Anda di halaman 1dari 6

Anatomi Ekstremitas

a. Ekstremitas Atas (Upper Limb)


Ekstremitas Atas terdiri dari beberapa tulang, yaitu:

Os Manus

Os Radius dan Os Ulna (Antebrachi)

Os Humerus

Os Calvicula

Os Scapula

Dan beberapa persendian yang menghubungkan tulang-tulang tersebut,


diantaranya:

Wrist Joint (Articulatio Radiocarpalia) merupakan persendian antara Os.


Radius dan Ossa Carpalia di manus

Elbow Joint (Articulatio Cubiti) merupakan persendian antara Ossa


Antebrachi dan Os. Humerus

Shoulder Joint (Articulatio Glenohumerale) merupakan persendian


antara cavitas Glenoidalis pada Os Scapula dan Caput Humeri
b.

Ekstremitas Bawah (Lower Limb)

Ekstremitas Bawah terdiri dari beberapa tulang, yaitu:

Os Femur

Os Pattela

Os Tibia dan Os Fibula (Cruris)

Os Pedis

Dan beberapa persendian yang menghubungkan tulang-tulang tersebut,


diantaranya:

Hip Joint (Articulatio Coxae) dibentuk oleh caput femoris dan


acetabulum


Knee Joint (Atriculatio Genue) merupakan persendian yang
menghubungkan femur, tibia, dan patella

Ankle Joint (Articulatio Talocruralis) sendi antara tulang tungkai bawah


dengan talus ( tulang pergelangan kaki)

Teknik Pemeriksaan :
1.
Pemeriksaan ini dibuat dengan posisi AP dan Lateral sedemikian rupa
sehingga tampak kedua sendi pada satu film.
2.
Pada klinis dislokasi, oeteoatritis, dibuat foto perbandingan ka dan kiri.
3.
Untuk obyek yang memakai gips faktor eksposure ( kV dan mAs ) dinaikan
5 10 kV terutama pada gips ysng masih bar dan basah.
Persiapan
:
Persiapan Pasen ; tidak ada persiapan khusus bagi pasen
Persipan alat
;
o Pesawat Rontgen dengan kapasitas minimal 100 kV dan 100
mA.jenis mobile atau BSR.
o Cassette dengan kontak film screen jenis MR 100 ( blue/green
emitted ), untuk tulang panjang pastikan gambaran kedua sendi
masuk dalam film.
o Film Jenis Blue/Green sensitif yang berukuran sesuai sesuai
dengan casste yang dipakai ( 18 x 40, 18 x 24m 24 x 30, 30 x 40
Cm )
o Marker R / L
o Plester untuk menempelkan marker pada Cassette.
o Lead Rubber untuk menutup daerah luasan cassete yang belum
dieksposi
o Alat bantu berupa bantalan pasir untuk ganjal dan fixasi obyek
(bila perlu )
Faktor Eksposi
:
a. kV
: 40 60
b. mA
: 100
c. Second
: 0.02 0.12
d. FFD
: 96 100 Cm
e. Focus
: kecil
f.
Grid
:g. Luas lapangan penyinaran sesuai dengan besarnya obyek
Teknik Radiograf :
A. Teknik Radiograf Ektremitas Atas
1. Teknik Radiografi Digiti
a. Posisi Pasen

b.

2.
a.

b.

3.
a.

b.

4.
a.

b.

5.
f.

