Anda di halaman 1dari 7

http://sitisalmah27.blogspot.com/2014/03/makalah-seks-bebas-dikalanganremaja.

html
Masa pubertas merupakan masa peralihan dari masa kanak-kanak
menjadi dewasa yang dimulai umur 8 14 tahun. Seks bebas itu
sendiri ada kaitannya dengan perilaku yang berdampak buruk terhadap
kesehatan reproduksi. Salah satu faktor yang paling berpengaruh dalam

perubahan perilaku remaja dalam urusan seks adalah masuknya budaya barat ke
negara berkembang seperti Indonesia. Kita telah mengetahui bahwa sebagian
besar bangsa barat adalah bangsa sekuler, seluruh kebudayaan yang mereka
hasilkan jauh dari norma-norma agama. Hal ini tentunya bertentangan dengan
budaya Indonesia yang menjujung tinggi nilai agama dan pancasila.Selain
itu, Banyaknya media sosial yang mudah menyajikan budaya Barat semakin
mendekatkan remaja pada kehidupan serba boleh (permissif )/ bebas berbuat
selama tidak mengganggu orang lain. Termasuk dalam urusan seks. Karena di
beberapa negara Barat, perilaku seks bebas remaja memang tinggi sekali. budaya
barat menganggap bahwa seks bebas adalah suatu yang wajar, karna sebagian
besar mereka disana melakukan seks bebas. Hal tersebut dapat terjadi karena tidak
adanya budaya serta norma-norma yang mereka junjung, sedangkan di Indonesia
sendiri ada budaya serta norma-norma yang harus kita junjung hal tersebut
seharusnya dapat menjauhkan diri kita dari seks bebas.
Pada umumnya remaja dan mahasiswa melakukan hubungan seks
bebas dengan pacarnya, karna kebanyakan dari mereka beranggapan
bahwa pacar adalah calon suami yang berhak mendapatkan segalanya.
Tidak ada salahnya jika kita mengatakan pacaran adalah sebagian dari
pergaulan bebas. Karena saat ini pacaran sudah menjadi hal yang
biasa bahkan sudah menjadi kode etik dalam memilih calon
pendamping.
Berikut Beberapa faktor yang mendorong para remaja untuk
melakukan seks bebas adalah sebagai berikut:
1.

Karena kehidupan iman yang rapuh.

Kehidupan beragama yang baik dan benar ditandai dengan pengertian,


pemahaman dan ketaatan dalam menjalankan ajaran-ajaran agama
dengan baik. Seseorang dapat melakukan seks bebas karena
kurangnya keimanan dalam dirinya. Oleh sebab itu sejak dini para
remaja dan mahasiswa harus meningkatkan pengetahuan tentang
agamanya sendiri, karna agama adalah tumpuan bagi hidup kita. Jika
pengetahuan tentang agama saja minim, apalagi pengetahuan diluar
agama tentu sangat minim.

2.

Kurangnya perhatian orang tua.

Orang tua sangat berperan penting dalam kehidupan seorang anak.


Perhatian orang tua sangat diperlukan oleh seseorang karna orang
tualah yang paling dekat dengannya. Bimbingan orang tua sangat
berpengaruh pada tingkah laku seseorang. Apabila orang tua kurang
memberi pengarahan serta pengetahuan maka seorang anak akan
mudah terjerumus dalam kebiasaan berseks bebas.
Tetapi ada juga anak yang memang memiliki kepribadian buruk,
walaupun orang tuanya sudah memberikan perhatian yang cukup serta
pengarahan yang cukup pula, anak yang tergolong memiliki
keprobadian buruk akan senantiasa tidak mendengarkan perkataan
orang tuanya. Hal tersebut akan meninggalan penyesalan pada akhir
perbuatan remaja atau mahasiswa tersebut.
3.

Lengkapnya fasilitas.

