Anda di halaman 1dari 24

Ringkasan

Ekonomi
Untuk Ulangan Blok
Tanggal 1. Maret
2010

Mikael Pratama
Kristyawicaksono
mikael.pratama@yahoo.com

Kelas Sosial – XIA


SMA KOLESE KANISIUS
Jakarta - Indonesia
Pajak Bumi dan Bangunan (PBB)
• Diatur dalam
o UU no.12 Tahun 1985
o UU no.12 Tahun 1994

Cara Mengingat:
UU ini sama-sama bernomor 12 dan bertahun 19… kemudian ingat akhiran tahun 85

-94, 8594 . (128594)

• Pajak Bumi dan Bangunan


o Yang dimaksud dengan Bumi adalah:
 Permukaan dan tubuh Bumi dan segala yang ada
didalamnya.
o Yang dimaksud dengan Bangunan adalah:
 Konstruksi teknis yang ditanam atau diletakan
secara tetap baik untuk tempat usaha maupun untuk tempat

tinggal.

MIKAEL KRISTYAWICAKSONO – RINGKASAN EKONOMI Page 2


• Objek yang tidak kena PBB adalah:
1. Objek pajak yang digunakan
untuk kepentingan umum.

2. Objek pajak yang digunakan


untuk pemakaman.

3. Objek pajak yang digunakan


untuk kepentingan diplomasi

4. Objek pajak yang digunakan oleh


badan /perwakilan dari
organisasi
internasional yang
ditentukan mentri keuangan

MIKAEL KRISTYAWICAKSONO – RINGKASAN EKONOMI Page 3


• NIlai Jual Objek Pajak:
o Adalah harga rata-rata yang diperoleh dari jual-beli

transkasi secara wajar.


o Contoh Soal:
 Tuan Amir memiliki sebidang tanah seluas 200m2 diatas tanah
tersebut didirikan rumah tempat tiggal yang terdiri dari dua
lantai. Lantai satu dengan luas bangunan 120m2 dan lantai dua
seluas 60m2. Harga tanahnya Rp 1.250.000,00 / m2 dan harga
bangunan Rp 3.000.000,00 / m2. Hitunglah PBB bila diketahui
bangunan yang tidak kena pajak atau BTKPadalah sebsar Rp
12.000.000,00, bangunan ken pajak atau BKP sebesar 20% dan
niali jual objek pajak atau NJOP dan tariff PBB 0.5%.
• Jawab:
I. Nilau Jual Objek Pajak atau NJOP:
1. Harga Tanah
200 X 1.250.000 = Rp 250.000.000,00
2. Harga Bangunan
(120 + 60) X 3.000.000 = Rp 540.000.000,00
3. Harga Total = Rp 790.000.000,00
II. BTKP = Rp 12.000.000,00
III. NJOP Kena Pajak = Rp 778.000.000,00
IV. NJOP Kena Pajak 20 % = Rp 155.600.000,00
V. Tarif Pajak = Rp 778.000,00

MIKAEL KRISTYAWICAKSONO – RINGKASAN EKONOMI Page 4


 Tuan Ilham memiliki wajib pajak dengan berupa 1 rumah di jalan
Merdeka dengan luas tanah 200m2 dan luas bangunan 160m2
dengan harga jual tanah Rp 2.000.000,00 / m2. Nilai bangunan Rp
2.500.000,00 / m2. Rumah ini dikelilingi pagar seluas 120 m2.
Rumah ini dikelilingi pagar seluas 120 m2 dengan harga Rp
400.000,00 / m2. Rumah yang kedua terletak di jalan Ampera
Raya dengan luas tanah 150m2. Bangunan rumah 120m2 dan
kolam renang seluas 25m2. Dengan harga tanah Rp 1.500.000,00 /
m2 . Nilai bangunan baik rumah maupun kolam renang Rp
2.000.000,00 / m2. Hitunglah PBB.
• Jawab:
I. NJOP:
1. Harga Tanah 1
200 X 2.000.000 = Rp 400.000.000,00
2. Bangunan 1
160 X 2.500.000 = Rp 400.000.000,00
3. Pagar 1
120 X 400.000 = Rp 48.000.000,00
4. Tanah 2
150 X 1.500.000 = Rp 225.000.000,00
5. Bangunan 2
120 X 2.000.000 = Rp 240.000.000,00
6. Kolam Renang 2
25 X 2.000.000 = Rp 50.000.000,00
7. Harga Total = Rp 1.363.000.000,00
II. BTKP = Rp 12.000.000,00
III. NJOP Kena Pajak = Rp 1.351.000.000,00
IV. NJOP Kena Pajak 20% = Rp 270.200.000,00
V. Tarif Pajak = Rp 1.351.000,00

