIH PER SAHAM 2005 Nominal Persentase

188,526 1,220 189,746

200,641 1,664 202,305

(12,115) (444) (12,559)

-6.04% -26.68% -6.21%

148,139 148,139 41,607 115 6,787 6,902 (5,933) (20) 24,983 18,041 16,566 15,487 75,077 (20,615) 20,472 13,483 6,989 (13,626) (13,626) 8,819 (4,807) (17)

119,815 119,815 82,490 148 7,727 7,875 62,641 (12) 23,454 16,507 22,512 16,792 79,265 (51,529) 44,517 39,647 4,870 (46,659) (46,659) 55,478 8,819 (59)

28,324 28,324 (40,883) (33) (940) (973) (68,574) (8) 1,529 1,534 (5,946) (1,305) (4,188) 30,914 (24,045) (26,164) 2,119 33,033 -

23.64% 23.64% -49.56% -22.30% -12.17% -12.36% -109.47% 66.67% 6.52% 9.29% -26.41% -7.77% -5.28% -59.99% -54.01% -65.99% 43.51% -70.80% #DIV/0!

(46,659) (13,626) 42

-84.10% -154.51% -71.19%

30

C.

Laporan Perubahan Ekuitas Merupakan perbandingan bulan Desember 2006 terhadap bulan Desember 2005 :
Saldo Laba Modal Saham (Rp.) Saldo Per 1 Januari 2005 Penambahan Modal Saham Selisih Penilaian Aktiva Tetap (Rugi) bersih tahun berjalan Saldo Per 31 Desember 2005 (Rugi) bersih tahun berjalan Saldo Per 31 Desember 2006 77.500.000.000 3.875.000.00 0 81.375.000.000 81.375.000.000 Tambahan Selisih Penilaian Modal Disetor - kembali Aktiva Bersih Tetap (Rp.) (Rp.) 7.666.251.025 31.241.203.329 7.666.251.025 7.666.251.025 31.241.203.329 31.241.203.329 Telah ditentukan penggunaannya (Rp.) Belum ditentukan penggunaannya (Rp.) 55.478.217.149 (46.659.719.421) 8.818.497.728 (13.626.027.985) (4.807.530.257) Jumlah ekuitas (Rp.) 171.885.671.503 3.875.000.000 (46.659.719.421) 129.100.952.082 (13.626.027.985) 115.474.924.097

D. Laporan Arus Kas Merupakan perbandingan bulan Desember 2006 terhadap bulan Desember 2005
2006 (Rp) ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI Bunga, Provisi dan komisi yang diterima Pendapatan (beban) non operasional - bersih Pendapatan operasional lainnya Beban operasional lainnya Bunga, Provisi dan komisi yang dibayar Pendapatan sebelum perubahan dalam aktiva dan kewajiban operasi Perubahan dalam aktiva dan kewajiban operasi: Penurunan (kenaikan) aktiva operasi Penempatan pada bank lain Efek yang dimiliki Kredit yang diberikan Aktiva lain lain Kenaikan (penurunan) kewajiban operasi Giro Tabungan Deposito berjangka Sertifikat deposito Kewajiban segera lainnya Rp 190.259.864.250 (31.675.629.324) 6.785.983.837 (64.523.317.970) (149.939.842.792) (49.092.941.998) Rp 207.854.377.178 (11.731.236.530) 7.727.207.478 (72.118.112.713) (119.128.039.105) 12.604.196.308 2005 (Rp)

(261.187.593) 3.944.172.131 212.454.701.264 (942.491.348) 7.194.069.828 61.181.098.709 (217.906.392.894) 1.482.628.563

4.277.239.696 25.383.538.700 43.585.364.122 (83.126.724.743) (11.717.716.298) (1.980.772.980) 47.412.602.841 (1.079.958.534)

30

Kewajiban lainnya Kas bersih yang diperoleh dari aktiva operasi sebelum Pembayaran pajak penghasilan Pajak penghasilan yang dibayar Kas Bersih dari (untuk) Aktivitas Operasi ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI Hasil penjualan aktiva tetap Perolehan aktiva tetap Kas Bersih dari (untuk) Aktivitas Operasi ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN Kenaikan (penurunan) pinjaman yang diterima Kas Bersih dari aktivitas Pendanaan KENAIKAN ( PENURUNAN ) BERSIH KAS DAN SETARA KAS KAS DAN SETARA KAS AWAL PERIODE KAS DAN SETARA KAS AKHIR PERIODE Rincian kas dan setara Kas akhir periode adalah sebagai berikut: Kas Giro pada Bank Indonesia Giro pada bank lain Aktivitas yang tidak mempengaruhi kas: Agunan yang diambil alih

701.631.147

(25.816.640.252)

18.755.287.808

9.541.128.861 (1.084.343.001)

18.755.287.808 1.049.100.000 (14.859.544.387) (13.810.444.387) 8.139.958.498 8.139.958.498 13.084.801.919 109.442.312.410 122.527.114.329 16.844.143.200 103.924.155.019 1.758.816.110 122.527.114.329 162.267.821.705

8.456.785.860 468.012.807 (10.434.518.174) 9.966.505.367 14.437.858.523 14.437.858.523 12.928.139.016 96.514.173.394 ` 109.442.312.410 12.546.893.675 95.926.319.048 969.099.687 109.442.312.410 128.131.627.610

30

E.

Komitmen dan Kontijensi Merupakan perbandingan bulan Desember 2006 terhadap bulan Desember 2005:
(Jutaan Rupiah)

No.

POS-POS

Realisasi 2006

Realisasi 2005

Pertumbuhan Nominal Persentase

1

2

1

2 3

KOMITMEN Tagihan komitmen Fasilitas pinjaman yang diterima dan belum digunakan a. Rupiah b. Valuta asing Lainnya Jumlah tagihan komitmen Kewajiban komitmen Fasilitas kredit kepada nasabah yang belum ditarik a. Rupiah b. Valuta asing Irrevocable L/C yang masih berjalan dalam rangka impor dan ekspor Lainnya jumlah kewajiban komitmen JUMLAH KOMITMEN BERSIH KONTINJENSI Tagihan kontinjensi Garansi yang diterima a. Rupiah b. Valuta asing Pendapatan bunga dalam penyelesaian a. Rupiah b. Valuta asing Lainnya jumlah tagihan kontinjensi Kewajiban Kontinjensi Garansi yang diberikan a. Bank garansi - Rupiah - Valuta asing b. Lainnya Revocable L/C yang masih berjalan dalam rangka impor dan ekspor Lainnya jumlah kewajiban kontinjensi JUMLAH KONTINJENSI BERSIH

21,904 21,904

2,998 2,998

18,906 18,906

630.62% 630.62%

45,368 21,904 67,272 (45,368)

22,310 2,998 25,308 (22,310)

23,058 18,906 41,964 (23,058)

103.35% 630.62% 165.81% 103.35%

1

40,715 40,715

48,645 48,645

(7,930) (7,930) -16.30%

-

2

3

-16.30%

1

276 276 40,439

2,187 2,187 46,458

(1,911) (1,911) (6,019)

-87.38% -87.38% -12.96%

2 3

30

F. Jumlah Penyediaan Dana kepada Pihak Terkait Penyediaan dana kepada pihak terkait posisi 31 Desember 2006 yaitu diberikan kepada PT Global Lestari Motorindo, sebesar Rp. 186 juta dalam bentuk Kredit Investasi. G. Kualitas Aktiva Produktif, Kredit Properti dan Kredit yang Direstrukturisasi Rincian Kualitas Aktiva Produktif, Kredit Properti dan Kredit yang Direstrukturisasi posisi 31 Desember 2006, adalah sebagai berikut:

30

No. I. A. 1. 2. 3.

Pos-pos

PIHAK TERKAIT AKTIVA PRODUKTIF Penempatan pada Bank lain Surat-surat berharga kepada pihak ketiga Kredit kepada pihak ketiga a. KUK b. Kredit Properti i. Direstrukturisasi ii. Tidak direstrukturisasi c. Kredit lain yang direstrukturisasi d. Lainnya 4. Penyertaan pada pihak ketiga a.Pada perusahaan keuangan non-bank b.Dalam rangka restrukturisasi kredit 5. Tagihan Lain kepada pihak ketiga 6. Komitmen dan Kontinjensi kepada pihak ketiga AKTIVA NON PRODUKTIF Properti terbengkalai Agunan yang diambil-alih Rekening antar kantor dan suspense account JUM LAH

L 186 186 186

DPK -

2006 Posisi tanggal Laporan KL D -

M -

Jumlah 186 186 186

B. 1. 2. 3. II. A. 1. 2. 3.

PIHAK TIDAK TERKAIT AKTIVA PRODUKTIF Penempatan pada Bank lain Surat-surat berharga kapada pihak ketiga dan BI Kredit kepada pihak ketiga a. KUK b. Kredit Properti i. Direstrukturisasi ii. Tidak direstrukturisasi c. Kredit lain yang direstrukturisasi d. Lainnya 4. Penyertaan pada pihak ketiga a.Pada perusahaan keuangan non-bank b.Dalam rangka restrukturisasi kredit 5. Tagihan Lain kepada pihak ketiga 6. Komitmen dan Kontinjensi kepada pihak ketiga AKTIVA NON PRODUKTIF Properti terbengkalai Agunan yang diambil-alih Rekening antar kantor dan suspense account JUM LAH TOTAL

1,759 28,939 656,690 107,279 549,411 276 6,408 162,268 856,340 856,526 6,564 6564 6,564 6564

135,985 17,810 1,884 116,291 135,985 135,985 5,720 5720 5,720 5720

23,571 5,996 17,575 23,571 23,571 2,201 2201 2,201 2201

10,192 1,197 8,995 10,192 10,192 3,431 3431 3,591 3591

100 34,138 2,832 31,306 34,238 34,238 8,799 8799 8,799 8799

1,859 28,939 860,576 135,114 1,884 723,578 276 6,408 162,268 1,060,326 1,060,512 26,715 26715 26,875 26875 15.72% 8.08% 32.96%

B. 1. 2. 3.

4. a. PPA produktif yang wajib dibentuk b. PPA non produktif yang wajib dibentuk c. Total PPA yang wajib dibentuk 5. a. PPA produktif yang telah dibentuk b. PPA non produktif yang telah dibentuk c. Total PPA yang telah dibentuk 6. Total Asset Bank dijaminkan a. Pada Bank Indonesia b. Pada Pihak lain 7. Persentase KUK terhadap total kredit 8. Persentase jumlah debitur KUK terhadap total debitur 9. Persentase UMKM terhadap total kredit

H.

Perhitungan Kewajiban Penyediaan Modal Minimum ( CAR )
30

Merupakan perbandingan bulan Desember 2006 terhadap bulan Desember 2005:
NO. I. POS -POS 2006 2005

KOMPONEN MODAL A. MODAL INTI 1. Modal disetor 2. Cadangan tambahan modal (Disclosed Reserve) a. Agio saham b. Disagio (-/-) c. Modal Sumbangan d. Cadangan umum dan tujuan e. Laba tahun-tahun lalu setelah diperhitungkan pajak *) f. Rugi tahun-tahun lalu (-/-) g. Laba tahun berjalan setelah diperhitungkan pajak (50 %) h. Rugi tahun berjalan (-/-) I. Selisih penjabaran laporan keuangan kantor cabang luar negeri 1) Selisih lebih 2) Selisih kurang (-/-) j. Dana setoran modal k. penurunan nilai penyertaan pada portfolio tersedia untuk dijual (-/-) 3. Goodwill -/4. Selisih penilaian aktiva dan kewajiban akibat kuasi reorganisasi -/B. MODAL PELENGKAP (maksimal 100 % dari Modal Inti) 1. Cadangan revaluasi aktiva tetap 2. Selisih penilaian aktiva dan kewajiban akibat kuasi reorganisasi 3. Cadangan umum PPAP (maks. 1.25 % dari ATMR) 4. Modal pinjaman 5. Pinjaman subordinasi (maks. 50 % dari Modal Inti) 6. Peningkatan harga saham pada portofolio tersedia untuk dijual (45 %) C. MODAL PELENGKAP TAMBAHAN YANG MEMENUHI PERSYARATAN D. MODAL PELENGKAP TAMBAHAN YANG DIALOKASIKAN UNTUK MENGANTISIPASI RISIKO PASAR II. TOTAL MODAL INTI DAN MODAL PELENGKAP (A+B) III. TOTAL MODAL INTI, MODAL PELENGKAP DAN MODAL PELENGKAP TAMBAHAN YANG DIALOKASIKAN UNTUK MENGANTISIPASI RISIKO PASAR (A+B+D) IV. PENYERTAAN (-/-) V. TOTAL MODAL UNTUK RISIKO KREDIT (II-IV) VI. TOTAL MODAL UNTUK RISIKO KREDIT DAN RISIKO PASAR (III-IV) VII. AKTIVA TERTIMBANG MENURUT RESIKO (ATMR) KREDIT VIII. AKTIVA TERTIMBANG MENURUT RESIKO (ATMR) PASAR IX. RASIO KEWAJIBAN PENYEDIAAN MODAL MINIMUM YANG TERSEDIA UNTUK RISIKO KREDIT (V : VII) X. RASIO KEWAJIBAN PENYEDIAAN MODAL MINIMUM YANG TERSEDIA UNTUK RISIKO KREDIT DAN RISIKO PASAR (VI : (VII+VIII)) XI. RASIO KELEBIHAN MODAL PELENGKAP TAMBAHAN ((C-D) : (VII+VIII)) XII. RASIO KEWAJIBAN PENYEDIAAN MODAL MINIMUN YANG DIWAJIBKAN
*) Laba tahun lalu sebesar Rp. 8.819 juta, setelah dikurangi aktiva pajak tangguhan sebesar Rp. 29.320 juta menjadi Rugi Rp. 20.501 juta

71,039 81,375 (10,336) 7,666 (20,501) (13,626) 16,125 37,804 31,241 6,563 108,843 108,843 108,843 108,843 1,161,923 9.37% 9.37% 0.00% 8.00%

90,078 81,375 8,703 7,666 50,492 (65,580) 16,125 39,688 31,241 8,447 129,766 129,766 129,766 129,766 1,336,381 9.71% 9.71% 0.00% 8.00%

30

I. Penyisihan Penghapusan Aktiva Produktif yang Dibentuk dibandingkan dengan Penyisihan Penghapusan aktiva Produktif yang Wajib Dibentuk No. POS-POS L 6.564 6.564 DPK 5.720 5.720 KL 2.201 2.201 D 3.431 3.591 M 8.799 8.799 Jumlah 26.715 26.875

