Anda di halaman 1dari 18

Kasus Besar

Hipokalemia
Renal Tubuler Acidosis

1
STATUS ILMU PENYAKIT DALAM
SMF PENYAKIT DALAM

IDENTITAS PASIEN
Nama lengkap : Ny H Jenis kelamin : Perempuan
Tempat / tanggal lahir : Serang, 31 Juli 1980 Suku bangsa : Sunda
Status perkawinan : Menikah Agama : Islam
Pekerjaan : Buruh angkatbarang Pendidikan : SLTP
Alamat : Jl. Bodong RT 1 / RW 7

A. ANAMNESIS
Diambil dari: Autoanamnesis Tanggal : 3 November 2009 Jam: 11.00

Keluhan Utama:
Tidak dapat menggerakan keempat anggota gerak.

Riwayat Penyakit Sekarang:


3 jam SMRS os merasa badan mulai lemas. Os masih bisa berjalan dan bicara
dengan lancar, tetapi lemas dan lemah.
2 jam SMRS os semakin lemas dan jika berjalan harus dibantu orang lain, Os
masih dapat berbicara.
Pada saat MRS os tidak bisa menggerakan badan sampai harus digotong orang
lain. Keempat anggota gerak (kaki dan tangan), leher dan tubuh tidak dapat
digerakkan. Os masih dapat berbicara tetapi agak sedikit susah, namun tidak ada
kelumpuhan otot-otot lidah, asosiasi kalimat os masih baik. Menurut os lumpuh dan
kelemahan otot anggota gerak bersamaan waktunya. Tidak ada anggota gerak yang
lebih dominan lumpuhnya. Otot pada anggota gerak dapat berkontraksi, tetapi
kontraksi sangat lemah. Jari-jari tangan bisa digerakan tetapi hanya sedikit. Sesak,
pusing, sakit kepala, diare, muntah, keringat yang berlebihan, nyeri perut, rasa
kesemutan, dan rasa baal disangkal os. Os hanya merasa sedikit mual. BAB 1 kali
sehari, konsistensi padat, warna coklat. BAK 5 kali sehari, warna kuning jernih,
volume kurang lebih 200 cc sekali BAK. Makanan os bervariasi kadang tahu, tempe,

2
terkadang makan sayur dan buah. Sayur dan buah minimal 3 kali seminggu. Kerja
maupun olahraga berat di luar kebiasaan rutinitas sehari-hari, nyeri pinggang, nyeri
saat berkemih, riwayat minum obat-obatan atau jamu, minum minuman beralkohol,
merokok disangkal. Riwayat minum obat-obat diuretik, rokok, disangkal. Os tidak
sedang meminum obat dan tidak makan makanan yang berlebihan ataupun makanan
yang asin. Riwayat trauma disangkal. Riwayat penyakit yang sama pada bulan
September 2009.

Penyakit Dahulu (Tahun)


(-) Cacar (-) Malaria (-) Batu Ginjal / Saluran Kemih
(-) Cacar air (-) Disentri (-) Burut (Hernia)
(-) Difteri (-) Hepatitis (-) Penyakit Prostat
(-) Batuk Rejan (+) Tifus Abdominalis(-) Wasir
(-) Campak (-) Skirofula (-) Diabetes
(+) Influenza (-) Sifilis (-) Alergi
(-) Tonsilitis (-) Gonore (-) Tumor
(-) Khorea (-) Hipertensi (-) Penyakit Pembuluh
(-) Demam Rematik Akut (-) Ulkus Ventrikuli (-) Perdarahan Otak
(-) Pneumonia (-) Ulkus Duodeni (-) Psikosis
(-) Pleuritis (+) Gastritis (-) Neurosis
(-) Tuberkulosis (-) Batu Empedu Lain-lain: (-) Operasi
(-) Kecelakaan


