Anda di halaman 1dari 9

RADIOLOGI KEPALA

A. Kelayakan :
1. Jenis Foto : Kepala AP (Caldwell), Kepala Lateral, Kepala Waters, CTScan Kepala kontras/non-kontras
2. Ada Identitas, marker (L/R), nomor, tanggal
B. Evaluasi Foto Kepala AP-Lateral (foto Schedel)
1. Tabula interna, externa, diploe, bentuk kepala (intak/fraktur)
Tipe : fraktur impresi, fraktur linier, fraktur diastasis (pelebaran
sutura)
2. Garis impresio, canal & sutura (normal)
arachnoidal impresion ,arterial grooves
plexus venosus ,sinus venosus
emisary vein
sutura
impresie digitatae : sebelum usia 16 th normal
penipisan / penebalan cranium
3. Kalsifikasi patologis (Tidak Tampak)
normal : glandula pineale, glomi plexus choroideus, petroclinoid
ligament, basal ganglia, duramater , ca deposit dalam arteri
cerebral
Bila kalsifikasi terletak diluar tempat yang normal = Patologis
4. Sella turcica (Tidak Tampak Kelainan)
lebar, dalam & bentuk
Procesus clinoideus anterior - posterior, dorsum sella > EROSI ?
basis sella > erosi, double contour
normal : lebar 4-16 mm (10,5 mm), dalam 4-12 mm (8,1 cm)
5. Orbita, sphenoid ridge, petrous ridge, tulang temporal
(intak/fraktur)
6. Soft tissue
7. Sutura : anak : lebar sutura, besar fontanella
8. Derajat radioluscent sinus (sinusitis maksilaris/sinusitis
frontalis)
C. Evaluasi Foto Kepala Waters
1. Anatomi tulang sekitar sinus (intak/fraktur)
2. Septum nasi (normal/deviasi)
3. Derajat radioluscent dari sinus dan lokasinya (normal/berkurang)
Derajat radioluscent sinus berkurang = sinusitis
tentukan lokasi = sinusitis maksilaris/frontalis, dekstra/sinistra
4. Tebal mucosa sinus (normal/bertambah)
5. Tumor, destruksi tulang sekitar sinus
6. Pneumatisasi sinus:
Sinus frontal mulai usia 6 th & tampak jelas 8 th
Sinus ethmoid & maxilla mulai usia 2 th
Sinus sphenoid usia 4 th

D. Evaluasi Foto CT-Scan Kepala


1. Densitas lesi, letak, perkiraan besar lesi (Tidak tampak/Tampak)
Tampak lesi Hiperdens
Lesi Hiperdens di cerebrum = Intracerebral Hemoragik
Lesi Hiperdens berbentuk biconcaf, dibatasi sutura = Epidural
Hematom
Lesi Hiperdens berbentuk semilunar, dibatasi falx = Subdural
Hematom
Tampak Lesi Isodens = Suspect Occupying Lession
Tampak Lesi Hipodens = Infark cerebri (hati2 infark lacunar
+ lokasinya)
2. Deviasi midline struktur (Ada/Tidak)
Biasanya pada Cedera kepala dengan Hematom/ SOL
Ventrikel dapat menyempit pada keadaan deviasi midline
3. Sistem ventrikel (normal, menyempit, ada hematom)
Ventrikel menyempit = penekanan oleh hematom / SOL
4. Sulci dan gyri (dalam/dangkal)
Sulci yang dangkal gyri yang menebal = edema cerebri
5. Derajat densitas dan lokasi Sinus Maksila, Frontalis, ethmoid,
Sphenoid
Tampak perselubungan hiperdens = sinusitis
6. Bone defect (ada/tidak Fraktur linear/depressed, diastase,
kommunitif)

RADIOLOGI TORAKS
A. Kelayakan :
1. Jenis Foto : Toraks PA , Toraks AP (anak-anak/ dewasa KU lemah)
Toraks Lateral Kiri/Kanan, Toraks Top Lordotik
2. Ada Identitas, marker (L/R), nomor, tanggal
3. Inspirasi maksimum
Costa VI kanan depan memotong pertengahan diafragma kanan
Diafragma kanan setinggi ICS IX belakang
4. Simetrisitas
Jarak antara kaput clavicula ke proc. Spinosus vertebra kanan =
kiri
5. Kualitas Baik
Vertebra Torakal 4-5 ke atas terlihat
Vertebra Torakal 6 ke bawah tidak terlihat
Scapula berada di luar lapang paru
Seluruh paru, kedua Apex dan kedua Sinus costophrenicus
terlihat
B. Evaluasi Foto Toraks
1. Dinding Toraks
Clavicula, Scapula, Costa, Vertebra (Intak/fraktur)
Intercostae space (normal/menyempit/melebar)
- Menyempit = Atelektasis
- Melebar = Emfisema
Soft Tissue dinding Toraks
2. Trakea, mediastinum (ditengah/terdorong kontra lesi/tertarik
sisi lesi)
Terdorong kontra lesi = pneumotoraks, efusi pleura
Tertarik sisi lesi = Atelektasis
3. Cor (normal/cardiomegali)
CTR > 50 % = Cardiomegali
4. Lapang Paru dapat tampak sebagai berikut:
Bronkus, hilus kanan > rendah (kanan meninggi dengan
perselubungan pada anak-anak sering susp. bronkitis)
Corak Bronkovaskuler < 2/3 medial (meningkat dengan densitas
batas tidak tegas ke arah basal menandakan susp. Bronkiektasis,
BPneumonia, Tb Anak)
Densitas homogen batas tegas harus di DD dan lokasi
- Apex = KP
- Basal = Pneumonia
- Lobus =
Atelektasis
Perselubungan KP
- Infiltat (mengawan)/kavitas = KP aktif
- Fibrotik (garis kasar)/kalsifikasi = KP lama, tenang
- Bila kombinasi = KP lama aktif
- Bila tersebar di kedua lapang paru = KP Duplex lama aktif