Pasen duduk tegak menyamping meja pemeriksaan, dengan obyek yang


akan diperiksa diletakkan di atas cassette ( ukuran 18 x 24 Cm )
Posisi Obyek
Posis PA : Posisikan obyek dalam posisi PA sedemikian rupa sehingga obyek
menempel rata dengan cassette dan pastikan sudah true PA.
Posisi Lat : Tekuk jari-jari yang tidak sakit sehingga bebas dari overlapping
dengan jari yang lain, bila perlu pakai ganjalan, pastikan sudah dalam posisi
true lateral
Teknik Radiografi Manus
Posisi Pasen
Pasen duduk tegak menyamping meja pemeriksaan, dengan obyek yang
akan diperiksa diletakkan di atas cassette ( ukuran 24 x 30 Cm )
Posisi Obyek
Posis PA : Posisikan obyek dalam posisi PA sedemikian rupa sehingga obyek
menempel rata dengan cassette dan pastikan sudah true PA.
Posisi Lat : Tekuk jari-jari sedemikian rupa sehingga jari bebas dari
overlapping dengan jari yang lain, bila perlu pakai ganjalan, pastikan sudah
dalam posisi true lateral
Teknik Radiograf Antebrachii
Posisi Pasen
Pasen duduk tegak menyamping meja pemeriksaan, dengan obyek yang
akan diperiksa diletakkan di atas cassette ( ukuran 24 x 30 Cm )
Posisi Obyek
Posisi PA : Posisikan obyek dalam posisi AP sedemikian rupa sehingga obyek
menempel rata dengan cassette dan pastikan sudah true PA.
Posisi Lat : Tekuk siku dan rendahkan bahu sedemikian rupa sehingga di
pastikan sudah dalam posisi true lateral
Teknik Radiograf Cubiti.
Posisi Pasen
Pasen duduk disamping meja pemeriksaan, dengan obyek yang akan
diperiksa diletakkan di atas cassette ( ukuran 18 x 24 Cm )
Posisi Obyek
Posisi AP : Posisikan obyek dalam posisi AP ( putar lengan atas maksimal
kearah lateral sedemikian rupa sehingga telpak tangan menghadap
keatas ) menempel rata dengan cassette dan pastikan sudah true AP.
Posisi Lat : Posisikan obyek dalam posisi Lateral ( putar lengan atas secara
maksimal sedemikian rupa sehingga telapak tangan menhadap kearah
medial dan rendahkan bahu sedemikian rupa sehimgga lengan atas sejajr
dengan meja pemeriksaan ) dan pastikan sudah dalam posisi true lateral
Teknik Radiograf Humerus
Posisi Pasen
Pasen supine di atas meja pemeriksaan, dengan obyek yang akan diperiksa
diletakkan di atas cassette ( ukuran 24 x 30 Cm )

g.

6.
a.
1.
2.
b.

c.

7.
a.
1.

2.
b.

c.

Posisi Obyek
Posisi AP : Posisikan obyek dalam posisi AP ( putar lengan atas maksimal
kearah lateral sedemikian rupa sehingga telpak tangan menghadap
keatas ) menempel rata dengan cassette dan pastikan sudah true PA.
Posisi Lat : Posisikan obyek dalam posisi Lateral ( putar lengan atas secara
maksimal sedemikian rupa sehingga telapak tangan menhadap kearah
lateral ) dan pastikan sudah dalam posisi true lateral
Teknik Radiograf Scapula.
Posisi Pasen
Pasen supine di atas meja pemeriksaan, dengan obyek yang akan diperiksa
diletakkan di atas cassette ( ukuran 24 x 30 Cm ).
Pasen duduk menyender pada wall stand cassette, dengan bahu menempel
pada tengah-tengah bidang cassette
Posisi Obyek
Posisi PA : Posisikan obyek dalam posisi AP, angkat lengan atas sedemikian
rupa sehingga lurus dengan bahu.
Posisi Axial
: Posisikan obyek dalam posisi Lateral ( angkat lengan
atas setinggi kepala kemudian tekuk kedepan secara maksimal sedemikian
rupa sehingga scapula tidak overlaping dengan tulang iga ) dan pastikan
sudah dalam posisi axial
Teknik Radiograf Clavicula
Posisi Pasen
Pasen supine di atas meja pemeriksaan, dengan obyek yang akan diperiksa
diletakkan di atas cassette ( ukuran 18 x 24 Cm ), letak casette diatur agak
lebih keatas ( 5 Cm diatas bahu ).
Atau pasen duduk menyandar pada casstte yang dipasang pada cassette
wallstand.
Posisi Obyek
Posisi AP : Posisikan obyek dalam posisi AP ( angkat lengan atas maksimal
setinggi bahu ) dan menempel rata dengan cassette dan pastikan sudah
true AP.
Posisi Lateral
: tidak ada
B. Teknik Radiografi Ektemitas Bawah

1.
a.