Riwayat Keluarga

Hubungan Umur Jenis Keadaan Kesehatan Penyebab Meninggal


(tahun) Kelamin
Kakek Tidak Laki-laki Meninggal Tidak tahu
tahu
Nenek Tidak Perempuan Meninggal Tidak tahu

3
tahu
Ayah 58 Laki-laki Sehat -
Ibu 38 Perempuan Gejala TB -
Saudara 24 Laki-laki Sehat -
18 Laki-laki Sehat -
9 Laki-laki Sehat -
8 Laki-laki Sehat -
Anak-anak 1,5 Laki-laki Sehat -

Adakah Kerabat Yang Menderita:

Penyakit Ya Tidak Hubungan


Alergi
Asma
Tuberkulosis + Ibu kandung
Arthritis
Rematisme
Hipertensi
Jantung
Ginjal
Lambung

ANAMNESIS SISTEM
Catatan keluhan tambahan positif disamping judul-judul yang bersangkutan

Kulit
(-) Bisul (-) Rambut (-) Keringat
malam
(-) Kuku (-) Kuning / Ikterus (-) Sianosis
(-) Lain-lain

Kepala
(-) Trauma (-) Sakit kepala
(-) Sinkop (-) Nyeri pada sinus

4
Mata
(-) Nyeri (-) Radang
(-) Sekret (-) Gangguan penglihatan
(-) Kuning / Ikterus (-) Ketajaman penglihatan

Telinga
(-) Nyeri (-) Gangguan pendengaran
(-) Sekret (-) Kehilangan pendengaran
(-) Tinitus

Hidung
(-) Trauma (-) Gejala penyumbatan
(-) Nyeri (-) Gangguan penciuman
(-) Sekret (-) Pilek
(-) Epistaksis

Mulut
(-) Bibir (-) Lidah
(-) Gusi (-) Gangguan pengecap
(-) Selaput (-) Stomatitis

Tenggorokan
(-) Nyeri tenggorokan (-) Perubahan suara

Leher
(-) Benjolan (-) Nyeri leher

Dada (Jantung / Paru)


(-) Nyeri dada (-) Sesak napas
(-) Berdebar (-) Batuk darah
(-) Ortopnoe (-) Batuk

Abdomen (Lambung / Usus)


(-) Rasa kembung (-) Wasir
5
(+) Mual (-) Mencret
(-) Muntah (-) Tinja darah
(-) Muntah darah (-) Tinja berwarna dempul
(-) Sukar menelan (-) Tinja berwarna ter
(-) Nyeri perut, kolik (-) Benjolan
(-) Perut membesar

Saluran Kemih / Alat kelamin


(-) Disuria (-) Kencing nanah
(-) Stranguria (-) Kolik
(-) Poliuria (-) Oliguria
(-) Polakisuria (-) Anuria
(-) Hematuria (-) Retensi urin
(-) Kencing batu (-) Kencing menetes
(-) Ngompol (tidak disadari) (-) Penyakit Prostat

Katamenia
(-) Leukore (-) Perdarahan
(-) Lain-lain

Haid
Haid teratur sebulan sekali dengan lama haid 7 hari, ganti softek 2x sehari, nyeri haid
tidak sampai mengganggu aktivitas. Menarche pada umur 13 tahun.

Saraf dan Otot


(-) Anestesi (-) Sukar mengingat
(-) Parestesi (-) Ataksia
(-) Otot lemah (-) Hipo / hiper – esthesi
(-) Kejang (-) Pingsan
(-) Afasia (-) Kedutan (“Tick”)
(-) Amnesia (-) Pusing (vertigo)
(-) Lain-lain (-) Gangguan bicara (Disartri)

6
Ekstremitas
(-) Bengkak (-) Deformitas
(-) Nyeri sendi (-) Sianosis

BERAT BADAN
Berat badan rata-rata (Kg) : 45
Berat tertinggi kapan (Kg) : 50
Berat badan sekarang (Kg) : 44