1. PPAP yang wajib dibentuk 2. PPAP yang telah dibentuk

J. Persentase Pelanggaran dan Pelampauan Batas Maksimum Pemberian Kredit Persentase Pelanggaran dan Pelampauan BMPK pada pihak terkait maupun tidak terkait adalah sebagai berikut : POS-POS a. Persentase Pelanggaran BMPK a.1. Pihak terkait a.2. Pihak tidak terkait b. Persentase Pelampauan BMPK b.1. Pihak terkait b.2. Pihak tidak terkait K. Kredit Usaha Kecil ( KUK ) No. POS-POS L DPK KL D 1.197 M 2.832 Jumlah 135.300 15.72% 8.08% 2006 2005 -

1. KUK 107.465 17.810 5.996 2. Persentase KUK terhadap total kredit 3. Persentase jumlah debitur KUK terhadap total debitur L. Catatan Atas Laporan Keuangan 1. Opini Akuntan Publik

30

Menurut pendapat Kantor Akuntan Publik Ishak, Saleh, Soewondo & Rekan melalui Laporan Auditor Independen No. 148/ISS-04/LAI-GA/III/’07 pada tanggal 21 Maret 2007 sebagai berikut: Kami telah mengaudit neraca PT Bank Eksekutif Internasional Tbk., tanggal 31 Desember 2006 dan 2005, serta laporan laba rugi, laporan perubahan ekuitas dan laporan arus kas

untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut. Laporan keuangan adalah tanggung jawab manajemen Bank. Tanggung jawab kami terletak pada pernyataan pendapat atas laporan keuangan berdasarkan audit kami. Kami melaksanakan audit berdasarkan standar auditing yang ditetapkan Ikatan Akuntan Indonesia. Standar tersebut mengharuskan kami merencanakan dan melaksanakan audit agar kami memperoleh keyakinan memadai bahwa laporan keuangan bebas dari salah saji material. Suatu audit meliputi pemeriksaan, atas dasar pengujian, bukti-bukti yang mendukung jumlah-jumlah dan pengungkapan dalam laporan keuangan. Audit juga meliputi penilaian atas prinsip akuntansi yang digunakan dan estimasi signifikan yang dibuat oleh manajemen, serta penilaian terhadap penyajian laporan keuangan secara keseluruhan. Kami yakin bahwa audit kami memberikan dasar memadai untuk menyatakan pendapat. Menurut pendapat kami, laporan keuangan yang kami sebut di atas menyajikan secara wajar, dalam semua hal yang material, posisi keuangan PT Bank Eksekutif Internasional Tbk. tanggal 31 Desember 2006 dan 2005, hasil usaha, perubahan ekuitas serta arus kas untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut, sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia. Berdasarkan Surat Keputusan Direktorat Jenderal Pajak No. KEP335/WPJ.07/BD.04/2004 tanggal 29 Juni 2004, Bank telah mendapat persetujuan atas penilaian kembali Aktiva Tetapnya pada tanggal 30 April 2004. Selisih penilaian kembali Aktiva Tetap tersebut adalah sebesar Rp.31.623.014.321,- dan telah dibukukan kedalam aktiva tetap dan ekuitas Bank pada tanggal 30 Juni 2004. Seperti diuraikan pada catatan 35 atas laporan keuangan, terdapat faktor risiko Bank dimasa depan yang dapat secara langsung mempengaruhi kinerja Bank. Namun demikian, tidaklah mungkin untuk menentukan besarnya dampak masa depan atas risiko tersebut terhadap pendapatan dan realisasi aktiva produktif Bank, termasuk dampak mengalirnya dana nasabah, kreditur, deposan dan pemegang saham ke dan dari Bank. Laporan keuangan ini tidak mencakup penyesuaian yang mungkin akan timbul sebagai akibat dari timbulnya faktor risiko tersebut. 2. Ikhtisar Kebijakan Akuntansi Pokok Dalam pembukuan dan pelaporan keuangannya, PT Bank Eksekutif Internasional Tbk menganut kebijakan akuntansi sesuai dengan Prinsip Akuntansi yang berlaku umum di

30

Indonesia. Kebijakan-kebijakan akuntansi yang penting, yang diterapkan secara konsisten dalam penyusunan Laporan Keuangan untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2006 dan 2005, adalah sebagai berikut: a. Dasar Penyajian dan Pengukuran Laporan Keuangan Laporan Keuangan Bank disusun sesuai dengan Pernyataan Standar Akuntansi

Keuangan (“PSAK”) No. 31 (Revisi 2000), tentang “Akuntansi Perbankan” dan Pedoman Akuntansi Perbankan Indonesia tahun 2001 (“PAPI”), yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia dan Ikatan Akuntan Indonesia serta Peraturan Badan Pengawas Pasar Modal (BAPEPAM). Bank juga menerapkan konsep nilai Historis dalam penyusunan laporan keuangannya, kecuali untuk investasi dalam surat-surat berharga dan obligasi pemerintah, agunan yang diambil alih yang disajikan dengan nilai wajar (sepanjang tidak melebihi nilai pokok kredit pada saat agunan yang bersangkutan diambil alih) serta aktiva tetap tertentu yang telah dinilai kembali. Laporan keuangan Bank disusun atas dasar akrual, kecuali untuk tagihan bunga atas kredit dan aktiva produktif yang digolongkan sebagai non-performing yang dicatat pada saat kas diterima (cash basis). Laporan arus kas menyajikan perubahan dalam kas dan setara kas dari aktivitas operasi, investasi dan pendanaan. Arus kas dari aktivitas operasi disusun sesuai dengan Keputusan Ketua BAPEPAM No. KEP-06/PM/2000 tanggal 13 Maret 2000, yang memperbaharui Peraturan No. VIII.G.7 tentang “Pedoman Penyajian Laporan Keuangan”. Kas dan setara kas terdiri dari: Kas, Giro pada Bank Indonesia dan Giro pada Bank-bank lain. Mata uang yang digunakan dalam laporan keuangan ini adalah dalam satuan Rupiah. b. Transaksi dengan Pihak-pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa Bank melakukan transaksi dengan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa. Berdasarkan PSAK No.7 “Pengungkapan Pihak-pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa”, yang dimaksud dengan hubungan istimewa adalah sebagai berikut : 1(1) perusahaan yang melalui satu atau lebih perantara (intermediaries), mengendalikan, atau dikendalikan oleh, atau berada di bawah pengendalian bersama, dengan perusahaan pelapor (termasuk induk perusahaan, anak perusahaan dan perusahaan terkait). 2 3(2) perusahaan asosiasi (associated companies). 4(3) perorangan yang memiliki, baik secara langsung maupun tidak langsung suatu kepentingan hak suara di perusahaan pelapor yang berpengaruh secara signifikan, dan anggota keluarga dekat dari perorangan tersebut (yang dimaksud dengan
30

anggota keluarga dekat adalah mereka yang dapat diharapkan mempengaruhi atau dipengaruhi perorangan tersebut dalam transaksinya dengan perusahaan pelapor). 5(4) manajemen kunci, yaitu orang-orang yang mempunyai wewenang dan tanggung jawab untuk merencanakan, memimpin dan mengendalikan kegiatan perusahaan pelapor yang meliputi anggota dewan komisaris, direksi dan manajer dari perusahaan serta anggota keluarga dekat orang-orang tersebut dan

6(5) perusahaan, dimana suatu kepentingan substansial dalam hak suara dimiliki baik secara langsung maupun tidak langsung oleh setiap orang yang diuraikan dalam (3) atau (4) atau setiap orang tersebut mempunyai pengaruh signifikan atas perusahaan tersebut. Ini mencakup perusahaan-perusahaan yang dimiliki anggota dewan komisaris, direksi atau pemegang saham utama dari perusahaan pelapor dan perusahaan-perusahaan yang mempunyai anggota manajemen kunci yang sama dengan perusahaan pelapor. Seluruh transaksi dengan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa, baik yang dilakukan dengan atau tidak dengan kondisi dan persyaratan normal sebagaimana dilakukan dengan pihak ketiga, diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan. ] c. Pendapatan dan Beban Bunga Pendapatan dan beban bunga diakui atas dasar akrual. Diskonto dan premi diamortisasi dengan metode garis lurus dan dicatat sebagai penyesuaian atas bunga. Pengakuan pendapatan bunga dari kredit dan aktiva produktif lainnya dihentikan pada saat kredit dan aktiva produktif lainnya tersebut diklasifikasikan sebagai “nonperforming” (kurang lancar, diragukan dan macet). Pendapatan bunga dari kredit dan aktiva produktif lainnya yang diklasifikasikan sebagai “non-performing“ dilaporkan sebagai tagihan kontinjensi dan diakui sebagai pendapatan pada saat pendapatan tersebut diterima (cash basis). Kredit yang diberikan dan aktiva produktif lainnya diklasifikasikan sebagai “nonperforming” pada saat pokok dan/atau bunga telah lewat jatuh tempo lebih dari tiga bulan atau pada saat manajemen berpendapat bahwa penerimaan atas pokok dan/atau bunga tersebut diragukan. Bunga yang telah diakui tetapi belum tertagih akan dibatalkan pada saat kredit diklasifikasikan sebagai “non-performing”. Seluruh penerimaan kas yang berhubungan dengan kredit diragukan dan macet diakui terlebih dahulu sebagai pengurang pokok kredit. Kelebihan penerimaan kas diatas pokok kredit diakui sebagai pendapatan bunga dalam laporan laba rugi periode yang bersangkutan. d. Pendapatan Provisi dan Komisi

30

Pendapatan provisi dan komisi Bank yang nilainya lebih besar dari Rp.7.500.000,- dan berkaitan langsung dengan kegiatan pemberian kredit dan/atau mempunyai jangka waktu tertentu, diakui sebagai pendapatan ditangguhkan dan diamortisasi dengan menggunakan metode garis lurus selama jangka waktu kredit. Saldo pendapatan provisi dan komisi yang ditangguhkan dari kredit yang diselesaikan sebelum jatuh tempo, diakui sebagai pendapatan pada saat penyelesaian kredit. Pendapatan provisi dan komisi yang tidak berkaitan langsung dengan kegiatan pemberian kredit dan/atau mempunyai jangka waktu tertentu diakui pada saat terjadinya transaksi dilakukan.

e. Giro pada Bank Lain Giro pada Bank lain dinyatakan sebesar saldo giro dikurangi dengan penyisihan kerugian. f. Penempatan pada bank-bank lain Penempatan pada bank-bank lain dinyatakan sebesar saldo penempatan dikurangi dengan penyisihan penghapusan dan bunga yang belum diamortisasi. g. Surat-surat berharga dan obligasi pemerintah Surat-surat berharga terdiri dari sertifikat Bank Indonesia (SBI), obligasi pemerintah, obligasi korporasi, unit penyertaan di Reksa Dana dan surat-surat berharga pasar uang dan pasar modal lainnya. Investasi dalam surat-surat berharga dan obligasi pemerintah diklasifikasikan kedalam salah satu dari kelompok berikut ini: dimiliki hingga jatuh tempo (held-to-maturity), diperdagangkan (trading), dan tersedia untuk dijual (available-for-sale). Surat-surat berharga dan obligasi pemerintah yang diklasifikasikan dalam kelompok dimiliki hingga jatuh tempo disajikan dalam neraca sebesar harga perolehan setelah amortisasi premi atau diskonto. Penurunan nilai wajar dibawah harga perolehan (termasuk amortisasi premi dan diskonto) yang tidak bersifat sementara dicatat sebagai penurunan permanen nilai investasi dan dibebankan dalam laporan laba rugi tahun yang bersangkutan. Surat-surat berharga dan obligasi pemerintah yang diklasifikasikan dalam kelompok diperdagangkan dan tersedia untuk dijual dinilai dengan nilai wajar pada akhir tahun. Laba atau rugi, yang telah maupun yang belum direalisasi akibat selisih antara nilai wajar dan harga perolehan surat-surat berharga dan obligasi pemerintah untuk tujuan diperdagangkan, diakui atau dibebankan dalam laporan laba rugi tahun yang bersangkutan. Selisih antara nilai wajar dan harga perolehan surat-surat berharga dan obligasi pemerintah yang tersedia untuk dijual, yang belum direalisasi, dicatat sebagai unsur ekuitas dan akan diakui dalam laporan laba rugi pada tahun dimana surat-surat berharga dan obligasi pemerintah tersebut dijual. Nilai wajar ditentukan berdasarkan harga pasar. Investasi dalam unit penyertaan di reksa dana dinilai berdasarkan Nilai Aktiva Bersih (Net Asset Value) pada tanggal neraca.

30

Laba atau rugi yang direalisasi dari penjualan surat-surat berharga dan obligasi pemerintah diakui atau dibebankan pada periode yang bersangkutan. h. Surat-surat berharga yang dibeli dengan janji dijual kembali/surat-surat berharga yang dijual dengan janji dibeli kembali Surat-surat berharga yang dibeli dengan janji dijual kembali (reverse repo) merupakan jaminan kredit yang diberikan dan diakui sebagai tagihan sebesar harga jual kembali suratsurat berharga yang bersangkutan dikurangi pendapatan bunga yang belum dihasilkan. Selisih antara harga beli dan harga jual kembali diperlakukan sebagai pendapatan bunga yang belum dihasilkan dan diakui sebagai pendapatan sesuai dengan jangka waktu sejak surat-surat berharga tersebut dibeli hingga dijual kembali. Surat-surat berharga yang dijual dengan janji dibeli kembali (repo) diakui sebagai kewajiban sebesar harga beli yang telah disepakati oleh bank dan nasabahnya, dikurangi beban bunga yang belum direalisasi. Selisih antara harga jual dan harga beli kembali diperlakukan sebagai beban bunga dibayar dimuka dan diakui sebagai beban bunga sesuai dengan jangka waktu sejak surat-surat berharga tersebut dijual hingga dibeli kembali. i. Kredit Yang Diberikan Kredit yang diberikan disajikan sebesar jumlah pokok kredit dikurangi penyisihan kerugian. Jumlah bruto kredit yang direstrukturisasi mencakup pokok kredit, bunga, dan beban lainnya yang dikapitalisasi ke pokok kredit. Kredit dalam rangka pembiayaan bersama (kredit sindikasi) diakui sebesar pokok kredit yang merupakan porsi tagihan Bank. j. Restrukturisasi Kredit Bermasalah Restrukturisasi kredit bermasalah dicatat berdasarkan jenis restrukturisasi yang dilakukan oleh pihak bank. Dalam hal restrukturisasi kredit bermasalah yang dilakukan dengan penerimaan aktiva, Bank mencatat aktiva tersebut sebesar nilai wajarnya pada saat restrukturisasi. Kelebihan nilai tercatat kredit yang diberikan dengan nilai wajar aktiva tersebut, diakui sebagai kerugian tahun berjalan. Dalam restrukturisasi kredit bermasalah yang dilakukan dengan modifikasi persyaratan kredit, Bank mencatat dampak restrukturisasi tersebut secara prospektif dan tidak mengubah nilai tercatat kredit yang diberikan pada tanggal restrukturisasi, kecuali jika jumlahnya melebihi nilai tunai penerimaan kas masa depan yang ditentukan dalam persyaratan baru. Jika nilai tunai penerimaan kas masa depan dalam persyaratan baru lebih rendah dari pada nilai tercatat kredit yang diberikan, Bank harus mengurangi saldo kredit yang diberikan ke suatu jumlah yang sama dengan jumlah nilai tunai penerimaan kas masa
30

depan. Jumlah pengurangan tersebut harus diakui sebagai kerugian tahun berjalan. k. Penyisihan Penghapusan Aktiva Produktif dan Estimasi Kerugian komitmen dan kontinjensi Penyisihan Penghapusan Aktiva Produktif dan Estimasi Kerugian komitmen dan kontinjensi dibentuk berdasarkan hasil penelaahan dan evaluasi terhadap kolektibilitas dan nilai yang dapat direalisasi dari masing-masing aktiva pada akhir tahun.

