Anda di halaman 1dari 3

Hepatitis Kronik

Definisi: hepatitis kronik merupakan penyakit hepatitis yang berlangsung > 6


bulan.
Kebanyakan pasien tidak mempunyai riwayat hepatitis akut, pertama kali
ditemukan dengan peningkatan level aminotransferase yang asimptomatik,
namun ada pula beberap pasien datang dengan sirosis atau menunjukkan gejala
komplikasinya (hipertensi portal). Biopsi penting untuk konfirmasi diagnosis dan
untuk menentukan grading dan staging dari penyakit.
Etiologi:
1.Hepatitis B virus dan Hepatitis C virus merupakan penyebab terbanyak
hepatitis kronik. Sekitar 5-10% kasus hepatitis B dengan atau tanpa koinfeksi
degan Hepatitis D, dan 75% kasus hepatits C menjadi kasus yang kronik.
2. Hepatitis autoimun: curiga merupakan kerusakan hati oleh imun bila
ditemukan: (a) adanya penanda serologis imun, (b) berhubungan dengan
histocompatibility haplotypes yang umum pada gangguan autoimun (HLAB1,HLA-B8,HLA-DR3,HLA-DR4), (c) dominasi limfosit T dan sel plasma pd lesi
histologik, (d) berhubungan dengan penyakit autoimun lain spt RA, AIHA,
proliferative glomerulonephritis, (e) respons terhadap terapi
kortikosteroid/imunosupresan lain.
3.Kadang bisa gabungan dari hepatitis autoimun dengan peny kronik hati lainnya
(seperti sirosis hati bilier primer, hepatitis virus kronik)
4.Obat-obatan spt: isoniazid, metildopa, nitrofurantoin, dan lebih jarang
asetaminofen dapat menyebabkan hep kronik. Proses bervariasi masing2 obat,
ada yang men=libatkan respon imun, metabolit intermediet yg sitotoksik.
5. penyebab lain: hepatitis alkoholik atau nonalcoholic steatohepatitis
6.Less often, defisiensi alfa 1 antitripsin atau wilsons disease
Gejala dan Tanda: (umumnya ditandai dengan tanda penyakit hati
kronik / sirosis sebab kerusakan hati akibat infeksi kronik tidak dapat
tergambar pada pem fisik ataupun laboratorik kecuali bila sudah terjadi
sirosis)
Sekitar 1/3 kasus hepatitis kronik berkembang setelah hepatitis akut, tetapi
kebanyakan merupakan kejadian baru (de novo).
Gambaran Klinis Hepatitis B kronik:
Pada banyak kasus tidak didapatkan keluhan maupun gejala dan pemeriksaan
tes faal hati hasilnya normal. Pada sebagian lagi didapatkan hepatomegali atau
bahkan splenomegali atau tanda penyakit hati kronis lainnya, misalnya eritema
palmaris dan spider nevi, serta kadang terdapat juga peningkatan konsentrasi

ALT. Kons bilirubin umumx normal, kons albumin juga normal kecuali pada kasus
yang parah. Manifestasi klinik hepatitis B kronik dikelompokkan menjadi 2:
1. Hepatitis B Kronik yang masih aktif (Hepatitis B Kronik Aktif): HBs Ag
positif dengan HBV DNA > 105 kopi/ml serta kenaikan ALT yang menetap
atau intermiten. Pasien menunjukkan gejala dan tanda penyakit hari
kronik. Biopsi hati memberikan gambaran peradangan yang aktif. Menurut
status Hbe Ag pasien dikelompokkan menjadi Hepatitis B Kronik Hbe Ag
positif dan Hepatitis B Kronik Hbe Ag negatif.
2. Carrier VHB inaktif (inactive HBV carrier state): HBs Ag positif dengan titer
HBV DNA yang rendah yaitu < 105 kopi/ml. Pasien menunjukkan
konsentrasi ALT normal dan tidak didapatkan keluhan. Pada pemeriksaan
histologik didapatkan kelainan jar yg minimal. Sering sulit membedakan
Hepatitis B kronik HBe Ag negatif dengan pasien carrier VHB inaktif karena
pemeriksaan HBV DNA kuantitatif masih jarang dilakukan secara rutin,
oleh karena itu diperlukan pemeriksaan ALT berulang kali untuk waktu
yang cukup lama.
3. Tipe Precore mutant: nice to know.. Hep B Kronik normalnya kan: HBs Ag
tinggi, HBe AG positif dan antiHBe negatif dengan titer HBV DNA yang
tinggi (>105 kopi.ml) namun ada pula varian dengan Hepatitis B kronik
dengan HBe Ag negatif, antiHBe positif, tetapi HBV DNA tinggi (>10 5
kopi/ml) dengan tanda adanya aktivitas penyakit. Sehingga perlu diterapi
juga dengan terapi antivirus.

Pemeriksaan Biopsi hati sangat penting untuk Hepatitis B kronik, terutama


Hepatitis B kronik Hbe Ag positif dengan kons ALT 2 x normal. Pemeriksaan
Biopsi bertujuan sebagai GOLD STANDARD diagnosis dan meramalkan prognosis
serta kemungkinan keberhasilan terapi (respons histologik).
Gambaran Klinis Hepatitis C Kronik:
Hepatitis C akan menjadi kasus kronik pada 70-90 % kasus dan sering kali tidak
menimbulkan gejala apapun walaupun proses kerusakan hati berjalan terus.
Setelah itu 15-20% kasus akan menjadi sirosis setelah 20-30 tahun. Progresifitas
dari Hep C kronik menjadi sirosis tgt dari bbrp faktor resiko seperti : alkohol,
koinfeksi dengan VHB atau HIV,. Setelah sirosis, maka dapat timbul kanker hati
dengan resiko 1-4% tiap tahunnya. Kanker hati bisa juga terjadi tanpa melalu
sirosis (tapi jarang sekali berbeda dengan hep B). Gejala klinis berupa tanda
penyakit hati kronik dan manifestasi ekstrahepatik seperti: krioglobulinemia
dengan komplikasi2nya (glomerulopati, kelemahan, vaskulitis, purpura, atau
artralgia), porphyria cutaneous tarda, iscca syndrome, atau lichen plannus.
Patofisiologi man ekstrahepatik belum diketahui pasti, namun dihubungkan
dengan kemampuan VHC untuk menginfeksi sel2 limfoid sehingga mengganggu
respons sistem imunologis. Sel limfoid yang terinfeksipun dapat berubah sifatnya
menjadi ganas karena dilaporkan tingginya angka kejadian limfoma non-Hodgkin
pada pasien dengan infeksi VHC.

Gambaran Klinis Hepatitis Kronik karena autoimun:


Biasanya pada wanita muda, manifestasi juga melibatkan sistem tubuh yang
lainnya meliputi jerawat, amenorea, artralgia, kolitis ulseratif, fibrosis pulmoner,
tiroiditis, nefritis, anemia hemolitik.

Diagnosis

Liver function test results compatible with hepatitis

Viral serologic tests

Possibly autoantibodies, immunoglobulins, and 1-antitrypsin level and other tests

Usually, biopsy

Serum albumin and PT

Anda mungkin juga menyukai