Anda di halaman 1dari 17

BUDIDAYA AYAM KAMpUNG SUPER

DENGAN APLIKASI BIOTEKNOLOGI PROBIOTIK


Ayam kampung merupakan salah satu jenis ternak yang telah
memasyarakat dan budidayanya telah menyebar ke seluruh nusantara.
Peternakan ayam kampung memang mempunyai peranan yang cukup besar
dalam mendukung pemenuhan gizi masyarakat dan saat ini merupakan komoditi
andalan yang menjanjikan banyak keuntungan.
Dibanding unggas lain ayam kampung memiliki beberapa kelebihan
antara lain: mudah beradaptasi terhadap lingkungan baru, pemeliharaan relatif
mudah, daya tahan tubuh terhadap peyakit lebih kuat, sumber daging dan telur,
dll.
Pada masa lalu ayam kampung umumnya dipelihara secara tradisional
dengan kemampuan produksi dan reproduksi yang relatif rendah dibanding ayam
ras. Penelitian dan pengembangan yang kami lakukan beberapa tahun terakhir
ini menghasilkan ayam kampung super (ayam kampus) merupakan hasil
penyilangan pejantan dan induk ayam yang unggul (super) baik super dalam
produksi telur atapun dalam pertumbuhannya yang lebih cepat dengan ukuran
tubuh yang besar. Sehingga dihasilkan keturunan yang mempunyai keunggulan
kecepatan dalam pertumbuhan dan kualitas daging yang sebaik ayam kampung
asli.
Daya dukung lingkungan, masyarakat dan pemerintah terhadap
pengembangan ayam kampung pun sangat besar. Bahan-bahan untuk membuat
kandang banyak dan mudah dijumpai di daerah, sumber pakan mudah dan
murah didapat, program INTAB (intensifikasi ayam buras) selalu didukung
pemerintah. Jadi tak ada hambatan untuk pengembangan ayam kampung
ini.Saat ini permintaan daging ayam kampung sangat tinggi bahkan banyak
pedagang, sehingga menjadikan peluang usaha yang prospektif.
Untuk mengembangkan pemeliharaan ayam kampung super
secara
intensif perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut: perkandangan, pemilihan
bibit, pengendalian penyakit (biosecurity, sanitasi, vaksinasi, obat, probiotik),
pakan, dll.
Kandang
Kandang berfungsi sebagai pelindung dari sinar matahari dan air hujan,
dan merupakan tempat tinggal yang nyaman bagi ternak. Ukuran kandang
sangat fleksibel pembuatannya, tergantung luas lahan yang kita miliki, untuk
luas per meter2 mampu menampung ayam 15 ekor, lokasi kandang bisa di
kebun, samping rumah, bahkan banyak peternak pemula yang memanfaatkan
garasi kosong ataupun rumah kosong dengan hasil yang menggembirakan,
sehinga tidak ada alasan tidak ada tempat, takut mengganggu lingkungan atau
alasan lain dalam budidaya ayam kampung super ini. Secara umum ada 2 model
kandang ayam yang baik bisa dikembangkan;
1 Kandang litter. Kandang sistem litter merupakan kandang yang
sederhana, dinding bisa terbuat dari kayu atau bambu, sekitar 30-50 cm
bagian bawah harus rapat agar ayam tidak terkena terpaan angin secara
langsung (menggunakan batako lebih baik), lantai lebih bagus bila
diperkeras, atap sebaiknya terbuat dari genteng atau bahan lain yang
nyaman bagi ayam sehingga tidak terlalu panas/dingin. Bahan litter bisa
dari serbuk gergaji atau sekam padi, atau bahan lain yang tidak beracun,
tidak berdebu, harga murah, mudah didapat, dengan ketebalan kira-kira
10 cm agar ayam nyaman tinggal di dalam kandang. Litter berfungsi alas
tidur yang nyaman dan untuk menyerap kotoran agar tidak lembab dan
menjadi sarang penyakit.

Kandang postal (panggung).Kandang postal merupakan kandang


berbentuk panggung, lantai terbuat dari kayu atau bambu (slat), kandang
sistem ini memerlukan biaya yang lebih besar dibanding sistem litter,
tetapi lebih sehat karena kotoran langsung turun ke bawah sehingga
penyakit yang ditularkan lewat feces bisa dihindari

2,0 m

Bibit
30cm-50 cm
Dalam pengadaan bibit ayam, untuk mengawali usaha berternak ayam
kampung super, bisa membeli pada pembibit atau dapat dilakukan dengan
memelihara beberapa ekor induk dan pejantan yang baik. Agar memperoleh
bibit yang berkualitas dapat dilakukan dengan pekawinan alami ataupun
perkawinan buatan / inseminasi buatan (IB).
Perkawinan alami membutuhkan pejantan yang lebih banyak dan ukuran
kandang yang lebih luas. Perbandingan jantan : betina sebaiknya 1 : 5-8 ekor.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan kawin alami dengan sistem litter
mempunyai prosentase produksi telur lebih rendah dibanding dengan kawin
suntik. Penanganan kawin alami cukup mencampurkan pejantan
dalam
komunitas ayam betina, bisa berkelompok dalam satu pen kecil atau jadi satu
dalam pen besar.

Perkawinan buatan (kawin suntik) diperlukan keahlian pada pengambilan


sperma pejantan, penanganan sperma dan proses inseminasi pada ayam betina.
Kelebihannya pada sistem kawin suntik dibutuhkan tempat yang lebih sedikit
karena pemeliharaan induk bisa menggunakan sangkar (cage) vertikal sehingga
mampu menampung induk yang lebih banyak, jumlah ayam pejantan juga lebih
sedikit. Hasil produksi telur pada sistem sangkar individu lebih tinggi dibanding
sistem litter pada kawin alami. Cara pengambilan sperma dan inseminasi buatan
adalah sebagai berikut:
1

Siapkanlah alat dan bahan berupa:


Alat suntik, selang lembut, tabung penampung sperma, tabung
pengencer, NaCl fisiologis 0,9 % ( pengencer sperma), kain lap / tissue

Siapkan indukan dan pejantan

Pengambilan Sperma pejantan

Sebaiknya dilakukan sore hari diatas jam 15:00 WIB

Pengambilan sperma dilakukan 2 orang, satu orang memegang pejantan,


yang lainya mengambil sperma

Bersihkan kotoran yang menempel padaanus dan sekitarnya

Rangsanglah pejantan dengan cara mengelus-elus bagian punggung


kearah ekor dan daribawah anus kearah ekor lakukan 5-10 kali

Tekan pangkal ekor dengan posisi tangan diatas sampai keluar sperma,
kemudian tampung sperma kedalam tabung, dapat dilakukan 3-5 kali
dalam satu minggu.