MIKAEL KRISTYAWICAKSONO – RINGKASAN EKONOMI Page 5


o Tahap mengerjakan soal hitungan PBB:
1. HItunglah Nilai Jual Objek Pajak atau NJOP:
a) Hitung subjek memiliki berapa wajib pajak (rumah).
b) Cari tahu luas tanah masing-masing objek pajak.
c) Cari tahu luas bangunan (perlantai) masing-masing objek
pajak.
d) Cari tahu wajib pajak lainnya (pagar, kolam renang, …).
e) Cari tahu harga tanah per m2.
f) Cari tahu harga bangunan per m2 dihitung per lantai.
g) Cari tau harga wajib pajak lainnya (pagar, kolam renang ,…)
h) Kalikan luas tanah dengan harga tanah / m2.
i) Kalikan luas bangunan dengan harga bangunan / m2.
j) Kalikan wajib pajak lainnya dengan harganya masing-masing.
o Untuk wajib pajak yang menempel ditanah seperti
kolam renang gunakan harga yang sama dengan
harga bangunan.
o Untuk wajib pajak seperti pagar tidak digunakan harga
bangunan sebab pagar tidak bersifat permanen.
k) Jumlahkan semua hasil kali antara luas da harga untuk
mendapatkan NJOP.
2. Masukan Bangunan TIdak Kena Pajak atau BTKP sebesar Rp
12.000.000,00 tidak peduli seberapa banyak wajib pajak yang ia
miliki tetap Rp 12.000.000,00.
3. Hitunglah NJOP Kena Pajak dengan mengurangi NJOP dengan BTKP
(NJOP - BTKP).
4. Hitunglah NJOP Kena Pajak 20% dengan mengkalikan NJOP Kena
Pajak dengan 20% (NJOP x 20%).
5. Hitunglah Tarif Pajak dengan mengkalikan NJOP Kena Pajak 20%
dengan 0.5% (NJOP Kena Pajak 20% x 0.5%).

MIKAEL KRISTYAWICAKSONO – RINGKASAN EKONOMI Page 6


Ekonomi Moneter
• Ekonomi Moneter, cabang ilmu ekonomi yang berawal dari uang
yang memegang peranan penting dalam kehidupan ekonomi.

o Pengertian khususnya adalah ilmu yang mempelajari uang dan

hubungannya dengan kestabilan ekonomi.


• Difinisi uang:
o Menurut Robertson
 Segala sesuatu yang umum diterima dalam pembayaran barang-barang.
 Money is something which is widely accepted in payments for goods.
o R. S. Sayers
 Segala sesuatu yang umum diterima sebagai pembayar utang.
 Money is something that widely accepted in payments of debts.
o A.C. Pigou
 Segala sesuatu yang umum dipergunakan sebagai alat penukar.
 Money is something which is widely used as a media for exchange.
o Albert G. Hart
 Kekayaan yang dengan empunya dapat melumaskan uanganya dalam
jumlah tertentu pada waktu itu juuga
• Arti pendeknya kekayaan yang dapat digunakan untuk
bertransaksi saat itu juga.
 Money is property with which the owner can pay off the debt with the
certainly and without delay.
o Rollin G Thomas
 Segala sesuatu yag siap sedia dan pada umumnya diterima dalam
pembayaran pembelian barang, jasa dan untuk membayar utang.
 Money is something that readily and generally accepted by the public in the
payments of debts.

MIKAEL KRISTYAWICAKSONO – RINGKASAN EKONOMI Page 7


Cara mengingat:

1. Robertson, ingat Robert Pattinson dari Twilight.


• Diterima dalam pembayaran barang.

2. R. S. Sayers, ingat RS (Rumah Sakit) dan Buffy the Vampire Slayer.


• Diterima sebagai pembayar utang.

3. A. C. Pigou, ingat AC (Air Conditioner) dan Piaggio (vespa).


Mungkin juga dengan berpikir vespa ber ac.
• Dipergunakan sebagai alat penukar.

4. Albert G. Hart, ingat Albert Einstein dan The Hartz Chiken


Buffet.Mungkin juga dengan berpikir Albert Einstein makan di Hartz Chiken
Buffet.
• Kekayaan yang empunya dapat melumaskan uangnya
saat itu juga.

