Anda di halaman 1dari 2

BAB IV

PERENCANAAN GEOMETRIK JALAN

BAB VI
KESIMPULAN DAN SARAN

VI.1 Kesimpulan
1. Jalan yang direncanakan merupakan jalan arteri dengan spesifikasi
jalan kelas II A bukit yang menghubungkan kota A dan kota B, lebar
perkerasan 2 x 2 x 3,5 m,dengan kecepatan rencana jam 80 km/jam.
2. Perkerasan jalan menggunakan jenis perkerasan lentur berdasarkan
volume LHR yang ada dengan:
a. Jenis bahan yag dipakai adalah:
1. Surface Course : LASTON MS 454
2. Base Course : Batu pecah Kelas B ( CBR 80% )
3. Sub Base Course : Sirtu Kelas B ( CBR 50% )
b. Dengan perhitungan didapatkan dimensi dengan tebal dari
masing-masing lapisan:
1. Surface Course: 8 cm
2. Base Course: 20 cm
3. Sub Base Course: 35 cm
3. Perencanaan jalan kelas II A pada bukit ini memiliki panjang 7800 m.

4. Total pekerjaan volume pada perencanaan jalan ini adalah sebagai


berikut:
a. Galian tanah
b. Timbunan tanah
c. Surface Course
d. Base Course
e. Sub Base Course
f. Bahu jalan
g. Galian drainase

: 40.595 m3
: 59.473,3 m3
: 8.782,8 m3
: 21.872,2 m3
: 39.660,6 m3
: 23.940 m3
: 7.600 m3

PERANCANGAN STRUKTUR
PERENCANAAN JALAN KELAS II B PADA DAERAH GUNUNG

BAB IV
PERENCANAAN GEOMETRIK JALAN

VI.2 Saran
1. Disarankan bagi perencana jalan sebaiknya dalam merencanakan
jalan menggunakan standar-standar yang telah ditetapkan.
2. Perencanaan geometrik jalan sebaiknya memperhatikan daerahdaerah yang boleh atau tidak untuk dibangun jalan.
3. Perencanaan perkerasan jalan sebaiknya menggunakan

data

selengkap mungkin baik data lalu lintas maupun data lainnya agar
pembangunan dapat berjalan dengan optimal.
4. Apabila jalan melewati aliran sungai sebaiknya dibangun jembatan,
dan sebisa mungkin jembatan dibuat tegak lurus dengan sungai.

PERANCANGAN STRUKTUR
PERENCANAAN JALAN KELAS II B PADA DAERAH GUNUNG