Encerkan sperma dengan NaCl fisiologis 0,9% dengan perbandingan 1:10


dengan cara; sedot NaCl fisiologis dengan spuit sesuai derajat
pengencerannya, masukkan kedalam tabung tersebut goyangkan secara
perlahan hingga tercampur, kemudian sisa NaCl dimasukkan lagi kedalam
tabung tersebut goyangkan hingga tercampur.

Masukkan / sedot sperma yang telah diencerkan dengan spuit / alat suntik,
setelah masuk siap diinseminasikan

Pelaksanaan IB

Siapkan Induk yang akan diinseminasi

Bersihkan kotoran yang menempel di anus dan sekitarnya

Pelaksanaan IB dilakukan 2 orang, dimana 1 orang memegang


ayam dan 1 orang melaksanakan IB

Tekan bagian tubuh dibawah anus hingga terlihat saluran reproduksi


(yang sebelah kiri)

Masukkan sperma yang udah diencerkan dengan spuit yang


dipasang selang secara perlahan kedalam saluran telur sedalam kurang
lebih 2 cm. Pada waktu akan dilakukan penyuntikan, penekanan bagian
bawah tubuh dilepaskan, bersamaan dengan itu penyuntikan dilakukan.
Tiap indukkan dibutuhkan sperma 1-2 ml
Untuk mendapatkan hasil yang baik, sebaiknya IB diulang 5 hari
setelah IB yang sebelumnya.
Inseminasi buatan perlu dilakukan dengan teliti dan cermat untuk
memperoleh bibit yang berkualitas dan kualitas induk tetap bagus.
Penetasan
Kebutuhan bibit ayam kampung super dapat dipenuhi secara komersial
ataupun dengan menetaskan sendiri. Penetasan dengan menggunakan mesin
tetas sederhana dapat dijelaskan sebagai berikut:
Kondisi telur yang baik untuk ditetaskan
Bentuk telur berbentuk bulat telur (oval)
Bobot telur 45 50gram
Ukuran telur sebaiknya seragam
Umur telur tetas sekitar 7 hari
Telur dalam keadaan bersih
Penanganan telur tetas:

Pembersihankulit telur dengan cara dispray disenfectankemudian dilap


dengan kain yang lembut agar tidak merusak pori-pori kulit telur.
Bila tidak segera ditetaskan, simpan telur dalah suhu 12-15 C.
Penempatan telur jangan sampai terbalik, bagian tumpul ditaruh diatas.
Membuat mesin tetas (kapasitas 200 butir):
Buatlah rangka kotak dengan ukuran lebar 40cm, panjang60cm dan tinggi
50 cm,
Setiap sisi luar, tutuplah dengan menggunakan triplek / polypek dan
bagian tengah antara sisi luar dan dalam bisa dipakai stelofom untuk
menjaga suhu
Buatlah lubang ventilasi pada sisi kiri, kanan dan atas
Pada sisi dalam, potonglah triplek sesuai ukuran kemudian pasang pada
sisi-sisi bagiandalam
Pintu depan dipasang kaca ditempatkan ditengah-tengah pintu agar
memudahkan kontrol di bagian dalam mesin setiap saat
Didalam kotak, buatlah rak untuk tempat telur dengan dibentuk kolomkolom setiap kolom 4 cm
Dibawah rak telur diberi wadah air yang berfungsi untukmenambah
kelembaban
Pasanglah alat pemanas kombinasi listrik dan lampu tradisional / teplok
sesuai dengan petunjuk yang ada.
Pelaksanaan Penetasan telur
Har
ike-

Pemutaran
1 2
3
-

Temperatur
e
(F)

102

102

102

102

102

102

102

103

100

10
11
12

103
103
103

Keterangan
Pada hari 1-3 telur belum dilakukan
pembalikan
Membiarkanmesintetasdalamkeadaanrap
at
Pembalikanrutin, ventilasiatas dibuka
bagian
Pembalikanrutin , ventilasiatas dibuka
bagian
Pembalikanrutin, ventilasi atas dibuka
bagian
Pembalikanrutin,
ventilasidibukaseluruhnya,
dilakukanjugapeneroponganuntukmemilih
telur yang embrionyahidup.
Sedangkantelur yang
kelihatanterangatauembrionyamatidikelu
arkan.
Pembalikanrutin ,
ventilasidibukaseluruhnya
Pembalikanrutin, ventilasiditutup,
dansuhuditurunkan
Pemutarantelur rutin
Pemutarantelurrutin
Pemutarantelurrutin

13
14
15
16
17

104
104
104
104
104

18

105

19

105

20

105

21

105

Pemutarantelurrutin
Pemutarantelurrutin
Pemutarantelurrutin
Pemutarantelurrutin
Pemutarantelurrutin
Pemutarantelurrutindandilakukanpenerop
ongankembaliuntukmenyeleksiembrio
yang masihhidup.
Mesindibiarkantertutupventilasidibukasel
uruhnya
Telur-telur, sudahmulairetak
Telurbiasanyasudahmenetas, bak air
dikeluarkan

Keterangan:

= dibalik kekanan 45C

= dibalik kekiri 45C


Pengendalian Penyakit
Pengendalian penyakit bisa dilakukan beberapa tahap, antara lain dengan
penerapan biosecurity, sanitasi, vaksinasi, pemberian probiotik & pemberian
obat dll. Biosecurity adalah pencegahan penyakit dengan membatasi hal-hal
yang bisa membawa penyakit, antara lain:
Pembatasan pengunjung farm
Seandainya ada kunjungan harus dari kandang umur muda ke
umur yang lebih tua
Pengunjung tidak boleh dari kandang yang berisi ayam sakit
Pengendalian hama tikus
Pengendalian burung janagn sampai masuk kandang
Pembersihan sarang laba-laba dalam kandang
Sanitasi adalah tindakan mensucihamakan kandang, dilakukan dengan cara:
- Mencuci total, kandang pada kandang yang pernah dipakai dengan cara,
membersihkan sisa-sisa kotoran pada siklus sebelumnya, kotoran/feces,
sekam, bulu-bulu, sarang laba-laba,dll. Kemudian lakukan penyemprotan
dengan desinfectan (obat cuci hama) secara merata seluruh bagian
kandang. Pengapuran lantai dilakukan agar hama yang ada dilantai dan
pori lantai bisa mati. Penyemprotan dengan cuci hama bisa dilakukan juga
pada saat kandang ada isinya dengan jenis desinfectan tertentu dan dosis
yang telah ditentukan oleh pabrikan, terutama bila ada wabah penyakit di
daerah sekitar kandang.
-

Vaksinasi adalah tindakan pencegahan penyakit dengan cara


memasukkan vaksin (bibit penyakit yang dilemahkan) untuk merangsang
sistem antibody membentuk kekebalan terhadap penyakit tertentu.
Aplikasinya bisa dilakukan dengan cara tetes mata / hidung / mulut, spray
(disemprotkan), suntik intramuscular (IM)
dan melalui air minum
(dipuasakan dulu). Beberapa vaksinasi yang sebaiknya diberikan pada
ayam buras adalah ND (Hitcher B1, Lasota, Clone) untuk mencegah
penyakit ND (tetelo / ayan). Vaksinasi ND bisa diberikan pada umur 1-4
hari, 21 hari, 42 hari atau disesuaikan dengan tingkat ependemik daerah
yang berbeda-beda. Vaksinasi Gumboro bertujuan agar ayam tidak
terserang gumboro (membentuk sistem kekebalan tubuh).
Biasanya

diberikan pada umur 7-10 hari dan pada umur 28 hari atau disesuaikan
kondisi tergantung di daerah tersebut.
-

Penggunaan probiotik (GB#1 Profeed) dapat meningkatkan daya tahan


tubuh menjadi lebih baik sehingga jarang terkena penyakit. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa pemberian probiotik pada ayam buras bisa
membantu memaksimalkan proses pencernaan dan penyerapan pakan,
sehingga pertumbuhan ayam lebih cepat dan penggunaan pakan lebih
efisien.

Penggunaan obat-obatan bisa dilakukan pada dosis pencegahan atau


dosis pengobatan bila ada wabah, banyak jenis-jenis obat unggas yang
banyak dijumpai diberbagai toko peternakan. Obat cacing bisa diberikan
pada umur satu bulan, untuk membasmi kemungkinan cacing yang ada
dalam saluran pencernaan.

Obat tradisional (empon-empon) banyak digunakan dikalangan peternak


saat ini. Jahe, kunyit, temulawak, daum mimba di tambah gula jawa
dilarutkan kemudian difermentasi dengan larutan GB#1 Profeed yang
diperam an aerob selama 3 hari memberikan hasil yang memuaskan pada
peternakan ayam buras di Kalasan Yogyakarta.

Pakan
Pakan merupakan kebutuhan pokok untuk hidup dan berkembang bagi
ternak. Ayam kampung super membutuhkan pakan untuk pertumbuhan dan
produksi.Untuk menentukan jenis pakan ayam kampung harus pertimbangkan
model lambung ayam yang berbeda dengan sapi atau kambing. Ayam memiliki
lambung tunggal yang hanya bisa memanfaatkan serat kasar dalam jumlah
sedikit, sehingga sebaiknya makanan ayam harus terdiri dari biji-bijian dan pati,
misalnya jagung, katul, gaplek, tepung ikan, bungkil kedele, tepung daun
lamtoro, tepung azolla microphila, tepung daun turi, dll. Meramu pakan ayam
juga harus diperhatikan kualitas bahan pakan, harga, kemudahan bahan di
daerah setempat, dll.
Contoh cara menyusun ransum ayam kampung super dengan kandungan protein
kasar 21% dan energi 2800 k kal adalah sebagi berikut:
Ada beberapa metode penyusunan ransum antara lain metode person square,
try and error, eksax, dll. Yang sederhana adalah metode person square, cotohnya
sebagai berikut:

Tp.Ikan

32

9/20

11

11/20

100%

45%

21
Katul Halus
12

X 100%

Komposisi ransum dengan kandungan protein kasar 21% menjadi:


Tepungikan
45,00 X 50% = 22,5 %/kg
19.2/29.2
Bekatul
Azzola
31 55,00 X 50% = 27,5
19.2%/kg
=
X 100%
Azolla
65,75 X 50% = 32,8 %/kg