5. Rollin G. Thomas, ingat mukanya Santo Thomas dan bayangkan ia


sedang berguling-guling.
• Segala sesuatu yang siap sedia dalam pembayaran barang, jasa,
maupun utang.

6. Perhatikan persamaan nama tengah dari Albert G. Hart dengan

Rollin G. Thomas. Sama-sama berhuruf depan “G”.

MIKAEL KRISTYAWICAKSONO – RINGKASAN EKONOMI Page 8


• Sejarah Uang
o Penemuan uang tidak dapat dilacak.
o Ada pendapat bahwa uang ditemukan di China pada 2700 SM
oleh Kaisar Huang.
o Ada juga pendapat bahwa uang ditemukan di Assyrian.
o Ada 2 kesulitan uang dalam barter:
1. Menemukan orang yang saling membutuhkan.
2. Menyamakan nilai barang yang kita tukarkan.

o Kesulitan dalam barter mendorong dibutuhkannya media perantara

(uang).
• Jenis Uang
o Uang kartal

1. Dipakai dalam kehidupan sehari-hari.


2. Disebut Common Money.

3. Alat pembayaran yang sah secara ekonomi dan hukum.


4. Berupa:
• Uang kertas

• Uang logam

o Uang giral

1. Disebut juga Bank Deposit Money.


2. Merupakan uang pribadi yang disimpan di bank.

3. Uang ini sah dengan memenuhi peraturan yang

berlaku.

MIKAEL KRISTYAWICAKSONO – RINGKASAN EKONOMI Page 9


• Fungsi Uang
o Fungsi uang asli:

1. Sebagai sarana pertukaran.

2. Sebagai satuan hitung.

o Fungsi uang turunan

1. Sarana menimbun kekayaan.


2. Standart pencicilan utang.

• Teori Uang
o 3 pihak di Indonesia yang berperan dalam menciptakan

uang yang beredar


1. Otoritas Moneter (Bank Indonesia).

2. Lembaga Keuangan, baik bank maupun bukan bank.

3. Masyarakat.

o Teori uang antara lain:

1. Teori Kwantitas oleh Ricardo

• Daya beli uang tergantung jumlah uang

yang beredar.
• Bila jumlah uang yang beredar menjadi 2 kali

banyaknya, maka nilai uang akan turun separuhnya.


• Rumus:
o M=KxP
Atau
o P=(1xM)/k
 M = Mass = Masa uang yang beredar
 K = Jumlah Uang
 P = Price = Tingkat Harga
 K = = Konstanta = Pembanding Tetap (1000)

MIKAEL KRISTYAWICAKSONO – RINGKASAN EKONOMI Page 10


o 3 faktor yang mempengaruhi uang
yang beredar

1. Jumlah uang yang beredar.

2. Kecepatan peredaran uang.

3. Jumlah barang dan jasa yang

diperdagangkan.

2. Teori Kwantitas Irving Fisher


• Memperbaiki teori Ricardo dan memasukan unsur
kecepatan uang yang beredar, jumlah barang dan
jasa sebagai factor yang mempengaruhi uang yang
beredar.
• Dikenal juga dengan nama:
o The Transaction of Equation of
Exchange
• Rumusnya:
o MxV=PxT
 M = Mass = Masa uang yang beredar.
 V = Velocity = Kecepatan uang yang beredar.
 P = Price = Tingkat harga.
 T = Jumlah uang dan jasa yang
diperjualbelikan.

MIKAEL KRISTYAWICAKSONO – RINGKASAN EKONOMI Page 11


• Contoh soal:
o Diketahui
 Uang yang beredar = Rp 5.000.000.000,00
 Kecepatan uang yang beredar = 5
 Tingkat harga = 2,5
o Ditanyakan
 Volume perdagangan?
o Jawab:
 MxV=PxT
 5.000.000.000 x 5 = 2,5 x T
 25.000.000.000 = 2,5T
 T = 10.000.000.000
3. Teori Keynes

• Membahas alasan mengapa orang-orang lebih senang

memegang uang tunai:


1. Alasan transaksi.
 Orang lebih memiliki uang untuk kegiatan
transaksi.
2. Alasan berjaga – jaga.

 Bila memiliki uang untuk keperluan

mendadak.
3. Alasan Spekulasi.
 Bila ada uang tunai maka hal – hal yang dapat
mendapatkan keuntungan dapat
dipakai sebagai modal.