Dalam menentukan jumlah keseluruhan penyisihan penghapusan aktiva produktif dan estimasi kerugian komitmen dan kontinjensi, Bank menggunakan peraturan Bank Indonesia tentang Pembentukan Penyisihan Penghapusan Aktiva Produktif sebagai acuan terutama mengenai peraturan yang tertuang dalam Surat Keputusan Direksi Bank Indonesia No. 31/147/KEP/DIR tanggal 12 Nopember 1998 dan perubahannya, Peraturan Bank Indonesia No. 7/2/PBI/2005 tanggal 20 Januari 2005, sebagai berikut: a. Cadangan umum sekurang-kurangnya 1% dari aktiva produktif (giro pada bank lain, penempatan pada bank lain dan kredit yang diberikan) dan transaksi komitmen dan kontinjensi yang digolongkan lancar. Cadangan khusus untuk aktiva produktif dan transaksi komitmen dan kontijensi : Persentase (%) 5 15 50 100

b.

Penggolongan Dalam perhatian khusus Kurang lancar Diragukan Macet

Cadangan khusus untuk aktiva produktif dan transaksi komitmen dan kontinjensi yang digolongkan kurang lancar, diragukan dan macet adalah sebesar jumlah setelah dikurangi dengan nilai agunan yang bersangkutan yang dihitung sesuai dengan Peraturan Bank Indonesia atas nilai agunan yang diperkenankan sebagai pengurang pokok kredit bermasalah. Aktiva produktif dihapuskan dari masing-masing penyisihan penghapusan pada saat manajemen berpendapat bahwa aktiva tersebut sudah tidak akan tertagih atau terealisasi lagi. Penerimaan kembali aktiva yang telah dihapuskan dicatat sebagai penambahan pada masing-masing penyisihan penghapusan selama tahun berjalan. Penyisihan penghapusan untuk kewajiban komitmen dan kontinjensi disajikan dalam akun estimasi kerugian komitmen dan kontinjensi. l. Aktiva Tetap (1) Pemilikan Langsung Aktiva tetap dinyatakan sebesar harga perolehan (kecuali aktiva tetap tertentu yang

30

dinilai kembali pada tahun 1999 dan tahun 2004 berdasarkan hasil penilaian yang dilakukan oleh penilai independen, sesuai dengan peraturan pemerintah), dikurangi akumulasi penyusutan. Bank menggunakan metode garis lurus (straight-line method) dalam menghitung penyusutan berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomis aktiva tetap sebagai berikut : Tahun Bangunan Renovasi Bangunan Kendaraan Perlengkapan dan Peralatan Kantor Mesin kantor 20 5 5 5 5

Bank menerapkan PSAK No. 47 tentang “Akuntansi Tanah”, biaya-biaya sehubungan dengan perolehan atau perpanjangan hak pemilikan tanah ditangguhkan dan diamortisasi sejak tanah tersebut digunakan sepanjang periode hak atas tanah atau umur ekonomis tanah, mana yang lebih pendek. Biaya perbaikan dan pemeliharaan dibebankan pada laporan laba rugi pada saat terjadinya pemugaran dan penambahan dalam jumlah signifikan dikapitalisasi. Aktiva tetap yang sudah tidak dipergunakan lagi atau dijual, dikeluarkan dari kelompok aktiva tetap sebesar nilai bukunya dan laba atau rugi yang terjadi dilaporkan dalam operasi tahun yang bersangkutan. (2). Aktiva Dalam Penyelesaian Aktiva dalam penyelesaian meliputi bangunan dan prasarana lainnya yang dinyatakan berdasarkan biaya pembangunan, biaya pegawai langsung dan biaya tidak langsung dalam pembangunan tersebut. Akumulasi biaya aktiva dalam penyelesaian akan direklasifikasi ke aktiva bangunan pada saat pembangunan selesai dan siap digunakan. m. Tanah yang Tidak Digunakan Dalam Usaha Tanah yang tidak digunakan dalam usaha (disajikan dalam akun Aktiva Lain-lain), dinyatakan sebesar harga perolehan. n. Agunan yang Diambil Alih Agunan kredit yang diambil alih sehubungan dengan penyelesaian kredit yang diberikan disajikan sebagai aktiva lain-lain dan dinilai sebesar nilai bersih yang dapat direalisasi, yaitu nilai wajar agunan setelah dikurangi estimasi biaya pelepasan. Jika taksiran nilai agunan lebih rendah dari saldo pinjaman, maka selisihnya yang tidak tertagih lagi, dibebankan pada penyisihan penghapusan. Beban-beban sehubungan dengan pengambilalihan agunan dan pemeliharaannya diakui dalam laporan laba rugi pada saat timbulnya beban. Laba atau rugi penjualan agunan yang diambil alih diakui dalam laporan laba rugi periode yang bersangkutan.

30

o. Penurunan Nilai Aktiva Bank menerapkan PSAK No. 48 tentang “Penurunan Nilai Aktiva”, di mana kerugian penurunan nilai aktiva diakui apabila taksiran jumlah yang dapat diperoleh kembali (recoverable amount) dari suatu aktiva lebih rendah dari nilai tercatatnya. Pada setiap tanggal neraca, Bank melakukan penelaahan untuk menentukan apakah terjadi penurunan nilai aktiva. Apabila terdapat indikasi penurunan nilai aktiva, Bank menaksir jumlah yang dapat diperoleh kembali (recoverable amount) dari aktiva tersebut. Rugi penurunan nilai aktiva diakui sebagai beban pada usaha tahun berjalan.

p. Biaya Dibayar Dimuka Biaya dibayar dimuka disajikan dalam akun Aktiva Lain-lain dan akan dibebankan dalam laporan laba rugi selama masa manfaat masing-masing biaya dengan menggunakan metode garis lurus (straight-line method). q. Simpanan Giro merupakan dana giran yang bisa digunakan sebagai alat pembayaran dan bisa ditarik setiap saat melalui bilyet giro dan cek. Giro dinyatakan sebesar nilai terhutang kepada pemegang giro. Tabungan merupakan dana penabung yang bisa ditarik sesuai dengan persyaratan tertentu. Tabungan dinyatakan sebesar nilai terhutang kepada pemegang tabungan. Deposito berjangka merupakan dana deposan yang bisa ditarik pada saat jatuh tempo tertentu. Deposito berjangka dinyatakan sebesar nilai nominal. Sertifikat deposito dinyatakan sebesar nilai nominal setelah dikurangi bunga dibayar dimuka yang belum diamortisasi. r. Manfaat (Beban) Pajak Penghasilan Bank menerapkan metode aktiva dan kewajiban dalam hitung beban pajaknya (PSAK No. 46, tentang “Akuntansi Pajak Penghasilan”). Dengan metode ini aktiva dan kewajiban pajak tangguhan diakui pada setiap tanggal pelaporan sebesar perbedaan temporer aktiva dan kewajiban untuk tujuan akuntansi dan tujuan pajak. Metode ini mengharuskan pengakuan manfaat dimasa yang akan datang, seperti kompensasi rugi fiskal, jika kemungkinan realisasi manfaat tersebut dimasa mendatang cukup besar. Pajak tangguhan diakui dengan menggunakan tarif pajak yang berlaku atau secara substansial telah berlaku pada tanggal neraca. s. Biaya Penawaran Efek Biaya-biaya yang terjadi sehubungan dengan penawaran umum kepada masyarakat terdiri

30

dari biaya notaris / hukum, biaya audit, biaya penjaminan emisi saham, biaya pendaftaran, biaya percetakan saham prospektus, dan lain-lain. Biaya penawaran efek tersebut disajikan sebagai pengurang tambahan modal disetor. t. Informasi Segmen Pada tahun 2000, Ikatan Akuntan Indonesia merevisi PSAK No. 5 tentang “Pelaporan Segmen”, yang mengharuskan perusahaan publik untuk menyajikan informasi segmen dalam laporan keuangannya sesuai dengan PSAK revisi tersebut sejak tanggal 1 Januari 2003. PSAK tersebut memberikan petunjuk yang lebih rinci dalam mengidentifikasikan segmen usaha dan segmen geografis yang harus dilaporkan. u. Laba (Rugi) Bersih per Saham Laba per saham dasar dihitung berdasarkan laba bersih yang tersedia untuk saham biasa dibagi dengan jumlah rata-rata tertimbang saham beredar pada tahun yang bersangkutan. Saham yang diterbitkan untuk dijual secara kas diperhitungkan dalam jumlah rata-rata tertimbang saham ditempatkan apabila kas telah diterima. v. Penggunaan Taksiran Manajemen Penyusunan laporan keuangan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum menyebabkan manajemen perlu membuat taksiran dan asumsi-asumsi yang mempengaruhi jumlah aktiva dan kewajiban yang dilaporkan dan pengungkapan aktiva dan kewajiban kontinjensi pada laporan keuangan, dan jumlah pendapatan dan beban yang dilaporkan selama tahun berjalan. Hasil yang sesungguhnya dapat berbeda dengan taksiran tersebut. w. Cadangan Pesangon Cadangan pesangon kepada karyawan yang mengundurkan diri secara sukarela, yang dihitung berdasarkan keputusan Menteri Tenaga Kerja No. KEP-150/MEN/2000 tanggal 20 Juni 2000, diakui atas dasar akrual. Efektif tanggal 1 Januari 2004, Perusahaan menerapkan PSAK No. 24 (Revisi 2004)– Imbalan Kerja, secara restropektif dan menggantikan metode akuntansi sebelumnya mengenai Imbalan Kerja dengan metode yang diharuskan oleh PSAK yang direvisi. Estimasi kewajiban yang diakui di neraca sehubungan dengan program pensiun imbalan pasti adalah nilai kini dari kewajiban imbalan pasti per tanggal neraca yang dihitung dan direview oleh aktuaria independen dengan menggunakan metode projected unit credit sesuai dengan ketentuan Undang–Undang Ketenagakerjaan No.13 Tahun 2003. 3. GIRO PADA BANK INDONESIA Merupakan Giro Wajib Minimum (GWM) yang diwajibkan oleh Bank Indonesia sebesar 5% dari dana pihak ketiga untuk Rupiah. Giro ini tanpa bunga. Saldo pada tanggal 31 Desember 2006 dan 2005 masing-masing sebesar Rp.103.924.155.019,- dan

30

Rp. 95.926.319.048,-. Bank telah memenuhi ketentuan Bank Indonesia tentang Giro Wajib Minimum.

4. GIRO PADA BANK LAIN Merupakan giro pada bank-bank koresponden:
2006 PT Bank Niaga Tbk PT Bank Central Asia Tbk PT Bank International Indonesia Tbk PT Bank Permata Tbk. (d/h Prima Ekspress Bank) PT Bank Bukopin PT Bank Central Asia Tbk. (ATM) Rp 586.697.627 315.440.993 38.262.359 10.346.515 71.327.205 736.741.411 1.758.816.110 (17.588.161) 1.741.227.949 2005 Rp 278.530.733 176.097.710 154.674.224 7.516.518 34.583.907 317.696.595 969.099.687 (9.690.997) 959.408.690

Jumlah
Dikurangi penyisihan penghapusan Bersih

Kolektibilitas atas Giro pada Bank lain seluruhnya lancar. Manajemen yakin bahwa jumlah penyisihan kerugian yang dibentuk adalah cukup untuk menutupi kemungkinan kerugian atas tidak tertagihnya Giro pada Bank lain serta telah dihitung berdasarkan ketentuan Bank Indonesia (lihat Catatan 2k). Pada tanggal 31 Desember 2006 dan 2005 tidak terdapat Giro pada Bank lain yang merupakan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa. 5. PENEMPATAN PADA BANK LAIN Penempatan pada bank lain berdasarkan sisa umur sampai saat jatuh tempo adalah sebagai berikut: 2006 Rp Call Money pada PT. Bank Asiatic (likuidasi) Lebih dari 1 bulan 100.000.000 100.000.000 2005 Rp

30

Kredit yang diberikan 12 bulan Jumlah Dikurangi penyisihan penghapusan Bersih 261.187.593 361,187,593 100.000.000 (103.611.876) (1.000.000) 257.575.717 99.000.000

Rata-rata tingkat suku bunga per tahun dan jangka waktu penempatan pada bank lain adalah sebagai berikut: 2006 Jangka Waktu 8.75% 5.75% 19 % 0–30 hari 1–21 hari 365 hari 2005 Suku Bunga Rata-rata 10,5 % 9,5 % 24,5 % Jangka Waktu 0–30 hari 1–21 hari 365 hari

Suku Bunga Rata-rata Deposito berjangka Call money Lainnya (fasilitas R/K)