= 55%
100%
= 65.7

21
Gaplek

1.8

10

10/29.2

X 100% 100%
=

34,2

Gaplek
34,25 X 50% = 17,2 %/kg
Total
= 100 %/kg
Check kandungan protein (21%):
Tepungikan
22,50 X 32% = 7,20%
Bekatul
27,50 X 12% = 3,30 %
Azolla
32,8 0X 31% =10,17 %
Gaplek
17,20 X 1,8% = 0,31%
Total kadar protein
= 20,98 % dibulatkan 21 %
Check kandungan energy (ME) 2800 kkal:
Tepungikan
22,50 %X 2640 kkal = 594,0 kkal
Bekatul
27,50 %x 3320 kkal = 913,0 kkal
Azolla
32,80 %X 2845kkal = 933,2 kkal
Gaplek
17,20%X 2090kkal = 359,5kkal
Total kadar protein
= 2799,7,kkal
Dibulatkan 2800 kkal.
Pemanfaatan bahan pakan alternatif
Kendala usaha peternakan di Indonesia yang terbesar adalah masalah
pakanyaitu sekitar 60%-70% daribiaya produksi, mahalnya harga pakan ini
karena bahan bakunya masih di import dari luar negeri sehingga sering terjadi
pergolakan harga karena ditentukan dari impor bahan baku.Oleh karena itu,
Pendawa Kencana Multyfarm meneliti berbagai bahan alternatif pengganti yang
bisa digunakan dan ada didalam negeri, yang sebetulnya sangat berlimpah dan
dapat digunakan secara aman pada unggas dan ekonomis tanpa mengabaikan
aspek biologis sehingga diperoleh efisiensi dari ternak yang mengkonsumsi
pakan.
Bahan pakan unggas dapat diperoleh dari tanaman, hewan atau dari hasil
limbah pengolahan pabrik, limbah pasar atau supermarket, yang biasanya tidak
dikonsumsi manusia tetapi dapat dimanfaatkan oleh hewan yang nantinya akan
diubah menjadi daging atau telur.
Bahan baku pakan unggas memerlukan berbagai komponen yaitu protein,
mineral, karbohidrat,serat kasar, vitamin,lemak. Dimana komponen-komponen
tersebut harus terpenuhi sesuai dengan kebutuhan hewan ternak yang
dibutuhkan dalam pertumbuhan ternak secara maksimal, seperti yang digunakan
manusia dalam memperoleh produksi yang menguntungkan.
Beberapa jenis bahan pakan dan cara pengolahannya ;
1 Tepungbulu
Bulu merupakan limbah dari pemotongan ternak unggas, jumlahnya
sangat melimpah & belum banyak dimanfaatkan. Kandungan protein
kasarnya mencapai 80-91% akan tetapi sebagian besar merupakan
protein tidak siap dicerna. Tepung bulu banyak mengandung kreatin &
lesitin yang sulit dicerna oleh unggas ataupun mikroba rumen.Asam
amino kreatin merupakan gabungan asam amino bersulfur, sistin, ada
ikatan disulfida antar asam amino yang kuat.Oleh karena itu perlu
diproses lebih dahulu. Proses pengolahan tepung bulu ada beberapa
macam: secara phisik & tekanan, secara kimiawai asam & basa, secara
enzymatis & biologis. Perlakuan dengan NaOH 0,2% yang dipanaskan
selama 90 menit dengan tekanan tinggi bisa menghasilkan daya cerna
sampai 45%. Penggunaan tepung bulu dibatasi maksimal hanya 5%
dari total ransum.
2 Tepung Ikan
Dalam penggunaan pada ransum unggas bisa mencapai 20%, kualitas
tepung ikan bervariasi mengandung protein antara 35 60%.
Sebagian besar tepung ikan di Indonesia masih import, tetapi kita bisa

membuat sendiri dari limbah-limbah ikan non konsumsi (ikan rucah),


limbah ikan dari supermarket atau dari pasar.Cara pengolahannya
tidaklah rumit, bahan sebaiknya direbus dulu sampai mendidih agar
berbagai bakteri atau virus yang ada bisa mati, kemudian bahan
digiling sampai hancur selanjutnya difermentasi.Bahan yang sudah
lembut bisa dikeringkan dan digiling halus.
Pengolahan Kepala Udang
Kepala udang dan cangkangnya banyak mengadung chitin yang sulit
dicerna hewan, untuk itu perlu ada proses pengolahannya agar bahan
ini bisa dimanfaatkan ternak dengan baik menjadi chitozan. Ada 2 cara
mengolah kepala udang, yaitu;
Pertama: Kepala udang dicuci bersih direbus selama 20 menit
ditiriskan dan dikeringkan setelah itu dihaluskan, kemudian diberi HCL
1 N dengan perbandingan 10 : 1 (10 untul HCL dan 1 untuk Cangkang).
Aduk rata sekitar 1 jam, kemudian dicuci bersih, direbus dan disaring
kemudian direndam dengan NaOH 3,5% dengan perbandingan 6:1 (6
NaOH dan 1 Cangkang ) biarkan selama 1 jam dan panaskan 90C
kemudian cuci bersih.
Kedua; Kepala udang dicuci bersih direndam dalam larutan NaOH 5 %
selama 3 jam kemudian dicuci bersih dan direbus selama 3 jam
didinginkan kemudian direndam dengan bakteri probiotik profeed
selama 1 malam kemudian dikeringkan dan dihaluskan.
Bekicot
Budidaya bekicot sangatlah mudah, cukup dibuatkan lubang tanah
sekitar 1 meter dan diberi indukan dan pakan (sisa sayuran), dalam
waktu 5-6 bulan akan berkembang menjadi banyak sekali. Pengolahan
untuk pakan ayam harus direndam dengan air garam 30 % selama 3
jam, kemudian dicuci bersih dan direbus dengan cangkangnya,setelah
dingin daging bekicot diambil dan dikeringkan kemudian digiling dan
siap digunakan.
Pemanfaatan Kue / Roti Bekas
Di berbagai daerah masing-masing mempunyai produksi makanan
khas, kue / roti banyak diproduksi baik skala industri rumah tangga
atau skala pabrikan.Kue yang tidak layak dikonsumsi manusia masih
bisa dimanfaatkan untuk unggas, harga relatif lebih murah. Bahan
pakan harus diolah dulu dengan cara dipanaskan (sangrai atau kukus)
agar bakteri, virus, jamur mati dan aman dikonsumsi unggas.
Penelitian kami bahan kue / roti bekas ternyata masih mengandung
nutrisi yang baik, hasil laboraturiom menunjukkan kandungan
proteinnya berkisar 15-20%, lebih tinggi dibandingjagung atau bekatul.
Penggunaan Dedaunan Berkulitas
Banyak jenis dedaunan yang mengandung protein tinggi, dau lamtoro,
turi, katu, dll bisa dimanfaatkan untuk campuran pakan ayam.Pilih
daun yang dewasa, jangan terlalu muda atau tua. Dedauann
dikumpulkan, jemur / oven, digiling akan menjadi bahan pakan yang
murah dan berkualitas tinggi.
Pemanfaatan Azolla Microphyla
Azolla adalah tanaman air yang bisa hidup dengan mudah.Siklus hidup
dari bibit sampai dewasa (panen) hanya membutuhkan waktu 14 hari,
kemampuan reproduksinya sangat cepat sekali. Hasil penelitaian kami
bekerja sama dengan UGM menunjukkan dari 1 kg bibit azolla pada
kolam 10 m2 menghasilkan 40 kg saat panen. Kandungan nutrisinya
juga sangat baik azolla michrophyla mengandung protein kasar29-32%.