RIWAYAT HIDUP

Riwayat Kelahiran
Tempat lahir : (+) Di rumah (-) Rumah Bersalin (-) RS Bersalin
Ditolong oleh : (-) Dokter (-) Bidan (+) Dukun
(-) Lain-lain

Riwayat Imunisasi
(-) Hepatitis (-) BCG (-) Campak (-) DPT
(-) Polio (-) Tetanus
Riwayat Makanan
Frekuensi / Hari : 3x/hari
Jumlah / Hari : cukup
Variasi / Hari : bervariasi
Nafsu makan : baik

Pendidikan
(-) SD (+) SLTP (-) SLTA (-) Sekolah Kejuruan
(-) Akademi (-) Universits (-) Kursus (-) Tidak sekolah

Kesulitan
Keuangan : Ada kesulitan
Pekerjaan : Tidak ada

7
Keluarga : Tidak ada
Lain-lain : Tidak ada

A. PEMERIKSAAN JASMANI

Pemeriksaan Umum
Tinggi badan : 153 cm
Berat badan : 44 kg
Tekanan darah : 120/80 mmHg
Nadi : 60x/menit
Suhu : 36oC
Pernapasn (Frekuensi dan tipe) : Torakoabdominal
Keadaan gizi : Cukup (IMT = 18,79)
Kesadaran : Compos Mentis
Sianosis : Tidak ada
Udema umum : Tidak ada
Habitus : Astenikus
Cara berjalan : Pasif
Mobilitas (Aktif / Pasif) : Pasif
Umur menurut taksiran pemeriksa : Sesuai umur os
Aspek Kejiwaan
Tingkah laku : wajar
Alam perasaan : biasa
Proses pikir : wajar

Kulit
Warna : Sawo matang Effloresensi : Tidak ada
Jaringan parut : Tidak ada Pigmentasi : Tidak ada
Pertumbuhan rambut : Merata Pembuluh darah : Tidak
terlihat
Suhu raba : Hangat Lembab / kering : Kering
Keringat Umum: + Turgor : Normal
Setempat: - Ikterus : Tidak ada
8
Lapisan lemak : Cukup Edema : Tidak ada
Lain-lain :

Kelenjar Getah Bening


Submandibula : Tidak teraba membesar Leher : Tidak teraba membesar
Supraklavikula : Tidak teraba membesar Ketiak : Tidak teraba membesar
Lipat paha : Tidak teraba membesar

Kepala
Ekspresi wajah : Wajar Simetri muka : Simetris
Rambut : Merata Pembuluh darah temporal : Teraba pulsasi

Mata
Exophthalmus : Tidak ada Enopthalmus : Tidak ada
Kelopak : Tidak ada kelainan Lensa : Jernih
Konjungtiva : Tidak anemis Visus : Tidak
diperiksa
Sklera : Tidak ikterik Gerakan mata : Normal
ke segala arah
Lapangan penglihatan : Normal Tekanan bola mata : Normal
per palpasi
Deviatio konjungae : Tidak ada Nystagmus : Tidak ada

Telinga
Tuli : Tidak Selaput pendengaran : Intak
Lubang : MAE lapang Penyumbatan : Tidak ada
Serumen : Tidak ada Perdarahan : Tidak ada
Cairan : Tidak ada

Mulut
Bibir : Tidak sianosis Tonsil : Tidak
hiperemis T1-T1 tenang
Langit-langit : Utuh Bau pernapasan : Tidak ada
bau
9
Gigi geligi : Utuh Trismus : Tidak ada
Faring : Tidak hiperemis Selaput lendir : Tidak
hiperemis
Lidah : Tidak kotor

Leher
Tekanan vena Jugularis (JVP) : 5-2 cmH2O
Kelenjar Tiroid : Tidak teraba membesar
Kelenjar Limfe : Tidak teraba

Dada
Bentuk : Simetris
Pembuluh darah : Tidak tampak kolateral
Buah dada : Tidak ada kelainan

