Anda di halaman 1dari 4

PENGANTAR

PERPAJAKAN INTERNASIONAL
Diajukan untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah
perpajakan internasional

Oleh:

ERVANI PUJASTUTI
1557002

MAGISTER AKUNTANSI
PROGRAM PASCASARJANA FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS KRISTEN MARANATHA
BANDUNG
2015

Tugas perpajakan internasional


1. Alasan apa yang menyebabkan adanya pengenaan pajak atas transaksi lintas batas
Negara. Berikan contoh!
2. Di dalam pajak internasional dikenal dengan economic attachment dan personal
attachment. Jelaskan!
3. Sebutkan tujuan dari pengaturan pajak internasional.
4. Buatlah sebuah contoh seorang wajib pajak untuk menghindarkan pengenaan pajak
atas suatu transaksi dalam negeri dengan menggunakan tax heaven.
5. Prinsip pajak yang paling utama adalah prinsip keadilan pajak (equality). Dalam
konteks perpajakan internasional, sebutkan 2 aspek terkait dengan keadilan didalam
pajak internasional. Sebutkan dan beri contoh!
6. Tujuan suatu perusahaan adalah optimalisasi laba. Disisi lain, tujuan pemerintah
adalah optimalisasi penerimaan pajak. Dari 2 pernyataan diatas, tersirat pertentangan
prinsip antara hak dan kewajiban. Jelaskan pernyataan ini dihubungkan dengan beban
perusahaan!

Jawaban..
1. Alasan yang menyebabkan adanya pengenaan pajak atas transaksi lintas batas Negara
adalah karena pertama, pajak itu tunduk pada yurisdiksi atau kewenangan setiap
Negara. Lalu yang kedua, setiap orang atau perusahaan yang melakukan transaksi
disetiap Negara pasti menggunakan fasilitas yang ada di Negara tersebut, itu juga
yang mendasari adanya pengenaan pajak atas transaksi lintas batas Negara.
Contoh: Mr. A bekerja di Indonesia lebih dari 183 hari namun setiap sabtu dan
minggu ia pulang ke rumahnya di Singapura. Mr. A dianggap WPDN oleh Indonesia
dan juga Singapura sehingga untuk wajib melapor dan membayar pajak untuk
penghasilan globalnya pada Indonesia maupun Singapura.
2. Economic attachment adalah pengenaan pajak karena hubungan yang erat antara
Negara dan aktivitas yang memberikan penghasilan. Jadi, Negara dimana sumber
penghasilan tersebut berasal (Negara sumber) tentu dapat mengenakan pajak atas
penghasilan tersebut dengan alasan penghasilan bersumber dari negaranya.

Personal attachment adalah hubungan hak pemajakan antara suatu Negara karena
keterkaitan dengan subjek pajaknya. Yaitu, negara dimana subjek pajak didirikan atau
bertempat kedudukan (untuk subjek pajak badan), berdomisili atau bertempat tinggal
(untuk subjek pajak pribadi), dapat juga mengenakan pajak atas penghasilan yang
bersumber diluar negaranyayang diperoleh oleh subjek pajak dalam negerinya. Jadi,
seseorang dikenakan pajak karena dia sebagai warga Negara domisili.
3. Tujuan dari pengaturan pajak internasional adalah untuk mengeliminsai gejala pajak
ganda, hal ini dapat dilakukan dengan 3 cara :
1) Dengan cara unilateral, dimana negara yang bersangkuatan memasukkan dalam
perundang-undangan pajaknya ketentuan untuk menghindari pajak berganda seperti :
a. Exemption yang didasarkan pada pure territorial principle atau restricted terrirorial
principle
b. Tax credit yang dapat dibedakan menjadi direct tax credit, indirect tax credit, dan
fictious tax credit/tax sparing
2) Dengan cara bilateral, dilakukan denga melakukan perjanjian pajak antar negara
yang dikenal dengan isilah tax treaty atau perjanjian penghindaran pajak berganda
(P3B). Untuk negara Indonesia telah memiliki Tax Treaty denagn 57 negara.
3) Perjanjian multilateral, misalnya General Agreement Tariffs and Trade (GATT)
yang mengatur tarif secara multilateral.
4. MBR.Ltd yang berkedudukan di Jepang mempunyai anak perusahaan di Malaysia,
Hongkong dan Indonesia. Pada suatu saat, perusahaan Indonesia mengimpor bahan
dari MBR Ltd Jepang. Namun, faktur dari Jepang dikirim ke Hongkong dan dari
Hongkong dikirim ke Singapura sebagai negara tax heaven. Dari Singapura inilah
dikeluarkan faktur ke Indonesia. Dari Jepang barang dihitung harga US$100, dari
Hongkong ke Singapura dihitung US$200 dan dari Singapura ke Indonesia dihitung
US$300. Di Indonesia dijual dengan US$400, sehingga laba seluruhnya adalah
sekurang-kurangnya US$300, dan pajaknya juga bisa berkurang dibandingkan
langsung dikirim dari jepang ke Indonesia.
5. Dua aspek terkait dengan keadilan didalam pajak internasional:
Horizon equity adalah pengenaan pajak harus merata kepada setiap orang.
Contohnya: PPN
Vertical equity adalah adanya keseimbangan beban pajak antara mereka yang
berpenghasilan besar dan yang berpenghasilan kecil.

Contohnya: PPh
Pengertian keadilan berarti pula bahwa pengenaan pajak juga berlaku bagi orang
asing yang memperoleh hasil dari perekonomian suatu negara (orang asing layak
untuk turut memikul beban pajak).
6. Salah satu penerimaan pemerintah Indonesia saat ini adalah penerimaan dari
perpajakan. Tetapi, bagi perusahaan atau badan usaha, pajak merupakan salah satu
beban utama yang akan mengurangi laba bersih. Oleh karena itu, biasaya ada yang
disebut tax planning, itu dilakukan untuk meminimalisasi beban pajak, tetapi sama
sekali tidak bertujuan untuk melakukan kewajiban pajak dengan tidak benar. Jadi
berusaha untuk memanfaatkan peluang berkaitan peraturan perpajakan yang
menguntungkan perusahaan dan tidak merugikan pemerintah dengan cara yang legal
dan tetap sesuai undang-undang.