Komposisi nutrisi beberapa


bahan pakan
No
BK
.
Nama
(%)
1 Jagung
Jagung
2 Fermentasi
4 Dedak Halus
5 Bekatul
6 Bungkil Kedelai
7 Onggok
Onggok
8 Fermentasi
9 Bungkil Sawit
Bk. Sawit
10 Fermentasi
Azzola
11 Mycrophilla
Dedak Gandum/
12 Pollard
Kotoran Ayam
13 Broiler
Kotoran Ayam
14 Layer
15 Rumput Laut
16 Daun Turi
17 Tepung Ikan
18 Tepung Bekicot
Tepung Cacing
19 Tanah
Tepung Bulu
20 Ayam
Tepung Cangkang
25 Udang

jenis
PK
(%)
9.0

Lemak
(%)
3.8

SK
(%)
2.5

EM
(Kcal)
3.430

25.0
9.9
14.0
41.7
0.5

3.1
6.8
14.3
3.5
0.41

2.5
20.5
6.1
6.5
10.5

2750
2100
3320
2240
2155

23.5
12.3

14.5
29.7

2510
1593

24.5

19.9

1717

31.2

7.5

13.0

2845

11.8

3.0

11.2

1140

25.3

3.34

14.6

2050

11.6
5.4
31.7
53.9
60.9

1.8
8.6
1.9
4.2
7.0

16.2
3.1
22.4
1.0
4.5

1820
1160
1230
2640
3010

59.7

6.9

0.7

3905

86.5

3.9

0.4

3047

41.2

3.6

16.4

2156

Tatalaksana Pemeliharaan Ayam Kampung Super


1 Persiapan Pemeliharaan Ayam Kampung Super
Suatu program pemeliharaan ayam yang menyeluruh, sangat diajurkan.
Persiapan yang perlu dilakukan sebelum kedatangan anak ayam (DOC) antara
lain:
a Melakukan sanitasi semua peralatan yang terdapat dalam kandang anak
ayam, termasuk lantai, dinding, langit-langit kandang, tempat makanan,
minuman serta pemanas. Sanitasi adalah pembersihan menggunakan
desinfektan. Pelaksanaan dilakukan sebelum mendatangkan anak ayam.
Sanitasi dengan desinfektan dapat dilakukan dengan alat penyemprot

(sprayer). Dengan demikian, kandang dan peralataan bebas dari kumankuman penyakit. Pengapuran lantai akan menyempurnakan sanitasi ini
karena kapur merupakan disenfectan yang paling murah.
b

Brooder merupakan alat pemanas sebagai pengganti induk ayam untuk


menjaga suhu tetap hangat (29-32C) selama 3 mingggu, brooder bisa
menggunakan gas (gasolec), minyak tanah (semawar), batubara
(kompor), sekam kayu (kompor), listrik (kotak indukan / box brooder) dll.
Dari berbagai jenis indukan di atas untuk skala kecil lebih mudah, lebih
murah, lebih irit, lebih aman menggunakan box brooder.Lantai diberi alas
sekam padi / serbuk gergaji setebal 5 cm kemudian ditutup koran
sebagai alas. Box indukan menyesuaikan dengan jumlah bibit yang mau
kita pelihara. Box bisa dibuat dengan dinding papan kayu setinggi 40-50
cm panjang dan lebar menyesuaikan. Semakin besar anak ayam yang
dipelihara, tempat makanan harus di tinggikan sehingga bagian yang
terendah dari tempat makanan setinggi punggung anak ayam.

Tempat air minum, dianjurkan harus berdekatan dengan tempat


makanan, dan usahakan terletak setinggi punggung anak ayam.
Sediakan 2 tempat air minum yang berkapasitas 2,5 liter selama 3
minggu pertama. Tempat minum bisa diberi alas papan agar alas koran
tidak cepat basah dan rusak.

Sumber pemanas (boghlamp) befungsi sebagai induk pengganti.


Usahakan alat pemanas yang memadai, sehingga udara panas dapat
memberi kehangatan ideal selama bulu anak ayam masih lembut. Alat
pemanas bisa diaktifkan 2 jam lebih awal dalam box, sehingga anak
ayam menempati box sudah dalam keadaan yang nyaman bagi anak
ayam

2 Pemeliharaan Periode Awal 1-3 Minggu (Brooder)

Pemeliharaan periode awal, merupakan tahapan pemeliharaan yang


memerlukan perhatian ekstra.Sebelum umur 3 minggu bulu primer ayam belum
tumbuh sempurna sehingga belum mampu melindungi dari perubahan suhu
udara dingin di lingkungannya, maka masih perlu bantuan panas dalam kotak
indukan (brooder).Penggunaan pemanas pada tahap ini beberapa peternakan
ada yang menggunakan gas, semawar dengan minyak tanah, kompor batubara,
kompor grajen, listrik, dll.Berdasarkan pengalaman dan pengamatan yang paling
efisien adalah pemanas dengan sumber listrik. Box indukan dapat dibuat dari
bahan yang murah misalnya dengan papan cor dan ditutup dengan triplek. Box
ukuran 120 cm x 240 cm bisa menampung DOC 300 400 ekor.Pada tahap ini
merupakan langkah utama yang menentukan keberhasilan dalam periode
selanjutnya.
Sebelum bibit ayam dimasukkan dalam box harus disiapkan pakan dan
minum.Dalam air minum dianjurkan dicampur gula untuk memulihkan energi dan
mencegah dehidrasi selama DOC diperjalanan. Kemudian diikuti pemberian

antibiotik. Pakan diberikan dalam nampan (feeder chick) dan sedikit ditebar
merata pada lantai koran agar anak ayam mudah mencapai pakan pertama kali
masuk box. Pada minggu pertama, usahakan kehangatan ruangan box cukup
bagi anak ayam, secara teori suhu berkisar pada temperatur 32 oC, dan semakin
menurun sedikit demi sedikit sejalan bertambahnya usia ayam. Agar dapat
mengontrol secara akurat lengkapilah box dengan termometer. Pengontrolan
kecukupan panas yang paling bagus dan akurat adalah dengan memantau dari
tingkah laku anak ayam.Bila bergerompol, berarti kurang hangat. Jika
mengumpul di suatu tempat, berarti kehangatan tidak merata. Jika menyebar di
pinggir box dan mulut terbuka berarti terlalu panas. Jika menyebar merata,
berarti cukup ideal. Agar lebih praktis box dibuat dengan mengguanakan 3 titik
lampu, masing-masing diberi boghlamp 25 watt. Pada 1 minggu pertama 3
lampu dinyalakan karena periode ini dibutuhkan suhu yang lebih panas, pada
minggu ke 2 digunakan 2 lampu, dan masuk minggu 3 cukup menggunakan 1
lampu. Pada umur 3 hari pertama box ditutup rapat dengan triplek, mulai hari ke
4 bisa diberikan ventilasi dengan cara menggeser sedikit tutup triplek agar anak
ayam tidak kepanasan terutama pada sisng hari.