Fasilitas yang lengkap akan mempermudah seseorang untuk dapat


melakukan seks bebas. Jika seorang remaja atau mahsiswa memiliki
fasilitas yang mendukung utnuk mereka melakukan seks bebas seperti
rumah yang nyaman dari perhatian warga, maka perlakuan seks bebas
akan mudah sekali terjadi.
Contohnya seperti kontrakan-kontrakan bebas yang bias digunakan
oleh para remaja dan mahasiswa untuk melakukan seks bebas.
Keadaan rumah yang selalu kosong juga dapat menjadi tempat
seorang remaja atau mahasiswa melakukan seks bebas, oleh karena
itu jangan biarkan si anak berduaan dirumah.
4.

Tekanan dari seorang pacar

Karena kebutuhan seorang untuk mencintai dan dicintai, seseorang


harus rela melakukan apa saja terhadap pasangannya, tanpa
memikirkan resiko yang akan dihadapinya. dalam hal ini yang berperan
bukan saja nafsu seksual, melainkan juga sikap memberontak terhadap
orang tuanya. Remaja lebih membutuhkan suatu hubungan,
penerimaan, rasa aman, dan harga diri selayaknya orang dewasa, dan
pemikiran seperti itu sangat banyak dijumpai.
5.

Pelampiasan diri.

Faktor ini tidak hanya datang dari diri sendiri, misalnya karena terlanjur
berbuat, seorang remaja perempuan biasanya berpendapat sudah
tidak ada lagi yang dapat dibanggakan dalam dirinya, maka dalam

pikirannya tersebut ia akan merasa putus asa dan mencari


pelampiasan yang akan menjerumuskannya dalam pergaulan bebas
seperti seks bebas.
6.

Kurangnya pengetahuan tentang seks bebas.

Karena menganggap bahwa hubungan seks bebas adalah bentuk


penyaluran kasih sayang dalam sebuah hubungan berpacaran.
Kebanyakan dari mereka merasa tanpa seks kegiatan pacaran mereka
tidak efektif, padahal pemikiran seperti itu adalah bentuk bujuk rayu
setan. Tidak sedikit para remaja juga para mahasiswa berfikiran seperti
itu.
7.

Rasa ingin tahu tentang sesuatu yang berbau seksual.

Pada usia remaja keingintahuannya begitu besar terhadap seks,


apalagi jika teman-temannya mengatakan bahwa terasa nikmat,
ditambah lagi adanya infomasi yang tidak terbatas masuknya, maka
rasa penasaran tersebut semakin mendorong mereka untuk lebih jauh
lagi melakukan berbagai macam percobaan yang tanpa mereka sadari
bahwa percobaan tersebut berbahaya.
8.

Tontonan yang tidak mendidik.

Akibat atau pengaruh mengonsumsi berbagai tontonan bagi remaja


sangat besar.Apa yang merka tonton, berkorelasi secara positif dan
signifikan dalam membentuk perilaku mereka, terutama tayangan film
dan sinetron, baik film yang ditonton di layar kaca maupun film yang
ditonton di layar lebar. Acara televisi begitu berjibun dengan tayangan
yang bikin gerah, Video klip lagu dangdut saja, saat ini makin berani
pamer aurat dan adegan-adegan yang bisa meningkatkan gairah para
lelaki. Belum lagi tayangan film yang bikin otak remaja teracuni
dengan pesan sesatnya.
Ditambah lagi, maraknya tabloid dan majalah yang memajang gambar
sekitar wilayah dada, dan buka paha tinggi-tinggi, serta gambar yang
tidak layak dilihat lainya. Konyolnya, pendidikan agama di sekolahsekolah ternyata tidak menggugah kesadaran remaja untuk kritis dan
inovatif. Oleh sebab itu sebaiknya tontonan yang mendidiklah yang
harus diberika pada seorang anak sejak dini sehingga kelak saat
remaja menjadi remaja yang baik.
9.

Pergaulan bebas.