Paru-paru
Depan Belakang
Inspeksi Kiri Simetris saat statis Simetris saat statis
dan dinamis dan dinamis
Kanan Simetris saat statis Simetris saat statis
dan dinamis dan dinamis
Palpasi Kiri Fremitus taktil Benjolan (-),
simetris nyeri tekan (-)
Kanan Fremitus taktil Benjolan (-),
simetris nyeri tekan (-)
Perkusi Kiri Sonor Sonor
Kanan Sonor Sonor
Auskultasi Kiri Vesikuler, Vesikuler,
Rh (-), Wh (-) Rh (-), Wh (-)
Kanan Vesikuler, Vesikuler,
Rh (-), Wh (-) Rh (-), Wh (-)

10
Jantung
Inspeksi Bentuk dada simetris, tidak tampak ictus cordis.
Palpasi Teraba ictus cordis di sela iga V 1 jari medial
linea midclavicula kiri.
Perkusi Batas atas : ICS II linea parasternal kiri.
Batas kiri : ICS V 1 jari medial linea midclavicula
kiri.
Batas kanan : ICS IV 1 jari lateral linea
parasternal kanan.
Auskultasi BJ I-II reguler murni, murmur (-), gallop (-)

Pembuluh darah
Arteri Temporalis : Teraba pulsasi
Arteri Karotis : Teraba pulsasi
Arteri Brakhialis : Teraba pulsasi
Arteri Radialis : Teraba pulsasi
Arteri Femoralis : Teraba pulsasi
Arteri Poplitea : Teraba pulsasi
Arteri Tibialis Posterior : Teraba pulsasi
Arteri Dorsalis Pedis : Teraba pulsasi

Perut
Inspeksi Datar, simetris, tidak membesar
Palpasi Dinding perut Supel, nyeri tekan (-)
Hati Tidak teraba pembesaran
Limpa Tidak teraba pembesaran
Ginjal Ballotement -/-
Lain- lain Tidak ada
Perkusi Timphani
Auskultasi Bising usus (+)
Refleks dinding perut Normal

Alat kelamin : Tidak dilakukan karena tidak ada indikasi

Anggota gerak
Kanan Kiri
Lengan
Otot Tonus Normotonus Normotonus

11
Massa Eutrofi Eutrofi
Sendi Tidak bengkak Tidak bengkak
Gerakan Pasif Pasif
Kekuatan +1 +1
Lain – lain Akral hangat Akral hangat
Tungkai dan kaki
Luka - -
Varises - -
Otot Tonus Normotonus Normotonus
Massa Eutrofi Eutrofi
Sendi Tidak bengkak Tidak bengkak
Gerakan Pasif Pasif
Kekuatan +1 +1
Edema - -
Lain – lain Akral hangat Akral hangat
Refleks
Refleks Bisep + +
Trisep + +
tendon
Patella + +
Archilles + +
Kremaster Tidak dilakukan Tidak dilakukan
Refleks kulit + +
Refleks patologis - -

Colok dubur (atas indikasi) Tidak dilakukan karena tidak ada indikasi

LABORATORIUM RUTIN
Darah :
02-11-2009
Hb ( gr/dl ) 13,4
Kalium (mmol/L) 1,46
Leukosit (/ µ l ) 15.200
Trombosit ( / µ l ) 324.000

Ringkasan
Pasien wanita berumur 28 tahun, sejak 2 jam SMRS dengan keluhan seluruh
tubuhnya tidak dapat digerakkan. Rasa mual (+). Riwayat pernah dirawat oleh karena
penyakit yang sama.
Pada pemeriksaan fisik didapatkan TD 120/80 mmHg, FN 60x/menit, FP
28x/menit, kekuatan otot pada keempat ekstremitas 1.
Dari pemeriksaan lab didapatkan kalium 1,46 mmol/L, leukosit 15.200/uL.