Untuk mencegah penyakit serta usaha meningkatkan kekebalan terhadap


penyakit ND (tetelo) dengan jenis vaksin NDB1, pada hari pertama / keempat
dapat dilakukaan vaksinasi melalui tetes mata/hidung/mulut. Pemberian
antibiotik berguna untuk mencegah penyakit bakterial. Pada umur 10 hari
berikan vaksin Gumboro, untuk mencegah penyakit gumboro yang menyerang
bursa fabricus, sehingga lebih tahan terhadap berbagai jenis penyakit. Tempat
air minum dianjurkan setiap hari dicuci dan air minum diganti.
3 Pemeliharaan lepas brooder sampai panen
Pemeliharaan anak ayam mulai usia 4 minggu, merupakan pemeliharaan
yang telah melewati periode kritis, sehingga relatif lebih aman, meski masih
diperlukan pengawasan. Induk buatan atau pemanas, sudah tidak diperlukan
lagi. Kecuali lampu penerangan yang digunakan di malam hari. Tempat makanan
bisa diganti dengan bentuk tabung, dan diperlukan sebanyak 2 buah untuk 100
ekor anak ayam.Tempat minuman cukup 2 3 buah. Berilah probiotik GB#1
Profeed dalam air minum atau lewat pakan setiap hari. Selanjutnya dapat
dilakukan vaksinisasi ND (tetelo) yang kedua. Bila di wilayah peternakan pernah
terjangkit penyakit cacar ayam, bisa dilakukan vaksinisasi NCD (tetelo) bersamasama.Pelaksanaan vaksin NCD dapat dilakukan dengan tetes mata/hidung atau
lewat air minum. Tiga hari sesudah vaksinasi
berikan vitamin dalam air
minumnya, sehingga cekaman akibat vaksinasi dapat dihindari. Selanjutnya
penggunaan antibiotika yang dicampurkan lewat air minum bisa diberikan
seminggu sekali.
Catatan :
- Laksanakan vaksinasi dengan cara tetes mata/hidung /mulut atau
lewat air minum dan semua ayam harus betul-betul tervaksin.
-

Bila penggunaan air untuk vaksin diambil dari air sumur, dianjurkan
air jangan sampai tercemar chlorine, bisa ditambahkan skim susu.

Penimbangan berat anak ayam dengan jumlah 5 10% dari total anak
ayam yang ada, sangat dianjurkan. Catat semua berat ayam yang
ditimbang, lalu dijumlahkan dan dibagi dengan jumlah ayam yang
ditimbang. Bila terjadi perbedaan yang mencolok, perlu diteliti
kesalahan yang mungkin terjadi. Bila uniformity
(keseragaman)
kurang dari 60% maka harus dilihat apakah tempat pakan / minum
kurang, kepadatan, sebaiknya segera dilakukan pengelompokan.

Jangan menyimpan makanan terlalu lamai. Jika menyimpan makanan


di gudang, letakkan lebih tinggi dari lantai gudang.

Dalam pemberian makanan, usahakan jangan terlalu banyak yang


terbuang dan tertumpah.

Pada waktu memberi obat-obatan, ikuti petunjuk-petunjuk yang


diberikan pada label obat tersebut. Jangan mencampur obat dengan
dosis yang kurang atau berlebih karena tidak ada hasilnya.

Bila berat rata-rata ayam yang ditimbang kurang atau di bawah


standar yang dianjurkan, dapat dilakukan penambahan pakannya dari
standar yang dianjurkan. Bila sudah dapat dicapai, hentikan
penambahan makanan.

Menanggulangi Kanibalisme. Kanibalisme sering terjadi pada peternak ayam


kampung super, sehingga menjadi problema tersendiri yang perlu diusahakan
pencegahannya.Kerugian yang bersifat ekonomi akibat kanibalisme, tidak kecil.
Pada hakikatnya, besar-kecilnya tingkat kanibalisme akan bergantung pada
faktor lingkungan. Lingkungan yang kurang menguntungkan, juga akan
mengganggu kesempatan ayam untuk memenuhi kebutuhannya.
Beberapa faktor yang merangsang terjadinya kanibalisme pada ayam
kampungsuperdalam pengelolaan sehari-hari yang paling umum dijumpai
disebabkan antara lain:
1 Pemberian pakan dan minum yang tidak mencukupi dengan kebutuhan bagi
ayam .
2

Kekuatan cahaya matahari yang masuk dalam kandang

Kekurangan mineral dalam pakan, merupakan hal yang cenderung lebih


gawat dalam merangsang kanibalisme dan yang jadi sasara utama adalah
bulu ayam temannya.

Kepadatan ayam yang terlalu berlebihan karena terbatasnya kandang.


Kepadatan yang melampaui batas yang dianjurkan, akan meningkatkan
kanibalisme, Bila ada ayam yang terluka, ayam tersebut akan menjadi
sasaran ramai-ramai.

Sirkulasi udara ayang buruk. Hal ini merupakan kejadian yang diakibatkan
dari lingkungan kandang yang pengap dan tidak didukung pertukaran udara
yang kontinu. Dalam kondisi lingkungan yang demikian buruk, ayam akan
melampiaskan kompensasinya dengan kanibalisme.

Adanya ektoparasit, yang diakibatkan oleh banyaknya kutu yang bersarang


dalam bulu ayam. Akibatnya gangguan itu, ayam terbatas dalam
mengkonsumsi makanan dan kekurangan makanan akan menyebabkan ayam
kekurangan nutrisi. Dari sebab defisiensi nutrisi ini ayam menjadi kanibal.