Pada tahun 2005, Bank melakukan off set saldo penempatan pada Bank Asiatic-dalam likuidasi dengan saldo penempatan dana dari Bank Dagang Bali dalam likuidasi sebesar Rp. 4.000.000.000,-. Perlakuan offsetting ini merupakan kelanjutan dari transaksi serupa yang terjadi pada tahun 2004, dimana Bank melakukan off set saldo penempatan pada Bank Asiaticdalam likuidasi dengan saldo penempatan dana dari Bank Dagang Bali-dalam likuidasi sebesar Rp.26.000.000.000,- (sesuai dengan surat dari Bank Asiatic – dalam likuidasi No. 023/DIR-HM/II/2004 dan No. 038/DIR-HM/II/2004 masing – masing pada tanggal 4 Februari 2004 dan 16 Februari 2004). Perlakuan off setting diatas telah dilaporkan kepada Bank Indonesia, Departemen Keuangan Republik Indonesia (qq UP 3), tim likuidasi dari Bank Asiatic-dalam likuidasi dan tim likuidasi Bank Dagang Bali-dalam likuidasi. Atas off setting ini, Bank telah mendapat opini kewajaran dari Kantor Konsultan Hukum Rudi Tringadi S,H, dan Rekan tanggal 7 Februari 2005. Pada tahun 2006, sisa Call Money pada Bank Asiatic-dalam likuidasi sebesar Rp.100.000.000,-telah dicadangkan sepenuhnya sesuai dengan Peraturan Bank Indonesia yang berlaku atas pembentukan cadangan pada aktiva produktif bank umum (catatan 2k). Perubahan penyisihan penghapusan adalah sebagai berikut: 2006 Rp 2005 Rp

30

Saldo awal Beban penyisihan penghapusan tahun berjalan (lihat catatan 24) Pembukuan kembali penyisihan penghapusan tahun berjalan Bersih

1,000,000 637.253.105 (534.641.229) 103.611.876

43.772.397 424.046.066 (466.818.463) 1.000.000

Berdasarkan hasil penelaahan dan evaluasi manajemen Bank, kolektibilitas atas penempatan pada bank lain digolongkan sebagai “lancar” pada tanggal 31 Desember 2006

dan 2005. Manajemen Bank berpendapat bahwa jumlah penyisihan penghapusan adalah cukup untuk menutupi kemungkinan kerugian atas tidak tertagihnya akun ini (lihat Catatan 2k). 6 . EFEK YANG DIMILIKI Efek yang dimiliki berdasarkan jenisnya terdiri dari: 2006 Diperdagangkan Sertifikat Bank Indonesia – setelah dikurangi Bunga yang belum diamortisasi sebesar Rp.77.942.861,pada tahun 2006 dan Rp.113.973.925,pada tahun 2005 FAST Bank Indonesia – setelah dikurangi diskonto yang belum diamortisasi sebesar Rp.2.796.805,pada tahun 2005 Bersih 2005

Rp28.939.057.139 Rp 19.886.026.075

28.939.057.139

12.997.203.195 32.883.229.270

Rata-rata tingkat bunga atas efek yang diperdagangkan adalah sebagai berikut: 2006
Suku Bunga rata rata Jangka Waktu Rata-rata

2005
Suku Bunga Jangka Waktu

Sertifikat Bank Indonesia FAST Bank Indonesia

9.75 % -

28 -

10,50 % 11,00 %

28 hari 7 hari

30

Berdasarkan hasil penelaahan dan evaluasi manajemen Bank, kolektibilitas atas efek yang dimiliki digolongkan sebagai “lancar” pada tanggal 31 Desember 2006 dan 2005. Manajemen Bank berpendapat bahwa jumlah penyisihan penghapusan adalah cukup untuk menutupi kemungkinan kerugian atas tidak tertagihnya akun ini (lihat Catatan 2k).

7. KREDIT YANG DIBERIKAN Kredit yang diberikan terdiri dari:
Jenis kredit yang diberikan 2006 Lancar Rp Pihak yang Mempunyai hubungan istimewa Investasi 185.999.934 Modal Kerja Pihak Ketiga Konsumsi 397.207.81.032 Modal Kerja 96.804.966.132 Investasi 162.415.943.17 7 656.614.770.27 Jumlah 5 Penyisihan Penghapusan (6.541.381.393) Bersih 650.073.388.88 2 Lancar Rp Pihak yang mempunyai hubungan istimewa Modal Kerja Investasi Dalam Perhatian Khusus Rp 77.266.972.967 26.532.990.717 32.184.988.740 135.984.952.42 4 (5.720.333.522) 130.264.618.90 2 Dalam Perhatian Khusus Rp 8.475.997.035 8.899.996.886 6.194.997.833 23.570.991.753 (2.201.128.336 ) 21.369.863.417 2005 Kurang Lancar Rp Diragukan Rp Macet Rp 8.927.996.876 714.999.750 548.999.808 10.191.996.434 (3.591.209.384 ) 6.600.787.050 7.455.997.391 22.787.992.027 3.893.998.638 34.137.988.056 (8.699.507.222 ) 25.438.480.834 Kurang Lancar Rp Diragukan Rp Macet Rp

-

-

406.051.657 4.171.038.249

-

-

30

Pihak Ketiga Konsumsi Modal Kerja Investasi Jumlah Penyisihan Penghapusan Bersih

629.260.029.830 40.953.872.234 171.359.008.123 841.572.910.18 7 (8.415.729.102) 833.157.181.08 6

68.443.003.244 13.974.461.148 15.941.000.756 98.358.465.14 8 (4.440.100.237) 93.918.364.911

7.990.000.379 29.014.612.84 7 4.226.948.562 45.808.651.69 4 (1.310.119.863) 44.498.531.829

16.721.000.793 390.067.580 156.000.007 17.267.068.38 0 (8.413.347.530) 8.853.720.851

18.064.000.856 61.192.955.040 4.757.000.226 84.013.956.122 (22.817.004.354) 61.196.951.767

2006 Lancar Pihak yang mempunyai hubungan istimewa Perdagangan, Restoran dan Hotel Pihak Ketiga Perdagangan, Restoran dan Hotel Perindustrian Konstruksi Jasa-jasa Dunia Usaha Jasa-jasa Masyarakat Transportasi dan Komunikasi Lain-lain Jumlah Penyisihan Penghapusan Bersih Dalam Perhatian Khusus Kurang Lancar Diragukan Macet

185,999,935

-

-

-

-

116,375,959,284 7,880,997,243 40,537,985,817 15,305,994,645 228,999,920 78,761,972,444 397,336,860,987 656,614,770,275

22,143,992,253 17,070,994,027 601,999,789 18,900,993,387 77,266,972,967 135,984,952,423

8,899,996,886 6,194,997,833 8,475,997,035 23,570,991,754 (2,201,128,336) 21,369,863,417

275,999,903 249,999,913 337,999,882 9,327,996,736 10,191,996,434 (3,591,209,384) 6,600,787,050

16,338,994,284 8,247,997,114 178,999,937 1,458,999,490 456,999,840 7,455,997,391 34,137,988,056 (8,699,507,222) 25,438,480,834

(6,541,381,393) (5,720,333,522) 650,073,388,882 130,264,618,902

2005 Lancar Pihak yang mempunyai hubungan istimewa Perdagangan, Restoran dan Hotel Pihak Ketiga Dalam Perhatian Khusus Kurang Lancar Diragukan Macet

-

-

4,577,089,904

-

-

30

Perdagangan, Restoran dan Hotel Perindustrian Konstruksi Jasa-jasa Dunia Usaha Jasa-jasa Masyarakat Transportasi dan Komunikasi Lain-lain Jumlah Penyisihan Penghapusan Bersih

96,798,874,881 6,044,000,287 3,388,000,161 10,282,000,487 225,000,011 94,833,004,496 630,002,029,864 841,572,910,187 (8,415,729,102) 833,157,181,085

14,482,461,172 22,000,001 554,000,026 10,678,000,506 72,622,003,443 98,358,465,148 (4,440,100,237) 93,918,364,911

9,887,560,303 4,835,000,229 344,000,016 18,028,000,855 147,000,008 7,990,000,379 45,808,651,694 (1,310,119,863) 44,498,531,831

447,067,583 99,000,005 16,721,000,793 17,267,068,381 (8,413,347,530) 8,853,720,850

29,530,953,539 18,847,000,893 1,459,000,069 3,299,000,156 30,878,001,464 84,013,956,121 (22,817,004,354) 61,196,951,768

Jangka waktu (1) Berdasarkan perjanjian kredit: 2006 Rp Kurang dari 1 tahun 1 – 3 tahun 3 – 5 tahun Lebih dari 5 tahun Jumlah Penyisihan penghapusan Bersih (2 ) Berdasarkan sisa umur sampai jatuh tempo: 2006 Rp 165.719.083.929 668.109.665.548 26.671.949.466 860.500.698.943 (26.753.559.858) 833.747.139.085 2005 Rp 340.682.152.639 732.998.216.363 13.340.682.529 1.087.021.051.53 1 (45.396.301.086) 1.041.624.750.44 5 3.200.251.138 804.376.342.799 35.257.309.759 17.666.795.247 860.500.698.943 (26.753.559.858) 833.747.139.085 2005 Rp 80.578.767.377 835.676.672.333 125.402.298.705 45.363.313.116 1.087.021.051.531 (45.396.301.086) 1.041.624.750.445

Kurang dari 1 tahun 1 – 3 tahun Lebih dari 3 tahun Jumlah Penyisihan penghapusan Bersih

Perubahan penyisihan penghapusan adalah sebagai berikut:

30

Saldo awal Beban penyisihan penghapusan tahun berjalan (catatan 24) Penghapusankredit Pembukuan kembali penyisihan Penghapusan tahun berjalan (catatan 27) Bersih

2006 Rp 45.396.301.086 23.509.098.285 (12.052.847.414) (30.098.992.099) 26.753.559.858

2005 Rp 55.388.331.850 87.987.291.303 (72.197.494.906) (25.781.827.161) 45.396.301.086

Seperti dijelaskan pada Catatan 2k, penyisihan penghapusan kredit dibentuk berdasarkan hasil penelaahan dan evaluasi manajemen Bank terhadap kolektibilitas dan nilai yang dapat direalisasi dari masing-masing akun kredit pada akhir tahun. Dalam menentukan jumlah

keseluruhan penyisihan penghapusan kredit, Bank menggunakan peraturan Bank Indonesia tentang Pembentukan Penyisihan Penghapusan Aktiva Produktif sebagai acuan. Manajemen Bank berpendapat bahwa jumlah penyisihan penghapusan adalah cukup untuk menutupi kemungkinan kerugian atas tidak tertagihnya akun ini. Berikut adalah informasi pokok lainnya sehubungan dengan kredit yang diberikan tersebut. a. Tingkat suku bunga efektif rata-rata per tahun berdasarkan jangka waktu kredit adalah sebagai berikut: 2006 Kurang dari 1 tahun >1 – 3 tahun >3 – 5 tahun Lebih dari 5 tahun 30.15 % 24.91 % 33.64 % 19.83 % 2005 27,49 % 25,68 % 18,91 % -

b. Kredit pada umumnya dijamin dengan giro, deposito berjangka atau harta tak bergerak yang diaktakan dengan akta pemberian hak tanggungan atau surat kuasa memasang hak tanggungan atau surat kuasa untuk menjual atau jaminan lain yang umumnya diterima oleh bank. Deposito yang digunakan sebagai jaminan atas kredit yang diberikan berjumlah Rp.2.129.001.444,- dan Rp.5.504.615.399,-, masing-masing pada tanggal 31 Desember 2006 dan 2005 (lihat Catatan 14). 1c. Kredit konsumsi terdiri dari kredit kendaraan bermotor, kredit pemilikan rumah dan kredit perorangan lainnya. 2
30

3d. Kredit modal kerja terdiri dari kredit berjangka, kredit rekening koran, kredit akseptasi dan cerukan, yang diberikan kepada debitur untuk keperluan modal kerja. 4e. Kredit investasi merupakan kredit jangka menengah/panjang yang diberikan kepada debitur untuk pembelian barang-barang modal. 5f. Kredit sindikasi merupakan kredit yang diberikan kepada nasabah berdasarkan perjanjian pembiayaan bersama (sindikasi) dengan bank-bank lain. Persentase keikutsertaan Bank sebagai anggota dalam kredit sindikasi sebesar 0.263% dan 0,276% dari masing-masing fasilitas kredit sindikasi untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2006 dan 2005. 6g. Kredit yang diberikan kepada pihak - pihak yang mempunyai hubungan istimewa, sesuai yang dilaporkan Bank, berjumlah Rp.185.794.677,- atau sebesar 0.023% dari 0 1 jumlah kredit yang diberikan dan Rp.4.577.089.904,- atau sebesar 0,42% dari jumlah kredit yang diberikan masing-masing pada tanggal 31 Desember 2006 dan 2005. Kredit ini dilakukan dengan persyaratan dan kondisi normal seperti pada pihak ketiga.

7h. Dalam laporan Bank kepada Bank Indonesia disebutkan bahwa Batas Maksimum Pemberian Kredit (BMPK) pada tanggal 31 Desember 2006 dan 2005 telah memenuhi ketentuan BMPK baik untuk pihak terkait maupun tidak terkait. 8i. Kredit bermasalah yang diklasifikasikan sebagai kurang lancar, diragukan dan macet (nonperforming loan) adalah sebesar Rp.68.400.976.243,- dan Rp. 147.089.676.194,atau 7.89% dan 13,53% dari seluruh kredit yang diberikan masing-masing pada tanggal 31 Desember 2006 dan 2005. Berdasarkan Peraturan Bank Indonesia No. 3/25/PBI/2001 tanggal 26 Desember 2001, rasio dari kredit “non-performing” tidak boleh melebihi maksimum 5% dari jumlah kredit yang diberikan Bank. 9j. Kredit yang direstrukturisasi dilakukan dengan pemberian potongan tunggakan bunga, penurunan suku bunga, mengubah persyaratan pokok dan bunga serta perpanjangan jangka waktu kredit. Menurut laporan Bank kepada Bank Indonesia, saldo kredit yang telah direstrukturisasi berjumlah Rp.1.884.293.949,- dan Rp.7.630.816.686,- masingmasing pada tanggal 31 Desember 2006 dan 2005, atau sebesar 0,22% dan 0,70% dari jumlah kredit yang diberikan. 10k. Agunan yang diambil alih, menurut nilai wajar yang dapat direalisasi, masingmasing sebesar Rp.162.267.821.705,-dan Rp.128.131.627.610,- masing-masing pada periode 31 Desember 2006 dan 2005 (lihat Catatan 9). 11l. Bank memiliki unit tersendiri yang menangani proses pengelolaan risiko dimana tanggung jawab utama unit ini dalam hal pengelolaan risiko kredit adalah menetapkan batas risiko pasar dan risiko kredit berdasarkan pertimbangan mengenai produk, mitra usaha, industri dan letak geografis. Unit ini akan mengembangkan,

30

mengkomunikasikan, membantu dan memantau unit-unit usaha dalam mengimplementasikan kebijakan dan metodologi pengelolaan risiko dalam rangka memperkuat kemampuan Bank dalam mengelola dan mengevaluasi risiko kredit. Bank juga memiliki pedoman kebijakan perkreditan yang mengatur mengenai kebijakan penyaluran kredit hingga administrasi perkreditan, termasuk kebijakan penelaahan atas kualitas kredit, kecukupan tahapan yang baku dimana proposal kredit akan dievaluasi oleh pejabat yang berwenang. Tingkat persetujuan kredit telah ditentukan dengan wewenang tertinggi berada pada Komite Kredit. Disamping itu, manajemen Bank termasuk Direksi, senantiasa memelihara hubungan yang baik dengan debitur, baik dengan pemilik maupun dengan pihak manajemen, antara lain dengan melakukan kunjungan secara berkala, sehingga dapat diperoleh informasi secara jelas mengenai usaha debitur.