Pergaulan bebas yang melewati batas seperti dugem, minum-minuman


keras dan sebagainya akan berujung pada seks bebas. Karna
pergaulan bebas dapat menyebabkan seseorang lupa diri, merasa

tidak modern jika tidak mengikuti tren yang akan berujung pada seks
bebas. Yang pada dasarnya pemikiran seperti itu sangat salah.
10. Masa remaja terjadi kematangan biologis.
Seorang remaja sudah dapat melakukan fungsi reproduksi
sebagaimana layaknya orang dewasa sebab fungsi organ seksualnya
telah bekerja secara normal. Hal ini membawa konsekuensi bahwa
seorang remaja akan mudah terpengaruhi oleh stimuli yang
merangsang gairah seksualnya, misalnya dengan melihat film porno,
cerita cabul, dan gambar-gambar erotis.
Kematangan biologis yang tidak disertai dengan kemampuan
mengendalikan diri cenderung berakibat Negatif, yakni terjadi
hubungan seksual pranikah dimasa pacaran. Sebaliknya kematangan
biologis yang disertai dengan kemampuan mengendalikan diri akan
membawa kebahagian remaja dimasa depannya sebab ia tidak akan
melakukan hubungan seksual pranikah.
11. Rendahnya pengetahuan tentang bahaya seks bebas.
Sehingga mereka beranggapan bahwa seks bebas adalah suatu hal
yang wajar bagi pergaulan mereka. Faktor pengetahuan yang minim
ditambah rasa ingin tahu yang tinggi, kurangnya pengetahuan akan
dampak dan akibat akan hal yang kita lakukan dapat memudahkan kita
terjerumus ke dalam hal hal yang negatif. Pada umumnya kita sebagai
seorang remaja memiliki rasa ingin tahu yang sangat tinggi, apabila
menemukan atau melihat suatu hal yang baru maka otomatis kita akan
ingin merasakannya atau mencobanya.
12. Faktor lingkungan seperti orang tua, teman dan tetangga.
Di dalam faktor ini tidak sedikit anak remaja yang terjerumus kedalam
pergaulan bebas di karenakan ada masalah di dalam keluarganya atau
yang sering mereka sebut dengan broken home.Dan yang menjadi
penyebab yang sering terjadi juga adalah karena terjerumus atau
terpengaruh oleh temannya demi mendapatkan pujian atau ingin di
bilang gaul
13. Salah bergaul
Teman merupakan orang yang sangat berpengaruh bagi para remaja
dan mahasiswa. Apabila seorang remaja atau mahasiswa salah dalam
memilih teman maka akibatnya akan fatal. Memilih teman berarti
memilih masa depan, maka siapapun yang ingin masa depannya cerah
ditengah bekapan arus globalisasi, serta luas ilmu dan wawasannya,
maka ia harus pandai dalam memilih teman. Seseorang akan

dipastikan rusak masa depannya jika bergaul dengan orang-orang


yang membenarkan kemaksiatan.
14. Kegagalan remaja menyerap norma
a.
Hal ini disebabkan karena norma-norma yang ada sudah
tergeser oleh modernisasi yang sebenarnya adalah westernisasi. Boleh
saja kita mengikuti modernisasi namun tetap harus disesuaikan
dengan norma-norma adat dan budaya serta agama yang ada.
b.

Faktor perubahan zaman.

Faktor ini juga adalah hal yang cukup kuat menjadi penyebab
pergaulan bebas di kalangan remaja. Karena di zaman sekarang
banyak media yang mudah di akses oleh semua umur yang
menyediakan tayangan tanyangan yang seharusnya hanya di
tayangkan khusus orang dewasa.Namun karena rasa ingin tahu yang
sangat tinggi yang mendorong para remaja menggunakan atau melihat
media untuk orang dewasa tersebut.Setelah melihat,otomatis rasa
ingin tahu itu pun akan terus berkembang seperti ingin mengetahui
rasa dan ingin mencoba hal yang baru dia lihat.Oleh karena itu
pengawasan orang tua adalah hal yang sangat penting dalam faktor
ini.
Upaya Pencegahan Pergaulan Bebas
Seks bebas yang terjadi pada remaja dan mahsiswa dapat dicegah
dengan beberapa upaya. Upaya-upaya tersebut antara lain:
1.

Mempertebal keimanan dan ketaatan kepada Tuhan YME.