Pencegahan dan penanggulangan terhadap kanibalisme dapat diusahakan


dengan pengelolaan, antara lain:
1

Usahakan temperatur lingkungan kandang yang ideal, ada cukup lobang


ventilasi sehingga udara bisa terus berganti.

Pemberian pakandan minum yang teratur, baik waktu, jumlah, maupun


kualitasnya untuk pembesaran sebaiknya diberikan secara full feed tapi
jangan sampai tumpah.

Teritis atap kandang usahakan cukup lebar, dinding kandang diberi tirai
sehingga sinar dan kekuatan cahaya matahari langsung ke kandang dapat
dikurangi.

Bila ada ayam yang terluka segera dipisahkan dan diobati.

Ayam yang memiliki sifat kanibal tinggi ditempatkan dikandang tersendiri


atau dilakukan potong paruh.

Dalam satu kelompok, usahakan dipelihara ayam yang seusia.

Masa Panen
Pada umur 50-60 hari ayam kampungsuper dapat dipanen sebagai ayam
kampung pedaging. Keseragaman (uniformity) ukuran dan berat badan menjadi
parameter keberhasilan pada masa pemeliharaan dari saat pertama ayam
datang. Kualitas pakan, kecukupan tempat pakan dan minum, managemen
pemeliharaan akan menentukan semuanya. Panen bisa dilakukan seluruhnya
atau sebagian.Pada pemanenan sebagian sebaiknya dilakukan pada malam hari
(kondisi gelap) agar ayam mudah ditangkap dan tidak stress). Bobot0,8 kg-1,2
kg merupakan ukuran yang paling banyakdibutuhkankonsumen. Bobot 0,6kg 0,7 kg banyak diminta pada restauran baby chiken. Saatinipermintaanayam
kampung sangatbanyakbaik untukskaladaerahataupunnasional.
Mengenal Beberapa Jenis Penyakit Ayam
1 Newcastle Disease (ND)
Penyakit ND disebut juga penyakit tetelo, adalah penyakit infeksi yang
sangat menular dan merupakan masalah yang menduduki peringkat pertama
yang banyak menimbulkan kematian baik ayam kampung ataupun ayam ras.
Penyebab penyakit ND adalah virus golongan paramyxo yang bersifat
menggumpalkan sel darah merah ayam sehingga pada ayam yang terserang
penyakit ini pada usus, proventriculus akan terlihat pendarahan bintik-bintik
merah.Gejala yang umum penyakit ini antara lain adanya gangguan
pernafasan, batuk, ngorok, megap-megap, napsu makan hilang, minum lebih
banyak, dan berkumpul pada tempat yang hangat. Setelah 1-2 hari akan nampak
gejala lanjutan antara lain muncul kotoranencerberwarnahijau, gangguan syaraf,
kaki lumpuh, jalan diseret, tanda yang khas adalah leher terpuntir dan berjalan
berputar-putar. Mortalitas sangat tinggi bisa sampai 100%, pada ayam broiler
target bobot panen tidak tercapai, pada ayam petelur produksi bisa turun sampai
0%, kulit telur rapuh, bentuk telur tidak normal, dan daya tetas sangat rendah.
Bila dilakukan bedah bangkai terlihat pada usus ada eksudat kental bercampur
darah, pada provetriculus mengalami pendarahan berupa bintik-bintik merah,
pada permukaan usus juga ditemukan bintik-bintik merah, kadang ayam
mengalami diare, dan berbau amis.

Penularan penyakit: Lendir dan tinja yang terkontaminasi penyakit tersebar


terbawa angin, atau tertular dengan perantara manusia, kemudian dihirup ayam
shat, kemudian 5-6 hari inkubasi ayam menunjukkan gejala sakit. Penularan bisa
melalui manusiaa, binatang piaraan, hewan liar (burung, tikus, lalat) ataupun
melalui udara.
Pengobatan: Belum ada obat yang dapat menyembuhkan penyakit ini, untuk
mengurangi kematian bisa diberikan penerangan tambahan, alas lantai diganti
yang kering, lakukan revaksinasi dengan Delvax ND Clone LZ 58 dengan cara
spray, tetes mata, atau suntikan. Berikan vitamin pada minumnya.
Pencegahan: 1. Vaksinasi ND secara teratur dan terjadwal , 2. Sanitasi kandang,
3. Mencegah hewan liar masuk kandang, 4. Suasana kandang dibuat nyaman,
kepadatan, ventilasi, dll.
2 Gumboro Disease
Gumboro disebut juga dengan Infectious bursal disease (IBD).Penyakit ini
disebabkan oleh virus yang menimbulkan gangguan pada alat tubuh pembentuk
kekebalan terutama pada bursa fabricus, sehingga ayam mudah terserang
penyakit lainnya. Virus ini tidak tahan terhadap formalin dan larutan yodium
sehingga sanitasi kadang dengan bahan diatas akan mencegah atau memutus
rantai kehidupan virus tersebut.
Gejala: penyakit diawali dengan hilangnya napsu makan, yang disusul
dengan kelemahan, inkoordinsi (gerakan tak terkendali),peradangan sekitar
dubur, terjadi diare, kondisi tubuh gemetar, Kematian bisa mencapai 5-20%.
Karena yang diserang virus ini adalah alat pembauat kekebalan tubuh ayam
maka bila unggas terserang penyakit ini gampang terserang penyakit lain
(sekunder), pencegahan; dengan vaksinasi terjadwal dan sanitasi kandang yang
teratur, membatasi carrier penyakit.Pada beberapa kasus di beberapa tempat,
bahan tradisional kunir, jahe, temulawak, daun imbau, gula jawa bisa membantu
mengatasi penyakit ini.
3 Chronic Respiratory Disease (CRD)
CRD adalah penyakit infectious yang menular, disebabkan oleh bakteri
Mycoplasma galliseptum.Gejala yang paling dominan adalah ngorok, maka
peternak sering menyebut dengan penyakit ngorok.Di lapangan kejadian CRD
murni jarang ditemui biasanya sudah komplikasi dengan E Colli sehingga disebut
dengan CRD Complek.CRD menyebabkan kegagalan vaksinasi ND, menghambat
pertumbuhan, konfersi pakan jelek, produksi dan kualitas telur turun dan
menyebabkan kematian.
CRD bisa disebabkan oleh reaksi vaksin aktif, stress suhu dingin, kandungan
amonia terlalu tinggi, ventilasi yang jelek, faktor stress yang lain, infeksi
penyakit lain misal E Coli. Ayam yang terinfeksi akan menunjukkan gejala: ingus
keluar dari lubang hidung, batuk dan bersuara waktu bernapas, kadang muka
bengkak karena adanya timbunan eksudat dalam sinus infra orbitalis. Pada
bedah bangkai menunjukkan kelainan saluran pernapasan yaitu ditemukan
eksudat.Pada ayam muda menyebabkan tbuh lemah, sayap terkulai, mengantuk,
dan diare seperti tanahkadangberwarnaputihkecoklatan.Pada ayam dewasa
serangan CRD menyebabkan radang pada persendian kaki (bengkak) sehingga
ayam tak mampu berdiri. Pencegahan: Sanitasi kandang, kepadatan
diperhatikan, ventilasi cukup. Pengobatan: pemberian antibiotik dan vitamin.
4 Infectious Coryza
Penyakit ini juga disebut snot yang bersifat menular, yang menyerang pada
saluran pernapasan.Angka kesakitan sangat tinggi bisa mencapai 100% tetapi