Teknik Radiograf Pedis


Posisi pasen duduk pada meja pemeriksaan atau pada bangku dorong
sedemikian rupa sehingga badan pasen berada agak jauh dari berkas sinar
guna.
b. Posisi Obyek
Posisi AP : Posisikan obyek dalam posisi AP ( telapak kaki nempel rata
dengan casete ) dan pastikan sudah true AP.

c.
a.

b.

c.
a.
b.

c.
a.
b.
c.
d.
e.
a.
b.

c.

7.

Posisi Oblique : Tempelkan telapak kaki rata dengan permukaan castte,


miringkan kaki kearah medial
Teknik Radiograf Calcaneus
Posisi pasen
Lateral : pase tidur miring pada sisi kaki yang akan diperiksa, kaki lainnya
diletakan sedemikian rupa sehingga ankle joint menempel rata pada casette
( true lateral )
Axial : pasen tidur supine, telapak kaki ditarik kearah caudad.
Posisi Obyek
Posisi Lateral : Posisikan obyek dalam posisi Lateral ( ankle joint ) nempel
rata dengan casete ) dan pastikan sudah true AP.
Posisi Axial : Tempelkan calcaneus rata dengan permukaan castte, tarik kaki
kearah cauda
Teknik Radiograf Ankle
Posisi pasen : tidur supine diatas meja pemeriksaan
Posisi Obyek
Posisi AP : Posisikan obyek dalam posisi AP ( tumit nempel rata dengan
casete ) dan pastikan sudah true AP.
Posisi Lateral : Tempelkan pergelangan kaki rata dengan permukaan castte,
miringkan kaki kearah laetral, pastikan true lateral
Teknik Radiograf Cruris
Posisi pasen : tidur supine diatas meja pemeriksaan
Posisi Obyek
Posisi AP : Posisikan obyek dalam posisi AP ( tungkai bawah nempel rata
dengan casete ) dan pastikan sudah true AP.
Posisi Lateral : Tempelkan tungkai bawah nempelrata dengan permukaan
castte, miringkan kaki kearah lateral, pastikan true lateral
Teknik Radiograf Genu
Posisi pasen : tidur supine diatas meja pemeriksaan
Posisi Obyek
Posisi AP : Posisikan obyek dalam posisi AP ( Lutut nempel rata dengan
casete ) dan pastikan sudah true AP.
Posisi Lateral : miringkan pasen pada sisi kaki yang akan diperiksa tekuk kaki
sedemikian rupa sehingga cruris dan femur membentuk sudut 90 derajat
tempelkan Genu rata dengan permukaan castte,
Teknik Radiograf Patella ( Sky Line )
Posisi Pasen : Tidur supine kaki ditekuk sedemikian rupa sehingga cruris dan
femur membentuk sudut 90 derajat.
Letakan casette ( 18 x 24 Cm ) pada femur sedemikian rupa sehingga ujung
casete lebih tinggi 10 Cm dari genu. Csette dipegang oleh pasen agar tidak
tutun
Teknik Radiograf Femur

a.
b.

8.
a.
b.

c.

Posisi pasen : tidur supine diatas meja pemeriksaan


Posisi Obyek
Posisi AP : Posisikan obyek dalam posisi AP ( Femur nempel rata dengan
casete ) dan pastikan sudah true AP.
Posisi Lateral : miringkan pasen pada sisi kaki yang akan diperiksa, posisikan
kaki yang tidak diperiksa sedemikian rupa sehingga tidak menghalangi
obyek.
Caput Femoris
Posisi pasen : tidur supine diatas meja pemeriksaan
Posisi Obyek
Posisi AP : Posisikan obyek dalam posisi AP ( Femur nempel rata dengan
casete ) dan pastikan sudah true AP.
Posisi Lateral : Ganjal bagian Glutae dengan karet busa ( alat bantu ), letakan
casette ( 24 x 30 Cm ) menempel pada daerah caput femu bagian lateral .