8 .

AKTIVA TETAP
Rincian dan mutasi aktiva tetap adalah sebagai berikut: 2006 Saldo Awal Rp Nilai tercatat Pemilikan langsung Tanah Bangunan Renovasi bangunan Kendaraan Perlengkapan/Peralatan Kantor Mesin kantor Jumlah Nilai Tercatat 43.228.020.000 44.399.591.608 2.365.988.846 9.291.927.016 5.562.274.632 15.521.805.707 120.369.607.80 9 Penambahan Rp 3.478.026.693 7.731.314.806 1.234.533.782 1.340.503.405 5.589.525.726 19.373.904.41 2 Pengurangan Rp Reklasifikasi Rp Saldo Akhir Rp 46.706.046.69 3 52.130.906.414 2.365.988.846 8.192.524.248 6.902.778.037 21.111.331.433 137.409.575.67 1

2.333.936.55 0 2.333.936.55 0

-

Akumulasi Penyusutan Pemilikan langsung Bangunan 9.611.710.286 Renovasi bangunan 840.331.381 Kendaraan Perlengkapan/Peralatan Kantor Mesin kantor Jumlah Akumulasi Penyusutan Nilai Buku 6.847.769.174 5.099.485.903 6.736.589.292 29.135.886.036 91.233.721.773

2.457.215.671 101.348.677 1.049.486.637 1.437.752.156 1.865.270.832 6.911.073.973

2.317.492.20 0 2.317.492.20 0

-

12.068.925.957 941.680.058 5.579.763.611 6.537.238.059 8.601.860.124 33.729.467.808 103.680.107.86 3

30

Saldo Awal Rp Nilai tercatat Pemilikan langsung Tanah Bangunan Renovasi bangunan Kendaraan Perlengkapan/Peralatan Kantor Mesin kantor Jumlah Nilai Tercatat

Penambahan Rp

2005 Pengurangan Rp

Reklasifikasi Rp

Saldo Akhir Rp 43.228.020.00 0 44.399.591.60 8 2.365.988.846 9.291.927.016 5.562.274.632 15.521.805.707 120.369.607.80 9

43.228.020.000 43.772.716.110 2.330.494.111 9.061.203.524 5.383.186.343 7.139.949.097 110.915.569.18 5

626.875.498 35.494.735 1.150.365.042 221.526.289 8.400.256.610 10.434.518.174

919.641.550 42.438.000 18.400.000 980.479.550

-

Akumulasi Penyusutan Pemilikan langsung Bangunan Renovasi bangunan Kendaraan Perlengkapan/Peralatan Kantor Mesin kantor Jumlah Akumulasi Penyusutan Nilai Buku

7.401.364.125 734.560.409 6.521.760.930 4.372.986.855 5.008.566.575 24.039.238.894 86.876.330.291 2.210.346.161 105.770.972 1.245.537.485 761.665.831 1.746.181.050 6.069.501.499

919.529.241 35.166.783 18.158.333 972.854.357

-

9.611.710.286 840.331.381 6.847.769.174 5.099.485.903 6.736.589.292 29.135.886.036 91.233.721.773

Penjualan aktiva tetap selama periode 2006 dan 2005 adalah sebagai berikut:
2006 Rp Harga jual Nilai buku Harga Perolehan Akumulasi Penyusutan Nilai buku bersih Laba penjualan aktiva tetap (lihat Catatan 27) 1.049.100.000 2.333.936.550 (2.317.492.200) 16.444.350 1.032.655.650 2005 Rp 545.638.001 980.479.550 (972.854.357) 7.625.193 538.012.808

pad operas Rp.6.911.073.973, Penyusutan yang dibebankan a i berjumlah dan Rp.6.069.501.499,- masing-masing pada tanggal 31 Desember 2006 dan 2005 (lihat Catatan

30

25) Berdasarkan Surat Keputusan Direktorat Jenderal Pajak No. KEP-335/WPJ.07/BD.04/2004 tanggal 29 Juni 2004, Bank telah mendapat persetujuan atas penilaian kembali Aktiva Tetapnya pada tanggal 30 April 2004. Selisih penilaian kembali Aktiva Tetap tersebut adalah sebesar Rp.31.623.014.321,- (lihat Catatan 2.l.1). Rincian selisih penilaian kembali aktiva tetap dan pembukuannya dalam kelompok Ekuitas adalah sebagai berikut: Rp Tanah Bangunan Jumlah dibukukan dalam aktiva tetap Pajak penghasilan final atas selisih penilaian kembali aktiva tetap Selisih penilaian kembali aktiva tetap yang dibukukan didalam kelompok Ekuitas Saldo awal selisih penilaian kembali aktiva tetap Saldo akhir selisih penilaian kembali aktiva tetap 20.392.601.360 11.230.412.961 31.623.014.321 (3.162.301.432)

28.460.712.889 2.780.490.440 31.241.203.329

Berdasarkan penelaahan atas nilai nominal yang dapat diperoleh kembali dari aktiva tetap, manajemen Bank yakin bahwa tidak ada perubahan kondisi yang signifikan pada tanggal 31 Desember 2006 dan 2005 yang mengindikasikan nilai tercatat dari aktiva tetap mungkin tidak dapat diperoleh kembali secara penuh. Seluruh aktiva tetap kecuali tanah diasuransikan terhadap risiko kerugian karena kebakaran berdasarkan suatu paket polis tertentu dengan nilai pertanggungan sebesar Rp.47.076.619.873,- dan Rp.22.635.0000.000,- masing-masing pada tanggal 31 Desember 2006 dan 2005 yang menurut pendapat manajemen Bank adalah cukup untuk menutup kemungkinan kerugian atas aktiva yang dipertanggungkan. 9 . AGUNAN YANG DIAMBIL ALIH Rincian akun ini adalah sebagai berikut: Nilai tercatat Penyisihan penurunan nilai (lihat Catatan 27) Bersih 2006 Rp 166.927.589.386 (4.659.767.681) 162.267.821.705 2005 Rp 131.995.465.01 0 (3.863.837.400) 128.131.627.61 0

Agunan yang diambil alih terutama terdiri dari tanah dan bangunan.

30

Agunan yang diambil alih dicatat sesuai dengan penilaian independen atas nilai realisasi dari harga agunan yang bersangkutan untuk agunan yang lebih dari 5 miliar rupiah dan penilaian internal Bank untuk agunan yang kurang dari 5 miliar rupiah. Manajemen berpendapat bahwa jumlah penyisihan penurunan nilai agunan yang diambil alih adalah cukup untuk menutupi kemungkinan kerugian atas penurunan nilai akun tersebut. Selama tahun 2006, agunan yang diambil alih atas nama PT Star Surya Investasindo dan Samuel Wilendra, masing – masing telah dijual kepada PT Mitra Safir Sejahtera dan PT Bumi Karya Mandiri. Dalam penjualan tersebut, Bank membukukan keuntungan sebesar Rp.13.308.375.163,- dengan rincian sebagai berikut: Rp Harga jual – bersih Nilai buku agunan Laba penjualan agunan yang diambil alih 35.208.165.141 (21.899.789.978) 13.308.375.163

Atas penjualan diatas telah dibayar tunai sebesar Rp.805.000.000.-sisanya dengan cara pemberian kredit investasi dengan persyaratan dan prosedur kredit yang umum berlaku di Bank. Sampai dengan tanggal laporan, kredit investasi yang diberikan atas penjualan dimaksud diklasifikasikan sebagai Lancar (kol 1) dan Dalam Perhatian Khusus (kol 2),

masing-masing untuk PT Bumi Karya Mandiri dan PT Mitra Safir Sejahtera. Pada tahun yang sama, Bank juga telah melakukan penjualan atas beberapa agunan yang diambil alih dalam bentuk kendaraan bermotor. Atas penjualan ini, Bank mencatat kerugian sebesar Rp.2.335.868.571,-. Laba (rugi) bersih atas seluruh penjualan agunan yang diambil alih untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2006 dan 2005 , masing – masing adalah sebesar Rp.10.972.506.592,- dan (Rp.3.594.648.728,-) (lihat Catatan 27). Manajemen Bank menjamin bahwa atas seluruh agunan yang diambil alih dimaksud telah dicatat sesuai dengan peraturan Bank Indonesia yang berlaku. 10. AKTIVA LAIN-LAIN Rincian akun ini adalah sebagai berikut: 2006 Rp 16.911.101.276 16.878.661.336 10.970.103.155 3.377.000.000
30

Tagihan pihak ketiga Biaya dibayar dimuka Bunga masih akan diterima Tanah yang tidak digunakan dalam usaha

2005 Rp 33.898.646.429 2.514.070.481 11.368.624.397 7.885.629.850

Hak atas tanah Uang muka Uang Jaminan Barang Hadiah Tagihan Pajak Lain-lain Jumlah

3.290.833.333 2.106.302.504 2.001.890.000 1.532.046.395 1.084.343.001 393.259.205 58.545.540.205

3.491.525.641 2.134.919.000 2.001.890.000 1.084.343.001 316.185.843 64.695.834.64 2

Bagian terbesar dari tagihan pihak ketiga merupakan tagihan sehubungan dengan penjualan NCD Bank dengan nilai tagihan sebesar Rp.5.623.409.263,- dan Rp.24.740.816.246,- masingmasing untuk tahun 2006 dan 2005. Pada tahun 2005, telah dilakukan penjualan atas tagihan NCD tersebut sesuai dengan Akta jual beli antara Bank dan Shanghai Chinaindo Export Import Company yang dibuat dihadapan Notaris Misahardi Wilamarta S.H, No.153 tanggal 28 Desember 2005. Penjualan NCD tersebut dilakukan berdasarkan mekanisme pasar dengan menggunakan jasa agen penjual PT Recapital Securities dan sebelumnya telah dinyatakan layak jual oleh Kantor Konsultan Hukum Palmer Situmorang, SH.

Atas penjualan tersebut telah dilakukan penilaian kewajaran transaksi oleh Kantor Penilai PT Independensia Consultindo Appraisal, dengan pendapat wajar.

Keuntungan penjualan NCD dibukukan pada pendapatan non operasional dengan rincian sebagaian seb berikut: Rp Harga jual Nilai buku Laba penjualan NCD 26.000.000.000 (2.701.000.000) 23.299.000.000

(lihat Catatan 27)

Penjualan tersebut akan dilunasi dalam 3 kali pembayaran, yaitu sebesar 5% pada saat perjanjian jual beli ditandatangani, 5% kedua selambat-lambat pada tanggal 28 Maret 2006, dan sisanya selambat-lambat pada tanggal 28 Oktober 2006. Sampai dengan tanggal 31 Maret 2006, Bank telah menerima pembayaran angsuran dari Shanghai Chinaindo Export Import Company sebesar Rp.2.606.296.664,-. Pada bulan Oktober 2006, Bank menerima permohonan perpanjangan pelunasan sisa pembayaran NCD sebesar Rp.23.393.703.336,- dari Shanghai Chinaindo Export Import Company melalui surat mereka tertanggal 23 dan 26 Oktober 2006 yang menyatakan bahwa sisa tagihan akan direalisasikan selambatnya 31 Oktober 2007.

30

Sejak diterimanya surat permohonan perpanjangan pelunasan sampai dengan tanggal neraca, Bank telah menerima pembayaran sebesar Rp.2.562.490.985,Sesuai dengan hasil rapat antara Bank dengan Bank Indonesia pada tanggal 8 Nopember 2006, Bank diminta untuk melakukan pencadangan bulanan atas sisa tagihan NCD sebesar Rp.20.831.212.351,-, selama 8 bulan, yang dimulai sejak bulan Nopember 2006 sampai dengan bulan Juni 2007. Jumlah pencadangan atas tagihan NCD diatas selama 2 bulan sampai dengan 31 December 2006 adalah sebesar Rp.5.207.803.088,- (lihat catatan 27) Biaya dibayar di muka terutama terdiri dari barang hadiah, sewa, asuransi dan biaya dibayar di muka lainnya. Kenaikan terbesar dari biaya dibayar dimuka disebabkan oleh adanya pemberian hadiah kepada nasabah tabungan premier yang dimulai pada tahun 2006. Hadiah ini diamortisasi selama jangka waktu kontrak antara penabung dengan Bank. Tagihan pajak merupakan tagihan sehubungan dengan permohonan restitusi atas kelebihan pembayaran angsuran pajak Pph pasal 25 untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2005. Bank telah menerima Surat Pemberitahuan Pemeriksaan Pajak (SP3) dari Kantor Pelayanan Pajak Perusahaan Masuk Bursa (KPP PMB) atas permohan dimaksud pada tanggal 29 Juni 2006. Sampai dengan laporan ini diterbitkan, belum diperoleh hasil pemeriksaan dari KPP PMB sehubungan dengan permohonan dimaksud.