angka kematian rendah.Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Hemophilus


gallinarum. Gejala: dari lubang hidung keluar eksudat, pada mulanya berwarna
bening, lama-kelaman menjadai kuning kental da berbau. Kadang disekitar
lubang hidung terdapat kerak eksudat, Sinus membengkak karena terisi lendir,
kelopak mata membengkak, dan mata teretutup, ayam sulit bernapas,
pertumbuhan lambat.Pada ayam dewasa jengger membengkak dan mengeras.
Pengobatan: dengan pemberian antibiotik dan vitamin. Pencegahan: sanitasi
kandang, pencegahan hewan liar masuk kandang, kepadatan, ventilasi harus
diperhatikan.
5 Pullorum
Penyakit ini sering disebut dengan berak kapur atau berak putih.Pullorum
merupakan penyakit yang mudah tertular, yang disebabkan oleh bakteri
Sallmonela Pullorum. Gejala yang namapak antara lain: mengantuk, napsu
makan hilang, bergerombol dan yang paling khas adalah diare berwarna putih
kadang juga coklat kehijauan. Terdapat kotoran putih dekat lobang dubur, bulu
sekitar dubur menjadi kotor, kadang dijumpai peradangan dipersedian kaki
(bengkak) dan bisa lumpuh.Pada saluran pencernaan tampak bintik berwarna
putih, Pullorum bisa menular secara vertikal dan horisontal.
Pengobatan:
pemberian antibiotik bisa membantu menekan kematian.
6 Cacingan

Cacingan pada ayam umumnya tidak menyebabkan kematian tetapi


secara ekonomis merugikan. Karena ada penurunan berat badan dan
keterlambatan pertumbuhan. Banyak jenis cacing yang biasa menyerang
pada ayam antara lain: ascaridia galli, heterakis gallinarum, capillaria sp,
dll. Induk semang bisa pada lalat, kecoa, siput, cacing tanah.Pada
peternakanayam cacing yang paling sering menyerang adalah ascaridia
galli. Gejala: pada kondisi ringan ayam tampak seha, tetapi produksi
turun. Pada kondisi yang lebih parah pertumbuhan terhambat, kurus,
pucat, produksi telur turun, kadang diare bercampur darah. Penularan:
ayam sehat akan tertular melalui tinja yang terkontaminasi cacing atau
melali inang. Tempat yang lembab menyebakan cacing mudah
terembrionisasi.Ascarida galli membutuhkan 35 hari untuk menyelesaikan
daur hidupnya.Cacing dewasa mampu menghasilkan 250,000 butir telur
sehari setiap ekornya.Pemberian obat cacing pada umur satu bulan
mampu mengendalikan infeksi cacing pada ayam yang dipelihara dengan
sistem litter.

Analisa Usaha

Sebagai gambaran perhitungan usaha ternak ayam kampung super dengan skala
usaha 1000 ekor dapat diuraikan sebagai berikut:
1 Bibit 1000 ekor (bonus: 20 ekor)
=
4,400,000;
2 Vaksin ND(3), Gumboro (2)
=
89,000;
3 Probiotik
=
60,000
4 Obat/Antibiotik
=
44,000;
=
10,400,000;
5 Pakan (FCR = 2): 2,000 kg @Rp
=
0;
5,200;
=
63,000;
6 Mortalitas 2 % (bonus)
=
100,000
7 Disenfectan
=
200,000;
8 Grajen (litter)
=
15,356,000;
9 Tenagakerja
Total biaya
Atau Rp 15,356/ekor, dengan bobot badan 1 kg hidup.
Hasil panen dengan kematian 2%, FCR=2, diperoleh keuntungan:
1 1,000 ekor X 1 kg X Rp 23.000
= Rp 23,000,000;
2 Litter sebagai pupuk 200 kg (per kg Rp 500)= Rp
100,000;
Total hasil panen

= Rp 23,100,000;

Keuntungan yang diperoleh:


Hasil panen biaya produksi =
Rp 23,100,000 Rp 15,356,000 = Rp8,744,000 (56%)
Pengaruh Penggunaan GB#1 Profeed
Terhadap Performan Ayam Kampung Super

No
.
1

Pakan
Komersial Tanpa probiotik
GB#1 Profeed
Komersial +
Probiotik GB#1
Profeed

Perbedaan

Pakan
(kg)

BB (kg/ekor)

FCR
(kg/kg)

Harga
pakan
(Rp/kg)

8,50

2,35

5.200

9,90

2,02

5.200

0,33

3.432

TERIMA KASIH, KESUKSESAN BERSAMA KITA


Untuk Konsultasi, Pendampingan, Pemesanan Bibit Berkualitas &
Informasi Lebih lanjut
Hubungi Kami:
Ir. Gembong Danudiningrat (HP: 081276342867)

Ir. Budi Raharjo (HP: 081328765999)


Agus Winanto(HP: 085643596401)
Email :Pk.multyfarm@yahoo.com
Facebook//pendawakencana