MIKAEL KRISTYAWICAKSONO – RINGKASAN EKONOMI Page 12


• Faktor yang mempengaruhi kebutuhan akan uang dan jumlah uang yang
beredar di masyarakat
A. Menurut Paul Samuelson:
a. Motif transaksi dan permintaan uang sebagai aktiva.
i. Menyimpan kekayaan.

ii. Menabung untuk masa pensiun.

iii. Biaya pendidikan untuk anak-anak di masa


mendatang.
b. Secara umum faktor yang menyebabkan jumlah uang yang

beredar adalah:
i. Kenaikan harga dan permintaan barang.

ii. Efek perubahan suku bunga.

iii. Struktur ekonomi masyarakat.

iv. Lingkungan

v. Tingkat pendapatan.

MIKAEL KRISTYAWICAKSONO – RINGKASAN EKONOMI Page 13


Pendapatan Nasional

• Ada 3 definisi mengenai pendapatan nasional:


1. Nilai seluruh produk atau barang dan jasa yang diproduksi oleh rakyat

suatu Negara dalam suatu periode tertentu.

 Disebut juga pendekatan produksi.


2. Jumlah pendapatan yang yang diterima oleh seluruh pemilik

factor produksi dalam suatu negara dalam suatu periode tertentu.


 Disebut juga pendekatan pendapatan.

3. JUmlah pengeluaran untuk membeli barang dan jasa suatu

negara dalam jangka periode tetentu.


 Disebut juga pendekatan pengeuaran.
• Komponen pendapatan nasional:
1. Produk Domestik Brutto (Gross Domestic Product)
(GDP)

 Adalah jumlah barang dan jasa yang diproduksi dalam

wilayah suatu negara termasuk yang diproduksi oleh perusahaan

asing di negara tersebut.


 Untuk menghitung GDP yang dihitung adalah produk finalnya:
• Contoh
No Nama Nilai Produk Nilai
Produk Tambah
0 0 0 0
1 Bibit Padi 3.000 3.000
2 Padi 5.000 2.000
3 Beras 10.000 10.000
4 Nasi 15.000 15.000
o Nama produk, dari atas kebawah adalah dari barang mentah
ke barang jadi.

MIKAEL KRISTYAWICAKSONO – RINGKASAN EKONOMI Page 14


o Nilai tambah adalah selisih antara nilai produk
pada baris yang sama dengan nilai produk dari baris

yang diatasnya.

o Maka dilihat dari table di atas GDP atau Produk Domestik

Brutto nya adalah 15.000.

2. Produk Nasional Brutto (Gross National Product)


(GNP)

 Adalah jumlah barang yang dihasilkan oleh seluruh warga

negara dalamjangaka periode waktu tertentu biasanya satu tahun.


Termasuk jumlah barang dan jasa yang diproduksi oleh
warga negara yang bekerja di luar negri.

 Bila ingin menghitung GNP ada dua hal yang perku untuk
diperhatikan:
1. Nilai barang dan jasa yang dihasilkan perusahaan

asing di dalam negri.


2. Nilai barang dan jasa yang dihasilkan warga

negara di luar negri.


• Selisih keduanya disebut faktor produksi (n).
• Bila produksi warga negara asing di dalam negri lebih tinggi
daripada produksi warga negara di luar negri atau 1 > 2. Maka:
GNP = GDP – n
o Berarti GDP lebih besar GNP. GDP > GNP.
• Bila produksi warga negara di luar negri yang lebih besar dari
produksi warga negara asing di dalam negri atau 2 > 1. Maka:
GNP = GDP + n
o Berarti GNP lebih besar dari GDP. GNP > GDP.

MIKAEL KRISTYAWICAKSONO – RINGKASAN EKONOMI Page 15


• Contoh soal:
 GDP = 105.000
 Hasil orang asing di Indonesia = 3.300
 Hasil orang Indonesia di luar = 8.300
 Pajak langsung = 7.500
 Pajak tak langsung = 12.000
 Jawab:
Rumus = GDP +/- n
n = 8.300 – 3.300
n = 5.000
GNP = 105.000 + 5.000
= 110.000
• Kenapa akhirnya yang digunakan adalah GDP + n, mengapa tidak
menggunakan GDP – n? Ini dikarenakan hasil produksi orang
Indonesia di luar negri lebih banyak dari dari hasil orang asing di
dalam negri.
• Ingat saja seperti ini bila orang Indonesia di luar negri lebih
banyak dari produksi orang asing di Indonesia. Berarti kita akan
mendapat keuntungan lebih. “Lebih” inilah yang berarti GNP kita
lebih besar dari GDP.