12
Diagnosis kerja dan dasar diagnosis
Berdasarkan anamnesis, pemeriksaan jasmani dan pemeriksaan laboratorium rutin
1. Hipokalemia e.c Renal Tubuler Acidosis
Hipokalemia dengan dasar hasil lab kalium 1,46 mmol/L dan kelemahan otot-
otot tubuh.
Renal Tubuler Acidosis dengan dasar ada pernapasan yang meningkat
(kussmaul)
2. Leukositosis e.c infeksi saluran kemih
Leukositosis dengan dasar leukosit 15.200/uL
Infeksi saluran kemih dengan dasar kencing yang sedikit dan pada RTA
biasanya sering disertai dengan ISK

Diagnosis diferensial dan dasar diagnosis diferensial


1a. Hipokalemia e.c Hypokalemic periodic paralysis
Hipokalemia dengan dasar kadar kalium 1,46 mmol/L dan kelemahan otot-otot
tubuh
Yang tidak sesuai : pada umumnya penyakit ini sebelum serangan ada faktor
pencetusnya, sedangkan pada pasien ini tidak ada. (Faktor pencetus antara lain
bekerja sangat berat, makan makanan tinggi karbohidrat, makanan yang tinggi
garam, dan minum minuman beralkohol)
1b. Hipokalemia e.c Obat (Amfoterisin B)
Hipokalemia dengan dasar kadar kalium 1,46 mmol/L dan kelemahan otot-otot
tubuh.
Yang tidak sesuai : Dari anamnesa pasien tidak meminum obat-obat apapun.
1c. Hipokalemia e.c hiperhidrosis
Hipokalemia dengan dasar kadar kalium 1,46 mmol/L dan kelemahan otot-otot
tubuh.
Yang tidak sesuai : Dari anamnesa pasien tidak merasa banyak keringat dan
dari pemeriksaan fisik tidak terlihat adanya keringat banyak dari tubuhnya.
1d. Stroke
Stroke dengan dasar kelumpuhan keempat ekstremitas

13
Yang tidak sesuai : Kelumpuhan pada pasien ini sifatnya pelan-pelan dan
dimulai dengan lemas terlebih dahulu (sifat lumpuh dari stroke pada umumnya
mendadak). Tidak ada gejala-gejala stroke sebelumnya, faktor resiko tidak
ada, riwayat pernah mengalami kelumpuhan sebelumnya dan sembuh
sempurna.

1e. Sindrom Guillain Barre


Sindrom Guillain Barre dengan dasar kelumpuhan keempat ekstremitas
Yang tidak sesuai : Biasanya kelumpuhan bersifat lambat, perlahan-lahan,
berkembang dalam beberapa hari. Sifat lumpuh pada keempat ekstremitas
semuanya pada saat yang bersamaan (sifat lumpuh Sindrom Guillain Barre
dimulai dari ekstremitas bawah kemudian naik ke atas)
1f. Cedera Medula Spinalis
Dasar : Kelumpuhan keempat ektremitas
Yang tidak sesuai : tidak ada riwayat trauma pada kepala.
2. Leukositosis e.c faringitis
Dasar : Leukosit 15.200/uL
Yang tidak sesuai : tidak ada nyeri tenggorokan.

Pemeriksaan yang dianjurkan


1. ASTRUP (Menegakkan WD)
2. Kadar kalium urin untuk memastikan kehilangan kalium tidak berasal dari
saluran pencernaan maupun dari kulit. (menyingkirkan DD hiperhidrosis dan
diare berlebihan)
3. EMG (menyingkirkan Hypokalemic periodic paralysis)
4. Rontgen dan USG untuk mengetahui ada tidaknya komplikasi (batu dan
ostoporosis)
5. Darah lengkap (kolesterol profil) (menyingkirkan DD stroke karena faktor
resiko stroke adalah hiperkolesterolemi atau dislipidemia)
6. Periksa kadar elektrolit setelah pemberian kalium 100 meq

Rencana pengelolaan
1. Non Medis :