Mendekatkan diri kepada tuhan akan menjauhkan kita dari perbuatan


mungkar.
2.

Menanamkan nilai-nilai agama, moral dan etika.

Antara lain : pendidikan agama, moral dan etika dalam keluarga,


kerjasama guru, orangtua dan tokoh masyarakat.
3.

Menghindari perilaku yang akan merangsang seksual.

Melalui pakaian, perilaku akan tercerminkan. Perilaku yang dapat


merangkang seksual seperti bergaul sangat dekat dengan orang yang
berlainan jenis.
4.

Pendidikan.

Pendidikan yang diberikan hendaknya tidak hanya kemampuan


intelektual, tetapi juga mengembangkan kemauan emosional agar
dapat mengembangkan rasa percaya diri, mengembangkan

ketrampilan mengambil keputusan yang baik dan tepat,


mengembangkan rasa harga diri, mengembangkan ketrampilan
berkomunikasi.
5.

Pendidikan sex (Sex Education).

Pendidikan seks adalah membimbing serta mengasuh seseorang agar


mengerti tentang arti, fungsi dan tujuan seks, sehingga ia dapat
menyalurkan secara baik, benar dan legal.
Pendidikan Kesehatan Reproduksi di kalangan remaja bukan hanya
memberikan pengetahuan tentang organ reproduksi, tetapi bahaya
akibat pergaulan bebas, Dengan demikian, anak-anak remaja ini bisa
terhindar dari percobaan melakukan seks bebas. tetapi banyak orang
tua yang cuek terhadap perkembangan anak-anaknya.
6.

Penyuluhan tentang seks bebas.

Dalam penyuluhan tersebut dalam dijelaskan kepada kaula muda


khususnya remaja dan mahasiswa tentang sebab-akibat dari pergaulan
bebas. Sehingga mereka dapat menghindarikan diri dari hal-hal yang
akan membawa mereka pada seks bebas.
8.

Menegakkan Aturan Hukum.

Sudah sepatutnya para penegak hukum menjaga tempat-tempat yang


sering digunakan oleh para kaula muda untuk berpacaran.
9.

Jujur Pada Diri Sendiri.

Yaitu menyadari pada dasarnya tiap-tiap individu ingin yang terbaik


untuk diri masing-masing. Sehingga seks bebas tersebut dapat
dihindari. Jadi dengan ini remaja tidak mengikuti hawa nafsu mereka.
Pada dasarnya mereka yang melakukan seks bebas menyadari bahwa
hal yang mereka lakukan adalah salah.
10. Memperbaiki Cara Berkomunikasi.
Memperbaiki cara berkomunikasi dengan orang lain sehingga terbina
hubungan baik dengan masyarakat, untuk memberikan batas diri
terhadap kegiatan yang berdampak negatif dapat kita mulai dengan
komunikasi yang baik dengan orang-orang di sekeliling kita. Karna
pada umumnya terjadi seks bebas dikarenakan tidak adanya
kepedulian antar tetangga.
11. Pacaran sehat.
Berpacaran sangat lekat hubungannya dengan seks, karena tidak
sedikit mereka yang melakukan seks bebas bersama kekasihnya.

Disitulah kita tanamkan budaya pacaran sehat tanpa seks. Berpacarn


sehat itu seperti: tidak berhubungan seks, pacar sebagai pemberi
motivasi.
12. Menjauhkan diri dari beduan ditempat sepi.
Seks bebas bisa terjadi dengan didukungkan suatu tempat, jadi apabila
seorang remaja atau mahasiswa yang masih polos akan mudah dirayu
yang berujung pada seks bebas. Apabila sepasang remaja atau
mahasiswa berdua ditempat yang sepi maka ada orang ketiga yaitu
setan yang dapat menjerumuskan terjadinya seks bebas.
13. menikah
Munakahat atau menikah. Cara ini efektif sekali. Inilah yang ditawarkan
oleh Islam sebagai salah satu solusi atas seks bebas. Karna pada
dasarnya pacaran yang baik adalah pacaran setelah menikah, untuk
menghindarkan fitnah dan perbuatan zina.