• Cara menghitung GNP


o Ada 3 pendekatan yaitu:
1. Pendekatan Produksi
GNP = (P1 x Q1) + (P2 x Q2) + (P3 x Q3) + … + (Pn
x Qn)
Penjelasan:
 Q1 = Jumlah produksi dari sektor 1
 P1 = Harga produksi sektor 1
 Q2 = Jumlah produksi sektor 2
 P2 = Harga produksi sektor 2
 Dst.

MIKAEL KRISTYAWICAKSONO – RINGKASAN EKONOMI Page 16


2. Pendekatan Pengeluaran
GNP = C + I + G + (X - M)
 C = Consume = Tingkat konsumsi
 I = Investment = Investasi
 G = Government Expense = Pengeluaran Pemerintah
 X = Export
 M = Import
 Contoh soal:
 Laba usaha = Rp 50.000.000,00
 Konsumsi = Rp 60.000.000,00
 Investasi = Rp 150.000.000,00
 Pengeluaran Pemerintah = Rp 125.000.000,00
 Ekspor = Rp 120.000.000,00
 Produksi Pertanian = Rp 40.000.000,00
 Impor = Rp 30.000.000,00
 Jawab:
Rumus = C + I + G + (X - M)
= 60.000.000 + 150.000.000 +
125.000.000 + (120.000.000 – 30.000.000)
= 325.000.000 + 90.000.000
= 425.000.000

3. Pendekatan Pendapatan
GNP = Y + R + I + Pn
 Y = Pendapatan RTK
 R = Rent = Sewa
 I = Interest = Bunga
 Pn = Profit = Laba pengusaha
o PERHATIKAN perbedaan antara I di Pendekatan Pengeluaran dan I
di Pendekatan Pendapatan.

MIKAEL KRISTYAWICAKSONO – RINGKASAN EKONOMI Page 17


1. Produksi Nasional Bersih (Net National Product) = NNP
 NNP = GNP – (Relacement + Depreciation)

 Pada dasarnya barang-barang modal , nilainya akan berkurang karena

aktifitas produksi sehari hari. Pengurangan niai barang disebut


depresiasi. Penggantian barang – barang disebut
replacement.
2. Pendapatan Nasional Bersih (Net National Income) = NNI
 NNI = NNP – Pajak Tidak Langsung

 Pendapatan ini dihitung menurut balas jasa yang diterima

masyarakat sebagai pemilik faktor produksi. Pajak tak


langsung adalah pajak yag dapat dibebankan kepada orang lain.
3. Pendapatan Perseorangan (Personal Income) = PI
 PI = NNI – (Laba ditahan + Pajak Perseroan + Iuran

Jaminan Sosial) + Transfer of Payments


 Pendapatan yang diterima seluruh masyarakat Indonesia.
Dikurangi Laba DItahan, Pajak Perseroan, Iuran Jaminan Sosial, namun
ditambah Transfer of Payments.
 Transfer of Payments adalah pendapatan yang
diterima meskipun kita sudah tidak bekerja.
 Hati hati, perhatikan bahwa transfer of payment berada diluar tanda
kurung, jadi sifatnya menambah.

MIKAEL KRISTYAWICAKSONO – RINGKASAN EKONOMI Page 18


4. Pendapatan yang dibelanjakan (Disposable Income) = DI
 DI = PI – Pajak Langsung

 Disebut juga take home pay.

 Pendapatan yang bisa dibelanjakan.

 Setiap orang umumnya pendapatannya di atas PTKP, seharusnya

dipotong pajak langsung.

• Komponen Perhitungan Pendapatan Nasional


PENTING!
1. GDP = Rp …
a. Produksi luar negri di dalam negri = Rp … -
b. Produksi warga negara di luar negri = Rp … +
2. GNP = Rp …
a. Penyusutan barang modal = Rp …
b. Penggantian barang modal = Rp … -
3. NNP = Rp …
a. Pajak tidak langsung = Rp … -
4. NNI = Rp …
a. Laba ditahan = Rp …
b. Pajak Perseroan = Rp …
c. Iuran jaminan sosial = Rp … -
d. Transfer of Payments = Rp … +
5. PI = Rp …
a. Pajak langsung = Rp … -
6. DI = Rp …

MIKAEL KRISTYAWICAKSONO – RINGKASAN EKONOMI Page 19


• Faktor – faktor yang mempengaruhi pendapatan nasional
1. Konsumsi dan tabungan

Yang mempengaruhi untuk konsumsi:

a. Besarnya pendapatan keluarga setelah dikurangi

pajak.
b. Komposisi anggota keluarga.

c. Lingkungan / status sosial.

d. Perkiraan masa depan.