Hak atas tanah merupakan biaya pengurusan sertifikat dan bea balik nama tanah di Jl.RS Fatmawati Jakarta dan Denpasar Bali, amortisasi dibebankan sepanjang masa berlaku hak atas tanah 20 tahun yaitu sebesar Rp.200.692.308,- per tahun. Penurunan saldo nilai tanah yang tidak digunakan dalam usaha disebabkan adanya penggunaan sebagian tanah tersebut yang berlokasi di Lampung, Malang dan Manado sebagai kantor cabang yang sudah beroperasi, karenanya di klasifikasikan sebagai aktiva tetap. 11. KEWAJIBAN SEGERA Kewajiban segera terdiri dari: 2006 Rp 6.100.207.380 8.798.556.150 213.111.786 1.988.898.451 2.202.010.237 17.100.773.767
30

Bunga masih harus dibayar Kiriman uang Hutang pajak : Pajak 21 Pajak 23 Jumlah Hutang Pajak Jumlah

2005 Rp 5.719.315.473 6.643.071.584 249.065.892 3.006.692.255 3.255.758.147 15.618.145.20

4 12. GIRO Giro terdiri dari: 2006 Rp 8.873.856.259 14.124.645.009 22.998.501.268 2005 Rp 594.355.367 15.210.076.073 15.804.431.440

Pihak yang mempunyai hubungan istimewa Pihak ketiga Jumlah

Suku bunga tahunan berkisar antara 1.5% sampai dengan 5% pada periode yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2006 dan 2005. 13. TABUNGAN Akun ini terdiri dari: 2006 Rp Eksekutif Eksekutif Premiere Eksekutif Benefit Eksekutif Maxi Eksekutif Small Eksekutif ATM Eksekutif Point Eksekutif Tangerang dan Kapuk Lain-lain Jumlah 48.333.919.402 34.755.668.194 1.468.681.560 28.495.369.580 4.535.188.860 13.808.208.158 548.854.907 57.802.567 15.997.078 132.019.690.306 2005 Rp 58.151.209.088 7.936.355.231 3.175.445.816 1.468.646.899 92.554.280 14.380.283 70.838.591.597

Tabungan lain-lain merupakan tabungan yang dipergunakan sebagai sarana untuk menampung transaksi pemberian kredit kepada nasabah. Suku bunga rata-rata adalah sebesar 6% dan 5% per tahun masing-masing pada periode yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2006 dan 2005. Tabungan dari pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa adalah sebesar Rp.2.857.610.122,- dan Rp.1.934.861.045,- masing-masing pada tanggal 31 Desember 2006 dan 2005. 14. DEPOSITO BERJANGKA Deposito Berjangka terdiri dari:

30

(1) Jenis simpanan berjangka 2006 Rp Deposito Berjangka Pihak yang mempunyai hubungan istimewa Pihak ketiga Jumlah Deposito Berjangka 18.080.697.538 977.447.954.876 995.528.652.414 2005 Rp 22.628.319.237 1.191.002.802.702 1.213.631.121.939

NCD 196.076.631 12 bulan atau lebih Jumlah Simpanan Berjangka 995.724.729.045 1.213.631.121.939 -

(2) Jangka waktu simpanan berjangka 2006 Rp A. Berdasarkan Periode Deposito Berjangka Kurang dari 1 bulan 1 bulan 3 bulan 6 bulan 12 bulan atau lebih Jumlah Deposito Berjangka NCD 12 bulan atau lebih Jumlah Simpanan Berjangka 47.793.958.699 643.436.245.188 170.343.651.062 77.893.672.677 56.061.124.788 995.528.652.414 196.076.631 995.724.729.045 2006 B. Berdasarkan sisa umur saat Jatuh tempo 106.948.277.161 1.016.999.822.097 67.234.751.241 9.510.334.660 12.937.936.780 1.213.631.121.939 1.213.631.121.939 2005 2005 Rp

30

Deposito Berjangka Kurang dari 1 bulan 1 - 3 bulan 3 - 6 bulan 6 - 12 bulan Lebih dari 12 bulan Jumlah Deposito Berjangka NCD 12 bulan atau lebih Jumlah Simpanan Berjangka

821.232.193.582 1.145.160.115.06 0 102.923.943.374 50.552.005.079 40.957.392.123 10.763.001.081 28.061.973.335 5.030.000.505 2.353.150.000 2.126.000.214 1.213.631.121.93 995.528.652.414 9 196.076.631 1.213.631.121.93 995.724.729.045 9

-

Deposito berjangka sebesar Rp.2.129.001.444,- dan Rp.5.504.615.399,-masing-masing pada tanggal 31 Desember 2006 dan 2005 digunakan sebagai jaminan atas fasilitas kredit yang diberikan (lihat Catatan 7). Deposito pihak yang mempunyai hubungan istimewa atas nama Lusiana Widjaja telah digunakan sebagai tambahan dana setoran modal dan pencairan atas deposito tersebut hanya dapat dilakukan dengan ijin Bank Indonesia.

Suku bunga tahunan rata-rata berdasarkan waktu deposito berjangka adalah sebagai berikut: 2006 % 9.75 10.28 0.86 11.40 11.51 2005 % 13.00 13.00 12.32 10.83 8.81

Kurang dari 1 bulan 1 - 3 bulan 3 - 6 bulan 1 6 - 12 bulan Lebih dari 12 bulan 15. SIMPANAN DARI BANK LAIN

Simpanan dari bank lain berdasarkan jenis penempatan adalah sebagai berikut: Pihak yang mempunyai hubungan istimewa 2006 Rp 2005 Rp

30

Tabungan Giro Pihak Ketiga Deposito berjangka Call money Tabungan Giro Jumlah

709.915.042 169.433.788 25.076.744.313 5.000.000.000 3.842.770.984 2.467.467.346 37.266.331.473

25.815.114.246 2.045.392.263 1.265.866.466 29.126.372.975

Suku bunga tahunan rata-rata berdasarkan jenis penempatan simpanan dari bank lain dalah sebagai berikut : 2006 % 12,50 1 -2,00 9 - 11,00 6.00 2005 % 10,50 2 5,50 8 - 12,00 5,50

Deposito berjangka Giro Call money Tabungan

16. KEWAJIBAN LAIN-LAIN Rincian akun ini adalah sebagai berikut: 2006 Rp Dana setoran modal Pendapatan bunga ditangguhkan Cadangan uang pesangon Pendapatan diterima dimuka Setoran jaminan Biaya yang masih harus dibayar Cadangan Umum Bank Garansi Jumlah 16.125.000.000 510.689.181 1.021.282.721 687.872.403 191.250.000 146.187.500 18.682.281.805 2005 Rp 16.125.000.000 128.676.973 754.133.754 381.961.478 262.986.000 215.508.500 20.000.000 17.888.266.645

Dana setoran modal merupakan dana jangka panjang dan tidak dapat diambil tanpa

30

seijin BI yang digunakan untuk menutupi selisih kolektibilitas hasil temuan BI dengan bank sebagaimana dalam surat Bank Indonesia No.4/61/DPwBI/PwBI4/Rahasia tanggal 30 Agustus 2002. 17. MODAL SAHAM Susunan pemilikan saham Bank pada tanggal 31 Desember 2006 dan 2005 berdasarkan catatan yang dibuat oleh PT Sirca Datapro Perdana, Biro Administrasi Efek, adalah sebagai berikut:
2006 Pemegang Saham Lunardi Widjaja Lusiana Widjaja Irawati Wijaya Sinthyawati Widjaja Setiawan Widjaja Masyarakat Jumlah Jumlah saham ditempatkan dan Disetor 432.500.00 0 83.750.000 39.234.000 39.233.000 39.235.500 179.797.50 0 813.750.00 0 53,15 10,29 4,82 4,82 4,82 22,10 100,0 0 43.250.000.00 0 8.375.000.000 3.923.400.000 3.923.300.000 3.923.550.000 17.979.750.00 0 81.375.000.00 0 Persentase Pemilikan Jumlah Jumlah saham ditempatkan dan Disetor 432.500.000 83.750.000 38.736.000 39.953.000 38.700.000 180.111.000 813.750.000 2005 Persentase Pemilikan 53,15 10,29 4,76 4,91 4,76 22,13 100,0 0 Jumlah

43.250.000.00 0 8.375.000.000 3.873.600.000 3.995.300.000 3.870.000.000 18.011.100.00 0 81.375.000.00 0

Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa yang telah diaktakan dengan akta notaris Misahardi Wilatarma, S.H. No.70 tanggal 20 Juli 2005, pemegang saham menyetujui penambahan modal disetor dengan memindahkan dana setoran modal atas nama Lusiana Widjaja sebesar Rp.3.875.000.000,-. Akta tersebut telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia dalam Surat Keputusan No. C-21555 HT.01.04.TH.2005 tanggal 4 Agustus 2005. Bank telah mencatatkan seluruh sahamnya pada Bursa Efek Jakarta. Sesuai dengan Peraturan Bank Indonesia No.7/15/PB/2005 tanggal 1 Juli 2005 tentang Jumlah Modal Inti Minimum Bank Umum, Bank wajib memenuhi jumlah Modal Inti paling kurang sebesar Rp.80.000.000.000,- (delapan puluh miliar rupiah) pada tanggal 31 Desember 2007 dan wajib memenuhi jumlah Modal Inti paling kurang sebesar Rp.100.000.000.000,- (seratus miliar rupiah) pada tanggal 31 Desember 2010.

30

Rasio kecukupan modal minimum Bank adalah sebesar 9,37% pada tanggal 31 Desember 2006 dan sebesar 11,30% pada tanggal 31 Desember 2005.

18. TAMBAHAN MODAL DISETOR-BERSIH Akun ini terdiri dari agio saham dan biaya emisi saham yang berasal dari penawaran saham perdana kepada masyarakat pada tahun 2001 dengan rincian sebagai berikut: Rp Agio saham Biaya emisi saham Bersih 11.100.000.000 (3.433.748.975) 7.666.251.025

19. PEMBAGIAN DEVIDEN TUNAI Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham tahunan pada tanggal 16 Juni 2006, yang telah diaktakan dengan akta notaris Misahardi Wilamarta SH, No. 87, para pemegang saham memutuskan untuk tidak membagikan dividen dengan tujuan untuk memperkuat struktur permodalan Bank Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham tahunan pada tanggal 27 Mei 2005, yang telah diaktakan dengan akta notaris Fathiah Helmi SH, No. 44, para pemegang saham memutuskan untuk tidak membagikan dividen dengan tujuan untuk memperkuat struktur permodalan Bank. 20. INFORMASI SEGMEN Bank menyajikan informasi segmen menurut pengelompokkan segmen usaha dan geografis. Berdasarkan segmen usaha, Bank hanya memiliki satu segmen yaitu segmen usaha perbankan, sedangkan berdasarkan segmen geografis sebagai berikut:
2006 Pendapatan Bunga Dan Pendapatan Operasional Lainnya Informasi Berdasarkan Letak geografis Jakarta Jawa Sumatera Bali Sulawesi Eliminasi Jumlah 93.352.261.958 42.089.118.108 4.794.872.667 8.819.024.747 7.592.049.365 196.647.326.845 2.694.000.898 (42.984.984.385) (16.226.042.906) 1.164.000.388 4.638.001.545 (50.715.024.460) 842.314.280.650 511.146.170.308 241.560.080.485 55.789.018.588 89.564.029.842 401.106.348.112) 1.339.267.231.761 Laba (Rugi) Operasional Jumlah Aktiva

30

2005 Pendapatan Bunga Dan Pendapatan Operasional Lainnya Informasi Berdasarkan Laba (Rugi) Operasional Jumlah Aktiva

Letak geografis
Jakarta Jawa Sumatera Bali Sulawesi Eliminasi Jumlah 107.426.940.420 46.517.478.286 1.445.565.801 8.178.833.721 6.611.974.113 210.180.792.342 (40.075.896.405) (39.456.560.679) (4.910.143.672) 1.467.978.874 5.663.054.150 (77.311.567.732) 1.196.891.042.569 600.638.773.564 264.926.205.458 49.322.973.932 26.609.762.505 646.380.876.146) 1.492.007.881.882

21. PENDAPATAN BUNGA Pendapatan bunga berasal dari: 2006 Kredit yang diberikan Penempatan pada bank lain Giro pada bank lain Jumlah Rp 181.946.103.243 6.550.093.923 29.769.691 188.525.966.857 2005 Rp 190.906.543.376 9.699.038.482 35.548.668 200.641.130.526

Pendapatan bunga dari transaksi dengan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa berjumlah Rp. 761.403.754,- dan Rp. 1.175.396.687,- atau 0,40% dan 0,58% masing-masing untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2006 dan 2005. 22. BEBAN BUNGA Beban bunga meliputi bunga atas: 2006 Deposito berjangka Tabungan Sertifikat deposito Giro Call Money Sertifikat Bank Indonesia
30

2005 Rp 113.660.353.239 4.804.168.091 708.341.669 469.772.434 67.814.161

Rp 141.379.064.500 5.184.099.768 18.645.750 357.458.074 1.139.871.532 58.933.558

Lain-lain Jumlah

420.498 148.138.493.680

104.452.055 119.814.901.64 9

Beban bunga dari transaksi dengan pihak - pihak yang mempunyai hubungan istimewa berjumlah Rp. 772.801.110 dan Rp. 2.120.015.745,- masing-masing untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2006 dan 31 Desember 2005. 23. PENDAPATAN ADMINISTRASI Pendapatan administrasi terdiri dari: 2006 Rp 2.848.965.000 2.247.403.511 1.246.903.565 6.343.272.076 2005 Rp 4.921.848.000 2.032.510.830 569.911.897 7.524.270.727

Administrasi kredit Denda dan pinalti Lainnya Jumlah

24. BEBAN PENYISIHAN KERUGIAN AKTIVA PRODUKTIF Beban penyisihan kerugian aktiva produktif berasal dari: 2006 Rp Kredit yang diberikan (lihat Catatan 7) Penempatan pada bank lain: Penempatan (lihat Catatan 5) Jumlah 25. BEBAN UMUM DAN ADMINISTRASI 23.509.098.285 637.253.105 24.146.351.390 2005 Rp 87.987.291.30 3 424.046.066 88.411.337.36 9

30

Beban umum dan administrasi Terdiri dari:

2006 Rp 16.565.602.493 10.159.049.768 6.911.073.973 3.803.816.369 2.737.918.564 2.174.520.311 2.103.554.289 1.495.784.828 1.259.425.818 1.203.365.732 989.933.435 853.231.978 770.253.151 3.826.429.541 54.853.960.250

2005 Rp 22.512.243.67 4 12.300.243.64 2 6.069.501.499 2.742.841.682 3.264.983.107 1.633.956.619 1.497.742.188 1.376.631.407 595.765.169 1.193.613.164 1.029.125.733 901.681.000 828.930.217 5.732.769.285 61.680.028.38 6

Iklan, promosi dan pemasaran Operasional pembiayaan Penyusutan (lihat Catatan 8) Komunikasi Asuransi Perlengkapan kantor Transportasi dan perjalanan dinas Listrik, air dan gas Perbaikan dan pemeliharaan Iuran dan administrasi Pajak dan perijinan Honorarium tenaga ahli Sewa Lain-lain Jumlah

Beban sewa dari transaksi dengan pihak - pihak yang mempunyai hubungan istimewa sebesar Rp. 175.000.000,-, untuk tanggal 31 Desember 2006 dan 2005.