Bayangan hiperluscent dengan vascular yg jelas dan


penambahan volume paru vertikal = emfisema paru
5. Pleura
Bayangan hiperluscent avascular = Pneumotoraks
Bayangan hiperluscent avascular dgn Air Fluid level =
Hidropneumotoraks
Sinus costophrenicus (lancip/tumpul)
- Sinus costophrenicus tumpul = Efusi pleura minimal
- Perselubungan radioopaque pada sinus (foto Toraks lateral)=
Efusi pleura
- Efusi pleura massive permukaan atas cairan berbentuk
concave (cekung) dari lateral ke medial (meniscus sign)
- Efusi pleura harus ditentukan setinggi costae berapa
Bayangan pleura di apex, sinus menebal = Scwarte
6. Diafragma
Permukaan (licin, scalloping, tenting)
Diafragma kanan > tinggi - 1 vertebra
Diafragma datar dan letak rendah
- Diafragma kanan Lebih dari costae VI kanan =
Emfisema paru
7. Organ di bawah diafragma
Diafragma kanan = hepar
Diafragma kiri = fundus gaster (air fluid level), lien

RADIOLOGI ABDOMEN
A. Kelayakan :
1. Jenis Foto : Abdomen BNO , Abdomen BNO-IVP, Adomen 3 posisi,
Abdomen Colon in Loop
2. Ada Identitas, marker (L/R), nomor, tanggal
3. Dinding perut harus terlihat
4. Diafragma dan symphisis harus terlihat
B. Evaluasi Foto Abdomen BNO
1. Preperitoneal fat line (normal/tidak jelas/menghilang)
Jaringan lemak radioluscent di lateral sepanjang dinding
abdomen
Preperitoneal fat line menghilang = peritonitis, ascites
2. Psoas line (normal/tidak jelas)
Bayangan agak opaq yang dibentuk m. Psoas
Normal : jelas, simetris, tempat bersandar ginjal
Psoas line menghilang = proses retroperitoneal
(perdarahan,peradangan)
3. Besar dan kontur ginjal (normal/tidak jelas)
Perirenal fat renal outline, batas ginjal lebih jelas
Ukuran ginjal rata-rata = 3 corpus vertebrae
Ginjal kanan ukuran lebih kecil dari ginjal kiri
Ginjal kanan terletak lebih rendah dari ginjal kiri
4. Bayangan opaque tractus urinarius (tak tampak/tampak)
Bayangan opaque yang tampak =
nefrolithiasis/ureterolitiasis)
DD plebolith bila terdapat pada ureterovesico
junction/vesicouretra junction
Biasanya pada orang tua
5. Vertebra (normal/ber-osteofit/alignment bergeser/discus
menyempit)
Terdapat osteofit atau spur formation pada vertebra =
spondilosis
Alignment procesus spinosus bergeser = spondilolithesis
Procesus spinosus lumbal menyatu sacral = sacralisasi
Penyempitan celah diskus vertebra = kompresi
C. Evaluasi Foto Abdomen 3 posisi (AP tegak, AP supine, LLD)
1. Preperitoneal fat line (normal/tidak jelas/menghilang)
Jaringan lemak radioluscent di lateral sepanjang dinding
abdomen
Preperitoneal fat line menghilang = peritonitis, ascites
2. Distribusi udara usus (normal/meningkat/udara bebas)
Udara normal terdapat pada fundus gaster dan colon