Yang mempengaruhi untuk ditabung:

a. Besarnya pendapatan yang digunakan untuk kegiatan


konsumsi.
b. Tingkat suku bunga bank
c. Keinginan berjaga – jaga

2. Konsumsi dan investasi:

a. Kondisi keamanan negara

b. Jumlah permintaan aggregate

MIKAEL KRISTYAWICAKSONO – RINGKASAN EKONOMI Page 20


• Pendapatan Perkapita

o Pendapatan rata – rata tiap penduduk.


o Rumusnya : GNP / Jumlah Penduduk
o Pentingnya mengetahui pendapatan perkapita:

a. Indikator kesejahteraan negara.

b. Standart pertumbuhan kemakmuran negara.

c. Pembanding tingkat kemakmuran antar negara.

d. Pedoman pemerintah untuk merumuskan kebijakan ekonomi.

e. Mengelompokan negara bedasarkan pendapatan.

MNEMONIC : ISP-PedoLompok

o Manfaat perhitungan pendapatan nasional:

a. Mengetahui struktur perekonomian suatu negara.

b. Membandingkan kemajuan ekonomi dari tahun ke


tahun.
c. Membandingkan perekonomian antar daerah atau
negara.
d. Landasan perumusan kebijakan oleh pemerintah.
MNEMONIC: Struk – Maju – Perek - Bijak

MIKAEL KRISTYAWICAKSONO – RINGKASAN EKONOMI Page 21


• Cara meningkatkan pendapatan perkapita
o UKM
o Mengendalikan pertambahan penduduk
o Meningkatkan produksi
 Intensif, meningkatkan produktivitas (seminar, …)
 Ekstensif, menambah faktor produksi (beli tanah, lading baru)

MIKAEL KRISTYAWICAKSONO – RINGKASAN EKONOMI Page 22


Kiat mengerjakan soal:
• Sebelum mengerjakan dan sesudah mengerjakan berdoa.
• Tenang
• Soal hitungan kerjakan 2 kali
• Perhatikan perintah cara pengerjaan soal.
• Soal essai, tulis sebanyak-banyaknya yang kamu tahu istilahnya ngecap.
• Bila kebetulan ada soal yang tidak tahu jawabannya. Cari jawaban semirip mungkin
yang kamu tahu dan buat jawabannya berambigu, agar guru pun pusing periksanya dan
akhirnya dapat nilai.
• Kerjakan soal dari yang paling gampang.

SOAL ESSAI
1. Apakah pendapatan perkapita di Indonesia cukup mencerminkan tingkat
kesejahteraan masyarakat Indonesia pada umumnya?
Jawab:
Belum sebab :
a. Gap atau selisih pendapatan yang tertinggi dan terendah sangat
besar dan tidak mencerminkan kondisi rata-rata.
b. Distribusi pendapatan kurang merata hanya di kota-kota besar.
c. Ada yang memiliki pekerjaan rangkap ada juga yang jobless
atau sama sekali tidak memiliki kerjaan.
2. Usaha agar proses pendapatan perkapita dapat mencerminkan
keadaan yang sebenarnya?
Jawab:
a. Meninggikan tingkat harapan hidup.
b. Meninggikan tingkat pendidikan.

c. Kurangi tingkat kematian ibu hamil.

d. Perbanyak orang yang berlangganan koran.

MIKAEL KRISTYAWICAKSONO – RINGKASAN EKONOMI Page 23


Sekian.

Kesalahan penulisan yang berakibat nilai ekonomi mendapat di bawah nilai standart adalah
tanggung jawab pemakai. Tulisan ini hanya sebagai objek pembelajaran teman-teman penulis
dan penulis saja.

Dimohon untuk kritik dan saran yang membantu.

Mikael Kristya

mikael.pratama@yahoo.com

MIKAEL KRISTYAWICAKSONO – RINGKASAN EKONOMI Page 24