26. TENAGA KERJA DAN TUNJANGAN Rincian akun ini adalah sebagai berikut: 2006 Rp Gaji dan upah Kesejahteraan karyawan Pelatihan Cadangan pesangon Jumlah 13.918.403.464 3.520.621.758 335.130.775 267.148.967 18.041.304.964 2005 Rp 11.882.790.295 4.183.682.295 364.933.750 76.179.486 16.507.585.826

30

27. PENDAPATAN ( BEBAN ) NON OPERASIONAL Rincian pendapatan ( beban ) non operasional-bersih adalah sebagai berikut: 2006 Rp Pendapatan non operasional Koreksi penyisihan aktiva produktif (lihat Catatan 7) 30.098.992.099 Sewa 598.983.333 Laba penjualan aktiva tetap (lihat Catatan 8) 1.032.655.650 Laba penjualan AYDA - bersih (lihat Catatan 9) 10.972.506.592 Laba penjualan NCD Lain-lain Jumlah 119.769.901 42.822.907.575 2005 Rp 25.781.827.161 242.500.000 538.012.808 23.299.000.000 1.183.830.480 51.045.170.449

2006 Rp Beban non operasional
Penghapus bukuan NCD Rugi penjualan agunan yang diambil alih-bersih Rugi pengembalian pajak Beban penyisihan piutang NCD tidak tertagih (lihat catatan 10) Beban penyisihan penurunan nilai agunan yang diambil alih (lihat catt.9) Lain-lain Jumlah 5.207.803.088 4.659.767.681 1.279.707.482 11.147.278.251

2005 Rp
29.799.000.000 3.594.648.728 1.444.555.794 – 3.863.837.400 611.891.997 39.313.933.919

Bersih

31.675.629.324

11.731.236.530

Pendapatan sewa dari pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa berjumlah Rp.598.983.333,- dan Rp. 242.500.000,- masing-masing untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2006 dan 2005. 28. TAKSIRAN PAJAK PENGHASILAN Beban (Manfaat) Pajak Penghasilan Bank terdiri dari: 2006 Rp Pajak Kini Pajak tangguhan Jumlah (5.413.367.151) ( 5.413.367.151
30

2005 Rp (18.920.611.781) (18.920.611.781)

) Rekonsiliasi antara laba (rugi) sebelum taksiran pajak penghasilan seperti yang disajikan dalam laporan laba rugi dengan taksiran penghasilan kena pajak (rugi fiskal) untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2006 dan 2005 adalah sebagai berikut: 2006 Rp
Laba sebelum taksiran Manfaat (Beban) (19.039.395.136) pajak penghasilan menurut laporan laba rugi Ditambah (dikurangi): Beda waktu 6.659.487.192 Beda tetap 936.504.632 Taksiran penghasilan kena pajak (11.443.403.312)

2005 Rp
(65.580.331.202)

(37.671.654.325) 2.568.803.102 (100.683.182.425)

Berdasarkan peraturan perpajakan yang berlaku, periode berlakunya kompensasi rugi fiskal adalah lima tahun sejak rugi fiskal terjadi. Perhitungan taksiran pajak penghasilan (pajak kini dan tangguhan) adalah sebagai berikut: 2006 Rp Taksiran pajak penghasilan dibulatkan Beban pajak kini : Jumlah taksiran pajak penghasilan tahun berjalan Pajak Penghasilan dibayar dimuka (11.443.403.312) 2005 Rp (100.683.182.000 ) 1.084.343.001

Taksiran hutang (tagihan) Pajak Penghasilan Pajak Tangguhan 2006 Rp Pengaruh beda waktu pada tarif Pajak maksimum (30%) Beban penyisihan penghapusan: Kredit Penempatan pada bank lain Penyusutan dan penjualan aktiva tetap Biaya penyisihan piutang

-

1.084.343.001

2005 Rp 11.834.502.745 300.000 147.961.666 -

(355.360.541) (1.562.340.926)

30

Penghapusan Nilai agunan yang diambil alih Cadangan pesangon Pajak Tangguhan Pengaruh beda waktu Pajak Tangguhan Pengaruh Kerugian Pajak Tangguhan Pengaruh Kerugian

(362.490.935) (80.144.690) (1.997.846.157) (3.415.520.994) (5.413.367.151) (22.853.846) 11.597.419.630 (30.518.031.411) (18.920.611.781)

Rekonsiliasi antara taksiran pajak penghasilan yang dihitung dengan menggunakan tarif pajak yang berlaku dari laba (rugi) akuntansi manfaat (beban) pajak penghasilan, dengan taksiran manfaat (beban) pajak penghasilan seperti yang dicantumkan dalam laporan laba rugi untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2006 dan 31 Desember 2005 adalah sebagai berikut : 2006 Rp Laba akuntansi sebelum taksiran Manfaat (beban) Pajak Penghasilan Taksiran Pajak Penghasilan dengan Tarif pajak yang berlaku Pengaruh pajak atas beda tetap Taksiran manfaat (beban) Pajak Penghasilan Per laporan laba rugi (19.039.395.136) (5.694.318.541) 280.951.390 (65.580.331.202) (19.691.252.712) 770.640.931 2005 Rp

(5.413.367.151)

(18.920.611.781)

Pengaruh pajak atas laba beda waktu yang signifikan antara pelaporan komersial dan pajak adalah sebagai berikut: 2006 Rp Aktiva pajak tangguhan Penurunan nilai agunan yang diambil alih Beban penyisihan aktiva produktif Beban penyisihan piutang Penyusutan Cadangan pesangon Kompensasi Kerugian Aktiva pajak tangguhan - bersih 4.332.159.846 (11.690.651.778) 1.562.340.926 871.913.374 311.149.107 33.933.552.405 29.320.463.880 2005 Rp 4.332.159.846 (11.690.651.778) 516.552.833 231.004.417 30.518.031.411 23.907.096.729

Jumlah beda waktu yang signifikan, atas mana aktiva pajak tangguhan dihitung, tidak dapat dikurangkan untuk tujuan pajak penghasilan sampai aktiva produktif yang dicadangkan

30

menjadi “non-performing”, Cadangan pesangon tersebut dibayarkan kepada karyawan pada saat pemutusan hubungan kerja dan agunan yang diambil alih dijual atau direalisasi. Manajemen berkeyakinan bahwa aktiva pajak tangguhan yang terjadi dapat dipulihkan seluruhnya. Kewajiban pajak tangguhan berasal dari perbedaan dasar pencatatan aktiva tetap menurut pembukuan dan pelaporan pajak karena perbedaan periode yang digunakan untuk tujuan pelaporan komersial dan pelaporan pajak. 29. LABA RUGI PER SAHAM Laba (rugi) per saham dasar dihitung dengan membagi laba (rugi) bersih dengan jumlah rata -rata tertimbang saham yang ditempatkan dan disetor penuh selama tahun yang bersangkutan. Perhitungan laba (rugi) per saham dasar dan dilusian adalah sebagai berikut:

2006 Rp Laba (rugi) bersih berdasarkan laporan laba rugi Jumlah rata-rata tertimbang saham beredar Laba (rugi) bersih per saham (13.626.027.985) 813.750.000 (16,74)

2005 Rp (46.659.719.421) 792.410.959 (58,88)

Perhitungan jumlah rata - rata tertimbang saham yang beredar untuk tahun 2006 dan 2005 adalah sebagai berikut : Jumlah Rata-rata Tahun 2006 Dasar Hari Jumlah Saham Tertimbang Saham Beredar

30

1 Januari – 31 Desember Tahun 2005 Dasar 1 Januari – 20 Juli 21 Juli – 31 Desember

365 Hari 201 164

813.750.000 Jumlah Saham 775.000.000 813.750.000

813.750.000 Jumlah Ratarata Tertimbang Saham Beredar 426.780.822 365.630.137 792.410.959

30. KOMITMEN DAN KONTINJENSI Rincian saldo komitmen dan kontinjensi adalah sebagai berikut: 2006 Rp Komitmen Tagihan komitmen: Surat berharga titipan kliring Inkaso dalam pengiriman Jumlah tagihan komitmen Kewajiban komitmen: Komitmen kredit yang belum ditarik Lainnya Jumlah kewajiban komitmen Kewajiban komitmen – bersih 21.688.127.688 216.246.000 21.904.373.688 45.367.711.775 21.904.373.688 67.272.085.463 45.367.711.775 2005 Rp 2.988.814.220 9.312.692 2.998.126.912 22.309.602.846 2.998.126.912 25.307.729.758 22.309.602.846

Kontinjensi Tagihan kontinjensi: Kredit yang diberikan dalam penyelesaian Pendapatan bunga dalam penyelesaian Jumlah tagihan kontinjensi Kewajiban kontinjensi: Bank Garansi 87.082.125.371 40.714.624.272 127.796.749.643 91.109.049.470 48.645.172.184 139.754.221.654

275.748.000
30

2.187.219.842

Tagihan Kontinjensi – bersih

127.521.001.643

137.567.001.812

BAB. III. ASPEK TRANSPARANSI YANG TERKAIT DENGAN KELOMPOK USAHA A. Struktur Kelompok Usaha Bank Berdasarkan Peraturan Bank Indonesia No.5/25/PBI/2003, tanggal 10 November 2003, dan Surat Edaran Bank Indonesia No.6/15/DPNP, tanggal 31 Maret 2004, masing-masing perihal Penilaian Kemampuan dan Kepatutan (Fit and Proper Test), maka struktur kelompok usaha yang terkait dengan Bank adalah sebagai berikut :

30

Susunan Kepemilikan : 1. Lunardi Widjaja 2. Lusiana Widjaja Ultimate Shareholders : 1. Lunardi Widjaja Susunan Kepengurusan : Dewan Komisaris Presiden Komisaris : Lunardi Widjaja Komisaris : Reginald Maukar Direksi - Presiden Direktur - Direktur - Direktur : Tonny Antonius : Andy Sutanto : Harmen Rasjid : Perorangan : 53,15 %(sebanyak 432.500.000 saham, sebesar Rp.43.250.000.000) : 10,29% (sebanyak 83.750.000 saham, sebesar Rp.8.375.000.000)

2.

B. Transaksi dengan Pihak-Pihak yang mempunyai hubungan istimewa dengan Bank ( Related Party Transaction ) : 1. Transaksi dengan Pihak-Pihak yang mempunyai hubungan istimewa dengan Bank. Bank melakukan transaksi dengan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa. Berdasarkan PSAK No. 7 “Pengungkapan Pihak-pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa”, yang dimaksud dengan hubungan istimewa adalah sebagai berikut : a. Perusahaan yang melalui satu atau lebih perantara (intermediaries), mengendalikan, atau dikendalikan oleh, atau berada dibawah pengendalian bersama, dengan perusahaan pelapor (termasuk induk perusahaan, anak perusahaan dan perusahaan terkait); Perusahaan Asosiasi (Associated Companies);

b.

c.

Perorangan yang memiliki, baik secara langsung maupun tidak langsung suatu kepentingan hak suara di perusahaan pelapor yang berpengaruh secara signifikan, dan anggota keluarga dekat dari perorangan tersebut (yang dimaksud dengan anggota keluarga dekat adalah mereka yang dapat diharapkan mempengaruhi atau dipengaruhi perorangan tersebut dalam transaksinya dengan perseroan pelapor;

30

d.

Manajemen kunci, yaitu orang-orang yang mempunyai wewenang dan tanggung jawab untuk merencanakan, memimpin dan mengendalikan kegiatan perusahaan pelapor yang meliputi anggota Dewan Komisaris, Direksi dan Manager dari perusahaan serta anggota keluarga dekat orang-orang tersebut; dan Perusahaan, dimana suatu kepentingan substansial dalam hak suara dimiliki baik secara langsung maupun tidak langsung oleh setiap orang yang diuraikan dalam (3) atau (4), atau setiap orang tersebut mempunyai pengaruh signifikan atas perusahaan tersebut. Ini mencakup perusahaan-perusahaan yang dimiliki anggota Dewan komisaris, Direksi atau pemegang Saham Utama dari perusahaan pelapor dan perusahaan-perusahaan yang mempunyai anggota manajemen kunci yang sama dengan perusahaan pelapor.Seluruh transaksi dengan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa, baik yang dilakukan dengan atau tidak dengan kondisi dan persyaratan normal sebagaimana dilakukan dengan pihak ketiga, diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan.

e.

2. Jenis Transaksi dan Saldo dengan Pihak-Pihak yang mempunyai hubungan istimewa dengan Bank Bank memiliki saldo dan melakukan transaksi-transaksi usaha dengan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa yang merupakan pemegang saham dan/ atau kelompok bisnis yang sama dengan Bank. Hubungan dan sifat saldo/ transaksi dengan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa adalah sebagai berikut : No. 1. Pihak-pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa
Lunardi Widjaja

Hubungan
Pemegang saham dan Presiden Komisaris Perusahaan afiliasi Perusahaan afiliasi Perusahaan afiliasi Pemegang saham

Sifat Transaksi
Dana setoran modal Giro Tabungan Penyewaan ruang kantor Kredit yang diberikan Penyewaan ruang kantor Giro Penyewaan ruang kantor Kredit yang diberikan Deposito Tabungan

2. 3. 4. 5.

PT. Global Lestari Motorindo PT. Lunardi Sentra PT. Dana Auto Global Lusiana Widjaja

6. 7.