Udara abnormal pada usus halus = meteorismus


Udara bebas di bawah diafragma = pneumoperitoneum
3. Tanda distensi usus (Herring bone appearance/Haustra)
Ileus Obstruktif
- Distensi usus bagian proksimal, di distal sumbatan tidak
tampak udara
- Tanda distensi usus halus = herring bone appearance
- Permukaan cairan dalam loop usus pendek-pendek dan tidak
rata
Ileus Paralitik
- Distensi di semua usus (termasuk lambung dan rectosigmoid)
- Tanda distensi kolon = Haustra
- Seluruh usus terisi udara sampai ke recto sigmoid
- Permukaan cairan dalam loop usus panjang-panjang dan sama
tinggi
4. Air fluid level (foto tegak)
Ileus Obstruktif
- Multiple air fluid level tersusun seperti anak tangga step
ladder appearance di bagian tengah abdomen
5. Vertebra
(normal/spondilosis/spondilolithesis/sacralisasi/kompresi)
Terdapat osteofit atau spur formation pada vertebra =
spondilosis
Alignment procesus spinosus bergeser = bisa spondilolithesis
Procesus spinosus lumbal menyatu sacral = sacralisasi
Penyempitan celah diskus veertebra = kompresi
D. Evaluasi Foto Abdomen BNO-IVP (bandingkan kanan dan kiri)
1. Nefrogram bentuk dan posisi ginjal (normal/tidak jelas)
2. Bentuk dan kaliber Sistem pelvicocalices (normal/melebar)
3. Bentuk dan kaliber Ureter (normal/melebar), kalsifikasi
(ada/tidak)
4. Bentuk dan posisi vesica urinaria (normal/filling
defect/indentasi)
5. Post voiding (pasase kontras lancar/tidak)
E. Evaluasi Foto Abdomen Colon in Loop
1. Normal :
tampak kontras mengisi rectum, colon sigmoid, colon
descendent, colon transversum, colon ascendent, caecum, dan
refluks ke ileum terminalis
Tidak tampak filling defect dan inddentasi
2. Keganasan : (rectosigmoid tersering)

tampak kontras mengisi rectum, colon sigmoid, colon


descendent, colon transversum, colon ascendent, caecum, dan
refluks ke ileum terminalis
tampak dinding rectum irreguler, mukosa kasar
Tampak filling defect pada daerah rectosigmoid

RADIOLOGI VERTEBRA
A. Kelayakan :
1. Jenis Foto : Vertebra Cervical, Vertebra Lumbosacral
2. Ada Identitas, marker (L/R), nomor, tanggal
B. Evaluasi Foto Vertebra Cervical
1. Besar, bentuk, struktur tulang (intak/fraktur)
Fraktur kompresi tersering
2. Curvatura dan alignment (berada satu garis/bergeser) pada
cervical .....
Alignment (prosesus spinosus) bergeser = spondilolithesis
3. Pedicle dan discus intervertebralis (normal/menyempit) pada
cervical ....
Discus intervertebrali menyempit = kompresi vertebral
4. Foramen intervertebralis (normal/menyempit) pada cervical .....
Foramen intervertebralis menyempit = (susp. HNP)
5. Osteofit (tidak tampak/tampak) pada cervical .....
Osteofit tampak = spondilosis
C. Evaluasi Foto Vertebra Lumbosacral
1. Besar, bentuk, struktur tulang (intak/fraktur)
Fraktur kompresi tersering
2. Jumlah corpus vertebra (normal/bertambah/berkurang)
Corpus vertebra lumbal normal = 5 corpus
Corpus vertebra bertambah = lumbalisasi
Corpus vertebra berkurang = sacralisasi
3. Curvatura dan alignment (berada satu garis/bergeser) pada
lumbal ....
Alignment (prosesus spinosus) bergeser = spondilolithesis
4. Pedicle dan discus intervertebralis (normal/menyempit) pada
lumbal ....
Discus intervertebrali menyempit = kompresi vertebral
5. Foramen intervertebralis (normal/menyempit) pada lumbal .....
Foramen intervertebralis menyempit = (susp. HNP)
6. Osteofit (tidak tampak/tampak) pada lumbal ....
Osteofit tampak = spondilosis

RADIOLOGI SKELETAL
A. Kelayakan :
1. Jenis Foto :
Extremitas atas :
Shoulder, Humerus, Elbow joint, Radius-Ulna, Wrist joint,
Manus
Extremitas bawah :
Pelvis, Femur, Articulatio Genu, Cruris, Ankle Joint, Pedis
2. Ada Identitas, marker (L/R), nomor, tanggal
3. Mencakup dua posisi : AP, Lateral
4. Mencakup persendian dua tulang
B. Evaluasi Foto Skeletal
1. Usia tulang (bayi, anak, dewasa)
2. Densitas tulang (normal/meninggi/menurun)
3. Radiolusent Spongiosa (normal/bertambah/berkurang)
4. Besar, bentuk, kontur (normal/fraktur)
Tipe fraktur : Linier, oblique, kominutif, avulsi, greenstick,
separasi epifise
Lokasi fraktur : Fraktur collum femoris, Fraktur Digiti (1-5)
Pembentukan Callus (reaksi penyembuhan)
5. Jaringan lunak sekitar tulang
(normal/pembengkakan/perkapuran)
6. Letak tumor (epifisis/metafisis/diafisis)
7. Kortex tulang (utuh/ menipis/destruksi)
Korteks menipis = Tumor Jinak
Korteks destruksi = Tumor ganas
8. Reaksi periosteal (ada/tidak)
Reaksi periosteal ada = Tumor ganas
- Lamelar: Garis sejajar korteks
- Sunray: Garis tegak lurus korteks