14
• Tirah baring
• Diet tinggi kalium : buah-buahan yang banyak mengandung kalium
seperti pisang
2. Medis :
a. Pemberian kalium dalam bentuk KCl 25 meq dalam RL 6 jam/kolf
(100 meq/hari) sampai kadar kalium mencapai 3 mmol/l
NB : penurunan kadar kalium serum dari 4 meq/l menjadi 3 meq/l
menunjukkan defisit kalium 100-200 meq dan kadar kalium dibawah 3
meq/l menunjukkan defisit total 200-499 meq/l.
b. Pemberian Aspar-K 3x1 tablet
c. Ondansetron 3 x 4 mg karena ada keluhan mual.
d. Biknat setelah hasil ASTRUP keluar

Pencegahan
Primer : Tidak ada yang dapat mencegah renal tubuler asidosis karena renal tubuler
asidosis merupakan salah satu penyakit autoimun.
Sekunder : Minum obat teratur terutama suplemen biknat dan kalium untuk mencegah
terjadinya batu ginjal dan mencegah osteoporosis.
Tersier : ESWL untuk batu ginjal

Prognosis
Ad vitam : Dubia ad bonam
Ad functionam : Dubia ad bonam
Ad sanationam : Dubia ad bonam

15
Follow up
3 November 2009
S : os mengeluh tidak dapat 4 November 2009
menggerakan badan serta keempat S : Tangan kanan masih lemas, mual
anggota gerak, mual (+) tidak ada
O: O:
TD = 120/80 mmHg TD = 110/70 mmHg
Nadi = 60x/menit Nadi = 80x/menit
RR = 28x/menit RR = 24 x/menit
Suhu = 36,5 oC Suhu = 36,6 oC

Kekuatan Otot : Kekuatan otot :


1 1 3 4
1 1 4 4
Hasil lab (2 Nov 2009):
Kalium 1,46 mmol/L Lab (3 Nov 2009) :
pH 7,369
A : Hipokalemia e.c ? PCO2 = 24
P : RL + KCl 25 meq P O2 = 94,2
Aspar K 3x1 tab p.o HCO3 = 13,3
Invomit 3x1 tab p.o (ondansentron 1 BE = -11,7
tablet 4 mg)
Cek Astrup A : Hipokalemia e.c RTA
16
Asidosis metabolik pH 7,431
terkompensasi e.c RTA PCO2 = 26,9
P : RL + KCl 25 meq P O2 = 104,5
Aspar K 3x1 tab p.o HCO3 = 17,5
Biknat BE = -6,8
Koreksi biknat = BB x BE x 0,3 Kalium 2,35 mmol/L
= 44 x 11,7 x 0,3
= 154,44 meq A : Hipokalemia e.c RTA dengan
Cek Astrup dan elektrolit setelah perbaikan
pemberian biknat dan kalium 100 meq. P : RL + KCl 25 meq 6 jam/kolf
Aspar K 3x300 mg tab p.o

5 November 2009 6 November 2009


S : Tidak ada keluhan, tubuh dan S : Tidak ada keluhan
keempat anggota gerak os sudah dapat O:
bergerak TD = 110/70 mmHg
O: Nadi = 80x/menit
TD = 110/60 mmHg RR = 20 x/menit
Nadi = 82x/menit Suhu = 36 oC
RR = 22 x/menit
Suhu = 36 oC Lab (5 Nov 2009) :
Kalium 2,51 mmol/L
Kekuatan otot :
5 5 A : Hipokalemia e.c RTA dengan
5 5 perbaikan
Lab (4 November 2009) : P : RL + KCl 25 meq 6 jam/kolf
17
Aspar K 3x1 tab p.o

7 November 2009
S : Tidak ada keluhan
O:
TD = 120/80 mmHg
Nadi = 88 x/menit
RR = 20 x/menit
Suhu = 36,2 oC

Lab (7 November 2009) :


Kalium 3,16 mmol/L

A : Hipokalemia e.c RTA teratasi


P : Aspar K 3x1
Off infus
Pasien boleh pulang

18