Irawati Wijaya Direksi,Komisaris,Karyawan

Pemegang saham Karyawan
30

dan

Deposito Tabungan Giro, Tabungan

dan

Pengurus

Deposito

Transaksi dengan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa dilaksanakan berdasarkan syarat dan kondisi serupa seperti yang dilakukan dengan pihak ketiga, kecuali transaksi tagihan, kewajiban segera dan penetapan nilai sewa gedung sebagai berikut :  Tagihan dan kewajiban kepada pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa merupakan transaksi piutang dan hutang yang tidak dikenakan bunga dan tanpa jadwal pengembalian yang tetap. Berdasarkan perjanjian sewa dengan PT. Global Lestari Motorindo, perusahaan afiliasi, tanggal 15 November 2005, Bank menyewakan lantai 6 gedung Bank Eksekutif yang terletak di Jalan Tomang Raya No. 14, Jakarta selama 2 tahun mulai tanggal 1 Januari 2005 sebesar Rp. 266.400.000 per tahun. Pembayaran sewa tersebut diangsur setiap 3 bulan. Berdasarkan perjanjian sewa menyewa No.32 yang dibuat dihadapan notaris Nyonya Pudji Redjeki, SH tanggal 12 Maret 2001, PT Lunardi Sentra dan Lunardi Widjaja menyewakan bangunan kantor berlantai 3 yang terletak di Jalan Sulawesi No.59 dan 61, makassar kepada Bank selama 10 tahun mulai tanggal 13 Maret 2001 sampai dengan 13 Maret 2011 sebesar Rp. 1.750.000.000,-. Bangunan tersebut digunakan untuk kantor cabang bank.

3. Penyediaan Dana kepada pihak terkait dengan Bank Posisi 31 Desember 2006 No . 1. Nama Peminjam PT. Global Motorindo Lestari Jumlah Hubungan keterkaitan dengan Bank Presiden Komisaris Penyediaan Dana Dalam Jutaan Rupiah Baki debet 186 186 Keterangan Kredit Investasi

BAB. IV. INFORMASI LAIN

30

A. Jaminan Pemerintah terhadap kewajiban pembayaran Bank Umum Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Keuangan No.26/KMK.017/1998 tanggal 28 Januari 1998. Pemerintah menjamin kewajiban bank umum meliputi giro, tabungan, deposito berjangka dan deposito on-call, obligasi, surat-surat berharga yang diterbitkan, pinjaman antar bank, pinjaman diterima, swaps/hedges/futures, derivatif dan kewajiban kontinjensi lainnya seperti bank garansi, standby letters of credit, performance bonds dan kewajiban sejenis selain pinjaman subordinasi dan kewajiban kepada kreditur, komisaris dan pihak-pihak yang terkait dengan bank. Lebih lanjut, Menteri Keuangan mengeluarkan surat keputusan No.179/KMK.017/2000 tanggal 26 Mei 2000 dengan Perubahan terakhir No. 189/KMK.06/2004, untuk menggantikan Surat Keputusan di atas, di mana jaminan Pemerintah, atas kewajiban bank umum seperti dijelaskan diatas berlaku untuk jangka waktu mulai tanggal 26 Januari 1998 sampai dengan tanggal 31 Januari 2001. Jangka waktu jaminan ini akan diperpanjang dengan sendirinya untuk jangka waktu enam bulan berikutnya secara terus menerus, kecuali Menteri Keuangan, dalam waktu sekurang-kurangnya enam bulan sebelum berakhirnya jangka waktu tersebut menerbitkan pemberitahuan bahwa Menteri Keuangan tidak bermaksud untuk memperpanjang jangka waktunya. Sesuai dengan berlakunya undang-undang No.24 tahun 2004 tentang Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mulai pada tahun 2006, Bank sebagaimana dimaksud dalam Undang-undang Perbankan menjadi peserta dalam program tersebut. Simpanan yang dijamin sesuai dengan peraturan tersebut merupakan simpanan yang berasal dari masyarakat termasuk yang berasal dari Perbankan lainnya, meliputi simpanan giro, deposito, sertifikat deposito, tabungan dan atau bentuk lain yang dipersamakan dengan itu. Bank wajib mematuhi segala persyaratan administratif terkait sesuai dengan peraturan yang dimaksud. Dengan berlakunya peraturan mengenai Lembaga Penjamin Simpanan maka simpanan tidak lagi dijamin langsung oleh Pemerintah melainkan digantikan oleh lembaga tersebut dengan batasanbatasan penjaminan sesuai dengan peraturan yang berlaku. B. Informasi Penting Lainnya 1. Capital Adequacy Ratio ( CAR ) Rasio kecukupan modal minimum Bank (CAR) adalah sebesar 9,37% pada tanggal 31 Desember 2006, dan sebesar 9.71% pada tanggal 31 Desember 2005. 2. Pembentukan Penyisihan Penghapusan Aktiva Produktif ( PPAP ) Pada tanggal 31 Desember 2006 dan 2005, rasio Penyisihan Penghapusan Aktiva Produktif yang telah dibentuk terhadap Aktiva Produktif masing-masing sebesar 3,01% dan 4,04%.

30

C. Faktor Resiko Bank di Masa Depan a. Sesuai dengan peraturan Bank Indonesia No. 3/25/PBI/2001 tanggal 26 Desember 2001, rasio dari kredit ‘Non Performing” (NPL) tidak boleh melebihi maksimum 5% dari seluruh jumlah kredit yang diberikan oleh Bank. Pada 31 Desember 2006 dan 2005, rasio tersebut masing-masing sebesar 7,89% dan 13,53% (gross). Dengan tingginya rasio NPL diatas, Bank telah diminta oleh Bank Indonesia untuk menciptakan strategi serta rencana kerja guna mengatasi permasalahan tersebut diatas. Apabila Bank tidak berhasil menjalankan rencana kerja tersebut, dapat berakibat kepada perlambatan laju usaha serta pertumbuhan laba bersih Bank dimasa yang akan datang b. Dengan akan dihentikannya program penjaminan oleh Pemerintah Republik Indonesia atas seluruh dana pihak ketiga yang ada pada Bank yang diatas nominal 100 juta rupiah, maka terdapat kemungkinan peningkatan risiko intrinsik Bank dimata deposan dan nasabahnya. Kemungkinan terjadinya risiko ini tidak dapat ditentukan karena keadaan tersebut tergantung pada Kebijakan dari Pemerintah Indonesia, suatu tindakan yang berada di luar kendali Bank. Oleh karena itu tidaklah mungkin untuk menentukan dampak masa depan atas risiko tersebut terhadap pendapatan dan realisasi aktiva produktif Bank, termasuk dampak mengalirnya dana nasabah, kreditur, deposan, dan pemegang saham ke dan dari Bank. Berdasarkan pengumuman UP3 No. P-3/UP3/2004 tanggal 10 September 2004 tentang Daftar Bank Umum Peserta Program Penjaminan Pemerintah, diumumkan bahwa Bank termasuk dalam salah satu bank yang ikut serta dalam program penjaminan pemerintah yang akan ditinjau kembali setiap enam bulan atau setiap kali ada Perubahan . c. Berdasarkan surat dari Bank Asiatic-dalam likuidasi No. 023/DIR-HM/II/2004 tanggal 4 Februari 2004 dan No. 038/DIR-HM/II/2004 tanggal 16 Februari 2004, pada tahun 2004 dan 2005, Bank melakukan perjumpaan hutang antara saldo penempatan Bank kepada Bank Asiatic-dalam likuidasi dengan saldo penempatan dana dari Bank Dagang Bali-dalam likuidasi kepada Bank sebesar Rp. 26.000.000.000,- dan sebesar Rp. 4.000.000.000,- serta melaporkan perlakukan tersebut kepada Bank Indonesia, Tim Likuidasi Bank Dagang Bali dan UP3. d. Dengan diberlakukannya Peraturan Bank Indonesia No. 7/2/PBI/2005, maka efektif per tanggal 20 Januari 2007, Bank diwajibkan untuk membentuk penyisihan penghapusan atas Agunan Yang Diambil Alih (AYDA) dan Aktiva Terbengkalai yang belum dapat direalisasikan. Jumlah pencadangan dimaksud, jika dibukukan dapat menambah beban PPAP untuk aktiva terbengkalai dan AYDA itu sendiri yang karenanya dapat secara signifikan membebani profitabilitas dan posisi keuangan Bank saat ini dan dimasa yang akan datang. Dimasa yang akan datang, jika Bank tidak memiliki rencana kerja yang jelas dan terpadu atas AYDA dan Aktiva Terbengkalai yang ada, kewajiban penyisihan tambahan yang akan timbul dapat berakibat kepada meningkatnya beban penyisihan, yang pada akhirnya juga akan lebih memperburuk kinerja Bank dimasa yang akan datang.

30

e. Selama tahun 2006 Bank telah mendapat keuntungan yang material atas penjualan sebagian AYDA yang dilakukan dengan pemberian kredit kepada pembeli. Pada tahun 2005 Bank telah mendapat keuntungan yang material atas penjualan NCD Bank yang belum sepenuhnya dilunasi oleh Pembeli. D. Permasalahan Hukum Bank telah melaporkan seluruh perkara hukum yang ada pada Bank Indonesia dan atas gugatan -gugatan Bank kepada debitur – debitur dengan kolektibilitas macet telah dilakukan pembentukan pencadangan sesuai dengan Peraturan Bank Indonesia (catatan 2k). a. Berdasarkan Putusan Perkara No.292/Pdt.G/2001/PN.Jak.Sel tanggal 14 Mei 2003, Pengadilan Negeri Jakarta Selatan memenangkan sebagian gugatan PT Super Adi Teknik Indonesia sehubungan dengan pemberian fasilitas kredit oleh Bank sindikasi sebesar Rp 12 milyar dan porsi Bank adalah sebesar Rp 3 milyar. Putusan itu antara lain adalah menolak permohonan debitur untuk meminta pengurangan atas pokok pinjaman dan tunggakan bunga kepada bank sehat (yang bukan termasuk bank BBO, BBKU, BTO dan bank rekap). Perkara ini sedang berada dalam tahap proses kasasi di Mahkamah Agung Republik Indonesia. b. Bank melakukan permohonan eksekusi jaminan PT Malfindo Primatama (debitur Ny.Ilya Malfun, Ny. R.A. Peni Surti Setiti dan Ny.Astuti Benitasari) sehubungan dengan pemberian fasilitas kredit kepada debitur karena wanprestasi. Berdasarkan Surat Penetapan No.25/PEN.EKS/APHT/2003/PN/TNG dan No.26/PEN.EKS/APHT/2003/PN/TNG masingmasing tanggal 27 Desember 2003, serta No.52/2004 Eks.Jo.No. 50/KJ/2000 tanggal 30 Desember 2003, menetapkan sita eksekusi atas jaminan-jaminan debitur dan melakukan pelelangan pada tanggal 17 Februari 2004. Berdasarkan Berkas Perkara No. 117/PDT.G/2004/PN.JKT.BAR, pihak debitur melakukan perlawanan terhadap permohonan lelang yang diajukan oleh Bank di pengadilan Negeri Jakarta Barat. Dalam putusan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Barat, memutuskan perlawanan dari pelawan ditolak dan pihak pelawan mengajukan Banding ke Pengadilan Tinggi Jakarta sehubungan dengan Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Barat. Berdasarkan Putusan Pengadilan Tinggi Jakarta No. 61/PDT/2005/PT.DKI jo No. 117/PDT/G/2004/PN.JKT.BARAT memutuskan mengabulkan permohonan penggugat untuk sebagian dan pihak tergugat mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung. Dalam tahun 2006 debitur melakukan pembayaran untuk pelunasan sebagian sebagai tindak lanjut proses yang dilakukan oleh Bank. Jumlah yang diterima dari debitur sebesar Rp.669.000.000,-. c. Berdasarkan Perkara Perdata No. 82/PDT.G/2001/PN.BDG tanggal 20 Maret 2001, Bank mengajukan gugatan kepada Denny Muliana selaku Direktur PT Sumber Mas Karya Abadi

30

(debitur), Sugiarto Muliana, Fanny Muliana dan Benny Muliana (selaku penjamin pinjaman) sehubungan dengan wanprestasi debitur atas kredit yang diberikan oleh Bank . Bank mengajukan gugatan sebesar Rp 28.782.599.986 per tanggal 19 Maret 2001 ditambah bunga sebesar 2% per bulan. Berdasarkan Penetapan No.310/PDT.G/2001/PN.JKT.BAR tanggal 26 September 2001, gugatan Bank untuk melakukan sita jaminan berupa 5 set mesin-mesin, 2 kendaraan bermotor dan 7 bidang tanah dan bangunan disetujui oleh Pengadilan Negeri Jakarta Barat. Berdasarkan penetapan tersebut Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Barat melalui surat No.W7.Db.Ht.04.05.4561 tanggal 2 Oktober 2001 mendelegasikan kepada Pengadilan Negeri Bandung untuk melaksanakan sita jaminan. Berdasarkan penetapan No.667/PDT/DEL/2001/PN.BDG jo No.310/PDT.G/2001/PN.JAK. BAR tanggal 16 Oktober 2001, Pengadilan Negeri Bandung menetapkan sita jaminan dan memerintahkan Panitera / Jurusita Pengadilan Negeri Bandung untuk melakukan sita jaminan. Perkara ini masih berlanjut dan sedang dalam proses di Mahkamah Agung Republik Indonesia. Berdasarkan perkara perdata No.41/PDT.G/2003/PN/BDG tanggal 11 Februari 2003, gugatan Bank untuk melakukan sita jaminan atas tanah dan bangunan yang terletak di Jl.Budiasih, Jl.Kopo, Jl. Asia Afrika, Jl.Gang Cikapundang, Jl. Setra Duta, 5 set mesin dan 2 unit kendaraan dikuatkan oleh putusan No.491/PDT/2003/PT.BDG tanggal 12 Nopember 2003. Untuk keputusan ini debitur mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung yang diterima dan diregistrasi di Mahkamah Agung dengan No. 908K/PDT/2003. Berdasarkan Putusan Mahkamah Agung, dinyatakan bahwa tergugat berkewajiban memberikan empat dari enam agunan tambahan yang dituntut oleh bank sebagaimana tuntutan diatas. Berdasarkan keputusan Majelis Hakim pada Mahkamah Agung Republik Indonesia tanggal 12 April 2006, Mahkamah Agung menolak kasasi debitur seperti tersebut diatas

30

E. Peristiwa Setelah Tanggal Neraca Tidak ada kejadian yang signifikan yang terjadi setelah tanggal neraca. Jakarta, 27 April 2007 PT. Bank Eksekutif Internasional, Tbk D i r e k s i,

Mengetahui,

Lunardi Widjaja Presiden Komisaris

Tonny Antonius Presiden Direktur

Andy Sutanto Direktur

Harmen Rasjid Direktur

30

30

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->